cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling
ISSN : 26150344     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling terutama hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Jurnal berfokus pada semua aspek psikologis yang mempengaruhi pelajar dan semua teknik bantuan psikologis yang dapat diberikan untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam belajar.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
Minat Siswa Dalam Mengikuti Layanan Bimbingan Klasikal Di MAN 4 Aceh Besar Nurul Iman; M. Husen; Nurhasanah Nurhasanah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIman, Nurul. 2019. Minat Siswa dalam Mengikuti Layanan Bimbingan Klasikal         (Penelitian Pada Siswa MAN 4 Aceh Besar) Pembimbing :      1. Drs. M. Husen, M.Pd         2. Dra. Nurhasanah, M.Pd Kata Kunci : Minat, Layanan Bimbingan KlasikalPenelitian  ini berjudul “ Minat Siswa Dalam Mengikuti Layanan Bimbingan Klasikal (Penelitian Pada Siswa MAN 4 Aceh Besar)”. bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran minat siswa dalam mengikuti layanan bimbingan klasikal di MAN 4 Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif sedangkan jenis penelitian bersifat deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa MAN 4 Aceh Besar yang berjumlah 486 siswa. penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purpossive sampling, oleh karena itu peneliti mengambil 20 % dari populasi yaitu 97 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner) , angket yang digunakan oleh peneliti merupakan angket adaptasi dari skripsi Kurnia Pasca Tarigan (2017) dengan menggunakan skala model likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran minat siswa dalam mengikuti layanan bimbingan klasikal diperoleh hasil analisis variabel sebanyak 47 siswa dengan persentase 49 % berminat dalam mengikuti layanan bimbingan klasikal. Sedangkan untuk analisis sub variabel yang terdiri dari aspek kognitif sebanyak 53 siswa dengan persentase 54,63 % memiliki ilmu dan mampu memahami materi layanan bimbingan klasikal, kemudian aspek afektif 46 siswa dengan persentase 47 % memiliki perasaan senang dan tertarik sehingga menimbulkan motivasi di dalam diri untuk mengikuti layanan bimbingan klasikal tersebut, sedangkan aspek psikomotorik 48 siswa dengan persentase 49,48 % berpartisipasi dan aktif  di dalam layanan bimbingan klasikal tersebut. Berdasarkan analisis setiap item pernyataan diperoleh hasil rata-rata berada pada kategori tinggi dan sangat tinggi. 
IDENTIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI (STUDI PADA SD NEGERI 57 BANDA ACEH) Abubakar, Nurraida; Yahya, Martunis; Fajriani, Fajriani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis reseacrh named identification of special needs children in inclusive school, will help teacher to know the problem of their students. The purpose of this study is to know the special needs chidren in SD Negeri 57 Banda Aceh. So that the students will get the good learning. The researcher use gualitative approach by using descriptive methods. The location is SD Negeri 57 Banda Aceh. The technigues which is used are observation, interview, and guestionare. The result u the teacher did not make any identificatoin for the special needs children in inclusive school of SD Negeri 57 Banda Aceh the categorizing of the problem is deveded into diffficult, more difficult and most difficult. The reseacher found 22 student, in variation needs phisically and learning problem. They have more than one needs. There are 11 blind children, 8 autism children, adhd 9 children, 15 dyslexia children, 6 children cognitive problem, and 16 children of slow learner. Moreover the intervention from this problem that they have is expert therapy of special needs children, simplification of curriculum, parents support, teacher and counseling.Keyword: identification of special needs children inclusive, inclusive school.ABSTRAKPenelitian yang berjudul identifikasi anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi, akan membantu guru mengetahui masalah siswanya. Tujuan penelitan ini yaitu untuk mengetahui anak berkebutuhan khusus pada SD Negeri 57 Banda Aceh, sehingga siswa mendapatkan layanan pembelajaran yang tepat. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian ini adalah SD Negeri 57 Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kuesioner (angket), dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan bahwa guru tidak melakukan pengidentifikasian apapun terhadap anak berkebutuhan khusus pada sekolah inklusi SD Negeri 57 Banda Aceh. Pengkategorian masalah tersebut dibagi kedalam klasifikasi ringan, sedang, dan berat. Hasil identifikasi data anak berkebutuhan khusus di SD Negeri 57 Banda Aceh diperoleh sebanyak 22 orang, dengan jenis ketunaan dan ragam masalah belajar yang dimilikinya, mereka memiliki masalah kebutuhan khusus lebih daripada satu jenis. Klasifikasi mereka adalah masalah tuna netra ada 11 anak, Masalah tuna rungu 8 anak, masalah tuna wicara 11 anak, masalah autis 8 anak, masalah ADHD 9 anak, masalah disleksia 15 anak, masalah kognitif 6 anak, dan masalah slow learner 16 anak. Adapun intervensi dari permasalahan yang dimiliki mereka adalah terapi ke ahli anak berkebutuhan khusus, penyederhanaan kurikulum, dukungan orang tua,  guru dan konseling.Kata Kunci: Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus, Sekolah Inklusi.
PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) DAN SEKOLAH DASAR NEGERI DI BANDA ACEH mutia salma
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Persepsi Orang Tua Terhadap Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) dan Sekolah Dasar Negeri di Banda Aceh” bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana persepsi orang tua terhadap sekolah dasar islam terpadu dan persepsi orang tua terhadap sekolah dasar negeri di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif, subjek dalam penelitian ini berjumlah 12 (dua belas) orang tua dari 4 (empat) sekolah yang berbeda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua merasa aman dan sangat percaya terhadap pelayanan sekolah dasar islami terpadu, harapan orang tua memasukkan anak ke SDIT adalah agar tertanam nilai islam dalam diri anak dan minimal anak bisa menghafal juz amma. Persepsi orang tua terhadap sekolah dasar negeri adalah sebagian besar orang tua merasa percaya terhadap pelayanan sekolah dan merasa aman selama anak berada di sekolah, harapan orang tua memasukkan anak ke sekolah dasar negeri adalah supaya anak menguasai pelajaran akademik, berprestasi dibidang akademik maupun ekstrakurikuler. Masing-masing orang tua berharap setelah anak lulus dari SDIT maupun SD negeri bisa diterima di sekolah yang unggul dan berkualitas baik. Faktor yang mempengaruhi orang tua memilih seklah sebagian besar berdasarkan perhatian yang selektif yaitu kualitas sekolah (kualitas guru) sebagai faktor utama di samping faktor pendukung lainnya seperti lingkungan sekolah, pengalaman, fasilitas, sistem belajar mengajar dan kurikulum.
EFEKTIFITAS TEKNIK LATIHAN ASERTIF UNTUK MENINGKATKAN SELF ESTEEM PADA SISWA (MTsN 2 ACEH BESAR) Widya Aska Audina; Abu Bakar; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self esteem is an individual's ability to describe his situation both positively and negatively. The more individuals describe positive things about themselves, the higher self esteem they have, otherwise if the individual describes himself with negative things then the self esteem possessed will be low. This study aims to see the effect of assertive training techniques in improving self esteem in students. In this case the assertive training technique is an exercise in communicating what we want without taking rights and hurting the feelings of others which consists of a series of stages namely role playing, modeling and assertive training. The research approach used is quantitative Pre-Experimental Design with the form of One Group Pretest-Posttest Design. Subjects in this study are students who have low self esteem. Data collection method in this study uses a self esteem scale with a reliability of 0.878 which means it has very high reliability. Data analysis was done by categorizing it into category norms and then tested through Wilcoxon sign test. The results showed an average pre-test value of 78.1 higher than the post-test average of 119. The results of the data analysis obtained in this study were the Wilcoxon test value of Asymp.Sig (2-tailed) (0,005 0,05) Then testing the hypothesis in this study Ho is rejected and Ha is accepted. This means that assertive training techniques are effectively used to improve self esteem in students. Key Word: Assertive Training, Self Esteem, StudentsAbstrak: Self esteem (harga diri) adalah kemampuan individu dalam menggambarkan keadaan dirinya baik secara positif maupun negatif. Semakin individu menggambarkan hal positif mengenai dirinya maka akan semakin tinggi self esteem yang dimiliki, sebaliknya jika individu menggambarkan dirinya dengan hal negatif maka self esteem yang dimiliki akan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh teknik latihan asertif dalam meningkatkan self esteem pada siswa. Dalam hal ini teknik latihan asertif merupakan latihan mengkomunikasikan apa yang kita inginkan tanpa mengambil hak dan menyakiti perasaan orang lain yang terdiri dari serangkaian tahapan yaitu bermain peran, pencontohan dan latihan asertif. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif Pre-Experimental Design dengan bentuk One Group Pretest- Posttest Design. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa dengan self esteem rendah. Metode pengumpulan data dengan menggunakan skala self esteem dengan reliabilitas sebesar 0.878 yang menunjukkan reliabilitas sangat tinggi. Analisis data dihasilkan dengan mengkategorikan ke dalam norma kategori lalu diuji melalui Wilcoxon sign test. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata pre-test sebesar 78,1 lebih tinggi dari rata-rata post-test yaitu 119. Hasil analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah nilai Asymp.Sig (2-tailed) bernilai 0,005 atau menunjukkan probabilitas dibawah 0,05 (0,005 0,05). Maka pengujian hipotesis menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima yaitu teknik latihan asertif efektif digunakan untuk meningkatkan self esteem pada siswa. Kata Kunci: Latihan Asertif, Self Esteem, Siswa
LAYANAN PEMINATAN DAN PERENCANAAN INDIVIDUAL OLEH GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SMA NEGERI KOTA BANDA ACEH jumara weni
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKata Kunci: layanan peminatan dan perencanaan individualLayanan peminatan dan perencanaan individual merupakan proses pemberian bantuan kepada semua peserta didik dalam membuat dan mengimplementasikan rencana pribadi, social, belajar dan karir siswa. Dalam pelaksanaan layanan peminatan dan perencanaan individual terdapat langkah yang sistematik yaitu pengumppulan data, pemberian informasi peminatan, pemilihan dan penetapan minat, penyesuaian serta monitoring dan tindak lanjut.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode diskriptif. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan layanan peminatan dan perencanaan individual oleh guru bimbingan dan konseling. Peneleian ini dilakukan pada SMA Negeri Kota Banda Aceh yang terdiri dari SMA 4, SMA 7 dan SMA 12 Banda Aceh. Teknik pengumpulan data melalui wawancara guru Bk dan analisis data adalah Reduksi data,penyajian data, kesimpulan atau verifikasi data.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pelaksanaan layanan peminatan dan perencanaan individual bagi siswa baru yang akan memilih jurusan sesuai dengan minatnya masing-masing. Hasil analisis deskriptif data menunjukkan bahwa penyusunan program dilaksanakan dalam dua tahap, tahap perencanaan  dan tahap persiapan. Didalam pelaksanaan program tersebut melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, waka kurikulum, wali kelas, guru mata pelajaran serta guru BK. Di dalam penyusunan program terdapat beberapa layanan, diantaranya ialah layanan peminatan dan perencanaan individual yang memiliki langkah pelaksanaan peminatan berupa pengumpulan data, pemberian informasi peminatan, pemilihan dan penetapan peminatan, penyesuaian serta mentoring dan tindak lanjut. 
Pemanfaatan komputer berbicara sebagai media pembelajaran di sekolah dasar luar biasa negeri Banda Aceh Syifa Urrachmah; Nurhasanah Nurhasanah; Martunis Yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Talking Computer is a set of ordinary computer that is equipped with a screen reader program (screen reader). This program translates information and all activities on the monitor screen into audio data which are then sent to the Sound Cart on the CPU (Central Processing Unit). Through computer talking media, blind students can obtain information and access the wider subject materials and overcome students' saturation using braille in learning. This research is a follow up of student creativity program which was done in 2017. This study aims to describe the use of talking computer as a medium of learning and obstacles faced by teachers and students in the state SDLB Banda Aceh. This research uses descriptive approach with qualitative research type, involving 4 (four) participants. Data were collected through interview, documentation and observation. Based on the results of the research, Talking Computer has been utilized as a medium of learning by the teachers and students in SDLB Banda Aceh, although only on Indonesian language lessons for certain materials and extracurricular activities. However, in the use of Talking Computer, students experienced some barriers in understanding the programming language *screen reader* that still uses English. Teacher also experienced some obstacles, such as the unavailability of a special room to use Talking Computer, as such the teachers with impaired vision (blind) were unable to direct students with visual impairment to enter the library into a temporary space. Therefore, there is a need for special space and advanced training to train students. Keywords: Blind students, Learning Media, Screen Reader, Talking Computer Abstrak: Komputer berbicara merupakan seperangkat komputer biasa yang telah dilengkapi dengan program pembaca layar (screen reader). Program ini menterjemahkan informasi dan seluruh aktivitas pada  layar  monitor menjadi  data  audio yang selanjutnya dikirim ke Sound Cart pada CPU  (Central  Processing  Unit). Melalui media komputer berbicara, siswa tunanetra dapat memperoleh informasi dan mengakses materi pelajaran yang lebih luas serta mengatasi kejenuhan siswa menggunakan huruf Braille dalam belajar. Penelitian ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan program kreatifitas mahasiswa (PKM) yang telah dilakukan pada tahun 2017 lalu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan komputer berbicara sebagai media pembelajaran serta hambatan-hambatan yang dihadapi guru dan siswa di SDLB Negeri Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif, subyek penelitian berjumlah 4 (empat) orang, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian, komputer berbicara telah dimanfaatkan sebagai media pembelajaran oleh guru dan siswa di SDLB Negeri Banda Aceh, meskipun hanya pada pelajaran bahasa Indonesia untuk materi tertentu saja dan kegiatan ekstrakurikuler. Dalam pemanfaatan komputer berbicara, siswa mengalami hambatan dalam memahami Bahasa pemrograman screen reader yang masih menggunakan Bahasa Inggris. Sedangkan hambatan yang dialami guru adalah tidak tersedianya ruangan khusus untuk menggunakan komputer berbicara sehingga guru yang juga mengalami hambatan penglihatan (tunanetra) kesulitan mengarahkan siswa tunanetra untuk memasuki perpustakaan yang menjadi ruang sementara. Oleh karena itu, perlu adanya ruang khusus dan pelatihan lanjutan untuk melatih keterampilan siswa dalam mengoperasikan komputer berbicara.Kata Kunci: Tunanetra, Media Pembelajaran, Screen Reader, Komputer Berbicara
Regulasi Diri Dalam Belajar Pada Siswa SMA Ditinjau Dari Persepsi Terhadap Pola Asuh Orang Tua Syarifah Risna Maulina; Nurbaity Bustamam; . Nurhasanah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study, entitled "self regulated Learning On high school students in terms of Perception Toward Parenting parents" aims to find out students ' perceptions towards parenting adopted by parents in the family and to know the differences in self-regulated learning high school students in terms of perceptions of parenting parents. This research using quantitative methods. The population of the research was 100 students of Class XI of SMAN 3 Unggul Sigli  with a sample of 80 research students who obtained through the technique of sampling simple random sampling. The measurement tool used in this research is the Parental Authority Questionnaire (PAQ) to measure the parenting and the Motivated Strategies for Learning Questionnaaire (MSLQ) to measure self regulated learning. The results showed that students with authoritarian parenting perceptions of 32.5%, students with permissive parenting perceptions by 10% and the students democratic parenting perceptions of 48.75%. Further data were analyzed using Chi Square statistical techniques. From the results of the analysis of research data, retrieved the value of the Chi Square calculating of 4,810 with significance level 0.05 and df = (2-1) (6-1) = 5 retrieved the value of the chi square table of 10. Then 10 then the differences 4,810 don't significantly, meaning that Ho and Ha accepted rejected. From these results it can be concluded that there is no self regulation perbedan in the study of perception toward parenting parents.Keyword: self regulated learning, parenting, senior high school studentsABSTRAKPenelitian berjudul “Regulasi Diri dalam Belajar Pada Siswa SMA Ditinjau Dari Persepsi Terhadap Pola Asuh Orang Tua” ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pola asuh yang diterapkan oleh orang tua di dalam keluarga dan untuk mengetahui perbedaan regulasi diri dalam belajar siswa SMA ditinjau dari persepsi pola asuh orang tua. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian adalah 100 siswa kelas XI SMAN 3 Unggul Sigli dengan sampel penelitian sebanyak 80 siswa yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel simple random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Parental Authority Questionnaire (PAQ) untuk mengukur pola asuh dan Motivated Strategies for Learning Questionnaaire (MSLQ) untuk mengukur regulasi diri dalam belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan persepsi pola asuh otoriter sebesar 32.5%, siswa dengan persepsi pola asuh permisif sebesar 10% dan siswa dengan persepsi pola asuh demokratis sebesar 48.75%. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan teknik statistik Chi Square. Dari hasil analisis data penelitian, diperoleh nilai Chi Square hitung sebesar 4.810 dengan level significance 0.05 dan df =(2-1)(6-1) = 5 diperoleh nilai chi square tabel sebesar 11.07. Maka 4.810 11.07 maka perbedaan tidak signifikan, artinya  Ho diterima dan Ha ditolak. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedan regulasi diri dalam belajar ditinjau dari persepsi terhadap pola asuh orang tua.Kata kunci : regulasi diri dalam belajar, pola asuh, siswa SMA
Pengembangan Kemampuan Matematis dan Bahasa Pada Siswa Tunarungu di SMALB YPAC Banda Aceh Laily Fitriyani; Syaiful Bahri; Fajriani Fajriani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLaily Fitriyani. Pengembangan Kemampuan Matematis dan Bahasa Pada Siswa Tunarungu di SMALB YPAC Banda Aceh. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala.            (1) Drs. Syaiful Bahri, M.Pd.,             (2) Fajriani, S.Pd M,EdKata Kunci: Pengembangan Kemampuan Matematis dan Bahasa, SiswaTunarunguPenelitian ini berjudul pengembangan kemampuan matematis dan bahasa pada siswa tunarungu di SMALB YPAC Banda Aceh. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui upaya guru dalam mengembangkan kemampuan matematis dan bahasa pada siswa tunarungu dan hambatan yang dialami guru dalam mengembangkan kemampuan matematis dan bahasa pada siswa tunarungu. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian ini adalah SMALB YPAC Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan bahwa upaya guru dalam mengembangkan kemampuan matematis dan bahasa pada siswa tunarungu dilakukan dengan beberapa upaya mulai dari kurikulum sekolah yang disederhanakan mengkuti kemampuan yang ada dalam diri siswa, metode pembelajaran yang dapat diserap dengan baik, teknik pembelajaran, media pembelajaran yang menarik sehingga membuat siswa lebih tangkap dalam menyerap materi dan evalusi pembelajaran yang dilakukan guru guna mengukur sejauh mana pencapaian yang diperoleh siswa. Sedangkan hambatan yang dialami guru yang pertama guru merasa alokasi waktu yang sangat sedikit untuk setiap pembelajaran, orangtua siswa yang kurang berkonstribusi terhadap pembelajaran anaknya disekolah dan siswa sendiri yang kurang berkonsentasi didalam kelas sehingga siswa menggangu teman yang lain pada saat guru menerangkan materi didepan kelas. 
Upaya Konselor Sekolah dalam Mencegah dan Mengatasi Penyimpangan Berpacaran pada Siswa SLTA di Kecamatan Banda Raya Khairatun Nisak; Abu Bakar; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dating is acceptable in certain cultures, but not in Islamic culture. Especially if this activity leads to deviant behavior, which are forms of relations like a married couple carried out by non-married couples. Adolescents who are learning to prepare for their lives should avoid getting involved in these deviant forms of behavior. This study aims to determine the form of behavior, efforts to prevent and efforts to overcome dating deviations in students. This study is a qualitative study with guidance and counseling teachers as the research subjects. Data collection techniques are done through in-depth interviews. The results showed deviant forms of dating behavior carried out by students namely holding hands, vulgar photos, vacations with girl/boyfriends, having sex, and even engaged in prostitution to get money. The contributing factors are a lack of parental control, an overly free environment, and peer influence. Efforts made to prevent and overcome dating irregularities are to provide orientation services, information, classical, groups and individual counseling, collaboration with parents and homeroom teachers, make a statement signed by the students concerned and the school and expel students who have already cannot be fostered and guided. The obstacle reported were the ignorant and defending parents. The conclusion of this research is the efforts made by school counselors to prevent and overcome the deviant behavior of dating students so that students are guided and realize that the behavior is inappropriate behavior.Keywords: dating, forms of deviation, prevention efforts, resolving efforts ABSTRAK Pacaran adalah hal yang dapat diterima dalam budaya tertentu, namun tidak dalam budaya islam. Apalagi jika kegiatan ini mengarah pada perilaku menyimpang yaitu bentuk-bentuk hubungan layaknya pasangan suami istri yang dilakukan oleh bukan pasangan suami istri. Sudah seharusnya remaja yang sedang belajar mempersiapkan masa depannya menghindarkan diri dari terlibat dalam bentuk-bentuk perilaku menyimpang ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perilaku, upaya mencegah dan upaya mengatasi penyimpangan berpacaran pada siswa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan subyek penelitian yaitu guru bimbingan dan konseling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bentuk perilaku menyimpang berpacaran yang dilakukan oleh siswa yaitu berpegangan tangan, foto vulgar, liburan bersama pacar, melakukan hubungan intim layaknya hubungan suami istri, dan bahkan siswi menjual diri untuk mendapatkan uang. Faktor penyebabnya adalah kurangnya kontrol orangtua, lingkungan yang terlalu bebas dan pengaruh teman sebaya. Upaya yang dilakukan oleh untuk mencegah dan mengatasi penyimpangan berpacaran adalah dengan memberikan layanan orientasi, informasi, klasikal, kelompok, konseling individu, kerja sama dengan orangtua dan wali kelas, membuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh siswa yang bersangkutan dan pihak sekolah serta mengeluarkan siswa yang sudah tidak dapat dibina dan dibimbing. Adapun kendala dalam mengatasi penyimpangan berpacaran yaitu karena orangtua terlalu membela anak, sehingga anak merasa terlindungi atas kesalahan yang dilakukannya. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya upaya yang dilakukan oleh konselor sekolah untuk mencegah dan mengatasi perilaku menyimpang berpacaran pada siswa agar siswa tersebut dibimbing dan menyadari bahwa perilaku tersebut adalah perilaku yang tidak patut dilakukan.Kata kunci: pacaran, bentuk-bentuk penyimpangan, upaya pencegahan, upaya mengatasi
ANALISIS PENYEBAB DAN ORIENTASI MASA DEPAN REMAJA EXRESIDENCE NARKOBA PASCA REHABILITASI DI KOTA SIGLI Yayang Dwi Fraja; Martunis Yahya; Abu Bakar
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menjadi faktor-faktor penyebab remaja menjadi pengguna narkoba di Kota Sigli yang diharapkan dapat memberikan informasi dan pengetahuan tetang kenakalan remaja sehingga dapat mengurangi masalah sosial penyebab kenakalan remaja khususnya narkoba. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Informan yaitu mereka yang terlibat langsung dalam penggunaan narkoba berjumlah 8 orang. Teknik pengumpulan data ini adalah melalui data primer (observasi, dan wawancara) dan data sekunder (studi kepustakaan). Hasil penelitian dijelaskan penyebab remaja ex residence narkoba yang menggunakan narkoba sebagian besar untuk hura-hura dan mencari kesenangan semata, dipengaruhi oleh teman anggota gank, sebagai pelampiasan karena kurang kepedulian keluarga, untuk menghilangkan stress ketika menghadapi masalah yang ada.Kata kunci: analisis penyebab, orientasi masa depan, ex residence