cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Gadjah Mada Journal of Psychology
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 366 Documents
Penerapan Manajemen Stres Berkelompok dalam Menurunkan Stres pada Lanjut Usia Berpenyakit Kronis Hanum, Lathifah; Daengsari, Dini P.; Kemala, Cut Nurul
Jurnal Psikologi Vol 43, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.004 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.11501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat efekt dari penerapan manajemen stres secara berkelompok dalam menurunkan stres pada lansia penderita penyakit kronis. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian in menggunakan desain quasi-experimental one-group pre-test post-test dengan within-group analysis. Populasi yang menjadi sasaran dalam penelitian ini adalah lansia berpenyakit kronis. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah 64 orang yang dibagi ke dalam lima kelompok berdasarkan lokasi tempat tinggal mereka. Pre-test dan post-test pada seluruh kelompok dilakukan dengan menggunakan alat ukur Perceived Stress Questionnaire (PSQ) dan hasilnya dianalisis dengan metode Paired Sample T-Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program manajemen stres berkelompok dapat menurunkan stres yang dialami oleh partisipan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa program intervensi ini dapat menurunkan tingkat stres yang dimiliki oleh lansia berpenyakit kronis.
Harga Diri Seksual, Kompulsivitas Seksual, dan Perilaku Seks Berisiko pada Orang dengan HIV/AIDS Rahardjo, Wahyu; Hutagalung, Irfan Irwansyah
Jurnal Psikologi Vol 43, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.198 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.11981

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh harga diri seksual, baik yang sifatnya umum maupun yang spesifik mengenai kompetensi seksual, dan juga kompulsivitas seksual terhadap perilaku seks berisiko seperti hubungan seks usia dini, jumlah pasangan seks, dan seks dengan orang asing yang dilakukan oleh orang dengan HIV/AIDS. Partisipan penelitian ini berjumlah 84 orang pria dan wanita dengan HIV/AIDS. Penelitian ini merupakan riset kuantitaif dengan menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa model empiris yang didapatkan memiliki goodness of fit atau cocok dengan data. Artinya, harga diri seksual dan kompulsivitas seksual memiliki peran terhadap dilakukannya perilaku seks berisiko pada orang dengan HIV/AIDS. Temuan lainnya adalah bahwa harga diri seksual dalam hal kompetensi seksual memiliki peran lebih banyak dalam memengaruhi individu melakukan perilaku seks berisiko.
Pembentukan Identitas Remaja di Yogyakarta Muttaqin, Darmawan; Ekowarni, Endang
Jurnal Psikologi Vol 43, No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.455 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.12338

Abstract

Konteks telah diidentifikasi sebagai faktor yang penting dari pembentukan identitas remaja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami komponen pembentukan identitas remaja pada konteks Indonesia khususnya di Yogyakarta, terutama terkait perbedaan gender dan kelompok usia serta keterkaitan antar komponen pembentukan identitas. Partisipan penelitian adalah 450 (225 laki-laki dan 225 perempuan) remaja Indonesia berusia 12-21 tahun yang terdiri dari remaja awal, tengah, dan akhir. Alat ukur Identity Style Inventory, Utrecht-Management of Identity Commitments Scale, dan Ego Identity Process Questionnaire digunakan untuk mengukur gaya identitas (informatif, normatif, dan menunda-menghindar), dimensi identitas (komitmen, eksplorasi mendalam, dan peninjauan kembali komitmen), dan status identitas (diffusion, foreclosure, moratorium, dan achievement). Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan gaya, dimensi, dan status identitas ditinjau dari gender dan kelompok usia. Keterkaitan antara gaya, dimensi, dan status identitas remaja juga ditemukan pada konteks Indonesia.
Peran Iklim Sekolah terhadap Perundungan Rahmawati, Sri W
Jurnal Psikologi Vol 43, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.162 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.12480

Abstract

Bullying merupakan fenomena gunung es. Meskipun lebih dari 79 % siswa dilaporkan pernah mengalami bullying, namun hanya 21 % kasus bullying yang terangkat ke permukaan. Dari jumlah tersebut, separuhnya mengaku tidak memiliki strategi tertentu untuk menghentikannya. Sebagai ibu kota negara, Jakarta merupakan model. Walaupun sejumlah intervensi telah dilakukan untuk mencegah terjadinya bullying, namun belum memberikan hasil yang signifikan. Bullying yang terjadi di sekolah tidak bisa dilepaskan dari iklim sekolah, yaitu faktor kontekstual yang memperngaruhi pembelajaran maupun perkembangan siswa di sekolah. Terdapat tiga hal utama dalam pencegahan bullying, yaitu: dukungan/perhatian guru, pembentukan nilai dan norma sekolah yang sehat, serta relasi antar teman sebaya. Penelitian ini melihat peran iklim sekolah terhadap bullying. Riset terhadap 723 siswa yang berasal dari lima wilayah provinsi DKI Jakarta, dilakukan dengan menggunakan teknik sampling kluster acak. Alat ukur school climate scale dan scale of bullying digunakan dalam penelitian ini setelah melalui proses adaptasi. Hasil riset menunjukkan bahwa komponen-komponen iklim sekolah memiliki korelasi signifikan dengan arah negatif terhadap bullying. Hasil penelitian ini menyarankan pentingnya peningkatan iklim sekolah dalam penanganan bullying.
Emosi Moral dan Empati pada Pelaku Perundungan-siber Ramdhani, Neila
Jurnal Psikologi Vol 43, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.392 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.12955

Abstract

Ragam dan frekuensi tindakan yang masuk dalam kategori perundungan-siber semakin meningkat akhir-akhir ini. Setiap pengguna Internet dapat dengan mudah mempublikasikan emosi dan pikirannya di Internet, termasuk di dalamnya emosi negatif yang ditujukan untuk menyakiti orang lain. Penelitian ini menguji pengaruh emosi moral di dalam hubungan empati dengan perilaku perundung-siber. Emosi moral yang diuji adalah malu, bersalah, bangga, dan besar-hati sedangkan empati meliputi kognitif dan afektif. Data yang dianalisis dalam penelitian ini berasal dari 382 orang, 174 siswa SLTA dan 208 mahasiswa, 103 perempuan sedangkan sisanya laki-laki. Semua responsden menjawab pertanyaan Skala Emosi Moral, Skala Empati, dan Skala Perundungan-siber. Setelah dilakukan analisis regresi diperoleh hasil bahwa semua dimensi empati dan emosi moral berkorelasi dengan perundungan-siber. Uji mediasi membuktikan bahwa malu, rasa berdosa, dan bangga hubristic merupakan pemediasi hubungan empati, baik kognitif maupun afektif, dengan perundungan-siber. Rasa bangga autentik hanya memediasi antara empati kognitif dengan perundungan-siber. Artikel ini juga membahas lebih lanjut peran keempat dimensi emosi moral dalam membedakan hubungan kecenderungan perundungan-siber.
Perundungan Reaktif di Sekolah Dasar dan Intervensi Berbasis Nuansa Sekolah Mufrihah, Arina
Jurnal Psikologi Vol 43, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.051 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.15441

Abstract

Orang tua dan guru belum banyak menyadari bahwa “perilaku nakal” anak usia sekolah dasar sebenarnya juga merupakan perilaku perundungan. Melihat hal tersebut masih terjadi dan kurang mendapatkan perhatian atau penanganan serius terhadap perilaku kekerasan di sekolah dasar, maka penelitian ini dilakukan untuk mengidenti­fikasi pelaku, korban, dan bentuk kekerasan, menjelaskan perbedaan perilaku kekerasan antara siswa laki-laki dan siswa perempuan; antara siswa kelas rendah dan siswa kelas tinggi; menemukan faktor penyebabnya; dan bagaimana peran guru secara preventif dan kuratif terhadap perilaku kekerasan. Penelitian dilakukan dengan desain mixed-method berurutan (kuantitatif→kualitatif), jumlah sampel 142 siswa yang didapatkan dengan cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 62.761% siswa pernah melakukan tindak kekerasan dan terdapat perbedaan perilaku kekerasan antara siswa kelas rendah dengan siswa kelas tinggi (P value 0.930 > 0.05), juga perbedaan antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan (P value 0.930 > 0.05). Faktor penyebab perilaku kekerasan bukan hanya keluarga dan lingkungan sekolah, namun juga diri sendiri, di mana para guru sudah melakukan upaya preventif dan kuratif terhadap perundungan berbasis nuansa sekolah.
Bahaya Kecanduan Internet dan Kecemasan Komunikasi terhadap Karakter Kerja Sama pada Mahasiswa Dewi, Noviana; Trikusumaadi, Stefanus Khrismasagung
Jurnal Psikologi Vol 43, No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2442.088 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.16829

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecanduan internet dan kecemasan komunikasi dengan karakter kerjasama pada mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 90. Data pada penelitian ini diperoleh dengan menggunakan Internet Addiction Test (IAT) dengan aspek-aspek meliputi perhatian terpusat pada internet, waktu berinternet semakin lama, kurang kontrol, gelisah saat offline, internet meningkatkan kepuasan, internet sebagai pelarian, compulsif, withdrawl, muncul resiko sosial, sering berbohong dengan validitas 0,309 sampai 0,819 dan reliabilitas 0,885. Skala kecemasan komunikasi dengan aspek-aspek meliputi tidak ingin berkomunikasi, menghindari partisipasi, kurang kontrol diri dengan validitas 0,274-0,806 dan reliabilitas  0,906. Skala karakter kerjasama dengan aspek-aspek meliputi bekerja bersama, memunculkan harapan positif, menghargai masukan, memberikan dorongan serta menumbuhkan semangat dengan validitas 0,201-0,799 dan reliabilitas 0,879. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda hasilnya terdapat korelasi sebesar 0,943.  Ppresentase sumbangan pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung sebesar 88,8 %. Sisanya 11,2 %  dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.
Peningkatan Kemampuan Literasi Awal Anak Prasekolah melalui Program Stimulasi Hapsari, Widyaning; Ruhaena, Lisnawati; Pratisti, Wiwien Dinar
Jurnal Psikologi Vol 44, No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.473 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.16929

Abstract

Stimulation program is a treatment by providing literacy packages containing guidebooks literacy activities, media literacy in children and socialization for mothers. The purpose of this study was to test the effectiveness of the stimulation program to improve literacy skills in preschoolers. The proposed hypothesis that stimulation literacy program effective in improving early literacy skills in preschool children. This research method using a quasi-experimental design with the non-equivalent control group. Subjects were 30 children aged 3-5 years were divided into an experimental group and a control group. Based on the analysis by the non-parametric statistical test Mann-Whitney U, it was known that there were differences increase early literacy skills in the experimental group and control group. Qualitative analysis showed an increase in the literacy skills by observing changes in the measurement results. Results from this study are important as a new study in finding alternative methods of stimulating preschool children.Abstrak : Program stimulasi merupakan perlakuan dengan memberikan paket literasi berisi buku panduan aktivitas dan satu set media literasi pada anak serta sosialisasi untuk ibu. Tujuan penelitian untuk menguji efektivitas program stimulasi dalam meningkatkan kemampuan literasi pada anak prasekolah. Hipotesis yang diajukan yaituprogram stimulasi literasi efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi awal pada anak prasekolah. Metode yang digunakan yaitu quasi experiment dengan desain non-equivalent control group. Subjek merupakan 30 anak usia 3-5 tahun yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Berdasarkan hasil analisis dengan uji statistik non-parametrik Mann-Whitney U, diketahui bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan literasi awal pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Analisis kualitatif menunjukan peningkatan kemampuan literasi dengan mengamati perubahan hasil pengukuran. Hasil penelitian ini penting sebagai kajian baru dalam menemukan alternatif metode stimulasi anak prasekolah.
Mahasiswa dan Internet: Dua Sisi Mata Uang? Problematic Internet Use pada Mahasiswa Reynaldo, Reynaldo; Sokang, Yasinta Astin
Jurnal Psikologi Vol 43, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.867 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.17276

Abstract

Problematic Internet Use (PIU) is one of the negative effects of the internet use, but we can rarely find publications on PIU of Indonesian’s college students, especially college students in Jakarta. The purpose of this research was to describe PIU among college students in Jakarta. The Generalized Problematic Internet Use Scale 2 was used to collect data of a total of 474 college students from three universities in Jakarta. The results showed that: a) For preference for online social interaction symptoms, participants preferred to do online social interaction rather than face to face interaction, especially when face to face interactions were not possible. b) For mood regulation symptoms, participants used internet to regulate their negative feelings. c) For cognitive preoccupation symptoms, participants tended to have obsessive thought patterns for their activity on internet. d) For compulsive internet use symptoms, participants found it difficult to restrict their internet use. e) For negative outcome symptoms, online activities of participants did not have negative influence on their daily routines. Furthermore, the results showed no significant differences of the PIU symptoms across gender and internet use duration. Taken together, the results indicated moderate level of problematic internet use in our sample
Meningkatkan Kematangan Karier Peserta Didik SMA dengan Pelatihan Reach Your Dreams dan Konseling Karier Saifuddin, Ahmad; Ruhaena, Lisnawati; Pratisti, Wiwien Dinar
Jurnal Psikologi Vol 44, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.239 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.17378

Abstract

Career maturity is a condition that needed to choice the program in higher level study. Henceforth, the low level of career maturity in senior high school student has to be solved with the comprehensive intervention as soon as possible. The purpose of this research is to know the effectivity of Reach Your Dreams Training and career counseling for improving career maturity in senior high school student. This research used Solomon Six Group Design. Subjects of this research are 42 senior high school students with average level of career maturity who are divided into two groups given Reach Your Dreams Training, two groups given career counseling, and two control groups. According to the result, the conclusion of this research is Reach Your Dreams Training and Counseling Career can improve career maturity level in senior high school students effectively. It is caused by the effect of Reach Your Dreams Training and career counseling, and not caused by the effect of pretest.