cover
Contact Name
Muhammad Ikhwan Rizki
Contact Email
ikhwanrizki@unlam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jps@unlam.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pharmascience
ISSN : 23555386     EISSN : 24609560     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Pharmascience memuat naskah hasil penelitian dan artikel review bidang kefarmasian. Naskah dapat berasal dari mahasiswa, dosen, peneliti, dan lembaga riset. Setiap naskah yang diterima redaksi Jurnal Pharmascience akan ditelaah oleh Mitra Bebestari dan Anggota Redaksi. Jurnal Pharmascience terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu Februari dan Oktober. Redaksi menerima pemesanan Jurnal Pharmascience untuk berlangganan atau pembelian setiap terbitan.
Arjuna Subject : -
Articles 340 Documents
Isolasi Bakteri Dari Tanah Gambut Penghasil Enzim Protease Dede Mahdiyah
Jurnal Pharmascience Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v2i2.5825

Abstract

ABSTRAK Tanah gambut terbentuk dari hasil dekomposisi bahan-bahan organik dalam keadaan anaerob. Tanah gambut memiliki karakteristik fisika dan kimia yang dapat mempengaruhi tingkat kesuburan gambut. Mikroorganisme pada tanah gambut beranekaragam dan memiliki peranan penting sebagai dekomposer, penyedia unsur hara bagi tanaman, penghasil enzim. Peranan enzim sangat penting bagi industri makanan, obat, pertanian, dan peternakan. Salah satu enzim yang tersebar luas dan peranananya cukup baik dalam industri adalah protease. Protease merupakan biokatalisator untuk reaksi pemecahan protein. Enzim ini akan mengkatalisis reaksi hidrolisis, yaitu reaksi yang melibatkan unsur air pada ikatan spesifik substrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri dari tanah gambut penghasil protease. Metode penelitian yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah gambut, isolasi bakteri dari tanah gambut menggunakan media Nutrient Agar (NA) dengan melalui teknik pengenceran dari 10-1 sampai 10-7 pada media NaCl 0,9%, setelah itu uji protease menggunakan media NA dan susu skim 1%, untuk identifikasi bakteri menggunakan teknik pewarnaan Gram. Diperoleh hasil dari teknik isolasi bakteri dari tanah gambut sebanyak 180 isolat yang tumbuh baik dengan suhu inkubasi 37oC selama 24 jam. Isolat yang potensial sebagai penghasil protease sebanyak lima isolat yaitu isolat 3TG, 4TG, 5TG, 6TG, dan 7TG yang ditunjukkan dengan adanya zona bening disekitar koloni selama 48 jam. Kelima isolat tersebut berdasarkan morfologi koloni yaitu memiliki bentuk bulat, bulat tidak beraturan, elevasi cembung, cekung dan datar, warna koloni putih, krem, kuning, kuning transparan dan orange. Berdasarkan uji pewarnaan Gram kelima isolat tersebut empat isolat merupakan bakteri Gram positif dan satu isolat yaitu 7TG termasuk Gram negatif. Kata Kunci: Isolasi, Bakteri, Tanah Gambut.ABSTRACTPeat soil is formed from the decomposition of organic materials in anaerobic state. Peat soil has physical and chemical characteristics that can affect the level of fertility of peat. Microorganisms in diverse peat soil and has an important role as decomposers, provider of nutrients for plants, producing enzymes. The role of the enzyme is very important for the food industry, medicine, agriculture, and livestock. One enzyme is widespread and the have role quite well in the industry is a protease. Protease is catalisator biologyst to the reaction of protein breakdown. This enzyme catalyzes the hydrolysis reaction, the reaction involving water element on a substrate specific binding. This study aimed to isolated the bacteria from producing peat soil protease. Research methodology were peat soil sampling, isolation of bacteria from peat using media Nutrient Agar (NA) by the technique of dilution from 10-1 to 10-7 in 0.9% NaCl media, after the test protease using NA and media skim milk 1%, for the identification of bacteria using Gram staining technique. The results obtained from the isolation of bacteria from the peat soil of 180 isolates that grow well with incubation temperature of 37oC for 24 hours. Isolates potential as a producer of protease five isolates that isolates 3TG, 4TG, 5TG, 6TG, and 7TG indicated by a clear zone around the colony for 48 hours. Fifth isolates were based on morphology of the colonies which have a spherical shape, irregular round, elevation convex, concave and flat, colony color white, beige, yellow, transparent yellow and orange. Gram staining test is based on the five isolates, four isolates are Gram-positive bacteria and one isolate that 7TG including Gram negative. Keywords: bacteria, isolate, peat soil.
Pengaruh Carbopol 934P, Hydroxy Propyl Methyl Cellulose, dan Polietilen Glikol Terhadap Swelling Indexs Pada Sediaan Tablet Bukal Bilayer Simvastatin Aristha Novyra Putri; Teuku Nanda Saifullah; Mimiek Murrukmihadi
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i2.5732

Abstract

Simvastatin dapat menurunkan Low-Density Lipoprotein Cholesterol dan meningkatkan High Density Lipoprotein Cholestrol. Simvastatin memiliki bioavailabilitas rendah (5%) karena mengalami metabolisme di hati dan waktu paruh 3 jam. Swelling Index adalah kemampuan sediaan mengembang, berpengaruh terhadap pelepasan obat, dimana semakin besar kemampuan sediaan mengembang, maka akan semakin lama pelepasan obat yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi Carbopol 934P, HPMC, dan PEG 6000 terhadap swelling index pada tablet bukal bilayer simvastatin. Penentuan formula dengan factorial design 23 menggunakan software Design Expert® sebanyak 8 formula. Pembuatan formula tablet bukal bilayer dibuat menggunakan metode direct compress terdiri atas layer yang mengandung polimer dan obat. Layer 2 sebagai backing membrane dan mengandung bahan tidak larut air. Evaluasi uji sifat fisik tablet meliputi, bobot, keseragaman bobot, diameter, ketebalan, kekerasan, dan swelling index. Hasil uji menunjukkan bahwa Carbopol signifikan meningkatkan swelling index dibandingkan HPMC dan PEG 6000. Kata kunci: simvastatin, buccal bilayer, Carbopol, HPMC, swelling index
Efek Ekstrak Etanol 70% Akar Saluang Balum (Lavanga sarmentosa, Blume kurz) Terhadap Spermatogenesis dan Gambaran Histopatologik Testis Mencit Yaumi Musfirah; Moch Saiful Bachri; Laila Hayu Nurani
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i2.5748

Abstract

Saluang Balum (Lavanga sarmentosa, Blume Kurz) sudah lama digunakan oleh masyarakat suku Dayak Kalimantan sebagai afrodisiaka yang dapat meningkatkan stamina, gairah seksual dan kesuburan pria. Umumnya Saluang Balum dikonsumsi dengan cara meminum air rebusan akarnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efek ekstrak etanol 70% akar Saluang Balum terhadap spermatogenesis dan gambaran histopatologik testis mencit. Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit jantan galur Swiss yang dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing berjumlah 5 ekor. Kelompok I adalah kelompok kontrol yang diberikan CMC-Na 1%, dan kelompok II adalah kelompok pembanding yaitu X-gra. Kelompok III, IV dan V adalah kelompok perlakuan ekstrak etanol 70% akar Saluang Balum (EEASB) dengan dosis 100; 200; 400 mg/Kg BB. Semua kelompok diberikan perlakuan secara peroral selama 14 hari satu kali sehari. Pada hari ke-14, mencit didislokasi kemudian diambil testisnya, diitimbang bobotnya kemudian dibuat sediaan histopatologik. Data histopatologi dianalisis secara dekskriptif kemudian sel-sel spermatogenik di dalamnya dianalisis secara kuantitatif. Data histopatologi testis tidak menunjukkan adanya perubahan organ pada pemberian ekstrak tersebut. Dari pengamatan terhadap jumlah sel-sel spermatogenik, sel spermatogonia pada semua kelompok dosis pemberian memiliki jumlah yang sama (50,70; 58,50; 55,90 (sel) berturut-turut pada dosis 100 mg/Kg BB, 200 mg/Kg BB dan 400 mg/Kg BB) sedangkan jumlah sel spermatosid [(135,00 sel (100 mg/Kg BB); 138,90 sel (200 mg/Kg BB); 139,20 sel (400 mg/Kg BB)] dan sel spermatid [(122,20 sel (100 mg/Kg BB); 138,10 sel (200 mg/Kg BB); 132,50 sel (400 mg/Kg BB)] mengalami peningkatan secara statistik. Pengamatan tersebut menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol akar Saluang Balum memiliki efek terhadap spermatogenesis dengan meningkatkan jumlah sel spermatosid dan sel spermatid tanpa mempengaruhi organ testis (normal) pada semua dosis. Kata Kunci : Ekstrak etanol 70% akar Saluang Balum, spermatogenesis, histopatologik
Daya Reduksi Ekstrak Etanol Biji Aquilaria microcarpa, Aquilaria malaccensis, dan Aquilaria beccariana Terhadap Ion Ferri (Fe3+) dengan Metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) Liling Triyasmono; Beny Rahmanto; Wawan Halwany; Fajar Lestari; Muhammad Ikhwan Rizki; Khoerul Anwar
Jurnal Pharmascience Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i1.5764

Abstract

ABSTRAK Daya reduksi merupakan salah satu indikator potensi aktivitas suatu senyawa sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daya reduksi ekstrak etanol biji Aquilaria microcarpa, Aquilaria malaccensis, dan Aquilaria beccariana terhadap Ion Ferri (Fe3+). Serbuk kering biji A. microcarpa, A. malaccensis, dan A. beccariana dimaserasi menggunakan etanol 70%. Daya reduksi ditentukan dengan metode FRAP (ferric reducing antioxidant power) yang didasarkan atas kemampuan senyawa dalam mereduksi senyawa besi(III)-tripiridil-triazin menjadi besi(II)-tripiridil triazin pada pH 3,6. Absorbansi diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 598 nm. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol biji A. microcarpa, A. malaccensis, dan A. beccariana mempunyai daya reduksi berturut-turut sebesar 6,39±1,58; 119,95±28,04; dan 62,12±6,57 µM ekivalen troloks/g ekstrak. Kata kunci: biji, Aquilaria microcarpa, Aquilaria malaccensis, Aquilaria beccariana, FRAP ABSTRACT Reducing power is one indicator of potential antioxidant activity of a compound. This study aims to determine the reduction power of the ethanol extract of the seeds of Aquilaria microcarpa, Aquilaria malaccensis, and Aquilaria beccariana against Ferric ion (Fe3+). Dry powder of A. microcarpa, A. malaccensis, and A. beccariana seeds was macerated using 70% ethanol. Reducing power determined using FRAP (ferric reducing antioxidant power) that is based on the ability of the compounds in reducing iron compounds (III) -tripiridil-triazine to iron (II) -tripiridil triazine at pH 3.6. The absorbance was measured using a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 598 nm. The results showed ethanol extract of seeds of A. microcarpa, A. malaccensis, and A. beccariana have reducing power of 6.39 ± 1.58; 119.95 ± 28.04; and 62.12 ± 6.57 µM troloks equivalents / g extract respectively. Key words: seeds, Aquilaria microcarpa, Aquilaria malaccensis, Aquilaria beccariana, FRAP
Analisis Kualitatif Rhodamin B Dalam Bumbu Tabur Pada Penjual Jajanan di Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin Dwi Rizki Febrianti; Muhammad Rahman Hakim
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i1.5780

Abstract

ABSTRAK Bumbu tabur adalah bumbu yang fungsinya untuk memberikan rasa pelezat pada makanan atau jajanan yang biasanya berwarna merah atau orange terang yang di curigai mengandung bahan pewarna dilarang yaitu Rhodamin B. Rhodamin B adalah bahan kimia yang digunakan untuk pewarna merah pada industri tekstil dan plastik. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan keberadaan zat pewarna Rhodamin B yang diduga terdapat pada bumbu tabur pada penjual jajanan di Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin.Metode yang digunakan untuk uji kualitatif adalah metode kromatografi lapis tipis (KLT). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling insidental. Sampel yang didapatkan pada penelitian ini berjumlah 16 bumbu tabur rasa balado.Sebelum melakukan pengujian sampel dipreparasi terlebih dahulu menggunakan metode penyerapan benang wol bebas lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 sampel ditemukan 5 sampel mengandung Rhodamin B. Berdasarkan hasil penelitian ini, masih ditemukan bumbu tabur rasa balado pada penjual jajanan di Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin tidak aman dikonsumsi. Kata Kunci : Bumbu Tabur, Rhodamin B, Kromatografi Lapis Tipis ABSTRACT Spice flavor gives a flavor to the food or snacks, that are usually red or orange light that allegedly contain a prohibited coloring of Rhodamine B. Rhodamin B is a chemical used for red dyes in the textile and plastics industries. The aim of this research is to prove the existence of Rhodamin B dye which is suspected to be found in spice on the seller of snack in North Banjarmasin Subdistrict of Banjarmasin. The method used for qualitative test is thin layer chromatography (TLC) method. Sampling was done by incidental sampling technique. The samples obtained in this study amounted to 16 spice flavor balado.Before doing sample testing dipreparasi first using the method of absorption of fat-free yarn wool. The results showed that from 16 samples found 5 samples containing Rhodamin B. Keywords : Seasoning Flavor, Rhodamin B, Thin Layer Chromatography
Identifikasi Kandungan Senyawa Kimia dan Uji Aktivitas Penghambatan Polimerisasi Hem dari Fraksi n-Heksana Daun Manuran (Coptosapelta tomentosa Valeton ex K. Heyne) Asal Kotabaru Kalimantan Selatan Arnida Arnida; Sutomo Sutomo; Utsna Uhdatul Khoriah
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i2.5796

Abstract

Coptosapelta tomentosa Valeton ex K. Heyne merupakan salah satu tumbuhan yang berasal dari Kotabaru, Kalimantan Selatan yang berpotensi sebagai antimalaria. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan senyawa kimia dan aktivitas penghambatan polimerisasi hem dari fraksi n-heksana daun C. tomentosa Valetona ex K. Heyne. Identifikasi kandungan senyawa kimia dilakukan dengan metode uji tabung sedangkan aktivitas penghambatan polimerisasi hem secara in vitro dilakukan dengan metode Basillico yang dimodifikasi. Hasil uji skrining fitokimia dan uji Kromatografi Lapis Tipis pada fraksi n-heksana daun C. tomentosa Valeton ex K. Heyne mengandung senyawa steroid, terpenoid, flavonoid, dan antrakuinon. Persentase penghambatan polimerisasi yang didapatkan dari fraksi n-heksana daun C. tomentosa Valeton ex K. Heyne dengan konsentrasi 20; 10; 5; 2,5; 1,25; 0,625; 0,3125 mg/mL secara beturut-turut yaitu 98,267; 97,530; 96,001; 93,274; 89,036%; 80,965; 50,322%. Rerata IC50 fraksi n-heksana daun C. tomentosa Valeton ex K. Heyne sebesar 0,196 ± 0,009 mg/mL dan klorokuin difosfat sebesar 0,214 ± 0.012 mg/mL. Analisis dengan independent sample t-test menyatakan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara keduanya dengan nilai signifikansi sebesar 0,110. Hal ini menunjukkan bahwa fraksi n-heksana daun C. tomentosa Valeton ex K. memiliki aktivitas penghambatan polimerisasi hem. Kata Kunci : Coptosapelta tomentosa Valeton ex K. Heyne, Polimerisasi hem, fraksi n-heksana, skrining fitokimia, KLT. Coptosapelta tomentosa Valeton ex K. Heyne is one of the native plants Kotabaru, Kalimantan Selatan which has potential as antimalarial. This study aimed to determine the chemical content and heme polymerization inhibition activity of Manuran leaf n-hexane fraction. Identification of these compound contents used tube test while the inhibitory activity of heme polymerization in vitro did by Basillico modified method. The results of phytochemical screening test and Thin Layer Chromatography test on the C. tomentosa Valeton ex K. Heyne leaf n-hexane fraction in this study was positive steroid, terpenoid, flavonoid, and anthraquinone compounds. Percentage polymerization inhibition obtained from the C. tomentosa Valeton ex K. Heyne leaf n-hexane fraction with concentration 20; 10; 5; 2.5; 1.25; 0.625; 0.3125 mg/mL, respectively, i.e. 98.267; 97.530; 96.001; 93.274; 89.036%; 80.965; 50.322%. The average of IC50 on C. tomentosa Valeton ex K. Heyne n-hexane fraction was 0.196 ± 0.009 mg /mL, and chloroquine diphosphate was 0.214 ± 0.012 mg/mL. Analysis with independent sample t-test declare, there is no difference between both of them with a significance value is 0,110. This result showed C. tomentosa Valeton ex K. Heyne leaf n-hexane fraction and chloroquine had heme polymerization inhibitory activity as well. Keywords: Coptosapelta tomentosa Valeton ex K. Heyne, Heme polymerization, n-hexane fraction, phytochemical screening, TLC.
Aktivitas Pro-Apoptosis Fraksi Air Daun Jawer Kotok (Plectranthus Scutellaroides) pada Ekor Larva Katak Rana Catesbeiana Stadium Metamorfosis Klimaks Moelyono Moektiwardoyo; Putu Dian; Ajeng Diantini
Jurnal Pharmascience Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v2i2.5820

Abstract

ABSTRAK Daun Jawer kotok (Plectranthus scutellaroides), diketahui banyak mempunyai manfaat dalam pengobatan tradisional, salah satunya  sebagai antiinflamasi yang menjadi langkah awal pencarian anti kanker dari tumbuhan. Kanker adalah suatu penyakit yang diakibatkan terjadinya mutasi gen yang mengakibatkan kelainan pada kromosom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas pro-apoptosis fraksi polar daun jawer kotok (Plectranthus scutellaroides) terhadap ekor larva katak Rana catesbeiana saat stadium metamorfosis klimaks. Fraksi polar daun jawer kotok diperoleh melalui fraksinasi ekstrak etanol yang diperoleh dengan cara maserasi  dalam pelarut non polar, semi polar, dan pelarut polar. Metode pengujian aktivitas pro-apoptosis adalah dengan menghitung frekuensi sel apoptosis diantara sel nekrosis dan sel normal per seribu sel per ekor larva katak di bawah mikroskop. Jenis kematian sel ditentukan dengan pewarnaan Giemsa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fraksi polar daun jawer kotok dengan beberapa variasi   dosis mempengaruhi  frekuensi sel apoptosis jika dibandingkan dengan kontrol (a = 0,05). Frekuensi sel apoptosis tertinggi ditunjukkan oleh dosis 500 mg/kg BB yaitu sebesar 79,51%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fraksi polar daun jawer kotok  menunjukkan  aktivitas pro-apoptosis pada ekor larva katak Rana catesbeiana stadium metamorfosis klimaks.Kata kunci :   Plectratus scutellaroides, apoptosis, Rana catesbeianaABSTRACTLeaves of jawer kotok (Plectranthus scutellaroides) has many benefits in tusing of traditional medicine, one among  them is antiinflammation which can be starting point of seeking and discovering of anticancer from plants. Cancer is one of disease due to gen mutation that effect anomaly of chromosom. The purpose of this experiment was to identify the pro-apoptotic activity of polar fraction of jawer kotok leaves on Rana catesbeiana tadpole tail in climax metamorphosis phase. Polar fraction was obtained through fractination of ethanolic extract which are made by maceration method in non polar, semi polar, and polar solvents.  The method use in this experiment was calculating the apoptotic cell frequency between necrotic cells and normal cells which were counted per one thousand of tadpole tails cells under microscope. The modes of cell death determined by Giemsa staining. The experiment showed that variation of dose of polar fraction of jawer kotok leaves is affecting  the frequency of apoptotic cell death compared with control (a = 0.05). Dose of 500 mg/kg body weight of water fraction of jawer kotok leaves gave the highest apoptotic cell frequency (79.51 %) between normal and necrotic cell. It can be concluded that polar fraction of jawer kotok leaves has pro-apoptotic activity on Rana catesbeiana tadpole tail in climax metamorphosis phase. Keywords: Plectranthus scutellaroides, apoptosis, Rana catesbeiana
Skrining Fitokimia dan Uji Kualitatif Aktivitas Antioksidan Tumbuhan Asal Daerah Rantau Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan Sutomo Sutomo; Arnida Arnida; Muhammad Ikhwan Rizki; Liling Triyasmono; Agung Nugroho; Evi Mintowati; Salamiah Salamiah
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5836

Abstract

ABSTRAK  Kalimantan selatan merupakan salah satu kawasan tropis dengan sumber keanekaragaman hayati yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan ekstraksi dan skrining fitokimia terhadap beberapa tumbuhan yang secara etnis digunakan sebagai pengobatan. Metode ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran terhadap golongan senyawa yang terkandung dalam tumbuhan obat. Tumbuhan yang diteliti  adalah rimpang patiti, kulit batang ambaratan, batang carikang habang, daun puspa, kulit batang balik anngin, daun bilaran tapah, dan daun karamunting. Hasil ekstraksi menggunakan etanol 70% rendemen terbanyak adalah daun puspa (30,76%) diikuti secara berturut-turut kulit batang balik angin (27,05%), daun bilaran tapah (23,53%), daun karamunting (10,88%), rimpang patiti (8,48%), batang carikang habang (3,56%), dan kulit batang ambaratan (2,04%). Skrining fitokimia menunjukkan bahwa rimpang patiti mengandung senyawa golongan flavonoid, fenol, tanin, saponin, dan terpenoid. Kulit batang ambaratan mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, fenol, tanin dan antrakinon. Batang carikang habang mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, saponin, steroid, dan antrakuion. Daun puspa mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, fenol, saponin, dan terpenoid. Kulit batang balik anngin mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, terpenoid, dan antrakuinon. Daun bilaran tapah mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonois, fenol, tanin, saponin, terpenoid, dan antrakuinon. Daun karamunting mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonois, fenol, tanin, saponin, dan terpenoid. Hasil uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH melalui kromatpgrafi lapis tipis menunjukkan bahwa ketujuh tumbuhan yang diuji mengandung senyawa yang bersifat antioksidan.  Kata kunci : eksplorasi, ekstraksi, skrining fitokimia, antioksidan.    ABSTRACT Kalimantan Selatan is a province in the southern of Borneo island. As one of the tropical areas, this province  has a high biological diversity. The recent study aims to identify the secondary metabollites through screening test and evaluate the antioxidative capacities of several medicinal plants growing in Tapin regency. Seven plants used in this study were: the rhizome of Patiti (RP), the bark of Ambaratan (BA), the stem of Carikang Habang (SC), leaves of Puspa (LP), the bark of Balik Angin (BB), leaves of Bilaran Tapah (LB), and leaves of Karamunting (LK). Arranged from the highest to the lowest, the yield of 70% ethanol extracts were 30.76% (LP), 27.05% (BB), 23.53% (LB), 10.88% (LK), 8.48% (RP), 3.56% (BC), and 2.04% (BA). The phytochemical screening test shown that flavonoid, phenolic, tanin, saponin,  and terpenoid were detected in RP. In BA, alkaloid, flavonoid, phenolic, tanin, and antraquinon were identified. SC possessed alkaloid, flavonoid, phenolic, tanin, saponin, steroid, and antraquinon. LP had alkaloid, flavonoid, phenolic, saponin, and terpenoid. BB contained alkaloid, flavonoid, phenolic, tanin, terpenoid, and antraquinon. LB shown the presence of  alkaloid, flavonoid, phenolic, tanin, saponin, terpenoid, and antraquinon. Meanwhile, LK indicated the presence of alkaloid, flavonoid, phenolic, tanin, saponin, and terpenoid. Antioxidant analyis of the seven extracts using DPPH showed that all the tested plants possessed the active compounds with antioxidative effects. Keywords: exploration, extraction, phytochemical screening, antioxidant.
Persepsi Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Unit 1 Yogyakarta Terhadap Kualitas Obat Generik Ditinjau dari Dimensi Efficacy Nurul Mardiati; Sampurno Sampurno; Chairun Wiedyaningsih
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i2.5743

Abstract

Roadmap upaya peningkatan penggunaan obat generik sebenarnya sudah dilakukan pemerintah jauh sebelum resmi memberlakukan skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Akan tetapi persepsi pasien terhadap obat generik di masa penerapan JKN ini dinilai oleh banyak pengamat masih buruk. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi pasien terhadap kualitas obat generik ditinjau dari dimensi efficacy. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif-analitik dengan pendekatan kuantitatif, desain survey cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 150 responden. Alat penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data yaitu analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pasien terhadap kualitas obat generik ditinjau dari dimensi efficacy menunjukkan rata-rata skor 2,75. Hal ini bermakna bahwasanya kualitas obat generik dari dimensi efficacy secara rata-rata dipersepsikan dengan baik oleh responden. Seluruh rata-rata skor jawaban responden pada item-item pernyataan dimensi efficacy menunjukkan persepsi yang baik pasien terhadap kualitas obat generik. Kata kunci: Persepsi Pasien, Kualitas, Obat Generik, Efficacy
Pengaruh Variasi Bahan Penghancur terhadap Sifat Fisikokimia dan Disolusi Tablet Aminofilin sebagai Terapi Asma Taufikurrahmi Taufikurrahmi; Hani’atul Kharimah; Hanida Destriana Fatmawati; Syarif Hidayatullah; Lutfi Chabib
Jurnal Pharmascience Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i1.5759

Abstract

ABSTRAK Pembuatan tablet Aminofilin menggunakan metode granulasi basah dikarenakan memiliki sifat alir dan kompaktibilitas yang kurang baik. Granulasi basah memerlukan bahan penghancur agar formula tablet sangat berlawanan dengan fungsi bahan pengikat. semakin kuat daya ikat bahan pengikat maka dipilih bahan penghancur dengan daya hancur yang semakin besar. Konsentrasi dari bahan penghancur akan mempengaruhi kecepatan disintegrasi. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh dari konsentrasi bahan penghancur yaitu primojel yang digunakan terhadap kualitas tablet aminophilin yang dihasilkan. Pada penelitian akan dibuat sediaan tablet aminofilin dengan variasi bahan penghancur yaitu primojel. Dilakukan evaluasi granul seperti uji sifat alir serta evaluasi tablet seperti keseragaman bobot, ukuran, kandungan, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur dan disolusi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa formula tablet yang mengandung bahan penghancur pada formula I, formula II, Formula III menghasilkan tablet yang memenuhi persyaratan tablet yang baik. Kata Kunci: Aminofilin, Granulasi Basah, Variasi Primojel ABSTRAK Aminophylline tablet manufacturing using wet granulation method due to having flow properties and compactibility unfavorable. Wet granulation requires a shredder material that tablet formula is in contrast with the function of the binder. The stronger the power tie then selected binder material crushers with crushed greater power. The concentration of disintegrant will affect the speed of disintegration. The purpose of the study was to determine the effect of the concentration of primojel crushers are used to the quality of the resulting tablet aminophylline. The research will be made with a variety of aminophylline tablet dosage shredder material that is primojel. Test to evaluate the granules as flow properties and evaluation of tablets such as uniformity of weight, size, content, hardness, friability, disintegration time and dissolution. The results obtained from this study can be concluded that the formula tablets containing material crusher of formula I, Formula II, Formula III to produce a tablet that meets the requirements of a good tablet. Keywords: Aminophylline, Wet Granulation, Variation Primojel

Page 4 of 34 | Total Record : 340