cover
Contact Name
Wilda Syam Tonra
Contact Email
wildaunkhair@gmail.com
Phone
+6285146375650
Journal Mail Official
wildaunkhair@gmail.com
Editorial Address
Jalan Bandara Sultan Baabullah, Kelurahan Akehuda Kampus 1 Universitas Khairun, Kota Ternate Utara, Maluku Utara-Indonesia
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Delta-Pi : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Published by Universitas Khairun
ISSN : 2089855X     EISSN : 25412906     DOI : 10.33387/dpi
Core Subject : Science, Education,
Delta pi jurnal adalah jurnal yang memuat hasil penelitian pendidikan matematika dan matematika yang dipublikasi sebanyak 2 kali dalam setahun di bulan April dan Oktober di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Khairun.
Articles 226 Documents
PROFIL KESULITAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL INDUKSI MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Ernawati, Ernawati; Hadaming, Hamdana; Ramdani, Rezki; Ardhillah, Andi
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.865 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v8i2.1374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kesulitan Mahasiswa dalam menyelesaikan soal induksi matematika ditinjau dari gaya belajar visual, auditori dan kinestetik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang diolah adalah data gaya belajar dan data kesulitan mahasiswa dalam menyelesaikan soal induksi matematika. Berdasarkan olahan data tersebut, diperoleh bahwa mahasiswa yang gaya belajar visual mengalami kesulitan dalam mentransfer pengetahuan dan kemampuan bahasa matematika yang kurang, Mahasiswa yang bergaya belajar auditori mengalami kesulitan pada kelemahan dalam berhitung dan kemampuan bahasa matematika yang kurang, dan mahasiswa yang bergaya belajar kinestetik tidak memiliki kecenderungan kesulitan dalam mengerjakan soal. Adapun kesulitan yang paling dominan adalah kemampuan bahasa matematika yang kurang.Kata kunci: Profil, Kesulitan, Induksi Matematika dan Gaya Belajar
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) pada Materi Lingkaran Muksin Djuanda; Yahya Hairun; Hery Suharna
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.368 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v8i1.1365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bagaimana kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model pembelajaran NHT, 2) Apakah terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada materi lingkaran setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT, 3) Bagaimana peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada materi lingkaran setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Pre-xsperimental Design dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini menggunakan satu kelas yaitu kelas yang diterapkan model NHT. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kota Ternate yang tersebar dalam 9 kelas dengan jumlah populasi 288 siswa. Dari kelas yang ada, kelas yang dijadikan sebagai sampel penelitian yaitu kelas VIII-E yang akan diberi perlakuan model NHT. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah berupa soal tes uraian yang berjumlah 3 soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran NHT diperoleh 39% (9 orang) di kualifikasikan sangat baik, 30% (7 orang) baik, 13% (3 orang) cukup, 9% (2 orang) kurang, dan gagal 9% (2 orang), 2) Terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa setelah diterapkan Model pembelajaran Number Head Together (NHT) pada materi lingkaran, untuk uji normalitas data tes akhir dengan menggunakan program sofware SPSS diperoleh sig. 0,054 > nilai α = 0,05, artinya data atau sampelnya berdistribusi normal, sehingga digunakan uji statistik parametrik yaitu uji t. Dengan demikian berdasarkan nilai thitung = 3,200 ttabel = 2,080 karna maka kesimpulannya Ho ditolak dan H1 diterima artinya terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada materi  sistem persamaan linear dua variabel melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT, 3) Peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VIII-E SMP Negeri 1 Kota Ternate setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT) yaitu 0,58 yang diinterpretasikan sedang.Kata Kunci:Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa, Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT)
PENGEMBANGAN MODEL CETTAR MEMBAHANA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA la nani, karman; Hamid, Ikram; Bahara, Susana R
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.858 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v7i1.1223

Abstract

Terciptanya peningkatan kualitas hasil belajar siswa diperlukan kemampuan guru dalam merencanakan dan merealisasikan gagasan yang baru guna mencapai tujuan yang dikehendaki. Kemampuan mengembangkan model pembelajaran untuk selanjutnya diterapkan dalam proses pengajaran memiliki nilai tersendiri bagi guru menuju terciptanya motivasi berkreasi dan berinovasi. Kreativitas dan inovasi guru dalam mengembangkan model pembelajaran diharapkan mendorong terbentuknya kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menghasilkan suatu model Cettar Membahana dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini berupaya menghasilkan rumusan pengembangan model pembelajaran Cettar Membahana yang meliputi: pengertian, dan langkah-langkah penerapannya dalam pembelajaran matematika. Pengembangan penelitian ini dibatasi dalam dua tahap, yaitu: tahap pendefinisian dan perancangan. Tahap pengembangan dan penyebaran dilaksanakan sebagai penelitian lanjutannya. Model pembelajaran cettar membahana adalah suatu model pembelajaran dengan menyiapkan bahan ajar, dilaksanakan secara interaktif dalam menggeneralisasi informasi pengetahuan peserta didik secara bermakna berdasarkan tugas-tugas untuk dikerjakan peserta didik, dipecahkan bersama guru selama proses pembelajaran yang diselipkan dengan humor dan nasihat yang terciptanya situasi yang menyenangkan. Pembelajaran cettar membahana dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS MATEMATIS SISWA PADA MATERI BILANGAN BULAT Nursita Hi Mannan; Idrus Alhaddad; Ikram Hamid
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.476 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v7i2.1251

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan dalammeningkatkan kreativitas matematis siswa pada materi operasi bilangan bulatpada siswa kelas VIIC SMP Muhammadiyah 1 Kota Ternate melalui model problem based learning.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan  teknik tes dalam bentuk soal uraian yang berjumlah  4 soal. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan pedoman Tingkat Penguasan (TP) dan untuk mengatahui penigkatan hasil belajar siswa digunakan rumus N. Gain (????). Pada tes siklus I, kemampuan siswa diperoleh 5 siswa (21,73%) interpretasi tinggi dan 18 siswa (78,26%) interpretasi rendah. Siswa yang tuntas belajar secara individu sebanyak 5 siswa Ketuntasan klasikal 21,73%, sedangkan 18 siswa tidak tuntas secara klasikal adalah 78,26%  diperoleh skor rata-rata hasil belajar siswa 61,39 atau dilihat dari rumus N. Gain (????).   sama dengan 0,25. Hasil belajar siswa tes siklus I belum tuntas. Untuk hasil tes siklus II diperoleh sebanyak 12 siswa (52,17%) interpretasi tinggi, Sedangkan sebanyak 10 siswa (43,47%) interpretasi sedang, Rendah sebanyak 1 siswa (4,34%). Siswa yang tuntas belajar secara individu sebanyak 23 siswa, sedangkan ketuntasan belajar klasikal 100% diperoleh skor rata-rata hasil belajar siswa 87,43. Hasil belajar pada siklus II meningkat sebesar 0,67dari tes siklus I.  Kata Kunci :Problem Based Learning, Kreativitas Matematis, Operasi Bilangan Bulat.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA PADA MATERI BENTUK ALJABAR hangga ari saputra; Nurma Angkotasan; Asmar Bani
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.754 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v6i2.1222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Kemampuan komunikasi matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw; 2) Peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Jenis penelitian eksperimen (Quasi Eksperimentasl Design) dan Desain penelitian pretest-posttest control group design. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII-1 SMP N 6 Kota Ternate dengan jumlah populasi 21 Siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan awal pretest dan tes kemampuan akhir posttest yang mengukur kemampuan komunikasi matematis siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan kriteria penilaian kemampuan komunikasi matematis siswa dan untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dihitung menggunakan rumus nilai gain ternormalisasi.Hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan komunikasi matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terdapat 8 siswa yang memperoleh kriteria sangat baik, 2 baik, 2 cukup, 6 kurang dan 3 sangat kurang. 2) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siwa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan nilai gain ternormalisasi 0,55 diinterpretasikan sedang.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP NEGERI 62 HALMAHERA SELATAN PADA MATERI KUBUS Abdurahman, Susanti; Hamid, Ikram; Jalal, Ariyanti
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.782 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v8i1.1368

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui, (1) Bagaimana kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran berbasis masalah (2) Apakah model pembelajaran berbasis masalah berpengaruh terhadap kemampuan kerpikir  kritis matematis siswa.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 62 Halmahera Selatan yang berjumlah 42 siswa yang kemudian tersebar pada dua kelas dan Sampel yang secara acak di ambil yaitu siswa kelas VIII1 yang berjumlah 20 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan 6 butir soal sebagai instrumen yang telah divalidasi oleh validator. Analisis data yang digunakan adalah Kriteria kemampuan berpikir kritis, dan uji t.Hasil menunjukkan 60% yang sudah mencapai nilai di atas rata-rata, sehingga dikategorikan sebagai siswa yang sudah berpikir kritis,  40% siswa mencapai nilai di bawah rata-rata sehingga dikategorikan sebagai siswa yang  berpikir kritisnya kurang, Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t, dari hasil perhitungan diperoleh thitung = 2,21 dan ttabel = 2,09 karena thitung  ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima artinya bahwa data berdistribusi normal, dengan demikian model pembelajaran berbasis masalah  berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa.  Kata kunci : Model Pembelajaran berbasis masalah, kemampuan berpikir kritis   matematis siswa.
BERPIKIR SEMANTIK (SEMANTIC THINKING) SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Gampa, Marwan La; Suharna, Hery; Angkotasan, Nurma
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.341 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v8i2.1373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat berpikir semantik (semantic thinking)siswa dalam pemecahan masalah matematis. penelitian ini merupakan jenis penelitian eksploratif dengan pendekatan deskripsi kualitatif, subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP N 14 HALMAHERA SELATAN, dalam pemilihan subjek peneliti melakukan tes kemampuan matematika, hasil tes tersebut dikategorikan menjadi kategori tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data penelitian ini adalah tugas pemecahan masalah (tpm), wawaancara, dan rekaman think out load. Analisis dalam penelitian ini adalah mentranskip data verbal yang dikumpulkan, kategorisasi data, mereduki data, memeriksa keabsahan data/ triangulasi data, menelaah data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan Hasil penelitian dari masing-masing kategori pertama kemampuan matematika tinggi: Berpikir semantik siswa dalam menyelesaikan pemecahan masalah matematis dimulai dari informasi/pengetahuan yang digunakan untuk merespon berasal dari dalam diri terhadap fenomena ? fenomena yang memerlukan jawaban fakta dan mencari jawaban sendiri dari persoalan yang diangkat, menyadari kesalahan dan memperbaikinya, dan mengkomunikasikan ide dengan simbol atau gambar.Kedua kemampuan matematika sedang: Berpikir semantik siswa dalam menyelesaikan pemecahan masalah matematis dimulai dariinformasi/pengetahuan yang digunakan untuk merespon berasal dari dalam diri (internal), menjelaskan yang telah dilakukan terkait lambang atau simbol, dan mengkomunikasikan ide dengan simbol atau gambar yang selaras.Ketiga kemampuan matematika rendah: Berpikir semantik siswa dalam menyelesaikan pemecahan masalah matematis dimulai dariinformasi/pengetahuan yang digunakan untuk merespon berasal dari dalam diri, kemudian menyusun lambang atau simbol dan merepsentasikan data. Kata kunci : Berpikir Semantik dan Pemecahan Masalah matematis
Penerapan Model Discovery Learning untuk Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah pada Materi Lingkaran Dianti Aprila Lutfi; Hasan Hamid; Idrus Alhaddad
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1237.794 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v8i1.1364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui bagaimana kemampuan pemecahan masalah siswa setelah diterapkan model pembelajaran Discovery Learning pada materi lingkaran. 2) Mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa setelah diterapkan model pembelajaran Discovery Learning pada materi lingkaran. Penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII-I SMP Negeri 5 Kota Ternate. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel yaitu 21 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes berbentuk tes uraian. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif yaitu Pedoman Acuan Patokan berdasarkan kategori kemampuan pemecahan masalah siswa dan perhitungan N-Gain ternormalisasi serta statistik inferensial dengan menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan pemecahan masalah siswa siswa kelas VIII-I SMP Negeri 5 Kota Ternate setelah diterapkannya model pembelajaran Discovery Learning diperoleh 14% kualifikasi baik sekali, 5% baik, 19% cukup, 38% kurang, dan kualifikasi gagal 24%. 2) Hasil perhitungan N-Gain ternormalisasi diperoleh nilai N-gain yaitu 0,51 yang berarti peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa berada pada interpretasi sedang. Berdasarkan hasil statistik inferensial menggunakan uji Paired Samples Test dengan bantuan program SPSS 23.0 for windows diperoleh nilai sig. 0,000 (sig. ˂ α = 0,05). Hal ini berarti terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa setelah diterapkan model pembelajaran Discovery Learning.
PENGGUNAAN MEDIA KOMIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATAKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SPLDV mujawal, wardawati; Bani, Asmar; La Nani, Karman
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.39 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v7i1.1221

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui motivasi, hasil belajar dan peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 2 Kota Ternate pada materi SPLDV dengan menggunakan media komik dalam pembelajaran.Penelitian eksperimen ini menggunakan desain One group pretest-postestdengan menjadikan siswa kelas VIII-1 berjumlah 25 siswa sebagai sampel. Data hasil belajar siswa dan peningkatannya yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif menggunakan pedoman acuan patokan skala 5 dan gain ternormalisasi, serta motivasi belajar menggunakan skala likert. Hasil analisis data secara deskriptif menunjukkan bahwa hasil belajar siswa setelah menggunakan media komik dalam pembelajaran diperoleh 20% siswa dalam kualifikasi baik sekali, 48% siswa dalam kualifikasi baik, 32% siswa dalam kualifikasi cukup, dan tidak terdapat siswa dalam kualifikasi kurang dan gagal. Peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan komik sebagai media pembelajaran diperoleh 16% siswa dalam interpertasi peningkatan tinggi, 64% siswa dalam interpertasi sedang, dan 20% siswa dalam interpertasi rendah. Secara keseluruhan, peningkatan hasil belajar siswa sebesar 0,54 dalam interpertasi peningkatan sedang. Motivasi belajar siswa setelah menggunakan komik sebagai media pembelajaran diperoleh nilai 60% siswa dalam kualifikasi sangat tinggi, 40% siswa dalam kualifikasi tinggi dan tidak ada siswa dalam kualifikasi sedang, rendah, dan sangat rendah. Hasil ini menunjukan bahwa penggunaan media komik meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi sistem persamaan linier dua variabel.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PADA MATERI GARIS DAN SUDUT Lili Suryani A; Ikram Hamid; Ahmad Afandi
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.31 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v7i2.1250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis setelah diterapkannya model pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada materi garis dan sudut siswa kelas VII MTs Negeri Dowora Kota Tidore Kepulauan semester genap tahun pelajaran 2015/2016.Jenis penelitian ini adalah jenis eksperimen. Dengan desain penelitian yaitu desain eksperimen pre-eksperimental design jenis one- shot case study.Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri Dowora Kota Tidore Kepulauan dengan jumlah populasi 43 siswa. Adapun yang dijadikan sebagai sampel pada penelitian ini yaitu kelas VII A sebanyak 22 siswa yang akan diberi perlakuan model pembelajaran Think Pair Share (TPS). Untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis setelah diterapkannya model pembelajaran Think Pair Share (TPS), data dianalisis dengan analisis inferensial yaitu menggunakan uji one sample t-test dengan bantuan SPSS 20. Dengan kriteria pengujian jika nilai signifikasi lebihdari 0,05 maka H0 diterima ditolak dan jika nilai signifikasi kurang dari 0,05 maka H0 ditolak diterima. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen TPS pada variabel kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan Df = 23 diperoleh nilai signifikansi = 0,035. Nilai signifikansi pada variabel kelas eksperimen memiliki nilai yang kurang dari tingkat alpha 0,05 dimana hal inimenunjukkan bahwa ditolak dan diterima. Oleh karena diterima maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model TPS dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa.   Kata kunci: Think Pair Share(TPS), kemampuan pemahaman konsep matematis.

Page 10 of 23 | Total Record : 226