cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 511 Documents
RANCANG BANGUN SISTEM KEMUDI RACK AND PINION DAN SUSPENSI INDEPENDENT DOUBLE WISHBONE MOBIL LISTRIK FORMULA E POLITEKNIK BAJA TEGAL slamet riyadi; Muhamad Miftahul Ifan
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v21i2.15132

Abstract

Sistem Kemudi dan Suspensi merupakan komponen terpenting dalam sebuah kendaraan untuk menselaraskan, menyeimbangkan dan memaksimalkan kinerja mobil tersebut agar dapat berjalan dengan baik, aman dan nyaman. Meskupin sistem kemudi rack and pinion dan suspensi independent double wishbone sudah ada sejak lama, namun masih masih banyak yang perlu diatasi dan diinovasikan, seperti tingkat kenyamanan, responsifitas, keamanan, keterbatasan kontrol pengguna dan kesulitan untuk mengatasi rintangan yang lebih tinggi dari permukaan jalan. Sebagai Solusi untuk mengatasi  masalah tersebut, peneliti mengembangkan dan melakukan inovasi pada komponen sistem kemudi dan suspensi agar rebih relevan dengan perencaanan kendaraan mobil listrik kedepan melalui beberapa fitur- fitur terbaru seperti fabrikasi suspensi independent double wishbone yang menggunkan karet bosh arm sebagai dudukan engsel suspensi, fabrikasi rumah as kemudi menggunakan bearing ASB UCP 205, Fabrikasi Hub/Nap Roda belakang digabung dengan bearing Koyo 6006 RS sebagai rumah as roda belakang. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data, desain sistem kemudi dan suspensi menngunakan software solidworks 2016, fabrikasi, perkitan untuk seluruh komponen yang sudah di fabrikasi, pengecatan, perakitan hingga kesimpulan.
Pengaruh Kecepatan terhadap Efisiensi Energi dan Jarak Tempuh pada Sepeda Listrik dengan Baterai Lithium-Ion 18650 60V 15Ah Dhimas Oki Permata Aji; Christian Soolany; Frida Amriyati Azzizzah
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v21i1.12317

Abstract

Sepeda listrik telah menjadi solusi mobilitas yang ramah lingkungan dengan baterai lithium-ion sebagai sumber daya utama. Namun, kinerja baterai ini sangat dipengaruhi oleh kecepatan berkendara, yang berdampak pada konsumsi energi dan jarak tempuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecepatan terhadap efisiensi energi dan jarak tempuh pada sepeda listrik yang menggunakan baterai lithium-ion 18650 60V 15Ah. Dengan pendekatan analisis teoretis berbasis data eksperimen sebelumnya, penelitian ini menguji beberapa kecepatan konstan untuk mengevaluasi jarak tempuh dan konsumsi energi per kilometer. Pada kecepatan rendah (20 km/jam), baterai mampu menempuh jarak rata-rata 40 km dengan konsumsi energi sebesar 1,5 Wh/km. Di sisi lain, pada kecepatan sedang (30 km/jam), jarak tempuh menurun hingga 30 km dengan konsumsi energi sekitar 2 Wh/km, dan pada kecepatan tinggi (40 km/jam), jarak tempuh lebih jauh berkurang hingga 20 km dengan konsumsi 3 Wh/km. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecepatan, semakin besar konsumsi energi per kilometer, yang mengurangi jarak tempuh secara signifikan. Kecepatan moderat dianjurkan untuk efisiensi energi optimal. Temuan ini diharapkan dapat membantu pengguna sepeda listrik dalam mengatur kecepatan guna memaksimalkan daya baterai dan memberikan wawasan bagi pengembangan kendaraan listrik yang lebih efisien.
PENGARUH PACK CARBURIZING ARANG ENCENG GONDOK TERHADAP LAJU KOROSI CAST IRON ALAT TURBOCHARGER Nurmala Santi Dera; Indrawan Laria Indrawan; Novriyanti Talango Novriyanti; Sahional Ishak Sahional
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v21i1.12668

Abstract

Corrosion resistance is a crucial factor in extending the service life of cast iron turbocharger components, particularly in corrosive environments. One effective approach to enhance corrosion resistance is through the pack carburizing process, which forms a protective carbon layer on the material’s surface. In this study, water hyacinth charcoal was utilized as an alternative carbon source due to its environmentally friendly and economical characteristics. The research aimed to evaluate the effect of varying pack carburizing durations on the corrosion resistance of cast iron turbochargers and to characterize the macrostructural changes on the surface resulting from the treatment. The methodology involved a pack carburizing process with holding times of 2, 4, and 6 hours at a controlled temperature, followed by electrochemical corrosion testing. Macrostructural characterization was also conducted to observe surface morphology changes due to carbon diffusion. The test results showed that the untreated specimen had a corrosion rate of 0.180 mm/y, which decreased to 0.120 mm/y after 2 hours of carburizing. A more significant reduction was observed in the 4-hour specimen, with a corrosion rate of 0.095 mm/y, representing a 47% decrease compared to the untreated sample. However, after 6 hours, the corrosion rate only slightly decreased to 0.090 mm/y, indicating that the carbon layer had reached saturation. Macrostructural observations confirmed the formation of a more homogeneous carbon layer in the 4-hour specimen, while the 6-hour specimen exhibited a thicker layer with diminishing protective effectiveness. This study demonstrates that pack carburizing using water hyacinth charcoal can significantly enhance the corrosion resistance of cast iron turbochargers, with an optimal treatment duration of 4 hours for maximum protection. Keywords: pack carburizing, water hyacinth charcoal, cast iron, corrosion resistance, mechanical properties
Numerical Investigation of The Effect of Fin Thickness on Straight Fin Heat Sink on Heat Transfer Performance Muhamad Safi'i; Nazaruddin Sinaga; Tabah Priangkoso; Suheri Suheri; Rouf Muhammad
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v21i1.12682

Abstract

The heat load on computer chips during computing performance is the main topic, so a cooling device is needed. Heat sink is one of the tools commonly applied to reduce the heat load during computing performance of computer systems. Various heat sink configurations have been widely developed and studied to obtain designs with the best thermal performance. This research was conducted to investigate the best design on a straight fin heat sink (SFHS) that has the best thermal and hydraulic performance. SFHS with fin thickness variations of 1 mm, 2 mm, and 3 mm are proposed in this study. The numerical method was carried out using the Computational Flui Dynamics program by considering fluid flow velocities of 4 m/s, 6 m/s, 8 m/s and 10 m/s. The numerical results show that the cooling rate of SFHS can be increased by using SFHS with a thickness of 3 mm and a fluid flow velocity of 10 m/s with a maximum Nusselt number value of 59.74. Therefore, it is concluded that the SFHS has prospects for further study and can be applied practically in the field for micro electronic components and computer systems. Keywords: Heat sink, SFHS, Straight fin.
Comparative Study of Thermoelectric Generator Module Performance with Various Types of Plate Materials Wibi Pramanda; Rouf Muhammad; Yuliarto Joko Sumbogo; Hutomo Jiwo Satrio; Hamid Ramadhan Nur; Radhi Maladzi; muhamad Safi'i; Mochamad Nuruz Zaman
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v21i1.12692

Abstract

Advanced materials are used in thermoelectric generator (TEG) technology to turn heat into electricity using the Seebeck effect, which helps make better use of heat sources. The Seebeck effect is a result of the temperature disparity that exists between the two surfaces of the TEG. The configuration utilized in this investigation comprises several primary components, including the water block, thermoelectric, heat exchanger plate, and heater plate. The water block is positioned on the cold surface side of the thermoelectric to optimize the cooling process, while the heater plate is positioned on the surface side to facilitate the heating process. Initially, we position the heater plate to avoid direct contact between the heated surface side and the material plate. The plates consist of both copper and aluminum elements. This is done to facilitate the identification of the configuration systems, specifically TEG A (copper) and TEG B (aluminum). The research findings indicate that the TEG B configuration system, when subjected to a heating rate, yields superior voltage, current, and power outputs.
Analisis Struktur Mikro Pada Pembuatan Komposit Brake Lining Bimetal Fe-Ni Muhamad Davi Ananta; Indreswari Suroso; Noviana Utami
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/mim.v21i2.12800

Abstract

Metode metalurgi serbuk sebagai metode yang digunakan dalam pembuatan spesimen bimetal dan menggunakan pengujian struktur mikro (metalografi). Langkah yang dilakukan dalam pembuatan spesimen meliputi penimbangan serbuk 75%Fe-25%Ni pada spesimen pertama dan 50%Fe-50%Ni pada spesimen kedua. Kemudian serbuk yang sudah di timbang dicampurkan (Blendinng/Mixing) selama 60 menit dengan kecepatan 7,5Rpm, dipadatkan (Compacting) dengan beban 155Mpa menggunnakan mesin kompaksi, dan dipanaskan (Sintering) menggunakan suhu 950 ̊C selama 60 menit. Setelah spesimen jadi maka selanjutnya spesimen tersebut diuji struktur mikro nya menggunakan alat uji struktur mikro dengan perbesaran 100x dan 200x. Hasil pengujian menunjukan ada nya unsur C dan juga batas butir yang muncul akibat tidaksempurnanya proses mixing dan juga kompaksi. Dari perbandingan variasi 50%Fe- 25%Ni dan 75%Fe-25%Ni, dapat disimpulkan bahwa variasi 75%Fe-25%Ni lebih rata penyebaran serbuk nya. Sementara itu, dengan komposisi 75%Fe-25%Ni, variasi ini maju sebagai spesimen yang lebih kuat dibanding dengan variasi 50%Fe-50%Ni, ini dikarenakan komposisi yang lebih bagus dengan 25%Ni sebagai bahan pengikat dan penguat.
Pembuatan Bioetanol Fuel Grade Ethanol (FGE) dari Singkong dengan Proses Dehidrasi Melalui Penyerapan Menggunkan Zeolit Sintesis Imam Prasetyo; Towijaya
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 22 No 1 (2026): Vol.22, No.1 (2026)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v22i1.14694

Abstract

Bioethanol is an alcohol produced from plants using microorganisms through a fermentation process. Bioethanol itself is an attractive alternative energy source to develop because it is reported in Indonesia and is renewable. Currently, ethanol is widely used. In addition to being used as a fuel mixture, ethanol is also used in the industrial world as a solvent and as a raw material for other chemical industries, such as the production of ethyl acetate. Therefore, bioethanol may be a potential alternative fuel, and much research is being conducted to develop this fuel. This research aims to produce bioethanol fuel grade (FGE) from cassava raw materials through fermentation, distillation, and dehydration using zeolite synthesis. Cassava raw materials were chosen because of their high starch content and abundant availability in Indonesia. The research process included material preparation, fermentation with yeast, distillation at 78°C, and purification through dehydration. The results showed that the ethanol content of the distillate reached 92–95%, and after the dehydration process increased to 99.8%, meeting Fuel Grade Ethanol (FGE) standards. The use of synthetic zeolite has proven to be efficient, environmentally friendly, and regenerable. These results support efforts to develop sustainable renewable energy and reduce dependence on fossil fuels.
ANALISIS PERFORMA SISTEM AIR CONDITIONING PADA KABIN EXCAVATOR PC 200-8M0 KOMATSU: Rekomendasi Perawatan Komponen AC Pada Unit Excavator imam ridwan tanaka; Fisal Yuliansyah; I Wayan Wawan Mariki; Ainun Chandra Puspa Ningrum; Agung Nugroho
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 22 No 1 (2026): Vol.22, No.1 (2026)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v22i1.14847

Abstract

Sistem air conditioning (AC) pada kabin excavator berperan penting dalam menjaga kenyamanan dan fokus operator selama bekerja, terutama saat unit beroperasi pada suhu lingkungan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa sistem AC pada kabin Excavator Komatsu PC 200-8M0 di PT Tata Buana Karya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan mengamati pengaruh tiga variasi tekanan refrigeran, yaitu 20/150 psi, 25/175 psi, dan 30/200 psi terhadap suhu kabin dan efisiensi pendinginan. Data diambil selama 30 menit dengan pencatatan setiap 2 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan refrigeran berpengaruh langsung terhadap performa pendinginan. Tekanan 30/200 psi menghasilkan penurunan suhu tertinggi hingga 18,4°C dengan efisiensi sebesar 62,8%, sementara tekanan 25/175 psi dan 20/150 psi masing-masing menghasilkan efisiensi sebesar 52,2% dan 45,2%. Namun, kenyamanan optimal justru diperoleh pada tekanan 20/150 psi karena mampu menjaga suhu kabin tetap stabil pada kisaran 16°C. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kondisi paling optimal secara teknis tidak selalu sama dengan kondisi paling sesuai untuk kenyamanan operator, sehingga pengaturan tekanan refrigeran perlu mempertimbangkan keseimbangan antara performa pendinginan maksimum dan kestabilan suhu kabin.
PENGARUH CACAT LAS TERHADAP PENGUJIAN TANGKI KAPAL BARGE DI PT JHONLIN MARINE TRANS Indah Melati Suci; Sukarno; Daway Fandu Ahmad
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 22 No 1 (2026): Vol.22, No.1 (2026)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v22i1.15419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh cacat las terhadap hasil pengujian tangki kapal barge di PT Jhonlin Marine Trans melalui identifikasi jenis cacat, analisis penyebab secara ilmiah, serta evaluasi terhadap standar keberterimaan. Pengujian dilakukan menggunakan metode Non-Destructive Testing (NDT) berupa radiografi pada 29 titik sambungan las di area void tank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6 dari 29 sambungan (20,68%) mengalami cacat, terdiri dari slag line (10,35%), porosity (6,89%), dan slag inclusion (3,44%), dengan slag line sebagai cacat dominan berdasarkan analisis Pareto. Secara metalurgi, slag line terjadi akibat heat input dan kecepatan pengelasan yang tidak optimal sehingga menyebabkan incomplete fusion dan terjebaknya terak antar lapisan. Porosity disebabkan oleh terperangkapnya gas selama proses solidifikasi akibat kelembapan lingkungan dan kontaminasi elektroda, sedangkan slag inclusion dipicu oleh pembersihan antar lapisan yang tidak sempurna. Faktor proses dan lingkungan menjadi penyebab utama, sementara faktor manusia berperan sebagai pendukung. Perbandingan hasil menunjukkan bahwa tangki tanpa cacat memenuhi kriteria keberterimaan, sedangkan tangki bercacat berpotensi mengalami kebocoran sehingga memerlukan perbaikan sebelum dinyatakan layak operasi.
PENINGKATAN KINERJA TERMAL ALAT PENGERING JAGUNG BERBASIS KOLEKTOR SURYA DENGAN MODIFIKASI GEOMETRI PELAT ABSORBER BERGELOMBANG Usman; Mahmuddin; Ishak Amar; Hendi Lilih Wijayanto; Muhammad Alfian
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 22 No 1 (2026): Vol.22, No.1 (2026)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v22i1.15437

Abstract

Modifikasi geometri pelat absorber merupakan salah satu pendekatan strategis untuk meningkatkan perpindahan panas pada kolektor surya, namun kajian eksperimental yang membandingkan secara langsung pengaruh bentuk gelombang segi empat dan setengah lingkaran terhadap kinerja sistem pengering jagung masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh geometri pelat absorber bergelombang segi empat dan setengah lingkaran terhadap kinerja termal kolektor dan performa pengeringan jagung menggunakan metode eksperimental langsung (direct experimental method) di bawah kondisi radiasi matahari alami. Pengujian dilakukan terhadap 6 kg jagung dengan kadar air awal 25,5% (basis basah) selama 360 menit, dengan interval pengamatan setiap 45 menit. Parameter yang dianalisis meliputi penurunan kadar air, kecepatan udara, laju aliran massa udara (ṁa), energi panas berguna (QU), dan efisiensi termal kolektor (ηth). Efisiensi termal tertinggi dicapai pada interval pengeringan menit ke-225, yaitu sebesar 39,8% untuk pelat segi empat dan 32% untuk pelat setengah lingkaran. Hasil menunjukkan bahwa pelat absorber segi empat memberikan kinerja lebih baik dibandingkan setengah lingkaran: kadar air akhir yang dicapai sebesar 9,2% berbanding 10,8%; kecepatan udara maksimum masing-masing 0,9 m/s dan 0,8 m/s. Peningkatan performa ini dipengaruhi oleh luas permukaan efektif yang lebih besar serta turbulensi aliran yang lebih tinggi pada geometri segi empat, sehingga optimasi geometri absorber terbukti meningkatkan efektivitas sistem pengering surya.