cover
Contact Name
Arif Setiawan
Contact Email
kembara@umm.ac.id
Phone
+6285649955997
Journal Mail Official
kembara@umm.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Tlogomas 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
KEMBARA
ISSN : 24427632     EISSN : 24429287     DOI : -
Core Subject : Education,
KEMBARA diterrbitkan sejak April 2015 oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. KEMBARA memuat artikel hasil penelitian bahasa, sastra, dan pengajarannya, yang diterbitkan pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
Development of a learning model for writing scientific articles based on blended learning integrated creative problem solving Oktavia, Yunisa; Atmazaki; Zaim, M.
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.22787

Abstract

Learning to write scientific articles necessitates the development of creative ideas and concepts in order to produce high-quality work that is also novel. However, learning to write scientific articles has become uninteresting among students due to a lack of interest in reading, ineffective use of digital literacy services to obtain references, and difficulties in creatively expressing ideas in scientific writing. The research goal is to create a learning model for writing scientific articles based on blended learning and creative problem solving. The Plomp model is used in the research method, which has three stages: preliminary, prototype, and assessment. The research yielded a trilogy of models: model books, lecturer books, and student books. The trilogy of models is designed based on the results of needs and context analysis, analysis of learning model characteristics to write scientific articles in universities, and prototypes by designing model books, lecturer books, student books, and assessments. The assessment results show that: (a) the model book is 89,44%, the lecturer's book is 94,44%, and the student book is 91,67% very valid. (b) A practicality test revealed that 85% of model books, 85,71% of lecturer books, and 87,27% of student books were very practical. (c) The practical 87,602% very effective. The characteristics of the blended learning integrated creative problem-solving learning model for writing scientific articles are very interesting and creative when combined with two lecture methods between online and offline (hybrid) using blended learning to improve students' creative thinking skills. The learning process incorporates technology and blended learning components to help students understand and gain new experiences in creative writing of scientific papers.
Sungai dan Soto Banjar sebagai gastro destination Kota Banjarmasin dalam perspektif komunikasi ritual Irawan, Firda Dewi; Prasetyo, Bambang Dwi; Htoo, Naw Eh Wai
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.23157

Abstract

Penelitian ini berfokus pada model komunikasi ritual James W Carey, dalam memberikan pandanganya terkait bagaimana proses komunikasi adalah transformasi dan pemeliharaan nilai di tengah masyarakat. Penelitian ini mengadopsi pemikiran Chicago School, dimana sejalan dengan pemikiran James W Carey dalam penelitian yang identik dengan permasalahan sosial dan budaya yang bertujuan untuk melakukan suatu tindakan perubahan sebagai solusi. Maka dari itu penelitian ini akan menggunakan metode action riset sebagai bentuk dari solusi yang diberikan oleh peneliti. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah interpretatif. Menggunakan tipe penelitian kualitatif. Metode penelitian menggunakan siklus model action riset Kemmis & McTaggart dimana melewati tahapan perencanaan, tindakan dan pengamatan serta pengkajian ulang. Melalui action riset yang telah dilakukan dengan 2 tahap siklus model, siklus satu, merencanakan pengembanan potensi Sungai dan Soto Banjar, melakukan tindakan webinar dan lobbying dan melakukan pengamatan serta evaluasi terkait yang telah dilakukan. Siklus 2, merencanakan pengembangan konsep gastro destination, membuat aplikasi wisata “Pergi makan Banjarmasin” mengamati dan evaluasi aplikasi, sesuai dengan model komunikasi ritual James Carey, proses partisipasi di antara masyarakat dan adanya proses berbagi nilai terkait sungai sebagai budaya dan kehidupan yang tak terpisahkan dengan soto sebagai kuliner warisan sejarah menyebabkan adanya asosiasi dan keyakinan bersama sehingga menjadi satu makna dalam membentuk Sungai dan Soto Banjar sebagai Gastro Destination Kota Banjarmasin.
Tindak tutur curahan hati istri pertama pada konflik keluarga poligami muslim di Indonesia Astari, Rika; Seman, Mohammad; Mahfud, Choirul; Mukhlis, Abdul; Perawironegoro, Djamaluddin; Faturrahman, Muhammad Irfan
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.23385

Abstract

Aksi pro dan kontra berpoligami semakin bervariasi dan gencar di media sosial. Kampanye ini tidak hanya dilakukan oleh kaum pria, tapi juga dilakukan oleh para wanita. Di balik aksi pro-kontra poligami ini, ternyata terdapat tindak tutur curahan hati istri pertama pada konflik keluarga poligami di Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan bentuk-bentuk tindak tutur curahan hati istri pertama, faktor-faktor yang menjadi dasar terjadinya tindak tutur curahan hati tersebut, dan menjelaskan dampak tindak tutur curahan hati dalam penanganan konflik keluarga poligami. Penelitian ini bersifat kualitatif. Data primer berupa tindak tutur curahan hati istri pertama pada keluarga poligami. Informan terdiri dari istri-istri pertama pada keluarga poligami yang telah bergabung di grup Whatsapp (WA). Grup istri pertama ini dibentuk dengan cara membagikan link grup tersebut di grup poligami terdapat di platform facebook. Grup ini dibentuk pada 24 November 2020. Anggota grup berjumlah 90 orang. Analisis data dimulai dari reduksi data dimulai dengan pengamatan tindak tutur dari para istri pertama. Wawancara, display data dilakukan dalam bentuk summary dan sinopsis. Teknik interpretasi yang dimulai dari restatement diikuti dengan deskripsi data. Disimpulkan bahwa, tuturan asertif, digunakan untuk nengurangi stress dalam konflik keluarga poligami. Tuturan deklaratif, digunakan para istri pertama sebagai bahasa pertahanan, peningkatkan rasa ikhlas, tentram dalam menjalani kehiduan poligami. Penelitian ini juga memberikan suatu sudut pandang baru dalam penelitian bahasa perempuan dalam hubungannya peneyelesaian konflik rumah tangga dalam keluarga poligami yang selama ini dilihat dari perspektif agama dan psikologis. Penggunaan gaya bahasa yang tepat dapat menjadi penyelesaian dalam konflik keluarga poligami.
Evaluasi CIPP pembelajaran keterampilan membaca di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Analisis proses dan produk Beauty, Melati; Rahmawati, Laili Etika; Markhamah, Markhamah; Tawandorloh, Ku-Ares
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.23516

Abstract

Keterampilan membaca sangat membantu mahasiswa untuk menemukan informasi yang dapat diolah menjadi ide atau temuan baru, gagasan, dan referensi dalam mengembangkan produk tulisan. Penelitian ini didasari oleh adanya mata kuliah keterampilan membaca yang diselenggarakan secara daring (dalam jaringan). Pembelajaran keterampilan membaca perlu dilakukan evaluasi untuk memperoleh konsep yang menyeluruh terkait daya guna pembelajaran dan konsep rencana pembelajaran yang akan datang. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pembelajaran keterampilan membaca menggunakan model evaluasi CIPP yang berfokus pada aspek proses dan produk. Penelitian ini menggunakan teknik studi dokumen untuk mengumpulkan data yang kemudian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif. Berdasarkan analisis proses dan produk, pembelajaran keterampilan membaca telah sejalan dengan karakteristik pembelajaran meliputi interaktif, holistik, terintegrasi, ilmiah, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa. Namun, disisi lain terdapat komponen perencanaan pembelajaran yang perlu ditambahkan yakni berkaitan dengan panduan atau pedoman sistematis dalam penulisan makalah atau tugas karya ilmiah serta perlu adanya kriteria atau produk dalam penyusunan tugas akhir pembelajaran keterampilan membaca. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa evaluasi pembelajaran keterampilan membaca dari aspek proses dan produk masuk dalam kategori baik.
Dekonstruksi budaya dalam puisi rakyat Sumbawa Sukiman; Dermawan, Taufik; Sulistyorini, Dwi
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.23639

Abstract

Puisi rakyat Sumbawa menjadi induk dari segala kesenian dan budaya Sumbawa serta bagian dari kehidupan masyarakat Sumbawa. Dengan demikian, penelitian ini memiliki tujuan untuk mendekonstruksi bentuk budaya dalam lawas Sumbawa. Metode penelitian yang digunakan merupakan kualitatif dengan rancangan dekostruksi. Jenis data berupa kata-kata dalam buku Kumpulan Lawas Sumbawa Barat. Data dikumpulan melalui teknik membaca berulang-ulang untuk menginterpretasi isi dan struktur lawas. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan teknik identifikasi berdasarkan data yang telah diklasifikasikan, kemudian mengkelompokan berdasarkan makna dan menginterpretasi data. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada puisi rakyat Sumbawa ditemukan bahwa bentuk budaya yang terdekonstruksi dari puisi rakyat Sumbawa, yaitu budaya-bercocok tanam, berburuh, bajajak tercermin dalam lawas. Selain kebudayaan yang telah dijelaskan, kebudayaan yang terdekonstruksi dari puisi rakyat Sumbawa, yaitu budaya persaingan dalam hal beli-membeli perabot rumah tangga. Budaya dalam tata kerama bertamu ke rumah orang lain. Budaya meminang sampai proses resepsi dalam perkawinan. Budaya saling pendih merupakan kebudayaan yang telah menjadi warisan leluhur masyarakat Sumbawa. Perkembangan kehidupan masyarakat Sumbawa tersimpan dengan rapi dalam lawas. Oleh karena itu, lawas bagi masyarakat Sumbawa menjadi bagian dari segela jenis kebudayaan yang ada di Sumbawa. Lawas selalu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sumbawa, baik dalam bidang pertanian, sosial, mapun adat perkawinan Sumbawa.
Pembelajaran berdiferensiasi untuk penguatan moderasi beragama dalam MKWK bahasa Indonesia pada PTKH Juliantari, Ni Kadek
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.23752

Abstract

Moderasi beragama menjadi isu strategis yang perlu diintegrasikan dalam MKWK Bahasa Indonesia melalui embedded model dengan pola pembelajaran berdiferensiasi. Dengan demikian, artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran berdiferensiasi untuk penguatan moderasi beragama dalam MKWK Bahasa Indonesia pada PTKH dan kendala-kendala yang dihadapi dalam pembelajaran. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan desain studi kasus yang terjadi di PTKH dengan menggunakan pendekatan empiris. Data dikumpulkan dari sumber data primer dan sekunder melalui metode studi dokumen, observasi, dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan teknik induktif dan argumentatif sebagai dasar pelaksanaan verifikasi dan penarikan simpulan. Hasilnya menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi untuk penguatan moderasi beragama dalam MKWK Bahasa Indonesia pada PTKH ditekankan pada 3 (tiga) aspek, yakni berdiferensiasi dari segi konten, proses, dan produk. Konten bermuatan moderasi beragama dalam MKWK Bahasa Indonesia beragam, seperti pidato, orasi ataupun berita-berita di media massa yang bermuatan moderasi beragama. Diferensiasi proses dilakukan dengan cara menerapkan berbagai model dan metode pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas. Diferensiasi produk dapat dilihat dari keberagaman luaran sebagai hasil pembelajaran proyek penguatan moderasi beragama. Kendala yang dihadapi dalam pembelajaran berdiferensiasi ini di antaranya adalah keterbatasan waktu, kompleksitas muatan yang harus ada dalam MKWK Bahasa Indonesia, dan kompetensi pengajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi memberikan peluang untuk mengemas pembelajaran secara variatif yang dapat diintegrasikan dengan muatan nilai-nilai moderasi beragama
Refleksi Cinderella Complex pada diri tokoh perempuan dalam Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer Hargita, Bhramastya Sandy; Nurhadi
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.23757

Abstract

Salah satu persoalan psikologis yang dialami oleh perempuan adalah Cinderella Complex. Persoalan psikologis ini bisa dialami oleh perempuan dari berbagai latar belakang. Bahasan akan hal ini juga tersemat dalam novel Bumi Manusia. Berkenaan dengan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan bentuk, penyebab, dan upaya melepaskan diri dari Cinderella Complex yang dilakukan oleh tokoh perempuan dalam novel Bumi Manusia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kritik sastra feminis dan psikoanalisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca-catat. Kesahihan data dalam penelitian ini didasarkan pada kesahihan semantik dengan cara pembacaan secara mendalam dan berulang-ulang (intrarater) terhadap sumber data penelitian. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, bentuk Cinderella Complex ketakutan akan kemandirian dialami oleh tokoh Annelies Mellema yang dipresentasikan melalui varian/wujud pola perilakunya yaitu (1) mendambakan pasangan yang bisa melindungi, mengayomi, dan membahagiakan, (2) memiliki keinginan untuk selalu diperhatikan, dan (3) merasa cemas hidup sendiri serta takut akan ditinggal pasangan. Kedua, penyebab Cinderella Complex yang dialami oleh Annelies Mellema adalah (1) pola asuh orang tua yang teramat melindungi sekaligus mengintervensi kehidupan anak dan (2) belum memiliki kematangan kepribadian yang utuh. Terakhir, upaya yang melepaskan diri dari Cinderella Complex yang dilakukan oleh Annelies adalah mengidentifikasi diri sendiri terhadap posisi dan potensi diri yang dimiliki. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa ketakutan akan kemandirian yang dialami oleh Annelies Mellema begitu majemuk serta Annelies Mellema tidak berhasil melepaskan kecenderungan tersebut.
Mantende Mamongo: Makna simbolik dalam upacara adat lamaran Suku Pamona di Kabupaten Poso Golontalo, Dandi; Efendi, Anwar; Yotolembah, Ade Nurul Izatti G; Sayuti, Suminto A; Supriyadi, Hamam; Kusmiatun, Ari
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.24015

Abstract

Upacara adat mantende mamongo atau adat lamaran merupakan rangkaian adat Suku Pamona yang dapat dikategorikan sebagai kajian linguistik kebudayaan karena mengandung makna simbolik pada seluruh aspeknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik baik secara verbal maupun nonverbal pada rangkaian upacara adat Mantende Mamongo. Jenis penelitian ini berupa kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi yang dilakukan di Desa Kawende, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso. Jenis data berupa data lisan dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi pada upacara adat, wawancara bersama dua informan yang terdiri dari ketua adat dan tokoh budaya, menggunakan teknik catat dan dokumentasi. Ditemukan hasil yang menunjukan bahwa adanya makna simbolik verbal yang terdiri atas pertanyaan berbahasa Pamona dari dewan adat kepada calon mempelai laki-laki dan perempuan, dengan makna agar mengetahui kesiapan dari kedua calon mempelai. Selain itu, terdapat pula kayori yang diucapkan oleh ketua adat yang bermakna sebuah kegembiraan karena upacara mantende mamongo telah selesai. Pada simbol nonverbal ditemukan pada pakaian adat Suku Pamona, serta bungkusan mamongo yang memiliki makna sebagai niat baik dari pihak laki-laki untuk melamar calon mempelai perempuan. Apabila calon mempelai perempuan membuka bungkusan mamongo dan bersedia memakai kalung emas yang diberikan, maka itu dimaknai sebagai penerimaan lamaran secara sah. Merujuk dari proses penelitian ini, terdapat rekomendasi seperti pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan budaya lokal, dan bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang simbol-simbul adat Suku Pamona, sehingga diharapkan penelitian ini dapat menjadi rujukan yang relevan untuk penelitian di masa depan.
Respon mahasiswa dan dosen terhadap modul sintaksis bahasa Indonesia berbasis STEAM Kusmiarti, Reni; Paulina, Yanti; Rustinar, Eli; Zakaria, Jelita; Puspidalia, Yuentie Sova; Hasbullah, Ahmad
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.24172

Abstract

Pembelajaran dengan pendekatan STEAM dapat membangun pemahaman siswa, mengomunikasikan kemampuannya secara logis, sistematis, dan menarik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan respon mahasiswa dan dosen terhadap modul sintaksis bahasa Indonesia berbasis STEAM. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa dan dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kota Bengkulu. Data penelitian berupa respon mahasiswa dan dosen, sedangkan sumber datanya adalah modul sintaksis berbasis STEAM. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Angket respon mahasiswa dan dosen dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan respon mahasiswa pada pengujian lapangan uji terbatas pada aspek tampilan sebesar 89,50%; aspek bahasa 88,00%; aspek penyajian materi 88,75% dan aspek manfaat modul sintaksis berbasis STEAM 89,75% dengan rata-rata 89% yaitu sangat baik. Hasil respon mahasiswa pada pengujian uji luas pada pada aspek tampilan sebesar 86,68%; aspek bahasa 90.50%; aspek penyajian materi 91,19% dan aspek manfaat modul sintaksis berbasis STEAM 85.95% dengan rata-rata 88,58% sangat baik. Hasil respon dosen pada aspek penilaian grafika 80%; bahasa 87,5%; kelayakan isi 90,75%; kelayakan penyajian 88,5%; aktivitas STEAM 93,75 dengan rata-rata sebesar 88.1% sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian, respon mahasiswa dan dosen tersebut, dapat disimpulkan bahwa modul sintaksis berbasis STEAM sangat baik dan layak digunakan oleh mahasiswa sebagai media penunjang dalam pembelajaran.
Konstruksi argumentasi putusan Pengadilan Negeri Gunung Sitoli No. 07/Pid.B/2013/PN-GS: Kajian linguistik forensik Subuki, Makyun; Nuryani; Sholeha, Monita; Hudaa, Syihaabul; Hariyanto, Bambang
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.24279

Abstract

Indonesia menjadi salah satu negara yang masih memberlakukan pidana mati sebagai bentuk hukuman. Hal itu direalisasikan dalam banyak perkara pidana yang divonis dengan hukuman mati melalui putusan pengadilan. Sebagai sebuah teks, putusan pengadilan dengan vonis hukuman mati sejatinya adalah praktik penggunaan bahasa sebagaimana teks pada umumnya yang bersifat terbuka untuk dianalisis secara linguistik. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi argumentasi putusan pengadilan terkait pidana mati sebagai sebuah teks argumentasi, dengan seluruh pertimbangan hukum menjadi dasar bagi diktum. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi dan menggunakan pendekatan linguistik forensik.  Data yang dianalisis dalam tulisan ini adalah Putusan Pengadilan Negeri Gunung Sitoli No. 07/Pd.B/2013/PN-GS. Hasil penelitian ini meliputi beberapa hal. Pertama, majelis hakim menggunakan kesaksian dari KBP dan SBM yang memiliki tingkat keterlibatan (focalisation) dan tingkat pengetahuan (empathy) yang lebih rendah dari daripada kesaksian YT dan pengakuan RH. Kedua, majelis hakim mengabaikan kesaksian YT dan pengakuan RH mengenai kondisi sebelum dan saat pembunuhan terjadi yang menunjukkan suatu keadaan di mana YT dan RH tidak mengetahui rencana J, RH mendapat ancaman dari dan di bawah kendali J, dan RH melakukan pembunuhan tersebut di bawah ancaman J. Dengan demikain, dapat disimpulkan bahwa karena adanya kriteria “sah dan meyakinkan” dan “berencana dan bersama-sama” tidak dapat terpenuhi secara argumentatif, maka klaim patut dijatuhi pidana mati dapat dikatakan buruk dari sudut pandang teori argumentasi.