cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Terhambatnya Pertumbuhan Balita di Desa Nase Me Kecamatan Pandrah Kabupaten Bireuen Batubara, Apriany Ramadhan; Wahyuni, Sri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1943

Abstract

Latar Belakang : Indikator keberhasilan SDG's (Suitainable Development Goals) diterjemahkan dalam enam poin, Pemilihan enam poin dalam bidang gizi terkait laporan Global Nutrition Report tahun 2014 yang menyatakan Indonesia merupakan satu dari 117 negara yang menderita tubuh pendek (stunting), kurus (wasting), dan obesitas akibat ketidakseimbangan asupan gizi. Pertumbuhan anak dilihat dari status gizi anak balita (bawah lima tahun) diukur berdasarkan usia, Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB). Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terhambatnya pertumbuhan balita di Desa Nase Me Kecamatan Pandrah Kabupaten Bireuen. Metode : Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Desa Nase Me Kecamatan Pandrah Kabupaten Bireuen. Populasi dalam  penelitian  ini adalah  seluruh ibu yang memiliki balita usia 1-5 tahun sebanyak 42 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara Total Populasi. Analisa hasil digunakan dengan uji chi square. Hasil : Dari hasil uji chi square pada faktor pengetahuan dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) menunjukkan nilai p (0,027) < p value (0,05) berarti ha diterima dan ho ditolak, artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan pertumbuhan balita. Pada faktor ekonomi keluarga menunjukkan nilai p value (0,018) < α (0,05) berarti ha diterima dan ho ditolak, artinya ada hubungan antara tingkat ekonomi keluarga dengan pertumbuhan balita. Pada faktor lingkungan nilai p (0,001) < p value (0,05) berarti ha diterima dan ho ditolak, artinya ada hubungan antara lingkungan dengan pertumbuhan balita Kesimpulan : Ada hubungan faktor pengetahuan, ekonomi keluarga dan lingkungan dengan terhambatnya pertumbuhan balita di Desa Nase Me Kecamatan Pandrah Kabupaten Bireuen. Diharapkan kepada Dinas Kesehatan Bireuen khususnya bidan desa agar meningkatkan penyuluhan dan lebih mempromosikan tentang informasi pertumbuhan balita.Kata kunci: Pengetahuan, Sosial Ekonomi, Lingkungan, Pertumbuhan BalitaBackground: The indicators for the success of SDG's (Suitainable Development Goals) are translated into six points. The selection of six points in the field of nutrition is related to the 2014 Global Nutrition Report which states that Indonesia is one of 117 countries suffering from stunting, wasting and obesity due to nutritional imbalance. Child growth is seen from the nutritional status of children under five years old, measured by age, body weight (BB) and height (TB). Objective: This study aims to determine the factors associated with stunted growth of children under five in Nase Me Village, Pandrah District, Bireuen Regency. Method: This study uses an analytical survey with a cross sectional approach. The research was conducted in Nase Me Village, Pandrah District, Bireuen Regency. The population in this study were all mothers who had toddlers aged 1-5 years as many as 42 people. Sampling in this study was carried out in total population. Analysis of the results used with chi square test. Results: From the results of the chi square test on the knowledge factor with a 95% confidence level (α = 0.05) shows the p value (0.027) < p value (0.05) meaning ha is accepted and ho is rejected, meaning that there is a relationship between knowledge and the growth of toddlers. The family economic factor shows the p value (0.018) < (0.05) meaning ha is accepted and ho is rejected, meaning that there is a relationship between the family's economic level and the growth of children under five. In environmental factors p value (0.001) < p value (0.05) means ha is accepted and ho is rejected, meaning that there is a relationship between the environment and the growth of toddlers. Conclusion: There is a relationship between knowledge factors, family economy and the environment with stunted growth of toddlers in Nase Me Village, Pandrah District, Bireuen Regency. It is hoped that the Bireuen Health Office, especially village midwives, will increase counseling and promote more information on toddler growth.Keywords: Knowledge, Socio Economic, Environment, Toddler Growth
Faktor yang Berhubungan dengan Persalinan Sectio Caesarea Periode 1 Januari – Desember 2019 di RSU Bandung Medan Dila, Wiliyana; Nadapda, Thomson P; Sibero, Jitasari Tarigan; Harahap, Fatma Sylvana Dewi; Marsaulina, Ivansri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1988

Abstract

Sectio Caesarea adalah cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut atau vagina.Hasil data dariWorld Health Organization (WHO) standart rata- rata angka oprasi Sectio caesarea di sebuah negara adalah 10-15% saja, tetapi secara keseluruhan persalinan secara Sectio caesarea dilaporkan terjadi 25-50%, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (usia, paritas, riwayat persalinan, Partus Tak Maju, Ketuban Pecah Dini) yang berhubungan dengan persalinan Sectio caesarea di Rumah Sakit Umum Bandung Medan Periode 1 Januari – Desember 2019. Penelitian ini menggunakan metode Mix Methods. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang mengalami sectio caesarea sebanyak 550 kasus dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini 231 kasus, dilakukan dengan menggunakan analisa data yaitu analisa univariat,analisa bivariat dan multivariat. Dari hasil penelitian ini, dengan uji statistic pearson chi-square pada usia dengan sectio saecarea diperoleh nilai sig p=0,000<0,05. Paritas dengan sectio caesarea diperoleh hasil p=0,002=<0,05. riwayat persalinan dengan sectio saecarea diperoleh hasil p=0,000=<0,005, Partus Tak Maju diperoleh hasil p=0,007=<0,005, Ketuban Pecah Dini diperoleh hasil p=0,001=<0,005 Maka diperoleh ada hubungan usia, paritas, riwayat persalinan, partus tak maju, berat bayi lahir dengan sectio saecarea di RSU Bandung Medan dan faktor paling dominan dengan tingkat sectio caesarea adalah variabel riwayat persalinan dengan nilai signifikan 0,000 (p value < 0,05. Dari hasil kualitatif di dapatkan indikasi Ketuban Pecah Dini 1 orang, usia dan paritas yang beresiko 1 orang, usia dan Partus Tak Maju 1 orang,  Riwayat SC 1 orang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hubungan faktor usia, paritas, riwayat persalinan, Partus Tak Maju, Ketuban Pecah Dini dengan sectio saecarea di RSU Bandung Medan Periode 1 Januari – Deesember 2019. Diharapkan pada petugas kesehatan agar dapat meningkatkan pelayanan konseling kehamilan terutama kepada ibu yang sedang hamil untuk menurunkan angka persalinan sectio caesarea.Kata Kunci: Usia, Paritas, Riwayat Persalinan, Partus Tak Maju, Ketuban Pecah DiniSectio Caesarea is a method of giving birth to a fetus by making an incision in the uterine wall through the front wall of the abdomen or vagina. The results of data from the World Health Organization (WHO) indicate that the average rate of Sectio Caesarea in a country is 10-15%, but overall deliveries are generally Sectio caesarea is reported to occur in 25-50%. The purpose of this study was to determine (age, parity, history of labor, Inadvertent Parturition, Premature rupture of membranes) associated with delivery of Sectio caesarea at Bandung General Hospital Medan Period 1 January – December 2019. This study uses the Mix Methods method. The population in this study were all maternity mothers who underwent sectio caesarea as many as 550 cases and the sample used in this study was 231 cases, carried out using data analysis, namely univariate analysis, bivariate and multivariate analysis. From the results of this study, with the Pearson chi-square statistical test on age with sectio caesarea, the value of sig p = 0.000 <0.05 was obtained. Parity with sectio caesarea obtained p=0.002=<0.05. history of labor with caesarean section obtained p = 0.000 = <0.005, Incomplete Parturition obtained p = 0.007 = <0.005, Premature rupture of membranes obtained p = 0.001 = <0.005 So there is a relationship between age, parity, history of labor, incomplete parturition advanced, the weight of the baby was born by sectio caesarea at RSU Bandung Medan and the most dominant factor with the rate of sectio caesarea was the birth history variable with a significant value of 0.000 (p value <0.05. From the qualitative results, it was obtained indications of premature rupture of membranes 1 person, age and parity at risk of 1 person, age and 1 person Inadvertent Parturition, History of SC 1 person. The conclusion of this study is the relationship between age, parity, history of childbirth, incomplete labor, premature rupture of membranes with sectio caesarea at RSU Bandung Medan Period 1 January - December 2019. It is hoped that health workers can improve pregnancy counseling services, especially to mothers who are pregnant. pregnant to reduce the rate of caesarean section delivery.Keywords: Age, Parity, History of Childbirth, Inadvertent Parturition, Premature Rupture of Membranes
PENGARUH FAKTOR EFIKASI DIRI TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA SMK KESEHATAN ASSYIFA SCHOOL BANDA ACEH T Murhadi; Evi Kurniawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v5i2.440

Abstract

AbstrakPrilaku seksual remaja antara lain disebabkan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, adanya penyebaran media informasi dan rangsangan seksual melalui media massa serta Efikasi diri yang merupakan keyakinan akan kemampuan diri untuk melakukan suatu tindakan yang diharapkan dan juga yang melatar belakangi remaja untuk melakukan suatu tindakan atau mengontrol kondisi khususnya yeng berhubungan dengan prilaku seksual.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor Efikasi Diri terhadap perilaku seksual remaja di SMK Kesehatan Assyifa School Banda Aceh. Metode Penelitian  yang akan dilakukan bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional, dengan objek penelitian adalah seluruh siswa SMK Kesehatan Assyifa School Banda Aceh, menggunakan analisa univariat dan bivariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efikasi Diri Siswa lebih banyak pada kategori rendah sebanyak 121 siswa (63,4 %), Perilaku seksual remaja lebih banyak banyak pada kategori Negatif sebanyak 97 siswa (50,8 %) dan Efikasi Diri Remaja yang rendah dan prilaku seksual negatif sebanyak 69 siswa (57,0 %) dengan nilai p value 0,02.Kesimpulan berarti ada pengaruh antara efikasi diri terhadap perilaku seksual Remaja. Diharapkan mengaktifkan peran bimbingan dan konseling tentang kesehatan seksual, reproduksi dan kehamilan yang sehat kepada seluruh siswa serta memberikan reward terhadap kelebihan yang dimiliki setiap siswa sehingga tercipta rasa percaya diri, harga diri, dan efikasi diri yang tinggi untuk hal yang positif.
Analisis Kepatuhan Pasien Hipertensi Terhadap Penggunaan Obat Generik di Wilayah Kerja Puskesmas Mane Kabupaten Pidie Andika, Fauziah; Safitri, Faradilla; Husna, Asmaul; Rahmi, Nuzulul; Rizki, Geubrina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1934

Abstract

Hipertensi menjadi masalah kesehatan di seluruh belahan dunia dan sebagai salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Hipertensi juga disebut sebagai penyakit tidak menular, karena hipertensi tidak ditularkan dari orang ke orang. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018) prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%. Ini mengalami peningkatan dibandingkan prevalensi hipertensi pada Riskesdas Tahun 2013 sebesar 25,8%. Penelitian  ini  bertujuan untuk  mengetahui  hubungan   antara   pengetahuan dan sumber informasi dengan kepatuhan pasien hipertensi terhadap penggunaan obat generik di  wilayah  kerja  Puskesmas  Mane Kecamatan Mane. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik, desain cross sectional dengan memberikan wawancara dan kuesioner serta mengukur  variabel  pada  saat  bersamaan, dan  responden  hanya  diukur  satu  kali.   Total  populasi  pasien  270  pasien  dan diambil 72 pasien menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 01 November sampai dengan 06 November 2021. Analisis Data menggunakan  uji statistik Chi-Square dengan CI 95%. Hasil Penelitian berdasarkan hasil uji statistik diperoleh bahwa hubungan kepatuhan pasien hipertensi terhadap penggunaan obat dengan penegtahuan (p=0,002) dan sumber informasi (p=0,004). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dan sumber informasi dengan kepatuhan pasien hipertensi terhadap penggunaan obat generik. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan lagi kualitas pelayanan kesehatan terutama pada penyakit hipertensi. Serta dilaksanakannya program edukasi dan  promosi  mengenai  kepatuhan  dalam  menjalankan  pengobatan. Kata Kunci: Pengetahuan, sumber informasi dan kepatuhan penggunaan obat generik.Hypertension is a health problem in all parts of the world and is one of the main risk factors for cardiovascular disease. Hypertension is also referred to as a non-communicable disease, because hypertension is not transmitted from person to person. Based on the Basic Health Research (Riskesdas 2018) the prevalence of hypertension in Indonesia is 34.1%. This has increased compared to the prevalence of hypertension in Riskesdas 2013 which was 25.8%. This study aims to determine the relationship between knowledge and sources of information with hypertensive patients' adherence to the use of generic drugs in the work area of the Mane Health Center, Mane District. This study used descriptive analytic, cross sectional design by providing interviews and questionnaires and measuring variables at the same time, and respondents were only measured once. The total patient population was 270 patients and 72 patients were taken using purposive sampling. Data collection is carried out on November 01 to November 06, 2021 Data analysis used Chi-Square statistical test with 95% CI. The results of the study based on the results of statistical tests, it was found that the relationship between hypertensive patients' adherence to drug use was with knowledge (p = 0.002) and sources of information (p = 0.004). The conclusion of this study is that there is a relationship between knowledge and sources of information with hypertensive patients' adherence to the use of generic drugs. It is hoped that health workers will further improve the quality of health services, especially for hypertension. As well as the implementation of education and promotion programs regarding adherence in carrying out treatment. Keywords: Knowledge, sources of information and compliance with the use of generic drugs
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Perilaku Pencegahan Jajan di Luar Kantin Sekolah Dasar Negeri 060925 Kecamatan Medan Amplas Sari, Donna Permata; Nyorong, Mappeaty; Nasution, Zuraidah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1966

Abstract

Menurut data BPOM tahun 2019 sekitar 40-45% jajanan anak sekolah tidak memenuhi syarat. Hal ini dapat memperburuk status gizi anak yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak sekolah. Makanan jajanan yang mengandung zat berbahaya dan tercemar oleh mikrooba dapat menimbulkan reaksi akut pada  tubuh, yaitu berupa batuk, diare, alergi, kesulitan buang air besar atau bahkan keracunan. Tujuan penelitian untuk menganalisis perilaku jajan anak Sekolah Dasar Negeri 060925 Kecamatan Medan Amplas Desain penelitian yang digunakan adalah  survei analitik  dengan rancangan cross sectional. Populasi  dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Dasar Negeri 060925 Kecamatan Medan Amplas yaitu berjumlah 102 orang. Tehnik pengambilan sampel  menggunakan purposive sampling. Jumlah  sampel yang akan diteliti adalah  50 orang.  Analisa data dilakukan  dengan analisis univariat, bivariat dengan uji Chi Square dan multivariate. Hasil penelitian  variabel Pengetahuan diperoleh nilai p-value = 0,001, Sikap = 0,002, Tindakan = 0,001 artinya ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap Pengetahuan, Sikap dan Tindakan pencegahan jajan diluar kantin Sekolah Dasar Negeri 060925 Kecamatan Medan Amplas. Hasil analisis  multivariat didapatkan  variabel yang paling  berpengaruh dalam penelitian ini adalah variabel Pengetahuan dengan nilai Exp (B) 26.000. Ada hubungan penyuluhan kesehatan dengan pengetahuan, sikap dan tindakan dengan perilaku pencegahan jajan diluar kantin Sekolah Dasar Negeri 060925 Kecamatan Medan Amplas, dari hasil analisis multivariat menunjukkan hasil bahwa faktor penyuluhan kesehatan yang paling dominan adalah variabel pengetahuan. Diharapkan kepada pihak sekolah agar pengetahuan siswa Sekolah Dasar Negeri 060925 Kecamatan Medan Amplas dapat bertambah dan menjadi media diskusi yang dapat menambah daya tarik siswa dalam mempelajari ilmu tentang kesehatan jajanan secara komprehensif.Kata Kunci: Perilaku Pencegahan Jajan Diluar Kantin Sekolah, Pengetahuan, Sikap, TindakanAccording to BPOM data in 2019, around 40-45% of school children's snacks do not meet the requirements. This can worsen the nutritional status of children which can affect the growth of school children. Snack foods that contain harmful substances and are contaminated by microbes can cause acute reactions in the body, namely coughing, diarrhea, allergies, difficulty defecating or even poisoning. The purpose of the study was to analyze the snacking behavior of children at State Elementary School 060925, Medan Amplas District. The research design used was an analytic survey with a cross sectional design. The population in this study was the population in this study were students of the State Elementary School 060925 Medan Amplas District, which amounted to 102 people. The sampling technique used purposive sampling. The number of samples to be studied is 50 people. Data analysis was performed with univariate analysis, bivariate with Chi Square and multivariate tests. The results of the study of the Knowledge variable obtained p-value = 0.001, Attitude = 0.002, Action = 0.001 meaning that there was an influence between health education on Knowledge, Attitude and action on preventing snacking behavior outside the school canteen in State Elementary School students 060925 Medan Amplas District. The results of multivariate analysis showed that the most influential variable in this study was the Knowledge variable with an Exp (B) value of 26,000. There is a relationship, health education with knowledge, attitudes and actions towards preventing snacking behavior outside the school canteen for students at State Elementary School 060925 Medan Amplas District, from the results of multivariate analysis, it shows that the most dominant health education factor is the Knowledge variable. It is hoped that the school will increase the knowledge of State Elementary School 060925 Medan Amplas Subdistrict students and become a discussion medium that can increase the attractiveness of students in learning about the health of snacks in a comprehensive manner. Keywords : Behavior of preventing snacks outside the school canteen, Knowledge, Attitude, Action 
Analisis Antioksidan dari Ekstrak N-Heksana dan Etilasetat Kulit Alpukat (Persea ameicana Mill) Menggunakan Metode DPPH Putri Rahmi; Salfauqi Nurman
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1957

Abstract

Antioksidan berperan aktif dalam mengurangi kelebihan radikal bebas yang pada umum nya bekerja sebagai penangkap radikal bebas dan mencegah terjadinya reaksi berantai. Antioksidan dapat bersumber dari tanaman seperti alpukat. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui antioksidan dari ekstrak n-heksan dan ekstrak etilasetat kulit alpukat menggunakan metode DPPH (2,2-Difenil- 1-pikrilhidrazil). Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut n-heksan dan etilasetat. Identifikasi senyawa aktif ekstrak senyawa kulit alpukat menggunakan uji fitikimia dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan variasi konsentrasi ekstrak 25, 50, 100 ppm. Absorbansi aktivitas antioksidan diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517nm. Rendemen ekstrak n-heksan kulit alpukat 6,66% dan rendemen ekstrak etilasetat yaitu 8,33%. Hasil identifikasi fitokimia ekstrak n-heksan kulit alpukat memiliki senyawa aktif saponin, fenolik/tanin, terpenoid sedangkan ekstrak etilasetat manggandung senyawa aktif alkaloid, flavanoid dan fenolik. Aktivitas antioksidan ekstrak n-heksan kulit alpukat sangat lemah dengan nilai IC50 1058,181 ppm sedangkan ekstrak etilasetat kulit alpukat memiliki aktivitas antioksidan sedang dengan nilai IC50 123,72 ppm. Berdasarkan penelitian ini dapat di simpulkan bahwa ekstrak etilasetat memiliki aktivitas antioksidan lebih besar di bandingkan ekstrak n-heksan.Kata kunci: Kulit alpukat ,n-heksan, etilasetat, antioksidan, DPPHAntioxidants play an active role in reducing excess free radicals that generally work as a free radical catcher radicals and prevent the occurrence of chain reactions. Antioxidants can be sourced from plants such as avocados. The purpose of this research was to know the antioxidant of n-hexan extract and    the    avocado etilacetate extract    using    DPPH    method     ( 2,2-Diphenyl-1- picrylhydrazil ). The extractionprocess uses a maceration method with n-hexane and ethylacetate solvents. Identification of active compound of avocado leaf extract using phytochemical test and antioxidant activity test using DPPH method with pariasi extract concentration 25, 50, 100 ppm. Absorbance of antioxidant activity was measured using UV-Vis spectrophotometry at 1.517nm wavelength. The yield content of avocado leafextract was 6.66% and the yield of ethylacetate extract was 8.33%. the results of phytochemical identification of n-hexan saponin extract, phenolic / tannin, terpenoid while ethylacetate extract manggandung active compound of alkaloid, flavanoid and phenolic activity of antioxidant n- hexan extract of avocado skin is very weak with the value of IC 50 1058,181 ppm while avocado ethylacetate leaf extract have activity medium antioxidant with IC value 50 123,72 ppm. Based on this research, it can be concluded that ethylacetate extract is greater than n-hexane extract.Keywords : Avocado skin, n-hexane, ethylacetate, antioxidant, DPPH
Pengaruh Scrapbook Sebagai Media Konseling Terhadap Pengetahuan Tentang Resiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) Pada Remaja di SMA Negeri 1 Juli Kabupaten Bireuen Nadiya, Sarah; Fazira, Frisca
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1948

Abstract

Latar Belakang: Pemantauan status gizi tahun 2017 menunjukkan bahwa Wanita Usia Subur (WUS) beresiko Kurang Energi Kronis (KEK) di Indonesia sebesar 10,7%. Laporan survei pemantauan status gizi provinsi Aceh tahun 2017 menunjukkan WUS beresiko menderita KEK di Aceh sebesar 4,1%, sedangkan WUS beresiko menderita KEK di Aceh Besar sebesar 5,0%.Wanita Usia Subur (WUS) memiliki rentang usia dari 15-49 tahun, sehingga remaja usia 10 sampai 19 tahun juga termasuk kedalam kategori kelompok WUS. Remaja yang menderita KEK, maka cenderung akan mengalami KEK juga saat kehamilannya nanti.. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penggunaan scrapbook sebagai media konseling terhadap pengetahuan remaja putri tentang resiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) di SMA Negeri 1 Juli Bireuen. Metode: Penelitian ini merupakan jenis eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest design. Adapun Sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri di SMA Negeri 1 Juli Bireuen yang diberikan konseling tentang Kekurang Energi Kronis (KEK) menggunakan media scrapbook sebanyak 63 orang. Hasil: Hasil uji Wilcoxon, terdapat pengaruh yang bermakna dari pemberian konseling menggunakan media scrapbook terhadap pengetahuan remaja tentang Kekurangan Energi Kronis. Kesimpulan: pemberian konseling menggunakan media scrapbook dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang Kekurangan Energi Kronis          Kata kunci: Scrapbook, Konseling, Pengetahuan, Remaja, KEKBackground: Monitoring of nutritional status in 2017 shows that Women of Childbearing Age (WUS) are at risk of Chronic Energy Deficiency (KEK) in Indonesia by 10.7%. The 2017 Aceh provincial nutrition status monitoring survey report showed WUS at risk of suffering from KEK in Aceh by 4.1%, while WUS was at risk of suffering from KEK in Aceh Besar by 5.0%. Women of Childbearing Age (WUS) have an age range of 15-49 years, so adolescents aged 10 to 19 years also fall into the wus group category. Teenagers who suffer from KEK, then tend to experience KEK also during pregnancy later. Purpose: To find out the influence of the use of scrapbooks as a medium of counseling on young women's knowledge about the risk of Chronic Energy Deficiency (KEK) at Sma Negeri July 1 Bireuen. Method: This research is a type of experiment with the one group pretest posttest design approach. The sample in this study was a young woman at Sma Negeri July 1 Bireuen who was given counseling on Chronic Energy Deficiency (KEK) using scrapbook media as many as 63 people.. Results: Wilcoxon's test results have a significant effect on counseling using scrapbook media on adolescents' knowledge of Chronic Energy Deficiency. Conclusion: Counseling using scrapbook media can increase young women's knowledge of Chronic Energy DeficiencyKeywords: Scrapbook, Counseling, Knowledge, Teen, Chronic Energy Deficiency (KEK) 
Pengaruh Uang Saku Terhadap Kejadian Gizi Lebih Pada Remaja di Masa Pandemi Covid-19 Sartika, Wiwi; Herlina, Sara; Qomariah, Siti; Juwita, Sellia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1999

Abstract

Latar Belakang: Gizi   lebih   menjadi   permasalahan   yang   sangat  penting  terkait  pada  kesehatan  masa  yang  akan  datang.    Permasalahan     ini     menjadi    evaluasi  terhadap  diri  sendiri  dan  juga  kepada  pemangku  kebijakan   dalam   menanggulangi   kejadian   gizi  lebih   di   Indonesia. Tujuan: adalah untuk mengertahui pengaruh Uang Saku terhadap gizi lebih pada Remaja dimasa Pandemi Covid 19. Metode: Penelitain ini menggunakan   survey analitik dengan designcross sectional. Populasi dalam Penelitian ini seluruh Remaja yang ada di Pekanbaru dan sampel sebanyak 335 Remaja.Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan Random Sampling dimana sampel diambil secara acak sebagai responden. Instrument penelitian yang digunakan adalah berbentuk kuesioner. Hasil penelitian:Menunjukkan bahwa Mayoritas Uang Saku terhadap gizi Remaja adalah baik sebanyak 83  dengan (54,24%) dan Orang tua yang tidak berperan Terhadap Gizi Remaja sebanyak 70 orang dengan (45,75%.), P value 0,000. Simpulan: Terdapat Pengaruh Uang Saku Terhadap Gizi Lebih Pada Remaja diEra Pandemi Covid 19 di Pekanbaru.Kata kunci : Uang Saku, Gizi Lebih, RemajaBackground: Nutrition is becoming a very important issue related to health in the future. This problem becomes an evaluation for themselves and also for policy makers in tackling the incidence of overnutrition in Indonesia. Objective: to determine the effect of pocket money on overnutrition in adolescents during the Covid 19 pandemic. Methods: This study uses an analytical survey with a cross-sectional design. The population in this study were all teenagers in Pekanbaru and a sample of 335 teenagers. The sampling technique used was random sampling where the sample was taken randomly as a respondent. The research instrument used was in the form of a questionnaire. The results: Shows that the majority of pocket money on adolescent nutrition is good as many as 83 with (54.24%) and parents who do not play a role in adolescent nutrition as many as 70 people with (45.75%.), P value 0.000. Conclusion: There is an Influence of Pocket Money on Over Nutrition in Teenagers in the Era of the Covid 19 Pandemic in Pekanbaru.Keywords: Pocket Money, Over Nutrition, Teenagers
Pengaruh Konflik Interpersonal dan Beban Kerja Terhadap Stres Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2021 Dewi, Puspita; Efendi, Ismail; Afriani, Miskah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1950

Abstract

Stress kerja dapat beresiko bagi kesehatan dan keselamatan kerja. Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan stress kerja pada perawat diantaranya adalah konflik interpersonal dan beban kerja. Berdasarkan studi pendahuluan diketahui bahwa perawat di ruang rawat inap RSUD Gunung tua mengalami stress kerja. Penelitian ini membahas tentang stress kerja yang diakibatkan oleh konflik interpersonal dan beban kerja, dimana konflik interpersonal berupa ego dan policy conflik. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh konflik interpersonal dan beban kerja terhadap stres kerja perawat di RSUD Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 67 orang dan Sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik total sampling dengan menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi dengan jumlah sampel sebanyak 57. Analisa Data dilakukan secara Univariat, Bivariat dan Multivariat. Untuk Analisis Bivariat menggunakan Uji statistik chi square dan uji multivariat menggukanan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara konflik interpersonal terhadap stresss kerja dengan nilai signifikan < 0.05.berdasarkan uji multivariate diketahui bahwa konflik interpersonal lebih memengaruhi stress kerja perawat. Disarankan kepada pihak rumah sakit untuk melakukan evaluasi terhadap manajemen konflik interpersonal dan memberikan reward atau hadiah kepada perawat yang mempunyai beban kerja yang tinggi dan membuat kebijakan mengetnai tugas perawat sesuai SOP di ruang rawat inap dan kebijakan terkait jam kerja perawat di ruang rawat inap.Kata Kunci: Konflik interpersonal, beban kerja, stres kerja perawatOccupational stress can risk safety and health of workers. There are several factors that can cause work stress on nurses including interpersonal conflict and workload. As per preliminary studies, nurses in the inpatient room at Gunung Tua Hospital is stressed at work. Work stress is caused by interpersonal conflict and workload, the interpersonal conflict focusing on the process of ego and policy conflict in this study. The purpose of the research is just how interpersonal conflict and workload effect nurses' work stress in 2021 at Gunung Tua Hospital in North Padang Lawas Regency. The analytical survey using a cross sectional approach was employed as the quantitative research method. The study's population was 67 respondents, and the sample employed a total sampling technique with inclusion and exclusion criteria, creating a total sample of 57 people. Univariate, Bivariate, and Multivariate data analysis were used. The chi square statistical test was used for bivariate analysis, and the ordinal logistic regression analysis was used for multivariate analysis.With a significant value of 0.05, the results showed that interpersonal conflict would have an effect on work stress. According the multivariate test, interpersonal conflict has a greater impact on nurses' work stress. It is recommended that its hospital evaluate the management of interpersonal conflict, give rewards or prizes to nurses who have a high workload, and adopt policies for nurse skills in inpatient rooms founded on SOPs, and policies for nurses' working hours in inpatient rooms.Keywords: Interpersonal Conflik, Nurse Workload, Nurse Work Stress, Inpatient Room
Studi Kasus Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Lampisang Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar Rahmayani, Rahmayani; Nuzul ZA, Raudhatun; Santy, Putri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.2014

Abstract

Stunting dapat meningkatkan risiko kematian pada anak, serta mempengaruhi fisik dan fungsional dari tubuh anak. Stunting dapat mengakibatkan anak tidak mampu mencapai potensi genetik, mengindikasikan kejadian jangka panjang dan dampak kumulatif dari ketidakcukupan konsumsi zat gizi, kondisi kesehatan dan pengasuhan yang tidak memadai. Data yang diperoleh dari Puskesmas Lampisang Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar, didapatkan jumlah balita usia 2-5 tahun periode Januari-Agustus 2020 sebanyak 137 balita, yang mengalami stunting sebanyak 30 balita. Penelitian ini bertujuan untuk faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 2-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Lampisang Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar Tahun 2020. Metode penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah balita usia 2-5 tahun sebanyak 137 balita. Tehnik pengambilan sampel dilakukan secara Total Populasi dengan jumlah sampel yaitu 30 balita yang mengalami stunting dan 30 balita normal. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 30 September sampai 8 Oktober 2020. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square dengan batas kemaknaan 95% (P≤ 0,05). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan penyakit infeksi (P-value= 0,039 dan OR = 3,455), pendapatan (P-value=0,044 dan OR = 3,143), asupan makanan (P-value= 0,004 dan OR = 5,000), dan ASI Eksklusif (P-value= 0,018 dan OR = 4,297) dengan kejadian stunting pada balita usia 2-5 tahun. Kesimpulan didapatkan ada hubungan penyakit infeksi, pendapatan, asupan makanan, dan ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita usia 2-5 tahun. Diharapkan tenaga kesehatan untuk dapat menyelenggarakan kegiatan penyuluhan tentang stunting dan dampak dari kejadian stunting pada balita sehingga ibu balita dapat melakukan tindakan untuk mencegah terjadinya stunting.Kata Kunci: Stunting, Balita.Stunting can increase the risk of death in children, as well as affect the physical and functional bodies of children. Stunting can result in children being unable to reach their genetic potential, indicating long-term events and the cumulative impact of insufficient nutrient consumption, inadequate health and care conditions. Data obtained from Puskesmas Lampisang, Peukan Bada Subdistrict, Aceh Besar District, showed that there were 137 toddlers aged 2-5 years from January to August 2020, 30 of whom were stunted. Esearch objective is for risk factors for the incidence of stunting in children aged 2-5 years in the Work Area of the Lampisang Health Center, Peukan Bada District, Aceh Besar District, 2020. This study is an analytic study with a case control approach. The population in this study were 137 toddlers aged 2-5 years. The sampling technique was carried out by total population with a sample size of 30 toddlers who were stunted and 30 normal children. Data collection was carried out from September 30 to October 8 2020. Data analysis was performed using the chi-square test with a significance limit of 95% (P≤ 0.05). The results showed a relationship between infectious diseases (P-value = 0.039 and OR = 3. 455), income (P-value = 0.044 and OR = 3,143), food suply(P-value = 0.004 and OR = 5,000), and breast milk Exclusive (P-value = 0.018 and OR = 4.297) with the incidence of stunting in children aged 2-5 years. There is a relationship between infectious diseases, income, food suply, and exclusive breastfeeding with the incidence of stunting in children aged 2-5 years. It is hoped that health workers will be able to hold outreach activities about stunting and the impact of stunting on toddlers so that mothers under five can take action to prevent stunting.Keywords: Stunting, Toddler

Page 56 of 123 | Total Record : 1226