cover
Contact Name
Mohammad Rizki
Contact Email
mohammadrizki.md@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kedokteran.unram@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23015977     EISSN : 25277154     DOI : -
Core Subject : Health,
The Unram Medical Journal managed by the Medical Faculty of Mataram University is a scientific journal to publish the results of the latest research in the field of medical and health related. This journal promote medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also case reports.
Articles 408 Documents
Studi Kasus Kualitatif Pelaksanaan Program Pemberian Makan Bayi dan Anak Lima Puskesmas di Lombok Tengah Nurbaiti, Lina
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 4 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Masalah gizi kurang dan buruk dipengaruhi langsung oleh faktor konsumsi pangan dan penyakit infeksi. Dalam melaksanakan upaya perbaikan gizi, tenaga gizi sebagai pengangggung jawab utama berfungsi membantu Kepala Puskesmas mengelola program gizi puskesmas dalam menjalankan fungsi-fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, pengawasan, dan evaluasi. Standar emas PMBA direkomendasikan karena dapat menurunkan angka kematian anak dan meningkatkan kualitas hidup ibu sesuai dengan Millenium Developments Goals yang keempat dan kelima. Praktik pemberian makan pada bayi dan anak (PMBA) yang optimal merupakan intervensi yang efektif dalam meningkatkan status kesehatan anak dan menurunkan kematian anak. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif yang dijelaskan secara deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah 5 orang petugas gizi di lima Puskesmas Kabupaten Lombok Tengah. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan wawancara mendalam (in-depth interview). Hasil: Puskesmas telah melaksanakan program PMBA untuk mengatasi masalah gizi balita. Fungsi manajemen petugas gizi terhadap Program Pemberian Makanan Pada Bayi dan Anak adalah membuat pelatihan konseling bagi kader dan membuat kelas ibu hamil KEK, kelas gizi bagi balita. Keterbatasan kualitas(keterampilan konseling) dan kuantitas(jumlah) SDM (petugas gizi dan kader) dan sarana prasarana masih menjadi masalah di Puskesmas. Sampai saat ini belum ada kegiatan monev yang dilakukan oleh petugas gizi Puskesmas mengenai kegiatan terkait PMBA. Kesimpulan: Kegiatan PMBA masih belum menjadi salah satu prioritas utama di Puskesmas
Karakteristik Penyakit Kulit pada Geriatri di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat Periode 2012-2014 Hidajat, Dedianto; Hapsari, Yunita; Hendrawan, I Wayan
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 4 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Angka harapan hidup manusia Indonesia yang terus meningkat sehingga terjadi kenaikan substansial dari populasi lanjut usia. Pada lanjut usia terjadi perubahan struktur dan fungsi kulit yang menyebabkan berbagai kelainan pada kulit. Karakteristik penyakit kulit pada geriatri di RSUD Provinsi NTB (RSUDP NTB)belum pernah dilaporkan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penyakit kulit pada geriatri di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUDP NTB. Metode: Metode deskriptif retrospektif yaitu mengambil data dari rekam medis pasien geriatrik yang berobat ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUDP NTB pada periode Januari 2012-Desember 2014 Hasil: Selama 3 tahun, terdapat 418 (57,8%) pasien geriatri baru dari 723 total pasien geriatri. Dari 418 pasien baru tersebut, didapatkan pasien pria berjumlah 248 (59,3%) dan wanita 170 (40,7%). Lima kategori penyakit kulit terbanyak adalah dermatosis inflamasi (42,1%), infeksi jamur (15,8%), infestasi parasit (12,9%), eritropapuloskuamosa (6,9%) dan infeksi bakteri (6,2%). Jenis dermatosis inflamasi yang terbanyak adalah xerosis kutis (27,8%) diikuti oleh neurodermatitis (18,2%) dan dermatitis kontak alergik (15,3%). Kesimpulan: Pasien geriatri baru yang berkunjung ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUDP Provinsi NTB sebanyak 418 orang didominasi oleh pria dan jenis penyakit kulit yang terbanyak adalah xerosis kutis.
Leukopenia Sebagai Prediktor Perburukan Trombositopenia pada Penderita Demam Dengue di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Periode Januari-Desember 2016 Handayani, Aulannisa; Anggoro, Joko; Sabrina, Yunita
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 4 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Demam Dengue merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus Dengue. Tingkat keparahan penyakit Dengue biasanya terlihat pada awal fase kritis. Pada fase ini sering terjadi terjadi kebocoran plasma yang didahului oleh leukopenia secara progresif dan diikuti dengan trombositopenia secara cepat. Tujuan: Untuk mengetahui apakah leukopenia dapat dijadikan prediktor perburukan trombositopenia pada penderita demam Dengue di Rumah Sakit Umum daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Periode Januari-Desember 2016. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan menggunakan data rekam medis pasien. Terdapat 380 pasien yang menderita demam Dengue di RSUD Provinsi NTB pada bulan Januari–Desember 2016. Sampel penelitian sebanyak 57 orang didapatkan dengan consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil: Berdasarkan uji Chi-square diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara leukopenia dengan perburukan trombositopenia (p=0,001), sehingga leukopenia dapat dijadikan sebagai prediktor perburukan trombositopenia pada pasien demam Dengue. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa leukopenia dapat dijadikan sebagai prediktor perburukan trombositopenia pada demam Dengue.
Hubungan Nilai Aktivitas Fisik dengan Kadar Trigliserida dan Kolesterol HDL pada Pegawai Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Widiastuti, Ida Ayu Eka; Irawati, Deasy; Lestarini, Ima Arum
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 4 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pola hidup masyarakat saat ini cenderung untuk tidak banyak melakukan aktivitas fisik atau sedenter, yang dapat berdampak pada kesehatan dan menjadi salah satu faktor risiko munculnya penyakit degeneratif, seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes, dan sindrom metabolik. Individu sedenter memiliki kadar trigliserida yang lebih tinggi dan HDL yang rendah dibandingkan dengan yang teratur melakukan aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara nilai aktivitas fisik dengan kadar trigliserida dan kolesterol HDL.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional. Subjek penelitian adalah Pegawai Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, yang bejumlah 31 orang yang ditetapkan dengan menggunakan metode consecutive sampling. Subjek penelitian mengisi kuesioner International Physical Activity Questionnaire-Short form (IPAQ-S) untuk menghitung nilai aktivitas fisik, selanjutnya dilakukan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan kadar trigliserida dan kolesterol HDL. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji korelasi Pearson.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata nilai aktivitas fisik subjek termasuk dalam kategori tinggi (rerata ± SD = 3222,65 ± 3611,23), kadar trigliserida dalam batas normal (rerata ± SD = 116,71 ± 55,73), dan kadar kolesterol HDL berada pada rerata batas bawah (rerata ± SD = 36,13 ± 10,9). Tidak terdapat korelasi yang bermakna antara nilai aktivitas fisik dengan kadar trigliserida (p=0,699; r = -0,072) dan antara aktivitas fisik dengan kadarkolesterol HDL pada pegawai Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (p=0,522; r = 0,119).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara nilai aktivitas fisik dengan kadar trigliserida dan kolesterol HDL.
Efek Rasio Kolesterol Total/Kolesterol High Density Lipoprotein (HDL) terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada Populasi dengan Risiko Penyakit Arteri Perifer (PAP) Khusnulzan, Nita; Nurhidayati, Nurhidayati; Pintaningrum, Yusra
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 4 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Prediktor utama terjadinya penyakit kardiovaskular ialah penyakit arteri perifer (PAP) yang patogenesis utamanya adalah aterosklerosis. Beberapa penelitian menelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara rasio kolesterol total/kolesterol high density lipoprotein (HDL) dan PAP. Ankle brachial index (ABI) merupakan rasio antara tekanan darah sistolik pada tungkai bawah dengan lengan atas dan merupakan tes skrining non invasif untuk mendeteksi terjadinya PAP.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan rasio kolesterol total/HDL terhadap nilai ABI pada populasi dengan faktor risiko PAP.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan metode cross sectional. Pengambilan data penelitian dilakukan di RSUD Provinsi NTB, RS Harapan Keluarga, dan RS Risa Sentra Medika. Kadar kolseterol total dan HDL didapatkan melaui hasil pemeriksaan laboratorium.Hasil: Total responden adalah 92, 17,4% memiliki nilai kolesterol total abnormal, 44,6% HDL abnormal dan 51,1% rasio kolesterol total/HDL abnormal. Hasil uji chi-square kolesterol total, HDL, dan rasio kolesterol total/HDL dengan nilai ABI (p=0,525), (p=0,397), (p=0,278). Hasil uji Rasio Odds kolesterol total, HDL, dan rasio kolesterol total/HDL dengan nilai ABI (RO=1,465), (RO=1,505), (RO=1,697).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar kolesterol total, HDL, dan rasio kolesterol total/HDL terhadap nilai ABI karena sebagian besar responden merupakan penderita dislipidemia yang telah mengonsumsi obat anti-dislipidemia dan abnormalitas nilai ABI dipengaruhi oleh banyak faktor risiko. Individu dengan kadar kolesterol total, kolesterol HDL, dan rasio kolesterol total/HDL abnormal mempunyai risiko 1,465, 1,505, dan 1,697 kali untuk memiliki nilai ABI abnormal.
Peran Toxin Panton-Valentine Leukocidin (PVL) dalam Patogenesis Community-acquired Methicillin-Resistance Staphylococcus aureus (MRSA) Suryani, Dewi
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 4 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panton-Valentine Leukocidin (PVL) merupakan salah satu gen yang terdapat pada Community Acquired Methicillin-Resistance Staphylococcus aureus (CA-MRSA). Terdapat kontroversi sejauh manaperan dari PVL dalam menyebabkan konsekunsi klinis yang berat dalam patogenesis CA-MRSA. Ada sebagian peneliti yang setuju bahwa PVL merupakan faktor virulensi utama namun ada sebagian peneliti yang menentang hal ini. Dalam tinjauan pustaka ini akan dibahas mengenai distribusi, struktur dan mekanisme kerja dari PVL positif CA-MRSA. Disamping itu akan dibahas pula mengenai hubungan PVL dengan faktor lain yang berkontribusi terhadap patogenesis penyakit CA-MRSA meliputi: variasi kadar produksi PVL antar strain MRSA, sistem imun host dan gen lain pad CA-MRSA genome yang bekerja bersama PVL dalam menyebabkan penyakit.
Model Faktor Risiko Ibu Hamil di Kabupaten Lombok Barat Octora, Metta; Setyorini, Rika Hastuti; Syari, Mayuarsih Kartika; Wilmayani, Ni Ketut; Primayanti, Ika
Jurnal Kedokteran Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan ibu hamil merupakan masalah kesehatan paling menonjol di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Masalah kesehatan ibu hamil terkait morbiditas dan mortalitas ibu dapat ditentukan antara lain dengan pendekatan skrining faktor risiko. Faktor risiko pada ibu hamil sangat penting diketahui karena dapat memberikan informasi mengenai kondisi kesehatan ibu, sehingga dapat dilakukan pengambilan keputusan yang bersifat preventif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model faktor risiko ibu hamil di Lombok Barat, yang akan dilanjutkan dengan pembuatan indeks. Penelitian akan dilakukan di Lombok Barat karena Lombok Barat termasuk wilayah dengan tingkat komplikasi kehamilan yang tinggi.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional. Lokasi penelitian dilakukan pada empat puskesmas di Lombok Barat dari bulan Juni 2017- September 2017. Penelitian ini menggunakan data primer yang didapatkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner dan data sekunder dari buku kohort ibu yang ada di puskesmas.Hasil: Pemodelan faktor risiko ibu hamil di Kabupaten Lombok Barat terutama dibentuk oleh indikator jumlah paritas, usia, hipertensi, interval persalinan, kehamilan multiple/gemeli, kehamilan posterm dan penyakit kronis, sedangkan indikator kurang energi kronis, anemia, tinggi badan, riwayat kehamilan buruk, riwayat SC kelainan besar janin dan kelainan letak janin tidak bernilai signifikan dalam membentuk pemodelan faktor risiko ibu hamil di Kabupaten Lombok Barat.Kesimpulan: Empat belas indikator yang digunakan pada penelitian ini memiliki korelasi dengan faktor risiko ibu hamil di Kabupaten Lombok Barat.
Peran Dukungan Keluarga Pasien HIV yang Menjalani Terapi Anti Retroviral di Klinik VCT RSUD Provinsi NTB terhadap Outcome Klinis Wardoyo, Eustachius Hagni; Budyono, Catarina; Asmara, I Gede Yasa
Jurnal Kedokteran Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Jumlah kasus HIV di Provinsi NTB semakin meningkat setiap tahun. Pemberian terapi antiretroviral pada pasien HIV secara signifikan dapat memperpanjang ketahanan hidup yang tergambar secara obyektif dari gambaran klinis. Namun belum ada data yang menilai peran dukungan keluarga terhadap outcome klinis pasien HIV khususnya di klinik VCT RSUD Provinsi NTB. Oleh sebab itu dilakukan penelitian untuk mengetahui peran dukungan keluarga terhadap outcome klinis pasien HIV yang menjalani Terapi Anti Retroviral di klinik VCT RSUD Provinsi NTB Metode: Studi ini merupakan studi case-control yang terdiri atas dua tahap, yaitu 1) pendataan pasien HIV yang menjalani terapi ARV, dengan kesuksesan terapi sebagai kasus, kegagalan terapi sebagai kontrol dan 2) pendekatan dengan wawancara mendalam terhadap pasien mengenai peran dukungan keluarga. Kriteria inklusi pada penelitian ini, yaitu pasien HIV yang berusia di atas 12 tahun yang telah mengkonsumsi ARV minimal 6 bulan dengan data rekam medis lengkap dan setuju dilakukan wawancara. Hasil: Dari 230 pasien, sebanyak 70 memenuhi kriteria inklusi. Outcome klinis baik sejumlah 58 orang dan 12 sisanya memiliki outcome klinis buruk. Sebanyak 26 orang perempuan dan 44 laki-laki. Faktor risiko penularan didominasi oleh heteroseksual (67,1%) dan pendukung utama yang dianggap memberikan kontribusi paling besar adalah pasangan (45,7%). Penelitian ini membagi 4 fase yang sudah dilalui subjek penelitian yaitu sebelum terdiagnosis, saat terdiagnosis, saat mulai ARV dan saat monitoring ARV. Bentuk dukungan yang memiliki pengaruh terhadap outcome klinis baik (OR; interval) dari tiap fase: sebelum terdiagnosis: memberikan nasehat yang selalu dapat diterima (3.8 [1.01814.178]); saat terdiagnosis: memberikan nasehat yang selalu dapat diterima (5.20 [1.387-19.874]); sedangkan fase saat mulai dan monitoring ARV tidak didapatkan bentuk dukungan yang signifikan. Kesimpulan: Dukungan yang memberikan efek positif bagi outcome klinis pada pasien HIV dimulai dari keluarga. Bentuk dukungan yang diharapkan dari populasi penelitian ini adalah nasihat yang dapat diterima, terutama pada fase sebelum terdiagnosis dan saat terdiagnosis HIV.
Partisipasi dalam Pembelajaran Klinik: Apa yang menjadi dorongan dan hambatan? Susani, Yoga Pamungkas; Rizki, Mohammad; Putro, Agung Wiretno
Jurnal Kedokteran Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Latar belakang: Pembelajaran di klinik menuntut mahasiswa untuk dapat aktif melakukan partisipasi. Partisipasi bukan hanya pembelajaran untuk mencapai kompetensi, namun juga mengembangkan identitas profesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk partisipasi, dorongan dan hambatan dalam pendidikan di bagian klinik. Metode: penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan pengambilan data melalui survei. Partisipan survei adalah 102 mahasiswa dari total 129 mahasiswa pendidikan klinik. Hasil survei dianalisis secara deskriptif. Hasil jawaban pertanyaan terbuka diberikan kode dan dikelompokkan. Hasil: Keterampilan klinik paling banyak yang dilakukan mahasiswa adalah anamnesis (25 %), pemeriksaan fisik (23,1%), dan membuat diagnosis (21%) dengan setting terbanyak di poliklinik (41,3%), bangsal (28,8%), UGD (17,3%). Peran yang paling banyak adalah menjadi pelaku dalamkinerja. Hal yang mendorong maupun hambatan untuk melakukan partisipasi lebih banyak dari dalam diri sendiri. Kesimpulan: Partisipasi mahasiswa dalam pendidikan klinik memerlukan inisiasi dari mahasiswa yang didukung oleh superivisor klinik, perawat, dan tenaga kesehatan lain dalam lingkungan pendidikan klinik.
Glioblastoma Multiforme dengan Manifestasi Klinis Gangguan Psikiatri Amni, Baiq Hulhizatil; Hunaifi, Ilsa
Jurnal Kedokteran Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Glioblastoma multiforme (GBM) merupakan tumor pada sistem saraf pusat yang timbul dari sel-sel glial. Pasien dengan glioblastoma multiforme dapat mengalami defisit neurologis, kognitif, dan perubahan psikiatri. Seorang pasien dewasa usia 50 tahun datang dengan keluhan penurunan kesadaran. Sebelumnya pasien sedang dirawat di Rumah Sakit Jiwa selama 23 hari dengan diagnosis Skizoafektif tipe manik dengan diagnosis banding skizofrenia paranoid. Sebelum masuk rumah sakit jiwa keluarga pasien mengeluhkan pasien sering berbicara sendiri selama 2 bulan terakhir. Pasien mengeluhkan dapat melihat seseorang yang ingin membunuhnya dan sering tidak merasa tenang sehingga pasien tidak bisa tidur. Sebelumnya pasien mengeluhkan nyeri kepala dan demam sejak 4 bulan terakhir. Dalam pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum berat dengan Glasgow Coma Scale (GCS) E3V2M5 Pada pemeriksaan neurologis didapatkan kaku kuduk (+), tanda kernig (+), dan terdapatlateralisasi pada bagian sinistra. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan pasien dalam kondisi hiponatremia. Pada pemeriksaan CT-scan dengan kontras kesan suspek glioma high grade.

Page 10 of 41 | Total Record : 408