cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
Pengaruh Strategi Case Manager dalam Mengelola Kasus Pasien Rawat Inap di RSUD Tarutung Tahun 2019 Julietta, Martha Uli; Nadapdap, Thomson P; Harahap, Fatma Sylvana Dewi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2331

Abstract

Rumah sakit memerlukan desain atau strategi agar dapat melakukan proses pelayanan yang berkelanjutan. Salah satu model asuhan tersebut adalah case management. Case management merupakan sebuah strategi intervensi yang digunakan oleh penyedia dan sistem layanan kesehatan untuk menyokong klien, mengkordinasikan layanan kesehatan, dan menfasilitasi hasil baik dalam harga maupun kualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis pengaruh strategi case manager dalam mengelola kasus pasien rawat inap di RSUD Tarutung tahun 2019. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian mixed metode yaitu kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan cross sectional dimana data yang menyangkut variabel bebas (variabel sebab) dan variabel terikat (akibat), yang dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Dimana data kuantitatif diperoleh dengan membuat dan menyebarkan kuisioner pertanyaan. Variabel ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh komunikasi, koordinasi, integrasi, advokasi, negosiasi, dan empowerment seorang case manager dalam mengelola kasus pasien rawat inap di RSUD Tarutung Tahun 2019. Jumlah sampel yang diteliti terdiri dari: case manager di RSUD Tarutung Tahun 2019 sebanyak 3 orang yang terdiri dari 1 orang dokter dan 2 orang perawat dan kepala bidang di RSUD Tarutung Tahun 2019 (data utama), 87 responden data pasien dan pimpinan RSUD Tarutung yaitu 2 orang (data pendukung). Dari hasil penelitian kuantitatif diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan pengaruh strategi case manager dalam mengelola kasus pasien rawat inap di RSUD Tarutung tahun 2019 adalah strategi komunikasi dan strategi koordinasi case manager berpengaruh secara signifikan dalam mengelola kasus pasien rawat inap di rumah sakit umum daerah Tarutung tahun 2019. Dari hasil penelitian kualitatif dengan dua orang pimpinan yang ada di rumah sakit umum daerah Tarutung tahun 2019 yaitu kepala bidang pelayanan dan kepala bidang keperawatan, diperoleh informasi bahwa Pelaksanaan sebagai case manager di rumah sakit tidak maksimal dikarenakan yang diberangkatkan oleh pimpinan rumah sakit beda orang yang menjadi case manager. Disarankan kepada pihak rumah sakit umum daerah Tarutung untuk mengevaluasi dokter dan perawat yang menjadi case manager untuk dapat meningkatkan pengetahuannya dan keterampilannya terhadap peran sebagai case manager di RSUD Tarutung dengan memberikan pelatihan secara berkesinambungan mengenai tanggung jawab case manager untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit daerah Tarutung.Kata Kunci: Case Manager, Mengelola Kasus Pasien Rawat Inap Hospitals need a design or strategy in order to carry out a continuous service process. One such model of care is case management. Case management is an intervention strategy used by health care providers and systems to support clients, coordinate health services, and facilitate outcomes in both price and quality. The purpose of this study was to determine the analysis of the effect of the case manager strategy in managing inpatient cases at Tarutung Hospital in 2019. The research design used was a mixed method study, namely quantitative and qualitative with a cross sectional approach where the data involved independent variables (causal variables) and dependent variable (effect), which is collected at the same time. Where quantitative data is obtained by creating and distributing question questionnaires. This variable was conducted to determine the effect of communication, coordination, integration, advocacy, negotiation, and empowerment of a case manager in managing inpatient cases at Tarutung Hospital in 2019. The number of samples studied consisted of: case managers at Tarutung Hospital in 2019 as many as 3 people. consisting of 1 doctor and 2 nurses and the head of the field at Tarutung Hospital in 2019 (main data), 87 patient data respondents and the leadership of Tarutung Hospital, namely 2 people (supporting data). From the results of quantitative research, research results show that the effect of the case manager strategy in managing inpatient cases at Tarutung Hospital in 2019 is a communication strategy and case manager coordination strategy that has a significant effect in managing inpatient cases at the Tarutung general hospital in 2019. From the results of qualitative research with two leaders at the Tarutung general hospital in 2019, namely the head of the service sector and the head of the nursing field, information was obtained that the implementation as a case manager in the hospital was not optimal because the hospital leadership was dispatched by different people who became the case manager. the actual case manager at the hospital. It is suggested to the Tarutung general hospital to evaluate doctors and nurses who become case managers to be able to improve their knowledge and skills towards the role of case manager in Tarutung Regional Hospital by providing continuous training on the responsibilities of case managers to improve the quality of services at Tarutung regional hospitals.Keywords: Case Manager, Managing Inpatient Cases
Faktor yang Memengaruhi Suami Siaga Pada Masa Kehamilan di Poskesdes Keude Aceh Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe Murniati, Murniati; Nyorong, Mappeaty; Suroyo, Razia Begum
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2378

Abstract

Suami merupakan salah satu orang terdekat yang dapat membantu mempersiapkan segala sesuatu hal yang berhubungan dengan kehamilan istri. Tidak semua suami paham dengan peranannya sebagai calon ayah, bahkan beberapa suami kebingungan menjadi suami siaga baik saat hamil maupun menjelang persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang memengaruhi Suami Siaga pada Masa Kehamilan di Poskesdes Keude Aceh Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Metode: Penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian berdasarkan uji chi square menunjukkan bahwa sarana prasarana (p (sig) = 0,000 dan OR 34,000), informasi dari petugas kesehatan (p (sig) = 0,015 dan OR 5,200), dukungan keluarga (p (sig) = 0,003 dan OR 6,545) berpengaruh secara signifikan terhadap suami siaga. Sedangkan pekerjaan (p (sig) = 0,610) menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna dengan suami siaga. Berdasarkan uji regresi logistik diketahui bahwa faktor yang paling dominan berhubungan dengan suami siaga adalah sarana prasarana dengan nilai odds rasio 0,029 (95% CI: 0,003-0,245). Kesimpulan diperoleh dalam mendukung suami siaga, Poskesdes Keude Aceh Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe dapat meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan dan kualitas pelayanan Antenatal Care sehingga dapat meningkatkan partisipasi dan pendampingan suami kepada istrinya pada masa kehamilan.Kata Kunci : Faktor yang memengaruhi Suami Siaga, KehamilanThe husband is one of the closest people who can help prepare everything related to the wife's pregnancy. Not all husbands understand their role as prospective fathers, even some husbands are confused about being alert husbands both during pregnancy and before delivery. The purpose of this study was to analyze the factors that influence Husbands Alert during Pregnancy at Poskesdes Keude Aceh, Banda Sakti District, Lhokseumawe City. Methods: Quantitative analytic research using a cross sectional approach. The statistical test used is the chi square test and logistic regression. The results of the study based on the chi square test showed that infrastructure (p (sig) = 0.000 and OR 34,000), information from health workers (p (sig) = 0.015 and OR 5,200), family support (p (sig) = 0.003 and OR 6.545 ) had a significant effect on husbands on standby. Meanwhile, occupation (p (sig) = 0.610) showed that there was no significant relationship with the standby husband. Based on the logistic regression test, it was found that the most dominant factor related to the standby husband was infrastructure with an odds ratio of 0.029 (95% CI: 0.003-0.245). The conclusion was obtained in supporting standby husbands, Poskesdes Keude Aceh, Banda Sakti District, Lhokseumawe City can improve health facilities and infrastructure and the quality of Antenatal Care services so as to increase the participation and assistance of husbands to their wives during pregnancy.Keywords : Factors Affecting Alert Husband, Pregnancy
Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Minat Wanita Usia Subur dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi dalam Rahim di Puskesmas Kuala Bhee Kecamatan Woyla Kabupaten Aceh Barat Tahun 2022 Paradhiba, Meutia; Kusumawardani, Eva Flourentina; Chandra Siahaan, Perry Boy; Saputra, Firman Firdauz; Fadillah, Mardi; Rimonda, Rubi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2515

Abstract

Menurut BKKBN, KB aktif di antara PUS tahun 2019 sebesar 62,5%, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 63,27%. Sementara target RPJMN yang ingin dicapai tahun 2019 sebesar 66%. Berdasarkan wawancara, data yang peneliti peroleh dari 10 ibu di puskesmas Kuala Bhee, 3 diantaranya mengatakan  tidak mengetahui dengan baik apa itu IUD keuntungan dan kerugiannya, 3 orang kurangnya dukungan suami dengan alasan karna mengganggu hubungan suami istri, dan 2 orang mengatakan karna baru sekali melahirkan atau baru memiliki satu anak, 2 orang lagi mengatakan agama tidak memperbolehkan menggunakan kontrasepsi, dikarenakan keluarga berencana dianggap menolak rezeki yang diberikan ( anak ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan minat wanita usia subur dalam penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim di wilayah kerja Puskesmas Kuala Bhee Kecamatan Woyla Kabupaten Aceh Barat Tahun 2022. Jenis penelitian ini bersifat observasional analitik atau survei analitik dengan pendekatan cross sectional, bersifat kuantitatif, sampel dalam penelitian ini adalah 96 wanita usia subur, tehnik pengambilan sampel adalah dengan menggunakan rumus slovin dan cara pengumpulan data dengan membagikan kuisioner, Penelitian ini dilakukan pada tanggal 16 s/d 22 September 2022. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan wanita usia subur berada pada kategori cukup sebanyak 16 (21,6%) dengan hasil P value 0,502 >0,05,  paritas berada pada kategori tidak beresiko sebanyak 30 (81,1%) dengan hasil P value 0,341 >0,05, sikap berada pada kategori negatif sebanyak 20 (54,0%) dengan hasil P value 0,200 >0,05, dukungan suami pada kategori positif sebanyak 23 (62,2%) dengan hasil P value 0,000 <0,05, peran petugas kesehatan berada pada kategori negatif sebanyak 19 (51,3%) dengan hasil P value 0,390 >0,05. Dari hasil penelitian menunjukkan yang berhubungan adalah dukungan suami, sedangkan yang tidak berhungan adalah pengetahuan, paritas, sikap, peran petugas kesehatan. Diharapkan sebagai bahan masukan pada petugas kesehatan agar dilibatkan suami dalam memberikan konseling tentang alat kontrasepsi dalam rahim.Kata Kunci : Minat, Pengetahuan, Paritas, Sikap, Dukungan suami, Peran petugas kesehatan.According to the BKKBN, active family planning among PUS in 2019 amounted to 62.5%, a decrease from the previous year of 63.27%. Meanwhile, the RPJMN target to be achieved in 2019 is 66%. Based on the interviews, the data that the researcher obtained from 10 mothers at the Kuala Bhee health center, 3 of them could not speak properly about the advantages and disadvantages of an IUD, 3 people who supported the relationship on the grounds that it disturbed the relationship of the spouse, and 2 people who spoke because it was a new time. gave birth or just had one child, 2 more people said religion does not allow using contraception, because family planning rejects the provision given (children). This study aims to determine the factors related to the interest of women of childbearing age in using intrauterine contraceptives in the working area of the Kuala Bhee Public Health Center, Woyla District, West Aceh Regency, 2022. This type of research is observational analytic or analytic survey with cross sectional approach, quantitative in nature, the sample in this study was 96 women of childbearing age, the sampling technique was using the Slovin formula and the way of collecting data was by distributing questionnaires. This research was conducted on the 16th / d 22 September 2022. Results showed that the knowledge of women of childbearing age was in the sufficient category as much as 16 (21.6%) with a P value of 0.502> 0.05, parity was in the category of not at risk as much as 30 (81.1%) with a P value of 0.341. > 0.05, the attitude was in the negative category as much as 20 (54.0%) with a P value of 0.200> 0.05, husband's support in the positive category was 23 (62.2%) with a P value of 0.000 <0.05 , the role of health workers was in the negative category as many as 19 (51.3%) with a P value of 0.390> 0.05.  The results showed that what was related was husband's support, while what was not related was knowledge, parity, attitudes, and the role of health workers. It is hoped that as input for health workers, husbands will involve them in providing counseling about intrauterine contraceptives.Keywords: interests, knowledge, parity, attitudes, support from husbands, roles of health workers.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Pemberian Asi dengan Status Gizi Pada Bayi Umur 0-6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Jeuram Kabupaten Nagan Raya Husna, Asmaul; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2321

Abstract

Pemberian ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya dapat mencegah terjadinya gizi kurang. Dimana ASI mengandung segala kebutuhan bayi seperti karbohidrat berupa laktosa, lemak yang banyak mengandung polyunsaturated fatty acid  (asam lemak tak jenuh ganda), protein utama  lactalbumin yang mudah dicerna, kandungan vitamin dan mineral yang mengandung rasio kalsium fosfat sebesar 2:1 yang merupakan kondisi yang ideal bagi penyerapan kalsium (Yuliarti, 2014).Masyarakat dan petugas kesehatan  perlu memahami pentingnya praktek-praktek pemberian ASI pada bayi yang tepat untuk dapat meningkatkan status gizi pada bayi, keluarga seringkali tidak memiliki pengetahuan tentang ASI, pengetahuan yang tidak memadai dan praktek-praktek yang tidak tepat dapat menghambat peningkatan gizi pada bayi (UNICEF, 2016). Perilaku ibu dalam pemberian ASI kepada bayi merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan kejadian gangguan gizi pada bayi. Hasil penelitian terhadap ibu diperoleh fakta bahwa yang dapat member ikan ASI eksklusif selama 6 bulan hanya sekitar 5% padahal 98% ibu-ibu tersebut menyusui. Dari penelitian juga didapatkan bahwa 37,9% dari ibu-ibu tersebut tidak pernah mendapatkan informasi dan 70,4% pernah mendapatkan informasi tentang ASI eksklusif. Kebiasaan menyusu dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi serta meningkatkan daya tahan tubuh sehingga membantu pertumbuhan bayi (Roesli, 2016).Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan pemberian ASI dengan status gizi pada bayi 0-6 bulan di wilayah kerja puskesmas jeuram kabupaten nagan raya. Peneltian ini dilakukan pada tanggal pada tanggal 20-27 Juni 2022. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan di di wilayah kerja puskesmas jeuram kabupaten nagan. Jadi jumlah total sampel penelitian ini adalah 46 ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan. Hasil analisis bivariat di dapat bahwa Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka penelitian dapat menyimpulkan hasil dari penenelitian sebagai berikut terdapat ada hubungan antara dukungan keluarga dengan status gizi bai 0-6 bulan dengan nilai P= 0.000 dan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan status gizi bai 0-6 bulan dengan nilai P=0.001. Kata kunci : Dukungan Keluarga dan Pemberian ASI Exclusive breastfeeding for infants during the first 6 months of life can prevent malnutrition. Where breast milk contains all the baby's needs such as carbohydrates in the form of lactose, fat that contains a lot of polyunsaturated fatty acids (polyunsaturated fatty acids), the main protein lactalbumin which is easily digested, vitamins and minerals containing a calcium phosphate ratio of 2:1 which is a condition that ideal for calcium absorption (Yuliarti, 2014). The community and health workers need to understand the importance of proper breastfeeding practices for infants to improve nutritional status in infants, families often do not have knowledge about breastfeeding, inadequate knowledge and practices Improper nutrition can hinder the improvement of nutrition in infants (UNICEF, 2016). The behavior of mothers in breastfeeding their babies is one of the factors associated with the incidence of nutritional disorders in infants. The results of the research on mothers obtained the fact that only 5% of the mothers were able to exclusively breastfeed for 6 months, whereas 98% of the mothers were breastfeeding. From the research it was also found that 37.9% of these mothers never received information and 70.4% had information about exclusive breastfeeding. The habit of breastfeeding can meet the nutritional needs of babies and increase body resistance so as to help the baby's growth (Roesli, 2016). This research was conducted on 20-27 June 2022. The population of this study were all mothers who had babies 0-6 months in the working area of Jeuram Public Health Center, Nagan Regency. So the total number of samples in this study were 46 mothers who had babies 0-6 months. The results of the bivariate analysis show that Based on the results of the research that has been carried out, the study can conclude the results of the research as follows: there is a relationship between family support and good nutritional status 0-6 months with a P value = 0.000 and there is a relationship between family support and good nutritional status 0-6 months with a P value = 0.001.Keywords: Family Support and A giving
Hubungan Dukungan Suami dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh Habibi, Zul; Iskandar, Iskandar; Desreza, Nanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2356

Abstract

Kontrasepsi tidak akan berhasil tanpa adanya kerjasama antara suami dan istri serta tanpa adanya kepercayaan antara satu dengan yang lain. Pasangan suami istri harus bersama-sama dalam pemilihan metode kontrasepsi yang terbaik, saling kerjasama dalam pemakaian dan juga dalam membiayai pengeluaran kontrasepsi. Faktor penyebab rendahnya partisipasi suami dalam program keluarga berencana meliputi faktor dukungan suami, faktor ekonomi, pendidikan, akomodasi dan pengetahuan. Dari beberapa faktor tersebut faktor dukungan suami adalah faktor paling penting dalam menentukan keberhasilan program keluarga berencana meliputi dukungan informasi, emosional, instrumental dan dukungan penilaian. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan dukungan suami dengan pemilihan alat kontrasepsi di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh. Desain penelitian adalah deskriptif analitik (kuantitatif) dengan rancangan cross sectional, penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 01-15 April 2022 dan cara pengambilan sampel menggunakan teknik lottery technique dengan jumlah 91 pasangan usia subur (PUS). Pengumpulan data dengan membagikan kuesioner kepada responden. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariate. Hasil penelitian ; ada hubungan dukungan suami (p-value : 0,000), ada hubungan dukungan informasional suami (p-value : 0,013), ada hubungan dukungan emosional suami (p-value: 0,000), ada hubungan dukungan instrumental suami (p-value: 0,001) dan ada hubungan dukungan penghargaan/penilaian suami dengan pemilihan alat kontrasepsi (p-value : 0,010). Diharapkan kepada petugas kesehatan agar dapat melakukan tindakan promotif kepada pasangan usia subur (PUS) seperti penyuluhan dan pendidikan kesehatan terkait dengan penggunaan alat kontrasepsi serta melibatkan suami agar dapat meningkatkan penggunaan alat kontrasepsi. Kata Kunci : Dukungan suami, alat kontrasepsi. Contraception will not work without cooperation between husband and wife and without trust between one another. Husband and wife must jointly choose the best contraceptive method, cooperate with each other in the use and also in financing the expenditure of contraception. Factors causing the husband's low participation family planning programs include husband's support, economic factors, education, accommodation and knowledge. Of these several factors, the husband's support is the most important factor in determining the success of the family planning program including informational, emotional, instrumental and assessment support. The purpose of this study was to determine the relationship between husband's support with selection of contraceptives in the Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh. The research design is descriptive analytic (quantitative) with a cross sectional design, this research has been carried out on April 1-15, 2022 and the sampling method used the lottery technique with a total of 91 couples of childbearing age. Collecting by distributing questionnaires to respondents. The analysis method in this research is univariate and bivariate analysis. Research result ; there is a relationship of husband's support (p-value : 0.000), there is a relationship of husband's informational support (p-value : 0.013), there is a relationship of husband's emotional support (p-value : 0.000), there is a relationship of husband's instrumental support (p-value : 0.001) and there is a relationship husband appreciation support with choice of contraception (p-value : 0.010). It is hoped that health workers can take promotive actions to couples of childbearing age such as counseling and health education related to the use of contraceptives and involving husbands in order to increase the use of contraceptives.Keywords: Husband's support, contraceptive.
Uji Aktivitas Antibakteri dari Ekstrak Bawang Lanang (Allium sativum L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Kulla, Periskila Dina Kali; Herrani, Retno
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2479

Abstract

Obat tradisional telah lama digunakan oleh nenek moyang untuk menyembuhkan berbagi macam penyakit, tanpa mengetahui kandungan dalam bahan obat tersebut. Pengguna obat tradisional bermodalkan dampak positif yang dirasakan setelah mengonsumsi obat tradisional tersebut. Bawang merupakan salah satu obat tradisional yang tidak hanya digunakan sebagai bumbu dapur tetapi dipercaya mampu   mengobati berbagai macam penyakit. Salah satu jenis bawang yang sering digunakan oleh masyarakat Jawa sebagai obat ialah bawang lanang. Penelitian akan menguji apakah zat antibakteri yang terdapat dalam bawang lanang mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian merupakan eksperimental laboratorium dengan menggunakan variasi populasi bakteri gram positif dan gram negatif serta variasi konsentrasi ekstrak yang digunakan konsentrasi 15%, 30%, 45%, 60%, 75%, 90% serta kontrol positif (kloramfenikol) dan kontrol negatif (akuades steril). Berdasarkan hasil uji One Way Annova, menunjukkan adanya pengaruh aktivitas antibakteri pada Staphylococcus aureus maupun Escherichia coli dengan nilai sig. (α < 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan secara signifikan penggunaan berbagai konsentrasi ekstrak bawang lanang dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Kesimpulan penelitian ini ialah ekstrak bawang lanang memiliki aktivitas aktibakteri terhadap Staphylococcus aureus maupun Escherichia coli. Konsentrasi ekstrak 90% merupakan konsentrasi paling baik dalam membentuk diameter zona hambat (50.78 mm) terhadap Staphylococcus aureus serta (38.24 mm) terhadap Escherichia coli. Kadar Hambat Minimum (KHM) Staphylococcus aureus dan Escherichia coli pada konsentrasi ekstrak 10%, sedangkan untuk Kadar Bunuh Minimum (KBM) belum dapat ditentukan karena pada konsentrasi ekstrak 10%, bakteri masih tumbuh pada media.Kata kunci: Ekstrak bawang lanang, berbagai konsentrasi, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, aktivitas antibakteri.Traditional medicine has long been used by our ancestors to cure various illnesses without knowing the ingredients. Its consumption is merely based on the positive effect which is resulted after taking the medicine. Garlic is one of the traditional medicines. It is not only used as herbs but also believed to cure various diseases. One type of garlics that is often used by the Javanese as a medicine is lanang garlic. The study will test whether the antibacterial substances contained in lanang garlic influence the growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. The research is an experimental laboratory, using a variation of a population of positive gram and negative gram. The variations of the concentration of the extract used are 15%, 30%, 45%, 60%, 75%, 90%, and a positive control (chloramphenicol) and a negative control (sterilized Aquades). Based on the results of One Way Annova test, there is an antibacterial activity on Staphylococcus aureus and Escherichia coli with sig. (α <0.05). This shows that there are significant differences in the use of various concentrations of the extract of lanang garlic in inhibiting the growth of bacteria. The conclusion is that lanang garlic has an antibacterial activity against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. A 90% concentration is the best to both in forming the inhibition zone diameter against Staphylococcus aureus (50.78 mm) and Escherichia coli (38.24 mm). The Minimum Inhibitory Concentration (MIC) of Staphylococcus aureus and Escherichia coli is at the concentration of 10%, whereas the Minimum Killing Concentration (MKC) cannot be determined because the bacteria are still able to grow on the media in the 10% concentration.Keywords: lanang garlic extract, various concentrations, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, antibacterial activity
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak Usia Sekolah di MIN 26 Aceh Besar Tahun 2022 Resta, Susi Handra; Oktaviyana, Cut; Iqbal, Muhammad
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2339

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut bagian fundamental kesehatan berpengaruh terhadap kesejahteraan secara keseluruhan. Kondisi ini berdampak pada masalah kesehatan anak, karena dapat mengganggu kosentrasi proses belajar anak, mempengaruhi nafsu makan, sehingga dapat menggangu pertumbuhan yang pada akan berdampak status gizi anak yang terimplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah di MIN 26 Aceh Besar Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional study. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 6 s/d 7 Juni 2022. Populasi dalam penelitian ini anak kelas IV, V dan VI yang berjumlah 111 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 53 orang. Pengumpulan data mengggunakan data primer. Analisis menggunakan chi square test. Hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan menyikat gigi (p=0,000), frekuensi menyikat gigi (p=0,023), jenis makanan (p=0,000) dan motivasi anak (p=0,005) dengan kesehatan gigi dan mulut. Diharapkan kepada pihak sekolah untuk dapat bekerja sama dengan instansi kesehatan setempat dalam hal ini pihak Puskesmas untuk melakukana penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dengan metode yang sesuai dengan anak sehingga informasi yang disaampaikana lebih mudah diserap sehingga diharapkan dapat terjadi perubahan perilakuKata Kunci: Menyikat Gigi, Frekuensi Menyikat Gigi, Jenis Makanan, Motivasi Anak, Kesehatan Gigi dan MulutDental and oral health is a fundamental part of health and affects overall well-being. This condition has an impact on children's health problems, because it can interfere with the concentration of the child's learning process, affect appetite, so that it can interfere with growth which in turn will impact the child's nutritional status which is implicated. This study aims to determine the factors associated with dental and oral health in school-age children at MIN 26 Aceh Besar. This type of research is analytic with a cross sectional study approach. Data collection was carried out on 6 to 7 June 2022. The population in this study was children in grades IV, V and VI, totaling 111 people, the sampling technique used purposive sampling with a sample of 53 people. Data collection using primary data. Analysis using chi square test. The results showed that there was a relationship between brushing teeth (p=0.000), frequency of brushing teeth (p=0.023), type of food (p=0.000) and children's motivation (p=0.005) with dental and oral health. It is hoped that the school will be able to cooperate with local health agencies in this case the Puskesmas to conduct dental and oral health counseling with methods that are suitable for children so that the information conveyed is more easily absorbed so that behavior changes are expected to occur.Keywords: Toothbrushing, Frequency of Toothbrushing, Types of Food, Children's Motivation, Dental and Oral Health
Faktor Risiko ISPA pada Balita (Studi Kasus Kontrol pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas UPTD Simpang Tiga Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah, 2022) Reja, M; Nababan, Donal; Silitonga, Evawani M; Manurung, Kesaktian; S, Mido Ester
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2347

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan infeksi akut yang terdapat pada saluran pernafasan bagian atas yang mencakup hidung, sinus serta tenggorokan dan saluran pernafasan bagian bawah yang mencakup bronkus dan paru-paru yang dapat di sebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur. Kasus penyakit ISPA merupakan penyakit terbanyak di Puskesmas Simpang Tiga. Pembangunan bidang kesehatan bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan pencegahan penyakit menular maupun penyakit tidak menular. Penyakit menular salah satunya adalah Infeksi saluran pernafasan Akut, dalam hal ini balita sangat rentan terkena penyakit infeksi saluran pernafasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko infeksi saluran pernafasan akut pada balita di Puskesmas Simpang Tiga Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan kasus kontrol (case control) dengan teknik wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen yaitu untuk mengetahui faktor risiko ISPA pada balita. Sampel dalam penelitian ini sebayak 149 orang tua yang mempuyai balita yang diambil dari seluruh populasi (total sampling), analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian ada pengaruh antara kepadatan hunian kamar dengan kejadian ISPA diperoleh nilai (p=0,003 OR=3,021 95% CI=1,430-6,382). Ada pengaruh antara jenis lantai rumah dengan kejadian ISPA diperoleh nilai (p=0,000 OR=8,000 95% CI=3,490-18,339). Ada pengaruh antara kebiasaan merokok dengan kejadian ISPA diperoleh nilai (p=0,000 OR=0,246 95% CI=0,114-0,528). Ada pengaruh antara status imunisasi dengan kejadian ISPA diperoleh nilai (p=0,000 OR=6,245 95% CI=2,783-14,010). Hasil analisis multivariat menunjukkan yang paling dominan berpengaruh signifikan adalah Jenis Lantai Rumah dengan Exp B sebesar 8,209 (95% CI=3,001-22,455) maka dapat disimpulkan bahwa Jenis Lantai Rumah adalah variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian ISPA Pada Balita. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh bermakna antara kepadatan hunian, jenis lantai rumah, kebiasaan merokok dan status imunisasi dengan kejadian ISPA pada balita. Di sarankan bagi Puskesmas UPTD Simpang Tiga untuk melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kepadatan hunian kamar, jenis lantai rumah, kebiasaan merokok dan status imunisasi. Kata Kunci: Kejadian Ispa, Kepadatan Hunian, Jenis Lantai Rumah, Kebiasaan Merokok, Status Imunisasi. Acute Respiratory Infection (ARI) is an acute infection in the upper respiratory tract which includes the nose, sinuses and throat and lower respiratory tract which includes the bronchi and lungs which can be caused by bacteria, viruses, and mold. Cases of ARI is the most common disease in the Simpang Tiga Health Center. The development of the health sector aimed at improving the degree of public health by preventing communicable and non-communicable diseases. One of the infectious diseases is acute respiratory infection, Toddlers are very susceptible to acute respiratory infections. The purpose of this study was to determine risk factors for acute respiratory infection on toddler in the UPTD Simpang Tiga Public Health Center in 2022. This study uses a quantitative research methods using a case control design with indepth interviews, observation, and document review techniques namely to determine the risk factors for ARI in toddler. The sample in this study as many as 149 parents who have toddlers taken from the entire population (total sampling), data analysis using the chi-square test. The results of the study there is an influence between the density of room occupancy with the incidence of ARI, the value of (p=0,003 OR=3,021 95% CI=1,430-6,382) was obtained. There is an influence between the type of house floor with the incidence of ARI, the value of (p=0,000 OR=8,000 95% CI=3,490-18,339) was obtained. There is an influence between smoking habits and the incidence of ARI, the value of (p=0,000 OR=0,246 95% CI=0,114-0,528) was obtained. There is an influence between immunization status and the incidence of ARI, the value of (p=0,000 OR=6,245 95% CI=2,783-14,010) was obtained. The result of the multivariate analysis shows that the most dominant factor which has the significant influence is the type of house floor with Exp B i.e. 8,209 (95% CI=3,001-22,455), then it can be concluded that the type of house floor is the most dominant variable affecting the incidence of ARI in Toddlers. The conclusion of this study is that there is a significant effect between occupancy density, type of house floor, smoking habits and immunization status with the incidence of ARI in toddlers. It is suggested that Puskesmas UPTD Simpang Tiga conduct socialization to the society concerning the density of room occupancy, type of house floor, smoking habits and immunization status.  Keywords: incidence of ispa, occupancy density, type of house floor, smoking habits, immunization status.
Psychological Well-Being pada Narapidana Remaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Banda Aceh Hendri, Hendri; Purba, Widiya Arani
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2402

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kesejahteraan psikologis pada narapidana remaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. dengan teknik sampling jenuh. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 28 orang. Pengumpulan data dengan skala kesejahteraan psikologis menggunakan teori Ryff (1995) dengan model skala likert. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dengan bantuan program SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kesejahteraan psikologis pada narapidana remaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Banda Aceh berada pada kategori sedang.Kata kunci: Kesejahteraan Psikologis, Narapidana, RemajaThe purpose of this study was to describe the psychological well-being of prisioner adolescent at the Class II Children’s Specal Guidance Institute (LPKA) in Banda Aceh. The method used in this study is a survey method using a quantitative descriptive approach. with saturated sampling technique. The sample in this study were 28 people. Collecting data using a psychological well-being scale using Ryff's (1995) theory with a Likert scale model. Data were analyzed using descriptive statistical analysis with the help of SPSS 20 program. The results ehowed that the average psychological well-being. The results showed that the average psychological well-being of prisioner adolescent at the Class II Institute or Child Development (LPKA) Banda Aceh was in the medium category.Keywords : Psychological Well-Being, Prisioner, Adolescent.
Pengaruh Psikoedukasi Parenting Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Dalam Mengoptimalkan 1000 Hari Pertama Kehidupan di Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh Suherman, Asep; Oktaviyana, Cut; Fauziah, Fauziah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2303

Abstract

Selama masa kehamilan ibu memerlukan berbagai unsur gizi yang jauh lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya sendiri, pertumbuhan dan perkembangan janin yang di kandungnya. UNICEF mengemukakan Indonesia menjadi negara kelima balita stunting tertinggi di dunia berjumlah ± 7.5 juta anak. Masalah  gizi  ini di  Indonesia  masih  menjadi  masalah  yang  serius  dan membutuhkan perhatian yang serius. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2020, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki masalah gizi anak dengan persentase Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 angka stunting secara nasional mengalami penurunan sebesar 1,6 persen per tahun dari 27.7% tahun 2019 menjadi 24,4% tahun 2021. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi parenting terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil dalam mengoptimalkan 1000 hari pertama kehidupan di Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh Tahun 2022. Desain penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experimen) dengan rancangan penelitian adalah one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang ada di Wilayah Kerja Puekesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh tahun 2021, dari jumlah sasaran ibu hamil sebanyak 613 orang dengan menggunakan teknik accidental sampling yang berjumlah 41 responden. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 20-22 Juni 2022. Hasil penelitian diperoleh bahwa sebelum diberikan intervensi psikoedukasi parenting sebagian besar pengetahuan ibu berada pada kategori kurang sebanyak 19 responden (46,3%), sedangkan setelah dilakukan intervensi psikoedukasi parenting sebagian besar berada pada kategori cukup (51,2%), ada pengaruh psikoedukasi parenting terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil dalam mengoptimalkan 1000 hari pertama kehidupan dengan nilai p-value=0,000. Saran diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi yang signifikan bagi ibu hamil tentang 1000 hari pertama kehidupan, sehingga dapat meningkatkan partisipasi ibu untuk memeriksakan kehamilan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi.Kata Kunci : Psikoedukasi Parenting, Pengetahuan, Ibu HamilDuring pregnancy, the mother requires far more nutritional elements to meet the needs of her own body, growth and development of the fetus in her womb. UNICEF stated that Indonesia is the fifth country with the highest stunting toddler in the world, amounting to ± 7.5 million children. This nutritional problem in Indonesia is still a serious problem and requires serious attention. The results of the 2020 Basic Health Research, show that Indonesia has child nutrition problems with the percentage of the Indonesian Nutrition Status Study (SSGI) in 2021 nationally, the stunting rate has decreased by 1.6 percent per year from 27.7% in 2019 to 24.4% in 2021. The purpose of this study was to determine the effect of parenting psychoeducation on increasing knowledge of pregnant women in optimizing the first 1000 days of life at the Kuta Alam Public Health Center, Banda Aceh City in 2022. The design of this study was a quasi-experimental study with a one group pretest posttest design. The population in this study were all pregnant women in the Work Area of Puekesmas Kuta Alam, Banda Aceh City in 2021, from the target number of pregnant women as many as 613 people using the accidental sampling technique, totaling 41 respondents. This research was conducted on 20-22 June 2022. The results showed that before the parenting psychoeducation intervention was given, most of the mother's knowledge was in the less category as many as 19 respondents (46.3%), while after the parenting psychoeducation intervention was mostly in the sufficient category. (51.2%), there is an effect of parenting psychoeducation on increasing knowledge of pregnant women in optimizing the first 1000 days of life with p-value = 0.000. Suggestions are expected that this research can provide significant information for pregnant women about the first 1000 days of life, so that it can increase maternal participation in antenatal care and reduce maternal and infant mortality. Keywords: Parenting Psychoeducation, Knowledge, Pregnant Women

Page 65 of 123 | Total Record : 1226