cover
Contact Name
salim
Contact Email
jpm@uho.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
salim@uho.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 20868235     EISSN : 25973592     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Matematika dikelola oleh Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo dengan terbitan pertama versi cetak dimulai Januari 2011 sedangkan terbitan pertama versi online pada bulan januari 2018. Jurnal ini terbit dua kali setahun yaitu periode Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 217 Documents
Literasi Matematis Berbasis Budaya Bromo Tengger dalam Perspektif Etnomatematika Sisva Lestari Mangiri; Mega Teguh Budiarto
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): EDISI JULI 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v12i2.17873

Abstract

Etnomatematika merupakan salah satu jembatan yang menggabungkan matematika dan budaya yang bermakna konstektual untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan sistem pengetahuan budaya Bromo Tengger, sistem peralatan hidup dan teknologi budaya Bromo Tengger, serta literasi matematis budaya Bromo Tengger dalam perspektif etnomatematika. Penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data terdiri dari observasi masyarakat Bromo Tengger, wawancara oleh perangkat desa, dukun, dan pengrajin batik tengger, dan dokumentasi pada daerah Bromo Tengger. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi, dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data yakni: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada sistem pengetahuan yang ada di Bromo terdapat konsep matematika barisan aritmetika, penggunaan modulo, dan geometri. Pada sistem peralatan hidup dan teknologi terdapat konsep matematika geometri dan konsep transformasi geometri pada batik yang ada di Desa Ngadas. Literasi matematis yang memenuhi adalah aspek berupa ruang dan bentuk (space and shape) dan kuantitas (quantity). Konteks yang yang terdapat dalam Budaya Bromo Tengger yaitu konteks sosial dan konteks ilmiah Sehingga, pada budaya Bromo Tengger memenuhi aspek literasi matematis dalam perspektif etnomatematika.
Analisis Resiliensi Dalam Pembelajaran Matematika Pada Siswa SMP Asri Nurjannah; Rina Marlina
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): EDISI JULI 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v12i2.18234

Abstract

Sikap positif terhadap matematika merupakan bagian yang sangat pokok dan perlu ada dalam diri siswa karena dapat membantu mengurangi hambatan yang dimiliki selama menjalankan aktivitas pembelajaran. Penelitian ini memiliki tujuan guna mengkaji seberapa besar sikap resiliensi dalam pembelajaran matematika yang dimiliki oleh siswa SMP. Subjek yang dipilih merupakan siswa kelas IX pada satu SMP Negeri di kabupaten Bekasi sebanyak 30 siswa. Penggunaan metode didalam penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif dan teknik pengumpulan yang digunakan adalah pemberian data jenis angket atau kuesioner. Instrumen angket yang digunakan adalah jenis angket tertutup berjumlah 37 butir pernyataan atau pertanyaan yang dapat ditanggapi maupun direspon oleh siswa melalui skala Likert dan mempunyai rentang point 1 sampai 4. Setelah mendapatkan data kemudian dilakukan analisis sesuai dengan indikator resiliensi matematis, kemudian data diolah lebih lanjut untuk mengetahui tingkatan resiliensi yang dimiliki siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data sebesar 73% siswa memiliki kategori resiliensi sedang dan 27% siswa memiliki kategori resiliensi tinggi. Secara keseluruhan diperoleh rata-rata sebesar 73, 29% yang menunjukkan bahwa resiliensi matematis siswa kelas IX di satu SMP Negeri di kabupaten Bekasi termasuk dalam kategori sedang, sehingga masih diperlukan upaya maupun strategi untuk meningkatkan sikap positif dalam diri siswa sehingga dapat membantu siswa dalam mencapai tujuan dan keberhasilan dalam belajar matematika.  
Students' Mathematical Problem Solving Ability in Terms of Gender Differences Fathiyah Fathiyah; Ibrahim Ibrahim; Mulin Nu’man
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): EDISI JULI 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v12i2.18054

Abstract

This study describes students' problem-solving abilities in solving exponential problems in terms of gender differences. Studies on this matter are still rarely done. This research is descriptive qualitative research. The research procedure includes: 1) the pre-field stage, namely interviews with mathematics teachers and the preparation of research instruments; 2) the research stage, namely the provision of problem-solving ability tests, gender scales, and interview guidelines; 3) The data analysis stage, namely reducing data, presenting data and making conclusions. This research was conducted at SMA N 1 Banguntapan Bantul class X MIPA 2. The instruments used were researchers, problem-solving tests, interview guidelines, and gender scales. The results of this study indicate that there are differences in gender types in the context of problem-solving. The masculine gender student solves problems and makes decisions quickly, chooses practical ways of counting, and writes short answers. Feminine gender students have good memorization in solving problems, writing down answers in detail, but hesitating in writing down answers. Students with androgynous gender in solving problems write down answers in detail and have the ability to re-explain the solving process. Meanwhile, students of the sexes cannot be differentiated in solving problems by writing inconsistent answers, using a mathematical model. 
Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Problem Based Learning Nikmatun Nur Rahmadani; Hartatiana Hartatiana; Harisman Nizar
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): EDISI JULI 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v12i2.19083

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan*Lembar Kerja Siswa*berbasis Problem Based Learning yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIII SMPN 2 Teluk Bayur Prosedur pengembangan yang digunakan mengikuti model pengembangan ADDIE yaitu tahap analisis (analyze), tahap perencanaan (design), tahap*pengembangan (development), tahap*implementasi (implementation), dan tahap evaluasi (evaluation).  Data kevalidan produk diperoleh berdasarkan lembar validasi dan lembar saran. Data*kepraktisan terdiri dari data penilaian kepraktisan LKPD yang dianalisis dengan mengkonversikan skor menjadi data kualitatif skala empat. Data keefektifan dianalisis dari hasil belajar siswa*yang ditentukan berdasarkan*penilaian absolut. Hasil penelitian ini adalah : (1) berdasarkan penilaian dari validator, LKPD yang*dikembangkan peneliti telah memenuhi kategori valid; (2) berdasarkan pengolahan angket respon siswa yang memperoleh*jumlah rata-rata semua komponen sebesar 37,45 dan rata-rata semua*komponen 3, 74 telah mencapai kriteria praktis; (3) berdasarkan hasil analisis*tes hasil evaluasi siswa dimana telah*memperoleh persentase ketuntasan 79,16%, sehingga dapat disimpulkan*bahwa LKPD ini*efektif digunakan.
Aspek-Aspek Matematika dan Pembelajarannya pada Era Revolusi Industri Keempat Edi Cahyono; Mustamin Anggo
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): EDISI JULI 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v12i2.19315

Abstract

Matematika merupakan salah satu komponen penting dari perkembangan revolusi Industri 4.0. Disisi lain, dijumpai fakta bahwa pembelajaran matematika masih terfokus pada teori matematika yang dikembangkan beberapa abad yang lampau, sehingga pembelajaran matematika belum cukup dikaitkan dengan teknologi yang berkembang masa kini. Artikel ini berupa hasil penelitian yang bertujuan untuk memberi wawasan tentang aspek-aspek matematika dan pembelajaran matematika yang berkaitan dengan Industri 4.0. Dalam artikel ini dibahas secara singkat tentang beberapa aspek matematika yang keberadaannya sangat diperlukan pada era Industri 4.0, dan tantangan yang dihadapi dalam integrasinya pada pembelajaran matematika di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa (1) Industri 4.0 yang salah satunya disebut Internet of Things (IoT) menghasilkan data yang berlimpah (big data), yang penanganannya tidak lagi dapat dilakukan secara konvensional, (2) perangkat matematika (mathematical tools) sangat penting sebagai bagian dari data science yang sangat diperlukan dalam pembelajaran matematika di sekolah, (3) pembelajaran matematika di sekolah belum secara maksimal memanfaatkan teknologi informasi di era Industri 4.0, (4) masih dijumpai berbagai kendala di sekolah sehingga pembelajaran matamatika belum cukup memadai dalam mengeksplorasi  era Industri 4.0 pada aspek IoT.
Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Kuperan dan Baperan Untuk Pembelajaran Number Sense Mustika Kurniasari; Siti Maghfirotun Amin; Wiryanto Wiryanto
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): EDISI JULI 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v12i2.19862

Abstract

Penggunaan media pembelajaran matematika di Sekolah Dasar (SD) dimaksudkan agar siswa dapat mempelajari matematika yang obyeknya abstrak dengan menggunakan pendekatan atau benda yang konkrit. Di sisi lain, kemampuan pemahaman bilangan dan penggunannya atau biasa dikenal sebagai number sense bagi siswa SD merupakan landasan penting bagi kesuksesannya belajar dimasa depan. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang pengembangan media pembelajaran “Saku Operasi Bilangan Bulat (KUPERAN)” dan “Batang Operasi Bilangan Bulat (BAPERAN)” untuk pembelajaran number sense. Tujuan yang hendak dicapai adalah terbangunnya media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran number sense yang memenuhi kriteria media berkualitas yakni valid, praktis, dan efektif. Metode pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE. Hasil yang diperoleh yakni dapat dibangun media pembelajaran KUPERAN dan BAPERAN yang valid (berdasarkan hasil validasi), praktis (berdasarkan hasil penerapan pada tahap ujicoba), dan efektif (berdasarkan capaian pada proses dan hasil pembelajaran) dalam pembelajaran number sense pada materi operasi hitung bilangan bulat.
Eksplorasi Kemandirian Belajar Siswa Berdasarkan Kemampuan Matematika dalam Pembelajaran Matematika Sri Anandari Safaria; Yuslianti Yuslianti
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2022): Edisi Januari 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v13i1.23013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemandirian belajar siswa berdasarkan kemampuan matematika dalam pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam peneltian ini adalah siswa kelas VIII SMP di kecamatan Loghia yang berjumlah 87 siswa terdiri dari SMP Negeri 1 Loghia, SMP Negeri 2 Loghia, SMP Negeri 3 Loghia, dan SMP Negeri 4 Loghia. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian angket, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini terlebih dahulu dilakukan pengelompokan kemampuan matematika siswa yakni kemampuan matematika tinggi, kemampuan matematika sedang, dan kemampuan matematika rendah. Kategori kemampuan matematika tinggi berjumlah 10 siswa, kemampuan matematika sedang berjumlah 12 orang, dan kemampuan matematika rendah berjumlah 66 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemandirian belajar siswa SMP di Kecamatan Loghia pada kelas VIII berdasarkan kemampuan matematika yakni siswa berkemampuan matematika tinggi berada pada tingkatan kemandirian belajar tinggi, siswa berkemampuan matematika sedang berada pada tingkatan kemandirian tinggi, dan siswa berkemampuan matematika rendah berada pada tingkatan kemandirian sedang dan tingkatan kemandirian rendah. Kemampuan matematika siswa masih banyak pada kategori rendah.
Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Tipe Pictorial Riddle dengan Strategi Heuristik Vee Terhadap Kemampuan Spasial Peserta Didik Yeni Arista; Sri Purwanti Nasution; Agus Pahrudin
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2022): Edisi Januari 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v13i1.24201

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran inquiry tipe pictorial riddle dengan strategi heuristik vee terhadap kemampuan spasial peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis eksperimen dengan menggunakan metode quasy experimental design. Sampel yang digunakan sebanyak 90 peserta didik yang diambil dengan teknik acak kelas. Pengumpulan data dilaksanakan dengan tes tertulis dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas dengan uji liliefors dan uji homogenitas dengan uji barlett. Uji hipotesis menggunakan uji analisis variansi satu jalan sel sama. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh model pembelajaran inquiry tipe pictorial riddle dengan strategi heuristik vee terhadap kemampuan spasial peserta didik. Berdasarkan hasil uji lanjut yang menggunakan uji scheffe, diperoleh hasil bahwa tidak terdapat pengaruh antara model pembelajaran inquiry tipe pictorial riddle menggunakan strategi heuristik vee dengan model pembelajaran inquiry tipe pictorial riddle terhadap kemampuan spasial peserta didik, terdapat pengaruh yang berbeda antara model pembelajaran inquiry tipe pictorial riddle menggunakan strategi heuristik vee dengan model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan spasial peserta didik, terdapat pengaruh yang berbeda antara model pembelajaran inquiry tipe pictorial riddle dengan model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan spasial peserta didik.
Lintasan Level Berpikir Kreatif Topik Lingkaran dengan Pendekatan Metakognitif pada Mahasiswa Pendidikan Matematika Kms M Amin Fauzi; Anin Saraswati Azhari
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2022): Edisi Januari 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v13i1.24202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis mahasiswa dengan penerapan pendekatan metakognitif, (2) untuk mengetahui tahapan proses berpikir kreatif matematis dan pengetahuan kognitif mahasiswa dan (3) untuk menemukan lintasan berpikir kreatif matematis mahasiswa melalui penerapan pendekatan metakognitif berdasarkan persfektif teori. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (development research). Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika yang berjumlah 50 mahasiswa dalam dua kelas A dan B. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pilot experiment (uji coba 1) pada kelas A terdiri dari 8 mahasiswa, kemudian teaching experiment (uji coba 2) pada kelas B terdiri dari 42 mahasiswa. Hasil penelitian ini menemukan: (1) kemampuan berpikir kreatif matematis mahasiswa pada soal nomor 1, 2, 5 dalam kategori rendah, sedangkan pada soal nomor 3 dan 4 dalam kategori tinggi. (2) pada aktivitas 1, 2, 3, 5, tahapan proses berpikir kreatif dalam kategori tinggi, pada aktivitas 4, dengan level berpikir kreatif 4 dengan kriteria sangat kreatif berkarakteristik fluency, flexibility, originality dan elaboration. Memiliki level 4 metakognitif yakni reflective use, tahapan proses berpikir kreatif adalah kategori tinggi. (3) hypothetical learning trajectory telah diimplementasikan dalam penelitian ini menjadi lintasan belajar yang dapat membantu mahasiswa memahami materi lingkaran.
Pengaruh Model Pembelajaran Hermeneutika Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Ditinjau dari Gender La Misu; Hasnawati Hasnawati; Zulfaidil Zulfaidil
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2022): Edisi Januari 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v13i1.15706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) apakah ada pengaruh model pembelajaran hermeneutika terhadap kemampuan Penalaran matematis, (2) apakah ada pengaruh gender terhadap kemampuan Penalaran matematis, dan (3) apakah ada interaksi antara penggunakan model pembelajaran hermeneutika dan gender terhadap kemampuan Penalaran matematis. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas XI MIPA SMAN 01 Bombana tahun pelajaran 2019/2020 yang terdistribusi dalam 4 kelas. Penentuan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Kemudian, dipilih 2 kelas sebagai kelas sampel, yakni kelas XI MIPA 2 sebagai kelas eksperimen dengan model pembelajaran Hermeneutika dan kelas XI MIPA 1 sebagai kelas kontrol dengan model pembelajaran Make a match. Desain penelitian menggunakan Factorial Design 2 × 4. Data hasil penelitian dikumpulkan melalui pemberian instrumen berupa tes kemampuan penalaran matematis berbentuk soal uraian, angket gender dan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: (1) tidak ada pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran hermeneutika dan model pembelajaran make a match terhadap kemampuan penalaran matematis. Hal didasarkan dari analisis data diperoleh , (2) tidak ada pengaruh yang signifikan antara gender terhadap kemampuan penalaran matematis. Hal didasarkan dari analisis data diperoleh , dan (3) tidak ada efek interaksi yang signifikan antara model pembelajaran hermeneutika dan model pembelajaran make a match ditinjau dari gender terhadap kemampuan penalaran matematis. Hal didasarkan dari analisis data diperoleh