cover
Contact Name
Arif Setiawan
Contact Email
kembara@umm.ac.id
Phone
+6285649955997
Journal Mail Official
kembara@umm.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Tlogomas 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
KEMBARA
ISSN : 24427632     EISSN : 24429287     DOI : -
Core Subject : Education,
KEMBARA diterrbitkan sejak April 2015 oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. KEMBARA memuat artikel hasil penelitian bahasa, sastra, dan pengajarannya, yang diterbitkan pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
Preferensi media bacaan sastra siswa SMAN 1 Kraksaan: Cetak atau digital? Yuanita Widiastuti; Oktavia Winda Lestari; Ari Ambarwati
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i2.21345

Abstract

Media bacaan sastra berkembang dan memberikan berbagai tawaran menarik kepada siswa tingkat sekolah menengah untuk diapresiasi. Siswa disuguhkan berbagai pilihan media bacaan sastra, dalam bentuk cetak maupun digital. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi dan mendeskripsikan preferensi siswa terhadap bacaan sastra; cetak atau digital. Penelitian dilakukan untuk memetakan kesukaan siswa terhadap media bacaan sastra yang dapat digunakan sebagai referensi guru bahasa Indonesia dalam menentukan sumber belajar. Metode penelitian ini adalah mix methode. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dengan menyiapkan kuesioner dan daftar pertanyaan wawancara. Data penelitian berupa jawaban kuesioner dan wawancara terkait persepsi siswa tentang bacaan sastra cetak dan bacaan sastra digital. Subjek penelitian siswa kelas X, XI, dan XII SMAN 1 Kraksaan. Peneliti menyusun lembar instrumen dan diunggah melalui google form untuk diisi oleh siswa. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Temuan penelitian berdasarkan aspek pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan minat baca menunjukkan bahwa siswa memilih media bacaan sastra digital. Sedangkan pada aspek keunggulan dan penguasaan konsep sastra ditemukan bahwa preferensi media bacaan sastra siswa SMAN 1 Kraksaan adalah sastra cetak. Temuan penelitian ini berimplikasi pada pemilihan media bacaan sastra yang digunakan guru Bahasa Indonesia. Guru Bahasa Indonesia menggunakan media bacaan sastra untuk meningkatkan minat baca sastra dan memanfaatkan media bacaan sastra cetak untuk memajankan konsep-konsep kesastraan pada siswa sekolah menengah atas.
Peran media online Magdalene.co terhadap persepsi masyarakat pada isu kesehatan mental ibu (Perspektif Sara Mills) Indah Pujiastuti; Dadang Anshori
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i2.21419

Abstract

Kasus-kasus yang berkenaan dengan kondisi gangguan kesehatan mental seorang ibu semakin muncul di permukaan selama masa pandemi. Gangguan kesehatan mental ini berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, kesejahteraan, dan hubungan antar anggota rumah tangga (ART). Media yang menyediakan Informasi-informasi yang disampaikan kepada khalayak memiliki andil dalam pembentukan persepsi masyaraka termasuk media online Magdalene.co. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana media Magdalene.co menyoroti kasus-kasus yang dialami seorang ibu yang berkaitan dengan kesehatan mental mereka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dianalisis menggunakan teori analisis wacana kritis gaya feminis Sara Mills. Penelitian dilakukan dengan menganalisis tiga artikel yang sudah dipilah berdasarkan keterkaitan dengan topik kesehatan mental ibu dan artikel yang diterbitkan jangka waktu pada awal pandemi covid di Indonesia, Maret 2020 sampai dengan tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) subjek dari ketiga artikel adalah ibu dan objek adalah anak; (2) ketiga artikel menunjukkan keberpihakannya pada ibu, (3) pembaca dilibatkan secara langsung dalam teks; (4) ketiga penulis bertujuan untuk memberikan pandangan yang berbeda tentang perempuan, ibu, dan gangguan kesehatan mental yang dialami seorang ibu. Dari hasil temuan dapat disimpulkan, penulis menunjukkan bahwa subjek memiliki kekuasaan penuh terhadap dirinya sebagai perempuan dan sebagai seorang ibu yang juga memerlukan dukungan dari lingkungan terdekatnya. Pemberitaan di berbagai media massa mainstream membentuk stigma pada masyarakat yang menjadikan ibu sebagai korban dari konstruksi sosial sampai saat ini. Citra “ibu sempurna” yang disematkan masyarakat terhadap perempuan memberikan dampak terhadap kebahagiaan ibu dan bermuara pada kesehatan mentalnya sebagai perempuan.
Analisis teks hoaks seputar informasi bank: Kajian bahasa perspektif analisis wacana kritis dan linguistik forensik Siti Nur Shabrina; Zamzani; Teguh Setiawan
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i2.21478

Abstract

Saat ini banyak pemberitaan mengenai suatu informasi yang bersifat manipulasi atau dikenal sebagai berita hoaks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sebuah teks mengandung hoaks atau fakta. Selain itu, untuk mengetahui bahwa wacana dapat digunakan sebagai bahasa dalam alat bukti hukum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data berupa surat kabar berita online (liputan6.com). Objek penelitian ini adalah makna wacana teks berita seputar BRI dan teks sebagai bahasa dalam alat bukti hukum. Data penelitian ini adalah berita seputar BRI di surat kabar online. Metode dasar pengumpulan data menggunakan penyimakan dengan teknik lanjutan berupa teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Analisis data menggunakan pendekatan AWK dan linguistik forensik dengan menguraikan data secara semantik forensik. Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa pemberitaan yang sifatnya tidak berdasarkan fakta, terdapat unsur kebohongan dan manipulasi maka berita tersebut dikatakan sebagai berita hoaks. Pemberitaan hoaks dilakukan oleh pribadi atau kelompok dengan motivasi dan tujuan tertentu. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa berita yang disebarkan pada salah satu akun facebook yang dilansir dari liputan6.com merupakan berita hoaks dan berita dapat menjadi sebuah wacana bahasa sebagai alat bukti hukum.
Pemanfaatan anekdot dalam membuat komik strip bertema sosial bagi peserta didik SMK bidang Animasi: Kajian sastra interdisipliner Imrotin; Saefuddin Famsah; Ari Ambarwati
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i2.21721

Abstract

Anekdot dalam komik strip bertema sosial strategis dipajankan pada peserta didik sekolah menengah. Anekdot diajarkan dalam mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sedangkan komik strip merupakan salah satu kompetensi dalam teori kejuruan bidang Animasi. Penelitian ini mengeksplorasi kolaborasi anekdot dalam komik strip melalui pembelajaran sastra interdisipliner yang mendekatkan sastra pada dunia kerja peserta didik. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menyusun purwarupa komik strip yang bersumber dari anekdot sebagai perpaduan bidang sastra dan teori kejuruan animasi. Tahapan penelitian terdiri dari define dan design. Tahap define merupakan pengumpulan informasi awal yang dilakukan dengan teknik kuesioner pada peserta didik serta wawancara dengan guru bahasa Indonesia dan Teori Kejuruan. Pada tahap design peneliti mengikuti langkah pembuatan komik strip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik bidang Animasi terbantu menyusun komik strip kritik sosial dengan menggunakan anekdot. Langkah-langkah dalam penyusunan komik strip bertema kritik sosial menggunakan anekdot terdiri dari (1) menentukan ide, (2) memilih karakter, (3) membuat premis/sinopsis, (4) membuat alur cerita, dan (5) menentukan plot twist. Tahap selanjutnya ialah proses digitalisasi sehingga komik strip dapat digunakan baik dalam pembelajaran tatap muka maupun daring. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa anekdot membantu peserta didik SMK bidang Animasi dalam membuat komik strip bertema sosial. Penelitian lanjutan terkait efektivitas penggunaan anekdot dalam membuat komik strip bertema sosial pada peserta didik SMK bidang animasi perlu dilakukan.
Pemanfaatan materi ajar bahasa Indonesia bermuatan kearifan lokal di SMA Negeri 1 Karanganyar Aldi Dwi Saputra; Firda Nurul Fauziah; Sarwiji Suwandi
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i2.21726

Abstract

Materi ajar dalam kurikulum pendidikan perlu memuat nilai-nilai kearifan lokal. Hal tersebut bertujuan agar peserta didik tidak sekadar mendapatkan kompetensi pedagogik, namun juga kompetensi afektif yang dilandasi dengan nilai-nilai luhur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan materi ajar bahasa Indonesia bermuatan kearifan lokal yang dikembangkan oleh guru SMA Negeri 1 Karanganyar. Metode penelitian ini kualitatif dengan pendekatan analisis dokumen dan studi kasus. Data dan sumber data diperoleh dari hasil analisis dokumen, observasi, serta wawancara kepada guru dan peserta didik. Uji Validitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik triangulasi data metode dan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan nilai-nilai kearifan lokal Hasthalaku yakni: gotong royong, grapyak semanak (ramah tamah), guyub rukun (kerukunan), lembah manah (rendah hati), ewuh pekewuh (saling menghormati), pangerten (saling menghargai), andhap asor (berbudi luhur), dan tepa slira (tenggang rasa) dalam materi ajar yang dikembangkan guru SMA Negeri 1 Karanganyar. Selain itu, pengembangan materi ajar bahasa Indonesia bermuatan kearifan lokal dapat menjadi alternatif cerdas memperkenalkan, mendalami, dan menanamkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia kepada peserta didik. Pemanfaatan materi ajar bahasa Indonesia bermuatan kearifan lokal mampu meningkatkan motivasi belajar, rasa memiliki (handarbeni), meningkatkan minat menulis, dan motivasi berprestasi peserta didik di SMA Negeri 1 Karanganyar. Integrasi kearifan lokal dalam pengembangan materi ajar Bahasa Indonesia diperlukan supaya peserta didik peserta didik tidak kehilangan jati dirinya sebagai warga negara Indonesia yang memiliki keanekaragaman suku dan budaya.
Dimensi-dimensi autentik multimodalitas sosial-semiotik pembelajaran afiksasi dalam morfologi kontekstual Jasmine Belinda Budijanto; Yuliana Setyaningsih
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i2.21743

Abstract

Multimodalitas kini menjadi salah satu perspektif yang dapat digunakan untuk menganalisis bentuk, makna, dan fungsi afiksasi dalam morfologi kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji afiksasi dengan dimensi dimensi aurtentik multimodalitas sosial-semiotik pada pembelajaran morfologi kontekstual. Sumber data substansif penelitian ini adalah komik, iklan, dan video. Data penelitian berupa kata-kata yang mengandung afiksasi. Data dikumpulkan dengan metode simak dengan teknik baca dan teknik catat. Data yang terkumpul diidentifikasi dan diklasifikasikan berdasarkan afiksasi dan dimensi multimodalitas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis padan intralingual dengan mendasarkan pada teori morfologi dan metode padan ekstralingual dengan mendasarkan pada multimodalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk afiks, yaitu prefiks, sufiks, dan konfiks. Setiap kata berafiks tersebut memiliki makna yang dapat dianalisis dengan menggunakan dimensi multimodalitas, seperti aspek visual, aural, gestural dan linguistis. Aspek multimodalitas dapat berfungsi untuk menafsirkan makna kata sesuai dengan konteks dan mengonfirmasi makna kata. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran afiksasi dengan memanfaatkan dimensi autentik multimodalitas dapat membantu peserta didik memaknai makna kata dan fungsi kata yang mengalami proses morfologis. Pembelajaran afiksasi tersebut bermakna gramatikal, sehingga dimensi multimodalitas dapat menegaskan kembali makna dan fungsi kata berafiks tersebut sehingga pembelajaran afiksasi menjadi lebih bermakna bagi peserta didik.
Fonetik eksperimental: Dimensi gender pada cross tone kalimat interogatif Rofiatul Hima; Habib Rois
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i2.21744

Abstract

Perbedaan suara penutur, secara auditoris dapat dilihat melalui segmentasi tuturan pada komponen f0. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi kontur nada kalimat interogatif pada penutur laki-laki dan perempuan dengan teknik Cross Tone pada pitch point. Penelitian ini merupakan implementasi dari metode eksperimental fonetik yang diterapkan berdasarkan ancangan IPO (Institut voor Perceptie Onderzoek). Data dalam penelitian ini adalah kalimat interogatif yang bersumber dari 6 penutur laki-laki dan 6 penutur perempuan. Analisis data yang digunakan meliputi: (1) segmentasi tuturan; (2) konversi gelombang dan nilai akustik; (3) substitusi kontur nada; dan (4) uji statistika. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa silang nada kontur perempuan ke dalam pitch point penutur laki-laki mengalami perubahan pada tingkat jenis suara. Perubahan tersebut diakibatkan oleh penurunan nilai frekuensi fundamental pada setiap pitch point dengan interval 4 Hz-216 Hz atau jika dirata-rata mencapai 102 Hz. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa eksperimen silang nada dapat merubah jenis suara perempuan menyerupai suara laki-laki dan karakter penutur laki-laki dewasa menyerupai suara anak laki-laki. Merujuk hasil tersebut, suara penutur dengan frekuensi dasar rendah (laki-laki) memiliki konsistensi yang lebih kuat, sehingga cenderung tidak bisa dimanipulasikan ke dalam suara perempuan. Hasil penelitian ini dapat menambah khazanah pada kajian fonologi, khususnya dalam forensik gelombang suara.
Analisis wacana kritis model Teun Van Dijk pada pemberitaan kasus pencabulan santri oleh anak Kiai Jombang dalam media online Fendi Setiawan; Ady Dwi Achmad Prasetya; Rian Surya Putra
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i2.21772

Abstract

Kasus pencabulan santri oleh anak Kiai Ponpes Shiddikiyyah Jombang Jawa Timur saat ini menjadi topik pembahasan yang hangat diperbincangkan. Fenomena sosial ini mengundang keprihatinan seluruh masyarakat di Indonesia, terlebih perbuatan pencabulan dilakukan di dalam pondok pesantren yang terkenal dengan agamis dan jauh dari tindak kejahatan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial pada portal Tribunnews.com, Detik.com, dan Kompas.com terkait kasus pencabulan santri oleh anak Kiai Jombang Jawa Timur. Sumber data penelitian berasal dari media massa online tentang kasus pencabulan santri oleh anak Kiai Jombang Jawa Timur. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, simak, dan catat secara langsung di media massa. Teknik analisis data penelitian ini meliputi redaksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian ini ditemukan tiga portal berita memiliki tema dan topik yang sama yaitu menginformasikan kasus pencabulan terhadap santri yang dilakukan oleh anak Kiai Jombang Jawa Timur. Ketiga berita tersebut telah memenuhi tingkat analisis wacana menggunakan model Teun A. van Djik yaitu: (1) struktur makro; (2) superstruktur, dan (3) struktur mikro. Berdasarkan analisis wacana kritis terhadap berita online pada portal Tribunnews.com, Detik.com, dan Kompas.com dapat disimpulkan bahwa informasi yang disampaikan memenuhi tingkat analisis kritis model Teun A. van Dijk (1) struktur teks; (2) kognisi sosial; dan (3) konteks sosial. Penelitian ini berimplikasi pada nilai-nilai moral yang dikhususkan kepada pembaca agar lebih selektif dalam memilih portal berita. Implikasi lain yaitu menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap setiap tindak kejahatan di tempat yang dianggap aman.
A pragmatics study on verbal abuse against women and children by Bengkulu communities on social-media, at schools, and in families Irma Diani; Arono; Wisma Yunita
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i2.21900

Abstract

This study aims to discuss verbal abuse against women and children on social media, at schools, and in families by Bengkulu communities in the coastal areas of the Bengkulu province. The verbal abuse was viewed in the use of the language based on pragmatic studies in terms of language functions, presuppositions and implicatures, language politeness, and the reaction of the community in every case of violence, especially family and society in this case family and society, in this case, social media. The design of this study was qualitative research with a phenomenology paradigm. This study involved 35 informants that spread on social media, at schools, and in families with a purposive sampling technique. The dataere gathered through documentation and covert observation. The data were analyzed in three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The triangulation technique was done by involving experts in pragmatics and women activists. The results revealed that there were 35 data on verbal abuse with details of 10 data on verbal abuse on social media, 13 data on violent verbal abuse in the family environment, and 12 data on verbal violence at school that occurred in Bengkulu province in the last three years (2018-2020). The verbal abuses occurred in the form of disrespectful words, bullying, cyberbullying, words that are considered demeaning, insulting, intimidating, blasphemous, homophobic, sarcastic, yelling, cursing, ridiculing, yelling, slander, harsh words, scolding, and nagging excessively, cold, and humiliating in public.
Need analysis of learning local content of bahasa Toraja in elementary school students Resnita Dewi; Anastasia Baan; Roberto Salu Situru; Roni La’biran; Engel Gelong
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i2.21940

Abstract

The native knowledge of Indonesia, including the Toraja, is slowly fading as other cultures take over. As a result, promoting learning grounded in local knowledge through Bahasa Toraja's local content is essential. Examining the prerequisites for instructors and students to understand local content in primary schools is the goal of this study. In line with that, this research aims to define the teaching standards and learn Bahasa Toraja's regional components. This is necessary to fulfill its purpose as a venue for introducing and maintaining local wisdom and to make the previously unappealing and in-demand process of learning local material engaging. This research is of the mixed method type. This mixed-method research uses a sequential explanatory approach. This research was conducted for grade IV elementary school students at SD N 1 Kepe' for the 2021/2022 school year, North Toraja. Miles and Huberman's model was used to analyze the data, consisting of three key steps: data reduction, data presentation, and findings. The study's findings indicate that to increase the quality of the local content of the Toraja language to maintain Toraja culture and local knowledge, students' and instructors' demands in learning the local content of the Toraja language must be taken into account.