cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 227 Documents
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING DAN QUANTUM TEACHING PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X DI MAN 1 BANDA ACEH Siti Hajar; Syamsul Bardi; Daska Aziz
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Quantum Learning dan Quantum Teaching. Tujuan eksperimen ini adalah guna melihat apakah perolehan belajar siswa yang mengaplikasikan model pembelajaran Quantum Teaching akan lebih baik dibandingan Quantum Learning pada pelajaran geografi Kelas X MAN 1 Banda Aceh. Eksperimen ini menggunakan pendekatan kuantitatif, sedangkan jenis penelitian adalah eksperimen. Populasi penelitian ini ialah seluruh siswa kelas X IS MAN 1 Banda Aceh, sedangkan sampel dalam eksperimen ini adalah 38 siswa Kelas X IS-2 dan 37 siswa Kelas X IS-3. Instrumen yang dipakai dalam eksperimen ini merupakan perangkat tes yang dibagikan kepada siswa. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah thitung = 2,10 dan ttabel = 1,67 pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 73, artinya thitungttabel, sehingga Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching lebih baik dari hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Quantum Learning pada materi Rotasi dan Revolusi Bumi mata pelajaran Geografi Kelas X MAN 1 Banda Aceh. Kata Kunci:Perbandingan, Hasil Belajar, Quantum Learning, Quantum Teaching, Geografi
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL DAN MEDIA ANIMASI MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI MTSN 4 RUKOH BANDA ACEH Satria Andika; Abdul Wahab Abdi; Novia Zalmita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran adalah suatu pola, cara-cara maupun langkah-langkah pembelajaran tertentu yang diterapkan oleh guru agar tujuan dari pembelajaran tercapai. Model yang digemari oleh siswa dalam proses belajar mengajar adalah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Model pembelajaran kooperatif atau kelompok akan lebih efektif jika menggunakan unsur media seperti media audio visual dan media animasi. Yang menjadi latar belakang masalah dalam penelitian ini yaitu kurangnya penerapan media dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa menggunakan media audio visual dan media animasi pada mata pelajaran IPS Terpadu di MTsN 4 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII  yang berjumlah 222 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling yaitu pemilihan sampel dengan kreteria tertentu, sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VII-1 yang berjumlah 24 orang dan kelas VII-2 yang berjumlah 26 orang. Teknik untuk memperoleh data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test (tes awal) dan post-test (tes akhir). Pengolahan hasil test dilakukan dengan teknik uji-t. Dari hasil pengolahan  data penelitian didapatkan thitung = 2,63 dan ttabel = 1,68 dengan taraf kesalahan 5% dengan drajat kebebasan atau dk = 48, artinya thitung ttabel sehingga Ha diterima. Yang berarti hasil belajar peserta didik dengan menggunakan media audio visual lebih baik dibandingkan dengan media animasi pada mata pelajaran IPS Terpadu di MTsN 4 Banda Aceh. Nilai rata-rata peserta didik yang dibelajarkan dengan menggunakan media audio visual adalah 78 dan hasil belajar peserta didik yang diajarkan dengan menggunakan media animasi adalah 74. Kata Kunci: Model Pembelajaran, Media Audio Visual, Media Animasi.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO DAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 9 BANDA ACEH Ade Ira Rahayu Octavia; Thamrin Kamaruddin; Muhammad Okta Ridha Maulidian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelaajaran adalah alat untuk dapat membantu proses belajar mengajar, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna. Rumusan masalah dalam penelitian yaitu benarkah hasil belajar geografi dengan mempergunakan media video lebih baik daripada media gambar untuk siswa kelas X SMA Negeri 9 Banda Aceh. Penelitian bertujuan mengetahui hasil belajar geografi dengan media video lebih baik daripada media gambar untuk siswa kelas X SMA Negeri 9 Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian adalah seluruh peserta didik  kelas X IS-I dan X IS-2 SMA Negeri 9 Banda Aceh dan jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan Purposive sampling. Pengumpulan data dilaksanakan untuk memberikan  test kepada peserta didik, yaitu pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data menggunakan uji-t. Hasil pengolaahan data penelitian adalah = 2,59 dan  = 1,68 dengan signifikan 5% dan dk=48, pada kriteria terima Ha   Sesuai dengan hasil yang diperoleh di atas maka sehingga hipotesis alternatif Ha diterima,, Ini berarti hasil belajar geografi dengan mempergunakan media video lebih baik daripada media gambar untuk siswa kelas X SMA Negeri 9 Banda Aceh. Kelas eksperimen 1 memiliki rata-rata nilai 78 dan nilai post-test 87,39 sedangkan kelas eksperimen II memiliki rata-rata nilai 74 dan nilai post-test 64. Kata Kunci: perbandingan, geografi, media video, media gambar
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DENGAN CHANGE OF PAIRS PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IS DI SMA NEGERI 1 BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Fahmi Rija Arhas; Amsal Amri; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share merupakan suatu cara efektif  yang dapat menciptakan variasi diskusi dalam ruangan. Penerapan cara belajar Think Pair Share saat proses belajar mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengingat informasi. Model ini menciptakan siswa lebih aktif dalam mencari dan menyampaikan setiap informasi. Penelitian ini mengangkat permasalahan perbandingan hasil belajar geografi mengunakan model kooperatif TPS dengan Change of Pairs dari kelas XI IS di SMAN I Baitussalam. Pengamatan ini bertujuan untuk menemukan perbandingan hasil belajar peserta didik memakai kedua model tersebut. Subjek pada pengamatan adalah siswa ruang XI IS1 dan ruang XI-IS2. Teknik pengamatannya dimulai dengan Pretest dan Posttest. Pengolahan dan analisis data penelitian menggunakan rumus ANOVA dan uji beda (uji-t). Hasil dari penerapan pembelajaran tersebut  menunjukkan bahwa hasil belajar geografi dengan cara belajar kooperatif TPS lebih baik jika dibandingkan dengan cara belajar kooperatif Change of Pairs. Hal ini berlandaskan pada perhitungan statistik t-test dengan siswa kelas XI IS, hingga didapatkan nilai th = 2,6 dan tt = 1,68 dengan taraf signifikasi 5% dengan derajat kebebasan = 47, yaitu sesuai pada kriteria uji 2,6 1,68 hingga Ha diterima. Hal ini dapat dikatakan bahwa hasil belajar siswa geografi yang menerapkan cara belajar kooperatif tipe TPS lebih bagus jika dibandingkan dengan menerapkan cara belajar kooperatif tipe Change of Pairs. Kata Kunci : perbandingan hasil belajar, cara belajar kooperatif, model TPS, model Change of Pairs.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING START WITH A QUESTION DENGAN MODEL PEMBELAJARAN QUESTION STUDENT HAVE PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 5 BANDA ACEH Ita Srimulyani; Abdul Wahab Abdi; Dyah Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tercapai atau tidak hasil belajar sangat tergantung pada sosok pendidik, Guru memberikan pengaruh besar dalam keberhasilan proses pembelajaran baik dalam merencanakan maupun dalam pelaksanaannya. Guru dikatakan berhasil apabila proses dan hasil pembelajaran berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.Salah satu faktor pendukung proses pembelajaran yang berhasil adalah model pembelajaran yang sesuai dengan materi. Salah satu model pembelajaran yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran ialah model pembelajaranLearning Start With A Question dan question student have. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar Geografi yang disajikan dengan menggunakan model pembelajaran Learning Start With A Question lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran Question Student Have pada mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 5 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Dengan populasi seluruh siswa kelas XI IS di SMA Negeri 5 Banda Aceh yang berjumlah  78  siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling purposive, diambil hanya dua kelas yaitu kelas XI-IS 1 sebanyak 26 siswa dan kelas XI-IS 2 sebanyak 25 siswa.Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan datamenggunakan rumus uji t, diperoleh nilai thitung = 1,17 ttabel = 1,68 pada taraf signifikansi 0,05 dengan dk = 49berarti thitung ttabel,  sehingga Ha ditolak. Simpulan penelitian ini adalah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model Learning Start With A Question sama dengan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model Question Student Have pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 5 Banda Aceh
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN BERBANTUAN MEDIA SMART CARD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PESERTA DIDIK KELAS XI IPS-2 SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Mera Anggrela; Thamrin Kamaruddin; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berjudul penerapan model pembelajaran discovery learning dengan berbantuan media smart card. Terkait dengan tujuannya yaitu untuk mengetahui peningkatan hasil belajar, kegiatan guru dan peserta didik, keterampilan guru, dan respon terhadap pembelajaran. Subjeknya yaitu peserta didik kelas XI IPS-2 SMA Negeri 12 Banda Aceh yang berjumlah 25 orang. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa post-test, lembar kegiatan guru dan peserta didik, lembar pengamatan keterampilan guru, dan angket respon peserta didik. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persentase ketuntasan individual terjadinya peningkatan yaitu pada percobaan I dari 62% menjadi 78% pada percobaan II, sedangkan 88% pada percobaan III. Secara klasikal persentase ketuntasan pada percobaan I mencapai 43%, kemudian percobaan II yaitu 71%, dan meningkat menjadi 86%  pada percobaan III; (2) Kegiatan guru dan peserta didik pada percobaan I dari 11 kegiatan secara keseluruhan yaitu 4 yang sesuai dan 7 yang tidak sesuai dengan perencanaan, percobaan II yaitu 7 sesuai dan 4 yang tidak sesuai, sedangkan pada percobaan III meningkat menjadi 9 kegiatan sesuai dan 2 kegiatan yang tidak sesuai; (3) Keterampilan guru pada percobaan I memperoleh skor 2,14 dikategorikan sedang, sedangkan percobaan II memperoleh skor 3,01 dapat dikategorikan baik, selanjutnya pada percobaan III meningkat menjadi 3,59 dengan kategori sangat baik; dan (4) Respon peserta didik dalam pembelajaran menyatakan bahwa 88% atau pada umumnya memberikan respon yang sangat baik.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DENGAN THINK TALK WRITE PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMPN 3 MONTASIK Alfathal Dina; Syamsul Bardi; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan membandingkan hasil belajar peserta didik dari dua model pembelajaran yaitu Think Pair Share dan Think Talk Write. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar peserta didik yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran Think Talk Write pada mata pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII SMPN 3 Montasik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar peserta didik yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran Think Talk Write pada mata pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII SMPN 3 Montasik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMPN 3 Montasik yang berjumlah 62 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, diambil hanya dua kelas yaitu kelas VIII-1 sebanyak 20 siswa dan kelas VIII-2 sebanyak 19 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada peserta didik, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t diperoleh thitung= 7,07 dan ttabel= 1,68 pada taraf signifikansi 5% dan dk = 37, sesuai dengan kriteria uji jika thitung ttabel sehingga Ha diterima. Simpulan dari penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik menggunakan model pembelajaran Think Pair Share lebih baik daripada hasil belajar peserta didik menggunakan model pembelajaran Think Talk Write pada mata pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII SMPN 3 Montasik. Kata kunci: perbandingan, hasil belajar, Think Pair Share, Think Talk Write, IPS Terpadu
HUBUNGAN PRESTASI BELAJAR DAN SOFT SKILLS DENGAN KESIAPAN KERJA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNSYIAH Lindar Riani; Amsal Amri; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesiapan kerja adalah suatu kondisi yang menunjukkan kondisi fisik, kematangan terhadap mental, dan juga pengalaman yang dimiliki oleh seseorang dimana orang tersebut mempunyai sebuah kemampuan untuk melakukan suatu pekerjaan yang telah ditekuninya. Prestasi belajar dan soft skills merupakan dua faktor yang mana secara teori diperkirakan akan mempengaruhi peningkatan kesiapan kerja mahasiswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah terdapat hubungan prestasi belajar dan soft skills dengan kesiapan kerja mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara prestasi belajar dan soft skills dengan kesiapan kerja mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah. Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah mahasiswa angkatan 2014 dan angkatan 2015 yang sudah mengambil mata kuliah SIG Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah yang berjumlah 121 mahasiswa dan diambil sampel sebanyak 54 mahasiswa dengan menggunakan teknik proportional sample. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi ganda sebesar 0,14 yang artinya terdapat hubungan dalam kategori yang sangat rendah, dengan koefisien determinasi berganda = 1,96%. Uji hipotesis menunjukkan bahwa Fhitung lebih kecil dari Ftabel atau 0,009 3,18 yang berarti terima H0 yang artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara  prestasi belajar  dan soft skills dengan kesiapan kerja mahasiswa Jurusan Pendidikan FKIP Unsyiah.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CARD SORT DENGAN INDEX CARD MATCH DALAM MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 8 BANDA ACEH Rahmatul Fadhila; Abdul Wahab Abdi; Muhammad Okta Ridha Maulidian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Card Sort dengan Index Card Match dalam mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 8 Banda Aceh. Ini merupakan penelitian eksperimen yang memakai pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ialah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 146 yang terdiri dari 7 kelas. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Purposive Sampling, yaitu dengan pertimbangan kemampuan siswa kedua kelas eksperimen adalah sama. Sampel dalam penelitian ini ialah siswa kelas VIII-1 merupakan kelas percobaan I yang diajarkan memakai model Card Sort dan kelas VIII-2 merupakan kelas percobaan II yang diajarkan memakai model Index Card Match. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes. Berdasarkan hasil uji hipotesis membuktikan bahwa thitung = - 4,79 ttabel = 1,69, taraf signifikansi 5% dengan dk = 21 + 20 - 2 = 39. Kriteria uji t tes terima Ha  jika thitung ttabel selain daripada itu terima H0. Diperoleh hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Card Sort tidak lebih baik daripada  model Index Card Match dalam mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 8 Banda Aceh. Artinya tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa kelas percobaan I dengan kelas percobaan II, yaitu perolehan mean kelas percobaan I 71,90 dan kelas percobaan II 81,6. Kata kunci: perbandingan, hasil belajar, card sort, index card match
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BELAJAR EVERYONE IS A TEACHER HERE PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII SMP NEGERI 10 BANDA ACEH Mega Novita Sari; . Hasmunir; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses belajar merupakan perencanaan dasar bagi seorang guru mengenai tata cara pelaksanaan belajar secara tanggung jawab dalam mengorganisasikan pengetahuan belajar guna mempreoleh tujuan belajar dan diharapkan mampu meningkat aktivitas siswa dalam proses belajardan hasil belajar yang optimal. Terdapat beberapa proses belajar Student Facilitator and Explaining dan Everyone is a Teacher Here yang dapat meningkatkan kemampuan dan keaktifan siswa selama proses belajar. Rumusan masalah dalam penelitian bagaimana hasil belajar mata pelajaran IPS Terpadu yang menggunakan model belajar Student Facilitator and Explaining lebih bagus dari model belajar Everyone is a Teacher Here pada siswa Kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah apakah hasil belajar mata pelajaran IPS Terpadu menggunakan model belajar Student Facilitator and Explaining lebih bagus daripada model belajar Everyone is a Teacher Here pada siswa kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa Kelas VII dengan jumlah 135 siswa. Purposive Sampling adalah tehknik yang digunakan pada pengambilan sampel, yaitu hanya 22 siswa dari Kelas VII-1 dan21 siswa dari Kelas VII-2. Total sampel yang digunakan sebanyak 43 siswa. Dimana 43 siswa tersebut akan diberikan pre-test dan post-test sebagai teknik pengambilan data dan teknik pengolahan data menggunakan uji-t. Hasil data yang diolah pada penelitian ini, peneliti memperoleh thitung= 3,80 dan ttabel =1,68 dimana taraf signifkansi 5%  dan dk = 41, artinya thitungttabelHa diterima. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan model belajar Student Facilitator and Explaining lebih baik dibandingkan dengan model belajar Everyone is a Teacher Here pada siswa Kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh. Nilai rata-rata siswa pada belajar  model Student Facilitator and Explaining adalah 74,77 dan di belajar model Everyone is a Teacher Here adalah 68,07. Kata Kunci: hasil belajar, Student Facilitator and Explaining, Everyone is a Teacher Here, IPS Terpadu.