cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner
ISSN : 25409492     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner merupakan media elektronik yang digunakan sebagai wadah penyebaran hasil-hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala yang ditulis bersama dengan dosen pembimbingnya. Naskah/artikel yang diterbitkan telah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan penyunting JIMVET. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner untuk saat ini menerbitkan naskah ilmiah mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Dokter Hewan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner terbit dengan satu volume dan empat nomor dalam setahun (Fabruari, Mei, Agustus, dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 296 Documents
ANGKA KONTAMINASI MIKROBA DAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO PADA TAHAP AKHIR PROSES PRODUKSI IKAN KAYU (KEUMAMAH) DI KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH Roza Fitria
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 1 (2017): NOVEMBER - JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.646 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i1.2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kontaminasi mikroba dan faktor-faktor risiko yang berpengaruh terhadap produk  ikan kayu (keumamah) pada tahap akhir proses pengolahan di Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Kajian ini dilakukan dalam bentuk survei lapangan dengan melibatkan sejumlah tiga produsen. Pada tiap-tiap produsen diambil sebanyak tiga sampel produk ikan kayu untuk diuji cemaran mikroba di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode TPC (Total Plate Count). Selain itu terhadap produsen ikan kayu juga diwawancarai menggunakan kuisioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat cemaran mikroba yang terdapat pada produsen pertama  sebesar 1,2x106CFU/g  dan produsen kedua pada angka 9,7x105CFU/g. Hasil ini tergolong diatas nilai ambang SNI 7338:2009 (5,0x105CFU/g) dibandingkan dengan ikan kayu yang diproduksi oleh produsen ketiga (angka cemaran 6,7x104CFU/g). Dari hasil survey diketahui bahwa kemungkinan salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan cemaran mikroba tersebut dilakukannya penjemuran ikan kayu di tempat terbuka. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa 67 persen produk ikan kayu yang diproduksi di wilayah Kuta Alam memiliki angka kontaminasi mikroba diatas batas maksimun cemaran dan hal ini dapat disebabkan oleh proses pengolahan yang tidak higienis.This study was aimed to measure the rate of microbial contamination and risk factors at final process of wooden fish (keumamah) production in Kuta Alam Subdistrict of Banda Aceh. The study was performed using an approach of field survey. There were three producers involved in this study. A number of three sample were taken from each producer to be tested for microbe contamination. The test was conducted using a method of TPC (Total Plate Count) in the Laboratory of Veterinary Public Health of the Faculty of  Veterinary Medicine of Syiah Kuala University. Then, all of the producers were questioned with structured questioner. The result showed that the average rate of micobial contamination on the fish at the first producer  was at 1,2x106CFU/g  and the second producer  was at 9,7x105CFU/g. These results were classified as above SNI standard of 7338:2009 (5,0x105CFU/g). On the other hand, the rate of contamination on the fish produced by the third producer was lower than SNI standard (6,7x104CFU/g). Then, from the interview was found that most of the producers were drying their fish under open air.  Therefore, it can be concluded that a proportion of 67 percent of wooden fish produced in Kuta Alam were contaminated and, possibly, the result of drying them under open air.
PENGARUH EKSTRAK DAUN JAMBLANG (Syzygium cumini ) TERHADAP HISTOPATOLOGI PANKREAS TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOSIN The (Effect of Syzygium cumini leaf Extract on Pancreas Histopathology of Rat (Rattus norvegicus) Induced with Streptozotocin) Lestari Sukma Dinullah; M. Nur Salim; Hamdani B
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 4 (2017): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.055 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i4.4463

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas ekstrak daun jamblang (Syzygium cumini) sebagai antidiabetik pada gambaran mikroskopis pankreas  tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi streptozotosin. Induksi diabetes dilakukan dengan pemberian steptozotosin 40 mg/kg bb. Sebanyak 15 ekor tikus putih jantan diadaptasi selama 7 hari, kemudian dibagi kedalam 5 kelompok dan 3 ulangan. Kelompok kontrol negatif  (KN) hanya diberikan akuades, kelompok kontrol positif (KP) diberikan streptozotosin dan akuades, dan kelompok perlakuan diberikan ektrak daun jamblang dosis 100 mg/kg bb (K1), 150 mg/kg bb (K2) dan 200 mg/kg bb (K3). Pemberian ektrak daun jamblang diberikan secara oral selama 14 hari. Gambaran histologi jaringan pankreas dilakukan dengan menggunakan metode pewarnaan hemotoksilin dan eosin. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ektrak daun jamblang dengan dosis 100 mg/kg bb, 150 mg/kg bb, dan 200 mg/kg bb berpengaruh terhadap perbaikan jaringan pulau Langerhans pankreas dengan bertambahnya jumlah sel β pankreas, ruang intersel semakin berkurang, sel-sel β tersebar ke seluruh pulau Langerhans, dan ukuran pulau Langerhans lebih besar. Dosis 200 mg/kg bb ekstrak daun jamblang menunjukkan perbaikan histopatologi pankreas yang lebih baik.Kata kunci : Jamblang, streptozotosin, diabetes, pankreas ABSTRACTThis study aimed to determine the effectiveness of jamblang (Syzygium cumini) leaf extract  as an antidiabetic on histopathological lesion of rat (Rattus norvegicus)  pancreas induced by streptozotocin. Diabetic induction was performed by giving steptozotosin 40 mg/kg BW. 15 male rats were adapted for 7 days, divided into 5 groups and 3 replications. Negative control group  (NC) was given only aquadest, positive control group (PC) was given streptozotocin and aquadest, and the treatment groups was given jamblang leaf extract dose of 100 mg/kg BW (K1), 150 mg/kg BW (K2) and 200 mg/kg BW (K3). Jamblang leaf extract were given by oral for 14 days. The histological of pancreatic tissue were performed using the Hematoxylin-Eosin staining. Data of research result was analyzed descriptively. The results showed that the extract of jamblang leaves with dose of 100 mg/kg BW, 150 mg/kg BW, and 200 mg/kg BW have an effect on the improvement islet  of Langerhans pancreas proven by the increasing number of pancreatic β cells, decreasing of intercellular space, β cells were spread throughout islet of Langerhans, increasing the size islet of Langerhans. Doses of 200 mg/kg BW of jamblang leaf extract showed better improvement in histopathological pancreatic.
Isolasi Cemaran Salmonella sp Pada Ruangan Kandang Burung Puyuh (Coturnix coturnix japonica) di Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar Susan octarina ag
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 3 (2017): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.856 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i3.3464

Abstract

Isolasi Cemaran Salmonella Sp Pada Ruangan Kandang Burung Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica) Di Kecamatan    Darul Imarah, Aceh Besar ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengisolasi bakteri Salmonella sp. Pada ruangan kandang burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) di Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar. Sampel penelitian didapat dengan meletakkan media pada ruangan kandang burung puyuh. Dengan dua kali pengulangan, yaitu pagi dan sore hari, Koloni yang tumbuh pada media Salmonella Shigella Agar diamati secara mikroskopis dengan pewarnaan Gram. Hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Pada penelitian dua kelompok perlakuan yaitu pagi dan sore hari positif ditemukan pertumbuhan koloni bakteri Salmonella sp. dan dapat  disimpulkan bahwa ruangan kandang burung puyuh positif terinfeksi cemaran bakteri Salmonella sp.                                   Isolation Of  Contamination Salmonella Sp Inside Of Quail (Coturnix coturnix japonica) Cagein Darul marah         Sub-Distric Aceh Besar Regency ABSTRACTThe purposed at this study was to isolate Salmonella sp inside quail cage in Darul Imarah district, Aceh Besar the sample used in this study by placing the media inside the cage. Which two repetitions on morning  and afternoon. The growth of colonies stained by Gram staining and observed under light microscope. Data were analised descriptively. The result show that the present Salmonell sp both on the  morning and afternoon. It can be concluded that inside  the cage was contaminated with Salmonella sp. 
DENSITAS RADIOGRAFI TULANG HUMERUS ANJING LOKAL (Canis lupus familiaris) YANG DI OVARIOHISTEREKTOMI. (Radiography Density Of Humerus Bone On Local Ovariohisterektomi Dogs (Canis lupus familiaris). meutya silviana morow; budianto panjaitan; syafruddin syafruddin; dian masyitha; erwin erwin; cut nila tasmi
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 3 (2018): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.168 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i3.7907

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan gambaran densitas radiografi tulang humerus pada anjing lokal (Canis lupus familiaris) sebelum dan sesudah dilakukan ovariohisterektomi. Penelitian ini menggunakan tiga ekor anjing betina lokal dengan kisaran umur 5-7 bulan. Teknik perlakuan diambil  gambar radiografi sebelum dilakukan ovariohisterektomi selanjutnya semua hewan dilakukan ovariohisterektomi melalui linea alba, setelah itu hewan di ovariohisterektomi. Pada minggu 1,2,3, dan 4 setelah di ovariohisterektomi dilakukan pengambilan gambar radiografi dan pengukuran densitas tulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata densitas tulang pada minggu 0 sebelum ovariohisterektomi adalah 157.3661667 ± 23.3043699, hasil ini tidak berbeda nyata dengan hasil rata-rata densitas pada minggu 1,3, dan 4 yaitu 156.8621982 ± 12.07528008, 153.8854886 ± 15.93987235, dan 156.1769175 ± 19.84084989, perbedaan terjadi pada minggu ke 2 dengan hasil 144.6901974 ±10.76999831. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan  bahwa penurunan densitas radiografi tulang humerus hanya bersifat sementara pada minggu ke 2 terjadi penurunan kemudian meningkat kembali pada minggu ke 3 dan minggu ke 4.ABSTRACTThe aim of this study was to obtain a picture of radiographic density of humerus bone in local dog (Canis lupus familiaris) before and after ovarianohysterectomy. This study used three local female dogs with the age range of 5-7 months. The technique of treatment is taken radiographic images before the next ovarianohysterectomy is done all animals are done ovariohisterektomi through linea alba, after which the animal in ovariohisterektomi. At weeks 1,2,3 and 4 after ovarianohysterectomy, radiographic imaging and bone density measurements were performed. The results showed that the average bone density at week 0 before ovariohisterectomy was 157.3661667 ± 23.3043699, this result was not significantly different with the average density results at weeks 1.3 and 4, ie 156.8621982 ± 12.07528008, 153.8854886 ± 15.93987235, and 156.1769175 ± 19.84084989, the difference occurs at week 2 with the result 144.6901974 ± 10.76999831. Based on the results of this study it can be concluded that degradation of humerus bone radiography density is only temporary at 2 weeks decrease then increase again at week 3 and week 4.
DETEKSI Salmonella enterica SEROVAR ENTERITIDIS PADA TELUR AYAM BURAS DARI WARUNG KOPI DI KECAMATAN SYIAH KUALA BANDA ACEH Kabetty Hutasoit; Rastina Rastina; Mahdi Abrar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 2 (2017): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.633 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i2.2713

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeteksi Salmonella enterica serovar Enteritidis pada telur yang diperoleh dari warung kopi. Sampel yang digunakan sebanyak 50 butir telur ayam buras dari 5 warung kopi di Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh. Prosedur isolasi Salmonella Enteritidis yang digunakan berdasarkan cara kerja Kit meliputi pre-enrichment, selektif enrichment dan inokulasi pada media selektif. Pada hari pertama sebanyak 25 gram isi telur dihomogenkan menggunakan stomacher kemudian dimasukkan ke dalam Buffered Pepton Water dan diinkubasikan, pada hari kedua sebanyak 0,1 ml dari Buffered Pepton Water yang telah diinkubasi kemudian dimasukkan ke dalam Rappaport Vasiliadis Medium dan diinkubasi kembali. Pada hari ketiga biakan pada Rappaport Vasiliadis Medium  kemudian digoreskan pada Xylose Lysine Deoxycholate Agar dan diinkubasikan. Hasil yang didapatkan bahwa 50 butir telur negatif tercemar Salmonella Enteritidis yang ditandai dengan tidak terbentuknya koloni berwarna merah dengan pusat hitam yang tumbuh pada media Xylose Lysine Deoxycholate Agar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa telur yang dijual di warung kopi di Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh tidak tercemar Salmonella Enteritidis.
PERBANDINGAN JUMLAH MIKROBA PADA musculus pectoralis YANG MENGALAMI MEMAR (bruises) DENGAN YANG NORMAL DARI AYAM BROILER (THE COMPARISON OF THE AMOUNT OF MICROBES ON musculus pectoralis IN NORMAL AND BRUISES IN BROILER CHICKEN) M. Agung Dorojatun; Teuku Reza Ferasyi; Dwina Aliza
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 1 (2017): NOVEMBER - JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.315 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i1.6662

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui jumlah mikroba antara musculus pectoralis yang mengalami memar (bruises) dan normal. Dalam penelitian ini digunakan 10 otot dada ayam broiler yang dibagi atas dua kelompok perlakuan yaitu kelompok normal (KN) dan kelompok memar (KM). Pengambilan sampel dilakukan secara purpossive sampling atau cuplikan disengaja dengan memilih lima musculus pectoralis ayam broiler normal dan lima musculus pectoralis ayam broiler memar. Sampel yang diperoleh diperiksa di Laboratorium Kesmavet Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Pemeriksaan bakteri menggunakan uji mikrobiologis dengan metode  total plate count (TPC). Berdasarkan hasil pengamatan ditemukan jumlah koloni bakteri pada musculus pectoralis ayam broiler yang normal dengan rata – rata 6.2×106Cfu/g, sedangkan rata - rata mikroba pada musculus pectoralis yang mengalami memar adalah 1.3×107Cfu/g. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa musculus pectoralis pada ayam broiler yang mengalami memar mengandung jumlah mikroba yang lebih tinggi dibandingkan musculus pectoralis ayam yang berkondisi normal.Kata Kunci: ayam broiler, musculus pectoralis ABSTRACTThis research aimed to determine the number of microbes between Musculus Pectoralis with bruises and normal. This research used 10 musculus pectoralis of broiler chicken which grouped into two treatment groups that is normal group (KN) and bruised group (KM). Sampling was done by purpossive sampling or deliberate sampling by selecting five Musculus Pectoralis of a normal broiler chicken and five musculus pectoralis of a bruised broiler chicken. The samples obtained were examined at the Kesmavet Laboratory of the Faculty of Veterinary Medicine, Syiah Kuala University. Examination of bacteria was carried out using microbiological test with TPC method.   The results showed that the number of bacterial colonies in musculus pectoralis of a normal broiler chicken with an  average 6.2×106Cfu/g, while the number of microbes with an average in the bruised musculus pectoralis were 1.3×107Cfu/g.  Based on the results of this study, it can be concluded that musculus pectoralis in bruised broiler chickens contain a higher number of microbes than musculus pectoralis in a normal chicken.Keyword: broiler chicken, musculus pectoralis 
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBLANG (Syzygium cumini (L.) SKEELS) TERHADAPT GLUKOSA DARAH PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) DIABETES MELLITUS YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOSIN Delvy Yuana Mustika; Zuhrawaty NA; Abdul Harris; Rinidar Rinidar; Nuzul Asmilia; Muhammad Hasan
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 4 (2017): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.906 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i4.4349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun jamblang terhadap kadar glukosa darah pada tikus putih diabetes mellitus yang diinduksi Streptozotosin (STZ). Hewan coba yang digunakan adalah 15 ekor tikus putih jantan dengan berat badan 200-250g. Tikus secara acak dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan masing-masing terdiri dari 3 ekor. Kelompok control negatif  (KN) tidak diinjeksi STZ dan tidak diberi Ekstrak Etanol Daun Jamblang (EEDJ), kelompok control positif (KP) diinjeksi STZ 40 mg/kg BB dan tidak diberi EEDJ, kelompok P1, P2, dan P3 diinjeksi STZ 40 mg/kg BB dan diberi EEDJ dengan dosis masing-masing 100 mg/kg BB, 150 mg/kg BB dan 200 mg/kg BB. Pemberian EEDJ diberikan secara oral selama 14 hari. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap pola searah. Hasil analisis varian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian EEDJ berpengaruh sangat nyata (P0,01) terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus. Rata-rata kadar glukosa darah tikus kelompok KN (110,33±8,38 mg/dL), KP (448,00±40,33 mg/dL), P1 (100,00±8,34 mg/dL), P2 (103,33±5,68 mg/dL) dan P3 (92,00±6,08 mg/dL). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian EEDJ dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih jantan diabetes mellitus yang diinduksi STZ. Dosis EEDJ yang efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah adalah 200 mg/kg BB.
HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINJEKSI FORMALIN (Histopathological changes of rat (Rattus norvegicus) kidney injected with formalin) Almunawati Almunawati
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 3 (2017): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.544 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i3.3372

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian formalin secara intraperitoneal terhadap ginjal tikus putih (Rattus norvegicus). Hewan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 24 ekor tikus putih jantan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola searah dengan 4 kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok perlakuan terdiri atas enam ekor tikus. Kelompok kontrol tikus hanya diberi pakan dan air minum tanpa perlakuan apapun, kelompok 1 tikus diinjeksi formalin dengan dosis 1 mg/kg bb, kelompok 2 diinjeksi formalin dengan dosis 2,5 mg/kg bb, kelompok 3 diinjeksi formalin dengan dosis 5 mg/kg bb. Masing-masing kelompok diberi perlakuan selama 14 hari berturut-turut secara intraperitoneal. Selama penelitian tikus diberi pakan dan air minum secara adlibitum. Tikus dietanasi pada hari ke 15, kemudian organ ginjal dikoleksi untuk pembuatan preparat histopatologi. Hasil analisis statistik menunjukkan rata-rata (± SD) jumlah sel-sel tubulus ginjal pada tikus  yang mengalami degenerasi parenkim K0 (0,00 ± 0,00); K1 (2,10 ± 0,17); K2 (2,56± 0,32); dan K3 (3,00 ±0,72);  degenerasi hidropis K0 (0,00 ± 0,00); K1 (1,80 ± 0,69); K2 ( (7,23 ± 0,60); dan K3 (7,50 ± 0,26); dan nekrosis K0 (0,06 ± 0,11); K1 (3,70 ± 0,43); K2 (7,23 ± 0,60); dan K3 (7,50 ± 0,26). Pemberian formalin berpengaruh nyata terhadap kerusakan sel-sel tubulus ginjal tikus putih, Disimpulkan bahwa semakin besar dosis formalin yang diberikan maka semakin besar pengaruhnya terhadap kerusakan histopatologi ginjal tikus.Kata kunci: degenerasi, formalin, ginjal, nekrosis, Rattus norvegicusABSTRACT          The study aims to determine the effect of formalin administration intraperitoneally on Rats (Rattus norvegicus) kidney. Animals used in this study were 24 male rats. The research design used was a completely randomized design (CRD) with 4 unidirectional pattern group treatments. Each treatment group consisted of six rats. Group control was given only feed and drinking without any treatment, group 1, 2, and 3 were injected intraperitoneally  with formalin with the dose of 1, 2.5, and 5 mg/kg bw, respectively. The treatment was carried out for 14 consecutive days. During the reseach, rats were fed comercial feed and given drinking water adlibitum. Rat were euthanized on day 15, then the kidney was collected for histopathological examination. The statistical analysis showed that the average (± SD) number of renal tubular cells in rat with degeneration of parenchyma were K0 (0.00 ± 0.00), K1 (2.10 ± 0.17), K2 (2.56± 0.32), and K3 (3.00 ±0.72) , degeneration hidropis were  K0 (0.00 ± 0.00), K1 (1.80 ± 0.69), K2 (7.23 ± 0.60), and K3 (7.50 ± 0.26), and necrosis were K0 (0.06 ± 0.11), K1 (3.70 ± 0.43), K2 (7.23 ± 0.60), and K3  (7.50 ± 0.26). The administration in conelusion of formalin significantly affect the renal tubular cells damage in rat, the higher the dose of formalin injected, the higher the damage of histopathological of kidney rats.Keywords: degeneration,  formalin, kidney, necrosis, Rattus norvegicus  
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK TEMPE TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus ( Antibacterial Activity of Tempe Extracts on Staphylococcus aureus) Nurul Mawaddah; fakhrurrazi fakhrurrazi; rosmaidar rosmaidar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 3 (2018): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.68 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i3.7765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak tempe terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian ini bermanfaat untuk pengembanga tempe sebagai makanan fungsional. Tempe yang digunakan dalam penelitian ini adalah tempe komersial yang diperoleh dari pasar tradisional Darussalam, Banda Aceh. Proses ekstraksi tempe dilakukan menggunakan pelarut etil asetat dengan tingkat konsentrasi yang berbeda yaitu 25%, 50% dan 75%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi menggunakan kertas cakram pada media Mueller Hinton Agar (MHA), dan inkubasi dilakukan pada suhu 36-37˚C selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ektrak etil asetat tempe dengan konsentrasi 25%, 50% dan 75% memiliki daya hambat sebesar 6,6 mm, 6,7 mm dan 7,5 mm, sedangkan daya hambat kontrol positif menggunakan amoksisilin 31,6 mm. Aktivitas antibakteri yang dihasilkan ekstrak tempe termasuk dalam kategori sedang.(The aim of this research is to observe the antibacterial activity of tempe extract againts Staphlococcus aureus. The result of this research broadens the current knoledge of tempe as functional food. Samples of commercial tempe were obtained from a traditional market of Darussalam, Banda Aceh.Tempe samples were then extracted using ethyl acetate, each at three levels of concentration 25%, 50% and 75%. The antibacterial activity test of  tempe extracts was carried out using disc diffusion method on Mueller Hinton Agar (MHA), and incubation was conducted at 36-37˚C for 24 hours. The result showed that etil asetate extract of tempe withc concentration of 25%, 50% and 75% had inhibition zone of 6,6 mm 6,7 mm and 7,5 mm, meanwhile the used of amoxicilin (as a positive control) could inhibit Staphylococcus aureus growth with inhibition diameter was 31,6 mm. Antibacterial activities that produced asetat etil extract of tempe in middle category).
SURVEY STATUS KEHALALAN MENU DAGING AYAM YANG DIJUAL DI RUMAH MAKAN DALAM WILAYAH KOTA BANDA ACEH reva diana yanti
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 2 (2017): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.205 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i2.2215

Abstract

 ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan status kehalalan menu daging ayam yang dijual di rumah makan dalam wilayah Kota Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk survey lapangan. Selanjutnya  mewawancarai produsen atau pemilik rumah makan yang terpilih dengan menggunakan kuisioner terstuktur 14 responden diwilayah Kota Banda Aceh. Hasil dari  penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan pemilik Rumah makan terhadap status kehalalan menu daging ayam yang dijual tergolong baik. Kemudian Sikap produsen atau pemilik Rumah makan menu daging ayam yang dijual dalam wilayah Kota Banda Aceh sudah menunjukkan kehalalan. Namun Tindakan keadaan Rumah makan menu daging ayam yang dijual dalam wilayah Kota Banda Aceh yang tergolong cukup baik.

Page 8 of 30 | Total Record : 296