cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14111292     EISSN : 25415484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (p-ISSN: 1411-1292; e-ISSN: 2541-5484) is an online periodical journal of science that is published twice a year, in January and July by Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Udayana University. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil is a media to publish the results of scientific research students, academics, practitioners and observers in the field of civil engineering including structure, construction management, water resource management, transportation, geotechnical and environmental engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 10, No. 2 Juli 2006" : 9 Documents clear
PENELITIAN DAYA DUKUNG PELAT PADA LIMESTONE BERDASARKAN PERCOBAAN DI LABORATORIUM I Nyoman Aribudiman; AAKN Tjerita; Anissa Maria Hidayati
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 10, No. 2 Juli 2006
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.743 KB)

Abstract

Konstruksi angker dipakai pada permasalahan dinding turap sampai ketinggian 20 ft. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dukung pondasi plat angker pada limestone dengan berbagai macam kepadatan yaitu 48.50% dari ?d mak, 68.60% ?d mak, dan 84.60% ?d mak. Penelitian ini berdasarkan percobaan di Laboratorium, dengan plat angker berbentuk persegi empat sedangkan beban yang bekerja adalah berupa beban vertikal, bersudut (berinklinasi) dan beban kearah horisontal dengan kedalaman D/B = 1, 2, dan 3. Penelitian ini menggunakan box dari plat baja dengan ukuran 1.00 meter x 1.00 meter x 1.00 meter dengan tebal plat t= 3 mm. Limestone yang dipakai mempunyai kadar air (w) awal 13.26% dengan berat jenis (Gs) 2.625, dimasukan kedalaman box lapis demi lapis. Peningkatan beban diberikan sebesar 0.50 kg dengan interval waktu setiap 3 menit. Untuk masing-masing kepadatan dilakukan percobaan dengan kedalaman (D/B) 1, 2, dan 3, dengan variasi pembebanan (?) = 00 , 32.400 , 61.200 dan 900 . Dari hasil analisis didapat besarnya daya dukung tarik suatu plat angker dipengaruhi oleh dimensi, sifat-sifat tanah, posisi penempatan dan letak tertanamnya plat angker. Beban maksimum yang terjadi pada penarikan suatu plat angker dapat ditunjukan dalam bentuk faktor cabut/break out factor (Nq) besarnya sesuai dengan kenaikan ratio kedalaman (D/B) rata-rata. Besarnya kenaikan beban cabut akibat bertambahnya inklinasi (96.8%), Perpindahan (61.10%). Kemudian akibat pertambahan kepadatan beban cabut bertambah sekitar 110%. Akibat pertambahan ratio kedalaman (D/B) beban cabut bertambah sebesar 96.80%, serta faktor cabut bertambah sebesar 10.44% untuk setiap pertambahan ratio kedalaman (D/B).
PENAMBAHAN ABU SEKAM PADA BETON DALAM MENGANTISIPASI KERUSAKAN AKIBAT MAGNESIUM SULFAT PADA AIR LAUT Dharma Putra
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 10, No. 2 Juli 2006
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.09 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan prosentase optimal Abu Sekam sebagai bahan additive pada beton dalam mengantisipasi kerusakan beton akibat Magnisium Sulfat pada air laut. Material yang digunakan adalah pasir dan koral dari Karangasem, Semen type 1 merk Tiga Roda, dan abu sekam padi dari pabrik bata merah Kediri Tabanan. Benda uji berbentuk kubus dengan ukuran 10 cm x 10 cm x 10 cm, dengan komposisi volume campuran 1 semen : 2 pasir : 3 koral, faktor air semen 0,6. Prosentase penambahan abu sekam 0%, 10%, 12,5%, 15%, 17,5% dari berat semen. Setiap prosentase abu sekam dibuat 4 perlakuan dan setiap perlakuan dibuat 3 benda uji. Benda uji direndam dalam air laut dengan larutan 5% Magnesium Sulfat. Dibuat 6 bulan benda uji dengan 2 perlakuan dengan tanpa direndam sebagai kontrol. Pengujian kuat desak beton dilakukan setelah perendaman 90 hari. Kesimpulan penelitian adalah bahwa terjadi penurunan kuat tekan beton setelah direndam, Penambahan abu sekam dapat meningkatkan kuat tekan beton atau dapat mengantisipasi kerusakan pada beton. Prosentasi optimal penambahan abu sekam adalah 16,8% dari berat semen. Penambahan abu sekam mengurangi nilai slum.
ANALISIS SIKAP DAN PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMILIH RUMAH SEDERHANA SEHAT (RSH) PADA PT. BALI KARISMA PRATAMA KABUPATEN BADUNG, BALI I Wayan Muka; IGA. Adnyana Putera; Gede Astawa Diputra
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 10, No. 2 Juli 2006
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.67 KB)

Abstract

Persaingan antar pengembang untuk dapat menarik minat konsumen dalam memilih rumah semakin meningkat. Keputusan konsumen dalam memilih rumah dipengaruhi oleh sikap serta norma subyektif dalam lingkungan masyarakat. Norma terbentuk dari dorongan serta keyakinan yang berasal dari lingkungan sosial masyarakat, baik itu dari keluarga, teman, dan tetangga. Perilaku merupakan tindakan yang nyata dari konsumen setelah dapat menentukan sikapnya terhadap suatu produk. Sikap dan perilaku konsumen perlu diperhatikan untuk dapat menentukan langkah-langkah yang mesti diambil pengambang agar produk yang ditawarkan dapat diterima konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Sikap dan perilaku konsumen dalam memilih rumah sederhana sehat (RSH) pada PT. Bali Karisma Pratama; (2) Mengidentifikasikan faktor-faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih rumah sederhana sehat (RSH) pada PT. Bali Karisma Pratama. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan metode Fishbein untuk mengukur sikap dan perilaku konsumen dan analisis statistik dengan analisis faktor untuk mengidentifikasi faktor-faktor pertimbangan utama konsumen dalam memilih rumah. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) sikap dan perilaku konsumen dalam memilih rumah sederhana sehat (RSH) pada PT. Bali Karisma Pratama adalah baik, berarti penilaian konsumen terhadap 12(dua belas) variabel yang ada belum mendapat nilai ideal; (2) faktor yang terbentuk adalah 4(empat) faktor yaitu fisik perumahan, fasilitas umum perumahan, lingkungan perumahan, dan fasilitas sosial perumahan; (3) faktor-faktor yang menjadi pertimbangan utama bagi konsumen dalam memilih rumah adalah faktor fasilitas umum perumahan yaitu fasilitas air bersih/PDAM, fasilitas listrik/PLN dan fasilitas telepon. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas umum adalah sangat penting bagi konsumen karena fasilitas ini merupakan kebutuhan utama dibandingkan dengan fasilitas lainnya. Sehingga pada pengadaan pembangunan rumah sederhana sehat (RSH) ketiga variabel faktor fasilitas umum tersebut harus menjadi perhatian yang paling utama oleh pengembang.
BATASAN KEKAKUAN PONDASI PELAT KAKU DI ATAS TANAH ELASTIS Ketut Ardhana; Made Sukrawa; I Ketut Sudarsana
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 10, No. 2 Juli 2006
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.174 KB)

Abstract

Pondasi pelat umumnya dirancang dengan anggapan distribusi reaksi tanah dasar adalah linier sehingga analisis dapat dilakukan dengan metode konvensional (metode rigid). Anggapan ini benar bila kekakuan pondasi memadai. Untuk pondasi pelat yang kurang kaku dipilih metode lain yaitu metode fleksibel, yang memperhitungkan variasi dari distribusi reaksi tanah dasar akibat pengaruh fleksibelitas pondasi dan perilaku elastis tanah dasarnya. Penelitian ini bertujuan mencari batasan kekakuan pondasi pelat yang dianggap kaku di atas tanah elastis. Metode penelitian dilakukan dengan menganalisis 2 (dua) tipe pondasi pelat yaitu pondasi pelat dengan kolom tunggal (pondasi pelat tunggal) yang terdiri dari 6 (enam) ukuran dan pondasi pelat gabungan dengan dua kolom (pondasi pelat gabungan) yang terdiri dari 5 (lima) ukuran. Pondasi tersebut ditumpu di atas tanah elastis dengan 12 (dua belas) variasi modulus reaksi tanah dasar (ks) yang berbeda. Analisis dilakukan dengan program berbasis metode elemen hingga dengan metode eksak sebagai pembandingnya. Dalam proses analisis, masa tanah dimodel sebagai kumpulan pegas (elastic spring) yang berdiri sendiri dan tidak saling berhubungan, sedangkan pondasi dimodel dengan elemen shell (shell element). Dari 132 sampel pondasi yang ditinjau, diperoleh hasil bahwa batasan kekakuan pondasi pelat kaku di atas tanah elastis, merupakan besaran tak berdimensi (?l) yang nilainya 0,79, dan tebal minimum pondasi pelat kaku dapat dinyatakan dengan Persamaan : 1,975. dimana Ec adalah modulus elastisitas material pondasi (kN/m2), ks adalah modulus reaksi tanah dasar (kN/m3), l adalah panjang pondasi (m) dan ? adalah persamaan karakteristik Pondasi pelat dengan tebal kurang dari tebal minimum d, dikategorikan sebagai pondasi fleksibel, dan oleh karenanya analisis sebaiknya memakai metode fleksibel untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
ANALISIS INVESTASI PEMBANGUNAN TAMAN BUDAYA GARUDA WISNU KENCANA DI KABUPATEN BADUNG Mayun Nadiasa; I Gede Astawa Diputra; Wayan Yansen
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 10, No. 2 Juli 2006
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.4 KB)

Abstract

Taman Budaya GWK dibangun di kaki pulau Bali di atas bukit kapur di desa Ungasan dengan jarak kurang lebih 6 km dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Taman Terdiri atas sebuah Patung yang berada di atas bangunan Pedestal pada ketinggian 144,64 m. Patung ini dikitari atraksi budaya sebagai pendukung obyek wisata dengan kegiatan bisnis. Apakah proyek ini layak secara financial ? Analisis finansial didukung data yang sebagian besar menggunakan metode Estimasi yang berkaitan dengan aspek pembiayaan, menggunakan program analisis risiko @Risk. Sedangkan metode ramalan yaitu dengan metode dekomposisi, regresi linier dipergunakan dalam hal peramalan akan kedatangan wisatawan. Hasil penelitian ini adalah: Secara financial proyek tersebut di atas, NPV, IRR dan BCR dinyatakan layak dengan probalilitas antara 50 % hingga 55 %. NPV rata-rata adalah Rp. Rp. 116.162.424.523,10, dengan probabilitas 20 % dan sensitivitas yang paling kuat pengaruhnya adalah bangunan pedestal dan patung yaitu - 80 %. Distribusi nilai IRR berada dalam kisaran 16 % hingga 27 % dengan nilai rata-rata 20 %. Korelasi sebesar 10 % dari kedatangan wisatawan. Nilai BCR terdistribusi antara 0,79 hingga 1,73 dengan rata-rata 1,20. Probabilitasnya hanya 30 % dengan korelasi yang paling besar pengaruhnya adalah bangunan pedestal dan patung sebesar - 82 %.
ANALYSIS OF ACCESSIBILITY TO JOBS BY CAR IN THE CITY OF SYDNEY, AUSTRALIA Putu Alit Suthanaya
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 10, No. 2 Juli 2006
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.697 KB)

Abstract

Low density urban sprawl generates a greater need to travel than more compact structures of mixed land uses in which the physical separation of activities is small. One way to reduce travel needs would be to bring homes, jobs, and service together in a relatively compact urban centre to achieve a high level of accessibility with little need for movement. Recently, research has focused on the debate of the urban form contribution to reduce urban travel and car dependence and to achieve a more sustainable city. One variable to define urban form is accessibility to jobs. Accessibility concept can be used to analyze relative job-housing location. Using journey-to-work (JTW) Census data over a 35-year period from 1961 to 1996 in Sydney, this paper analyze accessibility to jobs in Sydney, Australia by applying several methods such as dispersal index, Z-score, lorenz curve and Hansen Index. The results indicated that both housing and employment have moved away from the CBD towards the outer areas. Decentralization of both residential workers and employment was followed by an increasing use of car. Because the employment location in the outer ring is much easier to reach by car, this leads to an increasing car dependence by residents. If the decentralization trend continues into the future without a change to the public transportation service, it is expected that the proportion using car will increase by about 12.7 percent of the 1981 share. The mean trip length by car is predicted to increase by about 20.5 percent from its 1981 value. This finding indicates that the change in the relative jobs-housing location was followed by a change in travel patterns.
PENGARUH JAM KERJA LEMBUR TERHADAP BIAYA PERCEPATAN PROYEK DENGAN TIME COST TRADE OFF ANALYSIS (STUDI KASUS: PROYEK REHABILITASI RUANG PERTEMUAN DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN PROVINSI BALI) A.A. Gde Agung Yana
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 10, No. 2 Juli 2006
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.98 KB)

Abstract

Salah satu alternatif yang dapat dipergunakan untuk melaksanakan percepatan proyek adalah dengan menggunakan kerja lembur. Salah satu metoda yang dapat digunakan untuk menganalisis pengaruh percepatan proyek terhadap biaya yang harus dikeluarkan adalah dengan analisis pertukaran biaya dan waktu (Time Cost Trade Off). Dalam Time Cost Trade Off akan dapat diketahui/dihitung percepatan yang paling maksimum dengan biaya yang paling minimum. Proyek Rehabilitasi Ruang Pertemuan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali dipilih untuk studi analisa karena adanya permintaan dari pihak Dinas untuk mempercepat penyelesaian proyek lebih awal dari waktu rencana yang tercantum dalam kontrak. Dengan keterbatasan sumber daya manusia maka percepatan proyek tersebut dilakukan dengan kerja lembur selama 4 jam sehari. Pengkompresian dilakukan pada item pekerjaan yang terdapat pada jalur kritis yang dimulai dari item pekerjaan yang memiliki cost slope terkecil. Kompresi yang dilakukan menyebabkan biaya langsung bertambah dan berkurangnya biaya tak langsung. Dari hasil perhitungan diperoleh waktu penyelesaian proyek optimum yaitu 117 hari dengan biaya total proyek Rp 1.018.549.188,40. Sedangkan waktu penyelesaian normal 150 hari dengan biaya total proyek Rp 1.025.250.107,10. Jadi terjadi pengurangan durasi selama 33 hari dan penghematan biaya sebesar Rp 6.700.919,00.
PENGARUH PERKUATAN LENTUR DENGAN PELAT BAJA TERHADAP PERILAKU BALOK-T JEMBATAN Made Sukrawa; L.G. Wahyu Widyarini
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 10, No. 2 Juli 2006
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.847 KB)

Abstract

Beberapa penelitian tentang penambahan perkuatan eksternal dari pelat baja pada balok beton bertulang telah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas dari penambahan pelat baja eksternal sebagai perkuatan lentur pada balok-T beton bertulang untuk jembatan. Sebanyak tiga buah balok-T standar Bina Marga dibuat dalam skala 1: 4, dimana satu buah balok digunakan sebagai kontrol sedangkan dua balok lainnya diperkuat dengan pelat baja. Balok T dengan lebar badan 112,5 mm, tinggi 262,5 mm, dan panjang 3750 mm, diperkuat pelat baja dengan dimensi 98,4x2400x1,4 mm. Pembebanan dilakukan dengan mengerjakan dua buah beban terpusat sejarak 1 m ditengah bentang balok, yang menirukan beban roda truk menurut BMS 1992. Parameter yang diukur dalam pengujian ini adalah lendutan, beban retak pertama dan lebar retak. Hasil pengujian kemudian dibandingkan dengan hasil analisa. Balok-T standar Bina Marga bentang 15 m masih cukup kuat bila dibebani sebesar beban batas menurut BMS 1992. Hal ini terlihat dari lendutan yang terjadi pada balok kontrol lebih kecil dari lendutan ijin pada saat dibebani sebesar beban layan dengan faktor kejut (DLA) sebesar 0,3. Prosentase perbandingan lendutan balok dengan lendutan ijin adalah sebesar 87,5%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan pelat perkuatan dapat meningkatkan kekakuan balok. Lendutan yang terjadi pada balok perkuatan (B1 dan B2) lebih kecil 71% dari lendutan balok kontrol (BK) untuk pembebanan 16,25 kN, lebih kecil 56,9% untuk pembebanan 32,5 kN dan lebih kecil 36,04% untuk pembebanan 65 kN. Pada pembebanan ultimit, lendutan balok perkuatan (B1) lebih kecil 45,6% dari lendutan balok kontrol (BK). Beban retak pertama hasil eksperimen pada balok dengan perkuatan (B1 dan B2) lebih besar 65,4% dari balok kontrol (BK). Pola kegagalan yang terjadi pada balok dengan dan tanpa perkuatan adalah kegagalan geser yang disebabkan oleh perbedaan mutu baja antara model dengan prototipe.
HUBUNGAN ANTARA KUAT TEKAN DAN FAKTOR AIR SEMEN PADA BETON YANG DIBUAT DENGAN MENGGUNAKAN SEMEN PORTLAND-POZZOLAN I Made Alit Karyawan Salain; I.B. Rai Widiarsa
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 10, No. 2 Juli 2006
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.13 KB)

Abstract

Hubungan antara kuat tekan (?’b) dan faktor air semen (fas) pada beton yang dibuat dengan menggunakan semen portland-pozzolan (PPC) telah diteliti pada umur 3, 7, 28 dan 90 hari. Sebagai pembanding digunakan beton yang dibuat dengan menggunakan semen portland tipe I (PC). Campuran beton ditetapkan dalam perbandingan berat, antara semen : agregat halus : agregat kasar sebesar 1 : 2 : 3 dengan variasi fas : 0,4, 0,5, 0,7 dan 0,9. Untuk uji tekan digunakan silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm dimana untuk satu umur uji dan nilai fas dibuat 3 (tiga) buah benda uji. Pembuatan dan perawatan benda uji dilakukan dengan tata cara standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara ?’b dan fas pada beton dengan PPC mengikuti hukum Duff Abrams yaitu kuat tekan berkurang secara exponential dengan meningkatnya nilai faktor air semen. Pada umur awal kuat tekan beton dengan PPC lebih rendah dari beton dengan PC, namun lebih tinggi setelah melampaui umur 7 hari. Pada penggunaan nilai faktor air semen antara 0,4 sampai 0,9, perbedaan kuat tekan yang dihasilkan oleh beton yang dibuat dengan PPC dan PC hanyalah sekitar 1-17% dan 3-26% berturut-turut pada umur 28 dan 90 hari.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2006 2006


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 1, Maret 20230 Vol 27 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 2, September 2023 Vol 27 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 1, Maret 2023 Vol 26 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 26 No. 2, Juli 2022 Vol 26 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 26 No. 1, Januari 2022 Vol 25 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 25 No. 2, Juli 2021 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 25, No. 1, Januari 2021 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 24, No. 2, Juli 2020 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 24, No. 1, Januari 2020 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 23, No. 2, Juli 2019 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 23, No. 1, Januari 2019 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 22, No. 2, Juli 2018 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 22, No. 1, Januari 2018 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 21, No. 2, Juli 2017 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 21, No. 1, Januari 2017 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 20, No. 2, Juli 2016 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 20, No. 1, Januari 2016 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 19, No. 2, Juli 2015 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 19, No. 1, Januari 2015 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 18, No. 2, Juli 2014 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 18, No. 1, Januari 2014 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 17, No. 2, Juli 2013 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 17, No. 1, Januari 2013 Vol. 16, No. 2 Juli 2012 Vol. 16, No. 1 Januari 2012 Vol. 15, No. 2 Juli 2011 Vol. 15, No. 1 Januari 2011 Vol. 14, No. 2 Juli 2010 Vol. 14, No. 1 Januari 2010 Vol. 13, No. 2 Juli 2009 Vol. 13, No. 1 Januari 2009 Vol. 12, No. 2 Juli 2008 Vol. 12, No. 1 Januari 2008 Vol. 11, No. 2 Juli 2007 Vol. 11, No. 1 Januari 2007 Vol. 10, No. 2 Juli 2006 Vol. 10, No. 1 Januari 2006 Vol. 9, No. 2 Juli 2005 Vol. 9, No. 1 Januari 2005 More Issue