cover
Contact Name
Eva Dina Chairunisa
Contact Email
evadinach19@gmail.com
Phone
+6282281267851
Journal Mail Official
jurnalkalpataru@univpgri-palembang.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang Gedung E Lantai 1, Kampus A Jl. Jend A. Yani Lorong Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
ISSN : 24606383     EISSN : 26217058     DOI : 10.31851/kalpataru.v6i1.4646
Core Subject : Education, Social,
Jurnal ini berfokus tentang penelitian dalam pendidikan sejarah, bidang sejarah, sejarah lokal, sejarah nasional dan sejarah global, budaya Indonesia, kearifan lokal dan pendidikan sejarah.
Articles 200 Documents
KESADARAN DISKURSIF MANUSIA PRASEJARAH DI DATARAN TINGGI BESEMAH (STUDI ANALISIS MEGALIT DI DESA TEGUR WANGI KOTA PAGARALAM) Muhamad Idris; Jeki Sepriady
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 4, No 1 (2018): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v4i1.2446

Abstract

Sebuah penyajian karya seni diciptakan dan disajikan oleh pencipta dengan mempertimbangkan sebuah bentuk karya yang akan disajikan. Bentuk penyajian sebagai memiliki unsur-unsur dasar dari susunan pertunjukan untuk membantu dan mencapai suatu pertunjukan/tampilan untuk disuguhkan pada orang lain yang menyaksikan. Berdasarkan hal tersebut maka permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk kesadaran diskursif manusia prasejarah di dataran tinggi Besemah (studi analisis Megalit di desa Tegur Wangi kota Pagaralam)?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kesadaran diskursif manusia prasejarah di dataran tinggi Besemah (studi analisis Megalit di desa Tegur Wangi kota Pagaralam). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manusia prasejarah memiliki nilai-nilai budaya yang tinggi seperti yang dihasilkannya dalam berbudaya dan bermasyarakat di masa itu. Hasil tinggalan masyarakat prasejarah di desa Tegur Wangi memiliki nilai kebudayaan yang sangat tinggi. Kesadaran untuk belajar pengetahuan secara terus menerus dan mengawetkan data dan informasi menunjukan bahwa manusia pra sejarah pada masa itu memiliki kesadaran diskursif untuk belajar dan mewariskan pengetahuannya
SEJARAH PERAN KOMUNITAS ULAMA DALAM PELESTARIAN BUDAYA JAWA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH Eka Susanti; Ida Suryani
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 5, No 1 (2019): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v5i1.2942

Abstract

Sejarah peran komunitas dalam pelestarian budaya Jawa sebagai sumber pembelajaran sejarah yaitu proses terbentuknya komunitas ulama berkaitan erat dengan perkembangan tradisi keilmuan Islam. Perjalanan ulama Jawi utuk menuntut ilmu, menjalin hubungan antar ulama, baik dengan sesama ulama Jawi maupaun ulama daerah lain, ulama berperan sebagai pemimpin dalam kegiatan upacara adat Jawa. Rumusan masalah: nilai sejarah apa saja yang terdapat pada peran komunitas ulama dalam pelestarian budaya Jawa di desa Sidoharjo kecamatan Air Salek kabupaten Banyuasin yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan metode  deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian tentang sejarah peran komunitas ulama dalam pelestarian budaya Jawa sebagai sumber pembelajaran sejarah yaitu merupakan bagian dari proses masuk dan bekembangya agama dan kebudayaan Islam yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah.
MELESTARIKAN BUDAYA SENI KAIN JUMPUTAN PALEMBANG Nurhayati Nurhayati
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 2, No 1 (2016): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v2i1.1312

Abstract

Kain Jumputan Palembang memiliki nilai historis dan nilai budaya yang tinggi, saksi perjalanan sejarah Palembang sejak ratusan tahun yang silam. Rumusan masalah penelitian: nilai budaya apa yang terkandung dalam seni kain jumputan di kelurahan Tuan Kentang Palembang? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai budaya kain jumputan di kelurahan Tuan Kentang Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan historis, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi.  Hasil penelitian ini adalah masyarakat dan pemerintah kota Palembang dalam upaya melestarikan seni kain jumputan yaitu tetap mempertahankan kebudayaan Palembang dengan cara memakai kain jumputan di berbagai acara seperti pernikahan, kemudian menjadi pengrajin kain jumputan sehingga kain jumputan tetap dipertahankan hingga saat ini.
NILAI BUDAYA PINTU GEBANG CANDI KEDATON MUARA JAMBI Yola Katerina
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 3, No 2 (2017): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v3i2.1628

Abstract

Candi Kedaton Muara Jambi yang kaya akan peninggalannya memiliki nilai sejarah yang tinggi makna nilai budaya pada tata letak pintu gerbang candinya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah nilai budaya apakah yang terdapat pada pintu gerbang candi Kedaton Muara Jambi?. Tujuan dari penelitian ini yaitu: untuk mengetahui nilai budaya pintu gerbang pada candi Kedaton Muara Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif Teknik pengumpulan data yaitu: dokumentasi, observasi, wawancara. Teknik analisis yaitu analisis interaktif, dengan beberapa komponennya antara lain pengumpulan data, reduksi data, display data verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian nilai budaya pintu gerbang candi Kedaton Muara Jambi merupakan nilai budaya peninggalan agama Budha dari kerajaan Mataram Kuno, Sriwijaya, dan Malayu pada abad ke 9-12 Masehi dapat dilihat dari bentuk bangunan atau arsitektur
NILAI BUDAYA PADA SITUS MAKAM BERSEJARAH DI DESA MENGULAK OGAN KOMERING ULU TIMUR Sukardi Sukardi
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 1, No 2 (2015): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v1i2.538

Abstract

ABSTRAK                 Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Nilai budaya apa sajakah yang terkandung pada makam-makam kuno di Desa Mengulak?”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai budaya apa sajakah yang terkandung pada makam-makam kuno di Desa Mengula. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kajian dokumen, wawancara mendalam dan observasi lapangan.  Pengujian validitas data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik triangulasi.  Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan analisis model interaktif.  Analisis model interaktif terdiri atas tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan simpulan/verifikasi. Desa Mengulak adalah salah satu desa yang berada di wilayah kecamatan Madang Suku I, desa ini terletak di antara sungai Komering.  Makam merupakan tempat penghormatan jasad manusia yang berjasa bagi keluarga, desa, marga, suku dan negara. Penghormatan kepada tokoh masyarakat dilakukan mulai semasa beliau hidup sampai ia meninggal dunia. Berbagai bentuk penghormatan diberikan mulai dari bahasa, makanan, rumah, pakaian, pendidikan, asesoris dan perhiasan, perlengkapan rumah tangga, senjata, kendaraan, upacara penghormatan, dan upacara pemakaman. Makam-makam kuno di Desa Mengulak menggambarkan relasitas kebudayaan antara Iliran dan Uluan serta antara pusat dengan pinggiran. Relasi kebudayaan Iliran dengan Uluan tergambar pada nilai budaya yang terkandung pada makam-makam kuno tersebut. Makam-makam kuno tersebut sudah dalam kondisi hasil pemugaran. Kegiatan pemugaran makam yang dilakukan secara sembarangan tidak banyak menyelamatkan nilai sejarah makam-makam kuno tersebut. Nilai sejarah makam kuno salah satunya dapat diidentifikasi dari temuan-temuan insitu berupa struktur batu bata, keramik, tembikar, nisan-nisan berukir dan berangka tahun. Kata kunci:  makam-makam kuno, desa mengulak
JEJAK KEBUDAYAAN AUSTRONESIA DI PANTAI TIMUR SUMATERA SELATAN Brian Apriadi; Dimas Setiawan; Eva Dina Chairunisa
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 3, No 1 (2017): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v3i1.1615

Abstract

Bangsa Austronesia mulai memasuki wilayah Indonesia disebut sebagai bangsa Proto Melayu. Masyarakat Austronesia mulai berkembang dan bermigrasi ke Sumatera dengan tujuan Pantai Timur Sumatera Selatan yang memiliki kontur tanah rawa rawa basah dan sangat sulit digunakan baik untuk pertanian maupun perkebunan. Selain itu juag kebudayaan mereka di daerah pantai timur masih dugunakan samapai dengan sekarang. Tujuan Dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk Kebudayaan Asutronesia Di Pantai Timur Sumatera Selatan Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah. Bentuk penelitian ini deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa. Kebudayaan austronesia di pantai timur sumatera selatan masih dipakai hingga saat ini berupa dari sistem pengelolaan lingkungan, sistem perternkan, sistem perkapala/alat trasportasi, dan juga sistem pengelolaan bahan makanan yang sekarang masih lestari dan masih dijaga oleh masyarakat yang ada disana
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 GELUMBANG Ramoni Handayani
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 4, No 2 (2018): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v4i2.2497

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah ketika sedang dalam kegiatan pembelajaran berlangsung siswanya terkesan pasif atau kurang aktif, ribut, monoton, dan akhirnya tidak memperhatikan guru yang ada di depan, akibatnya hasil nilai mereka rendah. Untuk mengatasi permasalahan ini maka guru harus mencari model pembelajaran yang bisa membuat siswa itu aktif salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran Explicit Instruction. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Explicit Instruction terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Gelumbang. Metode yang dipakai yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, tes soal, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, hal ini dapat dilihat bahwa kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dengan model pembelajaran Explicit Instruction memiliki rata-rata skor akhir sebesar 76,66 lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata kelas kontrol yang diberikan perlakuan model ceramah yaitu 73,14 dan hasil perhitungan uji-t paired sample t-test yang menggunakan SPSS 22 diperoleh sig. (2-tailed) 0,000 < (α = 0,005) karena 0,000 < 0,005 maka H0 ditolak, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signitifikan hasil belajar siswa yang memperoleh pembelajaran dalam model pembelajaran Explicit Instruction dan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model ceramah di kelas X SMA Negeri 1 Gelumbang.
SEJARAH DAN MAKNA SIMBOLIK ORNAMEN LAKUER PALEMBANG SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH Riski Dani Banurea; Muhamad Idris; Dina Sri Nindiati
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6, No 1 (2020): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v6i1.4646

Abstract

Seni kerajinan lakuer Palembang merupakan salah satu warisan budaya masyarakat masa lampau yang diwariskan dari generasi ke generasi yang telah berumur ratusan tahun, di mana keberadaannya masih lestari dalam kehidupan global saat ini. Kerajinan Lakuer merupakan sesuatu yang sangat berharga, bernilai sejarah, bernilai estetik dan bernilai tradisi serta bersifat local genius, sehingga dapat dikatakan sebagai produk unggulan Kota Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai budaya lakuer Palembang yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskristif ualitatif, yang menggunakan cara mengumpulkan sumber-sumber secara sistematis dan mengunakan sumber data secara mendalam. Pengumpulan data dilakukan dengan Wawancara, Dokumentasi, dan Obserasi. Teknik analisis data dilakukan menggunakan derajat kepercayaan (credibility), keralihan (transferability), kebergantungan (dependability), kepastian (confirmbility), dan dapat hanya dengan triangulasi, baik triangulasi sumber informasi, teknik, maupun waktu. Hasil penelitian ini adalah Sejarah dan Makna Simbolik Ornamen Lakuer Palembang ini dijadikan sebagai materi pembelajaran Sejarah di SMA Daarul Aitam.
RUNTUHNYA PERDAGANGAN BUMI PUTERA NUSANTARA PADA ABAD KE-19 MASEHI Muhammad Arbi Putra Mona; Sukardi Sukardi; Rudi Asri
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 1, No 1 (2015): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v1i1.529

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Runtuhnya Perdagangan Bumi Putera Nusantara Pada Abad Ke-19 M. Rumusan masalah penelitian ini adalah faktor-faktor apa saja yang menyebabkan runtuhnya perdagangan bumi putera Nusantara pada abad ke-19 M. Tujuan dalam penelitian ini yaitu, (1). Untuk mengetahui keadaan perdagangan pribumi Nusantara di pulau Jawa pada tahun 1800-1850. (2). Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan runtuhnya perdagangan pribumi Nusantara di pulau Jawa pada tahun 1800-1850. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah. Teknik pengumpulan data (heuristik) yang penulis gunakan adalah teknik studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif yang dilakukan dengan tiga tahap yaitu kritik sumber (intern dan ekstern), interprestasi dan historiografi.                Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa: (1). Keadaan perdagangan dan pelayaran pribumi Jawa sejak awal abad ke-19 telah dipengaruhi dan dikuasai oleh bangsa Belanda, mulai dari perkapalan, bandar pelabuhan, komoditi perdagangan, semua itu dikendalikan dengan tujuan untuk kepentingan pihak kolonial. (2). Faktor-faktor yang menyebabkan runtuhnya perdagangan pribumi di pulau Jawa diantaranya  penguasaan pelabuhan dagang, larangan melakukan pelayaran, pembatasan kepemilikan kapal, rakyat pribumi Jawa banyak dialihkan menjadi petani, pengrajin, dan rekayasa sosial. Keadaan itu mengakibatkan rakyat pribumi Jawa perlahan mundur dan akhirnya runtuh dari perdagangan dan pelayaran kelautan. Kata kunci: perdagangan, pelayaran, bumi putera, sejarah maritim
PENGARCAAN DI CANDI BUMIAYU SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS TERPADU (SEJARAH) Susilawati Susilawati; Sukardi Sukardi
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 2, No 2 (2016): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v2i2.1601

Abstract

Percandian Bumiayu di Desa Tanah Abang kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir berasal dari masa Sriwijaya. Candi Bumiayu identik dengan arca dan relief yang kaya dengan nilai sejarah dan budaya. Arca di candi Bumiayu dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah.  Rumusan masalah penelitian ini: Apakah pengarcaan di percandian Bumiayu dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS terpadu (sejarah) Tujuan penelitian ini: (1) Untuk mengetahui lokasi serta lingkungan alam yang terdapat di Candi Bumiayu agar dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS terpadu (sejarah). (2) Untuk mengetahui analisis Pengarcaan dari Candi 1 Bumiayu  agar dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS terpadu (sejarah).(3) Untuk mengetahui analisis Pengarcaan dari Candi 3 Bumiayu sebagai sumber pembelajaran IPS terpadu (sejarah). Metode yang digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu: dokumentasi, observasi, wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis model analisis interaktif. Kesimpulan penelitian: Pengarcaan di candi Bumiayu yang terdapat di candi 1 dan candi 3 Bumiayu bercorak Hindu. Pengarcaan di candi Bumiayu dapat menambah pengetahuan siswa tentang sejarah lokal di Sumatera Selatan

Page 2 of 20 | Total Record : 200


Filter by Year

2015 2024