cover
Contact Name
Johanis A. Jermias
Contact Email
jpmp.politanikoe@gmail.com
Phone
+6281246637792
Journal Mail Official
jpmp.politanikoe@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Peternakan, Poiteknik Pertanian Negeri Kupang Jl. Prof. DR. Herman Yohanis Kel. Lasiana Kupang - NTT, Indonesia 85011
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
ISSN : -     EISSN : 25025392     DOI : https://doi.org/10.35726/jpmp
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan merupakan jurnal online yang memuat hasil-hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat khususnya dalam bidang peternakan. Jurnal ini adalah open access journal sehingga dapat secara gratis diakses oleh publik. Dengan demikian, diharapkan jurnal ini dapat memfasilitasi pelaku kegiatan pengabdian pada masyarakat untuk saling bertukar informasi dan pengalaman. Bahkan bagi masyarakat terutama peternak dalam mengakses teknologi-teknologi tepat guna. Bidang fokus pengabdian: Produksi Ternak besar dan Kecil Produksi Ternak Unggas Teknologi Pakan Nutrisi dan Makanan Ternak Kesehatan Hewan Teknologi Hasil Peternakan Mekanisasi Pertanian-Peternakan
Articles 102 Documents
INCLUSIVE PARTICIPATORY APPROACHES ON CLIMATE ADAPTATION AND MITIGATION FOR FARMERS Stormy Vertygo; Melinda R. S. Moata; Dina V. Sinlae; Noldin Abolla
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.705 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v5i1.400

Abstract

Community service organized by Politani in the form of a Tailor-made Training (TMT) was conducted from 6th to 13th of October 2019 in Soe city and Noinbilla village, South Central Timor Regency (TTS). The aim of this training was to give a clear perspective and profound comprehension about inclusive participatory approaches on climate adaptation and mitigation especially for farmers which could subsequently assist them in establishing a smarter-climate agriculture that is more resilient to climate change. The program was divided into two major sessions: 1) In-door training; where the participants were given interactive-based theoretical training about the topic and 2) Study Filed Trip; where they visited several vegetational areas in order to further practised what they have learned from the previous session. Evaluation showed that almost all of the participants attending the program have had a clear understanding on the basic principles of smart-climate agriculture and how they are going to apply the participatory approaches for establishing and strengthening partnership form multi-sectoral perspectives in order to achieve a more climate-resilient agriculture yet still productive.
PEMETAAN KETAHANAN JARINGAN KOMUNIKASI EKONOMI NON-EKSTRAKTIF DI DESA CINTARATU PANGANDARAN Bambang Mutaqin; Raden Febrianto Christi; Jajang Gumilar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.39 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v5i1.413

Abstract

Desa Cintaratu Pangandaran memiliki lima dusun yaitu Dusun Bontos, Cintasari, Sukamanah, Panglanjan, dan Gunung Tiga. Wilayah-wilayah tersebut memiliki Potensi yang berbeda-beda meliputi peternakan, perikanan, dan pertanian (Ekstraktif) maupun perdagangan, jasa, manufaktur (Non-Ekstraktif) dan potensi usaha lainnya. Keberlangsungan usaha yang ada di wilayah tersebut menunjang pembangunan Pangandaran yang memiliki visi menjadi objek wisata kelas dunia. Tujuan dari pengabdian ini adalah memetakan jaringan komunikasi bisnis non ekstraktif dan mengidentifikasi potensi usaha dan struktur bisnis non ekstraktif. Pengabdian ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan kegiatan diantaranya, observasi lapangan secara langsung dan penyuluhan pada pelaku usaha di wilayah Desa Cintaratu. Metode pengumpulan data dengan survey dan wawancara langsung kepada semua pelaku usaha non ekstraktif dengan dilengkapi kuisioner mulai dari bulan Januari sampai Februari 2020. Hasil menunjukan bahwa jaringan komunikasi ekonomi non-ekstraktif para pelaku usaha mayoritas jarang atau bahkan tidak melakukan promosi. Keberlangsungan usaha yang dilakukan hanya mengandalkan Customer Relationships atau dengan cara berinteraksi dengan segmen pasar tertentu via obrolan perorangan. Kesimpulan dan saran bagi pelaku usaha non-ekstraktif perlu dilakukan dan branding produk usaha dan pengembangan Channels usaha dengan Direct Selling suatu produk secara online maupun offline dengan baik dan berkelanjutan.
Peningkatan Perekonomian Masyarakat Melalui Program Peternakan Kambing Peranakan Etawa (PE) Di Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang Filphin Adolfin Amalo; Diana A. Wuri; Yulfia N. Selan; Julianty Almet; Antin Y. N. Widi; Inggrid T. Maha; Cynthia D. Gaina; Yohanes T.R.M.R. Simarmata
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.605 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v5i1.408

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa Camplong II melalui sistem peternakan rakyat dengan mempergunakan jenis kambing yang tingkat reproduksinya tinggi, cepat tumbuh, bobot badan yang besar, dan jumlah karkas yang lebih banyak. Peternak di desa Camplong II merupakan peternak kecil dengan mayoritas hewan yang dipelihara selama ini adalah sapi. Adapun kendala yang dihadapi oleh peternak desa Camplong II berupa keterbatasan modal dari peternak yang bersangkutan, mengingat harga sapi bakalan, sapi dara, sapi indukan, dan sapi pejantan cukup mahal. Selain keterbatasan modal, manajemen pemeliharaan ternak di desa Camplong II masih sangat tradisional, demikian pula manajemen kesehatan hewan belum optimal, sehingga kasus penyakit ternak banyak terjadi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini meliputi penyuluhan, penyerahan kambing indukan dan pejantan beserta peralatan kandang kepada peternak, serta pendampingan masyarakat dan monitoring secara berkelanjutan. Kesimpulan yang diperoleh adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak tentang keunggulan ternak kambing PE dan sistem pemeliharaan kambing PE, adanya perbaikan manajemen pemeliharaan dan manajemen kesehatan ternak, serta kelompok peternak memiliki modal wirausaha secara berkelanjutan.
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK RUMAHTANGGA MENJADI PUPUK BOKASHI SERTA PEMANFAATANNYA BAGI TANAMAN REMPAH DAN PENINGKATAN PENDAPATAN DI KELURAHAN PENFUI Maria Rosdiana Ratu; Arnoldus Keban; Johanes G. Sogen
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.199 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v5i1.411

Abstract

Setiap keluarga memproduksi sampah setiap hari, baik sampah organik maupun anorganik. Demikian pula halnya dengan warga RT 004/RW 002 Kelurahan Penfui Kota Kupang. Sampah di wilayah mitra ini biasanya ditumpuk di pekarangan, dibakar, atau dibuang di lahan kosong, sehingga lingkungan menjadi kotor. Oleh karena itu, telah dilakukan pengolahan sampah melalui suatu Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Tujuan PKM ini adalah: 1) meningkatkan  keterampilan ibu rumahtangga mitra dalam mengolah sampah organik rumahtangga menjadi bokashi untuk menjaga kebersihan lingkungan; 2) memanfaatkan bokashi bagi tanaman rempah atau menjualnya sehingga meningkatkan pendapatan, dan 3) meningkatkan produksi tanaman rempah untuk kebutuhan sehari-hari atau dijual. Metode kegiatan ini adalah penyuluhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 100% peserta  mitra berpartisipasi aktif, sehingga pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengolah bokashi dan memanfaatkannya bagi tanaman rempah pun bertambah, mitra dapat menjual bokashi maupun tanaman rempah yang dihasilkannya sehingga pendapatan meningkat, dan pengolahan sampah meningkatkan kebersihan lingkungan. Kesimpulannya PKM ini dapat: 1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah bokashi sehingga kebersihan lingkungan terjaga, 2) membuat mitra mampu memanfaatkan bokashi bagi tanaman rempah atau dijual sehingga menambah pendapatan; dan 3) meningkatkan produksi tanaman rempah untuk memenuhi kebutuhan dapur mitra sehari-hari atau dijual.  Kata kunci: bumbu, kebersihan, pekarangan, PKM, pupuk organik
PENDAMPINGAN PENGOLAHAN LIMBAH PETERNAKAN SAPI POTONG DI KELOMPOK TANI TERNAK UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN SKALA RUMAH TANGGA, DESA CAMPLONG II, KABUPATEN KUPANG, NTT Cynthia Gaina; Frans Umbu Datta; Maxs U.E Sanam; Filphin Adolfin Amalo; Imanuel Benu; Meity Marviana Laut
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.401 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v5i1.418

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat petani peternak dalam memanfaatkan limbah peternakan menjadi pupuk kandang organik untuk menunjang aktivitas pertanian di desa Camplong II, kabupaten Kupang, NTT. Hasil samping berupa limbah feses telah diolah menjadi pupuk organik yang dimanfaatkan dalam lahan pertanian rumah tangga kelompok tani. Secara umum, sistem kepemilikan sapi di kelompok ternak ini adalah setiap anggota bertanggung jawab untuk merawat ternak sapinya masing-masing sehingga limbah yang diperoleh dimanfaatkan lagi oleh petani peternak tersebut. Kegiatan ini mendapat respon yang baik dari anggota kelompok yang juga memanfaatkan pupuk ini untuk kegiatan bertani di sekitar rumah masing-masing. Waktu pelaksanaan pendampingan adalah siang hari setelah anggota kelompok selesai memberi pakan ternak sapinya. Adapun kendala yang dihadapi oleh petani peternak desa Camplong II berupa kurangnya pengetahuan tentang manfaat limbah hasil peternakan yang dapat dimanfaatkan untuk menutrisi tanaman pertanian. Dimana hasil limbah ini hanya ditumpuk dan tidak dimanfaatkan. Melihat kondisi ini, maka diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui pendampingan pembuatan pupuk kompos yang bermanfaat bagi masyarakat petani peternak. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini meliputi pendampingan dan pemantauan pembuatan pupuk kompos bokashi. Kesimpulan yang diperoleh adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengelola hasil limbah peternakan untuk dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi tanah pertanian skala rumah tangga di desa Camplong II.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN BETERNAK AYAM KAMPUNG SUPER UNTUK PENINGKATAN EKONOMI DAN PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT DI DESA CAMPLONG II Tri Utami; Maxs Urias Ebenheizer Sanam; Dewi F.L Djungu; Yeremia Yobelanno Sitompul; Tarsisius Considus Tophianong
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.509 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v5i1.419

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan melatih masyarakat agar terampil dalam pengelolaan usaha peternakan ayam kampung.  Mitra kegiatan ini adalah sepuluh orang ibu-ibu yang memiliki profesi sebagai penenun (kain tenun Timor) dalam sanggar WOKOLEUTUAN di Dusun Dua Oelkiub, Desa Camplong II, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Beberapa tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian berbasis pemberdayaan masyarakat  ini, meliputi: (1) tahap pendahuluan berupa observasi lokasi kegiatan dan perumusan masalah yang dihadapi mitra, serta persiapan bahan material; (2) tahap berikutnya adalah penentuan metode pendekatan pemecahan masalah, melalui pelaksanaan kegiatan sosialisasi serta pelatihan beternak ayam yang meliputi penentuan lokasi kandang, penyiapan kandang dan peralatan, pembuatan pakan ransum, dan pemberian vaksinasi. Selain memberikan pelatihan, tim pelaksana juga memberikan bantuan kepada mitra berupa ayam kampung, obat-obatan, bahan untuk pembuatan kandang dan seperangkat peralatan penunjang untuk peternakan; (3) tahap akhir dari kegiatan ini meliputi monitoring, evaluasi dan pembuatan laporan akhir kegiatan. Melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan beternak ayam kampung dan pendampingan yang telah dilakukan oleh tim pelaksana secara berkelanjutan diharapkan memberikan manfaat terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak ayam kampung super. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah terciptanya usaha peternakan ayam kampung skala rumah tangga sebagai salah satu solusi dalam pemenuhan kebutuhan gizi pangan maupun peningkatan perekonomian keluarga mitra. Kata Kunci: pelatihan, peternakan, ayam kampung
PENINGKATAN KESEHATAN TENAGA KESEHATAN PADA GUGUS TUGAS COVID-19 DAN MASYARAKAT PETERNAK TERDAMPAK MELALUI BANTUAN ASUPAN PROTEIN HEWANI Tri Anggarini Yuniwati Foenay; Ferdinan Suharjono Suek; Andy Yumina Ninu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.011 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v5i2.504

Abstract

COVID-19 mengakibatkan penyakit infeksi saluran pernapasan yang mudah dalam penularan dan penyebarannya. Hingga saat ini Covid-19 belum memiliki pengobatan yang efektif maupun vaksinnya sehingga untuk menghambat penyebarannya maka pemerintah mengambil kebijakan pembatasan social yang berdampak pada ketersediaan alat pendukung bagi tenaga medis maupun dampak ekonomi bagi masyarakat peternak.Tujuan pelaksanaan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini adalah : 1) mendukung upaya penanganan kesehatan bagi tenaga medis di rumah sakit dengan menyediakan alat pelindung diri dan bahan pangan sumber protein hewani yang dibutuhkan untuk meningkatkan gizi dan kesehatan tenaga medis, 2) memberikan kontribusi bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19 melalui bantuan bahan pangan sumber protein hewani.Adapun target luaran yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan Pengabdian Pada masyarakat ini adalah : 1) distribusi bahan pangan sumber protein hewani dan alt pelindung diri pada d rumah sakit di Kota Kupang, 2) distribusi bahan pangan sumber protein hewani bagi masyarakat sekitar yang terdampak pandemi, dan 3) publikasi kegiatan melalui media lokal / jurnal ilmiah.Dari hasil kagiatan ini dapat disimpulkan bahwa adanya kerjasama yang baik antara Pihak Politani khususnya Jurusan Peternakan dengan pihak Rumah Sakit berkaitan dengan COVID-19, juga dengan kelompok mitra.  Selain itu, perlu adanya pendampingan untuk meningkatkan produktifitas ternak dari kelompok mitra.
PELATIHAN PENGOLAHAN SE’I DAN KERUPUK KULIT BABI BAGI ANGGOTA DARMA WANITA WILAYAH KABUPATEN MALAKA Gemini Ermiani Mercurina Malelak; Elisabeth metodia botha; Gusti A.Y. Lestari; Maria R Deno Ratu; I Gusti N Jelantik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.838 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v5i2.470

Abstract

  Tujuan dari pelatihan ini adalah memperkenalkan  produk olahan daging babi yaitu se’i dan kerupuk kulit babi untuk memotivasi peternak memulai usaha pengolahan daging babi, mampu berinovasi dan terdorong untuk memulai usaha kuliner yang mempunyai peluang besar untuk dikembangkan di Kabupaten Malaka.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini  penyuluhan dan Pelatihan  Kegiatan pendampingan dan evaluasi oleh pengurus DPW Kabupaten Malaka yang selalu berkomunikasi dengan nara sumber dari UNDANA sehingga hubungan kerja sama antara 2 belah pihak terus berjalan.  Kegiatan penyuluhan diikuti oleh semua peserta  yang berpartisipasi aktif, ditandai dengan  tanya jawab/ diskusi selama proses penyuluhan terutama tentang kerjasama antar anggota kelompok dan bagaimana cara menghitung keuntungan dan bagaimana  pembagian keuntungan  diantara anggota kelompok.   Beberapa hal yang didapati dari pelatihan ini adalah untuk pengolahan se’i perlu dmenggunakan daging babi dengan kandungan lemak yang rendah sehingga akn menghasilkan rendemen yang tinggi. Dalam pelatihan ini jenis rendemen se’i sebesar ±54% dengan proporsi lemak sekitar ±25%.  Proporsi lemak ini cukup tinggi dan dapat mempengaruhi harga jual se’i.  Dalam pengolahn kerupuk kulit hal-hal yang perlu diperhatikan adalah; ketebalan lemak pada kulit,  penjemuran kulit, proses ungkep dan penggorengan karena akan mempengaruhi daya kembang, rasa gurih dan kerenyahan kerupuk. Hasil pelatihan ini dapat disimpulkan bahwa pengolahan se’i babi ini memberi nuansa baru pada peserta untuk memulai melakukannya secara komersial.  Ketrampilan yang terus dilatih diperlukan untuk menghasilkan kerupuk kulit babi ini yang berkualitas baik, sesuai standar kerupuk; kembang, gurih dan renyah, sebelum produk ini diusahakan secara komersial.--------------Kata Kunci: pelatihan, se’i babi, kerupuk kulit babi
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM) BERBASIS PENINGKATAN PRODUKTIFITAS PETANI-PETERNAK DALAM KONDISI WABAH COVID 19 . Asrul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.97 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v5i2.471

Abstract

Kondisi lesunya perekonomian akibat covid 19 bukan hanya dirasakan oleh masyarakat perkotaan, akan tetapi juga dirasakan oleh masyarakat pedesaan. Salah satunya yaitu masyarakat di desa Raknamo Kabupeten Kupang. Keterbatasan pemenuhan kebutuhan pokok, rendahnya literasi akan pemeliharan ternak, pembuatan pakan dan pemeliharaan kesehatan ternak merupakan masalah yang dihadapai oleh masyarakat di desa Raknamo yang tergabung dalam kelompok tani Fajar Pagi. Pembagian sembako, penyuluhan manajemen ternak sapi, penyuluhan pembuatan pakan dan demplot pembuatan jamu merupakan metode yang digunakan dalam pemcahan masalah yang dihadapi masyarakat di desa  Raknamo. Hasilnya masyarakat sudah mendapatkan sembako yang bisa memacu semangat mereka umtuk kembali berpoduktivitas, mengetahui cara manajemen pemeliharaan ternak sapi, mengetahui cara pembuatan pakan dan memahami pembuatan jamu untuk ternak. Kata kunci : Covid 19, Raknamo, Fajar-Pagi, Ternak.
Pemanfaatan Limbah Organik sebagai Bahan Dasar Pembuatan Pupuk Organik Cair Pertanian di Desa Camplong II, Kec. Fatuleu, Kab. Kupang, NTT Cynthia Dewi Gaina; Frans Umbu Datta; Maxs U.E Sanam; Filphin Adolfin Amalo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.862 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v5i2.502

Abstract

Sebagian besar masyarakat Desa Camplong II, Kec. Fatuleu, Kab. Kupang memiliki mata pencaharian sebagai petani dan peternak. Desa ini memiliki topografi landai, bergelombang dengan kondisi tanah berkapur yang dikelilingi berbagai macam tumbuhan yang menyebabkan Desa Camplong II memiliki sampah organik lebih banyak dibandingkan sampah anorganik. Akan tetapi, selama ini sampah belum diolah secara optimal sehingga tumpukan sampah yang sebenarnya bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman lainnya dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu, melalui program pengabdian ini, tim pengabdi mengajak masyarakat desa untuk mengolah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat bagi pertanian dengan membuat pupuk organik cair (POC). Pupuk organik cair merupakan larutan yang dihasilkan dari pembusukan alami bahan organik yang memiliki unsur hara yang dapat menyuburkan dan menggemburkan  lapisan tanah, dimana dapat membantu menyuburkan kondisi tanah di desa Campong II yang cenderung tidak dalam, mudah tererosi dengan drainase kurang baik serta mudah merekah pada musim panas. Metode kegiatan pengabdian ini berupa pelatihan, pendampingan dan praktik langsung pembuatan POC dari limbah organik pertanian baik yang berada di sekitar pekarangan rumah maupun yang berada di lokasi penanaman hijauan makanan ternak. Hasil yang dicapai berupa peningkatan pemahaman masyarakat dalam mengklasifikasi jenis dan manfaat sampah organik serta anorganik dan perubahan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik dari hasil pertanian maupun peternakan guna mendukung pertanian organik. Kata Kunci: Limbah, Organik, POC, Camplong II,NTT

Page 6 of 11 | Total Record : 102