cover
Contact Name
Muhammad Ikhwan Rizki
Contact Email
ikhwanrizki@unlam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jps@unlam.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pharmascience
ISSN : 23555386     EISSN : 24609560     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Pharmascience memuat naskah hasil penelitian dan artikel review bidang kefarmasian. Naskah dapat berasal dari mahasiswa, dosen, peneliti, dan lembaga riset. Setiap naskah yang diterima redaksi Jurnal Pharmascience akan ditelaah oleh Mitra Bebestari dan Anggota Redaksi. Jurnal Pharmascience terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu Februari dan Oktober. Redaksi menerima pemesanan Jurnal Pharmascience untuk berlangganan atau pembelian setiap terbitan.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pharmascience" : 11 Documents clear
Endophytic Bacteria Research in Indonesia: A Review Dwi Hartanti; Risda Yunita
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5829

Abstract

ABSTRACTIn this review, a considerable amount of works that have been published on the endophytic bacteria isolated from host plants collected in Indonesia is reported. The objective of this review is to give an overview of the reported studies from the selection of host plants, the isolated bacteria, and the screened bioactivity of endophytic bacteria derived from Indonesian host plants.Keywords: bioactivity, endophytic bacteria, host plant, Indonesia. ABSTRAK Review ini membahas tentang data-data terkait bakteri endofit yang diisolasi dari tumbuhan inang yang tumbuh di Indonesia. Tujuan dari review ini adalah untuk memberikan gambaran secara detail tentang seleksi tumbuhan inang, bakteri yang berhasil diisolasi dan juga bioaktivitas yang diuji dari bakteri endofit yang berhasil diisolasi tersebut.Kata kunci: bakteri endofit, bioaktivitas, Indonesia, tumbuhan inang.
Potensi Agar-Agar Berbahan Kulit Pisang Mauli (Musa Sp. AA) Khas Kalimantan Selatan Sebagai Antihiperlipidemia Kukuh Bagus Nugroho; Destria Indah Sari; Malikhatun Ni’mah
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5835

Abstract

ABSTRAK Pisang mauli (Musa sp. AA) adalah pisang khas Kalimantan Selatan. Kulit buah pisang mauli mengandung flavonoid yang berperan sebagai antihiperlipidemia. Berdasarkan kandungan flavonoid tersebut ekstrak dan agar-agar kulit pisang mauli memiliki potensi sebagai salah satu terapi antihiperlipidemia. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kadar flavonoid total, aktivitas antioksidan dan efek antihiperlipidemia dari ekstrak dan agar agar kulit pisang mauli. Penentuan kadar flavonoid total dilakukan dengan metode kolorimetri menggunakan AlCl3. Sedangkan aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode DPPH. Penentuan efek antihiperlipidemia dilakukan pada tikus Wistar jantan yang diinduksi dengan Propiltiourasil, tikus dibagi menjadi lima kelompok : kelompok kontrol normal (Na-CMC), kelompok kontrol positif (Simvastatin 40 mg/70Kg BB), kelompok kontrol negatif, kelompok ekstrak 240 mg/Kg BB dan kelompok agar-agar 1 gram/Kg BB. Ekstrak dan agar-agar diberikan secara oral selama delapan hari. Pada hari berikutnya dilakukan pengukuran kadar kolesterol total dan trigliserida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dan agar-agar kulit pisang mauli mengandung flavonoid sebanyak 0,8339 dan 0,2021 mg kuersetin/100 mg sampel. Ekstrak dan agar-agar kulit pisang memiliki nilai % inhibisi terhadap DPPH sebesar 58,6794 dan 25,4792 %. Efek antihipelipidemia pada ekstrak 240 mg/kg BB lebih kuat daripada agar-agar 1 gram/Kg BB. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kadar flavonoid total, aktivitas antioksidan dan efek antihiperlipidemia ekstrak lebih tinggi dan kuat daripada agar-agar. Kata kunci : Kulit pisang mauli, ekstrak, agar-agar, kadar flavonoid total, aktivitas antioksidan, antihiperlipidemia ABSTRACTMauli Banana (Musa sp. AA) is endemic banana’s from South Borneo. The peel of fruit contains flavonoid which have antihyperlipidemic effect.. Based on the flavonoid content, extract and jelly of mauli banana peel has potential as a therapeutic of antihyperlipidemic. The aim of this research are to determine total flavonoid content, antioxidant activity and antihyperlipidemic effect of extract and jelly of mauli banana peel. The total flavonoid content was determined by colorimetric method using AlCl3. The antioxidant activity was determined by DPPH method. The Antihyperlipidemic effect determined using Propylthiouracil-induced male Wistar rats animals. The rats divided into five group : normal control group (Na-CMC), positive control group (Simvastatin), negative control group, extract 240 mg/Kg b.wt  group and jelly 1 gram/Kg b.wt group. The extract administrated orally within eight days. On the next day the total cholesterol and triglycerides level was determined . The result showed that extract and jelly of mauli banana peel contains 0,8339 and 0,2021 mg quercetin/100mg sample. Extract and jelly of mauli banana peel has 58,6794 and 25,4792 % of  % inhibition value on DPPH. The antihyperlipidemic effect on extract 240 mg/Kg b.wt group stronger than jelly 1 gram/Kg b.wt. The conclusion of this research are total flavonoid content, antioxidant activity and antihyperlipidemic effect of extract higher and stronger than jelly. Keywords :
Review Rheumatoid Arthritis: Terapi Farmakologi, Potensi Kurkumin dan Analognya, serta Pengembangan Sistem Nanopartikel Lutfi Chabib; Zullies Ikawati; Ronny Martien; Hilda Ismail
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5830

Abstract

 ABSTRAK  Rheumatoid arthritis  (RA) adalah  penyakit  autoimun  yang menyebabkan  peradangan  kronis  pada sendi. Penatalaksanaan RA harus agresif dan sedini mungkin sehingga mampu meningkatkan hasil jangka pendek maupun panjang penderita. Rheumatoid arthritis akibat reaksi autoimun dalam jaringan sinovial yang melibatkan proses fagositosis. Tujuan dari pengobatan rheumatoid arthritis tidak hanya mengontrol gejala penyakit, tetapi juga penekanan aktivitas penyakit untuk mencegah kerusakan permanen. Penderita RA memulai pengobatan mereka dengan DMARDs (Disease Modifying Anti-Rheumatic Drugs) seperti metotreksat, sulfasalazin dan leflunomid. Alternatif pengobatan yang dapat dijadikan salah satu pilihan dalam penanganan RA yaitu senyawa kurkumin dan analognya. Sistem nanopartikel mampu meningkatan efektifitas dalam pengobatan terutama keadaan RA. Kata kunci : rheumatoid arthritis, Disease Modifying Anti-Rheumatic Drugs, kurkumin, nanopartikel. ABSTRACT Rheumatoid arthritis (RA) is an autoimmune disease that causes chronic inflammation of the joints. Management of RA must be aggressive and as early as possible so as to increase the yield of short and long term patients. Rheumatoid arthritis due to an autoimmune reaction in the synovial tissue that involves the process of phagocytosis. The purpose of the treatment of rheumatoid arthritis not only control the symptoms of the disease, but also suppressed disease activity to prevent permanent damage. RA patients begin their treatment with DMARDs (Disease Modifying Anti-Rheumatic Drugs) such as methotrexate, sulfasalazine and leflunomid. Alternative treatments that can be used as an option in the treatment of RA are compounds curcumin and its analogs. Nanoparticle systems is able to increase the effectiveness in the treatment of RA, especially state. Keywords: rheumatoid arthritis, Disease Modifying Anti-Rheumatic Drugs, curcumin, nanoparticles.
Skrining Fitokimia dan Uji Kualitatif Aktivitas Antioksidan Tumbuhan Asal Daerah Rantau Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan Sutomo Sutomo; Arnida Arnida; Muhammad Ikhwan Rizki; Liling Triyasmono; Agung Nugroho; Evi Mintowati; Salamiah Salamiah
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5836

Abstract

ABSTRAK  Kalimantan selatan merupakan salah satu kawasan tropis dengan sumber keanekaragaman hayati yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan ekstraksi dan skrining fitokimia terhadap beberapa tumbuhan yang secara etnis digunakan sebagai pengobatan. Metode ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran terhadap golongan senyawa yang terkandung dalam tumbuhan obat. Tumbuhan yang diteliti  adalah rimpang patiti, kulit batang ambaratan, batang carikang habang, daun puspa, kulit batang balik anngin, daun bilaran tapah, dan daun karamunting. Hasil ekstraksi menggunakan etanol 70% rendemen terbanyak adalah daun puspa (30,76%) diikuti secara berturut-turut kulit batang balik angin (27,05%), daun bilaran tapah (23,53%), daun karamunting (10,88%), rimpang patiti (8,48%), batang carikang habang (3,56%), dan kulit batang ambaratan (2,04%). Skrining fitokimia menunjukkan bahwa rimpang patiti mengandung senyawa golongan flavonoid, fenol, tanin, saponin, dan terpenoid. Kulit batang ambaratan mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, fenol, tanin dan antrakinon. Batang carikang habang mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, saponin, steroid, dan antrakuion. Daun puspa mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, fenol, saponin, dan terpenoid. Kulit batang balik anngin mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, terpenoid, dan antrakuinon. Daun bilaran tapah mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonois, fenol, tanin, saponin, terpenoid, dan antrakuinon. Daun karamunting mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonois, fenol, tanin, saponin, dan terpenoid. Hasil uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH melalui kromatpgrafi lapis tipis menunjukkan bahwa ketujuh tumbuhan yang diuji mengandung senyawa yang bersifat antioksidan.  Kata kunci : eksplorasi, ekstraksi, skrining fitokimia, antioksidan.    ABSTRACT Kalimantan Selatan is a province in the southern of Borneo island. As one of the tropical areas, this province  has a high biological diversity. The recent study aims to identify the secondary metabollites through screening test and evaluate the antioxidative capacities of several medicinal plants growing in Tapin regency. Seven plants used in this study were: the rhizome of Patiti (RP), the bark of Ambaratan (BA), the stem of Carikang Habang (SC), leaves of Puspa (LP), the bark of Balik Angin (BB), leaves of Bilaran Tapah (LB), and leaves of Karamunting (LK). Arranged from the highest to the lowest, the yield of 70% ethanol extracts were 30.76% (LP), 27.05% (BB), 23.53% (LB), 10.88% (LK), 8.48% (RP), 3.56% (BC), and 2.04% (BA). The phytochemical screening test shown that flavonoid, phenolic, tanin, saponin,  and terpenoid were detected in RP. In BA, alkaloid, flavonoid, phenolic, tanin, and antraquinon were identified. SC possessed alkaloid, flavonoid, phenolic, tanin, saponin, steroid, and antraquinon. LP had alkaloid, flavonoid, phenolic, saponin, and terpenoid. BB contained alkaloid, flavonoid, phenolic, tanin, terpenoid, and antraquinon. LB shown the presence of  alkaloid, flavonoid, phenolic, tanin, saponin, terpenoid, and antraquinon. Meanwhile, LK indicated the presence of alkaloid, flavonoid, phenolic, tanin, saponin, and terpenoid. Antioxidant analyis of the seven extracts using DPPH showed that all the tested plants possessed the active compounds with antioxidative effects. Keywords: exploration, extraction, phytochemical screening, antioxidant.
Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktifitas dan Doking Molekular Senyawa Meso-Tetraphenylporphyrin dan Meso-Tetraphenylchlorin sebagai Fotosensitizer untuk Terapi Fotodinamik Asmiyenti Djaliasrin Djalil; Nurul Fadhilah Deni Saputri; Suparman Suparman; Alwani Hamad
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5831

Abstract

ABSTRAK Terapi fotodinamik (Photodynamic Therapy/PDT) merupakan metode alternatif pengobatan kanker yang selektif. Terapi ini memerlukan fotosensitizer yang diberi penyinaran dalam lingkungan oksigen sehingga dihasilkan oksigen singlet yang mampu menghancurkan sel kanker dan merusak jaringan. Meso-tetraphenylchlorin (MTPP) dan meso-tetraphenylporphyrin (MTPC) adalah fotosensitizer yang memiliki struktur molekul yang mirip, hanya berbeda kejenuhan pada satu cincin pirolnya. MTPP adalah tetrapirol makrosiklik dengan cincin pirol tidak tereduksi sedangkan struktur MTPC tereduksi pada salah satu cincin pirolnya. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi hubungan antara struktur tetrapirol makrosiklik terhadap aktivitasnya secara in silico. Analisis hubungan kuantitatif-struktur aktifitas (HKSA) menggunakan serangkaian senyawa turunan porfirin dilakukan untuk memperoleh persamaan yang secara statistik memiliki kemampuan korelatif dan prediktif. Perangkat lunak Molecular Operating Environment (MOE) digunakan untuk melakukan analisis HKSA. Doking molekul dilakukan terhadap human serum albumine (HSA) dan  peripheral benzodiazepine receptor (PBR) untuk memperoleh energi doking yang berhubungan dengan energi afinitas antara ligan dan reseptor. Simulasi doking dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak AutoDock. Hasil menunjukkan bahwa MTPC memiliki energi doking terhadap HSA dan PBR yang paling baik. Analisis HKSA yang diperoleh  menunjukkan bahwa MTPC lebih potensial sebagai fotosensitizer yang ditunjukkan dengan nilai IC50 yang lebih kecil.  Kata kunci: doking molekular, fotosensitizer, HKSA, MTPC, MTPP, PDT ABSTRACTPhotodynamic Therapy (PDT) is an alternative cancer treatment method that can exert a selective cytotoxic activity toward malignant cells. PDT requires a sensitizing agents and light energy, which, in the presence of oxygen, leads to the generation of singlet molecular oxygen in cell. Singlet oxygen molecules are able to kill or inhibit growth of cancer cells. Meso-tetraphenylchlorin (MTPC), a photosensitizer, is similar to meso-tetraphenylporphyrin (MTPP) but the structure has one reduced pyrrole ring. The present study aimed to develop an in silico prediction model that considers PDT activity. The Quantitative-Structure Activity Relationship (QSAR) analysis using a series of porphyrin derivatives was carried out to build a statistically significant model possessing a good correlative and predictive capability for photosensitizer in PDT. Molecular Operating Environment (MOE) software was used to performed the QSAR analysis. Docking molecule of MTPP and MTPC on human serum albumine (HSA) and peripheral benzodiazepine receptor (PBR) had been done to test the docking energy associated with binding affinity between ligand and receptor. Docking simulation was performed by AutoDock software. The results showed that MTPC had the best docking energy to HSA and PBR. Furthermore, the QSAR analysis showed that MTPC had lower IC50 value compare with  MTPP.  Based on QSAR and molecular docking analysis, MTPC exhibit better photosensitizer as compare with MTPP.Keywords: molecular docking, photosensitizers, QSAR, MTPC, MTPP, PDT.
Perbandingan Pengaruh Penggunaan Layanan Pesan Singkat Pengingat dan Aplikasi Digital Pillbox Reminder Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Riza Alfian; Zakiah Wardati
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5837

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko pada penyakit kardiovaskular dan ginjal. Kalimantan Selatan menempati urutan kedua yaitu sebesar 30,8% sebagai prevalensi hipertensi tertinggi di Indonesia. Ketidakpatuhan terhadap terapi hipertensi merupakan faktor yang dapat menghambat pengontrolan tekanan darah, sehingga memerlukan intervensi untuk membantu meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pengaruh pemberian pesan singkat pengingat dan penggunaan aplikasi digital pillbox reminder terhadap kepatuhan serta hasil terapi pasien hipertensi rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan kuasi-eksperimental dengan pengambilan data secara prospektif selama periode April-Mei 2015. Subjek yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 40 pasien hipertensi dibagi menjadi dua kelompok yaitu 25 pasien (62,5%) yang mendapatkan intervensi berupa pesan singkat pengingat dan 15 pasien (37,5%) yang mendapatkan intervensi digital pillbox reminder. Kriteria eksklusi adalah pasien dengan kondisi tuli dan buta huruf. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan pengisian kuesioner kepatuhan MMAS. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian layanan pesan singkat pengingat dan aplikasi digital pillbox reminder dapat meningkatkan kepatuhan pre study 4,79±2,04 dan 5,02±2,30 menjadi 6,09±1,42 dan 7,23±0,99 pada post study dengan nilai p 0,00. Rata-rata peningkatan kepatuhan pada kelompok pesan singkat pengingat 1,30±1,30 dan aplikasi digital pillbox reminder 2,22±1,60 tidak berbeda signifikan (p=0,055). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pesan singkat pengingat dan digital pillbox reminder pada pasien hipertensi dapat meningkatkan kepatuhan pasien minum obat tetapi tidak berbeda signifikan antara kedua kelompok ini.(p>0,05). Kata Kunci — Hipertensi, layanan pesan singkat pengingat, digital pillbox reminder, kepatuhan ABSTRACTHypertension is one of risk factor of cardiovascular and kidney disease. South Borneo was occupied the second place (30.8%) of hypertension prevalence in Indonesia. Non andherence is factor that can inhibit the blood pressure control so that it needs the intervention to improve the adherence of hypertension patients to the therapy. The aim of this study were to investigate the comparison of influence of giving short message reminder and using digital pillbox reminder on adherence and the outcome therapy hypertension patients at RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. This study was conducted with quasi-experimental design and the data was collected prospectively during period April until May 2015. Forty patients were divided into 2 groups, 25 patients (62.5%) were received short message reminder and 15 patients (37.5%) were received digital pillbox reminder intervention.The exclussion criteria were patient with deaf and illiterate conditions. Data collection was conducted with interview and completion of Morisky Modification Adherence Scale (MMAS) questionnaire. The resut of this study showed that giving short message reminder and digital pillbox reminder could improve pre study adherence 4.79±2.04 and 5.02±2.30 increased 6.09±1.42 and 7.23±0.99 at post study with the value p 0.00. The average of increasing adherence on short message reminder group 1.30±1.30 and digital pillbox reminder group 2.22±1.60 were not significantly different (p=0.055). Based on this study, it can be concluded that giving short message reminder and digital pillbox reminder can improve the adherence but not significantly different between this two groups (p>005). Keywords— Hypertension, short message reminder, digital pillbox reminder, adherence
Uji Antioksidan Senyawa Terpenoid Dari Fraksi M-17 Ekstrak Metilena Klorida Kulit Batang Tumbuhan Kasturi (Mangifera casturi) Budi Prayitno; Kholifatu Rosyidah; Maria Dewi Astuti
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5832

Abstract

 ABSTRAK  Penelitian tentang isolasi senyawa dari ekstrak metilen klorida telah dilakukan. Hasil analisis diduga senyawa tersebut adalah senyawa (23-E)-27-nor-3β-hidroksisikloart-23-en-25-on. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan terhadap radikal DPPH. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikril hidrazil). Vitamin C digunakan sebagai kontrol positif. Senyawa 1 memiliki nilai IC50 sebesar 6.751 ppm dan IC50 vitamin C sebesar 2,98 ppm, sehingga senyawa ini tidak aktif antioksidan.  Kata kunci: Mangifera  casturi., antioksidan, triterpenoid  ABSTRACT Research on the isolation of compounds from the fraction of M 17 of methylene chloride extract has been done. The suspected compound is (23-E)-27-nor-3β-hydroxycycloart-23-ene-25-one. The aims of this study were to determine the antioxidant activity against DPPH radical fraction isolates extracts of plants kasturi to DPPH. The antioxidant activity assay was conducted by DPPH (1,1-diphenyl-2-picryl hydrazyl) method, vitamin C using as a positive control. Compound 1 has an IC50 value of 6.751 ppm while the value of IC50 for vitamin C was 2,98 ppm, so the compound is not an active antioxidant compounds.  Key words: Mangifera casturi, Antioxidant, triterpenoid 
Kandungan Total Fenolik, Total Flavonoid, dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Khoerul Anwar; Liling Triyasmono
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5838

Abstract

ABSTRAK  Buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) merupakan salah satu tanaman mempunyai khasiat meningkatkan daya tahan tubuh, menurunkan tekanan darah, menurunkan glukosa darah, dan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan total fenolik, total flavonoid, dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah mengkudu. Serbuk kering buah mengkudu dimaserasi menggunakan etanol 70%.  Analisis kualitatif fenolik dan flavonoid dilakukan dengan kromatografi lapis tipis (KLT). Penetapan kadar total fenolik menggunakan pereaksi Folin-ciocalteau dengan pembanding pirogalol. Kadar total flavonoid ditetapkan dengan pembanding rutin menggunakan pereaksi FeCl3. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan uji penangkapan radikal 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Hasil analisis kualitatif menunjukkan adanya kandungan senyawa fenolik dan flavonoid. Kadar total fenolik pada ekstrak etanol buah mengkudu sebesar 14,44+0,82 mg ekivalen  pirogalol  (PE)/g  ekstrak, sedangkan kadar total flavonoid sebesar 5,69+0,21  mg ekivalen rutin (RE)/g ekstrak. Hasil uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menunjukkan IC50 ekstrak etanol buah mengkudu sebesar 104,73+4,56  µg/mL. Kata kunci: Morinda citrifolia, total fenolik, total flavonoid, antioksidan  ABSTRACT Noni (Morinda citrifolia L.) is one of the plants have properties to increase endurance, lower blood pressure, lowering blood glucose, and as an antibacterial. The aim of this study is to determine the total phenolic content, total flavonoids and antioxidant activity of ethanol extract of noni. Dry powder of noni fruit macerated using 70% ethanol. Qualitative analysis of total phenolic and total flavonoid was done by thin layer chromatography (TLC). Total phenolic assay used Folin-ciocalteau reagent by pyrogallol as comparison. Levels of total flavonoids determined by comparison to the rutin use of FeCl3 reagent. The antioxidant activity was determined by 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). The results of the qualitative analysis showed that it contains phenolic compounds and flavonoids. Total phenolic content of the ethanol extract of noni at 14.44+0.82 mg pyrogallol equivalent (PE) / g extract, while the total flavonoid content of 5.69+0.21 mg equivalent routine (RE) / g extract. The test results of antioxidant activity with DPPH method showed IC50 ethanol extract of noni of 104.73+4.56 µg / mL.Key words: Morinda citrifolia, total phenolic, total flavonoids, antioxidant
Profil Penurunan Kadar Glukosa Darah Ekstrak Air Rambut Jagung (Zea Mays L.) Tua dan Muda Pada Mencit Jantan Galur Balb-C Finlinda Hery Ramadani; Difa Intannia; Malikhatun Ni’mah
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5833

Abstract

ABSTRAK Rambut jagung mengandung flavonoid. Kandungan total flavonoid dipengaruhi oleh usia tanaman. Flavonoid memiliki potensi sebagai antihiperglikemia. Penelitian bertujuan untuk melihat profil penurunan kadar glukosa darah ekstrak air rambut jagung tua dan muda pada mencit jantan galur Balb-C yang diinduksi aloksan. Penelitian bersifat eksperimental dengan rancangan posttest only control group design. Ekstrak dibuat dengan merebus rambut jagung menggunakan air selama 30 menit. Total flavonoid ditentukan dengan metode AlCl3. Aktivitas penurunan kadar glukosa darah dilakukan dengan metode tes toleransi glukosa oral terhadap mencit jantan galur Balb-C yang diinduksi aloksan secara intraperitonial (140 mg/kgBB). Sebanyak 20 hewan uji dibagi menjadi kelompok kontrol positif (Akarbose 0,1305 mg/20 gBB), kontrol negatif (NaCMC 1%), ekstrak air rambut jagung tua (200 mg/kgBB) dan ekstrak air rambut jagung muda (200 mg/kgBB) yang diberi perlakuan secara oral. Kadar glukosa darah diukur pada menit ke 0, 30, 60, 90, 120, 150, dan 180 pasca pembebanan glukosa oral. Data persen penurunan kadar glukosa darah dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Persen penurunan kadar glukosa darah ekstrak air rambut jagung tua dan muda tidak berbeda bermakna (p>0,10). Ekstrak air rambut jagung muda menurunkan kadar glukosa darah sejak menit ke-90 pasca pemberian glukosa oral dengan persen penuran sebesar 44,55 ± 4,92%. Sedangkan ekstrak air rambut jagung tua menurunkan kadar glukosa darah sejak menit ke-120 pasca pemberian glukosa oral dengan persen penurunan sebesar 30,15 ± 7,25%. Kata kunci: rambut jagung tua, rambut jagung muda, flavonoid, kadar glukosa darah ABSTRACTCorn silk contained flavonoid. Total flavonoid content could be influenced by ages of the plant. Flavonoid has potential effect as anti-hyperglycemia. The purpose of this study was to observe lowering blood glucose levels profile of mature and immature corn silk extract on male mice Balb-C strain. This is an experimental study with posttest only control group design. Aqueous extract was prepared by boiling corn silk with water for 30 minutes. Total flavonoid content was determined by AlCl3 method. Lowering blood glucose levels activity was determined by oral glucose tolerant test method on alloxan induced male Balb-C mice test animals intraperitonialy (140 mg/kgBB). The 20 test animals were divided into positive control group (Acarbose 50 mg/70kgBB), negative control group (NaCMC 1%), mature aqueous corn silk extract group (200 mg/kgBB), and immature aqueous corn silk extract group (200 mg/kgBB) given orally. Blood glucose levels were measured at 0, 30, 60, 90, 120, 150, and 180 minutes after the glucose load. Percentage of lowering blood glucose levels were analyzed by Kruskal Wallis and continued by Mann Whitney test. Percentage of lowering blood glucose levels of mature and immature aqueous corn silk extract was not significantly different. Immature aqueous corn silk extract was lowering blood glucose since 90 minute after the glucose load by 44,55 ± 4,92%.  Whereas mature aqueous corn silk extract was lowering blood glucose since 120 minute after the glucose load by 30,15 ± 7,25%. Key word: mature corn silk, immature corn silk, flavonoid, blood glucose levels
Penentuan Kadar Flavonoid Total dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Kajajahi (Leucosyke capitellata Wedd.) Irvan Ipand; Liling Triyasmono; Budi Prayitno
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5839

Abstract

ABSTRAK  Tumbuhan kajajahi (Leucosyke capitellata Wedd.) merupakan tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat tradisional seperti penurun panas dan anti diare. Tumbuhan kajajahi telah diketahui mengandung senyawa flavonoid dengan sifat sebagai penangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun kajajahi. Penelitian ini bersifat eksperimental. Sampel yang digunakan adalah daun kajajahi yang berasal dari desa Hulu Banyu Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu sungai Selatan. Penentuan kadar flavonoid total dilakukan secara spektrofotometri didasarkan pada kemampuan flavonoid membentuk kompleks dengan AlCl3 sedangkan Aktivitas antioksidan ditentukan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Hasil penelitian diperoleh kadar flavonoid total ekstrak etanol daun kajajahi sebesar 6,14 ± 0,193 mg/g kuersetin dan aktivitas antioksidan sebesar  IC50  455,570 ppm. Sehingga dapat digolongkan sebagai antioksidan lemah.Kata kunci : Leucosyke capitellata Wedd, Antioksidan, DPPH,Flavonoid Total ABSTRACT Kajajahi Plant (Leucosyke capitellata Wedd.) a potent plant that may act as a traditional medicine such as antifever and anti-diarrhea. Kajajahi plant known contain flavonoid compounds that have properties as free-radical scavengers. The Purpose of this study was to determine the total flavonoid content and antioxidant activity of kajajahi leaves ethanol extract. The design of this research is experimental. The sample were kajajahi leaves from Hulu Banyu, Loksado, Hulu sungai Selatan.  The determination of total flavonoids done by spectrophotometry based on the ability of flavonoids to form complexes with AlCl3 while The antioxidant activity determined using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method. Results of this study showed the total flavonoid content of kajajahi leaves ethanol extract was 6.14  ± 0,193 mg/g of  quercetin and antioxidant of IC50 455.570 ppm. Which, may be classified as weak antioxidant. Keywords: Leucosyke capitellata Wedd, Antioxidant, DPPH, Total Flavonoids

Page 1 of 2 | Total Record : 11