cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
abied76@gmail.com
Editorial Address
Street Pramuka 156. Po. Box. 116 Ponorogo 63471, East Jawa, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MUSLIM HERITAGE: JURNAL DIALOG ISLAM DENGAN REALITAS
ISSN : 2502535X     EISSN : 25025341     DOI : 10.21154/muslimheritage
Core Subject : Humanities, Art,
Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas, is a double-blind peer-reviewed academic journal published by the Postgraduate of State Islamic Institute (IAIN) Ponorogo. The journal is a semi-annual publication publishing two issues (June and December) each year. It strives to strengthen transdisciplinary studies on issues related to Islam and Muslim societies. Its principal concern includes Islamic education, Islamic law, and Islamic economic. The journal reserves as a knowledge exchange platform for researchers, scholars, and authors who dedicate their scholarly interests to expand the horizon of education, law,and economic.
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
Pengembangan Kemampuan Multiple Intelligences Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam melalui Organisasi Kemahasiswaan Intrakampus Yahya, Fata Asyrofi; Diantoro, Fery
MUSLIM HERITAGE Vol 8 No 2 (2023): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v8i2.7293

Abstract

AbstractThis research departs from the empirical problem that undergraduate graduates contribute to the high number of unemployed in Indonesia. Among the causes is that the curriculum in higher education is more oriented towards achieving academic achievement. This research aims to explain the management of intracampus student organization activity programs in developing students' multiple intelligences abilities and measure the success of intracampus organizations in developing students' multiple intelligences abilities at IAIN Ponorogo. The research method uses a phenomenological approach and the type of research is qualitative. Data collection was carried out by observation, interviews and documentation. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research include: first, management of the multiple intelligences capability improvement program through the stages of planning, organizing, implementing and monitoring. Program planning is carried out at the beginning of the year through work meetings taking into account the results of the previous period's activity evaluation. Organization is carried out by delegating tasks and responsibilities to each division to prepare and carry out UKM activity programs in developing students' multiple intelligences. At the program implementation stage, the chairman moves the field coordinator, then down to the management and down to the members. Program supervision is carried out by the head of UKM and the supervisor of each UKM to ensure that all program activities run according to plan. Second, the UKMs that succeeded in achieving 85% of their members' activity were UKM Self-Defense and UKM Mapala Post. Then those who succeeded in changing the abilities of their members by 80% included UKM PSRM, UKM SEIYA, UKM UKI, UKM Martial Arts, UKM Sports, UKM LPM Al-Millah, and UKM KSR. Meanwhile, those who managed to get achievements in the competition for approximately three years were all UKM except UKM LPM Al-Millah, UKM Kopma, and UKM Bahasa.AbstrakPenelitian ini berangkat dari problem empiris bahwa lulusan sarjana menyumbang jumlah pengangguran yang tinggi di Indonesia. Diantara penyebabnya yaitu kurikulum di perguruan tinggi lebih berorientasi dalam pencapaian prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengelolaan program kegiatan organisasi kemahasiswaan intrakampus dalam mengembangkan kemampuan multiple intelligences mahasiswa dan mengukur keberhasilan organisasi intrakampus dalam mengembangkan kemampuan multiple intelligences mahasiswa di IAIN Ponorogo. Metode penelitiannya menggunakan pendekatan fenomenologi dan jenis penilitiannya kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini diantaranya: pertama, pengeloaan program peningkatan kemampuan multiple intelligences melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Perencanaan program dilakukan di awal tahun melalui rapat kerja dengan mempertimbangkan hasil evaluasi kegiatan periode sebelumnya. Pengorganisasian dilakukan dengan mendelegasikan tugas dan tanggung jawab kepada setiap devisi untuk menyusun dan menjalankan program kegiatan UKM dalam pengembangan multiple intelligences mahasiswa. Pada tahap pelaksanaan program, ketua menggerakkan koordinator bidang, kemudian turun ke pengurus dan turun sampai ke anggota. Pengawasan program dilakukan oleh ketua UKM dan pembina setiap UKM untuk memastikan semua program kegiatan berjalan sesuai perencanaan. Kedua, UKM yang berhasil mencapai 85% menjaga keaktifan anggotanya adalah UKM Bela Diri dan UKM Mapala Pasca. Kemudian yang berhasil mengubah kemampuan anggotanya sebesar 80% diantaranya adalah UKM PSRM, UKM SEIYA, UKM UKI, UKM Bela Diri, UKM Olahraga, UKM LPM Al-Millah, dan UKM KSR. Sedangkan yang berhasil mendapatkan prestasi dalam kompetisi perlombaan selama kurang lebih tiga ini adalah semua UKM kecuali UKM LPM Al-Millah, UKM Kopma, dan UKM Bahasa.
HUKUM SHOLAT JUM’AT SECURITY SHIFT PERSPEKTIF ULAMA FIKIH KONTEMPORER Sa'adah, Umi Zahrotus; Gafur, Abd.
MUSLIM HERITAGE Vol 9 No 1 (2024): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v9i1.7429

Abstract

AbstractThe emergence of various problems which Islamic law in the contemporary era often raises questions in the community. So it is important that there is a contribution from contemporary fikih scholars to answer these problems. This study aims to explore the law of Friday prayers security shift perspective of contemporary fiqh scholars. The writing of this article uses the library research method, using various pieces of literature related to the discussion points. Thus, this research produces findings that contemporary scholars agree that security shifts are included in the category of udzur syar’i, so they are not required to perform Friday prayers but are required to replace them with four rokaat dhuhr prayers. AbstrakMunculnya berbagai problematika hukum Islam pada era kontemporer, sering menimbulkan pertanyaan pada masyarakat. Sehingga penting adanya andil dari para ulama fikih kontemporer untuk menjawab problematika tersebut. Studi ini bertujuan untuk menggali hukum sholat jum’at security shift perspektif ulama fikih kontemporer. Penulisan artikel ini menggunakan metode library research dengan menggunakan berbagai literature yang bersangkutan dengan poin pembahasan. Dengan demikian penelitian ini menghasilkan temuan bahwa ulama kontemporer sepakat menyatakan bahwa security shift termasuk dalam kategori udzur syar’i, sehingga tidak diwajibkan melaksanakan sholat jum’at namun diwajibkan untuk menggantinya dengan sholat dzuhur 4 rokaat.
IDENTIFIKASI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA PEMASARAN DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM PADA USAHA SKALA MIKRO DI KABUPATEN BANYUMAS sulasih, sulasih; Wahyuningtyas, Ida Puspitarini; Rohiwan, Sidik; Suliyanto, Suliyanto
MUSLIM HERITAGE Vol 9 No 1 (2024): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v9i1.7555

Abstract

AbstractThis research aims to determine the role of entrepreneurial orientation on the use of social media and marketing performance with innovative ability as a moderating variable in microscale businesses in Banyumas Regency. The sample in this study was determined using slovin and sampling using the purposive sampling method and the sample size was 100 respondents. The data analysis technique used in this research is partial least squares (PLS) analysis. The research results show that it partially has a positive and significant effect, while the use of social media partially mediates the effect of entrepreneurial orientation on marketing performance. Mediation in this research model is partial, in other words, the use of social media has a function to bridge the influence of entrepreneurial orientation on marketing performance. However, because the mediation characteristics are partial, even without the social media use variable, entrepreneurial orientation is still able to influence marketing performance positively and significantly. These results confirm that entrepreneurial orientation can increase and strengthen the use of social media by micro-scale business actors in Banyumas, which will also have an impact on improving business performance. Furthermore, innovative ability does not moderate the relationship between the use of social media and marketing performance. Entrepreneurial orientation, innovative ability and the use of social media by micro-scale business actors in Banyumas Regency are in accordance with the Islamic economic perspective where business actors dare to take risks, are innovative and use media. in the form of technology for muamalah activities that are in accordance with sharia principles, and this has an impact on the benefit of the people in the form of increasing marketing performance AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orientasi kewirausahaan pada penggunaan media sosial dan kinerja pemasaran dengan kemampuan inovatif sebagai variabel moderasi pada usaha skala mikro di Kabupaten Banyumas. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan slovin dan pengambilan sample dengan metode purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam hal ini penelitian adalah analisis partial least square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara partial berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan penggunaan media sosial memediasi secara partial pengaruh orientasi kewirausahaan pada kinerja pemasaran. Mediasi dalam model penelitian ini bersifat parsial, dengan kata lain, penggunaan media sosial memiliki fungsi untuk menjembatani pengaruh orientasi kewirausahaan terhadap kinerja pemasaran. Namun, karena karakteristik mediasinya partial, bahkan tanpa variabel penggunaan media sosial, orientasi kewirausahaan masih mampu mempengaruhi kinerja pemasaran secara positif dan signifikan. Hasil ini menegaskan bahwa orientasi kewirausahaan dapat meningkatkan dan memperkuat penggunaan media sosial oleh para pelaku usaha skala mikro di Banyumas, yang juga akan berdampak pada peningkatan kinerja bisnis. Lebih lanjut, kemampuan inovatif tidak memoderasi antara penggunaan media sosial dengan kinerja pemasaran, Orientasi kewirausahaan, kemampuan inovatif dan penggunaan media sosial oleh pelaku usaha skala mikro di Kabupaten Banyumas telah sesuai dengan perspektif ekonomi islam dimana pelaku usaha berani mengambil resiko, memiliki inovatif serta menggunakan media berupa teknologi untuk kegiatan muamalah yang sesuai dengan prinsipprinsip syariah, dan hal tersebut berdampak pada kemaslahatan umat berupa adanya peningkatan kinerja pemasaran.
MITIGASI WANPRESTASI NASABAH PEMBIAYAAN MURABAHAH MELALUI MEKANISME TA’ZIR DAN TAWIDH (STUDI KASUS BSI KCP SURABAYA UINSA) Bariyah, Siti Izzatul
MUSLIM HERITAGE Vol 9 No 1 (2024): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v9i1.7566

Abstract

AbstractTa’zir and tawidh are applied if a customer fails to pay the financing installments submitted at a sharia banking institution. This journal exists to investigate how the two Islamic legal concepts of ta’zir and tawidh are applied in murabahah financing. This case study was conducted at Bank Syariah Indonesia Surabaya Sub-Branch Office, Sunan Ampel State Islamic University (BSI KCP Surabaya UINSA) with the aim of finding out how Islamic banks handle late payments for murabahah financing customers. Apart from that, if it cannot be handled, legal action will be taken by the bank regarding the problem. Field research was involved by the author because this journal uses qualitative methods. Interviews from BSI KCP Surabaya UINSA employees, observations, and analysis of various related books and journals became data collection techniques from the research conducted by the author. This journal concludes that BSI KCP Surabaya UINSA more often uses the ta’zir concept to handle defaulting customers. In addition, this bank is trying to offer other options to its customers who are experiencing financial problems.AbstrakTa’zir dan tawidh diterapkan apabila terdapat nasabah lalai dalam membayar angsuran pembiayaan yang diajukan di lembaga perbankan syariah. Jurnal ini hadir guna menyelidiki bagaimana dua konsep hukum Islam ta’zir dan tawidh diterapkan dalam pembiayaan murabahah. Studi kasus ini dilakukan di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Pembantu Surabaya Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (BSI KCP Surabaya UINSA) dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana bank Islam menangani keterlambatan pembayaran nasabah pembiayaan murabahah. Selain itu apabila tidak bisa ditangani terdapat tindakan hukum yang diambil oleh pihak bank terkait permasalahan tersebut. Penelitian lapangan dilibatkan oleh penulis karena jurnal ini menggunakan metode kualitatif. Wawancara dari pegawai BSI KCP Surabaya UINSA, pengamatan, serta analisis berbagai buku maupun jurnal yang berkaitan menjadi teknik pengumpulan data dari penelitian yang dilakukan penulis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa BSI KCP Surabaya UINSA lebih sering menggunakan konsep ta’zir untuk menangani nasabah wanprestasi. Selain itu, bank ini berusaha untuk menawarkan opsi lain kepada nasabahnya yang mengalami masalah keuangan.
ANALISIS TEORI AL-BA’I TERHADAP PRAKTIK SMART CONTRACT PADA PLATFORM E-COMMERCE Kurnaini, Amy Dwi; Rohmah, Lailatul
MUSLIM HERITAGE Vol 9 No 1 (2024): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v9i1.7601

Abstract

AbstractThe high crime when carrying out buying and selling transactions on e-commerce platforms makes the lack of public trust in e-commerce. The idea also pioneered the establishment of smart contracts to provide a sense of trust and security when doing activities with others. Quube is one of the e-commerce that utilizes smart contracts and has been used in Indonesia. However, what is an obstacle is that regulations have not been found regarding the validity of smart contracts in buying and selling transactions. Therefore, the author wants to study the validity of smart contracts on the Quube platform with the theory of buying and selling and greeting contracts. So that people can take advantage of emerging technology by always prioritizing sharia principles in every use. This research uses qualitative methods with the results that smart contracts in Quube e-commerce are analyzed using ba’i theory and the contract of salam the validity of the contract is considered valid because of the fulfillment of the terms and pillars of buying and selling salam contracts. With the advantages of providing benefits, security, cost-effective and time for users.AbstrakTingginya kejahatan saat melakukkan transaksi jual beli pada platform e-commerce membuat kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap e-commerce. Gagasan tersebut juga mempelopori dibentuknya smart contract untuk memberi rasa kepercayaan dan keamanan saat melakukan aktivitas dengan orang lain. Quube merupakan salah satu e-commerce yang memanfaatkan smart contract dan telah digunakan di Indonesia. Namun yang menjadi hambatan belum ditemukannya peraturan mengenai keabsahan smart contract pada transaksi jual beli. Oleh sebab itu Penulis ingin mengkaji keabsahan smart contract pada platform quube dengan teori jual beli dan akad salam. Agar masyarakat bisa memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang dengan senantiasa mengedepankan prinsip syariah disetiap penggunaanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan hasil bahwa smart contract pada e-commerce Quube dianalisa menggunakan teori ba’i dan akad salam keabsaahan berkontrak dianggap sah karena terpenuhinya syarat dan rukun jual beli akad salam. Dengan kelebihanya yaitu memberikan kemaslahatan, keamanan, hemat biaya dan waktu bagi pengguna.
PANDANGAN MUI TENTANG NIKAH MUT'AH: ANALISIS PERSPEKTIF M. QURAISH SHIHAB Arfiana, Shinta Nurul; Rouf, Abd.
MUSLIM HERITAGE Vol 9 No 1 (2024): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v9i1.7661

Abstract

AbstractM. Quraish Shihab, a renowned scholar, in his book "Perempuan," states that nikah mut'ah can be accepted in emergency and urgent situations with certain limitations and conditions, such as it must be conducted with honorable women. This statement has sparked controversy, prompting an examination of the views of the Indonesian Ulema Council (MUI) leaders in Malang City regarding the boundaries of nikah mut'ah from M. Quraish Shihab's perspective. This study aims to understand the permissible boundaries of nikah mut'ah according to M. Quraish Shihab and the perspectives of MUI leaders in Malang City regarding his fatwa on the permissibility of nikah mut'ah. This research is an empirical juridical study with a qualitative descriptive approach, gathering data through interviews and documentation from primary and secondary sources. The data processing involves editing, classification, verification, analysis, and conclusion drawing. The results indicate that the MUI leaders interviewed do not agree with the permissibility of nikah mut'ah based on "emergency or urgent" as its boundaries. They argue that the emergency concept proposed by M. Quraish Shihab does not apply in this context and emphasize the existence of alternative ways to prevent adultery. Additionally, they highlight the negative impacts of nikah mut'ah, especially on women, including the lack of legal protection and the risk of transmitting dangerous diseases such as HIV. The study concludes that although M. Quraish Shihab outlines certain limitations for the permissibility of nikah mut'ah, the MUI leaders in Malang City tend to reject this practice in all situations.AbstrakM. Quraish Shihab, seorang ulama terkenal, dalam bukunya “Perempuan,” menyatakan bahwa nikah mut’ah dapat diterima dalam situasi darurat dan mendesak dengan batasan dan syarat tertentu, seperti harus dilakukan dengan wanita yang terhormat. Pernyataan ini menimbulkan kontroversi, sehingga menarik untuk mengkaji pandangan Tokoh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang mengenai batasan nikah mut’ah dalam perspektif M. Quraish Shihab. Penelitian ini bertujuan untuk memahami batas-batas kebolehan nikah mut’ah menurut M. Quraish Shihab dan pandangan Tokoh MUI Kota Malang terhadap fatwa tersebut. Penelitian ini merupakan studi yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif, mengumpulkan data melalui wawancara dan dokumentasi dari sumber data primer dan sekunder. Proses pengolahan data meliputi teknik edit, klasifikasi, verifikasi, analisis, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para tokoh MUI yang diwawancarai tidak sepakat dengan pembolehan nikah mut’ah berdasarkan “darurat atau mendesak” sebagai batasannya. Mereka berpendapat bahwa konsep darurat yang dikemukakan oleh M. Quraish Shihab tidak berlaku dalam konteks ini dan menekankan adanya alternatif lain untuk mencegah perbuatan zina. Selain itu, mereka menyoroti dampak negatif dari nikah mut’ah, terutama terhadap kaum wanita, termasuk kurangnya perlindungan hukum dan risiko penularan penyakit berbahaya seperti HIV. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun M. Quraish Shihab mengemukakan batasan-batasan tertentu untuk kebolehan nikah mut’ah, pandangan tokoh MUI Kota Malang cenderung menolak praktik ini dalam segala situasi.
PERAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL BAGI PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA: TANTANGAN DAN PELUANG DI ERA GLOBALISASI DALAM PERSPEKTIF ISLAM Rufaedah, Dina Anisya; Fitrianto, Achmad Room
MUSLIM HERITAGE Vol 9 No 1 (2024): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v9i1.7707

Abstract

AbstractA country is said to be successful and successfully represented through a high rate of economic growth, it can be achieved by one of them is through export and import activities. As Islam views the economy by looking at the practices that have been carried out by the Prophet Muhammad, his family and companions who have conducted cross-country trade in the Arabian Peninsula, the border areas of Yemen, Bahrain, Syria and others. The problem arises that export activities are lower than imports, causing the trade balance to be negative, the exchange rate and people’s purchasing power to decline so that it can affect economic growth. Economic growth cannot be far from economic development, because economic development encourages economic growth, and conversely economic growth will facilitate the process of economic development. This article discusses the role of international trade for Indonesia’s economic growth from an Islamic perspective using the literature review method. It can be seen that Indonesia’s economy has improved in 2022. This can be seen from the increase in export and import activities that are being carried out by Indonesia and the increase in national income as indicated by the value of GDP obtained by Indonesia. Exports carried out by Indonesia are one of the steps to increase the country’s national income, thus the economy can grow and improve in the future. AbstrakSuatu negara dikatakan sukses dan berhasil terpresentasikan melalui laju kecepatan pertumbuhan ekonominya yang tinggi, hal itu dapat dicapai dengan salah satunya ialah melalui kegiatan ekspor dan impor. Sebagaimana Islam memandang ekonomi dengan melihat praktik yang telah di lakukan oleh Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabatnya yang telah melakukan perdagangan lintas negara di Jazirah Arab, wilayah perbatasan Yaman, Bahrain, Syria dan lainnya. Permasalahannya muncul kegiatan ekspor ternyata lebih rendah dari impor sehingga menyebabkan neraca perdagangan menjadi negatif, nilai tukar serta daya beli masyarakat menurun sehingga hal tersebut dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi (economic growth) tidak bisa jauh dari pembangunan ekonomi, sebab pembangunan ekonomi mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya pertumbuhan ekonomi akan memperlancar jalannya proses pembangunan ekonomi. Artikel ini mendiskusikan tentang peranan perdagangan internasional bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia perspektif Islam menggunakan metode literature review. Dapat diketahui bahwa ekonomi Indonesia telah membaik pada tahun 2022. Hal ini terlihat dari meningkatnya kegiatan ekspor dan impor yang tengah dilakukan oleh Indonesia serta meningkatnya pendapatan nasional yang ditunjukkan oleh nilai GDP yang diperoleh Indonesia. Ekspor yang dilakukan oleh Indonesia merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan pendapatan nasional negara, dengan demikian maka ekonomi dapat semakin tumbuh dan membaik kedepannya.
REKONSTRUKSI ANDRAGOGI PENDIDIKAN ISLAM MELALUI PEMBELAJARAN TRANSFORMATIF MEZIROW Ahmad Nawawi, Ahmad Nawawi; Farhad Muhammad, Farhad Muhammad; Kusaeri, Kusaeri
MUSLIM HERITAGE Vol 9 No 1 (2024): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v9i1.7994

Abstract

AbstractIslamic andragogy in Indonesia is experiencing boredom with its pragmatic religious pattern, wanting a renewal in interpreting religious values with a different approach, especially in the field of education which determines the direction of the future, Mezirow’s transformative learning theory makes a breakthrough by reconstructing the values that exist in a person through real experiences that passed it. This research aims to reconstruct Islamic education for adults using Mezirow’s transformative learning theory. This research uses a systematic literature review method by collecting journal articles that match the theme raised and filtering them until they become the main material for reviewing this paper. The research results show that Mezirow’s transformative learning theory can be used to reconstruct Islamic education for adults by applying ten phases/steps in it which have a significant influence on students’ cognitive, emotional and social abilities which is in accordance with Islamic culture. So the use of this theory in learning at various levels of education needs to be considered.AbstrakAndragogi Islam di Indonesia mengalami kejenuhan dengan pola religius pragmatisnya, mengingkan sebuah pembaruan dalam meingterpretasikan nilai agama dengan pendekatan yang berbeda khusunya di bidang pendidikan yang menentukan arah masa depan, teori pembelajran transformatif Mezirow melakukan terobosan dengan merekonstruk nilai yang ada pada diri seseorang melalui pengalaman nyata yang dilaluinya. Penelitian ini bertujuan untuk merekontruksi pendidikan Islam bagi orang dewasa menggunakan teori pembelajaran transformatif Mezirow. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan mengumpulkan jurnal artikel yang sesuai dengan tema yang diangkat dan dilakukan penyaringan hingga menjadi bahan utama dalam mengkaji tulisan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori pembelajaran transformatif Mezirow dapat digunakan untuk merekonstruksi Pendidikan Islam bagi orang dewasa dengan menerapkan sepuluh fase/langkah di dalamnya yang memiki pengaruh signifikan terhadap kemampuan kognitif, emosi, dan sosial siswa yang sesuai dengan kultur islam. Sehingga pengunaan teori ini dalam pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan perlu dipertimbangkan
STRATEGI PEMASARAN JASA PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM IAIN PONOROGO Nafi’ah, Ayu Zahroh; Ngadhimah, Mambaul
MUSLIM HERITAGE Vol 9 No 1 (2024): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v9i1.8343

Abstract

AbstractCompetition among higher education institutions requires overall cost leadership, product differentiation, and user focus. Marketing management is very necessary in universities to build a positive image in maintaining consumer satisfaction. The aim of this research is to describe the marketing of educational services in improving the existence and image of educational institutions, as well as the implementation of the 7P marketing mix at the Faculty of Islamic Economics and Business IAIN Ponorogo. This qualitative descriptive research chose the FEBI IAIN Ponorogo object because it has innovation and product differentiation for graduating students. Interview techniques with internal parties supported by observation and documentation are tools for exploring data. Interactive model analysis is carried out with the stages of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The first research finding, the educational service mix strategy is a service activity that aims to maintain customer satisfaction through excellent service, providing quality education and learning, strengthening character education to produce competitive graduates. secondly, the Faculty of Islamic Economics and Business IAIN Ponorogo applies the 7P marketing mix, namely product, promotion, location, price, people, process and infrastructure as a marketing mix strategy to produce graduates of sharia bankers, sharia accountants and sharia microeconomic developers who are internationally competitive and have excellence, competitive, supported by the availability of lecturers, educational staff, infrastructure, various types and programs to develop student talents and interests, affordable costs, and use of digital platforms. AbstrakPersaingan antar institusi pendidikan tinggi memerlukan kepemimpinan biaya secara keseluruhan, diferensiasi produk, dan fokus pengguna. Manajemen pemasaran sangat diperlukan pada perguruan tinggi untuk membangun citra positif dalam menjaga kepuasan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemasaran jasa pendidikan dalam meningkatkan eksistensi dan citra lembaga pendidikan, serta penerapan bauran pemasaran 7P di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Ponorogo. Penelitian deskriptif kualitatif ini memilih objek FEBI IAIN Ponorogo karena memiliki inovasi dan diferensiasi produk bagi lulusan mahasiswa. Teknik wawancara dengan pihak internal yang didukung dengan observasi dan dokumentasi merupakan alat untuk menggali data. Analisis model interaktif dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian pertama, strategi bauran layanan pendidikan merupakan kegiatan pelayanan yang bertujuan untuk menjaga kepuasan pelanggan melalui pelayanan prima, penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran yang bermutu, penguatan pendidikan karakter hingga menghasilkan lulusan yang berdaya saing. Kedua, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Ponorogo menerapkan bauran pemasaran 7P yaitu produk, promosi, lokasi, harga, manusia, proses dan infrastruktur sebagai strategi bauran pemasaran untuk menghasilkan lulusan bankir syariah, akuntan syariah dan pengembang mikroekonomi syariah yang berdaya saing internasional dan mempunyai keunggulan. kompetitif, didukung oleh ketersediaan dosen, tenaga kependidikan, infrastruktur, berbagai jenis dan program untuk mengembangkan bakat dan minat mahasiswa, biaya terjangkau, dan pemanfaatan platform digital.
FIKIH E-MONEY: FORMULASI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KEPEMILIKAN KARTU E-TOLL PERSPEKTIF MAṢLAHAH MURSALAH Wardani, Aflakhal Ula; Rofiq, Mahbub Ainur
MUSLIM HERITAGE Vol 9 No 1 (2024): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v9i1.8752

Abstract

AbstractTransactions on toll roads, which initially involved cash payments, have now been converted to cashless transactions using e-toll cards. The use of e-toll cards is considered more efficient because it allows faster transactions and reduces congestion on toll roads. However, e-toll cards are a form of unregistered electronic money that does not have a password or PIN. As a result, the e-toll card issuer cannot provide compensation if the e-toll card is damaged or lost. Therefore, e-toll card users feel disadvantaged and their rights as consumers are not fulfilled. This research focuses on discussing the shortcomings of e-toll cards that can cause harm to their users. Furthermore, this research analyzes the importance of legal protection for e-toll card users as a non-cash payment instrument. In addition, this research also analyzes the ideal legal protection recommendations for e-toll card users based on the maslahah mursalah perspective. The research method used is normative legal research with a legal and conceptual approach. The results of this study show that there is a legal vacuum in Bank Indonesia Regulation (PBI) No. 20/6/2018 on electronic money, as it does not provide adequate security for e-toll cards, which fall under the category of unregistered electronic money. Legal protection for e-toll card users is very important because the rights related to convenience, security, and compensation for e-toll card users have not been fully met. Therefore, the ideal legal protection recommendations for e-toll card users from the perspective of maslahah mursalah are to change the e-toll card system to be registered, to provide a password or PIN on the e-toll card, to revise the standard clause to provide compensation for damage or loss of e-toll cards, and to provide facilities through digital wallet applications (e-wallet). To realize these recommendations, of course, government awareness is needed to be more assertive in determining policies. AbstrakTransaksi di jalan tol yang awalnya menggunakan pembayaran tunai, kini telah berubah menjadi non-tunai dengan menggunakan kartu e-toll. Kartu e-toll dianggap lebih efisien karena memungkinkan transaksi lebih cepat dan mengurangi kemacetan di jalan tol. Walaupun demikian, kartu e-toll merupakan uang elektronik unregistered yang tidak dilengkapi dengan password atau PIN. Keadaan ini menyebabkan penerbit kartu e-toll tidak dapat memberikan ganti rugi jika kartu e-toll mengalami kerusakan atau kehilangan. Akibatnya, pengguna kartu e-toll dirugikan dan tidak terpenuhi haknya. Penelitian ini fokus membahas kekurangan pada kartu e-toll yang dapat menyebabkan kerugian bagi penggunanya. Selanjutnya, penelitian ini mengungkap pentingnya perlindungan hukum bagi pengguna kartu e-toll sebagai alat pembayaran non-tunai. Selain itu, penelitian hendak memberikan rekomendasi perlindungan hukum yang ideal terhadap pengguna kartu e-toll berdasarkan perspektif maslahah mursalah. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kekosongan hukum dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) nomor 20/6/2018 tentang uang elektronik, karena belum memberikan keamanan yang memadai untuk kartu e-toll sebagai uang elektronik unregistered. Perlindungan hukum bagi pengguna kartu e-toll sangat penting dalam rangka memenuhi hak-hak terkait kenyamanan, keamanan, dan ganti rugi bagi pengguna kartu e-toll yang belum terpenuhi. Oleh karena itu, rekomendasi perlindungan hukum yang ideal terhadap pengguna kartu e-toll dalam perspektif maslahah mursalah yaitu, mengubah sistem kartu e-toll menjadi terdaftar, memberikan password atau PIN, merevisi klausula baku dengan memberikan ganti rugi atas kerusakan atau kehilangan kartu e-toll dan menyediakan fasilitas aplikasi dompet digital (e-wallet). Untuk mewujudkan rekomendasi tersebut, tentunya perlu ada kesadaran pemerintah untuk lebih tegas dalam menentukan kebijakan.