cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
Efektifitas Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam Mengatasi Anxiety Pada Lansia dalam Menghadapi Varian Baru Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi Ardianto, Oril; Aghadiati, Faradina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2394

Abstract

Saat ini sudah banyak masyarakat Indonesia yang terpapar kasus Covid-19 varian Omicron termasuk lansia. Dari segi psikologis dapat dilihat adanya keresahan dan tekanan mental yang dapat mempengaruhi kesehatan  terutama kelompok  rentan  seperti lanjut  usia. Maka penanganan terhadap kecemasan pada lansia akan Covid-19 varian Omicron perlu mendapatkan penanganan yakni dengan terapi yaitu Cognitive Behavior Therapy (CBT). Cognitive Behavior Therapy (CBT) disebut dapat mengubah perasaan subjektif termasuk perasaan cemas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektifitas Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam mengatasi Anxiety pada Lansia dalam menghadapi varian baru Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi. Desain penelitian ini adalah Quasi Eksperimental dengan design Pretest Posttest with Control Group. Dimana penelitian ini mengelompokan responden kelompok control dan eksperimen dengan sama-sama di berikan pretest dan posttest, akan tetapi pada kelompok control tidak diberikan perlakuan Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Sempel penelitian ini adalah 30 lansia memiliki kecemasan. Lokasi penelitian di wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi dan Waktu pengambilan data dilakukan pada bulan April – Mei tahun 2022. Teknik pengambilan sampel mengunakan purposive sampling. Pengumpulan data dengan data primer yaitu data yang diperoleh langsung dengan membagikan kuisoner (HRS-A) Hamilton Ranting Scale for Anxietas. Hasil dari penelitian ini rata-rata kecemasan pada lansia sebelum perlakuan / pre-test dan setelah perlakuan / tahap post-test mengalami perubahan penurunan hasil. Hasil p-value diperoleh sebesar 0.000, menunjukan bahwa terdapat perbedaan kecemasan pada lansia sebelum dan sesudah perlakuan terapi CBT. Kesimpulan dari hasil diatas bahwa Cognitive Behavioural Therapy (CBT) merupakan treatmen yang paling tepat untuk mengatasi gangguan anxiety.Kata Kunci : Anxiety, CBT, Covid-19, Lansia, Omicron. Currently, many Indonesians have been exposed to cases of the Omicron variant of Covid-19, including the elderly. From a psychological perspective, it can be seen that there is anxiety and mental stress that can affect health, especially for vulnerable groups such as the elderly. The handling of anxiety in the elderly about the Covid-19 variant of the Omicron needs to get treatment, namely with therapy Cognitive Behavior Therapy (CBT). Cognitive Behavior Therapy (CBT) is said to be able to change subjective feelings, including feelings of anxiety. The purpose of this study was to determine the Effectiveness of Cognitive Behavior Therapy (CBT) in overcoming Anxiety in the Elderly in dealing with the new variant of Covid-19 in the Kenali Besar Public Health Center, Jambi City. The design of this study was Quasi Experimental with Pretest Posttest design with Control Group. Where this study grouped the control and experimental group respondents with both pretest and posttest given, but the control group was not given Cognitive Behavioral Therapy (CBT) treatment. The sample of this study was 30 elderly people who had anxiety. The research location is in the work area of the Kenali Besar Health Center, Jambi City and the time of data collection is carried out in April - May 2022. Data collection with primary data is obtained directly by distributing a questionnaire (HRS-A) Hamilton Branch Scale for Anxiety. The results of this study average anxiety in the elderly before treatment / pre-test and after treatment / post-test stage experienced a decrease in results. The p-value 0.000, indicating that there is anxiety in the elderly before and before CBT therapy treatment. The conclusion from the above results is that Cognitive Behavioral Therapy (CBT) is the most appropriate treatment to treat anxiety disorders.Keywords : Anxiety, CBT, Covid-19, Elderly, Omicron.
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Mawar Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Persalinan di Praktek Mandiri Bidan Jawiriyah Kota Banda Aceh Sukma AS, Meutia; Masthura, Syarifah; Desreza, Nanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2306

Abstract

Aromaterapi mawar dapat menurunkan nyeri persalinan pada ibu bersalin dikarenakan bau harum tumbuhan berpengaruh secara langsung terhadap otak seperti obat analgesik. Aromaterapi bermanfaat untuk memperlancar peredaran darah, menenangkan hati dari stress dan mengatasi nyeri saat persalinan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi mawar terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan di Praktek Mandiri Bidan Jawiriyah S.ST Punge Blang Cut Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh Tahun 2022. Desain penelitian eksperimen semu (quasi experimen) dengan rancangan penelitian adalah pretest-posttest control group design. Populasi penelitian yaitu 15 ibu bersalin. Jumlah sampel sebanyak 15 responden. Penelitian ini dilakukan tanggal 01 Mei s.d 17 Juni tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri persalinan sebelum diberikan aromaterapi mawar yaitu 6,67. Sedangkan nilai rata-rata skala intensitas nyeri persalinan setelah diberikan aromaterapi mawar yaitu 5,80. Hasil uji T Paired memperlihatkan sebesar 3,666 dan nilai P value 0,003 yang artinya ada pengaruh skala nyeri persalinan sebelum dan setelah diberikan aromaterapi mawar pada ibu bersalin di Praktek Mandiri Bidan Jawiriyah S.ST Punge Blang Cut Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh Tahun 2022. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh diberikan aromaterapi mawar pada ibu bersalin di Praktek Mandiri Bidan Jawiriyah S.ST Punge Blang Cut Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh Tahun 2022. Kata kunci: Aromaterapi, Nyeri, PersalinanRose aromatherapy can reduce the pain experienced by women during labor because, like analgesic drugs, the fragrant or pleasant smell of the plant has a direct effect on the brain. Aromatherapy is useful for improving blood circulation, calming the heart, avoiding stress and overcoming pain during childbirth. The purpose of the study was to determine the effect of giving rose aromatherapy on reducing the intensity of labor pain in the Private Midwifery Practice of Jawiriyah, S.ST in Punge Blang Cut, Meuraxa Sub-District of Banda Aceh in 2022. The research was conducted with a quasi-experimental method and a pretest-posttest control group design. The research population covered 15 expecting mothers who gave birth at the clinic, and all of them were chosen as the samples or respondents. The research was conducted from May 1 to June 17, 2022. The results showed that the average value of labor pain intensity scale before being given rose aromatherapy was 6.67 while the average value of the labor pain intensity scale after being given rose aromatherapy was 5.80. The result of the paired t-test value showed 3.666 and a p-value of 0.003 which indicated that there was a difference in the labor pain intensity experienced by the women during labor in the clinic before and after being given rose aromatherapy. The conclusion of this study is that there is an effect of being given rose aromatherapy on the intensity of pain experienced by women during labor..Keywords: Aromatherapy, Labor, Pain
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan Ibu Post Partum Terhadap Pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Sabang Ulfa, Ulfa; Fauziah, Fauziah; Nora, Syarifah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2330

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah proses membiarkan bayi menyusu sendiri segera setelah lahir. Bayi yang diletakkan di dada ibunya dan bayi itu dengan sendirinya mencari untuk menemukan puting dan menyusu pada ibu sesaat setelah bayi lahir. Pelaksanaannya yaitu meletakkan bayi telungkup di dada ibunya tanpa penghalang apapun, bayi boleh dikeringkan tapi tidak dibagian tangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Post Partum Terhadap Pelaksanaan IMD di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Sabang Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah Purposive Sampling menggunakan pendekatan kuantitatif dimana purposive sampling adalah penelitian yang mencoba untuk mengeksplorasi bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan terjadi dan kemudian menganalisis dinamika korelasi antara fenomena untuk menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Populasi dalam penelitian ini adalah ibu dalam masa nifas pada bulan Januari sampai Desember 2021. Sampel dalam penelitian ini adalah 59 orang. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 19 Juni 2022 sampai dengan 27 Juli 2022. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dianalisis secara univariat dengan menggambarkan variabel univariat,  bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan umur terhadap pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan p-value (p=0,009 <0,1), pendidikan terhadap pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan p-value (p=0,047<0,1). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah pekerjaan terhadap Inisiasi Menyusu Dini dengan p-value (p=0,174>0,1). Sesuai dengan penelitian di atas, disarankan agar ibu hamil aktif dalam mencari informasi tentang pelaksanaa Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yang dapat memotivasi ibu untuk meningkatkan pengetahuannya, sehingga dapat meningkatkan cakupan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).Kata Kunci: Pengetahuan, Inisiasi Menyusui Dini, Post Partum.Early Initiation of breastfeeding (IMD) is the prosses of letting the baby suckle on its own immediately after birth. Then baby is placed onthe mother’s chest  and the baby automatically seeks to find the nipple and suckles on the mother breast shortly after the baby is born. The implementation is toput the baby face down on the mother’s chest without any barrier, the baby maybe dried but not on his hands. The purpose of this study was to determine the factors related to post partum maternal knowledge of the implementation of IMD at the Sabang City Regional General Hospital in 2022. This type of research waas purposive sampling using a quantitatif approach where purposive sampling was reserch that tried to explore how and why the phenomenon health occurs and than analyze the dinamics of the corelation between the phenomena to determine the factors associated with the implementation of Early Breastfeeding Initiation (IMD). The population in this study were mother during the post partum period from January to Desember 2021. The sample in this study was 59 people. Data collection was carried out on Juni 19, 2022 to July 27,2022. Data were collected using aquestionnaire which was analyzed univariately by describing univariate variables, bivariate using chi square test. The results of this study indicate that variable that has a signficant relationship whith age on the implementation of Early Breastfeeding Initiation (IMD) with p value (p=0.009<0,1), education on the implementation of Early Breastfeeding Initiation  (IMD) with p=value (p=0.047<0.1). Meanwhile, what is not related is work on Early Breastfeeding Initiation with p-value (p=174>0,1).  In accordance with the research above, it is recomended that pregnant womenbe active in seeking information about the implementasion of Early Breastfeeding Initiation (IMD) which can motivate mothers to increase their knowledge, so as to increast the scope of the implementation of Early Breastfeeding Initiation (IMD).Keywords: Knowledge, Early Breastfeeding, Post Partum.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Resiko Jatuh Pada Lanjut Usia di Gampong Lambaet Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar Tahun 2022 Afna, Santri; Putra, Yadi; Mulyatina, Mulyatina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2373

Abstract

Dukungan keluarga merupakan dukungan paling utama bagi lansia untuk mempertahankan kesehatan lansia dalam menghadapi perubahan fisiologis, psikologis, dan emosional. Dukungan keluarga merupakan salah satu hal yang mempengaruhi resiko jatuh pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan resiko jatuh pada lansia di Gampong Lambaet Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cros sectional study. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 09 s/d 20 Mei 2022. Populasi dalam penelitian ini seluruh lansia yang berusia 60-74 tahun yang berjumlah 52 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Analisis menggunakan chi square test, teknik analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan dukungan keluarga (p=0,000), dukungan emosional (p=0,000), dukungan instrumental (p=0,007), dukungan informasi (p=0,002) dan dukungan penilaian (p=0,002) dengan resiko jatuh pada lansia. Keluarga dapat memberikan informasi kepada lansia tentang masalah kesehatan yang dialaminya dan menyarankan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke posyandu agar dapat penyampaian informasi terhadap kondisi kesehatan lansia terkini sehingga pemantauan kepada lansia dapat ditingkatkan.Kata kunci : Dukungan Keluarga, Resiko jatuh, LansiaFamily support is the most important support for the elderly to maintain the health of the elderly in the face of physiological, psychological, and emotional changes. Family support is one of the things that affect the risk of falling in the elderly. This study aims to determine the relationship between family support and the risk of falling in the elderly in Gampong Lambaet, Kuta Baro Aceh Besar. This type of research is descriptive correlative with a cross sectional study approach. Data collection was carried out on 09 to 20 May 2022. The population in this study were all elderly aged 60-74 years, totaling 52 respondents with total sampling technique. Analysis using chi square test, univariate and bivariate analysis techniques. The results showed that there was a relationship between family support (p=0.000), emotional support (p=0.000), instrumental support (p=0.007), information support (p=0.002) and assessment support (p=0.002) with the risk of falling in the elderly. It is expected that elderly companions (family) to pay attention to the health conditions of the elderly to minimize the condition of falling without assistance. To cadres and health workers to be able to provide information and routine health checks and deliver information on the latest health conditions of the elderly so that monitoring of the elderly can be improved.Keywords: Family Support, Fall Risk, Elderly
Hubungan Sekolah PAUD dengan Perkembangan Kognitf Anak Usia Prasekolah di Desa Geulanggang Baro Kabupaten Bireuen Tahun 2022 Nufra, Yolla Asmaul; Fitria, Nanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2514

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat penting dilakukan sebagai upaya untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki jenjang pendidikan lebih lanjut. Usia dini merupakan usia emas (golden age) yang terjadi sekali selama kehidupan seorang manusia. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan sekolah PAUD dengan perkembangan kognitif anak prasekolah di Desa Geulanggang Baro Kabupaten Bireuen. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik Acidental Sampling yaitu 60 responden. Populasi dalam penelitian ini  sebanyak 115 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2022 di Desa Geulanggang Baro Kabupaten Bireuen. Tehnik analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan sekolah PAUD dengan perkembangan kognitif anak Prasekolah nilai P-Value = (0,000) < (0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Diharapkan kepada orang tua untuk lebih memperhatikan pendidikan anak pada Usia dini di sekolah yang menyediakan pendidikan untuk anak prasekolah.Kata Kunci :  Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Perkembangan KognitifEarly Childhood Education (PAUD) is very important as an effort to help physical and spiritual growth and development so that children have readiness to enter further education levels. Early age is a golden age that occurs once during a human's life. The purpose of this study was to determine the relationship between PAUD schools and the cognitive development of preschool children in Geulanggang Baro Village, Bireuen Regency. The research design used is an analytical study with a cross sectional approach. The sampling in this study used the Acidental Sampling technique, namely 60 respondents. The population in this study were 115 respondents. This research was conducted in July 2022 in Geulanggang Baro Village, Bireuen Regency. Univariate data analysis technique using frequency distribution and bivariate analysis using chi square. The results showed that there was a relationship between PAUD schools and Cognitive Development of Preschool children with P-Value = (0.000) < (0.05) so Ho was rejected and Ha was accepted. It is hoped that parents will pay more attention to their children's education at an early age in schools that provide education for preschoolers. Keywords :  Early Childhood Education (PAUD), Cognitive Development
Determinan Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Lengkap Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Glumpang Tiga Kabupaten Pidie Marniati, Marniati; Rezeki, Sahbainur; Sufina, Wahyu
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.2139

Abstract

Cakupan imunisasi dasar pada tahun 2019 menunjukkan bahwa dari jumlah sasaran 4.461.341 bayi, cakupan imunisasi BCG 93,8%, DPT 1 69,6%, Polio 1 76,6%, Polio 4 92,4%, campak 91%. Dengan angka Drop Out sebesar 43,5%, angka Drop Out ini menggambarkan terdapat sekitar lebih satu juta bayi di Indonesia yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap setiap tahunnya, sehingga berdampak pada cakupan Universal Child Immunization (UCI).Berdasarkan studi pendahuluan awal bahwa terdapat pertentangan antara teori pengetahuan ibu mengimunisasikan anaknya secara lengkap namun tidak mengetahui manfaat dari masing-masing imunisasi dasar tersebut, adapun yang imunisasinya lengkap namun mengetahui pentingnya imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh tentang determinan faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar lengkap di Wilayah Kerja Puskesmas Glumpang Tiga tahun 2022. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional, yaitu pengumpulan data pada varibel dependen (kelengkapan imunisasi dasar lengkap) dan variabel independen ( pengetahuan ibu dan dukungan keluarga) diambil dalam satu waktu. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner. Uji statistic yang dilakukan uji chi square. Analisa bivariat terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar lengkap p value 0.008, tidak terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar lengkap p value 0.280. Terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kelengkapan imuniasi dasar lengkap, tidak terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar lengkap. Diharapakan pada petugas kesehatan di puskesmas Glumpang Tiga meningkatkan sosialisai mengenai pentingnya imunisasi agar masyarakat dapat mengerti dan mau melakukan imunisasi dasar lengkap.Kata Kunci: Imunisasi Dasar Lengkap Immunization is needed in disease prevention efforts. This is in accordance with the regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia number 42 of 2013. Based on the 2022 report from 3 Glumpamg Three Health Centers, the achievement of complete basic immunizations starting from January 2022 to June 2022 only 50 people (16.2%) out of 260 people. Based on preliminary preliminary studies that there is a contradiction between the theory of knowledge of mothers immunizing their children completely but do not know the benefits of each of these basic immunizations, as for the complete immunizations but know the importance of immunization. This study aims to obtain about Determinants of factors related to low coverage of complete basic immunization in the Working Area of Puskesmas Glumpang Tiga year 2022. This type of research is analytical with a cross sectional approach, namely data collection on dependent variables (complete basic immunization completeness) and independent variables ( maternal knowledge and family support) taken at one time. Bivariate analysis, maternal knowledge level p value 0.008, family support p value 0.280 with complete basic immunization completeness. there is a relationship of maternal knowledge level with complete basic immunization completeness, no relationship of family support with complete basic immunization completeness.Keywords: Immunization Basic Complete
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Suka Mulia Kabupaten Nagan Raya Tahun 2022 Juarni, Juarni; Ketaren, S. Otniel; Sinaga, Ns. Janno
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2355

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah yang menjadi perhatian dunia terutama di sebagian Negara berkembang. Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa, meningkatkan risiko lost generation bahkan lost nation. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan resiko stunting di Wilayah Puskesmas Suka Mulia. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini akan dilakukan di Puskesmas Suka Mulia Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita usia 12-60 bulan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Suka Mulia Kabupaten Nagan Raya yang berjumlah sebanyak 695 balita, dan sampel penelitian sebanyak 100 responden dengan menggunakan tekhnik simple random sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara responden dan penggunaan kuesioner. Analisa data menggunakan Analisa bivariat dengan menggunakan uji chi square, dan Analisa multivariat menggunakan uji regresi logistic berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah variabel pemberian berat badan lahir (p-value: 0.003), MP ASI (p-value: 0.001) dan variabel pengetahuan ibu (p-value: 0.000), sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian stunting adalah pemberian ASI Eksklusif (p-value; 0,140), dan variabel pekerjaan ibu (p-value: 0.305). Saran penelitian diharapkan pada pihak puskesmas agar dapat mengoptimalkan program pelayanan untuk balita usia 12-60 bulan terkait pelayanan pertumbuhan sehingga dapat menekan angka stunting, dan diharapkan kepada para ibu agar meningkatkan pengetahuan terkait status gizi pada anak, Kata Kunci: ASI Eksklusif , Balita, BBLR, MP-ASI, Pengetahuan, Pekerjaan, StuntingStunting is a problem that is of concern to the world, especially in some developing countries. Stunting is a major threat to the quality of Indonesian people, as well as a threat to the nation's competitiveness, increasing the risk of lost generation and even lost nation. The purpose of this study was to look at the factors associated with the risk of stunting in the Puskesmas Suka Mulia. The type of research used is descriptive observational with a cross sectional design. This research will be conducted at the Puskesmas Suka Mulia, Nagan Raya Regency, Aceh Province. The population in this study were all toddlers aged 12-60 months in the working area of the Puskesmas Suka Mulia, Nagan Raya Regency, totaling 695 toddlers, and the research sample was 100 respondents using simple random sampling technique. The method of data collection was done by interviewing respondents and using a questionnaire. Data analysis using bivariate analysis using chi square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression. The results showed that the factors related to the incidence of stunting were the variable giving birth weight (p-value: 0.003), MP ASI (p-value: 0.001) and mother's knowledge variable (p-value: 0.000), while the variables that were not related The incidence of stunting is exclusive breastfeeding (p-value; 0.140), and the mother's occupation variable (p-value: 0.305). Suggestions for research are expected at the puskesmas in order to optimize service programs for toddlers aged 12-60 months related to growth services so that they can reduce stunting rates, and it is expected for mothers to increase knowledge related to nutritional status in children,Keywords: Exclusive Breastfeeding, Toddler, LBW, MP-ASI, Knowledge, Occupation, Stunting 
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Pencegahan Infeksi Virus Covid-19 Pada Ibu Hamil di Wilayah Puskemas Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar Afriana, Afriana; Aryani, Roza; Husna, Nurul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2472

Abstract

Corona virus Disease (Covid-19) merupakan penyakit yang pertama kali dilaporkan menjangkit penduduk Wuhan Tiongkok dan menyebar luas di seluruh belahan dunia. Di Indonesia per tanggal 1 Juli 2021 kasus yang terkonfirmasi Covid-19 berjumlah 2.178.272 jiwa dengan total kematian 58.491 jiwa. Ibu yang sedang hamil beberapa menjadi cemas untuk memeriksakan dirinya ke fasilitas pelayanan kesehatan karena takut tertular penyakit. Dengan demikian kunjungan ibu hamil di beberapa tempat pelayanan kesehatan menjadi menurun. Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Covid-19 akan berpengaruh terhadap sikap dan keputusan dalam memeriksakan kehamilannya di fasilitas pelayanan kesehatan.Metode penelitian ini analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian yang akan digunakan adalah Cross sectional yang berjumlah 41 orang.Hasil penelitian menunjukkan dari 41 responden yang berpengetahuan baik dalam pencengahan Infeksi Covid-19  berpengetahuan baik, terdapat 20 responden (83,3%) yang  tidak melakukan pencegahan Infeksi, sedangkan dari  responden yang berpengetahuan kurang, terdapat 5 responden (29,4%) yang  tidak melakukan pencegahan covid-19 Berdasarkan hasil uji dengan menggunakan Chi-Square maka diketahui P value = 0,001 maka ada hubungan antara prilaku pencegahan infeksi Covid-19 dengan pengetahuan ibu hamil. bahwa dari 27 responden yang bersikap negatif, terdapat  terdapat 21 responden (77,8%) yang tidad melakukan pencegahan infeksi covid-19. Sedangkan dari 14 responden yang bersikap positif terdapat 10 responden (71,4%) yang melakukan pencegahan infeksi covid-19. Berdasarkan hasil uji dengan menggunakan Chi-Square maka diketahui P value = 0,003, maka ada hubungan antara sikap dengan Perilaku Ibu hamil  terhadap Pencegahan Infeksi Covid-19.Kata Kunci :Pengetahuan, Sikap , perilaku Covid-19Corona virus Disease (Covid-19) is a disease that was first reported to have infected residents of Wuhan, China and spread widely throughout the world. In Indonesia as of July 1 2021 confirmed cases of Covid-19 totaled 2,178,272 people with a total death of 58,491 people. Some pregnant women become anxious to check themselves at a health service facility for fear of contracting the disease. Thus the visit of pregnant women in several health service places has decreased. The level of knowledge of pregnant women about Covid-19 will affect their attitudes and decisions in having their pregnancies checked at health care facilities. The research method is quantitative analytic with a cross-sectional research design that will be used with a total of 41 people. The results showed that 41 respondents had good knowledge. in preventing Covid-19 infection with good knowledge, there were 20 respondents (83.3%) who did not carry out infection prevention, while from respondents who had less knowledge, there were 5 respondents (29.4%) who did not carry out Covid-19 prevention. Based on the test results by using Chi-Square, it is known that P value = 0.001, so there is a relationship between the behavior of preventing Covid-19 infection and the knowledge of pregnant women. that of the 27 respondents who had a negative attitude, there were 21 respondents (77.8%) who did not prevent Covid-19 infection. Meanwhile, of the 14 respondents who had a positive attitude, there were 10 respondents (71.4%) who prevented Covid-19 infection. Based on the results of the test using Chi-Square, it is known that P value = 0.003, so there is a relationship between attitudes and behavior of pregnant women towards preventing Covid-19 infection.Keywords: Knowledge, Attitude, Behavior of Covid-19
Hubungan Pengetahuan Terhadap Sikap Keluarga Tentang Bahaya Perokok Pasif di Desa Alue Buloh Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya Indriani, Indriani; Mulyatina, Mulyatina; Andriaty, Syarifah Nora
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2320

Abstract

Masalah kesehatan keluarga saling berkaitan dan saling mempengaruhi sesama anggota keluarga. Keluarga mempunyai fungsi sebagai perawatan kesehatan salah satunya adalah tidak merokok didalam rumah karena berbahaya terhadap orang-orang disekitarnya yang disebut dengan perokok pasif.Dampak perokok pasif yaitu adanya polusi udara yang tidak sehat bagi individu dan lingkungan sekitar.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap keluarga tentang bahaya perokok pasif di Desa Alue Buloh Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasi serta desain cross sectional study.  Populasi dalam penelitian ini adalah 91 kepala keluarga dengan sampel sebanyak 48 orang yang merupakan perokok aktif. Teknik pengambilan sampel secara proporsional sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Penelitian ini dilakukan di Desa Alue Buloh Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya pada bulan April tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan dari 48 responden, sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup yaitu 21 responden (43,8%) dan responden yang memiliki sikap negatif yaitu 33 responden (68,8%).Berdasarkan uji stastistik hubungan pengetahuan terhadap sikap keluarga tentang bahaya perokok pasif didapatkan p-value = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan pengetahuan terhadap sikap keluarga tentang bahaya perokok pasif. Diharapkan kepada responden agar dapat meningkatkan informasi tentang bahaya perokok pasif sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap bahaya pada perokok pasif.Kata Kunci        :  Bahaya Perokok Pasif, Pengetahuan, Sikap Family health problems are interrelated and affect each other among family members. The family has a function as health care, one of which is not smoking in the house because it is dangerous to the people around it, which is called passive smoking. The impact of passive smoking is the presence of unhealthy air pollution for individuals and the surrounding environment. The purpose of this study to determine the relationship between knowledge and family attitudes about the dangers of passive smoking in Village Alue Buloh District Seunagan Regency Nagan Raya. This research is a quantitative research with correlational descriptive research and cross sectional research design.  Population in this research is 91 families with samples from 48 a person who is active smokers.Techniques of sampling the sample proportionally. The data collection instrument using a questionnaire sheet. This research was conducted in Village Alue Buloh District Seunagan Regency Nagan Raya in April year 2022. The result showed from 48, respondents most respondents have enough knowledge namely 21 respondents (43,8%) and respondents who have the negative namely 33 respondents (68,8%). Based on the statistical test of the relationship between knowledge and family attitudes about the dangers of passive smoking p-value = 0,000 (p<0,05). The conclusion in this study there are relations knowledge to the attitudes family of danger passive smokers. It is expected that respondents can increase information about the dangers of passive smoking so that they can increase knowledge and attitudes towards the dangers of passive smoking.Keywords   : The Dangers of Passive Smoking, Knowledge, Attitude
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Penolong Persalinan Pada Tenaga Non Medis di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Mas Tahun.2022 Monita, Khaira; Masthura, Syarifah; Mulfianda, Riyan
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2346

Abstract

Keterampilan yang dimiliki dukun dalam menolong persalinan didapatkan dari kebiasaan, dan ini berisiko tinggi bagi ibu. Ibu yang melahirkan dengan tenaga non medis cenderung mendapat tindakan-tindakan yang tidak steril yang dapat mengancam ibu dan bayi seperti menaburkan kapur sirih ke tali pusar bayi yang baru lahir, memotong tali pusar bayi menggunakan gunting yang tidak di strerilkan, pantangan makan dan minum terlalu banyak selama nifas, dan praktik bakar batu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan penolong persalinan pada tenaga non medis di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Mas tahun 2022. Desain penelitian ini bersifat deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang pernah melahirkan dengan bantuan tenaga non medis sebanyak 75 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 43 responden. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 7 s/d 15 Mei 2022 menggunakan alat ukur kuesioner. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada pengaruh faktor ekonomi (p=0,011), faktor budaya (p=0,018), faktor sosial (p=0,005), faktor teknologi (p=0,014), faktor pendidikan (p=0,034) terhadap pemilihan ibu bersalin dalam mengambil keputusan dengan bantuan tenaga non medis. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan informasi bagi tenaga medis dalam memberikan Pendidikan Kesehatan tentang bahaya persalinan di tenaga non medis dan persalinan yang aman di tenaga medis sehingga dapat menurunkan angka kematian dan kesakitan pada ibu akibat proses persalinan dan nifas.Kata Kunci     :  Persalinan, Tenaga Non Medis The skills that traditional childbirth attendants have are often obtained from their habits, and their practices may pose a high risk for the mother. Mothers who give birth handled by non-medical personnel tend to receive unsterile interventions that may be harmful for the mother and baby. Some common risky actions include sprinkling whiting into the umbilical cord of a newborn baby, cutting the baby’s umbilical cord using unsterilized scissors, abstaining from eating and drinking too much during childbirth, and performing the burning stones on new mothers. This study aimed to identify the factors related to the selection of childbirth assistance by non-medical personnel in the working area of Sungai Mas Community Health Center in 2022. This study was a descriptive correlational study with a cross-sectional approach. The population in this study was 75 mothers who had given birth handled by non-medical personnel. 43 respondents were selected using the purposive sampling technique. This study was conducted from 7 to 15 May 2022 using questionnaires. The results revealed that economic factors (p = 0.011), cultural factors (p = 0.018), social factors (p = 0.005), technological factors (p = 0.014), and educational factors (p = 0.034) influenced mothers in making decision to give birth by non-medical personnel. The findings of this study have provided a deeper insight for medical personnel in providing health education about the risks of giving birth with the assistance of non-medical personnel and highlighted the importance of having a safe delivery with medical personnel that can help reduce maternal mortality and morbidity in the labor and postpartum process.Keywords        : Maternity, Non-Medical Personnel

Page 63 of 123 | Total Record : 1226