cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Penerbitan jurnal ini untuk mendukung mahasiswa Program studi pendidikan fisika dalam bidang penelitian dan juga untuk menambah pengetahuan mengenai Ilmu-ilmu pendidikan dibidang sains khususnya fisika.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017): Januari 2017" : 25 Documents clear
PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR FISIKA SISWA YANG DI AJARKAN DENGAN PHET SIMULATION DAN PRAKTIKUM DI SMA NEGERI 1 KEMBANG TANJONG Muhammad Rizki Fajri; . Elisa; Soewarno S
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika Vol 2, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.635 KB)

Abstract

AbstrakPenelitan yang berjudul Perbedaan Motivasi Belajar Fisika Siswa yang di Ajarkan dengan PhET Simulation dan Praktikum di SMA Negeri 1 Kembang Tanjong bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar fisika siswa yang di ajarkan dengan phET Simulation dan praktikum di SMA Negeri 1 Kembang Tanjong. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen Quasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-IPA1,  X-IPA2, X-IPA3, X-IPA4, X-IPA5 dan X-IPA6 yang berjumlah 170 siswa, yang menjadi sampel adalah X-IPA1 yang berjumlah 26 siswa dan kelas X-IPA2 yang berjumlah 29 siswa, pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan angket setelah di ajarkan dengan phET simulation dan praktikum. Pengolahan data dilakukan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dianalisis terdapat kriteria nilai thitung = 8,5536 dan nilai ttabel = 2,02 dimana -ttabel thitung ttabel,  dimana  -2,02 8,5536 2,02  dengan demikian H0 ditolak Ha diterima. Dengan demikian terdapat perbedaan motivasi belajar fisika siswa yang diajarkan dengan phET simulation dan praktikum. Kata Kunci : Motivasi Belajar, PhET Simulation, PraktikumAbstractThe research study of Differences of Motivation Studied Physics Students which Taught by PhET Simulation and Practical in SMA Negeri 1 Kembang Tanjong aims to know about differences of motivation studied physics which tught by phET Simulation and practical in SMA Negeri 1 Kembang Tanjong. The research type which used  is experiment Quasi. The population of this research is the student on X-IPA1,  X-IPA2, X-IPA3, X-IPA4, X-IPA5 and X-IPA6 totally 170 students, the sample is X-IPA1 totally 26 students and X-IPA2 totally 29 students, the sampling taken by purposive sampling. The data taken with distributed instrument after teach by phET simulation and practical or experiment. Processing data is used by “uji-t”. Based on the results of the processing of the data has been analyzed, there is the criterion score thitung =  and the value of  ttabel = 2,02 that  -ttabel thitung ttabel so   -2,02 8,5536 2,02   thus H0 is rejected Ha received. Thus there is a difference of motivation studied physics students who are taught with the phET simulation and practical. Keywords: Motivation studied, phEt Simulation, Practical (experiment).
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF DENGAN MENGGUNAKAN VIRTUAL LABORATORIUM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Ariza Pratama; Tarmizi Hamid; A Halim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika Vol 2, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.314 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa, aktivitas guru dan siswa, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dan respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran generatif.Jenis Penelitian ini adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan statistik deskriptif.Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas IX.4 SMPN 8 Banda Aceh tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 21 orang.Instrumen pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes dan non tes.Instrumen tes dalam bentuk soal pretest dan posttest, sedangkan instrument non tes dalam bentuk lembar observasi aktivitas guru dan siswa, lembar kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dan angket respon siswa terhadap pembelajaran.Keempat instrument non tes tersebut dianalisis menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa secara individual dari 57% menjadi 89% dan ketuntasan klasikal juga meningkat dari 60% sampai mencapai 87,5%. Peningkatan juga terjadi pada aktivitas guru dan siswa.Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari kategori baik menjadi sangat baik.Selain itu, respon siswa terhadap pembelajaran juga sangat baik sekali dimana 90% siswa menyatakan senang terhadap penerapan model pembelajaran generatif dengan menggunakan laboratorium virtual. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran generatif dengan menggunakan laboratorium virtual dapat meningkatkan hasil belajar siswa, meningkatkan aktivitas guru dan siswa, meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran pada materi listrik dinamis.Kata kunci: model pembelajaran generatif, virtual laboratorium, hasil belajar AbstractThis study aims to find out the result of  student learning, teacher and student activity, the ability of teachers in managing learning and students' response to the application of the generative learning model. This research is a type of class action (PTK) and the approach used in this research is descriptive statistical approach. The subjects of study  were students of class IX.4 SMPN 8 Banda Aceh the school year 2016/2017 totaling 21 people. Data collection instruments used in this study is a test and non test. Test instruments in the form of matter pretest and posttest, whereas the non-test instrument in the form of sheets of teacher and student activity observation, sheets teacher's ability in managing  learning and sheet of student responses of learning. The fourth non-test instrument are analyzed using percentages. The results showed an increase in student learning outcomes on an individual basis from 57% to 89% and classical completeness also increased from 60% to reach 87.5%. The increase also occurred in the activities of teachers and students. The ability of teachers in managing learning increases from good to be excellent category. In addition, the students' response to learning is also very well where 90% of students said he was happy of generative learning model application using the virtual laboratory. Based on this research can be concluded that the application of the generative learning model by using virtual labs can improve student learning results, increasing the activity of teachers and students, increasing the teacher's ability in managing learning in a dynamic electrical lesson.Keywords: generative learning model, virtual labs, learning results
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING DENGAN PERCOBAAN SEDERHANA TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA Iga Fathia Azzahrah; Agus Wahyuni; . Susanna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika Vol 2, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.636 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian yang berjudul “Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dengan percobaan sederhana terhadap hasil belajar fisika pada materi gerak melingkar di SMA Negeri 1 Bandar Dua” ini mengangkat masalah; Apakah  Ada Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Snowball Throwing dengan Percobaan Sederhana terhadap hasil belajar fisika pada materi gerak melingkar di SMA Negeri 1 Bandar Dua. Penelitian ini bertujuan; untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dengan percobaan sederhana terhadap hasil belajar hasil belajar fisika pada materi gerak melingkar di SMA Negeri 1 Bandar Dua. Pengumpulan data yang dilakukan melalui pretes dan posttes. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA N 1 Bandar Dua, sedangkan untuk menentukan sampel digunakan  teknik purposive sampling. Sampel penelitian adalah kelas X-1yang berjumlah 25 siswa dan kelas X-2 berjumlah 22 siswa. Pengolahan data digunakan uji homogenitas, uji normalitas, dan uji-t. Dari hasil pengolahan data diperoleh bahwa thitung ttabel (3,041,67), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dengan percobaan sederhana terhadap hasil belajar hasil belajar fisika pada materi gerak melingkar di SMA Negeri 1 Bandar Dua.Kata kunci : Hasil belajar, model pembelajaran, Snowball Throwing. AbstractThe problem of this research is about the low ability of student to remember conceptd and material of physics. The purpose of this education research is to find the impact of the use quantum teaching type VAK for retention to remember the concept of physics for student at grade VIII of SMPN 6 Banda Aceh. The kind of this research is experimental with control group time series design. The population in this education research is all of students grade VIII of SMPN 6 Banda Aceh, and the sample is class VIII-1 as experimental class and class VIII-6 as control class. Technical to collect data use chief and test. The average score of posttest and retest experiment class higher than control class, that is 90,7184,0 and 81,071,60. Supported by the result of tcountttable that is 2,5951,68 and 3,671,68. Based on data and value of this research, so concluded that quantum teaching type VAK give impact on retention to remember the concept of physics for student at grade VIII of SMPN 6 Banda Aceh.Keywords: quantum teaching, VAK, retention, concept.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY TIPE GUIDED DISCOVERY DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI MIPA 2 DI SMAN 16 BANDA ACEH . Saidatunnisa; Abdul Hamid; Agus Wahyuni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika Vol 2, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.542 KB)

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil belajar peserta didik, aktivitas guru dan peserta didik, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan respon peserta didik terhadap penggunaan Model Pembelajaran Discovery Tipe Guided Discovery selama proses pembelajaran berlangsung. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari peserta didik kelas XI MIPA 2 SMAN 16 Banda Aceh tahun ajaran 2016/2017 dengan jumlah 19 peserta didik. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu lembar observasi, tes berupa pre-test dan post-test, serta angket tanggapan peserta didik yang ketiganya dianalisis menggunakan uji persentase. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan aktivitas guru dan peserta didik selama proses pembelajaran pada setiap siklus, (2) terjadi peningkatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran pada setiap siklusnya dari kategori cukup menjadi sangat baik, (3) persentase ketuntasan peserta didik secara keseluruhan meningkat dari siklus 1 sampai siklus 3 yaitu 58%, 74%, dan 89%, serta (4) tanggapan peserta didik cenderung positif dimana 95% peserta didik menyatakan senang dan dapat memahami pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Discovery tipe Guided Discovery. Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery tipe Guided Discovery dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi pokok Hukum Newton Tentang Gravitasi. Kata kunci: Discovery, Guided Discovery, hasil belajar  AbstractThis type of research is the Classroom Action Research (PTK) and the approach used in this study is the quantitative approach. The data used in this study comes from the class XI students of Mathematics and Science 2 SMAN 16 Banda Aceh the school year 2016/2017 with the number of 19 learners. Data collection instrument in this study is the observation sheets, test in the form of pre-test and post-test, and questionnaire responses of learners that the three analyzed using percentages test. The result showed that (1) an increase in activity of teachers and learners during the learning process in each cycle, (2) an increase in teachers' skills in managing learning in each cycle of the category enough to be very good, (3) the percentage of completeness learners whole increased from cycle 1 to cycle 3, namely 58%, 74% and 89%, and (4) the learners tend to be positive in that 95% of learners said he was happy and able to understand the learning by using model-type Guided Discovery Discovery. Based on data obtained from this study can be concluded that the application of learning models Guided Discovery Discovery type can improve learning outcomes of students in the subject matter On Newton's Law of Gravity. Keywords: Discovery, Guided Discovery, learning outcomes
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR FISIKA DENGAN MENGGUNAKAN LABORATORIUM NYATA DAN LABORATORIUM VIRTUAL Abdul Quddus; Tarmizi Hamid; Elisa Kasli
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika Vol 2, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.553 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa kelas X MAN Darussalam yang diajarkan dengan menggunakan laboratorium nyata dan laboratorium virtual pada materi Hukum Newton. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling sehingga terpilih siswa kelas X-IPA1 yang berjumlah 20 siswa sebagai kelas eksperimen 1, dan siswa kelas X-IPA2 yang berjumlah 25 siswa sebagai kelas eksperimen 2.  Data diperoleh dari tes hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan laboratorium nyata dan laboratorium virtual dan teknik analisis data digunakan rumus uji-t. Diperoleh hasil analisis data berdasarkan kriteria pengujian dua pihak terima H0 jika  –t(1 – 1/2 α) t t(1– 1/2α), pada taraf signifikan α = 0,05 dengan derajat kebebasan 43 diperoleh thitung sebesar 1,76 dan ttabel sebesar 2,021. Karena nilai - thitung - ttabeldan thitung ttabel atau -1,76 -2,021 dan 1,76 2,021  maka dinyatakan Ho diterima. Berdasarkan analisis data maka dinyatakan hipotesis penelitian ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar fisika dengan menggunakan laboratorium nyata dan laboratorium virtual siswa kelas X MAN Darussalam pada materi hukum newton.Kata Kunci : Laboratorium Nyata, Laboratorium Virtual, Hasil Belajar.AbstractThis research aims to know compare the results of the student in X MAN Darussalam which taught by real lab and virtual lab at Newton's Law matter. The sampling in this research were taken by using purposive sampling technique that was selected the student on X-IPA totally 20 students as the class experimental 1 and the student on X-IPA2 totally 25 students as the class experimental 2. The data obtained from tests of student learning outcomes are taught by real laboratory and virtual laboratories and data analysis techniques used by formula “uji-t”. Obtained results of data analysis based on the criterion of testing the two parties received H0 if –t(1 - 1/2 α) t t(1-1/2α) at the level significant α = 0.05 with 43 degrees of freedom thitung=1.76 and ttabel  2,021 , Because the score – t - ttabel and t ttabel or -1.76 -2.021 and 1.76 2.021 then declared Ho received. Based on the data analysis revealed the research hypothesis is rejected. It can be concluded that there isn’t differences in physics learning outcomes are taught by real laboratory and virtual laboratories in X MAN Darussalam on Newton's laws of matter.Keywords: Laboratory Real, Virtual Laboratory, Learning Outcomes.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR FISIKA ANTARA SISWA YANG DI AJARKAN DENGAN METODE EKSPERIMEN DAN METODE DEMONSTRASI . Habibie; Thamrin K; . Tarmizi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika Vol 2, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.81 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan metode eksperimen lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang diajarkan dengan metode demonstrasi pada mata pelajaran fisika kelas X SMAN 5 Banda Aceh yang terdiri dari 2 kelas yaitu kelas X MIA1 dan kelas X MIA4 dengan jumlah sampel sebanyak46 orang. Penentuan sampel dilakukan secara Simple Random Sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes awal,tes akhir dan pengolahan data menggunakan uji ANOVA, uji t, uji χ^2, dan uji F untuk mengetahui perubahan hasil belajar siswa pada taraf signifikan α = 5% dan dk = 44 menunjukkan bahwa nilai thitung ≤ ttabel, yaitu thitung 0,6 dan ttabel 1,68. Maka hipotesis alternatif (Ha) ditolak. Artinya, tidak ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan metode eksperimen dengan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan metode demonstrasi pada mata pelajaran fisika kelas X-IA di SMAN 5 Banda Aceh.Kata kunci: Hasil belajar, metode eksperimen,metode demonstrasi. Abstract The research aimed to find out whether the learning outcomes of students who are taught by an experimental method better than on learning outcomes for students taught by demonstration methods in physics class X SMAN 5 Banda Aceh consisting of two classes of class X MIA1 and class X MIA4 with a sample of as much 46 people. The samples were carried out by simple random sampling. This study uses a quantitative approach. The data collection was done by using preliminary tests, final test and data processing using ANOVA, t-test, χ ^ 2, and F test to determine changes in student learning outcomes at significance level α = 5% and dk = 44 indicates that tcount ≤ ttable, namely tcount and ttabel 0.6 and 1.68. Then the alternative hypothesis (Ha) is rejected. That is, there is no difference in learning outcomes of students who are taught by an experimental method with the learning outcomes of students who are taught by demonstration methods in physics class X SMAN 5-IA in Banda Aceh.Keywords: learning outcomes, the experimental method, the method of demonstration.
PENERAPAN PEMBELAJARAN CLIS (CHILDREN LEARNING IN SCIENCE) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Muzikka Anwar; Agus Wahyuni; Ahmad Hamid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika Vol 2, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.203 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran CLIS pada materi energi, aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran fisika dengan menerapkan model pembelajaran CLIS dan respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran CLIS. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan di kelas VII-1 MTsN Model Meulaboh tahun pelajaran 2015/2016 berjumlah 36 orang siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan rumus persentase. Adapun hasil yang diperoleh setelah dilakukan tindakan dan analisis data adalah penerapan model pembelajaran CLIS (Children Learning In Science)  pada materi energi di kelas VII-1 MTsN Model Meulaboh dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari ketuntasan belajar siswa, yaitu pada siklus I sebesar 72,22%, siklus II sebesar 86,11%. Dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan sebesar 13,89%. Dengan jumlah nilai rata-rata pada siklus I sebesar 71,25, pada siklus II sebesar 78,89. Aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran CLIS mengalami peningkatan dan penerapan model pembelajaran CLIS pada materi energi, dan mendapatkan respon yang sangat baik dari siswa.Kata kunci: Pembelajaran CLIS (Children Learning in Science), Hasil Belajar, Energi AbstractThis study aims to determine: Improved learning outcomes of students with learning model application CLIS in energy materials, the activities of teachers and students in the learning process of physics by applying the learning model CLIS and students' response to the application of learning models CLIS. The design of the study is classroom action research (PTK) done in class VII-1 MTsN Model Meulaboh school year 2015/2016 amounted to 36 students. Data analysis technique used is descriptive statistical analysis with a percentage formula. The results obtained after the action and data analysis is the application of learning models CLIS (Children Learning In Science) on the energy matter in class VII-1 MTsN Meulaboh model can improve student learning outcomes. It can be seen from the thoroughness of student learning, ie on the first cycle of 72.22%, the second cycle of 86.11%. From the first cycle to the second cycle an increase of 13.89%. With the number of average value in the first cycle of 71.25, the second cycle of 78.89. Activities of teachers and students in learning by applying learning model CLIS increased and the application of learning models CLIS in energy materials, and get a very good response from students.Keywords: Learning CLIS (Children Learning in Science), Learning Outcomes, Energy
PENGARUH PENGGUNAAN PERMAINAN ULAR TANGGA BERBASIS KOMPUTER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Eriska Khairani; Soewarno S; Elmi Mahzum
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika Vol 2, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.825 KB)

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan permainan Ular tangga berbasis komputer terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran fisika di MAN Darussalam. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas yaitu X-IPA1 sebagai kelas eksperimen, dan X-IPA2 sebagai kelas kontrol.  Dalam kegiatan mengumpulkan data, peneliti menggunakan instrumen tertulis atau tes berupa sejumlah soal yang diberikan kepada siswa. Data yang diperoleh selanjutnya dilakukan uji homogenitas dan uji normalitas untuk mengetahui apakah data yang diteliti bersifat homogen atau tidak. Kemudian untuk mengetahui apakah sampel yang diambil terdistribusi normal atau tidak. Untuk mengetahui adanya atau tidaknya perbedaan pengaruh hasil belajar yang segnifikan antara kelas X-IPA1 (eksperimen) dan X-IPA2 (kontrol), maka perlu dilakukan uji hipotesis. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji-t (uji pihak kanan) dengan kriteria taraf signifikan 0,05. Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dianalisis terdapat kriteria nilai thitung = 5,348313 dan nilai ttabel = 1,67109 dimana  thitung ttabel yang menunjukkan bahwa tolak H0 dan terima Ha. Dimana dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan permainan ular tangga berbasis komputer terhadap hasil belajar siswa kelas eksperimen dalam  mata pelajaran fisika MAN Darussalam Aceh Besar.Kata Kunci: Permainan, Ular tangga, Evaluasi         AbstractThe purpose of this study was to determine the effect of the use of computer-based game of Snakes and ladders to the learning outcomes of students in the subjects of physics at MAN Darussalam. The sample used in this study were two classes of X-IPA1 as the experimental class, and X-IPA2 as the control class. For collect data, researchers used written test instrument or give a number of questions to students. The data which has been collected then tested the normality and the homogeneity test to know that the data which that taken are homogeneous or not, then to find out if sample taken normally distributed or not. To determine whether or not the differences in learning outcomes significant influence between classes X-IPA1 (as experiment) and X-IPA2 (as control), it’s  necessary to test the hypothesis. Test hypothesis is t-test (test right side) criteria segnifikan 0.05 level. Based on the results of data processing that have been analyzed are the criteria of value and the t = 5.348313 and t table = 1.67109 where tttable indicating that reject H0 and accept Ha. Where it can be concluded that there are significant use of computer-based game of snakes and ladders on the results of experimental class student learning in physics MAN Darussalam Aceh Besar.Keywords: Game, Snake ladder, Evaluation
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS (ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESSMENT, SATISFACTION) TERINTEGRASI Nafilah Risha; . Tarmizi; . Saminan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika Vol 2, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.493 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, hasil belajar siswa dan tanggapan siswa terhadap penggunaan model pembelajaran ARIAS terintegrasi teori konstruktivisme dalam proses pembelajaran. Penelitian ini berbentuk Penelitian Tidakan Kelas dengan pendekatan statistik deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VIII-1 MTs Negeri Tungkob tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 36 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu lembar observasi, tes dan angket yang ketiganya dianalisis menggunakan uji persentase. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru dan siswa, peningkatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, maupun peningkatan hasil belajar siswa. Respon siswa terhadap penggunaan model pembelajaran ARIAS terintegrasi teori konstruktivisme cenderung positif. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran ARIAS terintegrasi teori konstruktivisme dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Pesawat Sederhana. Kata kunci : Model ARIAS,hasil belajar AbstractThe results of physics  exam at MTs Tungkob can be influenced by several factors . One of that is method or model is not in accordance with the material that was delivered teachers. This research intend to know teachers and students’ activity, teacher’s skill in managing learning, the results and responses from students on using of ARIAS model integrated constructivism theory. The kind of this research is class research by approach descriptive statistics. The subject of this reseach is 36 students of VIII-1 at MTs Tungkob 2016 / 2017. The instrument to collect data which used in this research is observation, tests and survey that  analyzed the percentage test. The result showed the increase of  teachers and students’ activity, teacher’s skill in managing learning. The responses of students on using ARIAS model integrated constructivism theory is to be positive. From this research can be concluded that the implementation of ARIAS model integrated constructivism theory can improve the result on the simple machine. Keywords: ARIAS model, Results
IDENTIFIKASI DAN REMEDIASI MISKONSEPSI KONSEP HUKUM NEWTON DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DI MAN DARUSSALAM Ria Zulvita; A Halim; . Elisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika Vol 2, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.744 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat miskonsepsi siswa pada materi Hukum Newton dan meremediasikan miskonsepsi menggunakan metode eksperimen. Pada jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X MIA 3 MAN Darussalam tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 25 orang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal choice 4 option dengan menggunakan kriteria CRI (certainty Responden Index) dan alasan responden. Sedangkan untuk meremediasikan miskonsepsi menggunakan metode eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan adanya miskonsepsi yang terjadi pada siswa dibuktikan dengan persentase rata-rata hasil yang didapat sebelum melakukan remediasi yaitu, siswa mengalami Tahu Konsep (TK) sebanyak 15,4%, siswa yang mengalami Not Confident (NC) sebanyak 7%, siswa yang mengalami Tidak Tahu Konsep (TTK) sebanyak 30% dan siswa yang mengalami Miskonsepsi (M) sebanyak 44,8%. Dan setelah melakukan remediasi persentase Rata-rata hasil persentase yang didapat setelah melakukan remediasi yaitu siswa mengalami Tahu Konsep (TK) sebanyak 30%, siswa yang mengalami Not Confident (NC) sebanyak 13,6%, siswa yang mengalami Tidak Tahu Konsep (TTK) sebanyak 27%% dan siswa yang mengalami Miskonsepsi (M) sebanyak 25,6%. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen dapat mengurangi miskonsepsi yang terjadi pada siswa. Peneliti menyarankan; penerapan metode eksperimen pada pembelajaran cukup efektif dalam meminimalisir terjadinya miskonsepsi pada siswa. Guru seharusnya memperkuat konsep awal kepada siswa agar siswa tidak mengalami miskonsepsi berkepanjangan. Untuk peneliti selanjutnya disarankan melakukan identifikasi lebih lanjut mengenai miskonsepsi yang terjadi pada materi fisika yang lain, mengingat sangat banyak materi fisika yang mengalami miskonsepsi seperti pada materi listrik dinamis.Kata Kunci: Identifikasi, remediasi, miskonsepsi, metode eksperimen, Hukum Newton The aims of this study were to determine the level of students' misconceptions on Newton's laws, and remediate misconceptions using the experimental method. The type of research was descriptive research. The subjects were students of class X MIA 3, MAN Darussalam, school yearof 2016/2017 totaling 25 people. Data collection instruments used in this research were 4 option multiple choice questions using the CRI criteria (Certainty of Respon Index) and the respondents’ reasoning. To remediate misconceptions, the experimental methodwas used. The results showed that the misconception occured in students proved by the average percentage obtained prior to remediation. The percentage of studentswhounderstoodthe conceptswas 15.4%, the percentage of students who werenotconfidentwas 7%, students who did not understand theconceptswas 30% and students who hadmisconceptions was 44.8%. after remediation, the percentage of students whounderstood the conceptswas 30%, the students who werenotconfidentwas 13.6%, the students who did not understandthe conceptswas 27 % and the percentage of students who had misconceptions was  25.6%. Based on this research, it can be concluded that the experimental method can reduce misconceptions that occur in students. Researcher suggests that the application of the experimental method to learning is quite effective in minimizing the occurrence of misconceptions in students. Teachers should reinforce the initial concept to the students so that students do not experience prolonged misconceptions. For further research, it is suggested to identify more of the misconceptions that occur in other physics topics, considering many who have misconceptions such as on dynamic electricity topic. Keywords: identification, remediation, misconceptions, the experimental method, Newton's Laws.

Page 1 of 3 | Total Record : 25