cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Terapan Abdimas
ISSN : 25022806     EISSN : 25022784     DOI : https://doi.org/10.25273
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018)" : 12 Documents clear
PROBIOTIK UBI JALAR (POBIJAR) SEBAGAI PAKAN ORGANIK ALTERNATIF IKAN LELE Apriandi, Davi; Ardhi, Muh. Waskito
Jurnal Terapan Abdimas Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.818 KB) | DOI: 10.25273/jta.v3i1.2172

Abstract

Pakan di dalam budidaya lele menjadi faktor utama yang mempengaruhi hasil dan produksi petani lele. Dominasi pelet sebagai pakan satu-satunya pakan yang diberikan petani lele menjadikan  produksi hasil panen petani lele sangat labil. Hal ini disebabkan biaya produksi budidaya lele paling banyak terdapat pada berapa banyak pakan pelet yang dikonsumsi oleh ikan lele. Biaya produksi yang tinggi menyebabkan petani lele di desa Wonoayu mengalami kerugian. Semakin banyak kolam lele maka akan semakin banyak bibit ikan lele yang ditebar sehingga menuntut pakan yang lebih banyak pula. Semakin banyak pakan yang dikelurkan maka semakin banyak pula biaya produksi petani. Di samping itu masalah petani lele di desa Wonoayu lainnya adalah resiko kematian bibit ikan lele pada saat penebaran awal sehingga ikut mempengaruhi hasil akhir pada saat panen. Mengurangi kematian lele dan ketergantungan dari pelet akan menurunkan biaya produksi untuk membeli pelet. Pakan alternatif ikan lele menjadi salah satu solusi dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi petani lele di desa Wonoayu. Kekurangtahuan informasi dan teknologi pembuatan pakan lele mendorong peneliti untuk melakukan transfer teknologi pakan alternatif dari tanaman yaitu ubi jalar yang dikombinasikan dengan probiotik yang menjadi pakan probiotik ubi jalar (pobijar). Tujuan dan target luaran pengabdian ini adalah; (1) penyuluhan dan pembuatan pakan organik probiotik ubi jalar “pobijar”; (2) menurunkan biaya produksi pakan lele melalui pakan organik probiotik ubi jalar; (3) mengurangi kegagalan dalam budidaya ikan lele; (4) meningkatkan hasil produksi panen ikan lele; (5) meningkatkan pendapatan ekonomi petani lele. Metode yang digunakan dalam IbM adalah menggunakan pendekatan penyuluhan dan workshop pembuatan pakan organik probiotik  ubi jalar “pobijar” serta aplikasi langsung pada kolam ikan lele sebanyak 2 kolam milik ketua kelompok petani lele Jaya I dan 2 kolam milik ketua kelompok  petani Lele Jaya II di Desa Wonoayu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun.  IbM dilaksanakan selama 12 bulan dengan rencana kegiatan dan prosedur kerja sebagai berikut; (1) pembuatan sampel probiotik dan pakan organik probiotik ubi jalar; (2) penyuluhan cara menghadapi permasalahan-permasalahan dalam budidaya ikan lele (3) workshop pembuatan probiotik (4) workshop pembuatan pakan “pobijar (5) aplikasi pakan organik probiotik ubi jalar “pobijar” pada kolam ikan lele sebagai percontohan (6) monitoring dan evaluasi di setiap kelompok tani. Hasil dari pengabdian ini adalah petani dapat membuat pakan alternatif yaitu pakan probiotik ubi jalar (pobijar) dan menyediakan stok secagai cadangan pakan selama proses pembesaran lele. Penggunaan pakan probiotik ubi jalar dapat mengurangi jumlah kematian dan mengurangi biaya produksi sehingga meningkatkan hasil panen.
PELATIHAN AKUNTANSI DAN WIRAUSAHA PENGELOLA BANTUAN DAN PENERIMA BANTUAN PROGRAM JALIN MATRA PENANGGULANGAN KERENTANAN KEMISKINAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2016 DI DESA KAIBON KECAMATAN GEGER KABUPATEN MADIUN Cendriono, Nanang; Ardiana, Titin Eka; Widhianingrum, Wahna
Jurnal Terapan Abdimas Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.972 KB) | DOI: 10.25273/jta.v3i1.2162

Abstract

Abstract. Implementation of Poverty Matriculation Mitigation (PK2) Program in Kaibon Village, Geger Sub-district, Madiun District is a model of pilot activity in the framework of testing the process and the result of the activity so that it can be known the level of effectiveness and improvement efforts on the implementation of programs or activities that are larger and spacious. The objectives of community service at Jalin Matra PK2 Program in Kaibon Village are: (a) To encourage vulnerable villagers of Kaibon Village to be able to overcome their own vulnerability based on local social-economic potential in their village; (b) Encourage the vulnerable community of Kaibon Village to conduct productive economic activities based on the local socio-economic potential of the village, and (c) Encouraging the growth and development of Kaibon Village to be able to manage community empowerment activities, poverty alleviation and village economics. The target of community devotion of Jalin Matra Penanggulangan PK2 Program in Kaibon Village is target household (RTS) of PK2 beneficiaries and BUMDDa Kaibon village PK2 aid managers whose value is Rp. 100,000,000 received by East Java Provincial Government in 2016 through Jalin Matra Program. The selected target audience is the member of BUMDesa and the Beneficiary of Jalin Matra PK2 of Kaibon Village, Geger Sub-district, Madiun Regency, amounting to 17 people. The dedication to beneficiaries PK2 and BUMDDa Kaibon Jalin Matra beneficiaries include (1) Training Accounting to BUMDesa Kaibon as a fund manager of Jalin Matra PK2 Rp. 100.000.000, - (2) Entrepreneurship training for PK2 loan beneficiaries in Kaibon village, and (3) Submission of marketing technique of PK2 Program recipient business in Kaibon Village, Geger District, Madiun District. The result of Community Service at Jalin Matra PK2 Program in Kaibon Village is the training activity was held on 22 September 2017 at 15.30 WIB, located in Kaibon Village, Geger Sub-district, Madiun Regency. Participants of the training are members of BUMDesa and Recipients of the Constituents of Constituent of Kayu Matra PK2 of Kaibon Village totaling 17 people. So the conclusion after the accounting and entrepreneurship training activities for members of BUMDesa and beneficiaries of Jalin Matra PK2 Desa Kaibon to improve the financial performance of village government and business activities for beneficiaries in order to run smoothly. All participants enthusiastically attended the event to completion and felt the benefits of training for the progress of their business.Keywords: Improvement of Herbal Medicine Business, Jalin Matra Program Beneficiary                                                                                                               Abstrak. Pelaksanaan Program Jalin Matra Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan (PK2) di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun adalah sebagai model kegiatan percontohan dalam rangka pengujian proses maupun hasil kegiatan sehingga dapat diketahui tingkat efektifitas serta upaya-upaya perbaikan pada implementasi program atau kegiatan yang skalanya lebih besar dan luas. Tujuan pengabdian masyarakat pada Program Jalin Matra PK2 di Desa Kaibon antara lain: (a) Mendorong masyarakat rentan Desa Kaibon agar mampu mengatasi kerentanannya sendiri berdasarkan pada potensi sosial ekonomi lokal di desanya, (b) Mendorong agar masyarakat rentan Desa Kaibon  mampu melakukan kegiatan ekonomi produktif berdasarkan pada potensi sosial ekonomi lokal di desanya, dan (c) Mendorong tumbuh dan berkembangnya BUMDesa Kaibon supaya mampu mengelola kegiatan pemberdayaan masyarakat, penanggulangan kemiskinan dan perekonomian desa. Sasaran pengabdian masyarakat Program Jalin Matra Penanggulangan PK2 di Desa Kaibon adalah rumah tangga sasaran (RTS) penerima bantuan PK2 dan BUMDesa Kaibon pengelola bantuan PK2 yang nilainya Rp. 100.000.000,- yang menerima dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada  tahun 2016 lewat Program Jalin Matra. Khalayak sasaran yang dipilih adalah anggota BUMDesa dan Penerima Bantuan Jalin Matra PK2 Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun yang berjumlah 17 orang. Adapun pengabdian  terhadap penerima bantuan PK2 dan BUMDesa Kaibon penerima bantuan Jalin Matra meliputi (1) Pelatihan Akuntansi kepada BUMDesa Kaibon sebagai pengelola dana bantuan Jalin Matra PK2 yang nilainya Rp. 100.000.000,- (2) Pelatihan wirausaha terhadap penerima pinjaman PK2 di desa Kaibon, dan (3) Penyampaian Teknik pemasaran usaha penerima pinjaman Program PK2 di Desa Kaibon Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. Hasil dari Pengabdian Masyarakat pada  Program Jalin Matra PK2 di Desa Kaibon adalah Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 22 September 2017 waktu pukul 15.30 WIB, yang bertempat di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Peserta pelatihan adalah anggota BUMDesa dan Penerima Bantuan Jalin Matra PK2 Desa Kaibon yang berjumlah 17 orang. Sehingga kesimpulannya setelah kegiatan pelatihan akuntansi dan kewirausahaan bagi anggota BUMDesa dan penerima bantuan Jalin Matra PK2 Desa Kaibon untuk meningkatkan kinerja keuangan pemerintahan desa dan kegiatan usaha bagi penerima bantuan agar bisa berjalan dengan lancar. Semua peserta antusias mengikuti acara hingga selesai dan merasakan manfaat pelatihan bagi kemajuan usaha mereka.                                                                                                                   Kata kunci : Peningkatan Usaha Jamu, Penerima Bantuan Program Jalin Matra
IBM PERBANYAKAN TANAMAN SECARA VEGETATIF DI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR 2 DAN 3 Cahyanti, Lutfy Ditya; Hamawi, Mahmudah
Jurnal Terapan Abdimas Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.551 KB) | DOI: 10.25273/jta.v3i1.2168

Abstract

Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah 1) Memberikan wawasan baru kepada para santri KMI PMDG 2 dan 3 tentang perbanyakan tanaman 2) Memberikan wawasan  kepada para santri tentang pembuatan taman 3) Santri bisa melakukan penyedian bibit tanaman hias dan tanaman buah secara mandiri 4) Akan terbentuk taman-taman baru atau ruang terbuka hijau sehingga akan meningkatkan kenyamanan bagi penghuni asrama. Tahapan dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini dibagi menjadi pra pelaksanaan dan pelaksanaan. Tahapan prapelaksanaan  meliputi : 1)  Observasi lapangan. 2) Tahapan sosialisasi. Merupakan tahapan yang diperlukan untuk mensosialisasikan tahapan-tahapan IbM. 3) Tahapan persiapan alat dan bahan. Merupakan tahapan persiapan untuk menyiapkan segala persiapan alat dan bahan sebagai bahan praktek pelatihan untuk mitra. Adapun tahapan pelaksaan meliputi 1) Praktek pembuatan verticulture dan wall planter bag  2) Materi tentang Perbanyakan tanaman hias dengan  perbanyakan vegetatif  3) Praktek perbanyakan tanaman buah dengan grafting 4) Praktek pembuatan mini garden. Dari hasil observasi lapangan, diketahui permasalahan dari mitra 1 (PMDG 2) adalah 1) Kondisi vegetasi taman di PMDG 2 kurang variatif 2) Kurangnya skill dalam manajemen pengelolaan dan perawatan taman. Sedangkan permasalahan mitra 2 (PMDG 3) adalah 1) Kondisi vegetasi taman di PMDG 2 kurang variatif 2) Kurangnya skill dalam manajemen pengelolaan dan perawatan taman. Kesimpulan dari kegiatan IbM tersebut adalah kegiatan IbM sudah dapat menyelesaikan permasalahan mitra adalah 1) Santri terampil dalam penyediaan bahan tanam tanaman hias dan buah untuk di tanam di lingkungan pondok 2) Santri terampil dalam  nembuat vertical garden. 3) Santri terampil dalam membuat mini garden.
PELATIHAN PENYUSUNAN MODUL AJAR BERBASIS ACTIVE LEARNING BAGI KELOMPOK GURU SMP TA’MIRUL ISLAM SURAKARTA Nugroho, Anwari Adi; Hanik, Nur Rokhimah; Wiharti, Tri
Jurnal Terapan Abdimas Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.335 KB) | DOI: 10.25273/jta.v3i1.2163

Abstract

Abstract. A team of biology education department Univet Bantara Sukoharjo has conducted active learning module training for teachers at Ta'mirul Islam Junior High School Surakarta. The purpose of the training was 1) To provide an understanding of the active learning-based modules 2) To provide training in developing active learning modules. The method used was lecture and question and answer, as well as guidance on the preparation of active learning based modules. Training activities begin with pretest and delivery of materials by seminar method (lecture). After the seminar, training was conducted with the module by the method. The teachers then went on to complete the live teacher learning module at home for two weeks. In the following week (2nd meeting) a review and guidance for improvement take 2.5 hours (150 minutes), and the activity ends with posttest. The learning outcomes show an average score. 27.22 of scale 100. The score indicates that the understanding of the learning module of the active learning module is still low and necessary. The average posted result is 86.11 (scale 100). The pretest-postest rate for each participant results in more than 25%, which means that the increase from pretest to posttest meets the target. Training products assemble teaching modules as well. Obtaining a score of assessment of 4 teaching modules from teacher training result that is more than 70 (scale 100) which have fulfilled target minimum score 70 (scale 100).Keywords: active learning, module, teachers Abstrak. Tim pengabdian kepada masyarakat prodi pendidikan biologi Univet Bantara Sukoharjo telah melaksanakan pelatihan penyusunan modul berbasis active learning bagi guru-guru di SMP Ta’mirul Islam Surakarta. Tujuan dari abdimas adalah 1) Untuk memberikan pemahaman tentang modul berbasis active learning dan 2) Untuk memberikan pelatihan dalam penyusunan modul berbasis active learning. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab, serta bimbingan praktek penyusunan modul berbasis active learning. Kegiatan pelatihan diawali dengan pretes dan penyampaian materi dengan metode seminar (ceramah). Setelah kegiatan seminar, dilaksanakan pelatihan penyusunan modul dengan metode workshop. Guru kemudian melanjutkan penyelesaian  modul berbasis active learning guru di rumah selama 2 minggu. Pada minggu berikutnya (pertemuan PPM ke 2)  dilakukan review dan bimbingan perbaikan selama 2,5 jam (150 menit) dan kegiatan diakhiri dengan posttest. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa rata-rata skor pretes sebesar 27,22 dari skala 100. Skor tersebut menunjukkan pemahaman tentang penyusunan modul ajar berbasis active learning masih rendah dan perlu adanya pelatihan penyusunan modul ajar berbasis active learning. Hasil rata-rata postes yaitu sebesar 86,11 (skala 100). Sedangkan peningkatan skor pretes-postes setiap peserta diperoleh hasil lebih dari 25% yang berarti peningkatan dari pretes ke postes sudah memenuhi target. Produk pelatihan penyusunan modul ajar juga dinilai. Perolehan skor penilaian 4 modul ajar dari guru hasil pelatihan yaitu lebih dari 70 (skala 100) yang artinya sudah memenuhi target minimal skor 70 (skala 100).Kata kunci : active learning, modul, kelompok guru
PENGKAYAAN MATERI BAGI KADER JUMANTIK YANG TERGABUNG DALAM TANGGAP BOCAH [TABO] DI KECAMATAN SLEMAN Prasetyawati, Naris Dyah; Sudaryanto, Sigid; Muslikah, Muslikah; Widyantoro, Wahyu
Jurnal Terapan Abdimas Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.939 KB) | DOI: 10.25273/jta.v3i1.2169

Abstract

Di Indonesia demam berdarah merupakan penyakit menular yang belum bisa diberntas. Kasus demam berdarah di kecamatan sleman pada tahun 2015 mencapai 28 kasus. Diperlukan peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit DBD. Salah satu peran aktif dalam pencegahan DBD ini melalui edukasi anak-anak. Melalui kegiatan Tanggap Bocah (TABO) diharapkan mampu meberikan edukasi pencegahan penyakit DBD. Tujuan dari kegiatan ini adalah membentuk kader kesehatan cilik melalui TABO di Wilayah Kerja Puskesmas Sleman. Kegiatan ini menggunakan metode dengan diskusi, tanya jawab, dan  simulasi. Media pembelajaran ini menggunakan permainan anak dengan memasukan materi kesehatan lingkungan khususnya gerakan 3 M plus. Hasil kegiatan ini mampu mengajak dan meningkatkan kepedulian anak-anak terhadap program pengendalian DBD yaitu mampu melakukan pemantauan jentik di lingkungan rumah.Kegiatan ini dinilai sangat efektif sehingga memerlukan peningkatan pola pelatihan baik dari segi materi maupun komponen lainnya sehingga dapat terus sejalan mengikuti perkembangan informasi.
EFEKTIFITAS PELATIHAN KETERAMPILAN BERUSAHA DAN BANTUAN STIMULAN USAHA EKONOMIS PRODUKTIF TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN (STUDI KASUS DI KOTA BANJAR) Sulaeman, Maman
Jurnal Terapan Abdimas Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.532 KB) | DOI: 10.25273/jta.v3i1.2164

Abstract

Abstract Poverty is still a big and complex problem caused by social, cultural, political and economic conditions and interactions. Therefore, poverty reduction strategies and programs require an integrated approach, and their implementation is done gradually, planned and sustainable. The specific purpose of this research is to know the effectiveness of business skill training and stimulant aid of productive economic effort in poverty alleviation in Banjar City. This research uses survey method with sample number 94. Partial test result and simultaneous training of effort skill and economic effort productively effective in poverty alleviation.Keywords: poverty, skill, stimulant aid, economical Abstrak Kemiskinan masih merupakan masalah besar dan kompleks yang ditimbulkan oleh kondisi dan interaksi sosial, budaya, politik dan ekonomi. Oleh karenanya strategi dan program penanggulangan kemiskinan memerlukan pendekatan yang terpadu, dan pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, terencana dan berkesinambungan. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pelatihan keterampilan berusaha dan bantuan stimulan usaha ekonomis produktif dalam pengentasan kemiskinan di Kota Banjar. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan jumlah sampel 94. Hasil pengujian secara parsial dan simultan pelatihan keterampilan berusaha dan bantuan usaha ekonomis produktif efektif dalam pengentasan kemiskinan.Kata Kunci: kemiskinan, keterampilan, bantuan stimulan, ekonomi
IMPLEMENTASI PROGRAM PARENTING TENTANG STIMULASI MEMBACA, MENULIS, BERHITUNG BAGI ORANG TUA DAN GURU PAUD LIMO DEPOK Widyastuti, Ana
Jurnal Terapan Abdimas Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.075 KB) | DOI: 10.25273/jta.v3i1.2170

Abstract

Implementasi pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan bagaimana solusi dan cara menstimulasi anak tentang membaca, menulis dan berhitung bagi orang tua dan guru PAUD di kecamatan Limo Depok. Dilema tentang membaca, menulis berhitung atau yang sering disebut dengan calistung merupakan masalah klasik yang dirasakan orang tua hampir di semua daerah di Indonesia. Kenyataan bahwa sekolah dasar terutama sekolah negeri masih banyak yang mengharuskan anak TK masuk SD harussudah dapat calistung. Kekawatiran jika anaknya belum dapat membaca, menulis dan berhitung setelah lulus TK, membuat orang tua menuntut agar pihak sekolah menjamin anak mampu calistung.  Keluhan orang tua ini jika tidak diindahkan mereka akan memindahkan anaknya ke sekolah lain. Dilema yang juga dirasakan pihak sekolah atau guru, jika mereka akan kehilangan murid maka pendapatan sekolah akan menurun. Padahal persaingan sangat ketat karena banyak berdiri sekolah-sekolah PAUD di lingkungan sekitar.  Hal itu memaksa guru untuk berlomba-lomba mengajarkan anak calistung dengan berbagai cara. Pengabdian masyarakat ini, yang pertama berupa penyuluhan bagaimana mengubah persepsi orang tua dan guru bahwa memaksa anak belajar calistung di usia dini itu tidak dibenarkan.  Kedua,  orang tua dan guru bersama-sama praktik simulasi bermaincalistung agar nanti dapat dipraktikkan di rumah maupun di sekolah. Hal itu merupakan salah satu solusi yang menyenangkan bagi anak sehingga kemampuan calistungnya meningkat, bukan dengan memaksa anak untuk belajar seperti anak sekolah dasar. Luaran jangka pendek yang diharapkan adalah orang tua dan guru memiliki pengetahuan dan persepsi yang benar bahwa tidak diperbolehkan memaksa anak untuk belajar calistung. Luaran jangka panjangnya adalah orang tua dan guru dapat mempraktikkan solusi mengajar calistung pada anak yaitu dengan stimulasi bermain kreatif.
IPTEK BAGI MASYARAKAT SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ADMINISTRASI DESA BERBASIS WEB DI DESA SEKARAN KECAMATAN SIMAN – PONOROGO Musthafa, Aziz; Utama, Shoffin Nahwa
Jurnal Terapan Abdimas Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.292 KB) | DOI: 10.25273/jta.v3i1.2160

Abstract

Abstract. The development of technology is very influential on community service in the village. Therefore, Sekaran Village Siman District Ponorogo District has made various improvements, including one of the information systems.With a location that is not too far from the University of Darussalam Gontor makes basis why people empowerment in Sekaran village as a partner is held. The condition of administration service system in the Village is still conventional or manual. Such as (a) data storage of villagers is still in the register books; (b) data storage archives, especially letters from villages have not implemented application based information systems. This has become influential to the villagers or village officials, where human errors often occur, the service queue, and a waste of time and cost. Therefore we need a system to overcome the existing problems. Based on the problem, implementer people empowerment develop Sistem Administrasi Desa (SIMADES) to facilitate the service of residents data and administration.Keywords: Information System, SIMADES, administration Abstrak. Perkembangan teknologi yang cepat sangat berpengaruh terhadap pelayanan masyarakat dilingkup desa. Oleh karena itu Desa Sekaran Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo telah melakukan berbagai peningkatan, termasuk salah satunya peningkatan sistem informasi. Dengan lokasi yang tidak terlalu jauh dari Universitas Darussalam Gontor menjadikan dasar mengapa pengabdian masyarakat di Desa Sekaran sebagai mitra diadakan. Kondisi sistem  pelayanan  administrasi  kependudukan  di Desa saat ini  masih bersifat konvensional atau manual, seperti: (a) Pencatatan data penduduk desa dalam buku - buku register; (b) Pendataan arsip khususnya surat-menyurat belum menerapkan sistem informasi berbasis aplikasi. Hal tersebut berimbas kepada  perangkat  desa maupun penduduk desa, dimana sering terjadi human error, antrian pelayanan, serta pemborosan waktu dan biaya. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem untuk mengatasi permasalahan yang ada. Berdasarkan masalah tersebut, pelaksana pengabdian masyarakat melakukan pengembangan Sistem Informasi Desa (SIMADES) untuk memudahkan pelayan data kependudukan dan administrasi.Kata kunci: Sistem Informasi, SIMADES, administrasi
KARYA TULIS ILMIAH BAGI MAHASISWA STKIP ANDI MATAPPA KABUPATEN PANGKEP Saman, Abdul; Bakhtiar, Muhammad Ilham
Jurnal Terapan Abdimas Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.501 KB) | DOI: 10.25273/jta.v3i1.2165

Abstract

Abstract The purpose of this devotional activity is to provide participants with knowledge in writing scientific papers, (2) to improve students' ability in writing scientific papers (3) to improve and encourage students in writing KTI The methods used in community service are: by method of percentage and lecture and question and answer, discussion method, and practice method of composing scientific paper proposal After participating in this training, the participants have understood the material about the Basic Concept of Scientific Writing, the types of scientific papers, (1) The results of this one-day training exercise provide knowledge to the students of STKIP Andi Matappa, 95% can complete the worksheets that are part of to the participants to answer correctly (2) Ma the students who studied this activity are mostly the final study students, it seems from the enthusiasm of the participants that they want to know and deepen the material because this participant is the final study student or while preparing the thesis, so this material helps the students in facing the process of completing the study, (3) the effort done is to provide opportunities for students to train in preparing scientific papers and making papers, which then perform mentoringKeywords: Scientific Writing, College student Abstrak Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan peserta pengetahuan dalam menulis karya tulis ilmiah, (2untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis karya tulis ilmiah (3) untuk meningkatkan dan mendorong mahasiswa dalam menulis KTI. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah: pelatihan dengan metode persentase dan ceramah dan tanya jawab, metode diskusi, dan metode praktek penyusunan proposal karya tulis ilmiah. Setelah mengikut pelatihan ini, para peserta pelatihan telah memahami materi tentang Konsep Dasar Karya Tulis Ilmiah, jenis-jenis karya tulis ilmiah, syarat kerya ilmiah, teknik penulisan karya ilmiah, Pemilihan dan Penentuan Topik, dan Penyusunan Kerangka Isi serta peyusunan daftar pustaka. Hasil kegiatan ini adalah; (1) Hasil pelaksanaan pelatihan yang berlangsung sehari ini memberikan pengetahuan terhadap mahasiswa STKIP Andi Matappa, 95% dapat menyelesaikan lembar kerja yang dibagian kepada peserta menjawab benar. (2) Mahasiswa yang mengikiuti kegaiatn ini sebagian besar mahasiswa studi akhir perkuliahan, tampak dari antusias peserta ingin mengathui dan mendalami materi karena peserta ini adalah mahasiswa studi akhir atau sementara menyusun skripsi, sehingga materi ini membantu mahasiswa dalam menghadapi proses penyelesauai studinya, (3) Upaya yang dilakukan adalah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melatih menyusun karya tulis ilmiah dan membuat makalah, yang kemudian melakukan pendampinganKatakunci: Karya Tulis Ilmiah, Mahasiswa
STRATEGI BAHASA PERSUASI DALAM MEMASARKAN KIMONO BOOKMARK SEBAGAI BENTUK PRAKTIK KEWIRAUSAHAAN Kurniadi, Fajar; Gayatri, Askardiya Mirza; Ningtyas, Septiana Ika
Jurnal Terapan Abdimas Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.501 KB) | DOI: 10.25273/jta.v3i1.2171

Abstract

Kewirausaahaan merupakan sikap mental yang sedang banyak digaungkan pemerintah, termasuk pendidik. Adapun kegunaannya adalah untuk mengaktifkan peran masyarakat atau pendidik dalam kancah perekonomian Indonesia. Beberapa praktik diterapkan untuk memuluskan tujuan tersebut, salah satunya adalah pemanfaatan limbah menjadi barang layak jual. Pemanfaatan kain perca menjadi pembatas buku dengan model kimono menjadi jalan keluar dari beberapa masalah yakni limbah, pemunculan kreativitas, dan berwirausaha. Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahap, yakni tahap pemilahan limbah perca, pembuatan pembatas buku, dan menjualnya dengan berbagai media. Media paling digemari adalah media sosial dengan berbagai fiturnya. Mulai dari fitur menyatukan gambar hingga penggunaan bahasa yang mengajak pembeli setidaknya melihat produk yang dijual. Lingkup kegiatan ini adalah siswa SMK khususnya jurusan Administrasi Perkantoran yang sudah akrab dengan pencatatan dan pembukuan. Tujuan kegiatan ini adalah menumbuhkan minat kewirausahaan, meningkatkan kreativitas dengan membuat pola dan bentuk serta menumbuhkan semangat penggunaan bahasa persuasi dalam memasarkan produknya. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah pembatas buku dengan beberapa model dan penjualannya di media sosial dengan menggunakan beberapa gaya dan bahasa persuasi.

Page 1 of 2 | Total Record : 12