cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
vidyakarya@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl cemara raya no 28 banjarmasin Utara
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Vidya Karya
ISSN : 02159619     EISSN : 26147149     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
Vidya Karya terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober, berisi artikel hasil penelitian dan kajian analitis krtitis setara dengan hasil penelitian di bidang teori dan atau praktik kependidikan
Articles 276 Documents
INTEGRATING HIDE AND SEEK GAME ON TBL (TASK-BASED LEARNING) CLASSROOM Hermanier, Yulieda; Mubaraq, Yasyir Fahmi
Vidya Karya Vol 31, No 1 (2016)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The teaching of speaking is emphasized as an important skill due to the large number of students who want to study English in order to use English for communicative purposes. The TBL approach is said to be appropriate way to develop communicative purposes. By using Hide and seek game, the students are willing to communicate with a joyful learning. The game also provides integrated skills in English learning. This study uses qualitative approach by describing the classroom situation and the application of game in the teaching. The data collected through observation in the classroom by using observation sheet as the main instrument. The researchers also took photos and videos as secondary data. This study reveals the strength of Hide and Seek game and how it is applied in the EFL classroom. Key words: Hide and Seek game, Language game, TBL, Communicative Purpose, and EFLAbstrak: Pengajaran speaking ditekankan sebagai salah satu keterampilan penting dikarenakan sejumlah besar siswa yang ingin belajar bahasa Inggris dan menggunakan bahasa Inggris untuk tujuan komunikatif. Pendekatan TBL merupakan  salah satu cara yang tepat untuk mengembangkan tujuan komunikatif. Dengan menggunakan permainan petak umpet, siswa bersedia untuk berkomunikasi melalui pembelajaran yang menyenangkan. Permainan ini juga memberikan keterampilan yang terintegrasi dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggambarkan situasi kelas dan aplikasi game dalam pengajaran. Data dikumpulkan melalui observasi di kelas dengan menggunakan lembar observasi sebagai instrumen utama. Para peneliti juga mengambil foto dan video sebagai data sekunder. Penelitian ini mengungkap kelebihan permainan petak umpet dan bagaimana permainan ini diterapkan di kelas EFL.Kata Kunci: Permainan Petak Umpet, Permainan Bahasa, TBL, Tujuan Komunikatif, dan EFL
PEMETAAN KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN EKONOMI TINGKAT SMA/SMK DI KABUPATEN TABALONG Bachri, Achmad Alim
Vidya Karya Vol 31, No 1 (2016)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aimed to map the Economics teachers competence for vocational high school and senior high school level in Tabalong regency. This research was conducted through three strategic phases, namely (1) data collection, (2) analysis of data; and (3) the presentation of the results of data analysis (reporting) with the teachers as the research subjects. The data collection was conducted by survey method. The analysis of the data was carried out by descriptive quantitative and qualitative refering to Government Regulation No. 19 Year 2005 on National Education Standards and National Education Minister Regulation No. 16 of 2007 on Academic Qualification Standards and Teachers Competency. The research result shows that the teachers of high school education showed the good numbers in which all the core components that include pedagogical competence, personal competence, professional competence and social competence have been understood and implemented. It also occurs to vocational level students that indicates a high category for the average competence of teachers in the area of Economics either urban or peri urban typology. This condition illustrates that vocational school teachers performed in good numbers and it means that all the core components have been understood and implemented. Key words: mapping,  Economics, teachers’ competence,  Abtsrak: penelitian ini bertujuan untuk membuat pemetaan kompetensi guru bidang mata pelajaran Ekonomi tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Tabalong. Penelitian dilakukan melalui tiga tahapan strategis, yaitu (1) pengumpulan  data, (2) analisis data; dan (3) penyajian hasil analisis data (pelaporan) dengan subyek para guru mata pelajaran ekonomi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga pendidik satuan pendidikan SMA menunjukkan angka yang baik dimana seluruh komponen inti yang mencakup kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial telah dihayati dan dilaksanakan. Itu juga terjadi kepada tingkat SMK yang menunjukkan kategori tinggi untuk rata-rata kompetensi tenaga pendidik mata pelajaran Ekonomi baik pada wilayah tipologi urban maupun peri urban. Kondisi ini menggambarkan bahwa tenaga pendidik mata pelajaran Ekonomi SMK menunjukkan angka yang baik artinya seluruh komponen inti telah dihayati dan dilaksanakan. Kata kunci: pemetaan, mata pelajaran Ekonomi, kompetensi guru
PENGEMBANGAN MODEL BLENDED LEARNING MENGGUNAKAN BLOGGER Sukmawati, R. Ati; Purba, Harja Santana; Wiranda, Nuruddin
Vidya Karya Vol 32, No 2 (2017)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Teaching and learning activities are generally implemented using conventional learning method that is face to face between learners with educators in the same place and time. Conventional learning facilitates communication between learners and educators, but less time for discussion and limited space. Overcoming it then required a model that can make learning without time and space limited. Blended learning is a learning model that combines the conventional learning model with online digital media learning model that allows students to discuss unlimited time and place. The research is to develop blended learning model using blogger which is expected to be an additional media to support teaching and learning activities. Keywords: blended learning; kelas virtual; blogger Abstrak. Kegiatan belajar mengajar secara umum dilaksanakan menggunakan metode pembelajaran konvensional yaitu tatap muka antara peserta didik dengan pendidik di tempat dan waktu yang sama. Pembelajaran  konvensional memudahkan komunikasi antar peserta didik dan pendidik, tetapi waktu untuk berdiskusi tidak banyak dan tempat yang digunakan terbatas. Mengatasi hal tersebut maka diperlukan sebuah  model yang dapat membuat pembelajaran tanpa terbatas waktu dan tempat. Blended learning merupakan model pembelajaran yang memadukan antara model pembelajaran konvensional dengan model pembelajaran media  digital online yang memungkinkan siswa dapat berdiskusi tanpa terbatas waktu dan tempat. Penelitian yang dilakukan adalah mengembangkan model  blended learning menggunakan blogger yang diharapkan dapat menjadi media tambahan pendukung kegiatan belajar mengajar. Kata kunci: blended learning, kelas virtual, blogger
THE EFFECTIVENESS OF LOCAL COMMUNITY-BASED EMPOWERMENT LEARNING IN IMPROVING STUDENTS’ CRITICAL AND CREATIVE THINKING: A CASE STUDY IN SMAN 2 CIANJUR Putri, Fani Julia
Vidya Karya Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The formulations of the problems and the purposes of this research were about the learning process of empowerment of local communities and the impact of learning about local community in improving critical and creative thinking of students at SMAN 2 Cianjur. Data and information collection techniques used were the interview, observation, and record of the experience. The findings of this study were: (1) The students of SMAN 2 Cianjur conducted three stages of empowerment, namely the planning stage by dividing the class into nine groups of experts along with their respective duties, the implementation stage consisting of the presentation and demonstration of the student’s innovations, and the last one, that is, the assessment stage carried out by various assessors. (2) local community-based empowerment was considered to be appropriate to increase students critical and creative thinking. Then, the publication by students was also as a concrete action that through the use of electronics we can improve the productivity and the marketing of the local communities in order to remain sustainable and adaptive in accordance with the current developments. Keywords: critical and creative thinking, empowerment,  local community  Abstrak. Rumusan masalah dan tujuan penelitian ini adalah tentang proses pembelajaran pemberdayaan masyarakat lokal dan dampak pembelajaran masyarakat lokal dalam meningkatkan berpikir kritis dan kreatif siswa SMAN 2 Cianjur. Teknik pengumpulan data dan informasi menggunakan wawancara, observasi, dan catatan pengalaman. Temuan penelitian ini adalah: (1) Siswa SMAN 2 Cianjur melaksanakan tiga tahap proses pemberdayaan masyarakat,  yaitu tahap perencanaan dengan membagi kelas menjadi sembilan kelompok ahli beserta tugasnya masing-masing, tahap pelaksanaan yang terdiri dari presentasi dan demonstrasi inovasi siswa, dan yang terakhir, yaitu tahap penilaian yang dilakukan oleh berbagai penilai. (2) Pemberdayaan masyarakat berbasis lokal dianggap tepat untuk meningkatkan pemikiran kritis dan kreatif siswa. Selain itu, publikasi yang dilakukan oleh siswa juga merupakan tindakan nyata,  di mana melalui penggunaan media elektronik produktivitas dan pengenalan terhadap masyarakat lokal dapat ditingkatkan untuk menjaga agar tetap lestari dan adaptif sesuai dengan perkembangan saat ini. Kata Kunci: berpikir kritis dan kreatif, pemberdayaan,  masyarakat lokal
PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA TOPIK LISTRIK ARUS SEARAH Herman, Herman; Yusuf, Andi Momang
Vidya Karya Vol 31, No 2 (2016)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract: This article is a result of an R&D (Research & Development) study which used a 4-D model to develope a teaching material in the form of student’s work sheet that based on science process skill. A valid teaching material has been developed in 2015. The framework of the work sheets was composed of identify (core competence, basic competence, topic, objective), inquiry question, analytical question, and conclusive question. The framework could minimalized the guiding expalanation as often found in experiment manual books. The result showed that the students’ performance in practicing the experiment given was in sufficient category, all of the student were responded positively and all of the activities expected in the learning process were impelemented.  Key words: work sheet, science process skill. Abstrak: Tulisan ini merupakan hasil penelitian R & D (Research and Development) dengan mengngunakan model pengembangan perangkat 4-D yang bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berupa lembar kerja berbasis keterampilan proses sains. Pada tahun 2015 telah dihasilkan perangkat pembelajaran yang valid. Kerangka lembar kerja terdiri dari identitas (Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, judul, tujuan), pertanyaan penyelidikan, pertanyaan analisis, dan pertanyaan penyimpulan. Kerangka ini meminimalkan pernyataan tuntunan seperti dalam penuntun praktikum (yang  mirip ”resep kue”). Hasil ujicoba menunjukkan kinerja praktikum siswa berada pada kategori cukup, semua siswa merespon positif dan semua aktivitas yang diharapkan muncul dalam pembelajaran terlaksana seluruhnya.  Kata kunci: lembar kerja (LK), keterampilan proses sains.
PENYEBARAN GURU SMAN SE-KOTAMADYA BANJARMASIN SEBAGAI DASAR PENETAPAN REKRUTMEN DAN PENEMPATAN GURU Warni, Herita; Sofyan, Ahmad; Wahyu, Wahyu; Dharmono, Dharmono
Vidya Karya Vol 31, No 1 (2016)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:  The imbalance of the distribution of study field-teachers in state senior high schools (SMAN) in the whole area of Banjarmasin city has became the background of this research. This research aimed at: (1) describing the real condition of distribution of study fields-teachers in state senior high schools in Banjarmasin city, (2) describing the analysis of the number of study field-teachers needed for each state senior high school in the whole area of Banjarmasin city, and (3) identifying the number of study field-teachers that needed and exceed the need for each state senior high school in the whole area of Banjarmasin city. This survey research used the technique of interview and documentation in collecting data. The collected data were presented in the forms of tables and graphics and descriptively analyzed. The research result showed that: (1) there are 552 study field-teachers that spread in 13 state senior high schools in the whole area of Banjarmasin city, (2) the number of study field-teachers needed in state senior high schools in the whole area of Banjarmasin city were 593 teachers, and (3) study fields that exceed in the number of teachers needed were in the fields of religion education, civics education, English language, biology, physics, and counseling training. While study fields that lack of the number of teachers were in the fields of Indonesian language, math, chemistry, economy/ accountancy, sociology, geography, history, art, information and communication technique, local content, and foreign/ethnic language. Keywords: distribution, teacher, and state senior high school (SMAN) Banjarmasin.     Abstrak:  Kondisi belum meratanya penyebaran guru mata pelajaran di SMAN se-Kotamadya Banjarmasin mendorong penulis untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kondisi rill penyebaran guru mata pelajaran di SMAN se-kota Banjarmasin, (2) mendeskripsikan analisis kebutuhan guru mata pelajaran di SMAN se-kota Banjarmasin, (3) mengidentifikasi kebutuhan dan kelebihan guru per mata pelajaran di SMAN se-kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan grafik selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) jumlah guru mata pelajaran yang tersebar di 13 SMAN se-kota Banjarmasin adalah sebanyak 552 orang, (2) Jumlah guru mata pelajaran yang diperlukan di SMAN se-kota Banjarmasin berdasarkan analisis kebutuhan adalah sebanyak 593 orang, (3) Kelebihan jumlah guru SMAN se-kota Banjarmasin terjadi pada mata pelajaran Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Inggris, Biologi, Fisika, dan Bimbingan Konseling, sedangkan yang masih kekurangan guru terjadi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Kimia, Ekonomi/Akuntansi, Sosiologi, Geografi, Sejarah, Kesenian, Teknik Informasi dan Komunikasi, Muatan Lokal, dan Bahasa Asing/Daerah. Kata Kunci: penyebaran, guru, dan SMAN Banjarmasin
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SMP NEGERI 2 CANDI LARAS UTARA Khairudin, Khairudin
Vidya Karya Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. This School Action Research aims to prove scientifically whether continuous academic supervision can improve the ability of Teachers in optimizing learning media. The study was conducted in 3 (three) months from July to September 2011. The action was focused on evaluation sessions with efforts to improve the ability of teachers in optimizing learning media in 2 cycles. Observational data about students’ activity and teacher activity in managing learning using LCD projector as learning media which were analyzed by calculating the mean value of all aspects of several meetings. The result of the research shows the improvement of teacher ability in using LCD projector. Students’ and teachers’ activities in learning using LCD projector as learning media already meet the indicators of success. Responses and perceptions of teachers and students on learning using the media projector is very good, teachers and students agree to apply the learning process using LCD projector media.  Keywords: LCD Projector. Abstrak. Penelitian Tindakan Sekolah ini bertujuan untuk membuktikan secara ilmiah apakah supervisi akademik berkelanjutan dapat meningkatkan kemampuan Guru dalam mengoptimalkan media pembelajaran. Penelitian dilaksanakan dalam 3 (tiga) bulan dari bulan Juli sampai September 2011. Tindakan dipusatkan pada sesi evaluasi dengan upaya meningkatkan kemampuan Guru dalam mengoptimalkan media pembelajaran dalam 2 siklus. Data hasil observasi tentang aktivitas siswa dan aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran menggunakan media pembelajaran LCD proyektor dianalisis dengan menghitung nilai rata-rata seluruh aspek dari beberapa kali pertemuan yang dilaksanakan. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan guru dalam menggunkan media pembelejaran LCD Proyektor. Aktivitas siswa dan guru dalam pembelajaran menggunakan media pembelajaran LCD proyektor sudah memenuhi indikator keberhasilan. Respon dan persepsi guru dan siswa terhadap pembelajaran menggunakan media proyektor sangat baik, guru dan siswa setuju diterapkannya pembelajaran menggunakan media LCD proyektor.Kata Kunci: LCD Proyektor.
STRATEGIES IN TRANSLATING PRONOUN, NUMBER, AND VOICE IN A WALK TO REMEMBER: KAN KUKENANG SELALU (A case study on grammatical equivalence) Krismanti, Ninuk; Lestary, Agustina
Vidya Karya Vol 31, No 2 (2016)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: A Walk to Remember is one of the best-selling novels written by Nicholas Spark. The novel has been translated into Indonesian language by Kathleen S.W. This paper is intended to investigate one of the equivalences of the translation: grammatical equivalence. The study used descriptive qualitative method to analyze translation in the novel. The investigation is aimed to identify strategies used to translate three grammatical features: (1) pronoun, (2) number, and (3) voice. The writers take 100 data for each feature as samples of the study. To compare voicing systems in each version of the novel, all sentences in chapter 1 are taken as samples. Based on the findings, the writers conclude that there are five strategies used in translating pronoun: (1) omitting pronoun, (2) translating pronoun as it is, (3) changing pronoun into its reference, (4) making pronoun shift, and (5) adding pronoun. Furthermore, there are two strategies used to translate singular noun with articles: (1) translating articles with lexical addition, (2) translating articles by omission, and (3) changing singular nouns in the English version of the novel into plural nouns in its Indonesian version. In terms of voice, the translator tends to keep the original voice form of the English version of the novel in its Indonesian translation. Keywords: equivalence, pronoun, number, voice Abstrak: A Walk to Remember adalah salah satu novel laris karangan Nicholas Spark. Novel ini diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Kathleen S.W. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa salah satu kesetaraan penerjemahan, yakni kesetaraan tata bahasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis penerjemahan dalam novel tersebut. Analisis ini bertujuan untuk menemukan strategi yang digunakan oleh Kathleen dalam menerjemahkan tiga fitur tata bahasa: (1) kata ganti, (2) nomina, dan (3) aktif/pasif. Penulis mengambil 100 data per fitur bahasa yang diteliti sebagai sampel dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisa, peneliti menemukan bahwa terdapat lima strategi yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan kata ganti: (1) menghilangkan kata ganti, (2) menerjemahkan kata ganti sesuai dengan aslinya, (3) mengubah kata ganti ke dalam kata benda yang digantikan, (4) mengubah kata ganti, dan (5) menambah kata ganti. Lebih lanjut, untuk menerjemahkan kata benda tunggal yang memiliki kata sandang, penerjemah menerapkan tiga strategi: (1) menerjemahkan kata sandang dengan penambahan leksikon, (2) menghilangkan kata sandang, dan (3) mengubah kata benda tunggal dalam novel versi Bahasa Inggris menjadi kata benda jamak pada versi terjemahannya. Terkait sistem aktif/pasif, penerjemah cenderung mempertahankan kalimat asli dari bahasa sumber dalam menerjemahkan novel A Walk to Remember ke dalam Bahasa Indonesia.
PENERAPAN MODEL PROBLEM SOLVING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN HOT (HIGHER ORDER THINKING) SISWA SDN BANYU LANDAS Uyani, Silvia
Vidya Karya Vol 31, No 1 (2016)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research relates to the implementation of Problem Solving model in Banyu Landas Elementary School. The research objective is to increase students’ Higher Order Thingking Skills (HOTS). The research was conducted by using classroom action research (CAR) method through 2 cycles. Ten six class students of SDN Banyu Landas were used as research subject. The data collection used obeservation sheets and HOT oriented achievement test. The data were qualitatively analyzed with percentage technique. The result of research stated that (1) students’ Higher Order Thingking Skills (HOTS) increased from analysis skills 77,85% in the first cycle up to  synthesys skills 86,58% in the end of second cycle (2) the quality of teacher’s activity increased  from 58,41% in the first cycle  up to 71,14% in the end of second cycle; (2) students’ activity incresed  from 68,39% in the first cycle  up to 70,10% in the end of second cycle.              Keywords: Higher Order Thinking Skills, teacher activity, student activity , Problem Solving. Abstrak: Penelitian ini berkenaan dengan penerapan model Problem Solving di SDN Banyu Landas. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkt tinggi (Higher Order Thingking Skill/HOT) siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dalam 2 siklus. Subyek penelitian adalah 10 orang siswa kelas VI SDN Banyu Landas. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan tes hasil belajar berorientasi HOT. Data dianalisis secara kualitatif dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thingking Skill/HOT) peserta didik meningkat dari kemampuan analisis 77,85% pada awal siklus I menjadi kemampuan sintesis 86,58% pada akhir siklus II kualitas, (2) aktivitas guru meningkat dari 58,41% pada siklus 1 menjadi menjadi 71,14%  pada siklus 2; (2) aktivitas siswa meningkat dari 68,39% pada siklus 1 menjadi 70,10% pada siklus II. Kata kunci: HOT (Higher Order Thinking) skills, aktivitas guru, aktivitas siswa, Problem Solving
PENANAMAN NILAI-NILAI KEBANGSAAN DI PONDOK PESANTREN KHALAFIYAH (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al Huda Doglo Candigatak Cepogo Boyolali Tahun 2016) Prasetyo, Agus; Sumardjoko, Bambang
Vidya Karya Vol 31, No 1 (2016)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: this research aim to describe the cultivation of nation values which do teachers to students in pesantren Al Huda Doglo Candigatak Cepogo Boyolali. Data were collected by interview, observation and documentation. The validity of the data is done by triangulation of sources, techniques, and researchers. Analysis of the data used an interactive model. The results of this study conclude that efforts made in the boarding school teachers in instilling national values is to use the activities in formal institutions and religious activities. Activities in the formal institutions meant that inculcate national values through belonging to boarding school level in the form of kindergarten, Islamic Elementary School (equivalent to elementary school), MTs (equivalent of junior high school), and Madrasah Aliyah (the equivalent of high school). Religious activity is the discussion between teachers and students to assess national values contained in the Quran and Hadith. Keywords: value, nation, and pesantren Abstrak: tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penanaman nilai-nilai kebangsaan yang dilakukan pengajar kepada santri di pondok pesantren Al Huda Doglo Candigatak Cepogo Boyolali. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber, teknik, dan peneliti. Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya yang dilakukan pengajar di pondok pesantren dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan adalah dengan memanfaatkan kegiatan di lembaga formal dan kegiatan keagamaan. Kegiatan di lembaga formal yang dimaksud yakni menanamkan nilai kebangsaan melalui jenjang sekolah milik pesantren berupa Taman Kanak-kanak, Madrasah Ibtidaiyah (setara sekolah dasar), Madrasah Tsanawiyah (setara sekolah menengah pertama), dan Madrasah Aliyah (setara sekolah menengah atas). Kegiatan keagamaan yang dimaksud yakni diskusi antara pengajar dan santri dengan mengkaji nilai-nilai kebangsaan yang terdapat di Al Qur’an serta Hadist. Kata kunci: nilai, kebangsaan, dan pondok pesantren

Page 7 of 28 | Total Record : 276