cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 511 Documents
Bahasa Inggris: Bahasa Inggris Muhamad Safi'i; Akhmad Irfan; Rouf Muhammad; Suheri Suheri; Yafid Effendi
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 22 No 1 (2026): Vol.22, No.1 (2026)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v22i1.15451

Abstract

Cavitation is a major issue in centrifugal pumps because it impacts their performance and efficiency. Experimental research was conducted to investigate the effect of the number of impeller blades and mass flow rate on the cavitation phenomenon in centrifugal pumps, as well as to characterize them. The Ebara brand centrifugal pump type 65x50 FSS4JA used in the TCU installation of the Casting Machine has a number of blades of 4 and 6 with a fixed inclination angle of 60° as the object of research. The fluid mass flow rate varies with values ​​of 1.67 kg/s, 3.33 kg/s, 5.67 kg/s, and 7.33 kg/s. The research findings show that the highest cavitation occurs in the centrifugal pump with 4 blades, with an NPSH value reaching 2.02 at a mass flow rate of 5.67 kg/s, while the lowest value is found in the pump with 6 blades with an NPSH of 1.88 at a mass flow rate of 7.33 kg/s. A 6-blade centrifugal pump operating at a mass flow rate of 7.33 kg/s demonstrated the best results in this study and is feasible for field application. Keywords: Impeller, Cavitation, Pump, Centrifugal.
Analisis Overall Equipment Effectiveness dalam Penerapan Total Productive Maintenance Pada Mesin Flow Mixer di PT ASI Wilarso; Bayu Hamengku Rizkiansyah; Asep Dharmanto; Asep Saepudin; Mujiarto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 22 No 1 (2026): Vol.22, No.1 (2026)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v22i1.15469

Abstract

Improving machine productivity and effectiveness is a crucial factor in maintaining the competitiveness of manufacturing companies. One approach to improving equipment performance is Total Productive Maintenance (TPM), with Overall Equipment Effectiveness (OEE) as the primary indicator. This study aims to analyze the effectiveness of the Flow Mixer machine at PT ASI's Mold Shop Department based on its OEE value, which comprises availability, performance, and quality. It also identifies the dominant factors causing low machine effectiveness using the Six Big Losses approach and a fishbone diagram. The research data were obtained from production data, planned and unplanned downtime, the number of defective products, and machine operating time during September–November 2025. The calculation results show that the Flow Mixer machine's OEE values ​​were 66% (September), 68% (October), and 68% (November), respectively, which are still below the world-class OEE standard of 85%. The main factors influencing the low OEE are breakdowns and process defect loss. Improvement proposals are based on the eight pillars of TPM, which focus on improving machine maintenance, operator skills, and standardizing work procedures. Implementation of the proposed improvements in December resulted in an increase in the OEE value to 72%. The results of this study demonstrate that consistent TPM implementation can improve the effectiveness of the Flow Mixer machine and the productivity of the production process.
Rancang Bangun Dies Pierching untuk Proses Pelubangan Cover Armrest Plastik Kursi di PT. XYZ Giardyan Komara; Asep Dharmanto; Wilarso; Hilman Sholih; Asep Saepudin; Dan Mugisidi
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 22 No 1 (2026): Vol.22, No.1 (2026)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v22i1.15471

Abstract

Proses pelubangan pada cover amrest plastik di PT. XYZ saat ini masih dilakukan secara manual menggunakan gerinda tangan sehingga berpotensi menimbulkan ketidakkonsistenan kualitas serta rendahnya produktivitas. Penelitian ini bertujuan merancang dan membuat dies plecing untuk meningkatkan presisi dan efisiensi proses pelubangan. Material cover armrest menggunakan plastik ABS dengan ketebalan 3 mm dan nilai shear strength sebesar 67 MPa. Perancangan dies dilakukan menggunakan perangkat lunak Autodesk Fusion 360, kemudian diproduksi menggunakan mesin CNC milling dan diuji mesin press berkapasitas 15 Ton. Hasil perhitungan menunjukkan kebutuhan gaya pelubangan sebesar 8,46 tonf untuk dua lubang. Pengujian menunjukkan bahwa dies piercing mampu menghasilkan lubang sesuai spesifikasi dimensi dan meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan dari 90 set per shift pada proses manual menjadi 1.920 set per shift. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan dies piercing efektif meningkatkan presisi proses serta efisiensi produksi pada komponen cover armnest plastik.
Perancangan dan Pengujian Kolektor Surya Plat Datar Bergelombang untuk Pemanasan Air Domestik di Iklim Tropis Baso Alauddin; Haslinda
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 22 No 1 (2026): Vol.22, No.1 (2026)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v22i1.15476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi performa termal kolektor surya plat datar dengan absorber bergelombang untuk aplikasi pemanasan air domestik di iklim tropis. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya konsumsi energi rumah tangga untuk pemanasan air serta belum optimalnya pemanfaatan energi surya di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan eksperimental melalui perancangan, fabrikasi, dan pengujian kolektor berukuran 2 m² dengan variasi laju aliran fluida sebesar 1,0; 2,0; dan 3,0 L/menit pada kondisi radiasi surya aktual. Parameter performa yang dianalisis meliputi laju panas berguna (Qu) dan efisiensi termal (η). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolektor dengan absorber bergelombang mampu meningkatkan performa dibandingkan kolektor konvensional. Efisiensi termal maksimum yang dicapai sebesar 75,8% pada laju aliran 3,0 L/menit, dengan peningkatan efisiensi sekitar 25,5% dibandingkan absorber datar. Laju panas berguna meningkat hingga 26,3%, yang menunjukkan efektivitas geometri bergelombang dalam meningkatkan perpindahan panas akibat peningkatan luas permukaan dan turbulensi aliran. Selain itu, sistem mampu menghasilkan energi panas rata-rata sebesar 7,2 kWh/hari, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan air panas domestik dan berpotensi menghemat energi listrik hingga 1.898 kWh/tahun. Penelitian ini menunjukkan bahwa kolektor surya plat datar bergelombang merupakan solusi yang efisien, ramah lingkungan, dan aplikatif untuk pemanasan air domestik di wilayah tropis. Hasil ini memberikan kontribusi penting berupa data empiris dan rekomendasi desain yang dapat digunakan dalam pengembangan teknologi energi terbarukan berbasis surya di Indonesia.
ANALISIS PENGGUNAAN KATALIS KALIUM HIDROKSIDA DENGAN PRESENTASE 0,5%, 1%, DAN 1,5% PADA ALAT ELEKTROLISIS HHO Ryan; Rifki Hermana; Aan Burhanuddin
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 22 No 1 (2026): Vol.22, No.1 (2026)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v22i1.15520

Abstract

Penggunaan bahan bakar minyak di Indonesia mengalami kenaikan pada setiap tahun. Kementrian ESDM menyatakan bahwa pada tahun 2023 penggunaan bahan bakar minyak mencapai 505 juta barel atau 80 juta kiloliter. Penggunaan hidrogen sebagai sumber energi pada alat las HHO dapat berpotensi untuk mengurangi emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi energi. Metode yang dipakai untuk menghasilkan gas HHO salah satunya yaitu dengan menggunakan generator HHO tipe kering dry cell dan memakai plat stainless steel 316 sebagai elektroda. Untuk metode ini, sistem yang digunakan yaitu penguraian air (H2O) menjadi gas hidrogen (H) dan oksigen (O2) melalui proses elektrolisis dengan bantuan elektrolit. Penggunan HHO pada alat las memiliki beberapa kelebihan, seperti api yang menyala lebih panas dan stabil serta kemampuan untuk memotong dan menyambung logam dengan presisi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Laju produksi gas dari generator HHO berdasarkan variasi persentase katalis serta pengaruh perbedaan ampere terhadap laju produksi gas generator HHO. Teknik pengumpulan data melalui metode triangulasi (integratif), dengan analisis bersifat induktif maupun kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase katalis, semakin besar laju produksi gas. Konsentrasi katalis kalium hidroksida sebesar 1,5% menghasilkan laju produksi optimal dibandingkan dengan konsentrasi 0,5% dan 1%. Semakin besar volume air, semakin lama waktu yang diperlukan untuk melarutkan larutan elektrolit sebagai konduktor arus listrik. Peningkatan kandungan KOH dalam air meningkatkan konduktivitas listrik, sehingga larutan elektrolit menjadi lebih jenuh dan pekat. Selain itu, semakin tinggi arus ampere, semakin tinggi laju produksi gas, dengan ampere 30A menghasilkan produktivitas brown’s gas tertinggi dibandingkan 25A dan 20A. Hal ini disebabkan oleh peningkatan jumlah dan kepadatan muatan elektron yang mempercepat pencapaian elektroda dan pembentukan gelembung gas hidrogen. Penambahan KOH (kalium hidroksida) menyebabkan perubahan warna pada larutan elektrolisis HHO, semakin banyak KOH yang digunakan, senakin pekat pula warna larutannya. Peningkatan arus Listrik (ampare) serta penambahan katalis dapat mempercepat proses pembentukan gelembung gas HHO, sehingga bisa menghasilkan lidah api lebih Panjang untuk pengelasan.
Analisis ANALISIS PENGARUH TEKANAN BAN TERHADAP LAJU KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA KENDARAAN HEMAT ENERGI URATE EVO-7 PANDAWA TEAM Ilham Ariosepto Nugroho; Samsudin Anis; Ahmad Khusom Kurniawan; Muhammad Bagus Laroybafih
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 22 No 1 (2026): Vol.22, No.1 (2026)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v22i1.15586

Abstract

Krisis energi akibat menurunnya ketersediaan bahan bakar fosil mendorong pengembangan kendaraan hemat energi, salah satunya melalui upaya pengurangan rolling resistance pada ban kendaraan Urate Evo-7. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi tekanan ban terhadap waktu akselerasi, jarak gelincir, dan efisiensi konsumsi bahan bakar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan variasi tekanan ban sebesar 55 psi, 65 psi, 75 psi, dan 85 psi. Pengujian dilakukan di Sirkuit Mijen Semarang sepanjang 2,7 km dengan empat kali percobaan pada setiap variasi tekanan ban. Parameter yang diamati meliputi waktu tempuh satu lap, jarak gelincir kendaraan dari kecepatan 32 km/jam hingga berhenti tanpa pengereman, serta konsumsi bahan bakar yang diukur menggunakan buret, stopwatch dan pita ukur, kemudian dianalisi secara deskriptif dan komparatif. Tekanan ban 85 psi menghasilkan jarak gelincir rata-rata sepanjang 778 meter dan konsumsi bahan bakar rata-rata  18 ml dengan efisiensi mencapai 450 km/l. Kendaraan Pandawa Team dapat meningkat sebesar 34,5% dibandingkan tekanan ban 55Psi. Diikuti pengurangan waktu saat berakselerasi sebesar 10,6 % dan jarak gelincir saat mesin dimatikan mengalami peningkatan 17,5%. Secara keseluruhan, hal ini didasari perbedaan tekanan ban pada kendaraan, sehingga nilai rolling resistance menurun akibat dari tekanan ban yang lebih besar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan kendaraan hemat energi berbasis optimasi tekanan ban.
ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN DI KAMAR MESIN DAN RUANG AKOMODASI PADA KAPAL MT SUCHAO muiz abdullah muizz
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/mim.v21i2.10836

Abstract

Kebisingan dapat didefinisikan sebagai suara ataupun bunyi yang bisa mengganggu kenyamanan dan kesehatan serta dapat mengakibatkan ketulian. Kebisingan yang terjadi secara terus menerus dengan intensitas yang tinggi secara tidak sadar dapat berpengaruh terhadap kesehatan Anak Buah Kapal (ABK) yang sedang bertugas dikapal. Gangguan kesehatan dapat terjadi karena para ABK dituntut untuk berada pada kamar mesin kapal yang dapat berlangsung sangat lama sesuai dengan rute dari pelayaran kapal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui menganalisa kebisingan yang terdapat di kamar mesin serta ruang akomodasi pada kapal penyeberangan. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah pengukuran kebisingan dan analisa data hasil pengukuran
EFEKTIFITAS PENAMBAHAN HEAT SINK ALUMUNIUM PADA PANEL SURYA UNTUK OPTIMALISASI PEMANFAATAN ENERGI TERBARUKAN Mochamad Choifin; Dony Perdana; Wiji Lestari Ningsih
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/mim.v21i2.12075

Abstract

Pada masa sekarang ini panel surya adalah salah satu teknologi yang popular dan terus berkembang dalam aplikasi Energi Baru Terbarukan (EBT). Panel surya berbasis silikon adalah yang paling umum digunakan pada saat ini. Karena Radiasi sinar matahari dapat kita jumpai setiap harinya. Jadi panel surya dapat menjawab terkait permasalahan energi yang ada saat ini. Namun demikian, peningkatan temperatur operasional panel surya dapat menurunkan daya dan efisiensinya. Dan sering kali panel surya akibat tingginya temperature yang ada pada permukaan panel surya sering kali sampai terbakar . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meminimalisir panas yang terjadi pada panel surya akibat dari radiasi yang di tangkap pada permukaan panel surya, sehingga dilakukan penambahan heat sink sebagai media pendingin pada panel surya. diharapkan panel surya akan bekerja optimal  terhadap daya dan efisiensi panel surya tersebut tetap terjaga. Metode dari pada penelitian ini yaitu di tempelkanya Heat sink Alumunium pada permukaan bagian bawah panel surya untuk mengurangi panas akibat radiasi yang tinggi. Penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan mengetahui pengaruh jumlah fin aluminium  pada heat sink dengan base Alumunium terdahap unjuk kerja panel surya. Berdasarkan data dan analisa yang telah dilakukan dapat disimpulkan Panel surya dengan heat sink tanpa fin dan 10 fin mampu menurunkan temperatur kerja sebesar 3,3 °C, 6,7 °C  lebih rendah dibandingkan panel surya tanpa pendingin dan Panel surya dengan heat sink tanpa fin mampu meningkatkan nilai daya maksimum sebesar 4,58 W dan efisiensi sebesar 1,17% lebih tinggi dibandingkan sel surya tanpa pendingin. Pada panel surya dibandingkan sel surya tanpa pendingin. Sedangkan panel surya dengan heat sink 10 fin mampu meningkatkan nilai daya maksimum sebesar 8,56 W dan efisiensi sebesar 2,23% lebih tinggi dibandingkan sel surya tanpa pendingin.
Analisis Kekuatan Rangka Mesin Pengupas Kulit Ari Kacang Tanah Tipe Roller Tunggal dengan Evaluasi Material Berstandar Food Grade Menggunakan Simulasi SolidWorks Christian Soolany; Yanuar Ilham Abdillah; Sigit Suwarto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v21i1.12199

Abstract

Rangka mesin merupakan elemen krusial dalam perancangan mesin karena berfungsi sebagai penopang berbagai komponen dan menahan beban selama operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan rangka pada mesin pengupas kulit ari kacang tanah tipe roller tunggal dengan metode simulasi statis menggunakan perangkat lunak SolidWorks. Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap pemilihan material rangka berdasarkan standar food grade. Hasil simulasi menunjukkan tegangan maksimum sebesar 36,5 N/mm² dan perpindahan maksimum sebesar 0,06 mm, dengan nilai faktor keamanan sebesar 6,86. Material rangka, yaitu carbon steel ST41, terbukti mampu menahan beban yang diterima, namun masih belum sepenuhnya optimal dalam efisiensi material. Selain itu, evaluasi standar food grade menunjukkan bahwa bagian rangka tidak kontak langsung dengan bahan pangan, namun komponen lain seperti roller karet dan hopper perlu ditingkatkan ke material yang sesuai dengan standar food grade. Pemilihan material yang lebih tepat, seperti SA-283 grade A, direkomendasikan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan material pada rangka
VARIASI KEMIRINGAN SUDUT PENGELASAN SMAW TERHADAP SIFAT MEKANIS MATERIAL BAJA SS400 Nurmala Santi Dera; Onesimus Kevin Saputro; Rahmad Hidayat Boli
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 20 No 2 (2024): Vol 20, No 2
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v20i2.12789

Abstract

Baja SS400 merupakan material yang banyak digunakan di bidang industri, baik manufaktur maupun konstruksi, karena memiliki sifat mekanis yang baik, seperti kekuatan tarik dan keuletan. Kualitas sambungan las baja SS400 dipengaruhi oleh parameter pengelasan, di antaranya adalah variasi sudut kemiringan elektroda. Pengembangan teknologi di bidang konstruksi yang semakin maju tidak dapat dipisahkan dari pengelasan karena memiliki peranan yang sangat penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi kemiringan elektroda (30°, 45°, dan 60°) terhadap sifat mekanis, khususnya tegangan tarik maksimum (UTS) dan modulus elastisitas pada baja SS400 yang dilas menggunakan SMAW. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sudut kemiringan elektroda yang memberikan hasil terbaik dalam hal kekuatan tarik dan stabilitas mekanis sambungan las. Dengan mengetahui hubungan antara sudut elektroda dan sifat mekanis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi kegiatan pengelasan baja SS400 untuk dapat diimplementasikan di dunia industri yang terus berkembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pengujian eksperimen di laboratorium. Penelitian ini memvariasikan kemiringan elektroda, yaitu 30°, 45°, dan 60°, menggunakan mesin las SMAW (Shielded Metal Arc Welding). Selanjutnya, pengujian sifat mekanis dilakukan menggunakan pengujian tarik baja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut kemiringan elektroda 60° menghasilkan sifat mekanis yang terbaik, dengan nilai tegangan tarik maksimum mencapai 411,9 MPa. Hal ini disebabkan oleh penetrasi yang optimal dan distribusi panas yang merata. Nilai tegangan terendah terdapat pada sudut kemiringan elektroda 30°, dengan nilai tegangan 376,5 MPa, sementara nilai tegangan tarik menengah terdapat pada sudut kemiringan 45°, dengan nilai tegangan 382,90 MPa. Selanjutnya, nilai rata-rata regangan tertinggi terdapat pada sudut kemiringan 30° dan 60°, dengan nilai regangan masing-masing 16,67%. Nilai modulus elastisitas tertinggi terdapat pada pengelasan dengan sudut kemiringan 30°, yaitu sebesar 140.053 MPa. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi penting dalam keilmuan pengelasan, khususnya dalam memahami pengaruh sudut kemiringan elektroda terhadap sifat mekanis baja SS400. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan atau dasar dalam pengelasan komponen material baja untuk diaplikasikan pada dunia industri. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan peningkatan efisiensi proses pengelasan, tetapi juga dapat memastikan kualitas sambungan las yang lebih baik, handal, serta aman digunakan.