cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
BioCONCETTA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 120 Documents
POLA KHAS YANG DITEMUKAN PADA SIDIK JARI DAN TELAPAK TANGAN PADA ANAK-ANAK TUNA NETRA DI KOTA PADANG Wati, Meliya; Paas Megahati, Ruth Rize; Sari, Weni Novita
Jurnal Bioconcetta Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.958 KB) | DOI: 10.22202/bc.2015.v1i2.1506

Abstract

Sidik jari dan telapak tangan berperanan penting sebagai identitas seseorang, karena setiap orang memiliki sidik yang berbeda. Fungsi sidik jari dapat dimanfaatkan untuk mendiagnosis penyakit keturunan. Menurut penelitian yang sudah berkembang, kelompok yang memiliki penyakit keturunan memiliki ciri-ciri sulur tertentu. Pola-pola sulur permukaan telapak tangan terbentuk sejak umur embrio 13 minggu dan tidak berubah seumur hidup. Metode penelitian adalah penelitian deskriptif dengan mengamati tipe pola pada jari dan telapak tangan pada sampel yang diambil secara purposive. Penelitian pola-pola sulur permukaan telapak tangan yang telah dilakukan menunjukkan pola loop radial memiliki persentase terbesar yaitu 40,5%. Persentase tipe pola Loop radial yang paling tinggi sebesar 40,5 %.  Pola loop ulnar sebesar 39 % ,Whorl sebesar 20,5%   dan pola arch 0%. Frekuensi ditemukannya pola sulur pada telapak tanganadalah I3 =55,5% dan I4=60%.
VALIDITAS PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERORIENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERMUATAN KARAKTER Afza, Aulia
Jurnal Bioconcetta Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.038 KB) | DOI: 10.22202/bc.2016.v2i1.1492

Abstract

Kompetensi dasar pada materi sistem sirkulasi untuk Sekolah MenengahAtas  (SMA)   menghendaki  siswa  agar   dapat   mengembangkan  kemampuananalisis, yaitu pemecahan masalah, serta mengembangkan kompetensi sikap dan kompetensi keterampilan. Guru hendaknya dapat mengembangkan perangkat pembelajaran sehingga tuntutan kurikulum dapat tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan perangkat pembelajaran biologi berorientasi model PBLbermuatan karakter. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan  model pengembangan Plomp  yang  terdiri atas tiga tahap,  yaitu investigasi awal (preliminary research), pembuatan prototipe (prototyping phase) dan tahap  penilaian (assessment  phase).  Penelitian  ini dilakukan sampai pada tahap pembuatan prototipe. Pada tahap investigasi awal dilakukan analisis situasi dan permasalahan dalam pembelajaran biologi, analisis kurikulum dan analisis siswa. Pada tahap pembuatan prototipe telah dihasilkan perangkat pembelajaran yang selanjutnya divalidasi oleh ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah valid. Hasil validasi RPP oleh validator adalah 88,91% (sangat valid). Hasil validasi handout adalah 83.02% (sangat valid). Hasil validasi LKS adalah 83,32% (sangat valid) dan hasil validasi instrumen evaluasi adalah 88.53% (sangat valid). Dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran biologi berorientasi model PBL bermuatan karakter pada materi sistem sirkulasi untuk siswa SMA telah valid. 
APLIKASI DNA BARCODE PADA PENENTUAN SPESIES UDANG AIR TAWAR YANG BERASAL DARI PROVINSI JAMBI purnamasari, Lora; Farajallah, Achmad; Wowor, Daisy
Jurnal Bioconcetta Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.015 KB) | DOI: 10.22202/bc.2016.v2i1.1299

Abstract

Provinsi Jambi memiliki hutan hujan tropis dataran rendah yang mengalami deforestasi tercepat  di daerah Asia. Efek dari perubahan alih  fungsi hutan ke habitat pertanian akan mengubah kondisi ekosistem. Hal tersebut diduga berpengaruh pada keanekaragaman  makroinvertebrata di  dalamnya.  Kesalahan identifikasi morfologi dapat disebabkan oleh fenomena cryptic species maupun siblings species. Fenomena tersebut dapat menyebabkan masalah sinonim yaitu terdapat nama ganda pada satu spesies yang sama. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dapat digunakan teknik DNA Barkode. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memastikan spesies udang air tawar yang berasal  dari  provinsi  Jambi  dengan  mengaplikasikan  teknik  DNA  barcoding.Berdasarkan identifikasi morfologi didapatkan 3 sampel terdiri dari satu famili. Berdasarkan analisis COI gene, 2 spesies berhasil diidentifikasi yaitu Macrobrachium malayanum dan M. pilimanus. Satu spesies sampel target yaitu M. malayanum 1 terbukti sebagai spesies M. malayanum yang sesuai dengan data GenBank. 
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA DENGAN TEKNIK MIND MAP PADA MATA KULIAH ANATOMI TUMBUHAN DI STKIP PGRI SUMATERA BARAT Meriko, Lince; Yanti, Febri
Jurnal Bioconcetta Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.509 KB) | DOI: 10.22202/bc.2015.v1i2.1494

Abstract

Sebagian besar mahasiswa STKIP PGRI Sumbar masih mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah, terutama pada struktur anatomi jaringan tumbuhan. Hal ini menyebabkan prestasi siswa rendah. Berdasarkan hal tersebut maka telah dilakukan penelitian dengan menggunakan teknik Mind Map. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pokok struktur jaringan pada organ vegetatif dan organ generatif tumbuhan melalui penerapan model pembelajaran aktif menggunakan Mind Map. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Siswa yang menjadi subjek penelitian bahwa siswa Sesi E Angkatan 2013 yang sebesar 33 orang. Penelitian yang dilakukan terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil yang diperoleh setelah melakukan penelitian ini adalah peningkatan aktivitas siswa Prodi Pendidikan Biologi pada tahun 2013 sesi E pada mata pelajaran anatomi tumbuhan sebagai hasil dari penerapan Mind Map. Perbandingan aktivitas pada Siklus I ada 1 indikator yang mencapai kriteria baik yaitu indikator A.1, sedangkan pada Siklus II ada 2 indikator yang mencapai kriteria sangat baik yaitu indikator A.1, dan A.5. Pada akhir Siklus II semua indikator aktivitas belajar mahasiswa sudah mencapai target yang telah ditetapkan. 
KEPADATAN VEGETASI DASAR PADA LOKASI BEKAS PENAMBANGAN EMAS DI NAGARI GUNUNG MEDAN KECAMATAN SITIUNG KABUPATEN DHARMASRAYA Nursyahra, Nursyahra; Meriko, Lince
Jurnal Bioconcetta Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.117 KB) | DOI: 10.22202/bc.2016.v2i1.1488

Abstract

Vegetasi adalah suatu kelompok atau kumpulan komunitas tumbuhan yang terdiri dari beberapa jenis yang hidup bersama-sama pada suatu tempat dan saling berinteraksi.  Vegetasi dasar  merupakan lapisan tumbuhan penutup tanah yang terdiri dari herba, semak, liana dan paku-pakuan. Pada habitat yang rusak juga dijumpai vegetasi dasar sebagai tumbuhan pionir. Hal ini juga dapat terjadi pada bekas tambang. Kabupaten Dharmasraya merupakan salah satu kota tambang di Indonesia, salah satunya tambang emas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah   dan   kepadatan   vegetasi   dasar   pada   bekas   tambang.   Kabupaten Dharmasraya. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian survey deskriptif dengan metode   petak   ganda.   Pengambilan   sampel   dilakukan   pada   lokasi   bekas penambangan  emas  di  Nagari  Gunung  Medan  Kecamatan  Sitiung  Kabupaten Dharmasraya dengan menggunakan petak-petak contoh yang tersebar secara acak. Struktur vegetasi dasar pada ke empat stasiun. Pada stasiun 1, kerapatan tertinggi adalah Brachiaria eurciform dengan nilai 7,58 individu/m2, pada stasiun 2 adalah Boreria alata 10,58 individu/m2, pada stasiun 3 adalah Sclena sumatrensis 2,5 individu/m2, stasiun 4 adalah Paspalum conjugatum 2,5 individu/m2. 
KEANEKARAGAMAN LABA-LABA (Araneae) PADA EKOSISTEM SAWAH DENGAN BEBERAPA POLA TANAM DI KOTA PADANG Nasution, Nurhasanah
Jurnal Bioconcetta Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.719 KB) | DOI: 10.22202/bc.2016.v2i1.1295

Abstract

Laba-laba  (Araneae)  merupakan  pemangsa  serangga  yang  memegang peranan penting dalam pengendalian hama pada ekosistem sawah. Pola tanampadi memberikan pengaruh besar terhadap keanekaragaman laba-laba. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman laba-laba pada ekosistem sawah dengan beberapa pola tanam padi di Kota Padang, diantaranya pola tanam serempak, pergiliran tanam dan pola tanam campur. Sampel laba-laba dikoleksi di Kecamatan Pauh dan Kecamatan Kuranji dengan menggunakan perangkap sumuran (pit fall trap), nampan kuning (yellow pan-trap), jala serangga (sweep net), dan koleksi langsung (hand sorting). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan sebanyak 742 individu laba-laba dari 45 spesies, 22 genera, dan 10  famili. Pola tanam padi yang  berbeda memberikan pengaruh terhadap keberadaan laba-laba yang ditandai dengan perbedaan index keanekaragaman di Kecamatan Pauh (2,89) dan Kecamatan Kuranji (2,43).
KARAKTER MORFOMETRIK PENSI (Corbicula moltkiana Prime) PADA DUA EKOSISTEM YANG BERBEDA Zeswita, Armein lusi; Safitri, Elza
Jurnal Bioconcetta Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.776 KB) | DOI: 10.22202/bc.2015.v1i2.1505

Abstract

Danau  Maninjau  dan  Batang  Antokan  adalah  tempat  yang  digunakan untuk rekreasi dan pariwisata di Kabupaten Agam. Kedua aktivitas manusia di sekitar danau atau di sungai mempengaruhi kualitas air, baik dalam fisika dan kimia, dan biologi, dan sangat mempengaruhi kehidupan kerang. Mengingat aktivitas tinggi menangkap "Pensi" Corbicula moltkiana di Danau Maninjau, perlu untuk mencoba untuk melestarikan populasi kerang dan mencari cara budidaya sehingga pemanfaatan yang terus menerus dan dapat meningkatkan perekonomianmasyarakat.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  karakter  morfometrik Pensi (Corbicula moltkiana Prime) di dua ekosistem yang berbeda dan faktor fisik-kimia  yang mempengaruhinya.  Penelitian  ini telah  dilakukan  pada bulan Februari 2015 Danau Maninjau dan di Sungai Batang Antokan. Berdasarkan penelitian di Danau Maninjau dan di Sungai Batang Antokan ukuran cangkang seperti  panjang,  tinggi,  lebar,  panjang  engsel,  jumlah  baris  dan  pertumbuhan basah berat di Batang Antokan daging pensi lebih bervariasi bila dibandingkan dengan Danau Maninjau. Namun, ukuran panjang cangkang melakukan di Batang Antokan berbeda dengan di Danau Maninjau sedangkan ukuran lebar dan berat daging basah Pensi tidak berbeda dalam dua habitat. Hubungan antara panjang berat basah daging di Danau Maninjau dan Batang Antokan di berkorelasi sangat erat dengan panjang clam shell mereka. Faktor fisika kimia air di Danau Maninjau dan  Batang  Antokan  di  masih  dalam  kisaran  normal  dan  toleran  di  Pensi (Corbicula moltkiana Perdana) mendukung kehidupan kecuali tingkat substrat organik
INVENTARISASI POHON DI HUTAN PINANG MAKMUR KECAMATAN TIMPEH KABUPATEN DHARMASRAYA Safitri, Elza
BioCONCETTA Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.956 KB) | DOI: 10.22202/bc.2016.v2i1.1487

Abstract

Hutan  merupakan  asosiasi  dari tumbuh-tumbuhan  yang  sebagian  besarterdiri  atas  pohon-pohon  atau  vegetasi  berkayu  yang  menempati  suatu  areal. Hutan memiliki manfaat bagi manusia, manfaat tersebut diperoleh apabila hutan terjamin ekosistemnya sehingga dapat berfungsi secara optimal.   Hutan Pinang Makmur merupakan hutan yang terletak di Kecamatan Timpeh Kenagarian Tabek Dharmaraya. Hutan ini mengalami berbagai gangguan diantaranya pembukaan lahan  pertanian  dan  penebangan  pohon  yang  dilakukan  oleh  penduduk  yang berada di sekitar hutan. Aktivitas penduduk ini telah menciptakan kerusakan di beberapa tempat  sehingga terbentuk  gap atau ruang terbuka. Kerusakan hutan dikhawatirkan akan mengancam keanekaragaman jenis (diversity) tumbuhan terutama pohon. Sehubungan dengan hal tersebut maka telah dilakukan penelitian tentang  inventarisasi  pohon  di  hutan  Pinang  Makmur  Kecamatan  TimpehKabupaten Dharmasraya. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan September2015 di Hutan Pinang Makmur Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya dengan menggunakan metode garis berpetak. Teknik penentuan lokasi dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan 217 individu  dengan 31 familia pohon di hutan Pinang Makmur Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya. Individu terbanyak didapatkan pada famili Euphorbiaceae dengan26 individu. Diikuti oleh familia Olacarceae dengan 24 individu, Moraceae 23individu, Verbenaceae 21 individu dan Leguminosae 18 individu dan indidu dari familia lain  ditemukan dalam jumlah   sedikit. 
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED TEACHING PADA MATA KULIAH EVALUASI PROSES DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI STKIP PGRI SUMATERA BARAT Maizeli, Annika; Nerita, Siska
Jurnal Bioconcetta Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.85 KB) | DOI: 10.22202/bc.2015.v1i2.1495

Abstract

Berdasarkan pengalaman peneliti dalam kegiatan pembelajaran mahasiswa biologi  STKIP  Sumatera  Barat  belajar  di  IV  nilai.  Evaluasi  utama  dan  hasil belajar  menunjukkan  penurunan.  Selain  itu,  aktifitas  mahasiswa  menunjukkan tidak puas dalam belajar. Hal ini ditunjukkan ketika dosen selesai menerangkan dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya tentang apa yang tidak  mereka  pahami,  mahasiswa  hanya  diam  mengambil.  Selain  itu  hanya beberapa mahasiwa yang bertanya apa yang tidak mereka mengerti tentang materi tersebut. Ketika dosen bertanya tentang pokok bahasan hanya sedikit mahasiwa yang menjawab. Permasalahan pada pembelajaran ini adalah peningkatan aktifitas dan hasil yang tidak sesuai, sehingga penulis telah menemukan solusi alternatif lain   untuk   kasus   masalah   ini.   Tujuan   dari   penelitian   ini   adalah   untuk meningkatkan  kegiatan  belajar mahasiswa dan  hasilnya di  evaluasi,  dan  hasil belajar biologi STKIP Sumatera Barat dalam penelitian IV grades.  Ini adalah penelitian tindakan yang lakukan dalam dua tahap. Hasil pembelajaran kognitif adalah peningkatan aktifitas dan hasil belajar dengan model pembelajaran inovatif Guided teaching. Berdasarkan kegiatan belajar siswa yang didapat dari siklus 1 ke siklus 2, menunjukkan bahwa peningkatan siklus 2. Peningkatan kegiatan ketika mereka membuat tugas dan diskusi 10,5%. Kegiatan presentasi meningkat 4,7% dan aktifitas bertanya meningkat 9,5%. Kegiatan menjawab meningkat 39,1%. kegiatan menyimak penjelasan kuliah meningkat 8,6%. Peningkatan hasil belajar adalah 42,85%.  
PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA MATERI EKOSISTEM UNTUK SMA KELAS X Hidayat, Opi Rahmah
Jurnal Bioconcetta Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.457 KB) | DOI: 10.22202/bc.2016.v2i1.1489

Abstract

Bahan ajar yang dapat  menimbulkan kemandirian dalam belajar adalah modul.     Terdapat    berbagai    potensi    yang     dapat    dimanfaatkan    untukmengembangkan bahan ajar  yang sesuai dengan kebutuhan siswa, diantaranya pada materi ekosistem untuk siswa SMA kelas X. Penelitian ini bertujuan untukmengembangkan modul biologi berbasis CTL yang valid, praktis dan efektif pada materi ekosistem. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Model dan prosedur pengembangan menggunakan 4-D (four-D-Model) terdiri dari tahap define,  design,  develop  dan disseminate. Pada tahap  define dilakukan analisis kurikulum dan analisis siswa. Pada tahap design dilakukan perancangan modul. Pada tahap develop dilakukan validasi dan uji coba terbatas pada siswa SMAN 3Payakumbuh kelas X, untuk mengetahui praktikalitas dan efektifitas modul yangdikembangkan. Tahap disseminate tidak dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan sangat  valid, praktis dan efektif. Nilai dari validasi adalah 88,06% (sangat valid), praktikalitas menurut guru sebesar 3,44% (praktis) dan menurut siswa sebesar 3,43% (praktis) hasil uji efektivitas menunjukkan  bahwa  siswa  aktif  belajar  dan  mendapatkan  hasil  belajar  yang tuntas.

Page 3 of 12 | Total Record : 120