cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14111292     EISSN : 25415484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (p-ISSN: 1411-1292; e-ISSN: 2541-5484) is an online periodical journal of science that is published twice a year, in January and July by Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Udayana University. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil is a media to publish the results of scientific research students, academics, practitioners and observers in the field of civil engineering including structure, construction management, water resource management, transportation, geotechnical and environmental engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 403 Documents
Optimasi Paramater Bukaan dengan Pengaku Diagonal pada Balok Kastela yang Tertumpu Lateral Erwin Sanjaya
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 24, No. 1, Januari 2020
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shear force in general greatly contributes to cause failure of castellated beams so diagonal stiffeners on the openings are required. Optimization was done by vary dimension of openings and diagonal stiffeners. Finite element method is utilized to perform nonlinear analysis. The objective of this research is to compare the numerical results of castellated beams without diagonal stiffeners with AISC design procedures that provided in Steel Design Guide 31, AISC 2016. Furthermore, nonlinear behaviour that involves critical load and Von Mises stress distribution of castellated beams with and without diagonal stiffeners were studied to obtain optimum dimension of openings and diagonal stiffeners. Optimum value in this research involves the greatest initial stiffness (Ki), strength (wmax), and ductility (?) of structure. The results showed that AISC design procedures could predict the location of maximum stress accurately and yield more conservative ultimate strength of beam compared to numerical result. The optimum models on castellated steel beams without diagonal stiffeners are CB60-1 (wnstmax = 56,16 kN/m) and CB45-1 (?nst = 3,06) with average initial stiffener 5,78 kN/m. While, the optimum models on castellated steel beams with diagonal stiffeners are CB45-33 (Ksti = 6,99 kN/m/m), CB60-11 (wstmax = 67,53 kN/m), and CB60-24 (?st = 2,79). Thus, utilization of diagonal stiffeners is effective to increase initial stiffness and strength of structure, but reduce the structure’s ductility.
STUDI PARAMETRIK BETON CAMPURAN REMAH KARET DAN FABA (FLY ASH BOTTOM ASH) UNTUK PERKERASAN KAKU Monita Olivia; Muhammad Rizky; Gunawan Wibisono
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 24, No. 2, Juli 2020
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2020.v24.i02.p06

Abstract

Penumpukan ban bekas di alam terus mengalami peningkatan karena pemanfaatan ban bekas yang masih sedikit sehingga potensi terjadinya pencemaran lingkungan sangat tinggi karena ban bekas tidak dapat terurai secara alami. Salah satu limbah industri hasil pembakaran batu bara yang termasuk berbahaya bagi lingkungan adalah abu terbang abu dasar atau fly ash bottom ash (FABA) pada industri pembangkit listrik. Kedua limbah tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki kinerja perkerasan kaku (rigid pavement) untuk jalan sehingga memiliki kekakuan dan durabilitas tinggi. Pada penelitian ini diteliti parameter yang berpengaruh terhadap kuat lentur optimum pada perkerasan kaku menggunakan campuran remah karet dan FABA sesuai spesifikasi pekerjaan jalan dan jembatan tahun 2018. Beberapa campuran beton dikaji dalam penelitian ini memiliki variasi fas atau faktor air semen (0,30; 0,32; 0,34), remah karet (0%, 5%, 10%), FABA (0%, 5%, 10%) dan perlakuan terhadap karet (disaring, tidak disaring dan serat). Campuran beton kontrol adalah campuran dengan menggunakan semen PCC. Persentase remah karet adalah berdasarkan berat agregat halus, dan persentase FABA sesuai dengan berat semen. Hasil pengujian pada umur 28 hari menunjukkan bahwa campuran dengan variasi faktor air semen = 0,30, remah karet = 5%, FABA = 10% menghasilkan kuat tekan dan kuat lentur optimum masing-masing 32.07 MPa dan 4.62 MPa. Kedua nilai tersebut telah memenuhi persyaratan dalam spesifikasi umum pekerjaan jalan dan jembatan. Berdasarkan studi parametrik dapat diperoleh campuran yang tepat antara remah karet dan FABA sehingga dapat meningkatkan sifat mekanik beton dan berpotensi sebagai bahan perkerasan kaku.
STUDI KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL PANAS MENGGUNAKAN AGREGAT ABU BATU I Gusti Raka Purbanto; I Nyoman Arya Thanaya; Ni Made Dwi Paramita Utari
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 24, No. 2, Juli 2020
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2020.v24.i02.p02

Abstract

Campuran aspal panas dengan abu batu dapat digunakan untuk pemeliharaan jalan dihamparkan dengan ketebalan yang tipis sekitar 5 mm. Aplikasi campuran tersebut sudah sering dilakukan, akan tetapi belum banyak diketahui karakteristiknya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis karakteristik campuran aspal panas dengan abu batu. Penelitian dilakukan dengan melakukan pemeriksaan agregat abu batu, pemeriksaan aspal penetrasi 60/70, pembuatan sampel dengan pencampuran secara panas dengan variasi kadar aspal 7%, 7,5%, 8%, 8,5%, 9% dengan (2x50) tumbukan Marshall, uji Marshall untuk mendapatkan nilai kadar aspal optimum, uji cantabro dan uji Indirect ensile Strength (ITS). Diperoleh hasil bahwa gradasi abu batu yang dipakai memenuhi spesifikasi Latasir kelas A dan B, dimana gradasi yang didapatkan berupa gradasi yang relatif menerus. Diperoleh kadar aspal optimum 8,05%, dengan karakteristik Marshall berupa: stabilitas 2871,76 kg (spec ?200 kg), flow 3,30 mm (spec 2-3 mm), Marshall quotient 880,55 kg/mm (spec ?80 kg/mm), VIM sebesar 4,858% (spec ?80 kg/mm), VMA sebesar 21,055% (spec ?20%), VFB sebesar 76,982% (spec ?75%), stabilitas sisa 96,346 % (spec ?90 %). Dengan nilai stabilitas yang cukup tinggi bahkan dapat melampaui 800 kg, hal ini menunjukkan bahwa campuran aspal panas dengan agregat abu batu dapat digunakan untuk lalu lintas berat. Hasil uji Cantabro didapatkan nilai sebesar 1,39% (spec ?16%) dan uji kuat tarik tidak langsung didapatkan nilai sebesar 1018,25 kPa.
ANALISIS KAPASITAS SALURAN DRAINASE DAN PENANGANAN BANJIR DI JALAN BUMI AYU DESA SANUR KECAMATAN DENPASAR SELATAN I Made sutrisna Ari Kesuma; Mawiti Infantri Yekti; Ida Bagus Purbawijaya
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 24, No. 2, Juli 2020
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2020.v24.i02.p07

Abstract

Flooding is a condition where excess capacity of water cannot be accommodated. It makes the water overflow to the right and left sides of the embankment of the drainage channel that causes adverse inundation. Flood phenomenon is absolutely inseparable from0the contribution0of the physical0condition0of an area from the0topography of an area where the land is gentler than0the0surrounding land. These problems occur in the drainage channel located on Jalan Bumi Ayu Denpasar. This study was aimed to deal with flooding by evaluating the capacity of the existing channel and increasing the channel on Jalan Bumi Ayu Denpasar. The analysis of drainage channel capacity in calculating rainwater discharge by observing flow patterns and channel dimension planning based on surveys that have been conducted. The annual maximum daily rainfall data was obtained from the Regional Office of the Meteorology and Geophysics Agency in Region III Denpasar. The rainfall stations reviewed were Sanglah Station and Sumerta Station. It starts with analyzing the annual maximum daily rainfall data so that the Intensity Duration Frequency (IDF) curve was obtained. Calculation of time concentration is calculated using the Kirpich formula, then the theoretical plan flood discharge was carried out by the Rational Method, namely Qt = 0.278.C.I.A and channel capacity was calculated by the formula Qsal = A.V. If the calculation results show Qsal> Qt, then the area is safe from inundation / flood problems. From the results of the analysis, the tertiary drainage could not accommodate theoretical discharge for the return period of 2 and 5 years, on the secondary channel it was unable to0accommodate0theoretical discharge0for the return0period of 5 and 10 years. So it is necessary to increase0the channel capacity0dimensions from SBA 1 to SP 4 (B: 0,75 - 1; H: 0,9 - 1,7) m.
PENILAIAN KONDISI PERKERASAN JALAN P.B SUDIRMAN DENPASAR DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) I Made Agus Ariawan; I Nyoman Widana Negara; I Made Yogi Kusendrayana Putra
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 24, No. 2, Juli 2020
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2020.v24.i02.p03

Abstract

Jalan P.B Sudirman adalah salah satu jalan di Kota Denpasar yang termasuk dalam klasifikasi jalan kolektor kelas III A 4 lajur 2 arah dengan median (4/2 D), memiliki lebar rata-rata 7m dan median 3 m. Perkerasan pada Jalan P.B Sudirman mengalami kerusakan akibat tingginya volume lalu lintas dan beban kendaraan berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kerusakan lapisan permukaan, nilai indeks perkerasan, dan kondisi perkerasan jalan. Pavement Condition Index (PCI) merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Panjang jalan yang dianalisis yang terbagi menjadi 4 segmen berdasarkan jumlah simpang yang terdapat pada jalan tersebut. Data primer seperti jenis kerusakan, ukuran kerusakan (lebar, panjang, kedalaman), tingkat keparahan kerusakan (low, medium, high) dan dokumentasi kerusakan diperoleh melalui survey secara manual di lapangan, sedangkan data sekunder seperti layout jalan diperoleh dari instansi terkait. Terdapat 9 jenis kerusakan perkerasan yaitu retak kulit buaya, retak blok, retak memanjang/melintang, alur, retak pinggir, pinggir jalan turun vertikal, lubang, tambalan, pelapukan/pelepasan butir, dengan nilai indeks PCI dan kondisi tiap segmennya yaitu, segmen 1 = 74,49 (satisfactory), segmen 2 = 60 (fair), segmen 3 dan 4 masing-masing bernilai 47,13 dan 52 (poor), serta nilai indeks total Jalan P.B Sudirman dengan nilai 61,64 dengan kondisi fair.
KARAKTERISTIK CAMPURAN HRS-WC DENGAN MENGGUNAKAN PASIR KUARSA SEBAGAI AGREGAT HALUS I Nyoman Karnata Mataram; I Nyoman Arya Thanaya; I Made Aryawibawa Adiputra
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 24, No. 2, Juli 2020
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2020.v24.i02.p08

Abstract

Di Provinsi Kalimantan Tengah terdapat beberapa sumber agregat yang digunakan untuk membuat campuran perkerasan jalan. Pasir kuarsa adalah salah satu agregat halus yang jumlahnya cukup banyak ditemui, namun pasir kuarsa belum banyak digunakan pada campuran perkerasan. Pasir kuarsa adalah mineral yang terdiri atas kristal-kristal silika (SiO2) dan mengandung senyawa pengotor yang terbawa selama proses pengendapan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik campuran perkerasan HRS-WC dengan pasir kuarsa sebagai agregat halus, menganalisis nilai Cantabro dan Indirect Tensile Strength. Dipergunakan agregat kasar batu pecah sedangkan agregat halus dan filler menggunakan pasir kuarsa. Agregat diproporsikan sesuai gradasi ideal, kemudian material dicampur dengan aspal dalam keadaan panas (hot mix) dan dipadatkan dengan 2x50 tumbukan Marshall. Selanjutnya dilakukan uji Marshall, uji Cantabro test, dan Uji Indirect Tensile Strength (ITS). Diperoleh berat jenis Bulk, SSD, Apparent, dan Penyerapan pasir kursa, secara berturut-turut yaitu 2,40; 2,44; 2,51; dan 1,71%. Sedangkan dari pengujian angularitas, sand equivalent, dan kadar lempung diperoleh hasil masing-masing 44,5%; 98,3% dan 0,88%. Hasil uji Marshall campuran perkerasan HRS-WC pada kadar aspal optimum 7.5%, memberi stablilitas 1160,34 kg; flow 3,302 mm; Marshall Quotient 352,0,34 kg/mm; VIM 5,456%; VMA 23,733%; VFA77,027%. Hasil tersebut sudah memenuhi spesifikasi sifat Marshall Direktorat Jenderal Bina Marga, Spesifikasi Umum 2018. Hasil uji Cantabro 0,488% (<16%); dan nilai ITS 650,12kPa.
PENGARUH PENAMBAHAN ABU LIMBAH BATU BARA TERHADAP KARAKTERISTIK PASIR SEBAGAI LAPISAN PONDASI JALAN Made Dodiek Wirya Ardana
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 24, No. 1, Januari 2020
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lapisan pondasi jalan adalah bagian dari perkerasan jalan raya yang terletak di antara lapisan permukaan jalan (surface) dan tanah dasar (subgrade). Pada perkerasan lentur lapisan pondasi jalan memiliki fungsi untuk menyebarkan beban kendaraan yang melintas diatasnya agar tegangan yang sampai ke tanah dasar tidak melampaui tegangan yang dapat menimbulkan deformasi berlebihan. Lapisan pondasi jalan memiliki spesifikasi khusus dalam menentukan material yang akan dipakai, baik ukuran butiran, sifat fisik, maupun nilai daya dukung (CBR) dimana nilai CBR ini merupakan daya dukung dari lapisan pondasi jalan dan sekaligus dapat dipakai acuan dalam menentukan ketebalan lapisan pondasi jalan. Material yang dominan dipakai dalam lapisan pondasi jalan adalah pasir/krikil. Pasir/krikil memiliki ukuran butiran lebih besar dari pada tanah lempung. Ketidak sesuaian material yang dipakai dengan spesifikasi yang digunakan untuk lapisan pondasi jalan, terutama untuk masalah gradasi butiran yang kekurangan butiran halus dapat diatasi dengan penambahan suatu material tertentu yang berguna untuk melengkapi gradasi butiran yang kurang, dan dapat meningkatkan daya dukung (CBR) dari lapisan pondasi jalan. Dalam penelitian ini, bahan yang ditambahkan pada material yang tidak sesuai dengan spesifikasi dari lapisan pondasi jalan adalah abu limbah batu bara, dimana penambahannya akan dicari persentase campuran abu limbah batu bara dengan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi lapisan pondasi jalan yang paling bagus untuk masuk spesifikasi gradasi lapisan pondasi jalan. Hasil dari penelitian ini didapatkan persentase penambahan abu limbah batu bara terhadap material tanah yang diuji paling ideal dalam spesifikasi gradasi lapisan pondasi jalan sebesar 13% dari berat kering tanah tersebut. Selain itu dengan penambahan abu limbah batu bara menghasilkan kerapatan relatif dari tanah dan kepadatan tanah semakin meningkat, oleh karena itu nilai CBR dari tanah juga semakin meningkat. Dimana sebelum ditambahkan abu limbah batu bara nilai CBR tanah sebesar 62%, namun setelah ditambahkan abu limbah batu bara nilai CBR mengalami peningkatan menjadi 94%.
ANALISIS POLA PERJALANAN MASYARAKAT KABUPATEN TANA TIDUNG PROVINSI KALIMANTAN UTARA Muhammad Djaya Bakri; Iif Ahmad Syarif
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 24, No. 2, Juli 2020
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2020.v24.i02.p04

Abstract

Pembangunan sektor transportasi tidak terlepas dari proses perencanaan, di berbagai wilayah banyak dihadapkan oleh masalah yang timbul akibat tidak ditemukannya proses perencanaan yang sistematis dan integral. Proses perencanaan merupakan aspek penentu dalam keberhasilan pembangunan sektor transportasi, dalam tahap perencanaan transportasi diawali dengan tahap pemodelan transportasi. Pemodelan transportasi ditujukan untuk memprediksi jumlah serta lokasi kebutuhan akan transportasi. Kondisi Kabupaten Tana Tidung yang merupakan wilayah pemekaran dan baru berkembang memberikan peluang dan kesempatan bagi perencana untuk menata secara sistematis dan berkesinambungan pembangunan sektor transportasi yang belum dan tidak dapat dilakukan oleh berbagai wilayah yang telah maju dan berkembang di Indonesia saat ini. Metode analisis yang digunakan dalam menggambarkan pola pergerakan transportasi di Kabupaten Tana Tidung adalah dengan Gravity Model. Hasil analisis menunjukkan pergerakan internal tebesar terjadi di Kecamatan Sesayap yang merupakan Ibukota Kabupaten, tepatnya di Tideng Pale dengan pergerakan sebesar 2.577 orang per hari. Secara umum pergerakan terbesar adalah (dengan asal-tujuan) Kecamatan Sesayap sebagai wilayah pusat pemerintahan dan perdagangan di Kabupaten Tana Tidung. Pola perjalanan pada masyarakat pada tiga Kecamatan lainnya di Kabupaten Tana Tidung juga menunjukkan hal yang serupa. Aksesibilitas yang masih rendah, jumlah penduduk yang relatif kecil, wilayah yang cukup luas, serta masyarakat yang bermukim secara menyebar dalam jumlah yang kecil, menjadi tantangan bagi perencana dan pengambil kebijakan untuk melakukan pengembangan dan pembangunan pada sektor transportasi di Kabupaten Tana Tidung.
ANALISIS PENERAPAN GREENSHIP EXISING BUILDING VERSI 1.1 PADA BANGUNAN GEDUNG UMALAS HOTEL & RESIDENCE Dewa Ketut Sudarsana; Kadek Diana Harmayani; Merry Kristianty
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 24, No. 2, Juli 2020
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2020.v24.i02.p09

Abstract

Pengembangan pariwisata di Indonesia memiliki potensi besar sebagai sumber pendapatan negara, terutama untuk daerah-daerah yang memiliki kekayaan alam dan budaya ‘tumpah ruah’. Pulau Bali adalah tujuan pariwisata paling eksotis di Indonesia karena memiliki sesuatu yang istimewa. Salah satu isu lingkungan di Bali adalah pencemaran air bersih yang disebabkan oleh meningkatnya pembangunan akomodasi pariwisata seperti salah satunya, yaitu hotel. Kerusakan pada lingkungan bisa terjadi apabila pembanguan yang dilakukan tidak memperhatikan aspek-aspek di sekitarnya seperti penggunaaan lahan yang efektif, hemat dalam penggunaan energi dan air serta pemilihanan material yang ramah lingkungan. Green Building dapat menjadi salah satu solusi di bidang konstruksi. GBCI membuat suatu perangkat penilaian yaitu Greenship Exisiting Building yang dibuat khusus untuk gedung yang sudah terbangun mengingat bahwa gedung existing yang menerapkan konsep Green Building di Indonesia masih sangat kurang. Sertifikasi Green Building pada gedung existing dapat dilakukan dengan cara menerapkan beberapa perubahan pada gedung tersebut agar menjadi lebih ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persentase Green Building dengan perangkat penilaian Greenship Existing Building Versi 1.1 dan memberikan rekomendasi teknis sehingga Umalas Hotel & Residence dapat melakukan beberapa perubahan yang mengarah kepada penerapan konsep Green Building. Dari 40 kriteria kredit dengan poin maksimal 117, gedung Umalas Hotel & Residence memperoleh 54 poin. Persentase memenuhi kriteria Green Building sebesar 46% sehingga dapat dikategorikan dalam predikat Silver.
EVALUASI KINERJA RUTTING HOT MIX ASPHALT Hery Awan Susanto; Gandjar Pamudji; Bagyo Mulyono
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 24, No. 2, Juli 2020
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2020.v24.i02.p01

Abstract

Salah satu jenis kerusakan jalan adalah rutting (deformasi). Rutting merupakan kerusakan struktural jalan yang dapat mengganggu kenyamanan berlalu lintas. Rutting adalah faktor penting yang harus diperhatikan dalam campuran beraspal. Penyebab dari deformasi adalah regangan geser yang terjadi pada struktur perkerasan lentur. Pada penelitian ini, perilaku deformasi perkerasan lentur dievaluasi melalui pengujian simulasi di laboratorium dengan menggunakan alat Hamburg Wheel Tracking Device (HWTD) dan Scaled Accelerated Load Simulator Device (SALSD). Korelasi dari dua jenis pengujian simulasi dianalisa untuk mendapatkan nilai faktor konversi (FI) dengan mempertimbangkan parameter temperatur, kecepatan pengujian, frekuensi representatif dan modulus dinamik dari campuran Hot Mix Asphalt (HMA). Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya korelasi rutting antara HWTD dan SALSD pada temperatur yang berbeda. Faktor konversi HWTD ke SALSD sebesar 0,93. Dari hasil analisis dapat disimpulkan pula bahwa peningkatan nilai rutting material HMA menyebabkan berkurangnya efektivitas faktor konversi diantara kedua pengujian tersebut.

Filter by Year

2005 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 1, Maret 20230 Vol 27 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 2, September 2023 Vol 27 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 1, Maret 2023 Vol 26 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 26 No. 2, Juli 2022 Vol 26 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 26 No. 1, Januari 2022 Vol 25 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 25 No. 2, Juli 2021 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 25, No. 1, Januari 2021 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 24, No. 2, Juli 2020 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 24, No. 1, Januari 2020 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 23, No. 2, Juli 2019 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 23, No. 1, Januari 2019 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 22, No. 2, Juli 2018 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 22, No. 1, Januari 2018 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 21, No. 2, Juli 2017 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 21, No. 1, Januari 2017 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 20, No. 2, Juli 2016 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 20, No. 1, Januari 2016 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 19, No. 2, Juli 2015 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 19, No. 1, Januari 2015 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 18, No. 2, Juli 2014 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 18, No. 1, Januari 2014 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 17, No. 2, Juli 2013 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 17, No. 1, Januari 2013 Vol. 16, No. 2 Juli 2012 Vol. 16, No. 1 Januari 2012 Vol. 15, No. 2 Juli 2011 Vol. 15, No. 1 Januari 2011 Vol. 14, No. 2 Juli 2010 Vol. 14, No. 1 Januari 2010 Vol. 13, No. 2 Juli 2009 Vol. 13, No. 1 Januari 2009 Vol. 12, No. 2 Juli 2008 Vol. 12, No. 1 Januari 2008 Vol. 11, No. 2 Juli 2007 Vol. 11, No. 1 Januari 2007 Vol. 10, No. 2 Juli 2006 Vol. 10, No. 1 Januari 2006 Vol. 9, No. 2 Juli 2005 Vol. 9, No. 1 Januari 2005 More Issue