cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 81 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2024): April 2024" : 81 Documents clear
FORMULASI SEDIAAN SHAMPOO CAIR EKSTRAK ETANOL DAUN KAYU PUTIH (MALALEUCA LEUCADENDRON L.) DENGAN CARBOPOL 940SEBAGAI PENGENTAL Samaniyah, Siti; Safitri, Dhiah Dwi; Furqan, Muhammad
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4205

Abstract

Telah dilakukan penelitian formulasi sediaan shampoo cair ekstrak etanol daun kayu putih (Malaleuca Leucadendron Linn.) dengan carbopol 940 sebagai pengental. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi dan mengevaluasi sediaan shampoo apakah memenuhi persyaratan mutu sediaan shampoo yang baik. Penelitian ini menggunakan 4 formula shampoo, dengan variasi 0%, 10%, 15%, 20%. Evaluasi yang dilakukan meliputi uji organoleptis, pH, ketahanan busa, viskosits dan uji keamanan. Hasil dari evaluasi organoleptis didapatkan shampoo ekstrak etanol daun kayu putih pada basis berwarna transparan, beraroma khas, bentuk sediaan gel, dan tidak homogen, untuk hasil formula I berwarna hijau pekat bentuk sediaan cair, beraroma khas dan tidak homogen sedangkan formula II dan III sama-sama berwarna hijau kecoklatan beraroma khas, bentuk sediaan kental dan homogen. Hasil pengukuran pH pada basis dibawah 4,2; pada formula I 4,2; formula II 4,8 dan formula III 5,8. Pada pengujian viskositas didapat hasil formula I 0,45; formula II 0,96 dan formula III 1,3. Pada pengukuran tinggi busa didapatkan hasil basis tinggi busanya 6,8 cm, formula I tinggi busanya 6,5 cm, formula II tinggi busanya 8 cm dan formula III tinggi busanya 7,3. Hasil uji keamanan menunjukkan tidak adanya reaksi kemerahan pada kulit punggung kelinci dan tidak menunjukkan iritasi pada konjungtiva mata.Kata kunci : Daun Kayu putih ( Malaleuca Leucadendron L.) , Sediaan Shampoo, Carbopol 940. A study about ethanol extract of kayu putih leaves (Malaleuca Leucadendron Linn.) liquid shampoo formulation with carbopol 940 as a thickener agent has been accomplised. This study was carried out to formulations and evaluate whether the shampoo preparations conform the quality requirements of good shampoo preparations. The results of the organoleptic evaluation obtained ethanol extract of eucalyptus leaves on a transparent colored base, typical scented, gel dosage form, and not homogeneous, for the results of formula I are dark green liquid form, typical and non-homogeneous, while formulas II and III are the same. the same is a typical scented brownish-green, thick and homogeneous dosage form. Results of pH measurements on a basis below 4.2; in formula I 4.2; formula II 4,8 and formula III 5,8. In the viscosity test the result of formula I is 0.45; formula II 0,96 and formula III 1,3. In the measurement of foam height, the result of foam height is 6.8 cm, formula I has foam height of 6.5 cm, formula II has foam height of 8 cm and formula III has foam height of 7.3. Safety test results showed no reddish reaction on the rabbit's back skin and showed no irritation to the conjunctiva of the eye.Keywords: Eucalyptus Leaves (Malaleuca Leucadendron L.), Shampoo preparations, Carbopol 940.
Faktor Risiko Timbulnya Gejala Dermatitis Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Meureubo Kabupaten Aceh Barat Tahun 2023 Putri, Muda Riska; Fitri Siregar, Siti Maisyaroh; Paradhiba, Meutia; Zakiyyudin, Zakiyyudin; Kiswanto, Kiswanto
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3810

Abstract

Dermatitis adalah peradangan pada kulit yang ditandai dengan ciri-ciri seperti gatal, kemerahan, mengelupas dan timbul bintil-bintil berisi cairan yang disebabkan oleh substansi yang menempel pada kulit. Berdasarkan data dari puskesmas Meureubo dari bulan Januari hingga September tahun 2023 penyakit dermatitis ini termasuk 10 penyakit terbesar yang pernah dialami balita yang bertempat tinggal di wilayah kerja puskesmas Meureubo terdapat sebanyak 110 kasus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa faktor risiko timbulnya gejala dermatitis pada balita di wilayah kerja puskesmas meureubo Kabupaten Aceh Barat. Metode penelitian ini adalah rencangan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita yaitu sebanyak 2.266 orang. Sampel sebanyak 96 orang balita, dianalisis dengan menggunakan analisis Univariat dan Bivariat. Hasil penelitian bahwa adanya pengaruh lingkungan rumah (Pvalue =0,004 dan PR= 1,680), personal hygiene (Pvalue =0,003 dan PR= 1,826), dan riwayat alergi (pvalue =0,000 dan PR= 2,520) terhadap timbulnya gejala dermatitis pada balita.Kata Kunci: Balita,Dermatitis, Internal, EksternalDermatitis is an inflammation of the skin characterized by characteristics such as itching, redness, peeling and fluid-filled pustules caused by substances that stick to the skin. Based on data from the Meureubo health center from January to September 2023, dermatitis is among the 10 biggest diseases experienced by toddlers who live in the Meureubo health center working area, there are 110 cases. The purpose of this study was to analyze the risk factors for the onset of dermatitis symptoms in toddlers in the working area of the meureubo health center, West Aceh Regency. This research method is an analytic observational plan with a cross sectional approach. This study was conducted at the Meureubo Health Center Work Area, West Aceh Regency. The study population was all mothers who had toddlers as many as 2,266 people. The sample was 96 toddlers, analyzed using Univariate and Bivariate analysis. The results showed that there was an influence of the home environment (pvalue = 0.004 and PR = 1.680), personal hygiene (pvalue = 0.003 and PR = 1.826), and allergic history (pvalue = 0.000 < and PR = 2.520) on the onset of dermatitis symptoms in toddlers. Keywords: Toddler, Dermatitis, Internal, External   
Uji Efektivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensis) dan Batang Serai (Cymbopogon citratus) Terhadap Bakteri Escherichia coli Zulwanis, Zulwanis; Kulla, Periskila Dina Kali; Saulie, Diffa Aprilydia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4034

Abstract

Diare di Indonesia merupakan suatu penyakit yang umum terjadi dan dapat menjadi situasi Kejadian Luar Biasa (KLB) yang potensial sering disertai dengan kematian. Diare dapat dipicu oleh berbagai jenis bakteri, salah satunya adalah bakteri Escherichia coli, bakteri ini biasanya hidup disaluran pencernaan makhluk hidup. Metode pada penelitian ini menggunakan metode difusi cakram Kirby Bauer dengan beberapa konsentrasi minyak atsiri kulit jeruk manis dan batang serai yaitu, 15%, 20%, 25% dan 30%. Ceftiaxone 5% sebagai kontrol positif dan n-Hexan 99% sebagai kontrol negatif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, zona hambat pada minyak atsiri kulit jeruk manis pada konsentrasi 15%, 20%, 25% dan 30% memiliki masing-masing zona hambat dengan rata-rata 6,27 mm, 6,33 mm, 6,35 mm, 7,26 mm. Zona hambat pada minyak atsiri batang serai dengan konsentrasi yang sama memiliki masing-masing zona hambat dengan rata-rata 6,21 mm, 6,24 mm, 6,32 mm dan 7,2 mm. Sedangkan pada kombinasi minyak atsiri kulit jeruk manis dan batang serai tidak menghasilkan zona hambat (0 mm).Kata kunci: Kulit jeruk manis, batang serai, aktivitas, Escherichia coliDiarrhea in Indonesia is a common disease and can be a potential Extraordinary Event (KLB) situation that is often accompanied by death. Diarrhea can be triggered by various types of bacteria, one of which is the Escherichia coli bacteria, this bacteria usually lives in the digestive tract of living things. The method in this study uses the Kirby Bauer disc diffusion method with several concentrations of essential oils of sweet orange peel and lemongrass stems, namely, 15%, 20%, 25% and 30%. Ceftiaxone 5% as a positive control and n-Hexan 99% as a negative control. The results of the study showed that the inhibition zones in sweet orange peel essential oil at concentrations of 15%, 20%, 25% and 30% had each inhibition zone with an average of 6.27 mm, 6.33 mm, 6.35 mm, 7.26 mm. The inhibition zones in lemongrass stem essential oil with the same concentration had each inhibition zone with an average of 6.21 mm, 6.24 mm, 6.32 mm and 7.2 mm. Meanwhile, the combination of essential oils, sweet orange peel and lemongrass stems does not produce an inhibition zone (0 mm).Keywords: Sweet orange peel, lemongrass stalks, activity, Escherichia coli
Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Subjektif Akibat Tekanan Panas pada Pekerja Pandai Besi di Gampong Lamblang Manyang Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Tahun 2022 Ahsanu, Ahsanu; Fahdhienie, Farah; Ariscasari, Putri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3778

Abstract

ABSTRACTPandai besi merupakan usaha rumahan dan bersifat tradisional yang dikerjakan dengan cara yang masih sangat sederhana dan seadanya. Lingkungan kerja pandai besi bekerja dalam ruang lingkup yang dominan bersifat panas, yang disebabkan dari uap tungku perapian untuk memanaskan besi sebelum ditempah. Tekanan panas pada pekerja pandai besi sangat tinggi dan dapat menimbulkan masalah kesehatan dan keselamatan pekerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan subjektif akibat tekanan panas pada pekerja Pandai Besi di Gampong Lamblang Manyang Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Tahun 2022. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain crossectional. Populasi pada penelitian ini pekerja usaha pandai besi di Gampong Lamblang Manyang Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Tahun 2022 berjumlah 50 orang. Pengambilan sampel sebanyak 50 responden menggunakan menggunakan total sampling dengan teknik sampling. Pengumpulan data dilakukan pda tanggal 17-24 Juli 2023 dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square melalui SPSS. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 60,0% pekerja pandai besi mengalami keluhan subjekif, 56,0% mengkonsumsi air putih >4000 ml saat bekerja, 96,0% pekerja tidak memiliki penyakit diabetes mellitus, 58,0% pekerja mengalami tingkat kelelahan kerja sangat tinggi. Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara komsumsi air putih (p-value=0,000), Usia (p-value=0,012), kelelahan kerja  (p-value=0,000) dengan keluhan subjektif akibat tekanan panas pada pekerja Pandai Besi di Gampong Lamblang Manyang, sedangkan penyakit kronis (p-value=0,239) tidak ada hubungan terhadap keluhan subjektif. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah variabel komsumsi air putih, usia, kelelahan kerja menjadi faktor yang berhubungan dengan keluhan subjektif akibat tekanan panas pada pekerja Pandai Besi di Gampong Lamblang Manyang. Disarankan Membuat peraturan untuk mengkonsumsi air minum sebelum, selama, dan setelah bekerja serta memberikan informasi kepada pekerja mengenai gejala-gejala dan efek kesehatan yang dapat terjadi akibat pajanan panas.Kata Kunci: Kelelahan Kerja, Pandai Besi, Penyakit KronisBlacksmithing is a home-based and traditional business that is done in a very simple and simple way. The blacksmith's working environment is predominantly hot, which is caused by the steam from the furnace to heat the iron before it is forged. The heat stress on blacksmith workers is very high and can cause health and safety problems for workers. The aim of this research is to determine the factors associated with subjective complaints due to heat stress among blacksmith workers in Gampong Lamblang Manyang, Darul Imarah District, Aceh Besar Regency in 2022. This research is descriptive analytical with a cross-sectional design. The population in this study, blacksmith workers in Gampong Lamblang Manyang, Darul Imarah District, Aceh Besar Regency in 2022, numbered 50 people. Samples were taken of 50 respondents using non-probability sampling with a sampling technique. Data collection was carried out on 17-24 July 2023 by interviews using a questionnaire. Data were analyzed univariately and bivariately using the chi-square test via SPSS. The results of the univariate analysis showed that 60.0% of blacksmith workers experienced subjective complaints, 56.0% needed to consume >4000 ml of water when working, 96.0% of workers did not have diabetes mellitus, 58.0% of workers experienced levels of work fatigue. very high. Bivariate analysis shows that there is a relationship between water consumption (p-value=0.000), age (p-value=0.012), work fatigue (p-value=0.000) and subjective complaints due to heat stress among blacksmith workers in Gampong Lamblang Manyang, while chronic disease (p-value=0.239) has no relationship to subjective complaints. The conclusion in this study is that the variables water consumption, age, work fatigue are factors related to subjective complaints due to heat stress in blacksmith workers in Gampong Lamblang Manyang. It is recommended to make regulations for consuming drinking water before, during and after work and provide information to workers about the symptoms and health effects that can occur due to heat exposure.Key words: Work Fatigue, Blacksmithing, Chronic Disease
Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan Antenatal Care pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Jaya Baru Kota Banda Aceh Husna, Asmaul; Safitri, Faradilla; Hayati, Ulfa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3969

Abstract

Program kesehatan keluarga Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa  terdapat4.627 kematian ibu pada  tahun 2020, naik dari 4.221 pada  tahun 2019. Pada tahun 2020 terdapat 1.330  kasus  perdarahan,  1.110 kasus hipertensi terkait kehamilan, dan 230 kasus gangguan pada sistem perdarahan, yang menyebabkan sebagian besar kematian  ibu. Tingginya AKI di Indonesia disebabkan oleh beberapa variabel, antara lain perilaku ibu hamil yang tidak tepat dalam menggunakan pelayanan  antenatal care (ANC) selama kehamilan,  sehingga komplikasi pada kehamilan tidak dapat dideteksi dan menjadi kehamilan yang berisiko tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini telah dilaksanakan di Puskesmas Jaya Baru Kota Banda Aceh pada 17 sampai 24 Juli tahun 2023. Populasi dalam  penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III yang berkunjung di Puskesmas Jaya Baru Kota Banda Aceh pada bulan Januari sampai dengan Mei 2023 sebanyak 146 ibu hamil trimester III. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling yaitu seluruh ibu hamil trimester III yang berkunjung di Puskesmas Jaya Baru Kota Banda Aceh dijadikan sampel pada bulan 17 sampai 22 Juli tahun 2023 berjumlah 35 orang. Hasil analisis bivariat di dapat bahwa Ada hubungan yang signifikan antara hubungan  pengetahuan  dengan  Kunjungan Antenatal Care Pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas  Jaya Baru Kota Banda Aceh dengan nilai P=0.003 dan Tidak ada hubungan yang signifikan antara hubungan  Paritas dengan  Kunjungan Antenatal Care Pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Jaya Baru Kota Banda Aceh dengan nilai P=0.453.Kata Kunci: Pengetahuan, Paritas dan Kunjungan Antenatal CareThe Ministry of Health's family health program reported that there were 4,627 maternal deaths in 2020, up from 4,221 in 2019. In 2020 there were 1,330 cases of bleeding, 1,110 cases of pregnancy-related hypertension, and 230 cases of disorders of the bleeding system, which caused the majority of deaths. Mother. The high MMR in Indonesia is caused by several variables, including inappropriate behavior of pregnant women in using antenatal care (ANC) services during pregnancy, so that complications in pregnancy cannot be detected and become high-risk pregnancies. This research is analytical research with a cross sectional approach. This research was carried out at the Jaya Baru Health Center, Banda Aceh City from 17 to 24 July 2023. The population in this study were all third trimester pregnant women who visited the Jaya Baru Health Center, Banda Aceh City from January to May 2023, totaling 146 trimester pregnant women. III. The sampling technique in this study used accidental sampling, that is, all pregnant women in the third trimester who visited the Jaya Baru Community Health Center, Banda Aceh City, were sampled from 17 to 22 July 2023, totaling 35 people. The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between the relationship between knowledge and Antenatal Care Visits for Pregnant Women in the Third Trimester at the Jaya Baru Community Health Center, Banda Aceh City with a value of P=0.003 and there was no significant relationship between the relationship between Parity and Antenatal Care Visits for Pregnant Women. Trimester III at the Jaya Baru Community Health Center, Banda Aceh City with a value of P=0.453.Keywords: Knowledge, Parity and Antenatal Care Visits
Hubungan Sistem Kearsipan dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pasien di RSUD Dr. R.M Djoelham Sapriadi, Sapriadi; Pratiwi, Astrid; Sulisna, Aida
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3861

Abstract

Pendahuluan; Pengelolaan arsip sering disebut dengan manajemen arsip yang pelaksanaanya harus dilakukan secara tertib dan menyeluruh. Tanpa didukung suatu sistem pengelolaan rekam medis yang baik dan benar, kemungkinan tertib administrasi rumah sakit akan sulit berhasil sebagaimana yang diharapkan. Berdasarkan survei awal, dari 10 petugas rekam medis, 6 petugas menyatakan cara penyimpanan dan penataan arsip data rekam medis berbeda dan 4 petugas menyatakan sistem yang digunakan menggunakan numerical filling sistem. Tujuan; Untuk mengetahui hubungan sistem kearsipan dalam meningkatkan kualitas pelayanan pasien di RSUD Dr. R.M Djoelham. Metode; Penelitian ini bersifat kuantitatif dan dirancang sebagai survei analitik menggunakan pendekatan crossectional. Penelitian ini melibatkan 32 petugas rekam medis total, dan 32 sampel diambil dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat, menggunakan statistik uji chi-square. Hasil; Sistem kearsipan memiliki nilai p = 0,013 < 0,05. Artinya ada hubungan sistem kearsipan dengan kualitas pelayanan pasien di RSUD Dr. R.M Djoelham. Kesimpulan; Ada hubungan sistem kearsipan dengan kualitas pelayanan pasien.Kata Kunci : Sistem Kearsipan, Kualitas Pelayanan, PasienBackground; Archive management is often referred to as archive management, the implementation of which must be carried out in an orderly and thorough manner. Without the support of a good and correct medical record management system, it is likely that the orderly administration of the hospital will be difficult to succeed as expected. Based on the initial survey, out of 10 medical record officers, 6 officers stated that the way to store and organize medical record data archives was different and 4 officers stated that the system used used a numerical filling system. Objectives;  The relationship between the filing system in improving the quality of patient care at Dr. R.M Djoelham in Hospital 2022. Method; This type of research is quantitative with an analytic survey design using a cross-sectional approach. The population of this study was all medical record officers as many as 32 people with a sample of 32 people who were taken using the total sampling technique. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the chi-square test statistic. Result; The filing system has a value of p = 0.013 <0.05. This means that there is a relationship between the filing system and the quality of patient care at Dr. R.M Djoelham Hospital in 2022. Conclusion; There is a relationship between the archive system and the quality of patient service.Keywords : Filing System, Service Quality, Patients
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Gel Topikal Daun Beluntas (Pluchea indica (L.) Astryna, Syarifah Yanti; Alvionida, Fitra; Nurhayati, Nurhayati; Sulistyani, Nanik; Sugihartini, Nining
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4108

Abstract

Indonesia merupakan Negara yang terkenal akan sumber kekayaan hayatinya, salah satunya adalah daun beluntas. Daun beluntas berpotensi sebagai antibakteri sehingga tepat untuk diformulasi dalam bentuk sediaan obat terutama gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun beluntas terhadap aktivitas antibakteri. Gel dibuat dalam empat variasi basis gel yaitu F0 (0,5% karbopol, 1% HPMC), FI (1% karbopol, 1,5% HPMC), FII (1,5% karbopol, 2,5% HPMC), dan FIII (2% karbopol, 3% HPMC). Kemudian gel diuji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan metode Kirby bauer. Data yang diperoleh dianalisis dengan One Way Anova dengan taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan dengan beberapa parameter di atas variasi karbopol 940 dan HPMC yang paling optimal dalam gel ekstrak daun beluntas adalah FIII (2% karbopol dan 3% HPMC). Namun yang mempunyai aktivitas antibakteri paling tinggi terhadap Staphylococcus aureus adalah FI (1% karbopol dan 1,5% HPMC) yang ditunjukkan dengan terbentuknya diameter zona bening di sekitar lubang sumuran termasuk dalam katagori daya hambat kuat.Kata Kunci: Antibakteri, Formulasi, Gel, Pluchea indica (L.)), Staphylococcus aureus Indonesia is a country famous for its natural resources, one of which is beluntas leaves. Beluntas leaves have the potential as antibacterial so they are suitable to be formulated in the form of drug preparations, especially gels. This study aims to determine the effect of beluntas leaf extract on antibacterial activity. The gel was made in four variations of gel bases, namely F0 (0.5% carbopol, 1% HPMC), FI (1% carbopol, 1.5% HPMC), FII (1.5% carbopol, 2.5% HPMC), and FIII (2% carbopol, 3% HPMC). Then the gel was tested for antibacterial activity against Staphylococcus aureus bacteria using the Kirby Bauer method. The data obtained were analyzed by One Way Anova with a confidence level of 95%. Based on the results of the tests that have been carried out with several parameters above, the most optimal variation of carbopol 940 and HPMC in beluntas leaf extract gel is FIII (2% carbopol and 3% HPMC). However, the one with the highest antibacterial activity against Staphylococcus aureus is FI (1% carbopol and 1.5% HPMC) which is indicated by the formation of a clear zone diameter around the well hole, which is included in the strong inhibitory power category.Keywords: antibacterial, formulation, gel, (Pluchea indica (L.)), Staphylococcus aureus
FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) SEBAGAI PEWARNA RAMBUT ALAMI Ananda, Zulia; Rahmi, Cut; Kesumawati, Kesumawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4186

Abstract

Latar Belakang : Era zaman modern banyak produk yang digunakan untuk pewarna rambut. Sediaan pewarna rambut digunakan dalam tata rias untuk mewarnai rambut agar terlihat menarik. Tumbuhan yang memiliki zat warna salah satunya rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) zat warna yang terkandung adalah kurkumoid.Tujuan Penelitian : untuk mengetahui zat warna pada temulawak dapat diformulasikan sebagai gel pewarna rambut dan zat warna pada temulawak dapat menghasilkan warna terbaik pada konsentrasi tertentu.Metode Penelitian : adalah maserasi, pembuatan formulasi dengan penambahan ekstrak temulawak sebagai zat pewarna dengan 4 variasi konsentrasi 0%, 5%, 15% dan 25%, pirogalol sebagai pembangkit warna, xanthan gum sebagai pengental dan aquades sebagai pelarut. Evaluasi sediaan pewarna rambut meliputi pengujian : organoleptik, pH, iritasi, stabilitas warna yang dihasilkan, stabilitas terhadap pencucian, stabilitas terhadap matahari dan kesukaan.Hasil Penelitian : Hasil penelitian evaluasi sediaan untuk uji organoleptik menunjukan bahwa semakin besar konsentrasi yang ditambahkan maka semakin pekat warna yang dihasilkan. pH terbaik yaitu menunjukan pada F3. Uji iritasi sediaan pewarna rambut menyatakan bahwa tidak ada reaksi pada semua formula yang telah diuji. uji stabilitas warna yang dihasilkan semakin besar konsentrasi ekstrak, maka semakin gelap warna yang dihasilkan. uji stabilitas warna terhadap pencucian menunjukan formula terbaik pada F4. Uji stabilitas terhadap matahari warna rambut tidak mengalami perubahan. Uji kesukaan yang terbaik adalah F4. Zat warna pada rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dapat diformulasikan sebagai gel pewarna rambut.Kesimpulan : Formulasi yang menghasilkan warna terbaik yaitu pada konsentrasi ekstrak rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) 25% menghasilkan warna kuning perang kecoklatan. Kata Kunci : Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), Rambut, Gel Pewarna Rambut.
Faktor yang Berhubungan dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas Meuraxa Kota Banda Aceh Tahun 2022 Jazila, Ulfatul; Arifin, Vera Nazhira; Santi, Tahara Dilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3825

Abstract

Data yang diperoleh di Di Wilayah Kerja Puskesmas Meuraxa masih tingginya angka diabetes melitus yang disebabkan oleh faktor kurangnya pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Meuraxa Kecamatan Meuraxa Jaya Kota Banda Aceh Tahun 2022. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik dengan desain Case Control. Lokasi penelitain Di Wilayah Kerja Puskesmas Meuraxa. Pengambilan data sekunder dilakukan pada tanggal 10-16 Maret Tahun 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang berkunjung ke Puskesmas yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Meuraxa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 67 responden kasus dan 67 responden Kontrol. Data di analisis secara univariat dan bivariate, dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola makan (P=0,027, OR=0,43),  usia (P=0,000, OR=5,31), aktivitas fisik (P=0,046, OR=2,07), dan genetik (P=0,000, OR=693) dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Sedangkan tidak ada hubungan antara obesitas (P=0,861, OR=1,06),  pengetahuan (P=0,860, OR=1,06), dan pemeriksaan dini (P=0,679, OR=1,85) dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Kesimpulan dalam penelitian adalah ada hubungan antara pola makan, usia, aktivitas fisik dan genetik dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Sedangkan tidak ada hubungan antara pengetahuan, obesitas dan pemeriksaan dini dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Disarankan pada pihak Puskesmas untuk dapat meningkatkan peran serta program promosi kesehatan, penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan, menmambah informasi kesehatan untuk pencegah penyakit diabetes melitus sedini mungkin.Kata Kunci: Diabetes Melitus, Gula Darah, Pola MakanData obtained in the Meuraxa Community Health Center working area still has a high rate of diabetes mellitus which is caused by a lack of knowledge. The aim of this research is to determine the factors related to blood sugar levels in diabetes mellitus sufferers in the working area of the Meuraxa Health Center, Meuraxa Jaya District, Banda Aceh City in 2022. This research was conducted using a descriptive analytical method with a case control design. Research location in the Meuraxa Community Health Center Working Area. Secondary data collection was carried out on March 10-16 2022. The population in this study were all patients visiting the Puskesmas who lived in the Meuraxa Puskesmas working area. The sample in this study consisted of 67 case respondents and 67 control respondents. Data were analyzed univariately and bivariately, using the chi square test. The results showed that there was a relationship between diet (P=0.027, OR=0.43), age (P=0.000, OR=5.31), physical activity (P=0.046, OR=2.07), and genetics. (P=0.000, OR=693) with blood sugar levels in diabetes mellitus sufferers. Meanwhile, there was no relationship between obesity (P=0.861, OR=1.06), knowledge (P=0.860, OR=1.06), and early examination (P=0.679, OR=1.85) with blood sugar levels in diabetes mellitus sufferers. The conclusion of the research is that there is a relationship between diet, age, physical activity and genetics with blood sugar levels in diabetes mellitus sufferers. Meanwhile, there is no relationship between knowledge, obesity and early examination with blood sugar levels in diabetes mellitus sufferers. The recommended that the Community Health Center increase its role in health promotion programs, outreach to increase knowledge, add health information to prevent diabetes mellitus as early as possible.Keywords: Blood Sugar, Diabetes Mellitus, Diet
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Bendungan Asi Pada Ibu Menyusui di Desa Bineh Blang Kabupaten Aceh Besar Afriana, Afriana; Widiawati, Widiawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4064

Abstract

Menyusui merupakan suatu cara yang tidak ada duanya dalam memberikan makanan yang ideal bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Selain itu, menyusui mempunyai pengaruh biologis serta kejiwaan yang unik terhadap kesehatan ibu dan bayi. Zat-zat anti infeksi yang terkandung dalam ASI membantu melindungi bayi terhadap penyakit. Akan tetapi, menyusui tidak selamanya dapat berjalan dengan normal, tidak sedikit ibu-ibu mengeluh seperti adanya pembengkakan payudara akibat penumpukan ASI, karena pengeluaran ASI tidak lancar atau pengisapan oleh bayi. Pembengkakan ini akan mengakibatkan rasa nyeri pada ibu bahkan tidak jarang ibu merasa demam, oleh karena itu para ibu  dianjurkan untuk melakukan perawatan payudara agar tidak terjadi komplikasi seperti bendungan ASI.Penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi bendungan ASI pada ibu menyusui di desa  Bineh Blang Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Desain penelitian ini bersifat analitik, dengan pendekatan crossectional dimana penelitan ini dilakukan sesaat atau satu waktu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang ada di desa Bineh Blang Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar, sedangkan sampel diperoleh secara Accidetal sampling sebanyak 32 orang. Mayoritas ibu menyusui di desa Bineh Blang yang mengalami bendungan ASI  dimana tidak ada bendungan ASI yang memiliki pengetahuan cukup, yaitu sebanyak 14 responden (87,5%). Hasil uji statistik diperoleh nilai    maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan bendungan ASI. ada bendungan ASI memiliki tingkat pendidikan dasar, yaitu sebanyak 1 responden (100%). Hasil uji statistik diperoleh nilai    maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara pendidikan dengan bendungan ASI. ada bendungan ASI memiliki sikap negatif sebanyak 4 responden (33,3%). Hasil uji statistik diperoleh nilai    maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara sikap dengan bendungan ASI.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu menyusui  masih rendah, oleh karena itu disarankan  kepada responden untuk lebih aktif mencari informasi tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan tehnik menyusui  yang benar untuk mencegah bendungan ASI. Hal ini dapat diperoleh dengan mengunjungi tempat kesehatan.Kata Kunci : Ibu Post Partum, Kecemasan, Pengeluaran ASIBreastfeeding is an unbeatable way of providing ideal food for the healthy growth and development of babies. In addition, breastfeeding has unique biological and psychological influences on the health of mothers and babies. Anti-infective substances contained in breast milk help protect babies against disease. However, breastfeeding cannot always proceed normally, not a few mothers complain that there is swelling of the breasts due to accumulation of milk, because milk production is not smooth or sucking by the baby. This swelling will cause pain in the mother and it is not uncommon for mothers to feel feverish, therefore mothers are advised to take care of their breasts so that complications such as breast milk engorgement do not occur.The study was conducted to determine the factors that affect breastfeeding mothers in the village of Bineh Blang, Want Jaya District, Aceh Besar District.The design of this research is analytic, with a cross-sectional approach where this research is carried out momentarily or one time. The population in this study were all breastfeeding mothers in the village of Bineh Blang, Want Jaya District, Aceh Besar District, while the sample was obtained by accidental sampling of 32 people. The majority of breastfeeding mothers in Bineh Blang village who experienced ASI dams where there were no ASI dams had sufficient knowledge, namely 14 respondents (87.5%). The statistical test results obtained a value, so it can be concluded that there is no relationship between knowledge and ASI dams. there is an ASI dam has a basic education level, namely as many as 1 respondent (100%). The statistical test results obtained a value, so it can be concluded that there is no relationship between education and ASI dams. there is an ASI dam has a negative attitude as much as 4 respondents (33.3%). The results of statistical tests obtained values, it can be concluded that there is no relationship between attitudes and ASI dams.From the results of the study it can be concluded that the knowledge of breastfeeding mothers is still low, therefore it is suggested to respondents to be more active in seeking information about everything related to correct breastfeeding technique toKeywords: Maternal postpartum, breastfeeding ation.