cover
Contact Name
ratri yuli lestari
Contact Email
ratri.y.lestari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jrihh.banjarbaru@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan
ISSN : 20861400     EISSN : 25030779     DOI : -
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan (JRIHH) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Balai Riset dan Standardisasi Industri Banjarbaru. JRIHH terbit 2 (dua) kali setiap tahun pada bulan Juni dan Desember dengan E-ISSN: 2503-0779 dan P-ISSN : 2086-1400. JRIHH fokus pada isu-isu sektor industri yang berhubungan dengan: 1. Pengembangan Teknologi Pengolahan Kayu dari Hasil Hutan Alam, Hutan Tanaman Industri, dan Hasil Hutan Perkebunan. 2. Pengembangan Teknologi Pengolahan/ Pemanfaatan Limbah Industri Hasil Hutan Kayu (limbah padat dan cair). 3. Pengembangan Teknologi Pengolahan Hasil Hutan lainnya (Rotan, Bambu, dan Hasil Hutan sampingan termasuk pemanfaatan hasil limbahnya).
Arjuna Subject : -
Articles 278 Documents
Perubahan sifat-sifat fisik dan mekanik kayu kemiri (Aleurites moluccanus (L.) Willd.) setelah perlakuan pemanasan dengan minyak [Changes of physical and mechanical properties of candlenut wood (Aleurites moluccanus (L.) Willd.) after oil-heat treatment] Arjun Azis; A. Detti Yunianti; Agussalim Agussalim
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24111/jrihh.v13i1.6785

Abstract

Candlenut wood is one of low quality wood species in term of strength and durability class of V-IV, so its utilization is limited. Efforts to improve physical and mechanical properties of wood are required. One way is using wood modification technology by oil-heat treatment. This research aim was to analyze the changes in physical and mechanical properties of candlenut wood after heating with oil. The stages of this research were sample pre-treatment, heating treatment and wood testing. Samples were pre-treated by heating gradually at 60°C and 90°C for 24 hours to avoid crack during treatment. The heat treatment was applied at several variation of temperatures, namely (160, 180, and 200)°C for 1 and 2 hours, respectively. Properties of wood were tested according to modified ASTM D143-94 standard. The Completely Randomized Design was used to determine effect of heat temperature and time on the wood properties. The results showed that heating with oil on candlenut wood gave a positive response, as evidenced by an increase in physical and mechanical properties of wood. Oil-heat treatment could be an effective method for improve properties of  wood. The increases of specific gravity, MOE and MOR were ranged from (16.49 to 26.62)%, (1.25 to 13.61)%, and (4.37 to 10.15)%, respectively. The use of 160°C increased properties of wood with relatively higher compared to other temperatures in 1 hour. Longer heating times tend to reduce properties of wood.
Hedonic test of agarwood tea from Gyrinops versteegii with different leaves processing method Wangiyana, I Gde Adi Suryawan; Triandini, I Gusti Agung Ayu Hari; Anita Nugraheni, Yosephin Martha Maria
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24111/jrihh.v13i2.6939

Abstract

Gyrinops Agarwood tea was a potential forest tea product. This research aim is to observe panelist preference level of Gyrinops agarwood tea with different leaves processing methods. There werefour agarwood leave processing including: fresh leaves without drying and oxidation (sample1), dried leaves without oxidation (sample2), dried leaves with partial oxidation (sample3), dried leaves with full oxidation (sample4). Phytochemical screening on samples was carried by tannin measurement with titrimetric method. Five scales hedonic score and numeric score were used by the panelist to express their preference level toward the samples, including like extremely (5), like slightly (4), neither like nor dislike (3), dislike slightly (2), dislike extremely (1).Hedonic assay has shown that at least 70% of panelists are given preference scores above the rejected standard (neither like nor dislike). The panelist gave this preference based on four parameters, including color, aroma, taste, and texture. Panelists prefer samples with oxidation then sample without oxidation. This preference was related to the higher tannin concentration on the sample with oxidation than the sample without oxidation. Sample 4 has got the highest numeric score from the panelist. This sample also has the highest tannin concentration among all samples (11%). It could be concluded that dried and full oxidation on leaf processing could produce agarwood tea with high tannin concentration and hedonic scores.
Optimasi pirolisis limbah kayu Durian (Durio zibethinus) berdasarkan ukuran partikel dan suhu Setiawati, M.T., Dr. Evy; Yusuf, Wahida Annisa; Soedarmanto, Heri
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24111/jrihh.v13i2.7034

Abstract

Kualitas biochar dipengaruhi oleh cara pirolisis dan jenis bahan baku. Namun perlu diperhatikan bahwa karakteristik biochar sebagai amandemen tanah tergantung pada kondisi produksinya (suhu pirolisis) serta bahan baku awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum kadar air, abu, zat mudah menguap dan karbon terikat biochar limbah kayu durian berdasarkan ukuran partikel bahan baku dan suhu pirolisis. Limbah kayu durian yang digunakan dalam penelitian ini berukuran 0,17–0,42 mm; 0,42– 1,00 mm; dan 1,00–2,83 mm, dengan variasi suhu pirolisis 350, 450, 550 °C. Perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Optimasi menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) dengan rancangan Desain Komposit Sentral (Central Composite Design (CCD). Berdasarkan model quadratic pada persamaan matematika, didapatkan kadar air optimum biochar limbah kayu durian sebesar 3,83% dengan ukuran partikel bahan baku pada 1,78 mm dan suhu pirolisis 505,1 oC. Kadar zat mudah menguap optimum biochar sebesar 15,48% dengan ukuran partikel bahan baku 0,82 mm dan suhu pirolisis 542,2 oC. Kadar abu optimum biochar sebesar 2,14% dengan ukuran partikel bahan baku 2,91 mm dan suhu pirolisis 519,5 oC. Kadar karbon terikat optimum biochar sebesar 77,84% dengan ukuran partikel bahan baku 1,44 mm dan suhu pirolisis 549,5 oC.
Aktivitas antioksidan dan antibakteri dari ekstrak bee pollen lebah kelulut (Tetragonula sarawaknensis) Sari, Ayu Mitha; Rosamah, Enih; Suwinarti, Wiwin; Kusuma, Irawan W; Arung, Ph.D., Enos Tangke
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24111/jrihh.v13i2.7050

Abstract

Pemanfaatan produk propolis dan bee pollen madu tanpa sengat atau Kelulut masih sangat terbatas, demikian juga penelitiannya belum banyak dilakukan bahkan bisa dikatakan masih sangat terbatas termasuk kandungan zat ekstraktif pada bee pollen tersebut. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk skirining manfaat bee pollen sebagai produk kecantikan dan produk yang mengandung bahan yang dapat menangkal radikal bebas. Kemajuan teknologi dan gaya hidup manusia dimasa sekarang cenderung mudah menimbulkan banyak penyakit baru. Hal ini menimbulkan rasa penasaran akan bee pollen sebagai produk dari alam yang memiliki kemampuan sebagai antioksidan dan menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes. Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstraksi dingin etanol 98% selama 3 x 24 jam, dilanjutkan dengan uji fitokimia, dan analisis antioksidan dengan uji DPPH dan penghambatan Propionibacterium acnes dengan metode difusi agar. Ekstrak bee pollen T. sarawakensis mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, kumarin dan tanin. Ekstrak T. sarawakensis memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai konsentrasi hambatan 39% pada 100 mg/mL. Ekstrak memiliki penghambatan terkuat dari Propionibacterium acnes (42% pada 500 µg/well). Hasil ini menunjukkan adanya potensi ekstrak etanol T. sarawakensis untuk dikembangkan sebagai bahan kosmetik dan jamu, namun diperlukan percobaan lebih lanjut untuk membuktikan fungsinya.
Evaluasi kualitas finishing water and solvent based yang diaplikasikan pada kayu lapis Arip Wijayanto; Nurmadina Nurmadina; Didik Wasono; Izza Afkarina
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24111/jrihh.v13i2.6852

Abstract

Peningkatan tampilan dari produk furnitur berbahan dasar kayu lapis dapat dilakukan dengan melakukan proses finishing. Sementara itu, kualitas hasil finishing sangat dipengaruhi oleh bahan finishing yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat finishing dari kayu lapis yang diberi perlakuan bahan finishing water based dan solvent based (Poliuretan, Nitroselulosa, dan Melamin). Pertama, kayu lapis vinir jati berukuran 30 cm x 30 cm x 0,6 cm disiapkan permukaannya dengan menggunakan ampelas P 240. Kemudian diaplikasikan sanding sealer dan top coat untuk masing-masing jenis bahan finishing pada permukaan kayu lapis dan dilakukan pengujian. Pengujian nilai kilap dilakukan dengan menggunakan alat gloss meter, pengujian daya lekat lapisan finishing mengacu pada ASTM D 3359, pengujian fleksilbilitas dilakukan dengan coin test, pengujian kekerasan mengacu pada ASTM D 3363, ketahanan lapisan finishing terhadap panas-dingin dan bahan kimia rumah tangga (kecap dan saos) mengacu pada ASTM D 1654. Masing-masing pengujian dilakukan sebanyak tiga kali ulangan dan diolah datanya menggunakan Microsoft excel serta SPSS.19. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai kilap lapisan finishing water based, melamin, dan nitroselulosa termasuk dalam kategori semi gloss (40-60)% sedangkan lapisan finishing poliuretan termasuk kategori gloss (60-80)%. Sementara itu, daya lekat lapisan finishing water based memilki daya lekat yang paling tinggi, diikuti poliuretan, melamin, dan nitroselulosa. Hasil pengujian fleksibelitas menunjukkan bahwa lapisan finishing water based dan poliuretan memiliki fleksibelitas sangat baik sedangkan nitroselulosa dan melamin termasuk kategori cukup. Selanjutnya, berdasarkan kekerasannya maka lapisan finishing poliuretan memiliki tingkat kekerasan yang paling tinggi (6H) diikuti lapisan finishing, melamin dan nitroselulosa (5H), sedangkan lapisan finishing water based merupakan yang paling lunak (2H). Pengujian ketahanan lapisan finishing terhadap panas-dingin dan bahan kimia rumah tangga menunjukkan hasil yang sama untuk semua lapisan finishing, yaitu masuk ke dalam kelas 10. Berdasarkan seluruh hasil pengujian bahan finishing yang memiliki kualitas paling bagus untuk diterapkan pada kayu lapis adalah jenis poliuretan.
Kualitas produk virgin coconut oil (VCO) menggunakan teknik mekanik skala industri rumah tangga Sukma Budi Ariyani; Haqqifizta Ratihwulan; Asmawit Asmawit
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24111/jrihh.v13i2.7229

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan produk unggulan hasil olahan kelapa yang memiliki banyak kegunaan terutama di bidang kesehatan untuk mengatasi penyakit degeneratif. Ketersediaan kelapa yang melimpah belum dimanfaatkan secara optimal oleh industri rumah tangga VCO di Kalimantan Barat. Pembuatan VCO dengan cara teknik mekanik memiliki kelebihan yakni sederhana, hemat bahan bakar (tanpa pemanasan) dan tanpa penambahan zat aditif. Penelitian ini bertujuan memperoleh VCO dengan cara teknik mekanik (penggunaan alat blender untuk pemecahan) skala industri rumah tangga dan mengetahui kualitas VCO yang dihasilkan. Metode penelitian yang dilakukan meliputi produksi VCO dan pengujian kualitas VCO yaitu penampakan, penentuan bilangan iod, bilangan peroksida, dan asam-asam lemak. Variabel berubah yang digunakan adalah lama waktu proses teknik mekanik dengan menggunakan alat blender (5, 10 dan 15 menit). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah penampakan fisik untuk VCO yang dihasilkan jernih dan transparan.  Rendemen VCO tertinggi yang dihasilkan yakni pada variabel lama waktu proses mekanik (blender) 10 menit. VCO yang dihasilkan pada semua variabel memenuhi persyaratan yang ditetapkan (SNI 7381:2008) untuk parameter bilangan iod, bilangan peroksida, asam lemak bebas, kadar asam laurat, kadar asam oleat dan kadar linoleat. Untuk kadar asam miristat pada VCO dengan variabel lama waktu blender 5 menit di bawah standar yang ditetapkan yakni 16,63 %, sedangkan kadar asam miristat untuk VCO dengan lama waktu blender 10 dan 15 menit hasilnya memenuhi syarat yang ditetapkan yaitu secara berturut-turut 17,66% dan 18,71%
Karakterisasi sifat fungsional pati sagu (Metroxylon sagu Rottb) dengan modifikasi taut silang sebagai bahan cangkang kapsul [Characterization of sago starch (Metroxylon sagu Rottb) functional properties with cross linking modification ascapsule shell] Desi Mustika Amaliyah, M.T.; Hamlan Ihsan
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24111/jrihh.v13i2.6743

Abstract

This study aims to determine the functional properties of natural and modified sago starch as a substitute for raw material for capsule shells from animal gelatin. Rumbia starch (Metroxylon sagu Rottb) or sago starch has good biodegradability, edibility, biocompatibility, attractive appearance, and able to withstand oxygen and physical disturbances. In this study, the optimization of the functional properties of gelatin was carried out, including viscosity, gel fraction, water vapor transmission, and swelling degree test. The stages of this research were modification of sago starch, film printing and viscosity testing, gel fraction, water vapor transmission, and swelling degree test. The results showed that the gel fraction content was 51.8% (sago starch (PS) + Poly Vinyl Alcohol (PVA)) -81.6% (modified sago starch (PSM) + kaolin), the swelling degree was 1.41% (PS). +kaolin) –2.32% (PSM+kaolin), viscosity of 2 cp (PS+PVA/kaolin) –3220 cp (PSM+kaolin)), and water vapor transmission of 58.33 g/m2h –566.25 g/m2h. The best result from cross linking was the application of modified sago starch (PSM) plus kaolin which gave the highest value for the gel fraction, degree of swelling and viscosity parameters.
Pengaruh pengawetan pohon berdiri terhadap sifat kimia dan mekanis Bintangur (Callophyllum soulattri) dan Balam (Macaranga conifera (Rch.f. & Zoll) Mull.Arg.) Dwi Ajias Pramasari; Sonia Somadona; Evi Sribudiani; Yusup Amin; Didi Tarmadi; Sulaeman Yusuf; Ratih Damayanti; Djarwanto Djarwanto; Wa Ode Muliastuty Arsyad; Esti Rini Satiti; Syafrinal Syafrinal; M. Mardhiansyah
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24111/jrihh.v13i2.6938

Abstract

Teknologi pengawetan kayu dengan metode infus dan bandage-wrapping pada pohon berdiri yang masih hidup merupakan metode baru dalam pengawetan kayu. Metode ini memiliki keunggulan dapat mengawetkan kayu berukuran besar secara mudah. Kayu utuh berukuran besar dibutuhkan untuk bahan baku pembuatan Jalur, yaitu, perahu tradisional khas daerah Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan pengawetan kayu pada pohon berdiri terhadap karakteristik kayu, terutama sifat kimia dan sifat mekanisnya. Masing-masing sebanyak dua pohon dari jenis kayu alternatif bahan baku pembuatan Jalur yaitu Bintangur (Callophyllum soulattri Burm.f.) dan Balam (Macaranga conifera (Rch.f. & Zoll) Mull.Arg) diawetkan menggunakan senyawa boron dengan metode infus dan bandage-wrapping. Sebagai kontrol, satu pohon dari masing-masing jenis juga ditebang dan diuji. Sampel kayu yang digunakan dibagi menurut posisi aksial pohon (pangkal, tengah, dan ujung) untuk diamati sifat kimia dan sifat mekanis dengan masing-masing tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi aksial mempengaruhi sifat kimia kayu Balam dan Bintangur secara siginifikan pada kadar lignin (30-36%) dan kadar alfa selulosa (48-52%). Secara umum, sifat mekanis yaitu Modulus of Rupture (MOR) dan Modulus of Elasticity (MOE) meningkat secara signifikan setelah diawetkan, kecuali pada Bintangur untuk metode bandage-wrapping. Hasil analisis sidik ragam dan uji lanjut menunjukkan bahwa perlakuan infus memberikan pengaruh nyata yang positif terhadap sifat kimia dan mekanis kayu Bintangur, sehingga pohon Bintangur yang telah diawetkan menggunakan metode infus dapat direkomendasikan sebagai alternatif bahan baku pembuatan Jalur.
Wood resistance of Gmelina arborea on the attack by white-rot fungi of Trametes versicolor treated with clove leaves extract. Ira Taskirawati; Fadhli Dzil Ikram; Musrizal Muin
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24111/jrihh.v14i1.7186

Abstract

Wood with low durability class or low natural durability has low resistance to attack by wood-destroying organisms, so it is very susceptible to attack by wood destroying organisms such as wood rot fungi. This study aims to determine the resistance of Gmelina arborea wood from clove leaf extract treatment to white-rot fungus attack. The cold soak method was used to apply clove leaf extract to wood samples and exposed to Trametes versicolor for three months. Analysis of retention data used a split-plot design with four levels of treatment, namely concentrations of 15%, 20%, 25%, and control. Each treatment was repeated three times. The SNI 01-7207-2014 wood resistance class table determines the wood resistance class. The results showed an increase in the retention value of gmelina wood in line with the increase in the given concentration. Therefore, testing the resistance of gmelina wood to fungal attack, treated with clove leaf extract on the heartwood with a concentration of 20% and 25%, could increase the wood resistance from moderately resistant to resistant. As well as, giving 25% concentration in the sapwood can increase the wood resistance from moderately resistant to resistant.
Formulation and physical stability of syrup containing gaharu (Aquilaria microcarpa Baill.) leaves extract Mia Fitriana; Wawan Halwany; Yuni Kartika; Khoerul Anwar; Siswadi Siswadi; Muhammad Ikhwan Rizki; Beny Rahmanto; Susy Andriani
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24111/jrihh.v14i1.7647

Abstract

One of natural ingredients that has potential as herbal medicines is the leaves of agarwood-producing plants.  Opportunities for the development of agarwood-producing plants (Aquilaria microcrocarpa Baill.) as medicinal plants are still wide open. Ethanol extract of Aquilaria microcarpa Baill folium extract was made in the form of syrup preparations to facilitate use. This study aimed to formulate Gaharu folium extract into syrup preparations. The syrup preparations were made into 3 formulas with variations in the concentration of sorbitol as a sweetener, namely 60%; 63% and 65%. The three formulas were then evaluated including organoleptic test, viscosity test, pH test, homogeneity test and specific gravity test. The hedonic test was also carried out to determine which formula was the most preferred. The evaluation results showed that all syrup formulas met a good range of syrup requirements. From the results of the analysis of the preference test data, it could be concluded that all formulas had a level of acceptance that was not significantly different, but formula 2 had the highest total hedonic score compared to other formulas. Formula 2 also had the appropriate pH, viscosity and specific gravity as a syrup.