cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pacitan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Humaniora
ISSN : 23560614     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Terbit tiga kali setahun bulan Februari, Juni dan Desember. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian atau kajian analisis kritis di bidang pendidikan, kebudayaan, dan sosial kemasyarakatan. Artikel telaah (review article) dimuat atas undangan.
Arjuna Subject : -
Articles 61 Documents
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KEMAMPUAN GERAK DASAR MANIPULATIF MENGGUNAKAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN SEDERHANA DI SEKOLAH DASAR Andri Arif Kustiawan; Aba Sandi Prayogo
Jurnal Humaniora Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar kemampuan gerak dasar manipulatif menggunakan alat bantu pembelajaran sederhana pada siswa kelas III SDN Ploso II Kabupaten Pacitan tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan ,pelaksanaan,observasi,dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas III SDN Ploso II Kabupaten Pacitan yang berjumlah 30 siswa yang terdiri dari 18 siswa putra dan 12 siswa putri. Sumber data berasal dari guru,peserta didik,dan peneliti. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi,penilaian dan dokumentasi. Validitas data menggunakan teknik triangulasi data. Analisis data menggunakan teknik deskriptif yang didasarkan pada analisis kualitatif dengan persentase. Dari hasil penelitian ini analisis yang diperoleh dari kondisi awal siswa yang lulus hanya 9 siswa atau 30%, di siklus pertama siswa yang lulus menjadi 16 siswa atau 53,34% dan di siklus kedua siswa yang lulus menjadi 26 siswa atau 86,67% sedangkan 4 siswa lainnya belum tuntas. Simpulan dari penelitian ini adalah dengan menggunakan alat bantu pembelajaran sederhana dapat meningkatkan hasil belajar kemampuan gerak dasar manipulatif pada siswa kelas III SDN Ploso II Kabupaten Pacitan tahun pelajaran 2017/2018.
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN KOMBINASI PASSING, OLAH BOLA, SHOOTING BOLA BERGERAK Danang Prama Dhani; Andy Widhiya Bayu Utomo; Andi Arif Kustiawan
Jurnal Humaniora Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengembangkan model latihan kombinasi passing, olah bola, shooting bola bergerak, yang efektif untuk meningkatkan kemampuan teknik pemain sepak bola putra tingkat intermediet di Ngawi secara efektif dan efisien. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan, Hasil tes passing kelompok kontrol sebesar 0,171 berarti tidak ada pengaruh latihan konvensional. Sedangkan pada kelompok sampel sebesar 0,002 yang berarti ada pengaruh Model Latihan. Hasil pada tes dribbling kelompok kontrol sebesar 0,031 yang berarti ada pengaruh latihan konvensional, sedangkan pada kelompok sampel sebesar 0,000 yang berarti ada pengaruh Model Latihan. Hasil tes juggling kelompok kontrol sebesar 0,000 yang berarti ada pengaruh latihan konvensional, sedangkan pada kelompok sampel sebesar 0,001 yang berarti ada pengaruh Model Latihan. Hasil tes shooting kelompok kontrol sebesar 0,092 yang berarti tidak ada pengaruh latihan konvensional, sedangkan pada kelompok sampel sebesar 0,000 yang berarti ada pengaruh Model Latihan. Sebagai simpulan akhir dinyatakan bahwa produk terbukti efektif meningkatkan kemampuan fisik pemain sepak bola tingkat intermediet di Ngawi.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION BERBASIS APLIKASI WINGEOM PADA MATERI BANGUN RUANG Heri Cahyono; Lia Septy Nirawati
Jurnal Humaniora Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran explicit instruction yang dimodifikasi menggunakan aplikasi matematika wingeom lebih baik dibandingkan model pembelajaran explicit instruction tanpa modifikasi pada materi bangun ruang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, yaitu dengan mengambil dua kelompok yang dijadikan sampel penelitian. Kelompok pertama diberikan model pembelajaran explicit instruction berbasis aplikasi wingeom, dan kelompok yang kedua diberikan model pembelajaran explicit instruction tanpa modifikasi. Penelitian ini dilakukan di MTs Darul Hikmah Ngompak Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi dengan jumlah sampel 61 siswa, dengan pembagian 30 siswa sebagai kelas eksperimen dan 31 siswa sebagai kelas kontrol. Pemilihan sekolah didasarkan pada jumlah kelas yang tersedia cukup banyak dan sarana prasarana yang memadai untuk pembelajaran. Uji yang digunakan pada penelitian ini adalah uji-t dengan uji prasyarat uji nomalitas dan homogenitas pada kedua kelompok sampel. Soal yang diujikan untuk memperoleh nilai prestasi sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian ini adalah rata-rata kelas eksperimen 80,67 dan kelas kontrol 60,32. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan uji-t dan a= 5% diperoleh tobs = 1,187 dan ttabel = 1,645 sehingga DK= {t│t< -1,960 atau t>1,960}. Simpulan uji hipotesis adalah H0 ditolak maka prestasi belajar matematika dengan model pembelajaran explicit instruction dengan aplikasi wingeom lebih baik daripada model explicit instruction tanpa aplikasi wingeom. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran explicit instruction berbasis aplikasi wingeom memberikan prestasi belajar yang lebih baik dari pada model pembelajaran explicit instruction tanpa aplikasi wingeom pada materi bangun ruang.
RUNNING DICTATION TO IMPROVE EFL STUDENTS’ WRITING Fitri Nurdianingsih; Oktha Ika Rahmawati
Jurnal Humaniora Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article refers to a classroom action research by implementing running dictation in teaching writing. Running dictation is fairly easy to prepare, explain, set up, and adaptable. Dictation activities also promote the conscious learning of structures. The subject of the study was the fourth semester of English department students in one private university in Bojonegoro. Running dictation was implemented in three cycles. The result shows that the implementation of running dictation in teaching writing can help students in their writing.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP DI PKBM BERDASARKAN MODEL GRINDLE Urip Tisngati; Martini Martini; Siska Iriani
Jurnal Humaniora Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini difokuskan pada pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup di PKBM Sido Maju dan PKBM Sedyo Langgeng di Pacitan dengan mengamati beberapa fenomena atau fakta sosial yang terjadi yang sekaligus menjadi pedoman wawancara di lapangan sesuai teori Grindle, yang meliputi derajad perubahan yang diinginkan serta pelaksana program. Jenis data adalah data primer dan data sekunder. Informan penelitian adalah pengelola, tutor, dan warga belajar. Data diambil saat kegiatan pelatihan berbasis peningkatan kecakapan hidup pada bulan April sampai dengan Mei 2015. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive dan prosesnya secara snow ball. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisa data meliputi reduksi data, penyajian (display) data, menafsirkan data, menyimpulkan data dan verifikasi, meningkatkan keabsahan hasil baru kemudian menarasikan hasil data. Temuan penelitian Pertama, terkait Derajad Perubahan Yang Diinginkan, (a) upaya menumbuhkan dan mengembangkan pengetahuan, nilai, sikap, perilaku dan wawasan kecakapan hidup dua PKBM yang dipilih sebagai sumber data, visi misi dan tujuannya sudah secara jelas memasukkan konsep pendidikan kecakapan hidup sebagai kebijakan yang diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari atau dalam tiap minggu. PKBM telah menerapkan pendekatan komprehensif, yaitu penanaman nilai-nilai Pendidikan Kecakapan Hidup sebagai mata pelajaran tersendiri, termuat dalam kurikulum sekolah. (b) upaya meningkatkan mutu sumberdaya manusia sebagai pelaksana Pendidikan Kecakapan Hidup. Berdasarkan data dokumentasi, PKBM menyiapkan SDM berupa tutor yang mampu memfasilitasi peserta didik cakap memenuhi kecakapan hidup. Kedua, Pelaksana Program. (a) pelaksana kebijakan Pendidikan Kecakapan Hidup di PKBM adalah dari unsur pengelola, tutor, dan warga belajar. Penyelenggaraan PKBM bersifat mandiri. pelaksana program memiliki tanggungjawab penuh untuk mewujudkan apa yang menjadi visi misi dan tujuan PKBM sebagai pelaksana pendidikan luar sekolah. (b). Penaanggung jawab program adalah pengelola dan tutor. Pengelola dan tutor mampu mewujudkan kompetensi pengajaran, sosial, dan kepribadian dengan dedikatif.
Pendidikan Sejarah dan Karakter Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional Heru Arif Pianto; Samsul Hadi
Jurnal Humaniora Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.185 KB)

Abstract

Pemilihan topic ini didasarkan pada perhatian penulis terhadap perkembangan generasi muda pada era sekarang ini yang sangat memprihatinkan. Pengetahuan terhadap suatu nilai kesejarahan sudah mulai menurun drastis. Mereka sebagian besar hanya membicarakan masalah kekinian saja serta mengesampingkan masa lalu. Sejarah mereka anggap hanya sebagai barang antik yang harus di museumkan. Kalangan generasi muda sekarang banyak yang mengidap penyakit amnesia sejarah. Padahal apabila kita amati secara cermat banyak sekali persoalan sekarang ini yang bisa diselesaikan dengan sejarah. Kembali pada tujuan awal bahwa belajar sejarah itu bukan hanya saja untuk mengetahui masa lampau, tetapi lebih dari itu, yaitu untuk melatih manusia lebih bersikap bijaksana dalam menyelesaikan persoalan. Persoalan bangsa selama ini menjadi suatu penghambat dalam majunya suatu negara. Lalu dengan kompleksnya persoalan negara itu, selanjutnya mau dibawa kearah mana negara ini kedepan. Semua itu tentunya tugas generasi muda sebagai generasi penerus bangsa. Luaran hasil penelitian ini diharapkan (1) menjadi artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal yang ber ISSN, (2) Publikasi hasil penelitian melalui seminar nasional yang diikuti oleh berbagai dosen dan mahasiswa pada perguruan tinggi, (3) Menjadi sebuah acuan untuk penyusunan materi sejarah lokal. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan karya ilmiah ini adalah metode penelitian sejarah, dengan cara merekonstruksi masa lampau melalui proses pengujian dan analisis secara kritis terhadap rekaman dan peninggalan masa lampau. Secara garis besar penelitian sejarah terbagi menjadi empat tahapan yaitu, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi.
KECENDERUNGAN POLA ASUH ORANG TUA, TIPE KEPRIBADIAN, DAN KECERDASAN EMOSIONAL MAHASISWA STKIP PGRI PACITAN Siska Iriani; Sunardi Sunardi
Jurnal Humaniora Vol 4 No 3 (2017): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a quantitative research that is aimed to describe the parenting styles which applied by parents, the students personality types, and the students emotional quotient of STKIP PGRI Pacitan. The sample was taken by accidental random sampling methods. The number of respondent are 152 students from various department at STKIP PGRI Pacitan. The data is analyzed descriptively. The research finding are: (1) generally the democratic parenting styles of parents is the dominant one that is 52,63%. The permisif styles has a 30,92% and the otoriter style are 16,45%. This general inclination is also happen on each department. (2) generally the personality types on each category is equivalent. The rational type is 29,61%, the idealis type is 27,63%, the guardian type is 21,71%, and the artisan type is 21,05%. Yet if it’s seen on each department, the personality type of student is vary. (3) generally the emotional quotient of respondent is equivalent. The high emotional quotient is 32,24%, the medium emotional quotient is 34,21%, and the low emotional quotient is 33,55%.
TEACHING LISTENING STRATEGIES TO INCREASE STUDENTS’ LISTENING COMPREHENSION Dwi Rahayu; Chusna Apriyanti
Jurnal Humaniora Vol 4 No 3 (2017): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is aimed to find out the strategies used by the lecturer in increasing students’ listening comprehension. The researchers used descriptive qualitative research design. The data were collected through observation and interview. The observation was implemented on the teaching listening class during May to June 2017. The respondents were the students of listening class STKIP PGRI PACITAN grade 1. Some students randomly were being inteviewed by the researchers. Besides, the data are also found by reading the theories related to listening skill. Finally, after having been collected, researchers reduce the data, displaying the data and elaborating the result and gaining the conclusion. The result shows that lecturer’ strategies in overcoming listening problems faced by students are implemented in these three stages: pre listening, while listening, and post-listening. Pre listening consists of explaining the purpose of listening, looking at visual aids, recognizing vocabularies of the listening text, activating background knowledge, activating topic knowledge, giving motivation to the students, and preparing good conducive situation. While listening consists of activities listening with visual, predicting the content of the listening text. listening for the gist (general understanding) or specific information, filling in blanks of a transcript of a passage with the words missing, sequencing, total physical response, detecting the differences between the passage and the general knowledge, matching items, following a route on a map and repeating the material recorded. While post listening consists of summarizing and reviewing to encourage discussion, giving extended responses, setting students to work in pair to create the dialogues based on the listening passage and peer teaching.
PENGGUNAAN MAPLE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR MATA KULIAH KALKULUS Aziz Ahmadi; Eka Putra Wahyu Suminar
Jurnal Humaniora Vol 4 No 3 (2017): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is a class action research that aims to improve learning motivation and learning achievement of students in the subject of the calculus. The study was conducted in two cycles with the following results. Learning achievement results obtained in the first cycle that only 14 students or 17.07% that scored at least 70 of all students and obtained an average score of students learning motivation questionnaire is at high category that is at score 48 (scale 15-75). The results of the second cycle obtained an average score of students learning motivation questionnaire is 50, which means at the high category as well as an improvement in terms of learning achievement that there are 56 students or 68.29% that scored at least 70 of all students so that indicators of success has been achieved.
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KARAWITAN SEBAGAI SARANA UNTUK MENUMBUHKAN CINTA TANAH AIR PADA SISWA MIM TAMBAKAN Praktik Hari Yuwono
Jurnal Humaniora Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya harus dimasukan ke dalam pendidikan, karena budaya dapat menyebabkan siswa tumbuh dan berkembang baik secara prilaku maupun sikap. Pembelajaran di luar kelas dapat diajarkan melalui kegiatan ekrakurikuler. Ekstakurikuler yang dapat melestarikan budaya ialah ekstrakurikuler karawitan. Ekstrakurikuler karawitan sangatlah bermanfaat dalam melestarikan budaya, karena karawitan merupakan musik asli dari Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) melihat keadaan ekstrakurikuler karawitan yang ada di MI Muhammadiyah Tambakan. 2)peran ekstrakurikuler karawitan dalam menumbuhkan cinta tanah air pada siswa. 3) faktor pendukung dan penghambat dalam kegiatan ekstrakurikuler karawitan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang paling dasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi, yaitu triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa keadaaan ekstrakurikuler karawitan dijadwalkan oleh pihak sekolah pada hari kamis, tetapi juga bisa dilaksankan dilain hari. Ekstrakurikuler karawitan yang diajarkan menggunakan metode intruksi langsung, menggunakan gaya banyumasan dan jenis sekar gending dalam pembelajarannya, dan terdapat alat gending yang mulai rusak. Faktor penghambat dalam kegiatan ekstrakurukuler karawitan ialah tentang alat yang sudah mulai rusak dan masuknya budaya asing. Faktor pendukung dalam ektrakurikuler karawitan ialah dari lingkungan dan sekolah.