cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Gadjah Mada Journal of Psychology
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 366 Documents
Aplikasi Model Rasch pada Pengembangan Skala Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karir Siswa Ardiyanti, Difa
Jurnal Psikologi Vol 43, No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.463 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.17801

Abstract

Efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir berperan penting dalam pembentukan perilaku pengambilan keputusan karir siswa. Untuk mendapatkan gambaran akurat tentang efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir siswa diperlukan alat ukur yang berkualitas. Sayangnya, baru ada satu instrumen efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir dan belum pengembangan terkininya. Instrumen itu pun dikembangkan menggunakan pendekatan teori tes klasik, suatu pendekatan yang telah dikritik, terutama dalam memperlakukan data. Penelitian ini berfokus pada pengembangan instrumen efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir siswa menggunakan model Rasch, suatu pendekatan yang diyakini memiliki keunggulan dibandingkan teori tes klasik. Subjek penelitian adalah 144 siswa kelas XI SMA di Yogyakarta. Berdasarkan hasil analisis menggunakan software Winsteps, diketahui ada 20 aitem yang fit (dari 36 aitem) dengan koefisien reliabilitas Alpha 0,91. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa skala efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir ini terbukti memiliki properti psikometris yang baik sehingga dapat digunakan untuk asesmen maupun penelitian.
Peningkatan Dukungan Sosial Orang Tua dengan Anak Skizofrenia melalui Solution Focused Therapy Peristianto, Sheilla Varadhila; Lestari, Sri
Jurnal Psikologi Vol 45, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.099 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.18114

Abstract

Intrusive parental behavior towards children with schizophrenia did not support an effort to prevent recurrence and achieve a good quality of life. This research was aimed to improve parental social support through Solution Focused Therapy in order to recover the quality of life for children with schizophrenia. Six parents who had a child with schizophrenia participated in this quasi-experimental research using a pretest-posttest control group design. The Social Support Scale which adapted from the Interpersonal Support Evaluation List was used to measure parental support. The participants were divided into an experimental and control group. The result of this research showed a difference in social support between the experimental and control group. Giving Solution Focus Therapy to parents can improve parental social support for children with schizophrenia. The improvement of parental social support was expected to preserve better quality life of children with schizophrenia in order to relapse prevention.
Feeling Full or Empty Inside? Peran Perbedaan Individual dalam Struktur Pengalaman Afektif Yusainy, Cleoputri Al
Jurnal Psikologi Vol 44, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.42 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.18377

Abstract

Trait alexithymia dan rumination umumnya diteliti secara terpisah, namun dampak buruknya terhadap pengalaman afektif secara potensial dapat dihambat oleh trait self-control. Penelitian ini bertujuan memetakan struktur pengalaman afektif berdasarkan perbedaan individual dalam trait alexithymia, rumination, dan self-control. Pengalaman afektif partisipan (N = 85) dibangkitkan melalui teknik induksi visual International Affective Picture System (IAPS: Lang, Bradley, & Cuthbert, 2008) yang mencakup 60 foto dari kombinasi dua dimensi afektif, yaitu valence (positif vs. netral vs. negatif) dan arousal (tinggi vs. rendah). Rating valence dan arousal diberikan dalam bentuk label non-verbal Self-Assessment Manikin (SAM: Lang, 2008). Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat interkorelasi antara trait alexithymia, rumination, dan self-control, (2) dimensi-dimensi pada trait alexythimia dan rumination memiliki asosiasi dengan hipersensitivitas terhadap stimulus afektif, dan (3) afek negatif dibutuhkan sebagai sinyal untuk mengaktivasi trait self-control. Temuan ini menggarisbawahi bahwa peran ketiga trait tersebut dalam struktur pengalaman afektif tidak muncul secara global namun bersifat kontekstual dari perspektif kombinasi valence dan arousal.Abstrak : Trait alexithymia dan rumination umumnya diteliti secara terpisah, namun dampak buruknya terhadap pengalaman afektif secara potensial dapat dihambat oleh trait self-control. Penelitian ini bertujuan memetakan struktur pengalaman afektif berdasarkan perbedaan individual dalam trait alexithymia, rumination, dan self-control. Pengalaman afektif partisipan (N = 85) dibangkitkan melalui teknik induksi visual International Affective Picture System (IAPS,2008) yang mencakup 60 foto dari kombinasi dua dimensi afektif, yaitu valence (positif vs. netral vs. negatif) dan arousal (tinggi vs. rendah). Rating valence dan arousal diberikan dalam bentuk label non-verbal Self-Assessment Manikin. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat interkorelasi antara trait alexithymia, rumination, dan self-control, (2) dimensi-dimensi pada trait alexythimia dan rumination memiliki asosiasi dengan hipersen­sitivitas terhadap stimulus afektif, dan (3) afek negatif dibutuhkan sebagai sinyal untuk mengaktivasi trait self-control. Temuan ini menggarisbawahi bahwa peran ketiga trait tersebut dalam struktur pengalaman afektif tidak muncul secara global namun bersifat kontekstual dari perspektif kombinasi valence dan arousal.
Peningkatan Kapasitas Working Memory melalui Permainan Congklak pada Siswa Sekolah Dasar Putra, Andy Surya; Tiatri, Sri; Sutikno, Naomi
Jurnal Psikologi Vol 44, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.58 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.21984

Abstract

Aktivitas belajar membutuhkan kemampuan kognitif kompleks yang berkaitan dengan kapasitas working memory. Kapasitas working memory adalah kapasitas terbatas dalam menyimpan sementara dan memanipulasi informasi untuk belajar, berpikir, memberi perhatian, berhitung, mengingat, memaknai bacaan dan memecahkan masalah. Permainan tradisional congklak melibatkan kemampuan kognitif kompleks, berhitung, memberi perhatian, bernalar dan berstrategi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji adanya pengaruh permainan congklak terhadap kapasitas working memory pada siswa. Metode penelitian adalah desain eksperimen dua kelompok dengan matched randomized controlled trial dari 12 siswa kelas V SD. Analisis data dengan independent sample T-test menunjukkan digit span (p < .05), square span reverse (p < .05), square span forward (p > .05) dan nilai rerata pelajaran kelas (p > .05). Hasil penelitian menunjukkan permainan congklak dapat meningkatkan kapasitas working memory dalam informasi gambar-visual dan verbal.Abstrak : Kapasitas working memory adalah sebuah kemampuan kognitif kompleks terbatas dalam menyimpan sementara dan memanipulasi informasi untuk belajar, berpikir, memberi perhatian, berhitung, mengingat, memaknai bacaan, dan memecahkan masalah. Permainan tradisional congklak melibatkan kemampuan kognitif kompleks, berhitung, memberi perhatian, bernalar, dan berstrategi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji adanya pengaruh permainan congklak terhadap kapasitas working memory pada siswa. Subjek penelitian adalah 12 siswa kelas V Sekolah Dasar yang dibagi menjadi dua kelompok dengan metode eksperimen. Analisis data dengan independent sample T-test antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan menunjukkan digit span (p0,05) dan nilai rerata pelajaran kelas (p>0,05). Hasil penelitian menunjukkan permainan congklak dapat meningkatkan kapasitas working memory dalam informasi gambar-visual dan verbal.
Keterampilan Sosial Menjaga Kesejahteraan Psikologis Pengguna Internet Nugraini, Indah; Ramdhani, Neila
Jurnal Psikologi Vol 43, No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.436 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.22139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran keterampilan sosial dalam memediasi hubungan antara penggunaan internet berlebihan dengan kesejahteraan psikologis remaja. Partisipan penelitian ini adalah 206 remaja berusia 16-24 tahun (87 laki-laki, 119 perempuan). Skala Adiksi Internet, Skala Keterampilan Sosial, dan Skala Kesejahteraan Psikologis digunakan untuk mengukur ketiga variabel penelitian sudah memenuhi standar psikometri. Dengan prosedur pengujian variabel mediator, analisis regresi menunjukkan bahwa penggunaan internet berlebihan merupakan prediktor bagi kesejahteraan psikologis (b = -0,1774; p < 0,05) maupun keterampilan sosial (b = -0,314; p < 0,01). Peran penggunaan internet berlebihan ini menurun bahkan mendekati nol ketika regresi kesejahteraan psikologis dilakukan dengan mengikutsertakan keterampilan sosial. Penggunaan internet berlebihan memrediksi rendahnya kesejahteraan psikologis pada individu yang kurang terampil sosial. Dengan demikian disimpulkan bahwa keterampilan sosial merupakan variabel mediator dari hubungan penggunaan internet berlebihan dengan kesejahteraan psikologis.
Program Identifikasi Tema Dongeng Untuk Meningkatkan Pemahaman Tema Moral Pada Siswa Kelas Lima di Sekolah Dasar Juwita, Suzanna; Tiatri, Sri; Hastuti, Rahmah
Jurnal Psikologi Vol 44, No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.842 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.22456

Abstract

The purpose of this research is to determine the impact of Story Theme to improve moral theme understanding in primary school students. This program was designed to help students understand the storyline, moral lesson, and formulation of the moral story by creating new stories that have similar moral themes. The participants (N = 16) were the students in grade 5 elementary school and divided into two groups: 8 students in the experimental group and 8 students in the control group. This study used the experimental design of Randomized Controlled Trial (RCT) and a measuring tool of Moral Theme Understanding. The result of the analysis showed that Theme Identification Program has improved the understanding of moral themes among elementary school students (z= -2,527 p= 0,012).Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Program Identifikasi Tema (PIT) dongeng dalam meningkatkan pemahaman tema moral pada siswa sekolah dasar. PIT dirancang untuk membantu anak memahami alur cerita, penalaran moral, dan perumusan pesan moral pada cerita dengan membuat cerita baru yang memiliki tema moral serupa. Partisipan (N=16) siswa kelas 5 Sekolah Dasar. Terbagi dalam dua kelompok yaitu 8 siswa pada kelompok eksperimen dan 8 siswa pada kelompok kontrol. Desain pada penelitian ini yaitu eksperimen dengan desain Randomized Controlled Trial (RCT). Instrumen penelitian yang digunakan adalah Pemahaman Tema Moral (PTM) yang disusun berdasarkan alat ukur Moral Theme Comprehention. Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui bahwa hipotesis penelitian diterima, artinyaprogram identifikasi tema (PIT) meningkatkan pemahaman tema moral (PTM) di sekolah dasar (z= -2,527 p= 0,012).
“Urip Iku Mung Mampir Ngombe”; Konsep Kebahagiaan Masyarakat Miskin Pesisir Yogyakarta di Era Industrialisasi Casmini*, Casmini; Sandiah, Fauzan Anwar
Jurnal Psikologi Vol 46, No 3 (2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.046 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.22732

Abstract

The study aimed to explore the concept of happiness of the coastal poor in Java. It was conducted using grounded approach through interviewing the poor in coastal D.I. Yogyakarta. Research subjects came from six different coastal areas; Parangtritis, Samas, Baru, Goa Cemara, Kuwaru, and Pandansari. This study used narrative content analysis for four aspects of the discourse that originated from 16 research subjects with the background of farmers, laborers, traders and fishermen; (1) a happy experience, (2) sad or risky experience, (3) sources of happiness, (4) individual interpretation of coastal environment conditions. The results showed that the concept of happiness was strongly associated with the fulfillment of physiological needs and social needs. "Urip iku mung mung mampir ngombe" (life is only a while) was the main narrative that described the concept of happiness as a subsistent strategy that became the foundation of the psychological welfare of coastal communities.
Dampak Efikasi Diri terhadap Beban Kognitif dalam Pembelajaran Matematika dengan Emosi Akademik sebagai Mediator Sunawan, Sunawan; Ahmad Yani, Sugesti Yoan; Anna, Catharina Tri; Kencana, Trubus Inggariani; Mulawarman, -; Sofyan, Afriyadi
Jurnal Psikologi Vol 44, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.431 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.22742

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran emosi akademik dalam memediasi hubungan antara efikasi diri dan beban kognitif dalam pembelajaran matematik. Sebanyak 487 siswa (191 laki-laki dan 296 perempuan) terlibat dalam studi korelasional ini. Teknik analisis mediasi dalam structural equation modelling digunakan untuk mengidentifikasi peran emosi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri memprediksi emosi akademik (yakni kesenangan, kemarahan, dan kebosanan secara langsung, serta kecemasan secara tidak langsung). Selanjutnya emosi akademik memprediksi beban kognitif: di mana extraneous load diprediksi oleh kesenangan, kemarahan, dan kebosanan; intrinsic load diprediksi oleh kesenangan dan kecemasan, sedangan germane load hanya diprediksi kesenangan saja. Kesenangan memediasi efikasi diri dengan extraneous load secara negatif, tetapi memediasi efikasi diri dengan intrinsic dan germane load secara positif. Kemarahan memediasi efikasi diri dengan extraneous load secara negatif. Kebosanan memediasi efikasi diri dengan extraneous dan intrinsic load secara negatif. Temuan penelitian ini mempertegas peran emosi akademik terhadap kinerja kognitif, khususnya beban kognitif.Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran emosi akademik dalam memediasi hubungan antara efikasi diri dan beban kognitif dalam pembelajaran matematika. Sebanyak 487 siswa (191 laki-laki dan 296 perempuan) terlibat dalam studi korelasional ini. Teknik analisis mediasi dalam structural equation modelling digunakan untuk mengidentifikasi peran emosi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri memprediksi emosi akademik (yakni kesenangan, kemarahan, dan kebosanan secara langsung, serta kecemasan secara tidak langsung). Selanjutnya emosi akademik memprediksi beban kognitif: di mana extraneous load diprediksi oleh kesenangan, kemarahan, dan kebosanan; intrinsic load diprediksi oleh kesenangan dan kecemasan, sedangan germane load hanya diprediksi kesenangan saja. Kesenangan memediasi efikasi diri dengan extraneous load secara negatif, tetapi memediasi efikasi diri dengan intrinsic dan germane load secara positif. Kemarahan memediasi efikasi diri dengan extraneous load secara negatif. Kebosanan memediasi efikasi diri dengan extraneous dan intrinsic load secara negatif. Temuan penelitian ini mempertegas peran emosi akademik terhadap kinerja kognitif, khususnya beban kognitif.
Trauma Masa Anak, Hubungan Romantis, dan Kepribadian Ambang Wibhowo, Christin; DS So, Klara Andromeda
Jurnal Psikologi Vol 46, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.635 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.22748

Abstract

People with borderline personality features (BPF) are characterized by impulsive, emotionally unstable, have unsafe sexual activity, and other actions that are at risk to commit suicide. Although some of the behavior is not included in crime, but if there is no prevention, the BPF will endanger itself and its environment This study aims to determine the relationship of childhood trauma, a romantic relationship, with BPF. The hypothesis are, 1) there is relationship between childhood trauma and BPF;2) there is relationship between romantic relationships andBPF. This study using 77 participant wives aged 20-40 years. Collecting data using of Borderline Personality Scale, Childhood Trauma Scale and Romantic relation Scale. Data analysis with product moment.The result of this study are 1)there is a relationship between childhood trauma and borderline personality (r = 0.6, p <0.01); 2) there is relationship between romantic relationship and borderline personality (r = - 0.5= p<0.01).
Peran Identifikasi Tokoh Wayang dalam Pembentukan Identitas Diri Handoko, Antonius; Subandi, -
Jurnal Psikologi Vol 44, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.343 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.22793

Abstract

One of the tasks of human development is to discover its identity. There are many ways a person can find that identity. One of them is through the identification of the idol figure. This study aims to understand the process of identity formation through the identification of shadow puppet figures in the context of Javanese culture. A qualitative phenomenological approach was used to understand the process retrospectively. Three main participants were involved in the study. The process of collecting data was done through in-depth interview methods to both the main participants and their significant others. FGD (focused group discussion) is also conducted to explore participants' understanding of their process of identity formation. Data analysis was done by the phenomenological method. This study found three main themes, namely interested in shadow puppet figures, matching self-image with puppet characters, and the use of feeling as a bridge between self and the puppet. This study concluded that shadow puppets can be used as a means to find an identity among their fans.Abstrak : Salah satu tugas perkembangan manusia adalah menemukan identitas dirinya. Banyak cara yang dilakukan seseorang untuk menemukan identitas tersebut. Salah satu diantaranya adalah melalui identifikasi tokoh yang menjadi idola. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses pembentukan identitas diri melalui identifikasi tokoh wayang pada para penggemar wayang dalam konteks budaya Jawa. Pendekatan kualitatif fenomenologis digunakan untuk memahami proses tersebut secara retrospektif. Tiga orang partisipan utama terlibat dalam penelitian ini. Proses pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara mendalam baik pada partisipan utama maupun orang-orang dekat mereka. FGD (focused group discussion) juga dilakukan untuk menggali pemahaman partisipan secara bersama-sama. Analisis data dilakukan dengan metode fenomenologis. Penelitian ini menemukan tiga tema pokok, yaitu ketertarikan terhadap tokoh wayang, mencocokkan gambaran diri dengan tokoh wayang, dan penggunaan rasa sebagai jembatan antara diri dan wayang.Penelitian ini menyimpulkan bahwa wayang dapat dijadikan sebagai sarana untuk menemukan identitas diri pada penggemarnya.