cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Tataloka
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 23560266     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Tataloka is a peer reviewed journal publishing scientific articles, focusing mainly on research and studies in the field of urban and regional planning. TATALOKA Journal is published quarterly by Biro Penerbit Planologi (Planologi Publishing), Diponegoro University every February, May, August, and November.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
Perencanaan Dark Heritage Bagi Masyarakat di Kawasan Pascabencana Tsunami Banda Aceh, Indonesia Zya Dyena Meutia; Arief Rosyidie; Denny Zulkaidi; Sri Maryati
TATALOKA Vol 23, No 4 (2021): Volume 23 No. 4, November 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.23.4.511-523

Abstract

The concept of dark heritage has been used as a concept of preserving an area or site that contains relics due to dark events in the past. The 2004 tsunami disaster that hit the city as the most affected area after the disaster has left various relics and tsunami sites that need to consider dark heritage planning. However in dark heritage planning has not yet considered aspects of local communities, especially survivors as the most affected group from the tsunami disaster. The purpose of this paper is to look at dark heritage planning that involves the community as an important aspect in the preservation of post-disaster areas as well as to find out the components and values that are considered important by the community in preserving dark heritage. The study was carried out from August 2019 to December 2019 in the post disaster area of Banda Aceh as the most affected area using a qualitative approach. This study reveals that dark heritage planning that involves communities contributes to resilience thus creating resilient communities. In addition, religion and local culture in the post disaster area are important aspects that cannot be separated for the community in sustainable dark heritage planning.
Faktor Fisik dan Non Fisik yang Memengaruhi Aksesibilitas secara Perseptual dan Aktual terhadap Taman Monas, Jakarta Nadhira Putri Rizkia; Rulli Pratiwi Setiawan
TATALOKA Vol 23, No 4 (2021): Volume 23 No. 4, November 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.23.4.452-465

Abstract

Monas park as the biggest urban park in Jakarta has various social, economic, and environmental benefits for its visitors. These benefits can be acquired if the park is accessible to the community. Previous research found that there are differences between visitor perception and the actual measured distances, where visitor perception is more important than measured distance. In addition, benefits gained by visitors can be more valuable than the accessibility cost of a park. This shows that if a park can provide benefits to the visitors, the visitors will not consider the accessibility cost as a burden. This research aims to find the factors affecting the visitors’ accessibility to Monas Park, in which the accessibility is measured based on perceptual and actual. This research involved active visitors who live in the Greater Jakarta area. The data were analyzed using Structural Equation Modelling Partial Least Square (SEM PLS) to find the factors affecting both perceptual and actual accessibilities. The results showed that security, transportation, and personal aspects affect perceptual accessibility, while park facilities and personal aspects affect the actual accessibility. Besides the physical factors, the non-physical factor such as leisure time availability also affects the perceptual and actual accessibilities to Monas Park.
Pemetaan Perubahan Lahan Sawah Kabupaten Sukabumi Menggunakan Google Earth Engine Widia Siska; Widiatmaka Widiatmaka; Yudi Setiawan; Setyono Hari Adi
TATALOKA Vol 24, No 1 (2022): Volume 24 No. 1, February 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.1.74-83

Abstract

Google Earth Engine (GEE) merupakan layanan pemrosesan geospasial yang telah banyak digunakan di berbagai bidang pemetaan. Tujuan penelitian ini adalah  identifikasi perubahan lahan sawah Kabupaten Sukabumi menggunakan GEE. Data citra landsat 5 dan landsat 8 yang digunakan di GEE merupakan data citra yang telah di pre-process dan terkoreksi. Klasifikasi penggunaan/tutupan lahan dibedakan menjadi 6 kelas yaitu sawah, badan air, pemukiman, bervegetasi, hutan dan tanah terbuka. Sampel acak penggunaan lahan dibuat sebanyak 394 titik di GEE menggunakan poin dan rectangular. Klasifikasi penggunaan lahan dianilisis menggunakan metode Random Forest (RF). Penilaian akurasi dihitung menggunakan confusion Matrix, sedangkan validasi lapang dilakukan dengan menggunakan metode stratified random sampling.  Uji akurasi analisis tutupan lahan tahun 2020 dengan confusion Matrix menghasilkan nilai Overall Accuracy (OA) 0,94 dan nilai kappa  0,91; tahun 2015 dengan nilai OA 0,93 dan nilai Kappa 0,91; sedangkan tahun 2010 memiliki nilai OA 0.96 dan nilai Kappa 0.94. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa luas lahan sawah Kabupaten Sukabumi mengalami penyusutan seluas 10,317.27  ha dalam kurun waktu sepuluh tahun (2010-2020). Klasifikasi penggunaan lahan menggunakan GEE dapat menghasilkan peta dengan akurasi tinggi dengan OA >85%, serta dapat mempersingkat waktu analisis.
Masa Depan Penataan Ruang di Indonesia dalam Masa Transisi Menuju Masyarakat 5.0 Dimas Danar Dewa
TATALOKA Vol 24, No 1 (2022): Volume 24 No. 1, February 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.1.62-73

Abstract

Perkembangan teknologi menjadi tantangan dalam mewujudkan penataan ruang yang berkelanjutan di Indonesia di masa depan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi dan kecenderungan penataan ruang di Indonesia dalam masa transisi menuju masyarakat 5.0. Penelitian ini menggunakan metode telaah kebijakan berbasis kata kunci dalam dokumen kebijakan terkait (keyword-based policy analysis) dengan teknik analisis term frequency. Berdasarkan analisis yang dilakukan, diketahui bahwa kecenderungan perubahan kebijakan penataan ruang di Indonesia berupaya untuk mewujudkan penataan ruang yang efisien dan saling terintegrasi serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selain itu, terdapat dua kelompok strategi yang dirumuskan dalam menghadapi perkembangan teknologi, yaitu mempersiapkan masyarakat yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing di masa transisi menuju masyarakat 5.0 serta transformasi sistem penataaan ruang berbasis teknologi yang responsif, interaktif, dan berkelanjutan, dengan integrasi penataan ruang fisik terhadap penggunaan ruang maya.
Identification of Sprawl Development Typologies around Toll Road Gates in Java, Indonesia Rendy Bayu Aditya; Zumarotul Husna
TATALOKA Vol 24, No 1 (2022): Volume 24 No. 1, February 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.1.1-14

Abstract

In the last 2 decades, hundreds of kilometers of toll roads have been built on Java, stretching from the east to the west of the island. Many researchers have examined the impact of the physical development of toll roads. From these previous studies, no one had ever identified the types of sprawl development resulting from toll gates. The purpose of this research is to identify the types of sprawl developments caused by the existence of toll gates. This research uses 2 methods: spatial development analysis using Google Earth Pro and literature reviews from publications on the topic of the impact of toll gates. We selected 12 toll gates based on the following criteria: toll gates must represent the western, central, and eastern regions of Java Island & toll gates must represent the time periods of toll development, which were more than 2 decades old, under 2 decades old, and less than 1 decade. The findings show there are variety of sprawl development as a result of the existence of toll gates or exits. The three types of sprawl developments include (1) linear/corridor and leapfrog; (2)concentric/radial and leapfrog and (3) a combination of linear and radial coupled with a leapfrog. 
Review Kebijakan Penggunaan Ruang Terbuka Hijau Perkotaan antara Jakarta dengan New York pada Pandemi COVID-19 Retno Setiowati; Raldi Hendro Koestoer
TATALOKA Vol 24, No 1 (2022): Volume 24 No. 1, February 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.1.15-24

Abstract

Separuh penduduk tinggal di perkotaan dan menjadi penyebab permasalahan lingkungan. Salah satunya adalah alih fungsi lahan hijau menjadi lahan terbangun. Ruang terbuka hijau memiliki fungsi ekologis, ekonomis, dan sosial yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan perkotaan. Tujuan penelitian adalah mengkaji kebijakan penggunaan ruang terbuka hijau perkotaan pada pandemi COVID-19 menggunakan metode studi komparasi. Lokasi studi dipilih di Jakarta, Indonesia dan New York, Amerika Serikat karena kedua kota tersebut memiliki jumlah penduduk yang padat dan menjadi pelopor pertama penyebaran COVID-19 di masing-masing Negara.  Responden di New York masih menggunakan ruang hijau perkotaan selama pandemi dan menganggapnya lebih penting untuk kesehatan mental dan fisik daripada sebelum pandemi dimulai. Terdapat kekhawatiran para pengunjung ruang hijau perkotaan di New York terkait jarak sosial, aksesibilitas, dan keamanan. Terjadi perubahan perilaku selama pandemi di Jakarta terhadap ruang hijau perkotaan seperti meningkatnya aktivitas pejalan kaki di sepanjang koridor hijau yang menjadi pendorong kebijakan publik dalam menanggapi perilaku dan kebutuhan baru yang muncul dari pandemi. Berdasarkan bukti empiris, perubahan perilaku di Indonesia diduga disebabkan oleh kebutuhan masyarakat untuk berekreasi dan relaksasi terhadap alam untuk mengurangi dampak psikologis yang disebabkan pembatasan sosial. Kebijakan pembukaan ruang terbuka hijau saat pandemi di Jakarta dapat dipertimbangkan dengan mengutamakan protokol kesehatan. 
Potensi Pengembangan TOD di Kota Medan: Studi Kasus di Stasiun Medan Martina Cecilia Adriana
TATALOKA Vol 24, No 1 (2022): Volume 24 No. 1, February 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.1.35-44

Abstract

Transit Oriented Development (TOD) merupakan suatu perencanaan berkelanjutan yang dapat mengatasi permasalahan urban sprawl dan kemacetan di kawasan perkotaan. Dengan mengintegrasikan antara kebutuhan transportasi serta efisiensi lahan perkotaan, TOD dapat menciptakan penggunaan ruang campur, berkepadatan tinggi di Kota Medan yang memprioritaskan penggunaan angkutan umum untuk perjalanan jarak jauh dan sepeda atau berjalan kaki untuk perjalanan jarak dekat. Kawasan Stasiun Medan merupakan satu – satunya TOD Kota dari 13 recana TOD yang ditetapkan dalam Rencana Detail Tata Ruang Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur potensi eksisting kawasan Stasiun Medan sebagai TOD. Pengukuran dilakukan dengan menghitung TOD indeks dari indikator – indikator utama yang menjadi inti dalam perancangan kawasan TOD. Analisis dilakukan secara spasial dalam radius 500 m dengan menggunakan software GIS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa belum optimalnya kawasan Stasiun Medan sebagai TOD Kota. Kepadatan di kawasan Stasiun Medan hanya 126,5 Jiwa/Ha, jauh dibawah ketentuan yang telah ditetapkan. Indeks keberagaman guna lahan serta tingkat pembauran guna lahan belum optimal masing - masing 0,65 serta dan 0,89, mengindikasikan fungsi lahan yang belum terdistribusi secara merata. Hal ini dapat dilihat dari proporsi guna lahan yang juga belum memenuhi syarat yang ditetapkan. Konektivitas dan aktivitas yang tinggi di Stasiun Medan saja belum mampu dalam menciptakan ruang yang seimbang, sehingga diperlukan suatu upaya – upaya untuk merealisasikannya seperti menetapkan peraturan detail dasar perancangan maupun mengarahkan pembangunan yang bersifat campur serta vertikal.
Urban Tourism Concepts in the Design of Kampung Tua in Batam Yusra Aulia Sari; Mulia Pamadi
TATALOKA Vol 24, No 1 (2022): Volume 24 No. 1, February 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.1.25-34

Abstract

Batam City’s government has focused on exploring its tourism potential in recent years. This makes Batam the 3rd largest city in the number of tourist arrivals after Bali and Jakarta. Batam is one of the cities that is trying to develop the potential of an old village. There are at least 37 areas that have been agreed upon by the government and the community as Kampung Tua. Kampung Tua is a group of houses that function as neighborhoods the original inhabitants of Batam City when Batam began to be built, containing historical values, local culture, or religion that were preserved. This research aims to determine the design of the concept of urban tourism in Kampung Tua Tanjungriau. The method used in this research is the qualitative approach. Data collection was performed with observation, documentation, literature study, and data from local government. The result of this research is the design of urban tourism in Kampung Tua Tanjungriau such as physical and non-physical components of the Kampung Tua Tanjungriau area which has an interesting collaborative design between urban design and urban tourism.
Konsep Penyediaan Sarana Perumahan Skala Kecil Berdasarkan Prinsip-Prinsip Perencanaan Neighborhood Unit dan Walkability Nuryantiningsih Pusporini; Purwanita Setijanti; Sarah Cahyadini
TATALOKA Vol 24, No 1 (2022): Volume 24 No. 1, February 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.1.45-61

Abstract

Saat ini pemerintah mengijinkan adanya pembangunan perumahan dengan skala kecil, namun pada umumnya perumahan dengan kawasan kecil ini cenderung tidak dilengkapi dengan sarana yang cukup, tentunya dengan alasan keterbatasan lahan. Permasalahan tersebut juga muncul di Kota Malang yang mayoritas pembangunan perumahan didominasi oleh pembangunan perumahan skala kecil. Penelitian ini akan difokuskan untuk mengidentifikasi kebutuhan minimal sarana perumahan berdasarkan preferensi penghuni, serta menyusun konsep penyediaan sarana perumahan yang sesuai dengan luas kawasan perumahan berdasarkan prinsip-prinsip perencanaan neighborhood unit dan walkability. Penelitian ini menggunakan paradigma post-positivisme dengan pendekatan gabungan kuantitatif dan kualitatif agar dapat menguraikan dan mengukur hasil preferensi secara obyektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sarana perumahan yang diprioritaskan oleh penghuni untuk berada di dalam kawasan perumahan adalah: sarana peribadatan, pos keamanan, RTH dan toko/warung. Jarak jangkauan berjalan kaki yang disenangi berada dalam radius seratus meter, terutama untuk menuju tempat ibadah, taman atau toko kebutuhan sehari-hari. Sarana prioritas dan radius berjalan kaki tersebut dapat menentukan konsep luas minimal kawasan perumahan skala kecil. Berdasarkan luas kawasan, menurut teori pembangunan perumahan, perumahan skala kecil tidak dapat disebut sebagai sebuah neighborhood unit, namun aglomerasi dari beberapa perumahan skala kecil dengan permukiman masyarakat di sekitarnya membentuk satu neighborhood unit yang dapat menggunakan sarana perumahan secara bersama.
Determinan Keberlanjutan Petani Sawit Swadaya dalam Rantai Pasok Multi-Jenjang Fakhrizal Nashr; Eka Intan Kumala Putri; Arya Hadi Dharmawan; Fauzi Akhmad
TATALOKA Vol 24, No 2 (2022): Volume 24 No. 2, May 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.2.101-115

Abstract

Studi ini melihat determinan keberlanjutan petani sawit swadaya menurut pengaruh dan ketergantungannya pada tiga tipologi wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Variabel kesesuaian lahan yang memiliki posisi paling penting terhadap sistem keberlanjutan. Determinan penyerapan tenaga kerja, peluang usaha lain dan akses finansial merupakan variabel terdampak. Sementara itu, determinan teknologi informasi dan sosial media serta hasil produksi sawit menunjukan variabel dengan sensitivitas tinggi dan sangat tidak stabil dalam rantai pasok perkebunan kelapa sawit swadaya. Intervensi apapun pada variabel-variabel yang disebut terakhir tidak akan stabil bagi pembangunan kelapa sawit serta akan memberikan dampak terhadap keseluruhan sistem keberlanjutan petani sawit swadaya. Hasil analisis MICMAC menjadi titik tolak faktor-faktor yang menentukan sistem rantai pasok petani sawit swadaya berada pada keberlanjutan atau sebaliknya di Kabupaten Kutai Kartanegara. Hasil merekomendasikan faktor kesesuaian lahan sebagai determinan strategis di tingkat kabupaten untuk mencapai rantai pasok yang kredibel bagi keberlanjutan dari tingkat lokal hingga nasional.

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 (2025): Volume 27 No 4, November 2025 Vol 27, No 3 (2025): Volume 27 No. 3 August 2025 Vol 27, No 2 (2025): Volume 27 No. 2 May 2025 Vol 27, No 1 (2025): Volume 27 No. 1 February 2025 Vol 26, No 4 (2024): Volume 26 No 4, November 2024 Vol 26, No 3 (2024): Volume 26 No. 3 August 2024 Vol 26, No 2 (2024): Volume 26 No. 2, May 2024 Vol 26, No 1 (2024): Volume 26 No. 1 February 2024 Vol 25, No 4 (2023): Volume 25 No. 4 November 2023 Vol 25, No 3 (2023): Volume 25 No. 3 August 2023 Vol 25, No 2 (2023): Volume 25 No. 2 May 2023 Vol 25, No 1 (2023): Volume 25 No. 1 February 2023 Vol 24, No 4 (2022): Volume 24 No 4, November 2022 Vol 24, No 3 (2022): Volume 24 No. 3 August 2022 Vol 24, No 2 (2022): Volume 24 No. 2, May 2022 Vol 24, No 1 (2022): Volume 24 No. 1, February 2022 Vol 23, No 4 (2021): Volume 23 No. 4, November 2021 Vol 23, No 3 (2021): Volume 23 No. 3, August 2021 Vol 23, No 2 (2021): Volume 23 No. 2, May 2021 Vol 23, No 1 (2021): Volume 23 No. 1, February 2021 Vol 22, No 4 (2020): Volume 22 No. 4, November 2020 Vol 22, No 3 (2020): Volume 22 No. 3, August 2020 Vol 22, No 2 (2020): Volume 22 No. 2, May 2020 Vol 22, No 1 (2020): Volume 22 No. 1, February 2020 Vol 21, No 4 (2019): Volume 21 No 4, November 2019 Vol 21, No 3 (2019): Volume 21 No. 3, August 2019 Vol 21, No 2 (2019): Volume 21 No. 2, May 2019 Vol 21, No 1 (2019): Volume 21 No. 1, February 2019 Vol 20, No 4 (2018): Volume 20 Number 4, November 2018 Vol 20, No 3 (2018): Volume 20 Number 3, August 2018 Vol 20, No 2 (2018): Volume 20 Number 2, May 2018 Vol 20, No 1 (2018): Volume 20 Number 1, February 2018 Vol 19, No 4 (2017): Volume 19 Number 4, November 2017 Vol 19, No 3 (2017): Volume 19 Number 3, August 2017 Vol 19, No 2 (2017): Volume 19 Number 2, May 2017 Vol 19, No 1 (2017): Volume 19 Number 1, February 2017 Vol 18, No 4 (2016): Volume 18 Number 4, November 2016 Vol 18, No 3 (2016): Volume 18 Number 3, August 2016 Vol 18, No 2 (2016): Volume 18 Number 2, May 2016 Vol 18, No 1 (2016): Volume 18 Number 1, February 2016 Vol 17, No 4 (2015): Volume 17 Number 4, November 2015 Vol 17, No 3 (2015): Volume 17 Number 3, August 2015 Vol 17, No 2 (2015): Volume 17 Number 2, May 2015 Vol 17, No 1 (2015): Volume 17 Number 1, February 2015 Vol 16, No 4 (2014): Volume 16 Number 4, November 2014 Vol 16, No 3 (2014): Volume 16 Number 3, August 2014 Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 Number 2, May 2014 Vol 16, No 1 (2014): Volume 16 Number 1, February 2014 Vol 15, No 4 (2013): Volume 15 Number 4, November 2013 Vol 15, No 3 (2013): Volume 15 Number 3, August 2013 Vol 15, No 2 (2013): Volume 15 Number 2, May 2013 Vol 15, No 1 (2013): Volume 15 Number 1, February 2013 Vol 14, No 4 (2012): Volume 14 Number 4, November 2012 Vol 14, No 3 (2012): Volume 14 Number 3, August 2012 Vol 14, No 2 (2012): Volume 14 Number 2, May 2012 Vol 14, No 1 (2012): Volume 14 Number 1, February 2012 Vol 13, No 4 (2011): Volume 13 Number 4, November 2011 Vol 13, No 3 (2011): Volume 13 Number 3, August 2011 Vol 13, No 2 (2011): Volume 13 Number 2, May 2011 Vol 13, No 1 (2011): Volume 13 Number 1, February 2011 Vol 11, No 1 (2009): Februari 2009 More Issue