cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE
ISSN : 24423106     EISSN : 26155338     DOI : -
Core Subject : Education,
The aim of the Journal of Education Science (JES), p-ISSN 2442-3106, e-ISSN 2615-5338 is to provide an international forum for the sharing, dissemination and discussion of research, experience and perspectives across a wide range of education, teaching, development, instruction, educational projects and innovations, learning methodologies and new technologies in education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI REAKSI REDUKSI OKSIDASI Zulham Handayani; Suri Imanda
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v8i2.2413

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Calang selama tiga bulan sejak bulan Januari sampai Maret 2020  bertujuan untuk meningkatkan pemahaman melalui penggunaan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi reaksi reduksi oksidasi siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 1 Calang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas 2 siklus. Subyek penelitian adalah siswa-siswi Kelas X IPA 2 SMA Negeri 1 Calang tahun pelajaran 2019/ 2020 sebanyak 21 siswa. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif komparatif dan analisis deskriptif kualitatif hasil observasi. Melalui penggunaan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada reaksi  reduksi oksidasi mata pelajaran kimia siswa kelas X IPA 2 pada SMA Negeri 1 Calang diperoleh hasil tes pada siklus I  dengan persentase ketuntasan 71,4 % nilai rata-rata kelas 72,8 dan meningkat pada hasil tes siklus II 85,7 % dengan nilai rata-rata kelas 78,2. Pada kedua siklus ini terjadi perubahan aktifitas dan perolehan nilai yang signifikan bila dibandingkan dengan pra siklus dengan ketuntasan belajar yang hanya mencapai  52,4 % dan nilai rata-rata adalah 69,1. Dengan demikian  melalui penggunaan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi reaksi reduksi oksidasi siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 1 Calang.Kata Kunci :  Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL),  Reaksi Reduksi Oksidasi.This research was conducted at SMA Negeri 1 Calang for three months from January to March 2020 aimed at increasing understanding through the use of the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach to the oxidation reduction reaction material for students of class X IPA 2 SMA Negeri 1 Calang. This research is a classroom action research (CAR) which consists of 2 cycles. The research subjects were students of Class X IPA 2 SMA Negeri 1 Calang in the 2019/2020 school year as many as 21 students. Data analysis used comparative descriptive analysis techniques and qualitative descriptive analysis of observations. Through the use of the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach to the oxidation reduction reaction of the chemistry subjects of class X IPA 2 at SMA Negeri 1 Calang, the test results in the first cycle were obtained with the percentage of completeness 71.4%, the average grade of 72.8 and increasing on the second cycle test results 85.7% with an average grade of 78.2. In these two cycles there was a significant change in activity and score when compared to the pre-cycle with learning completeness which only reached 52.4% and the average score was 69.1. Thus, through the use of the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach, students can improve students' understanding of the material for oxidation-reduction reactions of class X IPA 2 SMA Negeri 1 Calang.Keywords: Contextual Teaching and Learning (CTL) Approach, Oxidation Reduction Reaction. 
PENGGUNAAN METODE GRAMMAR TRANSLATION METHOD UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS DESCRIPTIVE Leli Mainandar; Murnia Suri
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v8i2.2430

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Calang selama tiga bulan sejak bulan Juli sampai September 2015. Penelitian tindakan kelas ( PTK ) dengan judul Penggunaan  Metode Grammar translation untuk meningkatkan kemampuan menulis Teks Descriptive  pada siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Calang  adalah bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks Descriptive sesuai dengan fungsi,struktur teks dan unsur kebahasaan  sesuai dengan konteks penggunaannya. Unsur yang di nilai adalah bagaimana siswa dapat menulis kalimat  dengan benar sesuai dengan struktur dan unsur kebahasaan  yang di pakai dalam menulis teks Descriptive. Hasil penelitian adalah sebagai berikut :pretes  siswa mendapat nilai rata – rata 36 (hampir semua kalimat tidak benar). Siklus I nilai rata-rata 50,25 .Siklus II nilai rata-rata 59,25 dan siklus III nilai rata-rata 70. Dari 20 orang siswa, ada 16 orang siswa yang  masuk kategori B, jika di persen kan maka 80 % siswa menulis sebagian besar kalimat  dengan benar . Jika 75 % sampai 84 % siswa bisa menguasai materi pembelajaran   maka termasuk dalam kategori  bagus. Jadi siswa berhasil meningkatkan kemampuan menulis  dengan menggunakan  Metode Grammar translation dan siswa lebih aktif dalam proses belajar.Kata kunci   : Grammar Translation Method, Teks DescriptiveThis research was conducted at SMA Negeri 1 Calang for three months from July to September 2015. Classroom action research (CAR) with the title Using the Grammar translation Method to improve the ability to write descriptive text in class X IPA 1 SMA Negeri 1 Calang is aimed at improve students' ability to write descriptive text according to the function, structure of the text and linguistic elements according to the context of its use. The element that is assessed is how students can write sentences correctly according to the structure and linguistic elements used in writing descriptive text. The results of the study are as follows: pretest students get an average score of 36 (almost all sentences are not true). Cycle I average value is 50.25. Cycle II average value is 59.25 and cycle III average value is 70. Of the 20 students, there are 16 students who fall into category B, if the percentage is right then 80% of the students write most of the sentences correctly. If 75% to 84% of students can master the learning material, it is included in the good category. Thus, the students succeeded in improving their writing skills by using the Grammar translation method and students were more active in the learning process.Keywords : Grammar Translation Method, Descriptive Text
PENERAPAN MODEL GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MATERI KINEMATIKA GERAK LURUS KELAS X MIPA1 SMA NEGERI 1 MEUREUDU Sri Laila Khaldi; Murhamatillah Murhamatillah
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v8i2.2418

Abstract

Hasil observasi kelas menunjukkan bahwa peserta didik kurang termotivasi untuk menjawab pertanyaan yang diberikan guru dan sebagian besar siswa menganggap bahwa pelajaran fisika merupakan mata pelajaran yang sulit. Permasalahan tersebut menyebabkan hasil belajar fisika kurang maksimal yang berdampak tidak tercapainya ketuntasan belajar secara klasikal maupun individu. Model pembelajaran guided discovery dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan pemahaman yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu peneliti  tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai model guided discovery dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian: untuk mengetahui penerapan model guided discovery pada materi kinematika gerak lurus di kelas X MIPA1 SMA Negeri 1 Meureudu dalam meningkatkan hasil belajar. Jenis penelitian: penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah kelas X MIPA1 SMA Negeri 1 Meureudu dengan jumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumen data tentang kondisi awal peserta didik diambil dari nilai prasiklus materi sebelumnya. Analisis data dekskriptif, meliputi analisis deskriptif komparatif hasil belajar dengan cara membandingkan hasil belajar pada siklus I dengan siklus II. Tes yang diberikan sebelum (prasiklus) dan setelah (tes siklus I dan siklus II ) bertujuan untuk mengetahui hasil belajar kognitif. Hasil Penelitian: adanya peningkatan nilai rata-rata aktivitas peserta didik, yaitu siklus I sebesar 76,38 %, pada siklus II 90,80 % dan adanya peningkatan hasil belajar, yaitu siklus I rata-rata nilai sebesar 77,74 dengan ketuntasan belajar klasikal 77,4 %, rata-rata nilai siklus II 83,87 dengan ketuntasan belajar klasikal  100%.  Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa dengan penerapan model guided discovery dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIPA 1 pada materi kinematika gerak lurus di SMA Negeri 1 Meureudu.Kata Kunci: Model guided discovery, hasil belajarThe results of class observations showed that students were less motivated to answer the questions given by the teacher and most of the students thought that physics was a difficult subject. These problems cause the learning outcomes of physics to be less than optimal which has an impact on not achieving mastery learning both classically and individually. Guided discovery learning model can be an alternative to improve understanding which in turn will improve student learning outcomes. Therefore, researchers are interested in conducting further research on the guided discovery model in improving student learning outcomes. The purpose of the study: to determine the improvement of physics learning outcomes on the subject of linear motion kinematics in class X MIPA 1 SMA Negeri 1 Meureudu. Type of research: classroom action research. The subject of this research is class X MIPA 1 SMA Negeri 1 Meureudu with a total of 31 students. The data collection technique used is a data document about the initial conditions of students taken from the pre-cycle value of the previous material. Descriptive data analysis, including comparative descriptive analysis of learning outcomes by comparing learning outcomes in cycle I and cycle II. The test given before (pre-cycle) and after (test cycle I and cycle II) aims to determine cognitive learning outcomes. Research results: an increase in the average value of student activities, namely the first cycle of 76.38%, in the second cycle 90.80% and an increase in learning outcomes, namely the first cycle the average value of 77.74 with classical learning completeness 77.4%, the average value of the second cycle is 83.87 with 100% classical learning completeness. Thus, it can be concluded that the application of the guided discovery model can improve student learning outcomes in class X MIPA 1 on the material of straight motion kinematics at SMA Negeri 1 Meureudu.Keywords: guided discovery model, learning outcomes 
PERAN AYAH DALAM MENDIDIK ANAK (REVIEW JURNAL TENTANG PERAN AYAH DALAM PARENTING) Herawati Herawati; Cut Intan Hayati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v8i2.2578

Abstract

Penelitian ini membuktikan bahwa para ayah mulai menyadari akan pentingnya peran diri dalam mendidik anak, hanya saja tanggungjawab mencari nafkah kerap menjadi alasan optimalisasi pemenuhan peran sesuai fitrahnya. Selain para ayah, pemerintah juga kiranya dapat mengambil peran dalam mensosialisasikan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan dan membentuk/mendukung lahirnya komunitas-komunitas yang mengedukasi para ayah agar cakap dalam mendidik anak. Hal ini dikarenakan dengan tingginya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dapat mengurangi perilaku negatif pada anak dan terbentuknya generasi bangsa yang rahmatan lil ‘alamin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data primer penelitian ini diperoleh dari jurnal yang berjudul: (1) Peran Ayah Pada Pengasuhan Anak Usia Dini dalam Keluarga di Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, (2) Hubungan Antara Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan dengan Kenakalan Remaja di Kota Banda Aceh; dan (3) Perubahan Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak di Jepang Pada Era Shoushika. Analisis yang digunakan untuk membaca ketiga artikel tersebut menggunakan metode hermeneutik dan menginterpretasikan makna dari ketiga artikel tersebut agar dapat memberikan kesimpulan yang dapat mengedukasi para ayah dalam memaksimalkan perannya dalam mendidik anak.Kata Kunci: Peran Ayah, Parenting, dan Pendidikan AnakThis research proves that fathers are starting to realize the importance of their own role in educating children, it's just that the responsibility of earning a living is often the reason for optimizing the fulfillment of the role according to their nature. In addition to fathers, the government can also play a role in socializing the importance of the father's role in parenting and forming/supporting the birth of communities that educate fathers to be competent in educating their children. This is because the high involvement of fathers in child rearing can reduce negative behavior in children and the formation of a nation that is rahmatan lil 'alamin. This type of research is qualitative research. The primary data sources for this study were obtained from journals entitled: (1) The Role of Fathers in Early Childhood Care in Families in Darussalam District, Aceh Besar District, (2) The Relationship Between Father's Involvement in Parenting and Juvenile Delinquency in Banda Aceh City; and (3) Changes in Father's Role in Parenting in Japan During the Shoushika Era. The analysis used to read the three articles uses the hermeneutic method and interprets the meaning of the three articles in order to provide conclusions that can educate fathers in maximizing their role in educating children.Keyword: Father’s Role, Parenting, and Children’s Education
INOVASI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DALAM RANGKA PENANAMAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL Cut Intan Hayati; Herawati Herawati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v8i2.2579

Abstract

Inovasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu perwujudan dari pengembangan sistem pendidikan Islam. Di tengah-tengah pesatnya inovasi Pendidikan dalam konteks pengembangan kurikulum, sering kali para guru PAI merasa kebingungan dalam menghadapinya. Dan inovasi pendidikan tersebut cenderung bersifat top-down innovation dengan strategi power coercive atau strategi pemaksaan dari atasan (pusat) yang berkuasa. Inovasi bertujuan untuk meningkatkan mutu, efisiensi serta efektivitas pelaksanaan Pembelajaran PAI. Namun demikian, hendaknya kurikulum Pendidikan Agama Islam seyogyanya mencakup segala dimensi termasuk dalam bersikap dan bertindak sehingga kurikulum Pendidikan Agama Islam harus terintegrasi dengan berbagai disiplin ilmu lainnya termasuk terintegrasi dengan nilai-nilai kearifan lokal setempat. Penelitian ini merupakan penelitian tinjauan Pustaka (literature review) dengan mengumpulkan data-data maupun sumber yang berkaitan dengan satu topik tertentu yang mana informasi ini dapat dari jurnal, laporan penelitian, buku, e-book, sumber Pustaka lainnya. Hasil pelaksanaan penelitian ini membuktikan bahwa kebudayaan lokal dapat dijadikan sebagai khazanah lokal dalam kurikulum pembelajaran PAI yang mampu mengeliminir Pendidikan Agama dalam pembelajaran di sekolah dan sebagai upaya mengeliminir gagap budaya pad para peserta didik, sehingga mereka mencari kompensasi pada budaya lain yang dalam banyak hal memiliki resistensi terhadap nilai-nilai agama. Muatan lokal dalam kurikulum berdasarkan regulasi Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2008 tentang Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Agama Islam dan bahasa Arab di Madrasah sebagai upaya meningkatkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.Kata kunci: Inovasi Kurikulum, Pendidikan Agama Islam, Nilai-nilai Kerarifan Lokal.Islamic Religious Education (PAI) curriculum innovation is one manifestation of the development of the Islamic education system. In the midst of the rapid pace of educational innovation in the context of curriculum development, PAI teachers often feel confused about dealing with it. And these educational innovations tend to be top-down innovation with coercive power strategies or coercive strategies from the ruling (central) superiors. Innovation aims to improve the quality, efficiency and effectiveness of implementing PAI learning. However, the Islamic Religious Education curriculum should cover all dimensions including attitudes and actions so that the Islamic Religious Education curriculum must be integrated with various other disciplines including integrated with local wisdom values. This research is a literature review research by collecting data and sources related to a particular topic where this information can be obtained from journals, research reports, books, e-books, other library sources. The results of the implementation of this research prove that local culture can be used as local treasures in the PAI learning curriculum which is able to eliminate religious education in learning at school and as an effort to eliminate cultural stuttering in students, so that they seek compensation in other cultures which in many ways have resistance. to religious values. Local content in the curriculum is based on Regulation of the Minister of Religion Number 2 of 2008 concerning Content Standards and Competency Standards for Graduates of Islamic Religious Education and Arabic in Madrasas as an effort to improve Competency Standards and Basic Competences.Keywords: Curriculum Innovation, Islamic Religious Education, Local Wisdom Values.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LIMIT FUNGSI ALJABAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING KELAS XI MIPA 2 SMA NEGERI 1 MEUREUDU PIDIE JAYA Cut Aja Mehram; Murhamatillah Murhamatillah
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v8i2.2588

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa kelas XI MIPA 2 semester 2 SMA Negeri 1 Meureudu Kabupaten Pidie jaya  pada materi Limit fungsi aljabar melalui model pembelajaran Discovery Learning. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan dari Januari-Maret 2021 dengan 31 orang siswa yang terdiri dari 12 laki-laki dan 19 orang siswa perempuan. Metodologi Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang berlangsung dalam semester 1 terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus 2 kali tatap muka. Alokasi waktu untuk setiap tatap muka adalah 2 jam pelajaran. Prosedur yang dilakukan yang dilakukan dalam penelitian ini  adalah  mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan, observasi, refleksi. Data penelitian ini secara kuantitatif dan kualitatif. Data bersumber dari siswa dan peneliti. Teknik pengumpulan data diperoleh dari data mengenai hasil belajar diambil dengan memberikan evaluasi pada setiap akhir siklus, data mengenai kinerja guru dalam pembelajaran dan aktivitas siswa dalam kelompok diambil dengan menggunakan lembar observasi dan data mengenai tanggapan siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan angket refleksi siswa terhadap pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa kelas XI MIPA 2 semester 2 SMA Negeri 1 Meureudu Kabupaten Pidie jaya pada materi Limit fungsi aljabar melalui model pembelajaran Discovery Learning (DL) dan terjadi peningakatan aktivitas siswa kelas XI MIPA 2 semester 2 SMA Negeri 1 Meureudu Kabupaten Pidie jaya  pada materi Limit fungsi aljabar dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran Discovery Learning (DL).Kata Kunci: Hasil Belajar, Kemampuan Siswa, Model Pembelajaran Discovery Learning.The purpose of this study was to improve the learning outcomes and activities of students in class XI MIPA 2 semester 2 of SMA Negeri 1 Meureudu, Pidie Jaya Regency in the material Limits of algebraic functions through the Discovery Learning learning model. The research was carried out for 3 months from January to March 2021 with 31 students consisting of 12 boys and 19 girls. The research methodology is Classroom Action Research which takes place in semester 1 consisting of 2 cycles. Each cycle 2 times face to face. The time allocation for each face-to-face meeting is 2 hours of lessons. The procedures carried out in this study were from planning, implementing activities, observing, reflecting. The data of this research are quantitative and qualitative. Data sourced from students and researchers. Data collection techniques were obtained from data regarding learning outcomes taken by providing evaluations at the end of each cycle, data regarding teacher performance in learning and student activities in groups were taken using observation sheets and data regarding student responses to learning by using student reflection questionnaires on learning. The results showed that there was an increase in the learning outcomes of students in class XI MIPA 2 semester 2 of SMA Negeri 1 Meureudu, Pidie Jaya Regency in the limit of algebraic functions through the Discovery Learning (DL) learning model and there was an increase in the activity of students in class XI MIPA 2 semester 2 of SMA Negeri 1 Meureudu Pidie Jaya District is successful in material Limits of algebraic functions can be improved through the Discovery Learning (DL) learning model.Keywords: Learning Outcomes, Student Ability, Discovery Learning Learning Model.
MINAT ORANG TUA DALAM MEMILIH JENJANG PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN NAGAN RAYA Herawati Herawati; Cut Intan Hayati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v8i2.2592

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat orang tua dari Gampong Cot Mee yang menyekolahkan anaknya di MIN Kuala Tadu dan untuk mengetahui minat orang tua dari Gampong Kuala Tadu yang menyekolahkan anaknya di SD Cot Mee. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu menela’ah, mengumpulkan, menyusun, mengklarifikasikan, dan menggambarkan masalah yang ada pada saat sekarang. Sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara langsung kepada para orang tua yang ditetapkan sebagai sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan orang tua memilih MIN untuk menyekolahkan anaknya adalah: (a) mutu pendidikan, (b) mata pelajaran/kurikulum pendidikan, (c) program-program pendidikan yang dikembangkan sekolah, (d) progres kemampuan anak dalam baca-tulis, (e) kemudahan dalam pelayanan sekolah (seperti: syarat masuk murid baru), dan (f) integrasi ilmu dengan agama yang berimbas pada akidah, akhlak dan perilaku anak. Sedangkan alasan orang tua memilih SD untuk menyekolahkan anaknya, antara lain: (a) mutu pendidikan, (b) mata pelajaran/kurikulum pendidikan, (c) program-program pendidikan yang dikembangkan sekolah (ekstrakurikuler dan perlombaan), (d) progres kemampuan anak dalam baca-tulis,  (e) letak sekolah dengan lingkungan tempat tinggal, (f) efektivitas KBM yang sesuai dengan perkembangan zaman, (g) faktor lingkungan (banyak anak yang bersekolah di tempat tersebut), (h) keinginan siswa sendiri,  (i) pendekatan guru secara personil dengan orang tua, (j) kedisiplinan guru dan siswa dalam proses pembelajaran, (k) kenyamanan belajar serta fasilitas gedung yang baik dan memadai, (l) tenaga guru yang profesional dalam bidangnya, dan (m) sistem pembelajaran yang konkrit.Kata Kunci: Minat, Orangtua, dan Jenjang Pendidikan DasarThe purpose of this study was to determine the interest of parents from Gampong Cot Mee in sending their children to MIN Kuala Tadu and to find out the interests of parents from Gampong Kuala Tadu in sending their children to SD Cot Mee. This research method is a qualitative descriptive method, which examines, collects, compiles, classifies, and describes the problems that exist at the moment. While the data collection technique in this study was direct interviews with parents who were selected as samples in this study. The results showed that the reasons for parents choosing MIN to send their children to school were: (a) quality of education, (b) educational subjects/curriculum, (c) educational programs developed by schools, (d) progress of children's ability to read and write , (e) convenience in school services (such as: requirements for entering new students), and (f) integration of science and religion which has an impact on the faith, morals and behavior of children. While the reasons for parents choosing SD to send their children to school include: (a) quality of education, (b) educational subjects/curriculum, (c) educational programs developed by schools (extracurriculars and competitions), (d) progress of children's abilities in literacy, (e) the location of the school and the environment where they live, (f) the effectiveness of teaching and learning in accordance with the times, (g) environmental factors (many children go to school in that place), (h) the wishes of the students themselves, (i ) the teacher's personal approach with parents, (j) the discipline of teachers and students in the learning process, (k) the comfort of learning and good and adequate building facilities, (l) teachers who are professional in their fields, and (m) a learning system that concrete.Keywords: Interest, Parents, and Elementary Education Level
EDUKASI BULLYING MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA SD KELAS VI MIS HAFIZH CENDEKIA BANDA ACEH Rafni Fajriati; Herawati Herawati; Finaul Asyura; Putra Ilhamsyah
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v9i1.2848

Abstract

Bullying adalah perilaku yang merasa memiliki kuasa atas orang lain dan berdampak buruk pada objeknya. Berdasarkan Komisi Perlindungan Pelajar Indonesia ada delapan laporan kekerasan pada bulan januari sampai april, dengan dua kasus pada sekolah dasar, dua kasus pada sekolah menengah pertama, dan 4 kasus pada sekolah menengah keatas. Jika anak menyadari bagaimana dampak bullying ini kepada orang lain sedari dini maka akan menumbuhkan rasa sosial yang tinggi dengan menyadari pentingnya rasa simpati terhadap orang lain. Sebelum perilaku bullying ini menjadi kebiasaan buruk pelaku, hendaknya ada informasi atau edukasi mengenai dampak dari perilaku bullying. Informasi ini akan membantu anak yang masih belajar dalam bersosialisasi agar menghindari perilaku-perilaku bullying. Informasi ini bisa disampaikan menggunakan media audio visual agar anak lebih menarik sehingga informasi tersebut dapat dipahami dengan mudah. Media audio visual yaitu sejenis media yang mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang dapat dilihat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan terhadap siswa kelas VI MIS Hafizh Cendekia. Pada setiap siklus yang dilakukan, siswa menunjukkan perubahan tingkah laku sesuai dengan video yang ditampilkan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa edukasi pembullyan menggunakan media audio visual telah terstruktur dengan baik sejak tahap perencanaan, terlaksana secara optimal dalam pelaksanaan tindakan dan terevaluasi dengan cermat pada setiap siklus.Kata Kunci: Bullying, Media Audio Visual Bullying Education Using Visual Audio Media for Visual Grade SD Students Mis Hafizh Cendekia Banda AcehBullying is behavior that feels you have power over other people and has a negative impact on the object. According to the Indonesian Student Protection Commission, there were eight reports of violence from January to April, with two cases in elementary schools, two cases in junior high schools, and 4 cases in high schools. If children realize how bullying impacts others from an early age, they will develop a high social sense by realizing the importance of sympathy for others. Before this bullying behavior becomes a bad habit for the perpetrator, it is superior to have information or education regarding the impact of bullying behavior. This information will help children who are still learning in socialization to avoid bullying behaviors. This information can be conveyed using audio-visual media so that children are more interesting so that the information can be understood easily. Audio-visual media is a type of media that contains sound elements and also contains image elements that can be seen. This research is a class action research (Classroom Action Research) conducted on class VI students of MIS Hafizh Cendekia. In each cycle that is carried out, students show changes in behavior according to the video shown. Therefore, it can be concluded that bullying education using audio-visual media has been well structured from the planning stage, carried out optimally in the implementation of actions and carefully evaluated in each cycle.Keywords: Bullying, Media Audio Visual
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI TIRANI MATAHARI TERBIT Hazami Hazami; Soraya Lestari
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v9i1.2853

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Indra Jaya melalui penggunaan Model Kooperatif Tipe Snowball Throwing pada Materi Tirani Matahari Terbit pelajaran Sejarah. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dari bulan Januari sampai Maret 2023 terdiri atas 2 siklus. Subyek penelitian adalah siswa-siswi kelas XI IPS SMA Negeri 1 Indra Jaya tahun pelajaran 2022/ 2023 sebanyak 15 siswa. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif komparatif dengan membandingkan kondisi awal dengan hasil-hasil yang dicapai pada setiap siklus, dan analisis deskriptif kualitatif hasil observasi  dengan membandingkan hasil observasi dan refleksi pada siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan model kooperatif tipe Snowball dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Indra Jaya pada materi Tirani Matahari Terbit pelajaran Sejarah. Hal ini ditunjukkan dari hasil tes pada siklus I  dengan persentase ketuntasan sebesar 53,3 % nilai rata-rata kelas sebesar 75,70 dan meningkat pada hasil tes siklus II sebesar 86,7 % dengan nilai rata-rata kelas 88,90.Kata kunci:  Model Kooperatif, Tipe Snowball Throwing, Tirani Matahari TerbitThis study aims to increase students' understanding of class XI IPS at SMA Negeri 1 Indra Jaya through the use of the Snowball Throwing Type Cooperative Model in the Tyranny of the Rising Sun in History. This research is a classroom action research (PTK) which was conducted from January to March 2023 consisting of 2 cycles. The research subjects were 15 students of class XI IPS at Indra Jaya Public High School 1 for the academic year 2022/2023. Data analysis used a comparative descriptive analysis technique by comparing the initial conditions with the results achieved in each cycle, and a qualitative descriptive analysis of the results of observations by comparing the results of observations and reflections on cycle I and cycle II. The results showed that the use of the Snowball type cooperative model could improve the understanding of class XI IPS students of SMA Negeri 1 Indra Jaya on the Tyranny of the Rising Sun in History. This is shown from the test results in the first cycle with a completeness percentage of 53.3%, the class average value was 75.70 and it increased in the second cycle test results by 86.7% with a class average score of 88.90.Keywords: Cooperative Model, Snowball Throwing Type, Tirani Matahari Terbit
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP Suryawati Suryawati; M Hasbi; Murnia Suri; Sulis Kurniawati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v9i1.2849

Abstract

Keterampilan peserta didik dalam mengkomunikasikan ide-ide matematikanya dengan berbagai cara belum memenuhi harapan. Penting bagi guru mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan komunikasi matematis siswa, karena hal tersebut dapat menjadi tantangan bagi guru untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa, baik dengan memperbaiki gaya belajar, menumbuhkan suasana belajar, maupun menggunakan model pembelajaran yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktorfaktor yang mempengaruhi kemampuan komunikasi matematis siswa. Subjek penelitian ini terdiri dari 4 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wih Pesam yang terletak di Kabupaten Bener Meriah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Data dianalisis menggunakan pendekata kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi kemampuan komunikasi lisan siswa adalah teman belajar, kepercayaan diri, malu, gugup, suasana pembelajaran berkelompok, waktu dilaksanakannya pembelajaran, dan gender. Sedangkan faktor yang mempengaruhi kemampuan komunikasi tulis siswa adalah tidak mampu menuliskan informasi yang diketahui dan ditanya pada soal, kurang fokus dalam belajar sehingga tidak mengerti materi yang diajarkan, tingkat kesulitan soal, dam ketenangan dalam mengerjakan soal.Kata Kunci: Kemampuan komunikasi matematis, faktor yang mempengaruhi kemampuan komunikasi matematis. Factors Affecting the Communication ofMathematical Ability for Junior High School StudentsThe skill of students in communicating their mathematical ideas in various ways have not met the expectations. It is important for teachers to know the factors that affect students’ mathematical communication abilities, because this can be a challenge for teachers to improve students’ mathematical communication skills either by improving learning styles, fostering a learning or using appropriate learning models. The purpose of this research is to describe the factors that influence students’ mathematical communication abilities. The subjects of this study consisted of 4 students of class VIII SMP Negeri 2 Wih Pesam located in Bener Meriah Regency. Data Collection techniques used are observation and interviews. Data were analyzed using a qualitative approach. The results showed that the factors that influenced students’ oral communication skills were study partners, self-confidence, shyness, nervousness, group learning atmosphere, time of study and gender. While the factors that affect students’ written communication skills are not being able to write down information that is known and asked about questions, lack of focus on learning, so they do not understand the material being taught, the level of difficulty of the questions and calmness in working on the questions.Keywords: Mathematical communication skills, factors influenced communication skills