cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE
ISSN : 24423106     EISSN : 26155338     DOI : -
Core Subject : Education,
The aim of the Journal of Education Science (JES), p-ISSN 2442-3106, e-ISSN 2615-5338 is to provide an international forum for the sharing, dissemination and discussion of research, experience and perspectives across a wide range of education, teaching, development, instruction, educational projects and innovations, learning methodologies and new technologies in education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Nurlisma Nurlisma; Kesumawati Kesumawati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v9i1.2850

Abstract

Telah dilakukan penelitian karya ilmiah yang berjudul “Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Materi Akulturasi Kebudayaan Lokal, Hindu-Buddha, dan Islam di Indonesia pada SMK Negeri 1 Calang”. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Akulturasi Kebudayaan Lokal, Hindu-Buddha, dan Islam di Indonesia dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match. Subyek dalam penelitiannya adalah siswa kelas X TBSM SMK Negeri 1 Calang Tahun pelajaran 2021/2022. Data diperoleh melalui pengamatan, observasi, tes awal, tes siklus I, dan tes siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Akulturasi Kebudayaan Lokal, Hindu-Buddha, Dan Islam Di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian pada pelaksanaan tes awal, tes siklus I, dan tes siklus II. Pada tes awal, rata-rata hasil belajar siswa 26%, meningkat menjadi 63% pada siklus I dan 89% pada siklus II.Kata Kunci : Model Kooperatif Tipe Make a Match, Hasil BelajarResearch on a scientific work entitled "Using the Make a Match Type Cooperative Learning Model to Improve Learning Outcomes of Class X Students in Motorcycle Business Engineering (TBSM) Material Acculturation of Local, Hindu-Buddhist, and Islamic Culture in Indonesia at SMK Negeri 1 Calang". This study aims to improve student learning outcomes in the material of Acculturation of Local Culture, Hindu-Buddhism, and Islam in Indonesia by using the Make a Match cooperative learning model. The subjects in his research were class X students of TBSM SMK Negeri 1 Calang for the 2021/2022 academic year. Data were obtained through observation, observation, pre-test, cycle I test, and cycle II test. The results of the study show that the use of the Make a Match type of cooperative learning model can improve student learning outcomes in the material of Acculturation of Local Culture, Hindu-Buddhism, and Islam in Indonesia. This can be seen from the results of research on the implementation of the initial test, cycle I test, and cycle II test. In the pre-test, the average student learning outcomes were 26%, increasing to 63% in cycle I and 89% in cycle II.Keywords: Make a Match Type Cooperative Model, Learning Outcomes  
ANALISIS PENGGUNAAN TATA BAHASA INGGRIS PADA PENULISAN ABSTRAK SKRIPSI Rahmat Fajri; Rahmat Alimin
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v9i1.2851

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ubudiyah Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan untuk menggambarkan secara jelas dan tepat tentang kemampuan mahasiswa dalam menulis abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan tatabahasa apa saja yang terdapat dalam penulisan abstrak pada beberapa skripsi mahasiswa program studi farmasi Universitas Ubudiyah Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah para mahasiswa prodi farmasi yang telah menyelesaikan skripsi mereka dari tahun 2016 sampai dengan 2021. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu berupa tulisan abstrak skripsi mahasiswa prodi farmasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan menggunakan Teknik Analisa Diskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa mahasiswa paling banyak melakukan kesalahan dalam menggunakan bentuk bentuk tata bahasa yaitu kesalahan penggunaan verb (22%), kesalahan dalam penggunaan auxiliary (24%), kesalahan dalam penggunaan bentuk singular dan plural (20%), Kesalahan dalam penggunaan bentuk preposition (16%), . Kesalahan dalam penggunaan bentuk adjective (18%). Beberapa alasan kenapa kesalahan tersebut masih terjadi karena ada pengaruh bahasa pertama yang menyebabkan mereka masih menyamakan pola dan aturan bahasa tersebut dengan bahasa Inggris.Kata Kunci:  abstrak, skripsi, tata bahasa, bahasa inggrisThis research was conducted at the Faculty of Health Sciences, University of Ubudiyah Indonesia. This research was conducted to describe clearly and precisely about students' ability to write abstracts. The purpose of this study was to find out what types of grammatical errors are found in writing abstracts in several theses of pharmaceutical study program students at the University of Ubudiyah Indonesia. This study uses a qualitative descriptive approach. The subjects of this study were pharmacy study program students who had completed their thesis from 2016 to 2021. The data obtained in this study was secondary data, namely in the form of written abstracts of pharmacy study program students. The data obtained was then analyzed using descriptive analysis techniques. Based on the results of the study it was found that students made the most mistakes in using grammatical forms, namely mistakes in using verbs (22%), mistakes in using auxiliary (24%), mistakes in using singular and plural forms (20%), mistakes in using forms prepositions (16%), . Errors in the use of adjectives (18%). Some of the reasons why these mistakes still occur are because there is the influence of the first language which causes them to still equate the patterns and rules of that language with English.Keywords: abstract, thesis, grammar, English
PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER BAGI PESERTA DIDIK DI ERA DIGITAL Nelliraharti Nelliraharti; Rahmat Fajri; Fitriliana Fitriliana
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v9i1.2883

Abstract

Menurunnya kualitas  moral dalam  kehidupan manusia dewasa ini terutama di kalangan peserta didik karena lemahnya pendidikan karakter baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Di era digital yang serba bebas dan terbuka  dimana arus informasi dapat diakses dari mana saja, maka pendidikan karakter menjadi penting diimplementasikan dalam kehidupan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pentingnya pendidikan karakter bagi peserta didik di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) yaitu penelitian yang objek kajiannya menggunakan data pustaka  berupa buku-buku dan jurnal sebagai sumber datanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter (jujur, disiplin, kreatif, tanggung jawab, kerja keras, religius, dan lain-lain) sangat penting diajarkan dan diterapkan semenjak dini dalam kehidupan sehari-hari melalui metode pembiasaan, keteladanan, dan lain-lain agar peserta didik memiliki  kepribadian yang baik. Pendidikan karakter dapat dilaksanakan melalui pendidikan formal, informal dan non formal. Penguatan  pendidikan moral atau pendidikan karakter sangat penting diterapkan untuk mengatasi krisis moral yang melanda di negara kitaKata Kunci : Pendidikan karakter, peserta didik, era digitalThe decline in moral quality in human life today, especially among students, is due to weak character education in the family, school and the community. In this freedom and open digital era where the flow of information can be accessed from anywhere, character education is important to implement in life. The purpose of this research is to find out the importance of character education for students in the digital era. The research method was used is library research, namely research in which the object of study uses library data in the form of books and journals as the data source. The results of the study show that the values of character education (honesty, discipline, creativity, responsibility, hard work, religion, etc.) are very important to be taught and applied from an early age in everyday life through habituation, exemplary methods, and so on. other so that students have a good personality. Character education can be carried out through formal, informal and non-formal education. Strengthening moral education or character education is very important to be applied to overcome the moral crisis that has happened in our country. Keywords: Character education, students, digital era
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGANALISIS UNSUR INTRINSIK CERPEN MELALUI PEMBELAJARAN INKUIRI PADA SISWA KELAS XI MIA-2 Khairiah Khairiah; Murnia Suri
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v9i1.2852

Abstract

Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah peningkatan kemampuan menganalisis unsur intrinsik cerpen pada siswa kelas XI MIA-2 SMA Negeri 1 Calang dan penerapan pembelajaran inkuiri dalam kegiatan belajar mengajar di kelas khususnya pada siswa kelas XI MIA-2 SMA Negeri 1 Calang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran yang lebih nyata dan sejelas-jelasnya mengenai apakah pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan kemampuan menganalisis unsur intrinsik cerpen pada siswa kelas XI MIA-2 SMA Negeri 1 Calang Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini mengambil subjek siswa dan siswi kelas XI MIA-2 SMA Negeri 1 Calang dengan jumlah siswa sebanyak 36 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes esay. Pada tes awal nilai rata-rata siswa 4,00, pada siklus I nilai rata-rata siswa 5,12, pada siklus II nilai rata-rata siswa 5,72, pada siklus III nilai rata-rata siswa 7,44. Dengan demikian, penerapan pembelajaran inkuiri dalam kegiatan belajar mengajar dapat meningkatkan kemampuan menganalisis unsur intrinsik cerpen pada siswa kelas XI MIA-2 SMA Negeri 1 Calang tahun pelajaran 2021/2022.Kata kunci: Unsur intrinsic, cerpen dan Pembelajaran inkuiri.The scope of this study is to increase the ability to analyze the intrinsic elements of short stories in class XI MIA-2 students of SMA Negeri 1 Calang and the application of inquiry learning in teaching and learning activities in class, especially for students of class XI MIA-2 SMA Negeri 1 Calang. The purpose of this research is to get a more real and clear picture of whether inquiry learning can improve the ability to analyze the intrinsic elements of short stories in class XI MIA-2 SMA Negeri 1 Calang in the 2021/2022 academic year. This study took the subject of class XI MIA-2 SMA Negeri 1 Calang with a total of 36 students. Data collection was carried out using the essay test method. In the initial test the average value of students was 4.00, in cycle I the average value of students was 5.12, in cycle II the average value of students was 5.72, in cycle III the average value of students was 7.44. Thus, the application of inquiry learning in teaching and learning activities can improve the ability to analyze the intrinsic elements of short stories in class XI MIA-2 students of SMA Negeri 1 Calang in the 2021/2022 academic year.Keywords: Intrinsic elements, short stories and inquiry learning.
KESIAPSIAGAAN KOMUNITAS SEKOLAH DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI SMA NEGERI 1 BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Mutiawati Mutiawati; Rusyidah Rusyidah; Desita Ria Yusian TB; Mulyani Mulyani; Tari Lukiya
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v9i1.2955

Abstract

Kesiapsiagaan ini diperlukan untuk mengurangi korban jiwa akibat gempa bumi dan tsunami. Focus utama penelitian adalah untuk mengetahui kesiapsiagaan komunitas sekolah dalam menghadapi bencana gempa bumi dan Tsunami di SMA Negeri 1 Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan data untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan komunitas sekolah dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami.   Jenis penelitian ini adalah studi kasus di SMA Negeri 1 Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Populasi pada penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu jumlah siswa dan jumlah Guru SMA Negeri 1 Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Dengan total siswa 367 siswa yang terbagi dalam 15 rombel. Temuan studi diketahui bahwa siswa SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar yang berada pada zona merah memiliki kategori kesiapsiagaan rendah sebanyak 21 responden (56.75%) sedangkan siswa yang memiliki kesiapsiagaan sedang hanya 16 responden (43.24%). Artinya, tingkat kesiapsiagaan siswa SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar secara keseluruhan dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami. Hasil penelitian juga ditemukan bahwa jumlah responden yang memiliki pengetahuan tinggi dengan responden yang memiliki pengetahuan rendah hampir berimbang, hanya selisih sebanyak 8.10%.Kata Kunci : Bencana Alam, Pengetahuan, dan TsunamiThis preparedness is necessary to reduce the loss of life caused by earthquakes and tsunamis. The main focus of the research was to determine the preparedness of the school community in dealing with earthquake and tsunami disasters at Baitussalam 1 Public High School, Aceh Besar District. This research uses quantitative research with descriptive analysis. This research was conducted to describe or describe data to measure the school community’s preparedness level in dealing with earthquakes and tsunamis. This type of research is a case study at Baitussalam 1 Public High School, Aceh Besar District. The population in this study was divided into two, namely the number of students and the number of teachers at SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar District. With a total of 367 students divided into 15 groups. The findings of the study revealed that students of SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar who were in the red zone had a low preparedness category of 21 respondents (56.75%) while students who had medium preparedness were only 16 respondents (43.24%). That is, the level of preparedness of students of SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar as a whole in dealing with earthquakes and tsunamis. The results of the study also found that the number of respondents who had high knowledge and respondents who had low knowledge were almost equal, with only a difference of 8.10%.Keywords: Character education, students, digital era
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN VOCABULARY BAHASA INGGRIS MELALUI METODE AUDIO LISTENING PADA SISWA KELAS 1 SMPN JAYA ACEH JAYA Murnia Suri; Halimatussakdiah Halimatussakdiah
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v9i1.2972

Abstract

Kegiatan berkomunikasi dilakukan secara lisan dan tulisan melalui bahasa. Keterampilan bahasa salah satunya ditentukan oleh penguasaan kosakata. Demikian halnya untuk menguasai bahasa Inggris sebagai bahasa kedua di Indonesia. Pada tingkat sekolah menengah pertama, bahasa Inggris tercantum sebagai mata pelajaran muatan local yang artinya waktu yang tersedia untuk pelajaran ini lebih sedikit dari pelajaran lainnya. Hal ini berdampak pada lemahnya penguasaan kosakata bahasa Inggris bagi para lulusan. Dalam penelitian terhadap 43 orang siswa kelas 1 SMPN 1 Jaya Kabupaten Aceh Jaya melalui metode belajar audio bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris mereka. Melalui metode yang berpusat pada pendengaran ini, siswa diperdengarkan sebuah informasi ringan untuk kemudian dapat menangkap, memahami dan mengingat informasi tersebut. Berdasarkan hasil test yang dilakukan dalam dua tahap ini diketahui bahwa 67.44% (29 orang) siswa dapat melaksanakan kegiatan tersebut sehingga ada perubahan positif dalam penguasaan kosakata bahasa Inggris mereka. Kata Kunci: Peningkatan Vocabulary, Metode Pembelajaran AudioCommunication activities are carried out orally and literally through a language. One of language skills is determined by vocabulary mastery. The same goes for mastering English as the second language in Indonesia. At the junior high school level, English is listed as a local content subject, which means that the time available for this lesson is less than for other subjects. This has an impact on the weak mastery of English vocabulary for graduates. This field research to 43 students on the first grade of SMPN 1 Jaya, Aceh Jaya District through audio learning method with the aim to improve the students’ English vocabulary mastery. By applying this hearing-centred method, the students are listened to a light piece of information to then be able to capture, understand and remember the messages. Based on the results of the tests carried out in two stages, it is found that 67.44 % (29 students) who can carry out the activities so that there is a positive change in their English vocabulary mastery.Key words: Vocabulary Improvement, Audio Learning Method
IDENTIFIKASI KARAKTER MORFOLOGI DAN MANFAAT BUNGA KERTAS (Bougainvillea) DI DESA SENEREN, KECAMATAN PANTAN CUACA KABUPATEN GAYO LUES, ACEH Nasrianti Syam; Arlya Kurniawati; Seri Devi; Zidni Ilman Navia; Zulvia Maika Letis
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v9i1.2979

Abstract

Bougainvillea adalah salah satu tanaman hias yang sangat digemari oleh masyarakat luas serta banyak kultivarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter morfologi Bougainvillea dan kultivarnya, di Desa seneren, kecamatan pantan cuaca Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Pengumpulan data lapangan dilakukan dengan mengamati tanaman Bougainvillea dan kultivarnya yang dijadikan tanaman hias dipekarangan rumah penduduk. Hasil penelitian diperoleh 4 kultivar bunga kertas (Bougainvillea). Masing-masing kultivar memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Manfaat dari bunga kertas adalah sebagai tanaman hias, aroma terapi, sebagai obat tradisional seperti meredakan batuk, sakit tenggorokan, menurunkan demam, menjaga keseimbangan kolesterol dan tekanan darah.Kata Kunci: Seneren, Kultivar, Bougainvillea, Manfaat, MorfologiBougainvillea is one of the ornamental plants that is very popular with the wider community and has many cultivars. This study aims to identify the morphological characters of Bougainvillea and its cultivars, in Seneren Village, Pantan Weather District, Gayo Lues District, Aceh. Field data collection was carried out by observing the Bougainvillea plant and its cultivars which are used as ornamental plants in people's yards. The research results obtained 4 paper flower cultivars (Bougainvillea). Each cultivar has different characteristics. The benefits of paper flowers are as ornamental plants, aromatherapy, as traditional medicines such as relieving coughs, sore throats, reducing fever, maintaining cholesterol and blood pressure balance.Keyword: Seneren, Cultivar, Bougainvillea, Benefit, Morphology
TAREK PUKAT ACEH: BENTUK EKSPRESI KEHIDUPAN MASYARAKAT PESISIR ACEH DAN UPAYA PEWARISANYA DI TK NEGERI 5 BANDA ACEH Fitriani Fitriani; Riza Oktariana; Liza Fidiawati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v9i1.3056

Abstract

Tari Tarek pukat diciptkan oleh Yuslizar pada tahun 1958 awalnya tarian ini diciptakan dalam rangka memeriahkan semangat masyarakat Aceh  dalam kongeres pemuda Aceh yang harus bangga dalam kesuburan di tanah  Aceh. Tari Tarek pukat diwariskan melalui pembelajaran di TK Negeri 5 Banda Aceh yang berada di pesisir Pantai Alue Naga. Tarian ini menceritakan tentang bagaimana kehidupan rakyat Aceh yang tinggal di pesisir pantai. Tarian tarek pukat biasanya di tarikan oleh 5 sampai 9 orang wanita, dan 4 atau 5 orang laki-laki. Berdasarkan keterangan tersebut, tujuan penelitian ini mengkaji ekspresi masyarakat pesisir Aceh sebagai media pembelajaran tari Tarek Pukat. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Lokasi penelitian di TK Negeri 5 Banda Aceh Jl. Tengku Meurah Tibang Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif analisis. Hasil penelitian bahwa tari Tarek Pukat melalui gerak dan properti, yaitu, peuget pukat, tarek pukat,kayoeh,ikat taloe,pasoe engkot lam raga, puwoe engkot sebagai ekspresi masyarakat pesisir Aceh yang terdapat dalam kehidupan masyarakat pesisir Aceh . Berdasarkan hal yang tersebut, maka dapat dikatakan bahwa tari Tarek Pukat ini dapat membentuk karakter sosial berkerja sama, bersemangat optimis, konsisten dan loyal.Kata Kunci: Tarek Pukat, Ekspresi mayarakat AcehThe Tarek Pukat dance was created by Yuslizar in 1958. Initially this dance was created in order to enliven the spirit of the Acehnese people in the Acehnese youth congress who must be proud of fertility in the land of Aceh.The Tarek trawl dance was inherited through learning at the Banda Aceh 5 State Kindergarten which is on the coast of Alue Naga Beach. This dance tells about how the lives of the Acehnese people who live on the coast. The tarek trawl dance is usually danced by 5 to 9 women, and 4 or 5 men. Based on this information, the purpose of this research is to examine the expression of Acehnese coastal communities as learning media for the Tarek Pukat dance. The method used is qualitative. The research location is in TK Negeri 5 Banda Aceh Jl. Tengku Meurah Tibang, Syiah Kuala District, Banda Aceh City. Data collection techniques used were observation, interviews, and document studies. The data validation technique uses source triangulation. The data analysis technique used is descriptive analysis. The results of the study show that the Tarek Pukat dance through motion and properties, namely, peuget pukat, tarek pukat, kayoeh, tie taloe, pasoe engkot lamraga, puwoe engkot as an expression of the Acehnese coastal community found in the life of the Acehnese coastal community. Based on this, it can be said that the Tarek Pukat dance can form the social character of working together, optimistic, consistent and loyal.Keywords: Tarek Pukat, Expression of the people of Aceh 
PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI INOVATOR DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH Herawati Herawati; Rafni Fajriati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v9i1.3086

Abstract

Upaya menyelaraskan peran kepala sekolah yang sesuai dengan kemajuan IPTEK dan perkembangan zaman, tidak terlepas dengan perannya sebagai seorang innovator pendidikan di sekolah. Kepala sekolah sebagai innovator merupakan pribadi yang dinamis dan kreatif, yang tidak terjebak pada suatu rutinitas. Peran ini sesuai dengan tuntutan pemerintah dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional yang memberikan batasan pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: kinerja kepala sekolah yang mampu menciptakan inovasi pendidikan di sekolah dan inovasi-inovasi yang dapat diterapkan dalam kepemimpinan kepala sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu menela’ah, mengumpulkan, menyusun, mengklarifikasikan, dan menggambarkan masalah yang ada pada saat sekarang melalui buku-buku terkait, jurnal/artikel, majalah-majalah serta referensi terkait lainnya tentang Manajemen Kepala Sekolah sebagai Inovator di sekolah yang up to date dan terbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Peran kepala sekolah dalam manajemen pendidikan di sekolah, di antaranya: kepala sekolah sebagai educator (pendidik), manajer, supervisor, innovator, motivator, dan leader. Peran kepala sekolah sebagai innovator akan tercermin dalam kinerja kepala sekolah yang teraplikasi secara konstruktif, kreatif, delegatif, integratif, rasional dan objektif, pragmatis, keteladanan, disiplin, adaptabel, dan fleksibel. Visi dan sekolah inovatif dapat ditempuh oleh kepala sekolah melalui 4 strategi, yaitu: a) Merenungkan gagasan, b) Mengatur tata nilai, c) Shared Problem, dan d) Merubah kondisi. Dan bentuk-bentuk inovasi yang dapat diterapkan dalam kepemimpinan kepala sekolah dapat berupa: inovasi fisik dan non fisik. Inovasi fisik, meliputi; kurikulum, sarana dan prasarana, pengelolaan keuangan, dan strategi pembelajaran. Sedangkan inovasi non fisik, meliputi: pengelolaan siswa, tenaga guru, dan hubungan masyarakat.Kata Kunci: Peran Kepala Sekolah, Inovator, dan Mutu PendidikanEfforts to align the role of the school principal in accordance with the progress of science and technology and the times are inseparable from his role as an educational innovator in schools. The principal as an innovator is a dynamic and creative person who is not stuck in a routine. This role is in accordance with the demands of the government in Law no. 20 of 2003 concerning the National Education system which provides educational boundaries as a conscious and planned effort to create a learning atmosphere and learning process so that students actively develop their potential to have religious spiritual strength, self-control, personality, intelligence, noble character, and skills that are needed by himself, society, nation and state. The purpose of this study was to determine: the performance of school principals who are able to create educational innovations in schools and innovations that can be applied in school principal leadership to improve the quality of education in schools. This research method is a qualitative descriptive method, namely examining, collecting, compiling, clarifying, and describing the problems that exist at the moment through related books, journals/articles, magazines and other related references about Principal Management as an Innovator. in schools that are up to date and newest. The results of the study show that: The role of the principal in education management in schools includes: the principal as an educator, manager, supervisor, innovator, motivator, and leader. The role of the principal as an innovator will be reflected in the performance of the principal which is applied constructively, creatively, delegatively, integratively, rationally and objectively, pragmatically, exemplary, disciplined, adaptable and flexible. Innovative visions and schools can be pursued by school principals through 4 strategies, namely: a) pondering ideas, b) setting values, c) shared problems, and d) changing conditions. And forms of innovation that can be applied in school principal leadership can be in the form of: physical and non-physical innovations. Physical innovation, including; curriculum, facilities and infrastructure, financial management, and learning strategies. While non-physical innovations include: student management, teacher staff, and community relations.Keywords: The Role of Principals, Innovators, and Quality of Education
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI PEMBELAJARAN BERHITUNG PADA KELOMPOK A DI TK LAMPUUK KECAMATAN LHOKNGA ACEH BESAR Helnita Helnita; Riza Oktariana
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v9i1.3054

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan problem yang dialami guru dan dilatarbelakangi kurang kemampuan berhitung anak yang dipengaruhi oleh kurangnya penggunaan media dalam pembelajaran berhitung. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan kognitif anak melalui permbelajaran berhitung dan bagaimana respons anak terhadap pembelajaran berhitung untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak di TK Lampuuk Kecamatan Lhoknga Aceh Besar. Subjek dalam penelitian ini anak kelompok A yang berjumlah 20 anak yang terdiri dari 11 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan lembaran observasi anak data yang terkumpul, kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan kognitif melalui pembelajaran berhitung pada setiap siklusnya. Pada siklus I (MB) mulai berkembang 39%, (BSH) berkembang sesuai harapan 36%, (BSB) berkembang sangat baik 5%. Pada siklus II lebih meningkat lagi yaitu (BSH) berkembang sesuai harapan 25%, (BSB) berkembang sangat baik 55%.Kata kunci: Kemampuan Kognitif, Melalui Pembelajaran BerhitungThis research is related to the problems experienced by teachers and the background is the lack of children's numeracy skills which is affected by the lack of use of media in learning to count. This research is to find out how to improve children's cognitive abilities through learning to count and how children's responses to learning to count to improve children's cognitive abilities in Lampuuk Kindergarten, Lhoknga District, Aceh Besar. The subjects in this study were group A children, totaling 20 children consisting of 11 boys and 9 girls. In this study the researcher used child observation sheets to collect data, then analyzed using the percentage formula. The results showed that there was an increase in cognitive ability through learning to count in each cycle. In cycle I (MB) began to develop 39%, (BSH) developed as expected 36%, (BSB) developed very well 5%. In cycle II it increased even more, namely (BSH) developed as expected 25%, (BSB) developed very well 55%.Keywords: Cognitive Ability, Through Numeracy Learning