cover
Contact Name
Wilda Syam Tonra
Contact Email
wildaunkhair@gmail.com
Phone
+6285146375650
Journal Mail Official
wildaunkhair@gmail.com
Editorial Address
Jalan Bandara Sultan Baabullah, Kelurahan Akehuda Kampus 1 Universitas Khairun, Kota Ternate Utara, Maluku Utara-Indonesia
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Delta-Pi : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Published by Universitas Khairun
ISSN : 2089855X     EISSN : 25412906     DOI : 10.33387/dpi
Core Subject : Science, Education,
Delta pi jurnal adalah jurnal yang memuat hasil penelitian pendidikan matematika dan matematika yang dipublikasi sebanyak 2 kali dalam setahun di bulan April dan Oktober di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Khairun.
Articles 226 Documents
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN MAHASISWA (LKM) ALJABAR BERBASIS MASALAH UNTUK MENGOPTIMALKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA Ariyanti Jalal; Ahmad Afandi
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.388 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v6i2.1245

Abstract

Mata kuliah Aljabar sangat penting dan wajib diampuh oleh semua mahasiswa dikarenakan merupakan dasar untuk mempelajari mata kuliah lain. Beberapa kompetensi yang harus dicapai mahasiswa setelah mempelajari mata kuliah ini adalah diharapkan dapat memahami konsep bilangan real dan operasi pernyataan aljabar, persamaan dan pertidaksamaan, fungsi aljabar dan grafiknya, suku banyak, barisan dan deret bilangan serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan konsep-konsep itu. Pada kenyataannya mahasiswa masih kesulitan memahami dan menyelesaikan soal-soal aljabar, baik yang berupa soal pemahaman maupun yang berbasis masalah. Salah satu kelemahan mahasiswa terutama dalam menyelesaikan soal yang berpola, menentukan solusi penyelesaian, dan menyelesaikan soal-soal pembuktian. Mahasiswa belum mampu menerapkan atau mengaplikasikan konsepkonsep aljabar untuk memecahkan soal-soal tersebut.  Adapun upaya yang dapat dilakukan oleh dosen yaitu meningkatkan aktivitas mahasiswa terutama dalam kegiatan memahami sendiri materi aljabar, tidak hanya membaca materinya tetapi menyelesaikan soal-soal latihannya khususnya soal-soal yang berkaitan dengan kemampuan penalaran. Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan bahan perkuliahan berupa lembar kerja mahasiswa (LKM). LKM yang dikembangkan tidak hanya berisi informasi terkait materi aljabar tetapi memuat soalsoal kemampuan penalaran yang berbasis masalah atau problem based learning. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan perangkat 4-D (Four D Model) yang terdiri atas 4 tahap yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate).  Lembar kerja mahasiswa (LKM) yang sudah didesain dan dikembangkan divalidasi oleh 3 validator. Hasil validasi menunjukkan bahwa LKM Aljabar berkriteria sangat baik/sesuai sehingga layak digunakan. Selain itu, setelah penggunaan LKM dalam pembelajaran Aljabar mahasiswa diberikan tes kemampuan penalaran matematik. Hasilnya menunjukkan kemampuan penalaran matematika berkriteria tinggi dengan raata-ratanya 11, 68
PENGEMBANGAN LKM DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PADA MATA KULIAH GEOMETRI Ahmad Afandi; Ariyanti Jalal
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.542 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v6i2.1147

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan, yang bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kegiatan Mahasiswa dengan menggunakan pendekatan open-ended pada mata kuliah Geometri, dan Meningkatkan kemampuan berpikir  kreatif  mahasiswa  pada mata kuliah geometri. Rancangan pengembangan LKM dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan perangkat 4-D ( Four Model ) yang terdiri dari 4 tahap yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (desain), tahap Pengembangan (develop) dan tahap Penyebaran (Disseminate). Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika. Hasil penelitian menunjukan bahwa LKM dengan pendekatan open-ended dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa program studi pendidikan matematika pada matakuliah Geometri.
EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE DRILL DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS X SMKN 2 WATAMPONE Sirwanti Sirwanti
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v9i1.1910

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui keefektifan metode Drill terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMKN 2 Watampone.Sampel dalam penelitian ini adalah satu kelas yaitu X TSM dengan jumlah 27 orang siswa.Analisis statistic yang digunakan adalah analisis deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 35,48 yang berada pada kategori kurang dengan simpangan baku 7,403, nilai rata-rata  posttest sebesar 80,33 yang berada pada kategori baik dengan simpangan baku 10,061, peningkatan hasil belajar matematika siswa dari pretest ke posttest sebesar 0,695 yang berada pada kategori sedang, Rata-rata aktivitas siswa sebesar 85,521 yang berada pada kategori aktif,  rata-rata respon siswa sebesar 81,106 yang berada pada kategori positif dan rata-rata keterlaksanaan siswa sebesar 96,875 yang berada pada kategori sangat baik. Hasil analisis deskriptif ini diperkuat juga oleh analisis inferensial dengan statistic uji t. Berdasarkan analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa metode Drill efektif terhadap hasil belajar matematika siswa. Kata kunci: efektivitas, hasil belajar matematika, metode pembelajaran Drill
Rekontruksi Struktur Penalaran Matematis dalam menyelesaikan masalah matematika Hery Suharna; Yahya Hairun; Nurma Angkotasan
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v9i1.1845

Abstract

Belajar melibatkan proses berpikir dalam diri setiap manusia, untuk mencapai berbagai macam kompetensi, keterampilan dan sikap. Berpikir selalu dilakukan oleh setiap orang atau individu, dengan demikian berpikir bersifat internal, muncul dalam diri individu dan berlangsung terus-menerus.Pada penelitian sudah rekontruksi struktur penalaran ketika menyelesaikan masalah matematika.Pada penelitian studi ini ingin mengungkapkan bagaimana rekontruksi penalaran matematika ketikan menyelesaikan masalah matematika.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mempelajari dan mengaji hasil-hasil penelitian yang termuat dalam jurnal dan buku hasil penelitian dan buku-buku teks penunjang.Berdasarkan hasil kajian disimpulkan bahwa rekontruksi struktur penalaran matematis dalam menyelesaikan masalah matematika yaitu rekontruksi di awali terjadi disekuilibrasi atau stagnasi ketika menyelesaikan soal, selanjutnya melakukan rekontruksi asimilasi dan akomodasi, sehingga terjadi rekontruksi penalaran matematika.
BERPIKIR KONEKSI RELATIF KOMPLEKS DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA Hery Suharna; Nurningsih Hi. Abdullah
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v9i1.1848

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk mendeskripsikan tentang koneksi matematis relatif melalui reflektif mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Berpikir koneksi yang perlu digaris bawahi yaitu: (1) Mahasiswa mengalami kesulitan dalam menghubungkan konsep-konsep matematika pada struktur berpikir, (2) Mahasiswa tidak membuat koneksi matematika kaitannya dengan aplikasi matematika, karena mereka tidak pernah diajarkan bagaimana aplikasi matematika, (3) Menyelesaikan masalah matematika merupakan sarana dalam melatih koneksi matematis. NCTM menyatakan tentang pentingnya koneksi dalam matematika yaitu pemecahan masalah (problem solving), penalaran dan bukti (reasoning and proof), komunikasi (communication), koneksi (connections), dan representasi (representation).Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, pemilihan subjek penelitian yaitu snow ball. Hasil penelitian menemukan bahwa berpikir koneksi matematis bersifat relatif yaitu berpikir yang diawali dengan ketidaklengkapan struktur berpikir dengan masalah. Proses refleksi untuk menyesuaikan struktur masalah yang dimiliki dan selanjutnya melakukan koneksi yang bersifat relatif untuk menemukan penyelesaian masalah matematika. Proses berpikir koneksi yang dipengaruhi oleh proses refleksi ketika menyelesaikan masalah matematis. Kata kunci :Berpikir koneksi, menyelesaikan masalah, koneksi relatif, dan reflektif
Optimalisasi Penggunaan Media Styrofoam Untuk meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Persamaan Garis Lurus Siswa kelas VIII1 SMPN 1 Bandar Dua NANA PUSPITA
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v9i1.1724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa,meningkatkan  aktivitas siswa serta kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran. Media Pembelajaran  yang digunakan adalah media styriofoam  yang dibantu dengan benang  untuk membuat grafik garis lurus. Metode penelitian tindakan kelas (PTK) ini terdiri atas 2 siklus dengan tahapan setiap siklusnya terdiri dari kegiatan perencanaan, melakukan tindakan, observasi serta refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII1  (23 orang) di SMPN 1 Bandar berdasarkan pra tindakan sebanyak 52% siswa tidak tuntas hasil belajar. Data yang dikumpulkan melaui test dan observasi dengan alat pengumpul data yang digunakan butir soal test dan lembar instumen aktivitas siswa dan guru peneliti.  Siklus I siswa tuntas belajar sebanyak 65,3 % dan pada siklus II 78,3%.  Data hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I sebanyak 61,4 % siswa aktif dan meningkat pada siklus II menjadi 69,9 %. Data hasil Observasi proses belajar mengajar guru pada siklus I sebesar 62,5% dengan kategori cukup dan  setelah dilakukan perbaikan dalam Proses belajar mengajar pada siklus II terjadi peningkatan menjadi 72,3% dengan kategori Baik. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa media styriofoam pada materi  Persamaan garis lurus karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa, meningkatkan aktifitas siswa serta peningkatan kemampuan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar.Kata Kunci : hasil belajar,  styrofoam,  persamaan garis lurus
KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIS SISWA DALAMMENYELESAIKAN SOAL PROGRAM LINEAR Utami, Wahyu Puji; Angkotasan, Nurma; Suratno, Joko
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v9i1.1851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal program linear. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.Metode yang digunakan adalah tes, wawancara dan dokumentasi. Siswa diminta untuk mengerjakan soal tes kemampuan berpikir reflektif matematis (KBRM), kemudian diwawancarai berdasarkan kemampuan matematika siswa yang dimiliki untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam tentang kemampuan berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal program linear. Hasil penelitian kemampuan berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal program linear sebagai berikut: 1) sebanyak 2 siswa (9%) yang berkategori tinggi mampu menghubungkan pengetahuan baru dengan pemahaman terdahulu dengan benar, mampu menemukan hubungan dan memformulasi penyelesaian, dan mampu mengevaluasi proses penyelesaian sehingga memperoleh jawaban akhir meskipun belum lengkap penyelesaiannya, 2) sebanyak 3 siswa (14%) yang berkategori sedang mampu berpikir reflektif dimana telah menghubungkan pengetahuan baru dengan pemahaman terdahulu yang dimiliki dengan benar, mampu menemukan hubungan dan memformulasi penyelesaian, dan berusaha mengevaluasi proses penyelesaian meskipun alasan yang diberikan belum benar, dan 3) sebanyak 17 siswa (77%) yang berkategori rendah hanya mampu menghubungkan pengetahuan baru dengan pemahaman terdahulu yang dimiliki benar meskipun salah dalam pengoperasiannya, mampu menemukan hubungan dan memformulasi penyelesaian hingga akhir, namun jawaban yang diperoleh salah, dan mengevalusi proses penyelesaian nampak bahwa siswa tersebut berusaha untuk menyelesaikan soal program linear yang diberikan. Kata Kunci: kemampuan berpikir reflektif matemtematis siswa, program linear, dan kemampuan matematika siswa 
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA YANG DIAJAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DEEP DILAOGUE PADA SISWA KELAS XI SMK KARTIKA XX-1 WIRABUANA MAKASSAR Asrawati, Nur
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v9i1.1911

Abstract

Penelitian ini merupakann penelitian yang bertujuan untuk membandingkan hasil  belajar matematika siswa kelas XI SMK Kartika XX-1 Wirabuana Makassar yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran mind mapping dan model pembelajaran deep dialogue. Penelitian ini merupakan peneltian eksperimen. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMK Kartika XX-1 Wirabuana Makassar yang terdiri dari dua kelas yang dipilih secara acak (Random Sampling). Kelompok eksperimen satu diajar dengan model pembelajaran mind mapping dan kelompok eksperimen  dua diajar dengan menggunakan model pembelajaran  deep dialogue. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan statistik inferensial. Hasil dari analisis statistik inferensial diperoleh statustik uji t dengan dan =1,67 dimana maka  ditolak  diterima  yang menunjukkan tingkat hasil belajar siswakelas XI SMK Kartika XX-1 Wirabuana Makassar yang diajar dengan  menggunakan model pembelajaran mind mapping lebih tinggi dari yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran deep dialogueKata kunci :Mind Mapping,  Deep Dialogue,  Hasil belajar matematika
Gerakan Literasi Matematika dalam Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Halimatus Zahroh; Hafidah Hafidah; Dhofir Dhofir; Moh Zayyadi
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v9i2.2293

Abstract

Literasi telah menjadi perbincangan hangat dalam dunia internasional dan menjadi harapan besar dunia.Berbagai pihak gencar melakukan penilaian literasi dan berusaha mencari cara untuk meningkatkan literasi di berbagai negara. Begitu juga di Indonesia, pemerintah telah menyadari bahwa untuk menghadapi dunia yang semakin kompleks diperlukan generasi muda yang tanggap dan kritis. Dunia pendidikan matematika pun tidak ingin ketinggalan dalam meningkatkan dan mengembangkan kemampuan literasi matematika siswa. PISA (Program for International Student Assessment) adalah penilaian tiga tahunan bagi siswa yang berusia 15 tahun yang mendekati akhir belajarnya di seluruh dunia dengan tujuan untuk menilai pengetahuan dan keterampilan siswa yang meliputi literasi matematika, literasi sains dan literasi membaca sebagai seorang generasi yang dapat bersaing penuh dan ikut berpartisipasi dalam dunia globalisasi dan masyarakat modern, dengan fokus penilaiannya bukan tentang apa yang siswa ketahui, melainkan apa yang bisa mereka lakukan dengan yang  mereka ketahui.Literasi matematika dapat diartikan sebagai kemampuan setiap individu untuk merumuskan, menafsirkan, menalar, menginterpretasikan, mengkomunikasikan, dan menjelaskan pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari secara efektif dan efisien.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Reflektif Siswa pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Rizka Safira S Samad; Hasan Hamid; Ahmad Afandi
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v9i2.2265

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif siswa pada materi persamaan linear satu variabel setelah diterapkannya model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning); 2) mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan berpikir reflektif siswa setelah diterapkan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning); 3) mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan berpikir reflektif siswa pada materi persamaan linear satu variabel setelah diterapkannya model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning). Penelitian ini merupakan penelitian  eksperimen dengan desain penelitian one group  pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 7 Kota Ternate Tahun Ajaran 2019/2020.  Teknik pengambilan sampel pada  penelitian ini yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel yaitu 27 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes berbentuk essay yang disusun berdasarkan indikator kemampuan berpikir reflektif. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif yaitu kriteria kemampuan berpikir reflektif siswa dan perhitungan uji gain ternormalisasi (N-Gain), sedangkan statistik inferensial menggunakan wilcoxon matched pairs test. Hasil analisis data menunjukkan: 1) kemampuan berpikir reflektif siswa kelas VII-C SMP Negeri 7 Kota Ternate pada materi persamaan linear satu variabel secara keseluruhan diperoleh kategori tinggi dengan presentase 40,7%, kategori sedang dengan presentase 48,2%, dan kategori rendah dengan presentase 11,1%; 2) peningkatan kemampuan berpikir reflektif siswa kelas VII-C SMP Negeri 7 Kota Ternate pada materi persamaan linear satu variabel dengan penerapan model problem based learning diinterpretasikan sedang; 3) penerapan model problem based learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir reflektif siswa kelas VII-C SMP Negeri 7 Kota Ternate pada materi persamaan linear satu variabel.Kata Kunci: Problem Based Learning, Kemampuan Berpikir Reflektif, Persamaan Linear Satu Variabel

Page 11 of 23 | Total Record : 226