cover
Contact Name
Eva Dina Chairunisa
Contact Email
evadinach19@gmail.com
Phone
+6282281267851
Journal Mail Official
jurnalkalpataru@univpgri-palembang.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang Gedung E Lantai 1, Kampus A Jl. Jend A. Yani Lorong Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
ISSN : 24606383     EISSN : 26217058     DOI : 10.31851/kalpataru.v6i1.4646
Core Subject : Education, Social,
Jurnal ini berfokus tentang penelitian dalam pendidikan sejarah, bidang sejarah, sejarah lokal, sejarah nasional dan sejarah global, budaya Indonesia, kearifan lokal dan pendidikan sejarah.
Articles 200 Documents
TELAAH KONSEPTUAL PENDEKATAN KUANTITATIF DALAM SEJARAH Arditya Prayogi
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8, No 1 (2022): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v8i2.8970

Abstract

Pendekatan sejarah menjelaskan dari segi mana kajian sejarah hendak dilakukan, dimensi mana yang diperhatikan, unsur-unsur mana yang diungkapkannya, dan lain sebagainya. Deskripsi dan rekonstruksi yang diperoleh akan banyak ditentukan oleh jenis pendekatan yang dipergunakan. Termasuk penggunaan pendekatan kuantitatif dalam sejarah yang akan menghasilkan sejarah kuantitatif. Pendekatan kuantitatif sendiri adalah suatu konsep yang melibatkan diri pada perhitungan atau angka. Artikel ini menjabarkan bagaimana pendekatan kuantitatif digunakan dalam sejarah, serta karakteristik dan tanggapan terhadap pendekatan ini dalam penulisan sejarah. Artikel ini mencoba menjelaskan bagaimana pendekatan kuantitatif beserta karakteristiknya digunakan dalam penulisan sejarah. Artikel ini ditulis dengan metode deskriptif analisis yang didukung studi pustaka sebagai proses penggalian datanya. Dari hasil uraian diketahui bahwa karya sejarah juga tidak selamanya berisi kajian-kajian masa lalu masyarakat manusia dalam arti kualitatif semata tetapi juga dalam arti kuantitatif. Pendekatan kuantitatif dalam sejarah dapat digunakan pada tema-tema tentang sejarah ekonomi seperti sejarah perusahaan, perdagangan, industri, koperasi, perbankan, transportasi, pertambangan, kependudukan, dan sebagainya. Pendekatan kuantitatif dalam penulisan sejarah utamanya hanya digunakan untuk berbagai kasus yang tidak dapat dijelaskan dengan baik oleh pendekatan kualitatif.
PLURALISME DALAM KAIN TENUN SONGKET PALEMBANG SEBAGAI SUMBER PEMBELARAN SEJARAH Sahadat Sahadat; Muhamad Idris; Eva Dina Chairunisa
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8, No 1 (2022): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v8i2.8961

Abstract

Keberagaman budaya yang ada di Palembang sudah terjalin sejak lama terutama dalam hal keberagaman budayanya yang berbeda-beda, dapat kita lihat dari beberapa pengarunya dalam seni kerajinan yang ada di Palembang dalam bentuk kebudayaan menenun atau menyongket, banyak budaya-budaya asing yang ada di Palembang seperti budaya Cina, Arab, dan India, kain songket sendiri merupakan gambaran dari adanya pengaruh budaya asing yang ada di Palembang. Songket sendiri merupakan gambaran dari adanya pengaruh asing yang mana berpengaruh dalam beberapa macam jenis kain songket yang ada di Palembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan sumber-sumber data secara sistematis dan sumber data yang mendalam dan berhubungan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survey lapangan, wawancara mendalam, pencatatan dokumen dan studi pustaka. Dalam penelitian kualitatif, ada empat teknik mencapai keabsahan data, yaitu: kredibilitas, transferabilitas, auditabilitas (dipendabilitas), konfirmabilitas dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pluralisme yang tergambar dalam kain songket merupakan gambaran dari adanya pengaruh-pengaruh budaya asing yang ada di Palembang yang membuat keanekaragaman baik segi motif serta jenis kain yang di tenun.
PENGARUH REVOLUSI HIJAU TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI PETANI DI KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 1969-1998 Aris Agus Styawan
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8, No 1 (2022): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v8i2.8971

Abstract

Sejumlah kajian yang membahas tentang revolusi hijau sepanjang tahun 1970-an sampai 1990-an banyak menampilkan perdebatan hasil studi yang cukup menarik salah satunya tentang dampak yang ditimbulkan oleh revolusi hijau terhadap kehidupan sosial ekonomi petani pedesaan. Akan tetapi kajian-kajian yang ada sebagian besar hanya terpusat di beberapa daerah di Jawa dan menempatkan bahwa revolusi hijau telah mengubah secara menyeluruh wajah masyarakat petani pedesaan menjadi petani komersial. Walau sudah setengah abad lebih sejak pelaksanaan kebijakan tersebut, kajian tentang revolusi hijau masih menarik untuk diteliti lebih lanjut. Melalui penggunaan metode sejarah, tulisan ini bertujuan mengungkap pengaruh revolusi hijau terhadap perubahan sosial ekonomi petani pedesaan di Kabupaten Karanganyar tahun 1969-1998. Tulisan ini dibangun dengan memanfaatkan berbagai sumber arsip terutama dari catatan statistik, peraturan hukum daerah, koran dan majalah, serta didukung adanya data hasil wawancara. Diargumentasikan bahwa adanya penggunaan teknologi baru dan peningkatan hasil usaha tani tidak serta merta mengubah secara keseluruhan kondisi kehidupan sosial ekonomi masyarakat petani Kabupaten Karanganyar menjadi petani komersial. Terdapat sebagian masyarakat petani pedesaan yang memilih tetap menggunakan prinsip dahulukan selamat dan menjaga etika subsistensi.
EKSISTENSI ISTANA ADAT KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM SEBAGAI WADAH PELESTARIAN ADAT BUDAYA PALEMBANG TAHUN 2004-2020 Harlis Suhayat; Zaza Yulianti Amelia; Syarifuddin Syarifuddin; Supriyanto Supriyanto
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8, No 1 (2022): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v8i2.7043

Abstract

Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam dibangun sebagai salah satu upaya dalam melestarikan memori kolektif Kesultanan Palembang Darussalam. Tetapi, keberadaan Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam masih kurang diketahui oleh masyarakat luas. Dengan menggunakan metode penelitian sejarah, penulis mengumpulan sumber sejarah melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan, menguji atau menilai sumber tersebut secara kritis, serta disajikan hasil yang pada umumnya berbentuk tulis dengan metode kualitatif deskriptif menekankan pemahaman mengenai topik yang akan diteliti berdasarkan kondisi realitas. Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis dapat ditarik kesimpulan bahwa eksistensi dari Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam sebagai wadah pelestarian adat budaya Palembang masih dapat terlihat. Hal ini dapat dibuktikan dengan terdapat kunjungan- kunjungan serta kegiatan-kegiatan baik internal maupun eksternal yang diselenggarakan. 
TINJAUAN HISTORIS AKULTURASI BUDAYA DALAM KULINER PALEMBANG SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH Fatma Dwi Oktaria; Muhamad Idris; Aan Suriadi
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8, No 1 (2022): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v8i2.8962

Abstract

Kuliner adalah suatu hasil dari karya seni yang dengan mempelajari tentang suatu minuman atau makanan. Maka kuliner yang ada di Palembang memiliki hubungan budaya dengan daerah dan bangsa lainnya yang dijadikan sumber pembelajaran sejarah. Subfokus penelitian: Akulturasi budaya dalam kuliner Palembang. Permasalahan yang ada di dalam penelitian ini ialah bagaimana bentuk akulturasi budaya dalam kuliner Palembang ditinjau dari pendekatan historis untuk dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Tujuan penelitian: untuk mengetahui bentuk akulturasi budaya yang ada di dalam kuliner Palembang ditinjau dari pendekatan historis dijadikan sebagai untuk sumber pembelajaran di mata pelajaran sejarah. Manfaat penelitian dari tinjauan historis akulturasi budaya dalam kuliner Palembang dapat tersedianya sumber pembelajaran bagi sekolah, siswa, dan guru serta dijadikan referensi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data, menyajikan data, memvalidasi data, dan menyimpulkan data. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa “Tinjauan Historis Akulturasi Budaya dalam Kuliner Palembang sebagai Sumber Pembejaran Sejarah” memuat isi materi sejarah dan budaya yang sesuai dengan periodesasi sejarah Palembang dari masa Sriwijaya, masa pengaruh Bangsa Arab, Pengaruh Bangsa India, Masa pengaruh bangsa Tiongkok Kesultanan Palembang, Kolonialisme, Masa Penajajahan Jepang, dan masa kontemporer. Materi ini juga memuat mengenai budaya dan sejarah kuliner Palembang yang perpaduan beberapa budaya.
EKSISTENSI PENGRAJIN GERABAH DI KELURAHAN KEDATON KECAMATAN KAYU AGUNG TAHUN 1980-2020 Adinda Putri Wiryani; Niswatun Hasibah; Vina Anjelina; Syarifuddin Syarifuddin; Supriyanto Supriyanto
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8, No 1 (2022): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v8i2.7827

Abstract

[The Existence of Pottery Craftsmen in Kedaton Village Kayu Agung District 1980-2020] This study highlights the problem of how the existence of pottery craftsmen in Kedaton Village, Kayu Agung District in 1980-2020. The method used in this study is a historical sociological approach which aims to provide an explanation of the existence of pottery in Kedaton Village, Kayu Agung District. This discourse will be used as a warning to the community to protect and preserve the existing culture. Data collection techniques in research were carried out by means of observation, interviews and documentation in the field. Sources of data in the study were obtained from sources who work as pottery craftsmen in Kedaton Village who have been working on pottery craft from generation to generation. This research shows that craftsmen of pottery crafts in  Kedaton Village, Kayu Agung District still exist. However, there has been a decline in terms of the pottery craftsmen themselves. This is due to several factors, that is: The high cost of pottery raw materialsthe time in pottery making, the age factor, and the change in the livelihood sector which creates difficulties for the craftsmen who are still engaged in making pottery in Kedaton Villager. This article presents changes in the existence of a culture due to the absence of efforts to preserve that culture
PEMANFAATAN TEKNOLOGI (LCD DAN APLIKASI POWER POINT) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Faruq Hasan Asy'ari; M Zaki Haqibillah
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8, No 1 (2022): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v8i2.8964

Abstract

Secara etimologis, kata teknologi berasal dari dua kata yaitu techno yang berarti seni dan logia (logos) yang berarti ilmu. Dalam perkembangannya teknologi dapat dimanfaatkan dilembaga pendidikan. Potensi teknologi dapat meningkatkan produktivitas pendidikan dengan mempercepat tahap belajar. Peningkatan kualitas pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan media teknologi pendidikan, yaitu dengan cara mencari dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam belajar kemudian dicarikan pemecahannya melalui aplikasi teknologi informasi yang sesuai. Dalam penelitian ini data didapatkan dari sumber artikel dan jurnal, buku, dan berita yang ada di media massa. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk menganalisis data. Adapun dalam penelitian membahas tentang pengertian teknologi informasi, pengertian model pembelajaran talking stick, pengertian pembelajaran sejarah dan pemanfaatan teknologi dengan metode talking stick dalam pembelajaran sejarah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempermudah pendidik khususnya pendidik sejarah dalam kegiatan pembelajaran yang dapat memanfaatkan teknologi dengan metode pembelajaran talking stick.
NILAI-NILAI SEJARAH RUMAH LIMAS SERATUS TIANG DI DESA SUGIH WARAS KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL Natasyah Maharanis; Kabib Sholeh; Wandiyo Wandiyo
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8, No 1 (2022): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v8i2.8958

Abstract

Rumah seratus tiang merupakan salah satu peninggalan dari pangeran Redjed yang terletak di daerah Desa Sugih Waras Kabupaten Ogan Komering Ilir. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai sejarah Rumah Limas Seratus Tiang di Desa Sugih Waras Kabupaten Ogan Komering Ilir sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis nilai-nilai sejarah yang terdapat pada Rumah Limas Seratus Tiang di Desa Sugih Waras sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Metode penelitian yang digunakan Deskriptif Kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian nilai-nilai sejarah yang terdapat pada Rumah Limas Seratus Tiang, adalah: Nilai arsitektur, nilai sosial-budaya, nilai politik, dan nilai kekuatan. Dengan dijadikannya rumah limas seratus tiang sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal, maka dapat membantu siswa mengetahui sejarah lokal sehingga dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dalam diri siswa.
KOLEKSI MUSEUM dr. ADNAN KAPAU GANI PALEMBANG SEBAGAI PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA METHODIST 3 PALEMBANG Olivia Dwi Saniyah; Kabib Sholeh; Dina Sri Nindiati
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8, No 1 (2022): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v8i2.8969

Abstract

Museum adalah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan dan pemanfaatan benda-benda bukti materil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana analisis koleksi Museum dr. Adnan Kapau Gani Palembang sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA Methodist 3 Palembang? Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis koleksi Museum dr. Adnan Kapau Gani sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA Methodist 3 Palembang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan wawancara. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Pahlawan Nasional Mayor Jenderal TNI (Purn.) dr. Adnan Kapau Gani Palembang berdiri pada tahun 2004 dan dikelola oleh Yayasan Hj. R.A. Masturah Adnan Kapau Gani. Koleksi tersimpan di Museum dr. Adnan Kapau Gani yakni Bintang Jasa, Piagam, Surat-surat Keputusan, foto-foto perjuangan, souvenir, peralatan rumah tangga, peralatan kantor, buku-buku referensi pribadi dan mobil Jeep Adnan Kapau Gani yang selalu dipakai pada masa peperangan dulu. Koleksi dan peradaban nilai kesejarahan dalam Museum dr. Adnan Kapau Gani dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran sejarah kelas XI yang terdapat dalam Kompetensi Dasar 3.5 yaitu menganalisis peran tokoh-tokoh nasional dan daerah dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia di SMA Methodist 3 Palembang
KONSEP BATANGHARI SEMBILAN DALAM SEJARAH DAN KEBUDAYAAN MELAYU SUMATERA SELATAN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL Ana Mardiana; Muhamad Idris; Wandiyo Wandiyo
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8, No 1 (2022): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v8i2.8959

Abstract

Sumatera bagian Selatan merupakan salah satu kepulauan terbesar di Indonesia yang begitu banyak memiliki kekayaan budaya yang begitu beragam di setiap daerahnya. Permasalahan dalam penelitian ini bagaimana konsep Batanghari Sembilan dalam sejarah dan kebudayaan Melayu Sumatera Selatan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsep Batanghari Sembilan dalam sejarah dan kebudayaan Melayu Sumatera Selatan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajarah sejarah lokal. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data penelitian seperti wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengambilan nama Batanghari Sembilan itu sebenarnya mengikut kepada adanya Sembilan anak sungai Musi. Daerah aliran sungai Musi, Ogan, Komering, Lematang, Kelingi, Rawas, Batanghari Leko, Banyuasin dan Lalan. Sebagian besar penduduk yang berada di daerah Uluan umumnya hidup berkelompok di tepi sungai sehingga pola permukiman penduduk di wilayah itu tidak sama. Sementara itu, di daerah Iliran, yaitu wilayah Timur yang terdiri dari dataran rendah dan pantai dan pantai (rawa-rawa dan paya-paya sehingga tidak cocok untuk pertanian), penduduknya sangat jarang. Dalam pembelajaran sejarah di sekolah sebagai guru haruslah banyak membaca buku dari berbagai sumber referensi yang berhubungan dengan materi pembelajaran sejarah agar pembelajaran sejarah lebih efektif dan efesien. Untuk mengangkat nilai moral yang berbudayakan kelokalan agar pelajaran sejarah lebih efektif dalam menanamkan konsep Batanghari Sembilan dalam sejarah dan kebudayaan Melayu Sumatera Selatan sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal.

Filter by Year

2015 2024