cover
Contact Name
Anggriana Irwan
Contact Email
anggrianairwan8@gmail.com
Phone
+6285231750836
Journal Mail Official
lkim-pena@unismuh.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Makassar, Jalan Sultan Alauddin No.259 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal PENA : Penelitian dan Penalaran
ISSN : 23553766     EISSN : 27227685     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
ANALISIS PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI JAGUNG DITINJAU DARI ASPEK KEPEMILIKAN LAHAN DI DESA RADA KECAMATAN BOLO KABUPATEN BIMA Nasyiatul Aisyah; Fatahullah Fatahullah
JURNAL PENA Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produksi dan pendapatan petani jagung ditinjau dari aspek kepemilikan lahan dan untuk mengetahui pengaruh kepemilikan lahan terhadap produksi dan pendapatan petani jagung. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode stratificated random Sampling dengan persentase pengambilan sampel penelitian masingmasing 15%, sehingga diperoleh sampel petani pemilik 24 orang, petani penyewa 8 orang dan petani penyakap 2 orang. Dengan demikian jumlah sampel adalah 34 orang. Analisi data yang digunakan yaitu analisis pendapatan dan uji t (One Sample T test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi dan pendapatan ditinjau dari aspek kepemilikan lahan dimana, Produksi petani pemilik sebesar 1825,7 Kg/Ha, petani penyewa sebesar 2612,5 Kg/Ha dan petani penyakap sebesar 1325 Kg/Ha. Dan pendapatan petani pemilik sebesar Rp. 2.986.808, petani penyewa sebesar Rp. 2.400.522 dan petani penyakap sebesar Rp.1.253.400. Berdasarkan hasil analisis uji t (One Sample T test) uji rata-rata produksi dengan nilai t hitung 5,127 ≥ dari t tabel 1,695 dengan nilai signifikansinya 0,03 dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kepemilikan lahan berpengaruh nyata terhadap produksi. Dan uji t rata-rata pendapatan nilai t hitung 4,348 ≥ dari t tabel 1,695 dengan nilai signifikansinya 0.04 dari hasil tersebut dapat disimpilkan bahwa kepemilikan lahan berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani jagung.
CO-BISSU : UPAYA PELESTARIAN BUDAYA MABISSU BERBASIS PERMAINAN KARTU DENGAN MENGGUNAKAN METODE “MAPPAU” DI KABUPATEN PANGKEP Dewi Andini; Muhammad Nur Ilham Rais
JURNAL PENA Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya tidak hanya membahas tentang pola tingkah laku manusia tetapi secara luas, segala bentuk penunjang tingkah laku berupa kepercayaan dan pengetahuan, gagasan, benda, dan sikap yang diturunkan generasi ke generasi adalah bagian dari budaya. Salah satu budaya yang menyimpan ciri khas dan keunikan tersendiri ialah budaya Mabissu di Sulawesi selatan, tepatnya di Kabupaten Pangkep, Indonesia. Mabissu salah satu tarian sakral yang hanya bisa diperagakan oleh komunitas bissu. Tari Mabissu biasanya di pertunjukan dalam prosesi Mappalili atau dikenal dengan proses pengolahan lahan persawaahan setelah panen. Kegiatan para bissu yang dianggap menyembah berhala menjadi masalah dimasyarakat, terlebih lagi perkembangan ilmu agama terkhusus saat mulai masuknya ajaran Islam. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui konsep, manfaat, dan cara bermain dari CO-BISSU sebagai upaya Pelestarian Budaya Mabissu Berbasis Permainan Kartu dengan Menggunakan Metode “Mappau” di Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian yang digunakan pada penulisan karya tulis ilmiah ini yaitu menggunakan pendektan studi kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. CO-BISSU ialah Card of Bissu yang terdiri dari dua suku kata, Card dan Bissu. Card berasal dari bahasa inggris yang berarti kartu. Ada beberapa jenis media meliputi kartu gambar, foto, gambar/ilustrasi, sketsa, garis, grafik, bagan chart yang bergabung dari dua bentuk atau lebih. Permainan ini memerlukan jumlah pemain sebanyak 9-19 orang (bisa disesuaikan), didalamnya termasuk 1 orang Dewata Sawwae. Adapun karakter dan fungsi kartu dalam permaianan CO-Bissu adalah raja, Puang Matoa (pimpinan bissu), Puang Lolo (wakil pimpinan), Bissu Tanre (Bissu Tinggi), dan Bissu Poncok (Bissu Pendek). Keyword : Budaya mabissu, Mappau, CO-Bissu
SMART BEACH SYSTEM (SBS): INOVASI TEKNOLOGI PEMILAH SAMPAH PLASTIK OTOMATIS DAN DESALINASI AIR LAUT BERBASIS SURYA GUNA MEWUJUDKAN AIR BERSIH DAN SANITASI LAYAK PADA SDGS 2030 Muhammad Aizri fadillah; Febriani Putri Goni; Febry Azmiania
JURNAL PENA Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan sampah plastik dan kelangkaan air bersih di wilayah pesisir melalui peningkatan kebersihan lingkungan peisisir dan pengoptimalan potensi air laut sebagai sumber air bersih bagi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menganalisis hasil kuisioner dari 70 responden, serta metode kualitatif berdasarkan studi kasus dan berbasis literatur. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (RnD), dengan model pengembangan 4D (Four-D models). Berdasarkan hasil penelitian, masyarakat pesisir cukup memahami dampak negatif dari sanitasi pesisir yang kurang baik, akan tetapi kurang peduli terhadap kebersihan pantai. Selama ini, banyak upaya yang pemerintah, masyarakat, maupun pihak lain berikan untuk mengatasi permasalahan sampah plastik dan kelangkaan air bersih di wilayah pesisir, namun kurang efektif. Hal ini disebabkan tingkat kepedulian dan keefektivan solusi yang diberikan kurang optimal. Sebanyak 58,60% responden menyatakan bahwa tingkat kepedulian masyarakat terhadap sanitasi wilayah pesisir termasuk kategori kurang peduli. Sebanyak 92,90% responden menjawab bahwa jenis sampah yang paling banyak di pantai adalah sampah plastik yang terdiri dari kantong plastik (38,60%), kemasan makanan (37,10%), botol plastik (21,40%), dan kaleng minuman (2,90%). Oleh sebab itu, Peneliti memberikan inovasi SBS (Smart Beach System) untuk membantu masyarakat pesisir dan wisatawan dalam mengatasi permasalahan sampah plastik melalui teknologi pemilah sampah plastik dan desalinasi air laut berbasis surya, sehingga akan menghasilkan air bersih dan sanitasi pantai yang baik.   SBS dan aplikasinya yang mencakup fitur SBS-Scan, SBS-Steps, SBS-Daily, SBS-Water, dan SBS-Reward, mampu meningkatkan kepedulian masyarakat pesisir dan wisatawan terhadap kebersihan lingkungan pesisir. Dengan demikian, SBS berkontribusi menyejahterakan masyarakat melalui pengoptimalan sanitasi dan penyediaan air bersih di wilayah pesisir guna mewujudkan SDGs (Sustainable Development Goals) nomor 6.
BHINNEKA.APP: INOVASI MODEL PEMBELAJARAN BUDAYA INDONESIA GUNA ESKALASI KARAKTER BHINNEKA TUNGGAL IKA GENERASI MILENIAL DALAM MEWUJUDKAN SDGs 2030 Dwi Rahayu Nugraheni; Kurnia Nur Lailah; Tyas Kusuma wardhani
JURNAL PENA Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 2030 yang hendak dicapai Indonesia yakni menjamin kualitas sumber daya manusia yang mengetahui tatanan regional negaranya. Tantangan pencapaian SDGs 2030 di bidang pendidikan moral tersebut semakin berat dengan adanya degradasi mental generasi milenial yag disebabkan oleh keahlian dalam menggunakan teknologi sehingga mempelajari terkait sejarah dan nasinalisme dianggap tidak menarik. Sikap toleransi yang ada pada semoboyan kita yaitu Bhinneka Tunggal Ika juga mengalami degradasi, hal tersebut membuat berbagai golonga merasa bahwa tidak dapat bersama dan memiliki super power. Berdasarkan uraian permasalahan tersebut, penulis memiliki gagasan solusi berupa “Bhinneka.App: Inovasi Pembelajaran   Budaya   Indonesia   Guna   Eskalasi   Karakter   Bhineka Tunggal Ika generasi Milenial Dalam Mewujudkan SDGs 2030”. Bhinneka.App merupakan sebuah inovasi pembelajaran regional yang dikemas dalam materi sederhana, update berita dan game edutainment yang dapat meningkatkan pengetahuan an semangat bhineka tunggal ika generasi milenial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research and development) dalam bidang pendidikan. Model yang digunakan  adalah ADDIE yang merupakan singkatan dari Analyze, Design, Develop, Implement dan Evaluate. Perancangan media ini meliputi tahap: (1) analisis kebutuhan, (2) desain,  (3) pengembangan  produk,  (4)  Implementasi,  (5) Evaluasi.  Adanya Bhinneka.App diharapkan mampu menumbuhkan kembali semangat toleransi generasi milenial serta mengoptimalkan mengoptimalkan peran dan siap mewujudkan SDGs2030.
KESIAPAN SUMBER DAYA APARAT PSC (PUBLIC SAFETY CENTER) 119 TAKALAR DALAM PENGIMPLEMENTASIAN E-GOVERNMENT UNTUK MEWUJUDKAN PELAYANAN PUBLIK YANG EFEKTIF Lukman Nul Hakim Amran; Yuliana Yuliana
JURNAL PENA Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PSC (Public Safety Center) 119 Takalar adalah layanan yang diberikan kepada masyarakat untuk kondisi gawat darurat. PSC (Public Safety Center) 119 Takalar berada di bawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar. Kondisi gawat darurat membutuhkan kesiapan matang bagi aparat untuk memberikan pelayanan publik. Kesiapan aparat tidak hanya diukur dari aparat tapi banyak indikator yang dibutuhkan. Pelayanan yang efektif di masa sekarang dapat diwujudkan dengan pengimplementasian E-Government. Terlebih di layanan PSC (Public Safety Center) 119 Takalar yang masih baru karena berdiri pada tahun 2019. Sehingga kesiapan sumber daya aparat sangat penting untuk mewujudkan pelayanan yang efektif. Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif dan jumlah informan sebanyak lima orang yang ditentukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data dan conclusion. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kesiapan sumber daya aparat di PSC (Public Safety Center) 119 Takalar diukur melalui beberapa elemen yaitu political environment, leadership, planning, stakeholder, budgets, transparancy dan technologhy. Selain itu, untuk penerapan E-Government juga terdapat elemen yang harus dipenuhi yaitu support, capacity dan value. Berdasarkan elemen tersebut kesiapan sumber daya aparat PSC (Public Safety Center) 119 Takalar untuk penerapan E-Government belum efektif karena teknologi belum memadai. Meskipun aparat PSC (Public Safety Center) 119 Takalar telah siap dan mahir namun, terhalang oleh anggaran yang tinggi sehingga sistem aplikasi E- Government belum diperadakan. Namun di sisi lain PSC (Public Safety Center) 119 Takalar telah memiliki website dan sosial media dimana website dan sosial media tersebut merupakan tahapan awal dari penerapan E-Government..
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ADL ANAK TUNAGRAHITA TINGKAT SMP KELAS VII DI SLB JENETALLASA Azizah, Riska; Selvy, Selvy; Nurfadillah, Nurfadillah; Amelia, A. Resky
JURNAL PENA Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jp.v9i1.8008

Abstract

Anak tunagrahita atau disabilitas intelektual merupakan sebuah kondisi dimana anak memilikikemampuan intelektual di bawah rata-rata, sehingga mereka tidak mampu hidup dengan kekuatan sendiri di dalam masyarakat meskipun dengan cara yang sederhana. Membahas tentang anak tunagrahita di Indonesia tepatnya di SLB Jenetallasa Kabupaten Gowa ada yang masih mampu dilatih mengurus diri sendiri, berkomunikasi secara sederhana dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan meskipun kapasitas belajarnya sangat terbatas terutama untuk hal-hal yang abstrak. Keberadaan anak tunagrahita dengan keterbatasan dalam perawatan diri maka diperlukan yang namanya pembelajaran terkait dengan kemandirian ADL (Activity of DailyLiving) untuk keseharian mereka agar tidak bergantung lagi pada orang lain. Peran guru sangat menentukan anak tunagrahita dalam mengembangkan kemandiriannya. Selain itu, orang tua juga perlu membangun komunikasi yang baik dan menjalin kerjasama dengan guru di sekolah untuk mengontrol setiap aktivitas yang dilakukan oleh siswa. Melihat bagaimana sifat anak tunagrahita yang begitu bergantung dengan orang lain maka proses pembelajaran sangat dibutuhkan untuk mereka di masa depan. Dalam penelitian ini kami menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, yakni mencakup databerupa kata-kata yang memfokuskan pada penunjukan makna dan mendeskripsikan suatu fenomenayang dikaji oleh peneliti. 
SMARTBEACHSYSTEM(SBS):INOVASITEKNOLOGI PEMILAH SAMPAH PLASTIK OTOMATIS DAN DESALINASI AIR LAUTBERBASIS SURYA GUNAMEWUJUDKANAIRBERSIHDAN SANITASILAYAK PADA SDGS 2030 Muhammad Aizri Aizri Fadillah; Febriani Putri Keren Goni; Febry Azmiana Siregar
JURNAL PENA Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian inibertujuan untukmengatasipermasalahansampah plastikdan kelangkaanairbersihdiwilayah pesisir melalui peningkatan kebersihan lingkungan peisisir dan pengoptimalan potensi airlautsebagaisumber airbersihbagimasyarakat.Metodeyang digunakandalampenelitianiniadalahmetode kuantitatif dengan menganalisis hasil kuisioner dari 70 responden, serta metode kualitatifberdasarkan studikasus danberbasisliteratur.Penelitianinimenggunakan pendekatanResearchandDevelopment (RnD), dengan model pengembangan 4D (Four-D models). Berdasarkan hasilpenelitian, masyarakat pesisir cukup memahami dampak negatif darisanitasi pesisir yang kurangbaik, akan tetapi kurang peduli terhadap kebersihan pantai. Selama ini, banyak up aya yangpemerintah,masyarakat,maupunpihaklainberikanuntukmengatasipermasalahansampah plastikdan kelangkaan air bersih di wilayah pesisir, namun kurang efektif. Hal ini disebabkan tingkatkepedulian dan keefektivan solusi yang diberikan kurang optimal. Sebanyak 58,60% respondenmenyatakan bahwa tingkat kepedulian masyarakat terhadap sanitasi wilayah pesisir termasukkategori kurang peduli. Sebanyak 92,90% responden menjawab bahwa jenis sampah yang palingbanyak di pantai adalah sampah plastik yang terdiri dari kantong plastik (38,60%), kemasanmakanan (37,10%), botol plastik (21,40%), dan kaleng minuman (2,90%). Oleh sebab itu, Penelitimemberikan inovasiSBS(SmartBeach System)untukmembantumasyarakatpesisir danwisatawandalam mengatasi permasalahan sampah plastik melalui teknologi pemilah sampah plastik dandesalinasi air laut berbasis surya,sehingga akan menghasilkan air bersih dan sanitasi pantai yangbaik. SBS dan aplikasinya yang mencakup fitur SBS-Scan, SBS-Steps, SBS-Daily, SBS-Water,dan SBS-Reward, mampu meningkatkan kepedulian masyarakat pesisir dan wisatawan terhadapkebersihan lingkungan pesisir. Dengan demikian, SBS berkontribusi menyejahterakan masyarakatmelalui pengoptimalan sanitasi dan penyediaan air bersih di wilayah pesis ir guna mewujudkanSDGs (Sustainable DevelopmentGoals)nomor6.
KUARTET KARAKTER BERBASIS QR CODE BUDAYA LOKAL BUGIS MAKASSAR UNTUK MENGATASI KRISIS KARAKTER DI ERA NEW NORMAL Andini, Dewi; Anugrah, Nur Rezky
JURNAL PENA Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jp.v9i1.8014

Abstract

Karakter merupakan pendukung utama dalam pembangunan bangsa, seperti kata Bung Karno yang menyatakan bahwa bangsa Indonesia harus dibangun dengan mendahulukan pembangunan karakter, jika tidak maka bangsa ini akan menjadi bangsa tuli. . Oleh karena itu, pendidikan karakter di era pandemi covid-19 ini seyogyanya membangun karakter generasi bangsa agar memiliki sikap positif, pola pikir esensial, komitmen dan kompetensi abilitas. Namun, ironisnya pendidikan di Indonesia di masa pandemi covid-19 sungguh masih jauh dari arah pembentukan karakter. Salah satu daerah di Indonesia yang saat ini mengalami krisis moral yag cukup tinggi adalah Sulawesi Selatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu sebagai solusi efektif untuk mengatasi keterbatasan dan krisis pendidikan karakter di Sulawesi Selatan. Merode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif. Pendidikan karakter melalui media pembelajaran berbasis QR Code budaya lokal bugis Makassar memuat 4 pembahasan pokok yang memfokuskan pada pendidikan karakter yakni sipakatau, sipakalebbi, sipakainge, dan siri’ na pacce. diharapkan dengan membawa kearifan lokal budaya bugis Makassar dalam dunia pendidikan terkhusus di daerah Sulawesi Selatan kebudayaan lokal akan tetap lestari dalam ingatan dan perilaku peserta didik akan semakin baik. Hal tersebut akan menjadi identitasnya sebagai keturunan bugis Makassar sebagai kekayaan budaya di Indonesia, dan juga akan menciptakan generasi-generasi bangsa yang cinta tanah air Indonesia dengan mengenal para pahlawan bangsa.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SENI BUDAYA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PMPDR SISWA SMP NEGERI 3 PALLANGGA KABUPATEN GOWA Suhaeni, Suhaeni
JURNAL PENA Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jp.v9i1.7602

Abstract

Berbagai permasalahan masih terus muncul dalam proses pembelajaran senibudaya di setiap satuan pendidikan salah satunya di SMP Negeri 3 PallanggaKabupaten Gowa. Permasahan yang mendasar adalah siswa tidak mampumempraktekkan teori belajar Seni budaya khususnya materi pokok musikansambel. Akhirnya penulis berusaha mencoba meningkatkan hasil belajar senibudaya materi pokok Musik ansambel melalui penerapan model pembelajaranPMPDR. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom ActionResearch) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX ASMP Negeri 3 Pallangga Kabupaten Gowa dalam pembelajaran Seni budayamelalui penerapan model pembelajaran Preactivity, Main activity, Post activity,,Demonstration and Reinforcement (PMPDR). Subjek penelitian ini adalah siswaKelas IX A SMP Negeri 3 Pallangga Kabupaten Gowa dengan jumlah siswa 35orang yang terdiri dari 22 orang siswa perempuan dan 13 orang siswa lakilaki.Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yaitu siklus I dilakukan 2 kalipertemuan dan siklus II juga dilakukan 2 kali pertemuan, yang dilakukan selama 2bulan. Hasilnya peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Preactivity, Main activity, Post activity,, Demonstration and Reinforcement(PMPDR) ini adalah (i) Hasil belajarsiswa Kelas IX A SMP Negeri 3 PallanggaKabupaten Gowapada siklus I (Tindakan I dan Tindakan II), masuk dalamkategori tinggi dengan jumlah nilai rata-rata 69,50 sedangkan pada siklus II(Tindakan I dan Tindakan II), mengalami kemajuan dengan kategori sangat tinggidengan nilai rata-rata 79,50 (ii) Terdapat peningkatan hasil belajar siswa Kelas IXA SMP Negeri 3 Pallangga Kabupaten Gowa melalui penerapan modelpembelajaran PMPDR, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Modelpembelajaran ini dinilai cukup efektif diterapkan dalam pembelajaran khususnyapada mata pelajaran Seni budaya karena dapat meningkatkan hasil belajar siswakhususnya dalam mempraktekkan musik ansambel.
ISLAMIPEDIA LEARNING BOOKS DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERBAHASA RESEPTIF ANAK USIA DINI Irmawati, Irmawati; Iskandar, Wahyuni; Khatimah, Khusnul
JURNAL PENA Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jp.v9i1.8015

Abstract

Gaya interaksi sosial di era revolusi 4.0 ini telah mengalami pergeseran yang serba melalui gadget, telah mengakibatkan rendahnya kemampuan berbahasa Anak Usia Dini (AUD). Sehingga mengakibatkan semakin minimnya interaksi sosial antar sesama yang berimbas pada menurunnya kemampuan berbahasa reseptif pada AUD. Gangguan bicara dan bahasa adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Bahasa reseptif dapat dikemkangkan melalui proses penglihatan dan pengalaman. Bahasa reseptif yang berkembang akan mempengaruhi perkembangan bahasa ekspresif yang dikembangkan melalui pengalaman yang diperoleh lalu diekspresikan melalui proses berbicara. Menurunnya kemampuan berbahasa reseptif pada anak usia dini menimbulkan kekhawatiran berimbas pada perkembangan kemampuan bahasa ekspresif anak. Karena itu, guru sebagai fasilitator sebaiknya menyusun pembelajaran yang memberikan stimulasi perkembangan bahasa. Maka, hal solutif yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan guru dan siswa dalam proses pembelajaran khususnya dalam mengembangkan kemampuan berbahasa reseptif anak usia dini melalui media pembelajaran islamipedia learning books. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and develompment). Adapun metode yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian dan pengembangan, yaitu metode deskriptif. Islamipedia learning book merupakan media pembelajaran yang menarik untuk peserta didik serta memuat gambar animasi yang menyajikan cerita islami. Buku ini juga dilengkapi pulpen peni yang dapat mengakses suara sebagai tombol perintah dari buku islamipedia. Manfaat islamipedia learning book adalah untuk mengembangkan bahasa reseptif anak usia dini, mengatasi kejenuhan belajar, serta meningkatkan kemandirian belajar anak usia dini.