cover
Contact Name
Muh. Idris
Contact Email
idristin@gmail.com
Phone
+6282333231990
Journal Mail Official
stailsby@gmail
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak VI/1 Mulyorejo, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Ta'dibi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : 23546301     EISSN : 25024035     DOI : -
Focus Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang keilmuan Manajemen Pendidikan Islam baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. Scope Jurnal ini berisi kajian Manajemen Pendidikan yang meliputi Kepemimpinan, Kurikulum, Sarana, Keuangan dan Evaluasi Pendidikan.
Articles 90 Documents
Budaya Media Dan Reduksi Nilai Adab : Kajian Perilaku Generasi X,Y,Dan Z Dalam Bermedia Nur Huda
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 2 (2021): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi melenial memiliki ciri dan karakter khas yang tidak dimiliki oleh generasi sebelumnya dan sesudahnya, seperti narsis, materialistik, pribadi liberal, dan pendukung kesetaraan hak. masalah muncul ketika karakter tersebut menjadi hal yang dimaklumi sebagai sebuah realita yang wajar sebagai akibat dari pengaruh lingkungan sosial yang ada. Penilaian “wajar” ini membawa konsekwensi pada permakluman dan pembenaran. Padahal karakter tersebut harus disembuhkan dan diperbaiki. Tulisan ini memberikan gambaran tentang perilaku bermedia kaum milenial, gen X dan gen Z dan bagaimana publik memakluminya. Bahaya stigma ini dibiarkan dan dilestarikan karena banyak kepentingan yang mendapat keuntungan dari perilaku ini Adanya pola pandang barat yang menjadikan fenomena sosial sebagai bagian dari perjalanan panjang manusia yang menjadi landasan teori fenomena sesudahnya. Padahal fenomena yang buruk harusnya dilakukan perbaikan. Mereka menyamakan fenomena sosial dengan fenomena alam. Dari sini perlu solusi dari sudat pandang pendidikan Islam terhadap kegamangan dalam mensikapi fenomena tersebut. Solusi sesungguhnya kembali pada aktifasi akhlaq yang mulia dalam bermedia. Karena nilai akhlaq akan terus berperan dalam perbaikan kehidupan manusia sampai kapan pun, meskipun teknologi komunikasi terus mengalami perkembangan.
Manajemen dan Produktivitas Kerja di Sekolah Mohammad Nurul Huda
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 2 (2021): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen sangat penting untuk kehidupan yang terorganisir dan diperlukan untuk menjalankan semua bentuk organisasi. Manajemen yang baik adalah tulang punggung organisasi yang sukses. Mengelola kehidupan berarti menyelesaikan sesuatu untuk mencapai tujuan hidup dan mengelola suatu organisasi berarti menyelesaikan sesuatu dengan dan melalui orang lain untuk mencapai tujuannya. Rendahnya produktivitas sekolah disebabkan oleh banyak faktor. Salah satu faktor utama yang diidentifikasi Depdiknas bersama UNESCO dan Bank Dunia yaitu tentang kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekataan education production function atau input-ouput analysis yang tidak dilaksanakan secara konsokuen. Penyelenggara pendidkan selama ini terlalu menekankan pada input, dan kurang serius memperhatikan proses. Ketersediaan input tentu saja tidak secara otomatis menghasilkan output sebagaimana yang di kehendaki, ketiadaannya iklim sekolah yang kondusif dapat menurunkan mutu pendidikan. Aspek lain yang mempengaruhi produktivitas adalah iklim sekolah, dalam suhu yang tidak sehat, seperti konflik yang berkepanjangan antar anggota, tidak disiplin, dan lemahnya etos kerja menjadi counter produktif terhadap upaya kepemimpinan dalam meningkatkan kualitas sekolah. Mewujudkan iklim sekolah untuk menciptakan sekolah sehat sebagai organisasi pembelajar sejati menjadi nilai inti “manajemen” sekolah bermutu. Karena kurangnya manajement dan produktivitas kerja disekolah, Maka penulis perlu mengetahui bagaimana proses manajement manajement apa saja dan produktivitas kerja di sekolah? tujuannya agar penulis mengetahui gambaran upaya peningkatan kinerja guru disekolah. Jadi, untuk mengatasi itu semua maka penulis, perlu mengadakan proses manajemen dan peningkatan kinerja sekolah agar efektif dan efisien dalam mencapai tujuan sekolah.
Sistem Perekrutan SDM dalam q.s. Al qashas ayat 20-28 (Studi Tafsir Pendidikan) Damanhuri
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 2 (2021): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini mencoba memberikan pemaparan tentang sistem perekrutan SDM yang terdapat dalam QS Al Qashas ayat 20-28, dimana pada ayat tersebut menggambarkan kisah Nabi Musa AS yang pergi ke negeri Madyan dan kemudian direkrut oleh Nabi Syu’aib AS untuk menggarap sawahnya. Tulisan ini merupakan bentuk interpretasi pendidikan terhadap ayat-ayat Al Quran atau yang lebih dikenal dengan studi tafsir tarbawi. Kajian serupa terkait tafsir pendidikan ini, penulis mengambil inspirasi dari QS Al Kahfi yang menggambarkan kisah Nabi Musa AS dengan hamba Alloh yang disebut para ahli tafsir dengan Nabi Khidir AS. Dari kajian QS Al Kahfi ini, dirumuskan konsep pembinaan peserta didik sedangkan pada kajian ini QS Al Qashas tentang sistem perekrutan SDM. Pendekatan tafsir tarbawi dengan fungsi epistemology digunakan sebagai analisa pada kajian ini. Rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimana konsep perekrutan SDM dalam QS Al Qashah ayat 20-28. Sehingga tujuan dalam kajian ini adalah menemukan dan merumuskan konsep perekrutan SDM yang terdapat dalam QS Al Qashas ayat 20-28. Kajian ini penulis, batasi pada ayat-ayat tertentu dalam QS Al Qashas artinya bahan kajian tidak semua ayat dalam QS Al Qashas disebabkan keterbatasan penulis dalam melakukan kajian ini. Bagaimana konsep perekrutan SDM dalam QS Al Qashas ayat 20-28 secara details penjelasannya bisa diikuti dalam uraian-uraian berikutnya.
Pengembangan Kurikulum Dengan Pendekatan Model Taksonomi Bloom Dua Dimensi Muh Idris
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 2 (2021): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pendidikan di Indonesia menggunakan model taksonomi Bloom sebagai acuan dalam menentukan kurikulum, tujuan pembelajaran, proses pembelajaran, maupun evaluasi pembelajaran. Taksonomi Bloom merupakan salah satu model taksonomi yang digunakan, karena model ini dipandang lebih unggul dibading model traksonomi yang lain. Namun belum banyak diketahui bahwa, taksonomi Bloom domain kognitif ini telah direvisi oleh Lorin W. Anderson dan David R. Krathwohl yang kemudian disebut taksonomi Bloom dua dimensi. Anderson dan Krathwohl melihat rumusan tujuan pendidikan dari dua dimensi, yaitu dimensi proses kognitif (cognitive process) dan dimensi pengetahuan (types of knowledge). Istilah cognitive process digunakan pada taksonomi Bloom dua dimensi sebagai pengganti behavior yang diperkenalkan dalam model taksonomi Bloom. Hal ini untuk menghindari kerancuan, karena perspektif psikologi kognitif semakin luas digunakan di dunia pendidikan dibanding perspektif psikologi behavioristik. Dimensi proses kognitif merupakan hasil revisi dari taksonomi Bloom ranah kognitif. Proses kognitif diklasifikasikan menjadi lima kategori, yaitu ingatan (remember), pemahaman (understand), aplikasi (apply), analisis (analyze), evaluasi (evaluate), dan kratifitas (create). Dimensi proses kognitif merupakan hasil revisi taksonomi Bloom ranah kognitif. Dimensi pengetahuan diklasifikasi menjadi empat kategori, yaitu pengetahuan faktual (factual knowlwdge), pengetahuan konseptual (conceptual knowledge), pengetahuan prosedural (procedural knowledge), dan pengetahuan metakognisi (metacognitive knowledge) (Anderson et. al., 2001). Misalkan rumusan tujuan khusus pembelajaran berikut “siswa dapat membedakan syarat sah sholat dan rukun sholat”. Kata kerja “membedakan” dikategorikan sebagai proses kognitif “analisis”, sedangkan kata benda “syarat sah sholat” dan “rukun sholat” dikategorikan sebagai pengetahuan “konseptual”.
Pembelajaran Daring Sebagai Salah Satu Model Pembelajaran Faishal
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 10 No 1 (2021): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran daring yang sudah kita lakukan selama tiga semester lebih atau hampir dua tahun memberikan pengalaman baru dalam pola belajar mengajar, yang semula proses belajar mengajar dilakukan dengan tatap muka langsung atau manual akan tetapi selama pandemi dilakukan secara daring atau digital, sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 memberikan kesempatan bagi lembaga pendidikan untuk melek teknologi dan dengan pemberlakukan pembelajaran online ternyata menjadi pemicu percepatan proses transformasi digital pendidikan Indonesia menuju era pendidikan 4.0. Sebagai salah satu model, pembelajaran daring memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga melalui penelitian kepustakaan (library research) atau juga disebut studi pustaka ini, penulis mengumpulkan data pustaka, membaca, mencatat dan mengolah dari berbagai sumber, sumber data utama adalah dari buku dan jurnal yang membahas tentang pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 serta didukung oleh pengalaman pribadi penulis dalam melaksankan pembelajaran daring semoga dapat memberi manfaat dalam memposisikan pembelajaran daring sebagai salah satu model dalam proses belajar mengajar.
Peningkatan Mutu Sekolah Melalui Integrasi Kurikulum Nasional Dan Lokal Di Sd Islam Al-Azhar 35 Surabaya Muh Idris
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 10 No 1 (2021): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum sebagai kunci dalam pendidikan, sebab berkaitan dengan penentuan arah, isi dan proses pendidikan, yang pada akhirnya menentukan macam dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan. jika diibaratkan seperangkat tubuh yang utuh maka kurikulum seperti jantung yang memompa darah ke seluruh bagian. Jika kurikulum bermasalah maka akan berdampak pula pada aspek yang lainnya. Setelah melakukan analisis terhadap data-data penelitian, diperoleh hasil berupa Peningkatan Mutu Sekolah melalu integrase kurikulum nasional dan lokal dalam di Sekolah Dasar Islam al-Azhar 35 Surabaya menerapkan 3 strategi yakni perencanaan kurikulum yang di dalamnya ada penyusunan, implementasi yang meliputi pengawasan serta penerapan dan evaluasi kurikulum nasioa dan cara dimulai dari perencanaan, penyusunan, pelaksanaan sampai evaluasi..
Prinsip Pembinaan Dan Fungsi Kepengasuhan Terhadap Santri Damanhuri
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 10 No 1 (2021): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini membahas tentang fungsi kepengasuhan dan prinsip kepengasuhan dalam melakukan pembinaan terhadap santri berdasarkan analisis semantik simbolik terhadap huruf nawasikh dan fiil nawasikh. Huruf nawasikh dan fiil nawasikh merupakan sekelompok huruf dan fiil yang terdapat dalam pembahasan ilmu nahwu. Pendekatan semantik simbolik digunakan untuk memberikan pemaknaan terhadap symbol dalam huruf dan fiil nawasikh tersebut. Tulisan ini akan menjawab rumusan bagaimana prinsip pembinaan dan fungsi kepengasuhan terhadap santri berdasarkan ilmu nahwu? Ilmu nahwu dalam kajian ini adalah bahasan huruf nawasikh dan fiil nawasikh. Tujuan utama dari kajian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prinsip pembinaan dan fungsi kepengasuhan terhadap santri berdasarkan analisa semantik simbolik terhadap huruf nawasikh dan fiil nawasikh. Metode yang digunakan dalam tulisan ini menggunakan teknik analisis data secara kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Data bersumber dari al-Qur’an, buku pendidikan, buku nahwu dan shorof, artikel jurnal, dan referensi yang relevan. Data yang diperoleh kemudian dikompulasi, dianalisis dan disimpulkan dengan menggunakan teknik analysis content dengan pendekatan semantik simbolik. Hasil kajian menunjukan bahwa dalam huruf nawasikh dan fiil nawasikh terdapat prinsip-prinsip pembinaan santri dan fungsi kepengasuhan.
Strategi Dan Pengembangan SDM Pendidikan Islam Mohammad Nurul Huda
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 10 No 1 (2021): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Pendidikan Islam adalah suatu lembaga yang berfungsi melakukan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pendidikan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif yang berada di lingkungan pendidikan Islam. Keberadaan pengembangan SDM ini menarik perhatian peneliti untuk meneliti lebih lanjut strategi divisi SDM dalam mengembangkan SDM pendidikan Islam. Pasalnya, pengembangan SDM sebagai wadah yang berada di bawah naungan lembaga pendidikan Islam, memiliki strategi yang unik dan berbeda dengan lembaga lainnya. Terlebih, sebagaimana hasil pengamatan peneliti, perkembangan SDM di lembaga pendidikan Islam dalam kurun dasawarsa terakhir mengalami peningkatan signifikan; laris dan berkualitas. Pengembangan SDM di lembaga pendidikan Islam memiliki konsep kurikum integral yang berbasiskan tauhid dan bertujuan membangun peradaban Islam lewat jalur pendidikan. Karena itu, strategi pengembangan SDM yang dilakukan ketua divisi, otomatis inklud dengan konsep tersebut. Orientasi pengembangan SDM bertujuan mencetak tenaga pendidik yang memiliki spiritual dan intelektual handal ditambah dengan wawasan kelembagaan yang mumpuni. Kendati begitu, tidak mudah bagi lembaga dalam mewujudkan hal tersebut. Setidaknya ada beberapa kendala yang dihadapi.
Peran Idola Dalam Membentuk Karakter Dalam Perspektif Islam Nur Huda
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 10 No 1 (2021): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alasan penulis mengangkat masalah ini adalah keprihatinan penulis terhadap mendominasinya idola dari tokoh-tokoh fiktif baik sebagai superhero maupun figur-figur artis di dunia intertainment sosok artis film, penyanyi, pemain bola, atau tokok-tokoh politik yang jelas-jelas memiliki perilaku yang tidak layak untuk dicontoh. Dampak negatif yang muncul adalah perilaku-perilaku generasi muda yang jauh dari akhlaq yang mulia. Setiap manusia memiliki fitrah untuk meniru dan meneladani sosok yang diidolakan. Ia akan selalu mencari idola. Ia akan jadikan ia sebagai patron yang akan dikagumi dan dicontoh. Ia akan berusaha untuk menyesuaikan dirinya dengan idolanya tersebut. Sifat manusia manusia yang mudah meniru ini tidak dimiliki oleh makhluq lain, justru menjadi potensi penting untuk mengembangkan diri dan kemampuannya. Persoalannya adalah terkadang seorang anak memilih seorang idola yang tidak selayaknya diidolakan dalam sudut pandang nilai-nilai Islam dan mengarah pada kriminal. Penulis menjelaskan bagaimana seharusnya yang dilakukan oleh oleh orang yang mengidolakan atau yang menjadi idola bagi orang lain, agar setiap orang memberikan kontribusi yang positif untuk tumbuh kembangnya karakter yang baik. Artikel ini akan memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yrng muncul seputar disorientasi idola tersebut.
Kepimpinan Kepala Sekolah Dalam Membangun Budaya Religius Di SD Luqman Al Hakim Surabaya Ulil Multazam
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 10 No 1 (2021): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penulisan jurnal ini adalah untuk mendeskripsikan keberhasilann kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun budaya religius di SD Luqman al Hakim Surabaya. Untuk itu tulisan ini diharapkan bisa memberikan manfaat bagi kepala sekolah yang berminat untuk menerapkan budaya religius disekolahnya atau bagi para pemerhati yang tertarik mengkaji tentang budaya. Penulis memilih SD Luqman al Hakim Surabaya karena sekolah ini merupakan salah satu sekolah percontohan dalam prestasi dan pendidikan akhlak untuk SD di bawah naungan pondok pesantren Hidayatullah di wilayah Jawa Timur dan Indonesia. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif karena penulis berupaya untuk mendeskripsikan keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun budaya religius di SD Luqman al Hakim Surabaya. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan melakukan pengamatan langsung penerapan budaya religius di SD Luqman al Hakim.