cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpfunimed@unimed.ac.id
Editorial Address
Jurnal Pendidikan Fisika, Publications Unit, The Magister of Physics Education Departement in State University of Medan, Jl. Williem Iskandar, Medan, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika
ISSN : 2252732X     EISSN : 23017651     DOI : 10.22611/jpf
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 2 (2025)" : 12 Documents clear
First-Year Students' Initial Understanding of The Basic Concept of Static Fluid Sarkity, Dios; Liana, Metta; Cicyn Riantoni; Putri Dwi Sundari; Bakhrul Rizky Kurniawan
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v14i2.62546

Abstract

Indonesia is one of the largest maritime countries in the world. Learning should be carried out contextually by linking knowledge with contexts relevant to students' daily lives, such as the maritime context. This research is descriptive to determine students' initial understanding of the basic concept of static fluids. This research involved 66 first-year students in biology education as research subjects. The data collection technique used in this research is a test that uses 6 questions that represent the concepts of density, hydrostatic pressure, and buoyant force. Data was analyzed descriptively, quantitatively and qualitatively. The research results show that many students still experience problems understanding the basic concepts of static fluids, including density, hydrostatic pressure, and buoyant force. This indicates the need for implementing learning that can improve students' understanding of basic concepts of static fluid and enable them to link their knowledge with conditions and situations related to the maritime context in their daily lives. One of the effective approaches to address this issue is implementing a problem-based learning model. This study highlights the importance of contextualized general physics instruction to bridge students’ experiential and conceptual understanding, especially in maritime-based learning contexts.
Pengaruh Microteaching terhadap Pengembangan Physics Teacher Identity Calon Guru Fisika Bintang, Kamila Aliya; Munfaridah, Nuril; Supriana, Edi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v14i2.62902

Abstract

Penelitian sebelumnya banyak menyoroti rendahnya kualitas guru, salah satunya ditandai oleh kurangnya pengetahuan calon guru akibat minimnya pengalaman mengajar. Namun, kajian yang secara khusus membahas identitas guru fisika masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kegiatan microteaching terhadap pengembangan physics teacher identity (PTI) mahasiswa calon guru fisika. Jenis penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan desain penelitian explanatory sequential. Instrumen yang digunakan yaitu kuisioner PTI yang diberikan sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan microteaching, rubrik penilaian microteaching, dan wawancara. Data kuantitatif diperoleh melalui kuisioner dan observasi microteaching.  Kemudian untuk melihat kategori peningkatan PTI dan dampak kegiatan microteaching yang dilakukan terhadap penigkatan PTI mahasiswa calon guru fisika dilakukan perhitungan N-gain dan Cohen’s d effect size. Kemudian dari penilaian hasil observasi di dapatkan sampel responden untuk dilakukan wawancara. Indikator PTI meliputi self-knowledge dan self-reflection. Hasil penelitian menunjukkan aspek setiap indikator yang meningkat melalui keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan microteaching meliputi minat mahasiswa terhadap fisika, adanya role model, pandangan orang lain terhadap mahasiswa sebagai calon guru fisika, keterampilan mahasiswa sebagai calon guru fisika, kepuasan dalam pengembangan diri sebagai calon guru fisika, manfaat pembelajaran fisika, pandangan terhadap diri sendiri sebagai calon guru fisika, dan ilmu yang diperoleh selama kegiatan microteaching berkontribusi untuk rencana karir mahasiswa sebagai calon guru fisika.
Analisis Penalaran Mahasiswa dalam Memahami Proses Konveksi Melalui Fenomena Sirkulasi Udara Adila, Agista Sintia Dewi; Dea Santika Rahayu; Choiriatun Nashifa; Ninik Munfarikha
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v14i2.64616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman mahasiswa dalam menganalisis fenomena konveksi udara menggunakan konsep termodinamika. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Responden penelitian terdiri dari 135 mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan IPA di salah satu perguruan tinggi negeri di Jawa Tengah yang telah mempelajari konsep termodinamika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mampu menjelaskan konveksi udara menggunakan besaran makroskopis dan mikroskopis, namun belum dapat mengaitkan keduanya secara utuh. Massa jenis, yang merupakan faktor kunci dalam mekanisme konveksi, jarang disebutkan, meskipun perbedaan massa jenis udara panas dan dingin menjadi penyebab utama terjadinya aliran konveksi. Beberapa miskonsepsi juga ditemukan, seperti anggapan bahwa perpindahan kalor konveksi terjadi karena tumbukan antar partikel udara dan kekeliruan dalam memilih hukum termodinamika yang relevan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemahaman mahasiswa masih bersifat terpisah dan belum mampu menghubungkan level representasi makroskopis, mikroskopis, dan fenomenologis secara menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih integratif, seperti pendekatan fenomenologis, simulasi visualisasi partikel, atau diskusi berbasis kasus, untuk membantu mahasiswa membangun keterpaduan konsep dan mengurangi miskonsepsi dalam memahami fenomena termodinamika.
Analysis of the Quality of Interactive Mobile Learning Media Based on Global Warming Material at SMA Negeri 2 Medan Limbong, Ezra Egidia Shelomitha; Budiman Nasution
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v14i2.65865

Abstract

Student disengagement and suboptimal learning completeness in physics at SMA Negeri 2 Medan, attributed to monotonous learning media, prompted the development of a mobile learning application using MIT App Inventor to enhance student interest. This inquire about utilized the Research and Development  (R&D) strategy utilized the ADDIE show with lesson X understudies as subjects. The developed media showed high validity (87.03% media, 92% material), practicality (95% teacher response, 93.8% student response), and effectiveness, as indicated by a significant N-gain of 0.80 (high category) between pre-test (46.67) and post-test (90.13) scores on global warming material. The study concludes that this mobile learning physics media is highly valid, practical, and effective for use at SMA Negeri 2 Medan. Based on this data, it can be concluded that the material physics learning media based on versatile learning MIT App Inventor created by analysts is exceptionally feasibility, exceptionally practical and exceptionally effective to utilize.
Inovasi Pengembangan E-Modul Interaktif Termodinamika Berbasis Collaborative Teamwork Learning Menggunakan Quiziz untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mesi Loviya; Sri Purwaningsih; Nizel Huda
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v14i2.67486

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa pada materi Termodinamika menunjukkan perlunya inovasi media pembelajaran yang interaktif dan mendorong kerja sama dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul interaktif berbasis model Collaborative Teamwork Learning yang dilengkapi dengan quiziz menggunakan aplikasi Flip PDF Professional untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Termodinamika. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI di MAN 3 Muaro Jambi. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi ahli materi dan media, validasi ahli praktisi, angket respons siswa untuk mengukur kelayakan dengan menggunakan skala likert serta tes hasil belajar untuk melihat efektivitas dengan mengunakan uji N-gain. Hasil validasi menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid dari segi materi dan media. Respons siswa terhadap e-modul menunjukkan kategori sangat baik, yang berarti e-modul menarik dan mudah digunakan. Selain itu, terdapat peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa setelah menggunakan e-modul ini. Dengan demikian, e-modul interaktif berbasis Collaborative Teamwork Learning menggunakan quiziz berbantuan Flip PDF Professional efektif digunakan sebagai media pembelajaran pada materi Termodinamika. Penelitian ini bermanfaat sebagai acuan dalam pengembangan media pembelajaran interaktif yang inovatif dan mendukung peningkatan keterlibatan serta hasil belajar siswa.
Pengembangan E-Modul Interaktif Berbasis Project Based Learning Pada Materi Fluida Dinamis Kelas XI SMA Pulungan, Rosimah
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v14i2.67776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebutuhan modul elektronik interaktif berbasis project based learning untuk pembelajaran fisika di SMA. Subjek penelitian adalah 4 guru fisika dan 50 siswa kelas XI yang sedang menempuh pendidikan fisika di SMA Negeri 1 Panyabungan Utara. Analisis kebutuhan dilakukan dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan penyebaran angket. Instrumen yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh informasi berupa angket. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kesimpulan bahwa guru dan siswa masih menggunakan buku paket sebagai bahan ajar utama dan LKS sebagai bahan ajar pendukung. Penggunaan modul elektronik masih jarang dan masih ada beberapa siswa yang belum mengetahui tentang modul elektronik. Bahan ajar yang digunakan baik cetak maupun elektronik belum bersifat interaktif dan berbasis model, sehingga guru dan siswa membutuhkan suatu modul elektronik interaktif berbasis project based learning yang dapat membantu mereka dalam pembelajaran fisika di SMA.
Profil Keterampilan Proses Sains Siswa pada Materi Momen Inersia di SMAN 8 Kota Bengkulu Febriani, Herfiza Nia; Ahmad Syarkowi; Eko Risdianto
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v14i2.69030

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode Cross Sectional Survey yang bertujuan untuk mendeskripsikan profil keterampilan proses sains siswa pada materi momen inersia di SMAN 8 Kota Bengkulu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMAN 8 Kota Bengkulu yang berjumlah 127 orang dengan sampel penelitian yang terdiri dari kelas XI IPA 2 sebanyak 30 orang dan XI IPA 3 sebanyak 32 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda yang telah diuji validitas, reliabilitas, tingkat kesulitan,dan daya beda butir soal-nya dengan Model Rasch. Instrumen tersebut memenuhi kriteria kualitas butir soal. Hampir semua butir soal berada dalam rentang kesesuaian yang diharapkan, sehingga hasil penelitian dapat dipercaya karena didukung oleh instrumen yang valid dan berkualitas. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, Secara keseluruhan keterampilan proses sains siswa SMAN 8 Kota Bengkulu pada materi momen inersia berkategori cukup terampil dengan persentase rata-rata 53,79%. Sedangkan  untuk setiap indikatornya yakni indikator observasi memperoleh  48,39%, indikator klasifikasi 47,58%, indikator interpretasi 43,55%, indikator prediksi 35,89%, yang seluruhnya berada pada kategori cukup terampil, sementara indikator komunikasi berkategori sangat terampil dengan persentase rata-rata 93,55%.  
Pembelajaran Mekanika dengan Model Modified Free Inquiry Learning Berbantuan Go-Lab untuk Melatihkan Keterampilan Argumentasi Ilmiah Mahasiswa Yanti Sofi Makiyah; Suhendi, Herni Yuniarti; -, Dwi Sulistyaningsih; -, Syeima Martasya Indah Permatasari; -, Siti Nurdianti Muhajir; -, Maya Mustika; Pujianti Bejahida Donuata; Luthfi Rahman
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v14i2.69271

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya Keterampilan Argumentasi Ilmiah (KAI) mahasiswa pendidikan fisika karena pembelajaran sebelumnya masih berfokus pada pemahaman konsep tanpa melatih penalaran argumentatif. Salah satu solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan menerapkan model Modified Free Inquiry Learning (MFIL) berbantuan Go-Lab dalam pembelajaran mekanika karena menekankan proses inkuiri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas pembelajaran mekanika, peningkatan KAI dan respon mahasiswa. Penelitian menggunakan one-group pretest-posttest design dengan purposive sampling berjumlah 68 mahasiswa pendidikan fisika tahun akademik 2025/2026. Instrumen yang digunakan yaitu tes KAI dan angket respon. Teknik pengumpulan data KAI diperoleh melalui pretest dan posttest serta respon mahasiswa diperoleh dari angket respon mahasiswa. Analisis data yang dilakukan yaitu N-Gain, effect size dan persentase respon mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa pembelajaran mekanika dengan model MFIL berbantuan Go-Lab efektif dalam melatihkan KAI dengan kategori sangat besar yaitu 11,04, KAI meningkat dengan kategori tinggi ditunjukkan oleh nilai N-Gain sebesar 0,82 dan respon mahasiswa sangat baik terhadap pembelajaran karena memberikan pengalaman yang bermakna sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran. mekanika dengan model MFIL berbantuan Go-Lab efektif untuk melatihkan KAI mahasiswa. 
Penerapan Model Pembelajaran React Artificial Intelligence (AI): Peningkatan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Aritonang, Syahruddin; Rambe, Aslamiyah
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v14i2.69356

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menghadirkan peluang baru dalam pembelajaran sains, khususnya dalam meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan efektivitas penerapan model pembelajaran REACT berbantuan ChatGPT AI dibandingkan dengan model konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group design pada dua kelas, yaitu kelas eksperimen dengan perlakuan REACT + ChatGPT AI (N = 34) dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional (N = 34). Instrumen yang digunakan berupa tes keterampilan proses sains yang diberikan pada pretest dan posttest. Analisis perbedaan hasil keterampilan proses sains pada posttest antara kedua kelompok dianalisis menggunakan uji t dua sampel independen (independent samples t-test) dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian diperoleh perbedaan keterampilan proses sains antara peserta didik yang diajar dengan model REACT berbantuan ChatGPT AI dan yang diajar dengan model konvensional. Pembelajaran dengan Model REACT berbantuan ChatGPT AI efektif dalam peningkatan keterampilan proses sains antara peserta didik (p value <0.05). Dengan demikian integrasi AI ChatGPT dalam model pembelajaran REACT dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang relevan pada era digital untuk meningkatkan keterampilan proses sains.
Integration of Ethnoscience in STEAM-Based Physics Learning to Enhance High School Students’ Scientific Literacy and 21st-Century Skills Fauziah, Rosynanda Nur; Ali Sunandar; Andri Suryana; Hasbullah
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v14i2.70292

Abstract

Physics learning at the senior high school (SMA) level still largely focuses on cognitive aspects and formula memorization, making it difficult for students to connect scientific concepts with real-life situations and local cultural contexts. This study aims to describe the forms of ethnoscience integration in STEAM-based (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) Physics learning and to analyze its contribution to enhancing students’ scientific literacy and developing their 21st-century skills. This research employed a qualitative approach with a descriptive–exploratory design and was conducted at a public senior high school (SMA Negeri) in Subang Regency, West Java. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed thematically using the Miles and Huberman (2014) model with source and method triangulation. The findings revealed that ethnoscience integration was implemented through the use of local cultural phenomena—such as pottery making, traditional waterwheels, and simple irrigation systems—as contexts for STEAM-based project learning in Physics. The integration effectively facilitated the development of students’ scientific literacy, strengthened higher-order thinking skills, and fostered collaborative and communicative attitudes. In conclusion, STEAM-based Physics learning integrated with ethnoscience serves as an effective pedagogical innovation that bridges science and culture, enhances scientific literacy, and nurtures students’ character to become culturally grounded individuals who are well-prepared to face the challenges of the 21st century.

Page 1 of 2 | Total Record : 12