cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JIA (Jurnal Ilmu Agama)
ISSN : 24430919     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Ilmu Agama merupakan jurnal yang mengkaji tentang doktrin, pemikiran dan fenomena agama.
Arjuna Subject : -
Articles 448 Documents
Humiliation as a Consequence of Human Offenses (A Study of the Interpretation of the Verses of Azabulkhizyi from the Perspective of Tafsir al-Maraghi) Muhammad Farhan Gafinda; Akhmad Sulthoni; Akhmadiyah Saputra
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v25i2.24313

Abstract

Every human being has consequences for what they have done. Especially because of their lack of faith and trust in themselves. Allah has warned his servants about the consequences of doing things that Allah has forbidden. One of them is punishment. Although there have been several essays on doom, the author tries to convey how to avoid doom. The word doom means God's punishment that is rewarded to humans who violate religious prohibitions. doom also means all kinds of suffering (misery). There are many assumptions about the cruelty of God about the punishment given but not realizing the mistakes that have been made. This study examines the interpretation of the word doom in Tafsir al-Maraghi by Sheikh Ahmad Mustafa al-Maraghi. This study focuses on two main things: first, the interpretation of Shaykh Ahmad Mustafa al-Maraghi on the verses related to punishment. Second, how efforts to avoid doom in Tafsir al-Maraghi. The research method used is library research with a thematic approach using the Qur'an and Tafsir al-Maraghi as the main source. The results and conclusions show that al-Maraghi's interpretation of the verses of azabulkhizyi is interpreted as an act that causes Allah's punishment to befall humans. These actions include disobeying and fighting Allah and His Messenger, showing hypocrisy, spreading false teachings, and doing vain deeds. This finding indicates that azabulkhizyi tells how the consequences of human beings about what they have violated from Allah's provisions.
Concepts and Methods of Tadabbur al-Qur'an for Early Childhood: A Review of the Book Tadabbur al-Qur’an for Kids Zulfi Azkian Nur; Akhmad Sulthoni
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v25i2.24332

Abstract

Islam places great importance on the education of children starting from an early age. If children lack education at the beginning of their lives, some of them will grow up with corrupt morals, like lying, envy, stealing, criticizing, and interfering in other people's affairs. The Qur'anic surah that alludes to the importance of the existence of children themselves is QS. al-Kahf verse 46, Allah says: “Treasures and children are ornaments in the life of the world”. This study aims to discuss the concept and method of tadabbur al-Qur'an through analyzing the work of the Ummul Qura' editorial team, namely the book Tadabbur Al-Qur’an for Kids. By using qualitative methodology, literature study, this research focuses on two main aspects: the understanding of the editorial team of Ummul Qura' about the concept and method of tadabbur al-Qur'an for early childhood, and how it is implemented in everyday life. The results showed that the editorial team of Ummul Qura' was able to provide solutions for early childhood education by presenting an applicable and meaningful understanding, including presenting convenience for children in tadabbur al-Qur'an, making it easy to memorize the Qur'an, presenting the translation of each verse, introducing the naming of the surah of the Qur'an, tadabbur and understanding the essence of the Qur'an's science, a guide to practicing the contents of the Qur'an, complete references, inviting children to dive further, and providing motivation to become experts in the Qur'an.
Agus Hasan Bashori’s Innovation in the Development of Hadith Science in Indonesia Pelangi Cahya Indah Putriana; Shabrina Setiawan; Fadhila Salma Nuzula; Iskandar Iskandar
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v25i2.24334

Abstract

Hadith figures have a wide scope. Individuals who play an important role in the collection, compilation, and study of hadith can be defined as hadith figures. This article examines the significant contribution of Agus Hasan Bashori in the development of hadith science through his work entitled al-Arba'un an-Nawawiyah wa Ziyaadatuha ar-Rajabiyah. The purpose of this study is to find Agus Hasan Bashori's innovation in assessing, listing, and compiling the hadith fawaid of Imam Nawawi and Imam Ibn Rajab by comparing the tahqiq results of the scholars. This research uses a qualitative approach with the type of biographical study research interview technique. The results of this study indicate that: (1) The role of a family that has positive values related to education, hard work, and integrity is one of the supporting factors for Agus Hasan Bashori in achieving his success. (2) Agus Hasan Bashori's exemplary work in accordance with existing principles and values is able to strengthen his character so that it can bring inspiration in the lives of others and build deep trust and respect from others. (3) Agus Hasan Bashori's innovations in Kitab al-Arba'un an-Nawawiyah wa Ziyaadatuha ar-Rajabiyah not only strengthen the scientific foundation of hadith, but also help Muslims integrate the teachings of the Prophet Muhammad into their daily lives and improve their spiritual and moral quality.
Analysis of the Relationship between Religion and Culture through the “Nyumpet” Tradition in Jepara: Islamic Perspective and Local Wisdom Roisah Fathiyatur Rohmah
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v25i2.24439

Abstract

Hubungan antara agama dan budaya merupakan hal yang menarik untuk dikaji, khususnya di Jawa yang memiliki berbagai budaya lokal yang terkenal dengan kejawennya. Budaya lokal yang berasal dari turun-temurun nenek moyang masih tetap eksis hingga saat ini. Sepeti tradisi Nyumpet di Jepara yang dilakukan oleh pemilik hajat sebelum menggelar hajatan, baik pernikahan maupun acara khitan. Bertahannya tradisi nenek moyang hingga saat ini turut melibatkan peran agama di dalamnya, begitu juga sebaliknya. Agama dapat masuk ke dalam Masyarakat Jawa juga melibatkan tradisi yang telah ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kembali hubungan agama dan budaya melalui tradisi Nyumpet di Jepara, mengingat kegiatan Nyumpet adalah sebuah tradisi yang memadukan antara peran agama dan ritual warisan nenek moyang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan terlibat. Artinya, peneliti ikut secara langsung menyaksikan dan ikut berperan dalam tradisi Nyumpet, karena peneliti adalah bagian dari Masyarakat Jepara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa agama dan budaya memiliki hubungan erat di antara keduanya. Adanya ritual nyumpet di masayarakat Jepara bertujuan untuk mencegah keburukan yang terjadi dalam acara hajatan. Nyumpet dengan berbagai Ugo Rampe yang dipadukan dengan selametan menunjukkan bahwa agama dan budaya begitu kuat berada di Tengah Masyarakat Jepara serta dapat menumbuhkan efek psikologis di dalam jiwa. Letak geografis kabupaten Jepara dan profesi Masyarakat turut menjadi penyebab mengapa Nyumpet di Jepara masih ada hingga saat ini. 
The Concept of I'jāz Rasm of the Qur'an According to M. Syamlūl on the Words Hasanāt and Sayyiāt in the Qur'an Nazilatur Rohmah; M. Miqdad Al-Ghifari Syatta; Ummuz Zahrah; Nafilah Chaudittisreen
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v25i2.24799

Abstract

Penulisan Al-Qur’an berbeda dengan penulisan berbahasa Arab pada umumnya meski pelafalannya sama. Para ulama fiqh, ulama Al-Qur’an, dan ahli teologi bersepakat bahwa penulisan Al-Qur’an yang berbeda dengan penulisan Bahasa Arab pada umumnya adalah bertujuan supaya Al-Qur’an dapat memuat al-ahrūf al-sab’ah. Hal tersebut juga menunjukkan kebenaran tentang adanya mukjizat dalam Al-Qur’an. Mukjizat tersebut kemudian dikenal dengan i’jāz rasm. Mayoritas ulama berpendapat bahwa penulisan dalam Al-Qur’an adalah perintah Nabi Muhammad (tauqīfī), tidak ada yang berhak untuk mengubahnya. Meskipun demikian, masih jarang orang yang membahas mengenai kemukjizatan Al-Qur’an dalam hal penulisan (rasm). Salah satu ulama yang membahas tentang i’jāz rasm adalah M. Syamlūl dalam karyanya yang berjudul I’jāz Rasm al-Qur’an wa I’jāz al-Tilāwah. Berangkat dari permasalahan di atas, penulis berusaha meneliti tentang bagaimana konsep i’jāz rasm menurut pandangan Syamlūl, khususnya pada kata hasanāt dan sayyiāt dalam Al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan jenis penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini untuk menelaah konsep-konsep yang diberikan oleh Syamlūl tentang perbedaan penulisan dalam rasm Al-Qur’an. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa i’jāz rasm dalam Al-Qur’an yang terfokus pada kata hasanāt dan sayyiāt bukan hanya berkaitan dengan perbedaan penulisan yang mungkin menyalahi penulisan bahasa Arab pada umumnya yang menunjukkan adanya keunikan dalam Al-Qur’an saja, akan tetapi juga pada kedalaman pesan moral dan makna tersirat yang disampaikan melalui perbedaan penulisan kata hasanāt dan sayyiāt.
Hadith Perspective on Cancel Culture and the Tendency to Judge on Social Media Siti Dzurrotul Ainy; Fathoniz Zakka
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v25i2.24841

Abstract

Fenomena cancel culture di media sosial mendorong masyarakat untuk cepat menghakimi dan memboikot individu tanpa proses klarifikasi yang memadai. Tentu, hal ini bertentangan dengan ajaran Islam terkait keadilan dan verifikasi informasi (tabayyun). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji cancel culture dari perspektif hadis, khususnya dalam konteks etika penghakiman di era digital. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten terhadap beberapa hadis, penelitian ini menemukan bahwa ajaran Nabi menganjurkan kehati-hatian dalam menyebarkan informasi dan larangan melakukan penghakiman tanpa dasar yang jelas. Hadis-hadis tersebut mengajarkan bahwa seorang Muslim harus berusaha memahami konteks dan fakta secara menyeluruh sebelum memberikan penilaian atau bertindak. Analisis menunjukkan bahwa tindakan dalam cancel culture seringkali melanggar prinsip-prinsip ini, dengan mengedepankan prasangka, emosi, dan tekanan sosial dibandingkan penilaian yang adil dan bijaksana, sebagaimana dianjurkan oleh hadis. Penelitian ini berkontribusi memberikan panduan bagi masyarakat untuk menggunakan media sosial dengan bijak sesuai dengan ajaran Islam, serta membantu pihak berwenang dan lembaga keagamaan dalam merumuskan pedoman etika penggunaan media sosial di tengah maraknya fenomena cancel culture.
Sosialisasi Al-Qur’an Melalui Metode Iqra di Madrasah Diniyah: Studi Komparatif di MDTA Nurul Iman dan MDTA Nurul Hikmah Sumedang Maolidya Asri Siwi Fangesty; Yayan Rahtikawati; Dadan Rusmana
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v25i2.25400

Abstract

Metode Iqra merupakan cara yang marak digunakan di masyarakat terutama di desa karena eksistensinya yang telah lama muncul, tak terkecuali di Madrasah Diniyah. Namun, terdapat perbedaan efektivitas metode ini di Madrasah Diniyah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara dan observasi dengan analisis komparatif serta menggunakan teori sosiologi struktural fungsional Emile Durkheim. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persamaan dan perbedaan pola sosialisasi Al-Qur’an melalui metode Iqra di MDTA Nurul Iman dan Nurul Hikmah serta menganalisis efektivitas metode iqra terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an. Penelitian ini menunjukkan bahwa persamaan kedua MDTA ini adalah menggunakan Iqra versi lama, terdaftar di FKDT, santri yang mampu membaca Al-Qur’an mendapat ranking di sekolah, internal santri diklaim sebagai faktor utama tidak mampu membaca Al-Qur’an dan metode pengajaran. Sedangkan perbedaannya terletak pada jumlah santri yang mampu membaca Al-Qur’an, waktu mengaji, SDM dan fasilitas serta dukungan orangtua. Metode Iqra dinilai efektif untuk membaca Al-Qur’an karena mudah dan sistematis. Namun, terkadang keefektifitasan Iqra berkurang disebabkan oleh beberapa faktor yakni konten buku Iqra lama yang masih digunakan, waktu mengaji yang kurang sementara santri banyak, metode penyampaian guru, psikologis siswa yang lebih gemar bermain serta kurang rajin, keluarga yang kurang mendukung serta lingkungan teman dan gadget. Adapun faktor guru menjadi faktor utama yang dapat melahirkan faktor lainnya. Sebab dalam teori sosiologi struktural fungsional, guru menjadi posisi dominan dalam pembelajaran.
The Urgency of Philosophy of Science in the Context of Human Civilization: An Epistemological Analysis Miftahul Jannah; Warul Walidin
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v25i2.25632

Abstract

This research aims to find out how the urgency of philosophy of science in the context of human civilization with epistemological analysis. An important part in creating and advancing human civilization is played by the philosophy of science. A thorough understanding of epistemology, the field of philosophy that deals with theory, offers a critical perspective on how people learn and develop science. With a focus on the epistemological viewpoint that serves as the foundation of scientific thinking, this article examines the importance of philosophy of science in relation to the advancement of human civilization. To gain a comprehensive understanding, this research uses descriptive qualitative research with a literature review. This study shows how the philosophy of science can guide human civilization towards more sustainable, knowledge-based and equitable growth. Philosophy of science plays a very important role in shaping human understanding of knowledge and the development of scientific methodology. Through critical analysis of basic concepts and epistemological approaches, philosophy of science helps us evaluate the validity of knowledge and the methods used in research. With the growing complexity of challenges facing humanity, such as climate change and social injustice, the critical thinking taught by philosophy of science is becoming increasingly relevant. In addition, philosophy of science contributes to innovation by encouraging reflective and interdisciplinary approaches in research. Therefore, the urgency of philosophy of science in the context of human civilization lies in its ability to facilitate ethical dialogue, encourage sustainable innovation, and ensure that the knowledge produced is relevant and beneficial to the whole of society.
Penggunaan Ayat-ayat Al-Qur’an dalam Pengobatan Tradisional (Ruqyah) Pada Komunitas Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) di Samarinda Putri Ameda; Mursalim Mursalim
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 26 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v26i1.26740

Abstract

This study examines the use of Qur'anic verses in the ruqyah practice conducted by the Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) Community in Samarinda, focusing on the implementation of ruqyah, the verses used, the basis for their selection, and public perceptions of its effectiveness as a healing method. Using a qualitative approach and descriptive methods, data were collected through interviews with ruqyah practitioners, direct observation, and document analysis. The findings reveal that the ruqyah methods employed by JRA Samarinda are flexible but firmly rooted in the belief that the Qur'an serves as Asy-Syifa' (a source of healing). Surahs such as Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Falaq, An-Nas, and other verses are selected based on their relevance to the type of illness, the meaning of the verses, the asbabun nuzul (reasons for revelation), or stories within the Qur'an. This selection process also involves empirical experience, testing (tajrib), and authorization from scholars with a sanad (chain of transmission) in ruqyah knowledge. The Samarinda community generally accepts ruqyah as an effective alternative healing method, though further understanding of its concepts is still needed. This research is expected to enrich Living Qur'an studies, particularly in the context of ruqyah therapy, while also offering practical benefits for society in utilizing Qur'anic verses as an effective spiritual healing solution
Reading Reception Selected Surahs: A Study of Living Qur'an in Subulussalam Islamic Boarding School Weding, Bonang, Demak Salma Robiatul Adawiyah; Jaka Ghianovan; Abil Ash
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 26 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v26i1.27813

Abstract

This research discusses the phenomenon of Living Qur'an that occurs in the community, namely the tradition of reading Surah Ash-Shams, al-Lail, al-Mu'awwidzatain, al-Baqarah verse 255, and al-Baqarah verse 285-286, in Subulussalam Weding Islamic Boarding School, Bonang, Demak Regency. The objectives in this study are: First, to know the origin of the tradition of reciting Surah Ash-Shams, al-Lail, al-Mu'awwidzatain, al-Baqarah verse 255, and al-Baqarah verse 285-286 in Subulussalam Weding Islamic Boarding School, Bonang, Demak Regency. Second, to find out the reception of pesantren residents towards the recitation of Surah Ash-Shams, al-Lail, al-Mu'awwidzatain, al-Baqarah verse 255, and al-Baqarah verse 285-286 in Subulussalam Weding Islamic Boarding School, Bonang, Demak Kab. This activity was attended by all santri, administrators, and ustadzah which was held every afternoon before maghrib. This type of research is field research using qualitative methods and a sociology of knowledge approach. Through observation, interview, and documentation techniques, this research will explain how this tradition began and the reader's reception of Surah Ash-Shams, al-Lail, al-Mu'awwidzatain, al-Baqarah verse 255, and al-Baqarah verse 285-286, in Subulussalam Weding Islamic Boarding School, Bonang, Demak Regency. Based on the analysis that has been done, researchers found two points of findings, namely: First, the evidence used is the Qur'anic verse of Surah Thaha verse 130 and the book of Maraqil Ubudiyah pp. 38 by Syaikh Nawawi al-Bantani. Second, the pesantren residents' receptions of this tradition are to facilitate memorization, launch fortune, facilitate affairs and for the happiness of the world and the hereafter. This article contributes to enriching the study of Living Qur'an by preserving the tradition of reciting Surah Ash-Shams, al-Lail, al-Mu'awwidzatain, al-Baqarah verse 255, and al-Baqarah verse 285-286, in Subulussalam Weding Islamic Boarding School, Bonang, Demak Regency.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 26 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 26 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 25 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 24 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 24 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 23 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 23 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 21 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 21 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Agama Vol 21 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Agama Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 19 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 18 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 18 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Agama Vol 18 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 17 No 2 (2016): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 17 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 16 No 1 (2015): (Juni 2015) Vol 16 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 15 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 15 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 14 No 2 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 14 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama More Issue