cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
abied76@gmail.com
Editorial Address
Street Pramuka 156. Po. Box. 116 Ponorogo 63471, East Jawa, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MUSLIM HERITAGE: JURNAL DIALOG ISLAM DENGAN REALITAS
ISSN : 2502535X     EISSN : 25025341     DOI : 10.21154/muslimheritage
Core Subject : Humanities, Art,
Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas, is a double-blind peer-reviewed academic journal published by the Postgraduate of State Islamic Institute (IAIN) Ponorogo. The journal is a semi-annual publication publishing two issues (June and December) each year. It strives to strengthen transdisciplinary studies on issues related to Islam and Muslim societies. Its principal concern includes Islamic education, Islamic law, and Islamic economic. The journal reserves as a knowledge exchange platform for researchers, scholars, and authors who dedicate their scholarly interests to expand the horizon of education, law,and economic.
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
Stereotip Perempuan dan Budaya Patriarkal Berlatar Islam dalam Novel Religi Best Seller Tahun 2000-2021 Lukman Hakim; Hasrul Rahman; Robby Yudhi Nurhana
Muslim Heritage Vol 8, No 1 (2023): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v8i1.6918

Abstract

AbstractThis research is a study of the image or stereotype of women in literary works, especially spiritual novels. This research interesting because many religious values in religious novels are considered counterfeminist and place women under male domination. The purpose of this research is to reveal stereotypes of women and patriarchal culture in the best selling spiritual novels for 2000-2021. This research was conducted by means of text or discourse analysis which investigates an event, either in the form of an act or writing in the best seller Spiritual Novels of 2000-2021 which is examined to obtain the exact facts (find the origins, causes, true causes, and so on). . The results of this study, namely: First. Women in the novel under study are still seen as people from the second class. There are many scenes showing women being discriminated against. Second, patriarchal culture still dominates stories in novels, especially religious novels. Many quotes show hegemony over women. Third, the socio-cultural background of the author influences the style of the novel's story. The setting of the novel is always related to the real life of the author. AbstrakPenelitian ini merupakan kajian terhadap citra atau stereotip perempuan dan budaya patriarkal berlatar islam dalam karya sastra khususnya novel Religi. Penelitian ini menjadi menarik karena nilai agama dalam novel religi banyak yang dianggap kontrafeminis dan menempatkan perempuan dalam dominasi laki laki.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menyingkap stereotip perempuan dan budaya patriarki dalam novel Religi best seller tahun 2000-2021. Penelitian ini dilakukan dengan analisis teks atau wacana yang menyelidiki suatu peristiwa, baik berupa perbuatan atau tulisan dalam Novel Religi best seller tahun 2000-2021 yang diteliti untuk mendapatkan fakta-fakta yang tepat (menemukan asal-usul, sebab, penyebab sebenarnya, dan sebagainya). Hasil penelitian ini, yaitu: Pertama. Perempuan dalam novel yang diteliti  masih dipandang sebagai orang dari golongan kedua. Banyak adegan yang memperlihatkan perempuan mendapatkan diskriminasi. Kedua, budaya patriarki masih mendominasi cerita dalam novel khususnya novel religi. Banyak kutipan yang memperlihatkan hegemoni terhadap perempuan. Ketiga, latar sosial budaya pengarang berpengaruh terhadap corak cerita novel. Latar novel selalu berkaitan dengan kehidupan pengarang yang sebenarnya. 
Implementasi Konsep Final Spending Monzer Kahf dalam Meningkatkan Pendapatan Nasional Firdaus, Muhammad Irkham; Pradhana, Theo Aditya; Alafianta, Novan Fatchu; Tifani, M. Akhlis Azamuddin; Aziz, Muhammad Abdul
MUSLIM HERITAGE Vol 8 No 2 (2023): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v8i2.5016

Abstract

AbstractThe benchmark for improving a country's economy is determined by the amount of national income generated from various sectors. National income is influenced by several factors, namely aggregate demand and supply, investment, consumption, and savings. In order to increase the national income of a country, new instruments are needed in the economic system. The Final spending Monzer Kahf concept offers a new policy that connects factors that affect national income with zakat, infaq, and shadaqah instruments. This study aims to link the concept of Monzer Kahf's final spending with an increase in state income. This type of research is Library Research, where the data sources are taken from books, journal articles, and other documentation. While the method used is a qualitative descriptive method. The results of this study are that the concept of final spending by Monzer Kahf is the final expenditure for a Muslim consumer, spending on needs that are in accordance with maslahah  and the obligation to pay zakat-infaq for mustahik zakat. Because with zakat, public consumption will increase, this is because the muzakki will help the needy and poor in meeting their needs, so that it will affect supply and demand, which will also increase national income in a country. AbstrakTolak ukur peningkatan perekonomian suatu negara ditentukan oleh jumlah pendapatan nasional yang dihasilkan dari berbagai sektor. Pendapatan nasional dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu permintaan dan penawaran agregate, investasi, konsumsi, dan tabungan. Guna meningkatkan pendapatan nasional sebuah negara, maka diperlukan instrumen baru dalam sistem perekonomian. Konsep Final spending Monzer Kahf menawarkan kebijakan baru yang menghubungkan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional dengan instrumen zakat, infak, dan shadaqah. Penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan kosep final spending Monzer Kahf dengan peningkatan pendapatan negara. Jenis penelitian ini adalah Library Research, dimana sumber data yang diambil dari buku, artikel jurnal, dan dokumentasi yang lainnya. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode disktiptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa konsep final spending Monzer Kahf adalah pembelanjaan akhir bagi seorang konsumen Muslim, pembelanjaan kebutuhan yang sesuai dengan maslahah  dan kewajiban membayar zakat-infak bagi para mustahik zakat. Karena dengan adanya zakat, konsumsi masyarakat akan meningkat, hal ini disebabkan oleh para muzakki akan membantu fakir dan miskin dalam memenuhi kebutuhan, sehingga hal tersebut akan mempengaruhi permintaan dan penawaran, yang sekaligus akan menambah pendapatan nasional dalam suatu negara.
Responsive Islamic Boarding School Management to Environmental Sustainability Through Green Pesantren Program Kasanah, Nur; As Sajjad, Muhammad Husain; Rohmatullah, Dawam Multazamy
MUSLIM HERITAGE Vol 8 No 2 (2023): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v8i2.5017

Abstract

AbstractIndonesia, a country with the highest number of Islamic boarding schools in the world, is inhabited by students, all of whom carry out activities that are closely related to natural resources and impact the environment. The community as a party in direct contact should also play an active role in helping Islamic boarding schools become communities and institutions that are responsive to environmental sustainability so that all parties can realize Islam's vision, rahmatan lil'alamin. This qualitative research with a literature study approach and using descriptive analysis methods aims to analyze the efforts that can be made by Islamic boarding schools in protecting and preserving the environment and describe the role of government institutions and community organizations in supporting the Green Pesantren program. Data are obtained from laws and regulations, books, previous research results, and other sources relevant to the research purpose. The results showed that efforts to realize the Green Islamic boarding school governance regulations are: 1) management of organic and inorganic waste into goods of economic value, 2) conversion of wastewater into useful resources, 3) the use of energy-efficient green architecture-based construction, 4) saving water and electricity resources in the daily operationalization of Islamic boarding schools, and 5) efforts for renewable alternative energy as an energy source in future. The role of the community in supporting the Green Pesantren program includes 1) the Nahdlatul Ulama Alms Infak Zakat Institute (LAZISNU), Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI NU), the Disaster Management and  Climate Change Institute (LPBI NU), and Bank Mega Syariah which initiated seven Islamic boarding schools as pilot projects for the  Green Pesantren program, 2) the issuance of a fatwa of the Indonesian Ulema Council Number 41 of 2014 concerning Waste Management to Prevent Environmental Damage. The results of this study are expected to be policy recommendations for the Ministry of Religious Affairs and related stakeholders to issue regulations related to the Green Pesantren program.AbstrakIndonesia sebagai negara dengan jumlah pesantren terbanyak di dunia tentunya dihuni santri yang kesemuanya tentu menjalankan aktivitas yang terkait erat dengan sumber daya alam dan berdampak pada lingkungan. Masyarakat sebagai pihak yang bersinggungan langsung seyogyanya juga berperan aktif membantu pondok pesantren menjadi komunitas dan lembaga yang responsif pada kelestarian lingkungan sehingga semua pihak dapat mewujudkan visi Islam yang rahmatan lil’alamin. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan menggunakan metode analisis deskripstif ini bertujuan menganalisis upaya yang dapat dilakukan pondok pesantren dalam menjaga dan melestarikan lingkungan serta mendeskripsikan peran lembaga pemerintah dan organisasi masyarakat untuk mendukung program Pesantren Hijau. Data diperoleh dari peraturan perundangan, buku, hasil riset terdahulu dan sumber lain yang relevan dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan upaya untuk mewujudkan regulasi tata kelola Pesantren Hijau adalah: 1) pengelolaan sampah organik dan anorganik menjadi barang bernilai ekonomis, 2) konversi air limbah menjadi sumber daya yang bermanfaat, 3) penggunaan kontruksi berbasis arsitektur hijau yang hemat energi, 4) penghematan sumber daya air dan listrik dalam operasionalisasi pesantren sehari-hari, dan 5 pengupayaan energi alternatif terbarukan sebagai sumber energi di masa depan. Peran masyarakat dalam mendukung program Pesantren Hijau diantaranya, 1) Lembaga Zakat Infak Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI NU), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI NU), dan Bank Mega Syariah yang menginisasi tujuh pesantren sebagai pilot project program Pesantren Hijau, 2) terbitnya fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah untuk Mencegah Kerusakan Lingkungan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi kebijakan bagi Kementerian Agama dan stakeholder terkait untuk menerbitkan regulasi terkait program Pesantren Hijau.
Diskursus Pengenaan Pajak pada Transaksi Kripto Perspektif Pemikiran Yusuf Qardhawi Safira, Samarchony; Rofiq, Mahbub Ainur
MUSLIM HERITAGE Vol 8 No 2 (2023): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v8i2.6092

Abstract

AbstractCryptocurrency is one type of digital currency that is prohibited by Bank Indonesia to be used as a medium of exchange because it is not in accordance with Law Number 7 of 2011 concerning currency. After the legalization  of cryptocurrency as a commodity asset in Indonesia, the government gave birth to a new regulation of the Minister of Finance Regulation Number 68/PMK.03/2022 concerning Value Added Tax and Income Tax on Crypto Asset Trading Transactions  with the aim of the same level of playing field (equating the imposition of crypto asset tax with other investment instruments). This policy has caused anxiety for the Muslim community because taxes on crypto assets are a new thing. Islam is a kaffah  religion that is never separated from everything, including in the law of imposition of taxes. Such is the tax thought by ulama' Yusuf Qardhawi.  The purpose of this study is to find out Yusuf Qardhawi's thoughts regarding the imposition of taxes on crypto assets. This research is a normative legal research using conceptual and statutory approaches. The material in this study is in the form of primary and secondary legal materials. The results of this study are 1) crypto assets are a new commodity called virtual treasures. This asset is equated with digital gold, which is only taxed at the time of buying and selling transactions, 2) PMK Number 68/PMK.03/2022 has explained the imposition of Value Added Tax and Income Tax on crypto asset transactions. Crypto assets can be said to be trading assets that have profits. This crypto asset can be used as an object of wealth tax and income tax in accordance with Yusuf Qardhawi's tax concept. Thus, the imposition of taxes in PMK Number 68/PMK.03/2022 is theoretically valid for Yusuf Qardhawi to apply. AbstrakCryptocurrency merupakan salah satu jenis mata uang digital yang dilarang oleh Bank Indonesia untuk dipergunakan sebagai alat tukar karena tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang. Setelah dilegalkannya cryptocurrency sebagai aset komoditi di Indonesia, pemerintah melahirkan peraturan baru Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK.03/2022 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan Atas Transaksi Perdagangan Aset Kripto dengan tujuan untuk same level of playing field (menyamakan pengenaan pajak aset kripto dengan instrumen investasi yang lainnya). Kebijakan ini menimbulkan kegelisahan bagi masyarakat muslim karena pajak atas aset kripto ini merupakan hal yang baru. Islam merupakan agama kaffah yang tidak pernah terlepas dari segala sesuatu, termasuk dalam hukum pengenaan pajaknya. Seperti halnya pemikiran pajak oleh ulama’ Yusuf Qardhawi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pemikiran Yusuf Qardhawi mengenai pengenaan pajak atas aset kripto. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan konseptual dan perundang-undangan. Bahan dalam penelitian ini berupa bahan hukum primer dan sekunder. Hasil dari penelitian ini yaitu 1) aset kripto merupakan komoditi baru yang disebut dengan harta virtual. Aset ini disamakan dengan emas digital, yang mana hanya dikenai pajak pada saat transaksi jual beli saja, 2) PMK Nomor 68/PMK.03/2022 telah menjelaskan adanya pengenaan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan atas transaksi aset kripto. Aset kripto dapat dikatakan sebagai harta perdagangan yang memiliki keuntungan. Aset kripto ini dapat dijadikan objek pajak kekayaan dan pajak pendapatan sesuai dengan konsep pajak Yusuf Qardhawi. Maka, pengenaan pajak yang ada di PMK Nomor 68/PMK.03/2022 secara teori Yusuf Qardhawi sah untuk diberlakukan. 
Kedudukan Penyandang Disabilitas pada Lembaga Keuangan di Indonesia: Subjek Hukum, Ahliyah dan Telaah KHES Maulana, Diky Faqih
MUSLIM HERITAGE Vol 8 No 2 (2023): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v8i2.6924

Abstract

AbstractThe position of persons with disabilities as legal subjects is currently still being pros and cons due to obstacles that are considered as legal barriers. This paper will examine and analyze how far KHES is able to accommodate the position of persons with disabilities as legal subjects, especially when carrying out transactions at financial institutions. This research is a literature with a qualitative descriptive method with a normative juridical approach. The results of this study indicate that the status of ability to accept the law (ahliyah al-wujub), persons with disabilities are considered perfect people and there are no obstacles to receiving legal rights. However, to be competent to act legally (ahliyah al-ada'), the position of persons with disabilities must be adjusted to their ability to act legally. KHES has covered legal subjects, legal prowess and guardianship. However, it has not fully accommodated the legal provisions of the diversity of barriers for persons with disabilities. Article 4 KHES has explained that people who are incapable of carrying out legal actions are entitled to guardianship, in this case accommodating persons with disabilities with severe disabilities, and persons with mental and intellectual disabilities. In addition, Article 10 KHES also explains that guardianship permission can be stated in writing or orally. Article 12 KHES also explains the guardian's power as it comes into effect since the court's decision acquires permanent legal force. And in Article 13 KHES it is explained that the guardian is obliged to guarantee, protect the muwalla and his rights until he is capable of carrying out legal actions. AbstrakKedudukan penyandang disabilitas sebagai subjek hukum, saat ini masih menjadi pro kontra dikarenakan adanya hambatan yang dianggap sebagai penghalang cakap hukum. Tulisan ini akan mengkaji dan menganalisis seberapa jauh KHES mampu mengakomodir kedudukan penyandang disabilitas sebagai subjek hukum terutama saat menjalankan transaksional pada lembaga keuangan. Penelitian ini merupakaan kepustakaan dengan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa status kecakapan menerima hukum (ahliyah al-wujub), penyandang disabilitas termasuk orang yang sempurna dan tidak ada halangan untuk menerima hak hukum. Namun untuk cakap bertindak hukum (ahliyah al-ada’), kedudukan penyandang disabilitas harus disesuaikan dengan kemampuannya untuk bertindak hukum. KHES telah membahas subjek hukum, kecakapan hukum dan perwalian. Namun belum mengakomodir penuh secara ketentuan hukum dari keberagaman hambatan para penyandang disabilitas. Pasal 4 KHES telah menjelaskan bahwa orang yang tidak cakap melakukan perbuatan hukum berhak mendapat pewalian, dalam hal ini mengakomodir penyandang disabilitas dengan hambatan berat, dan penyandang disabilitas mental serta intelektual. Selain itu, pada Pasal 10 KHES juga diterangkan bahwa izin pewalian dapat dinyatakan secara tulisan atau lisan. Pasal 12 KHES juga menjelaskan kekuasaan wali sebagaimana yang mulai berlaku sejak penetapan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap. Serta pada Pasal 13 KHES dijelaskan bahwa wali wajib menjamin, melindungi muwalla dan hak-haknya sampai cakap melakukan perbuatan hukum.
Representasi Ideologis Muhammadiyah dalam Wirid Sebelas Ayat: Studi Living Qur’an di Desa Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo Khotijah, Siti
MUSLIM HERITAGE Vol 8 No 2 (2023): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v8i2.6989

Abstract

AbstractThis paper departs from the author's interest in the practice of reading wirid collectively by the Muhammadiyah modernist Islamic group. Unlike wirid in general, which takes the form of sholawat, istighfar, and dhikr, wirid eleven verses consists of certain parts of the Qur'anic verses with several affixes of Allah, Insyallah, al-hamdulillah, and Allahu Akbar. Wirid eleven verses is taught through oral tradition, therefore this research was conducted to trace the verses used as wirid and then make it a text. This research will discuss how the historicity of wirid eleven verses reached the Muhammadiyah community in Sidoharjo village whose implementation of Sufism is different from traditionalist Islamic groups and the purpose of reading wirid eleven verses for its practitioners and how it affects the Muhammadiyah community in general. This research is field research with the main data in the form of interviews, the approach used in the research is a philosophical historical approach. Wirid eleven verses was spread by Haji Widarso Widarsono. This Wirid has two purposes, implied purpose and explicit purpose. The implicit purpose of this wirid is as a tool or knowledge (panginjen) of Allah's knowledge and a form of taqarrub ilaa Allah. While the explicit purpose of wirid is manifested in the aspects of education for the elderly, Islamic propagation, strengthening tawhid, and as a representation of the implementation of accommodative Muhammadiyah Sufism. Wirid eleven verses is proof that purification groups do not always idolise wirid practices, but actively take part by modifying them without eliminating the ideology they believe in, while wirid eleven verses, are verses chosen as the essence of the Qur'an which is loved by Allah. AbstrakTulisan ini berangkat dari ketertarikan penulis terhadap adanya praktik pembacaan wirid secara kolektif oleh kelompok Islam modernis Muhammadiyah. Tidak seperti wirid pada umumnya, yang berbentuk sholawat, istighfar, dan dzikir, wirid sebelas ayat terdiri dari bagian bagian tertentu dari ayat-ayat Al-Qur’an dengan beberapa imbuhan Allah, Insyallah, al-hamdulillah, dan Allahu Akbar. Wirid sebelas ayat diajarkan melalui oral tradition, oleh itu penelitian ini dilakukan untuk menelusuri ayat-ayat yang digunakan sebagai wirid lalu menjadikannya sebuah teks. penelitian ini akan membahas bagaimana historisitas wirid sebelas ayat hingga sampai di masyarakat Muhammadiyah di desa Sidoharjo yang implementasi tasawufnya berbeda dengan kelompok Islam tardisionalis dan tujuan pembacaan wirid sebelas ayat bagi pengamalnya serta bagaimana pengaruhnya terhadap masyarakat Muhammadiyah secara umum. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan data utama berupa wawancara, pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan historis filosofis. Wirid sebelas ayat disebarkan oleh Haji Widarso Widarsono. Wirid ini memiliki dua maksud, maksud tersirat dan maksud tersurat. Maksud tersirat wirid ini ialah sebagai alat atau ilmu (panginjen) ilmu Allah dan bentuk taqarrub ilā Allah. Sedangkan maksud tersurat wirid diwujudkan pada aspek pendidikan kaum lansia, syiar Islam, penguatan tauhid, dan sebagai representasi implementasi tasawuf Muhammadiyah yang akomodatif. Wirid sebelas ayat menjadi bukti kelompok purifikatif tidak selalu membid’ahkan praktik-praktik wirid, namun turut aktif mengambil bagian dengan memodifikasi tanpa menghilangkan ideologi yang dipercaya, adapun wirid sebelas ayat, merupakan ayat-ayat yang dipilih sebagai intisari Al-Qur’an yang dicintai Allah.
Pelaksanaan Manajemen pada Program Tahfidzul Qur’an di Madrasah Tahfidzul Qur’an Markaz Imam Malik Makassar Khalid, Muh Rizqy Aqsha; Mardhiah, Mardhiah; Qomar, Syamsul
MUSLIM HERITAGE Vol 8 No 2 (2023): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v8i2.7007

Abstract

AbstractThis research was conducted at one of the Tahfidz Qur'an Islamic boarding schools at junior high school level in the city of Makassar. This Islamic boarding school has graduated various alumni who have continued their studies at home and abroad. tahfidz in Islamic boarding schools and how Islamic boarding schools take steps so that students can achieve memorized targets through planning to the evaluation stage. This research aims for : (1) For know implementation functions management of the tahfidzul Qur'an program at Madrasah Tahfidz Qur'an Markaz Imam Malik Makassar. (2) For know What just factor inhibitor implementation functions management of the tahfidzul Qur'an program at Madrasah Tahfidz Qur'an Markaz Imam Malik Makassar. (3) For know What just solution from obstacle implementation functions management of the tahfidzul Qur'an program at Madrasah Tahfidz Qur'an Markaz Imam Malik Makassar. This research is type study qualitative with approach Phenomonology. The results of this study are related Application Functions Management of the Tahfidzul Qur'an Program at the Madrasah Tahfidzul Qur'an Markaz Imam Malik Makassar, namely: Implementation function management of the tahfidz program at the imam malik markaz has walk from 6 aspects namely on the functions of (1) Planning, (2) Organizing, (3) Implementation, (4) Supervision, (5) Leadership, (6) Evaluation. However There are some obstacles that appear in the middle walk implementation function management at the top like a number of Students Lots students who haven't smoothless builder coordinate up to parents less students cooperative. The solution given by the principal of the madrasa is with reproduce and increase communication to parents. Students until do upgrading activities for the coaches Forincrease performance. AbstrakPenelitian ini dilakukan di salah satu pesantren tahfidz qur’an setingkat SMP yang ada di kota makassar, pesantren ini telah meluluskan berbagai alumninya telah melanjutkan studi di dalam hingga di luar negeri, hal yang menarik yang menjadi tujuan peneleliti adalah bagaimana pesantren melakukan pelaksaan manajemen pada program tahfidz di pesantren serta bagaimana langkah pesantren agar santri dapat mencapai target-target hafalan melalui perencanaan hingga tahap evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui pelaksanaan fungsifungsi manajemen pada program tahfidzul Qur’an di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Makassar. (2) Untuk mengetahui apa saja faktor penghambat pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen pada program tahfidzul Qur’an di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Makassar. (3) Untuk mengetahui apa saja solusi dari hambatan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen pada program tahfidzul Qur’an di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Makassar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan manajemen. Hasil penelitian ini terkait Penerapan Fungsi-Fungsi Manajemen Pada      Program Tahfidzul Qur’an Di Madrasah Tahfidzul Qur’an Markaz Imam Malik Makassar yakni: Pelaksanaan fungsi manajemen pada program tahfidz di markaz imam malik telah berjalan dari 6 aspek yaitu pada fungsi (1) Perencanaan, (2) Pengorganisasian, (3) Pelaksanaan), (4) Pengawasan, (5) Kepemimpinan, (6) Pengevaluasian. Namun Ada beberapa hambatan yang muncul di tengah berjalannya pelaksanaan fungsi manajemen di atas, seperti beberapa santri banyak santri yang belum lancar, pembina yang kurang berkoordinasi hingga orang tua santri yang kurang kooperatif. Solusi yang diberikan oleh kepala madrasah ialah dengan memperbanyak dan meningkatkan kounikasi kepada orang tua santri hingga melakukan kegiatan-kegiatan upgrading pada para pembina untuk meningkatkan kinerja.
Subtansiasi Nilai-Nilai Jiwa dalam Pendidikan Islam: Perspektif Ibnā Prasetia, Senata Adi
MUSLIM HERITAGE Vol 8 No 2 (2023): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v8i2.7101

Abstract

AbstractThis article critically explores how to substantiate the values of the soul in Islamic education using Ibn Sinā's perspective. As a discourse that interests Muslim scholars, the concept of the soul has experienced ups and downs and passed through various endless debates. Ibn Sinā as one of the Muslim philosophers concerned with the soul managed to develop a good conception of the soul that received extraordinary attention and appreciation from Muslim philosophers after him, such as al-Ghazāli, Fakhruddin al-Rāzi, Ibn Rushd, and Western scholars. Using an exploratory, descriptive, and analytical approach, this article argues that the soul is a spiritual substance that inspires the body so that it lives, which then becomes a tool for acquiring knowledge and divine (theological) knowledge. The practice of teaching Islamic education, thus, cannot be separated from the touch of Ibn Sinā's soul element. For Sinā, Islamic education must reconsider psychological aspects to develop students' potential naturally to become perfect human beings (insan kamil). AbstrakArtikel ini, secara kritis, mengeksplorasi bagaimana substansiasi nilai kejiwaan dalam Pendidikan Islam menggunakan perspektif Ibn Sinā. Sebagai suatu diskursus yang menyita atensi ilmuwan Muslim, konsep kejiwaan berkembang sedemikian rupa serta membuka ruang dialektika yang beragam. Ibn Sinā, satu dari sekian filsuf Muslim yang concern terhadap kejiwaan, telah berhasil mengembangkan konsepsi kejiwaan dengan sangat baik sehingga mendapat atensi dan apresiasi yang luar biasa dari kalangan filsuf muslim setelahnya, seperti al-Ghazāli, Fakhruddin al-Rāzi, Ibn Rushd, dan sarjana Barat. Dengan menggunakan pendekatan eksploratif, deskriptis, dan analitis, artikel ini berpendapat jiwa merupakan substansi ruhani yang mengilhami jasad sehingga ia hidup dan menjadi piranti untuk memperoleh ilmu dan pengetahuan ketuhanan (teologis). Praktik pendidikan Islam, dalam hal ini, tidak terlepas dari sentuhan unsur kejiwaan Ibn Sinā. Bagi Sinā, pendidikan Islam harus merekonsiderasi aspek-aspek kejiwaan guna pengembangan potensi peserta didik secara fitri sehingga mampu meraih derajat manusia sempurna (insan kamil).
Implementation of Problem Based Learning (PBL) Based Conflict Management Through The Syawir Forum at PPTQ Al-Hasan Ponorogo Ayu Karisma, Linda; Qholik, Wisnu; Thoyib, Muhammad
MUSLIM HERITAGE Vol 8 No 2 (2023): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v8i2.7189

Abstract

AbstractPPTQ Al-Hasan Ponorogo, East Java, created syawir forum both as a conflict management activity and santri's learning activity with problem based learning method. This research focused on two things: how to implement conflict management through syawir forum in PPTQ Al-Hasan Ponorogo and learning concept based on the problem related to some programs that were created by syawir forum. This research was conducted using qualitative research method in the form of case study approach through observation, interview, and documentation as the data collection method. This research was also conducted using structured interview technique and snowball sampling to collect the data resources and determine informant resources. The result of this research showed that conflict management could be implemented in  a pesantren through syawir forum and a learning place for santri to comprehend and analyze conflicts in daily life when it comes to society. A conflict management that was implemented could create pesantren programs divided into internal programs and external programs as preventive and solution in pesantren to cope with existing conflicts. AbstrakPondok Pesantren Tachfidzul Qur’an Al-Hasan Ponorogo, Jawa Timur, menjadikan forum syawir sebagai wadah kegiatan manajemen konflik sekaligus kegiatan pembelajaran bagi santri dengan metode problem based learning. Penelitian ini berfokus pada dua hal; bagaimana pelaksanaan manajemen konflik melalui forum syawir di Pondok Pesantren al-Hasan Ponorogo dan konsep pembelajaran berbasis masalah dengan program-program yang dihasilkan pada forum syawir. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif berupa pendekatan studi kasus dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian menggunakan teknik wawancara terstruktur dan snowball sampling dalam menggali sumber data dan menentukan sumber informan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan manajemen konflik dapat dilakukan dalam sebuah pesantren melalui forum syawir sekaligus dapat menjadi wadah pembelajaran bagi santri untuk memahami dan menganalisis konflik di kehidupan nyata saat terjun di masyarakat. Manajemen konflik yang dilakukan menghasilkan program-program pesantren yang dibagi menjadi program internal dan program eksternal sebagai upaya preventif dan solutif pesantren dalam menghadapi adanya konflik.
Hadith Interpretation of Law and Justice and Its Implementation as an Alternative Solution Rule of Law Enforcement In Indonesian Rahman, Rahman; Sugianto, Efendi; Wasalmi, Wasalmi; Asriady, Muhammad; Fauzi, Ahmad
MUSLIM HERITAGE Vol 8 No 2 (2023): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v8i2.7214

Abstract

AbstractThis article wants to explain the interpretation of hadith on law and justice and its implementation as an alternative solution to upholding the supremacy of law in Indonesia. This aims to address the social gap in law enforcement in Indonesia which is characterized by the increasing number of law violations due to a lack of firmness in law enforcement itself. This research is library research, namely library research, because all primary data is written data, especially those related to the Prophet's hadith about law and justice and their interpretation in the context of upholding the supremacy of law in Indonesia. The main sources are hadith books which are also featured in other cases relevant to the research. The results of this research indicate that the Prophet's hadith regarding law and justice can be implemented in the context of law enforcement in Indonesia because law enforcement during the time of the Prophet as described in the Prophet's hadith contained the principles of justice in society. When a crime is committed by a lawbreaker, the law can treat it as fairly as possible. AbstrakArtikel ini ingin menjelaskan tafsir hadis hukum dan keadilan serta implementasinya sebagai alternatif solusi tegaknya supremasi hukum di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk menjawab kesenjangan sosial dalam penegakan hukum di Indonesia yang ditandai dengan semakin banyaknya pelanggaran hukum akibat kurangnya ketegasan dalam penegakan hukum itu sendiri. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yaitu penelitian kepustakaan, karena seluruh data primernya merupakan data tertulis, khususnya yang berkaitan dengan hadis Nabi tentang hukum dan keadilan serta penafsirannya dalam rangka penegakan supremasi hukum di Indonesia. Sumber utamanya adalah kitab-kitab hadis yang juga ditampilkan dalam kasus-kasus lain yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hadis Nabi tentang hukum dan keadilan dapat diimplementasikan dalam konteks penegakan hukum di Indonesia karena penegakan hukum pada masa Nabi yang telah dijelaskan dalam hadis Nabi mengandung prinsip-prinsip keadilan di tengah-tengah masyarakat. ketika suatu kejahatan terjadi dilakukan oleh pelanggar hukum, maka hukum itu dapat memperlakukan dengan seadil-adilnya