cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling
ISSN : 26150344     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling terutama hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Jurnal berfokus pada semua aspek psikologis yang mempengaruhi pelajar dan semua teknik bantuan psikologis yang dapat diberikan untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam belajar.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa SMP Negeri 4 Banda Aceh Melalui Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Bermain Peran Angga Nugraha; Martunis Yahya; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 The research entitled "Improving Communication Skills of Junior High School 4 Banda Aceh Students through Group Guidance with Role Play Techniques" aimed at looking at improving communication skills of SMPN 4 Banda Aceh students before and after role playing techniques. This research uses Mixed Method approach with action research type. Subjects in this study amounted to 30 people who have low communication skill level. Data collection using closed questionnaire method with scale 1-5 and observation. Research data then analyzed by paired sample t-test. The result of data analysis showed that students' communication skill level improved after being given group guidance by role playing technique with t value equal to 19.385 and sig value. (2-tailed) 0.000 0,05 in cycle 1, then data on cycle II found t value equal to 14.067 and sig value. (2-tailed) of 0.000 0.05 it can be concluded that there is a change in the improvement of students' communication skills when before and after the given action and hypothesis accepted. That is, group guidance with role playing techniques can improve students' communication skills. Based on the observation data shows the improvement of the communication skills of students before and after the action is given, the students have started to appreciate the opinions of others, understand the conversation, issue ideas well, and able to solve the problems that exist when communicating. 
Hubungan antara Keharmonisan Keluarga dengan Kestabilan Emosi Remaja Sas Idiarni; Said Nurdin; Abu Bakar
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSas Idiarni, Hubungan antara Keharmonisan Keluarga dengan Kestabilan EmosiRemaja (Suatu Penelitian pada Siswa SMA Negeri 6 Banda Aceh). Skripsi,Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1) Drs. Said Nurdin, M.Si., (2) Drs. Abu Bakar, M.Si. Kata kunci: Hubungan-Keharmonisan Keluarga-Kestabilan Emosi Remaja Untuk menciptakan keluarga yang harmonis, peran dan fungsi orang tuasangat menentukan. Keluarga yang tidak bahagia atau tidak harmonis mengakibatkankecenderungan anak yang tidak stabil emosinya semakin tinggi. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui gambaran keharmonisan keluarga, kestabilan emosiserta hubungan antara keduanya pada remaja SMA Negeri 6 Banda Aceh. Populasipenelitian ini adalah sebanyak 168 siswa kelas XI. Sedangkan sampel sebanyak 118siswa. Jenis penelitian adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatifdan menggunakan teknik pengumpulan data melalui angket. Hasil analisis deskriptifdata menunjukkan bahwa gambaran keharmonisan keluarga berada pada kategorisedang. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah remaja pada kategori sedang yaitu 83orang dengan persentase sebesar 70%. Gambaran kestabilan emosi remaja beradapada taraf sedang. Hal itu dibuktikan dengan jumlah frekuensi jawaban remajasebanyak 99 orang dan persentase sebesar 84%. Berdasarkan hasil penelitian terdapathubungan antara keharmonisan keluarga dengan kestabilan emosi remaja SMANegeri 6 Banda Aceh dengan nilai rhitung rtabel yaitu 0,407 0,176 pada alpha 0,05.Artinya, keharmonisan keluarga berhubungan secara positif dan signifikan dengankestabilan emosi remaja, sehingga hipotesis Ha diterima. Dengan kata lain, semakinpositif dan signifikan keharmonisan keluarga, maka semakin stabil pula emosiremaja.
Teknik Role Playing dalam Membentuk Perilaku Asertif Siswa Sekolah Dasar Ekal Fauzan Lahoya; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Kunci: Teknik bermain peran, Perilaku AsertifPenelitian yang berjudul “Teknik Role Playing dalam Membentuk Perilaku Asertif Siswa SD” yang bertujuan untuk melihat peningkatan perilaku asertif siswa SD Negeri 16 Kota Sabang, sebelum dan sesudah diberikan teknik role playing.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan.Subyek dalam penelitian ini berjumlah 8 orang yang memiliki perilaku asertif yang rendah.Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Data penelitian kemudian diukur dengan mewaancarai guru yang bersangkutan, seperti guru wali kelas berserta guru umum. Hasil data menunjukkan tingkat keterampilan perilaku asertif siswa mengalami peningkatan setelah diberikan bimbingan kelompok dengan teknik role playing pada siklus I, terdapat perubahan perilaku asertif pada siswa sedikit demi sedikit, kemudian data pada siklus II di dapati bahwa siswa benar adanya terjadi perubahan yang sangat signifikan dalam perilaku asertif, siswa paham akan bagaimana cara bersikap jujur, menghargai orang lain, berpikir positif, mengungkapkan gagasan atau ide yang ada dalam pikirannya,  dapat mempertahankan sesuatu yang dimilikinya,  dan dapat mengungkapkan ketidaksenangan serta kemarahan yang dirasakannya dengan baik. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan perilaku asertif siswa ketika sebelum dan sesudah diberikannya tindakan. Artinya, teknik role playing dapat meningkatkan perilaku asertif siswa melalui bimbingan kelompok. Berdasarkan data observasi menunjukkan peningkatan perilaku asertif siswa sebelum dan sesudah diberikan tindakan,  terlihat siswa sudah mulai bias berinteraksi secara jujur, menghargai pendapat orang lain, memahami akan perbuatannya, mengeluarkan ide dengan baik, dan mampu mempertahankan sesuatu yang dimilikinya.
DUKUNGAN ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK TUNANETRA DI SEKOLAH DASAR LUAR BIASA KOTA BANDA ACEH Warhamni Rahimi; Syaiful Bahri; Fajriani Fajriani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parental support is very important in obtaining the success of children's education. This study is intended to determine the form of parental support towards the education of blind children. This study used descriptive method with qualitative approach. The subject of this study was all parents who have blind children that attended Elementary school for special need children of Banda Aceh and Elementary school for special need children of Bukesra which was 6 people. Meanwhile the object of this study was the parental support towards the education of blind children. The data of this study were collected through interview. The results showed that all parents gave support toward the education of blind children. The parental support was showed in forms of Emotional Support, Esteem Support, Instrumental Support, Informational Support and Network Support. The support begins with the acceptance of children with limited conditions, helping the children in learning, caring about learning outcomes, paying attention the children's schoolwork, spending time with the children, giving awards, motivating the children in learning, giving advice and direction, and build a sense of togetherness with family and environment. However, the instrumental support such as the learning needs that parents provided to children was not fully maximized. Parents only used the learning facilities from the school. In addition, the financial issues became the cause of the child's learning needs were not fulfilled. From the results of the study, the researcher hopes that parents can continue to develop the support of the children's education, so that the children can develop all their potential and more motivated to be more success in terms of academic and non-academic, and provides learning facilities that support the development of education of blind children. Keywords: Parental Support, Education, Blind Children Abstrak: Dukungan orang tua sangat penting dalam mewujudkan keberhasilan pendidikan anak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dukungan orang tua terhadap pendidikan anak tunanetra. Jenis Penelitian yang digunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian adalah semua orang tua yang memiliki anak tunanetra yang bersekolah di SDLB Negeri Banda Aceh dan SDLB Bukesra yang berjumlah 6 orang. Sedangkan objek penelitian adalah dukungan orang tua terhadap pendidikan anak tunanetra. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan orang tua memberikan dukungan terhadap pendidikan anak tunanetra. Dukungan orang tua diwujudkan dalam bentuk, Emotional Support, Esteem Support, Instrumental Support, Informational Support dan Network Support. Dukungan tersebut diawali dengan penerimaan anak dengan kondisi keterbatasan, membantu anak dalam belajar, peduli terhadap hasil belajar, memberikan perhatian terhadap tugas sekolah anak, meluangkan waktu bersama anak, memberikan penghargaan, memotivasi anak agar semangat dalam belajar, memberikan nasehat dan arahan, menumbuhkan rasa kebersamaan dengan keluarga dan lingkungan. Namun Instrumental Support seperti kebutuhan belajar belum sepenuhnya maksimal orang tua berikan kepada anak. Orang tua hanya memanfaatkan fasilitas belajar dari sekolah. Selain itu keterbatasan ekonomi menjadi penyebab tidak terpenuhi kebutuhan belajar anak. Dari hasil penelitian diharapkan orang tua terus tingkatkan dukungan terhadap pendidikan anak, agar anak mengembangkan segala potensi yang dimilikinya dan lebih termotivasi untuk lebih maju dan berprestasi baik dari segi akademik dan non akademik, serta menyediakan fasilitas belajar yang mendukung perkembangan pendidikan anak tunanetra.Kata Kunci: Dukungan orang tua, Pendidikan, Anak tunanetra
Identifikasi Permasalahan Santri Pondok Pesantren Darul Ulum Komplek YPUI Kampung Keuramat Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh Eka May Sari; Dahliana Dahliana; M. Husen
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKata Kunci    : Permasalahan SantriPenelitian yang berjudul “Identifikasi Permasalahan Santri Pondok Pesantren Darul Ulum Komplek YPUI Kampung Keuramat Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh”, Penelitian ini mengangkat masalah bidang kesehatan, keadaan penghidupan, rekreasi dan hobi/kegemaran, kehidupan sosial-keaktifan, hubungan pribadi, masalah muda-mudi, kehidupan keluarga, agama dan moral, penyesuaian terhadap sekolah, masa depan dan cita-cita serta masalah dalam bidang penyesuaian terhadap kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui jenis-jenis permasalahan yang dihadapi oleh santri di Pondok Pesantren Darul Ulum.. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif Kuantitatif yaitu menggambarkan suatu kondisi atau perstiwa secara sistamatis, aktual dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu. Subjek penelitian adalah Santri Baru Pondok Pesantren Darul Ulum Komplek YPUI Kampung Keuramat Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Pengumpulan data menggunakan Angket DCM (Daftar Cek Masalah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran presentase bidang permasalahan santri baru Pondok Pesantren Darul Ulum bidang kesehatan 25%, keadaan penghidupan 15%, rekreasi dan hobi/kegemaran 37%, kehidupan sosial-keaktifan 81%, hubungan pribadi 34%, masalah muda-mudi 20%, kehidupan keluarga 28%, agama dan moral 4%, penyesuaian terhadap sekolah 29%, masa depan dan cita-cita 76%, penyesuaian terhadap kurikulum 9%. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa santri baru Pondok Pesantren Darul Ulum mempunyai masalah presentase teringgi pada bidang kehidupan sosial-keaktifan.
Fenomena drop out tingkat SMA se-kota Banda Aceh Rizki Surya Ananda; Dahliana Abd; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Drop outs are forced out of school before completing the overall learning. Descriptive research method with a qualitative approach. The research subjects consisted of 4 principals, 1 vice principal, 1 student field and 8 BK teachers in nine high school level throughout Banda Aceh. Data collection techniques using interview methods and documentation. Data analysis using qualitative descriptive. The results showed the number of students dropping out during the last 3 years reached 44 students. Caused by internal factors, namely not going up to class, low interest in learning, students not attending school, feeling inferior and violating school rules. Like smoking and jumping fences, fighting teachers, leaving school without permission and taking the rights of others (stealing). The external factors are fighting, the circulation of immoral videos, dating and watching immoral videos in schools and being involved in drug use. While the handling procedures are preventive measures, including the principal's policy. Like meetings with student guardians and make observations on teacher performance. Handling from BK counselors such as individual and group counseling, as well as providing case notebooks and student pocket books. The guidance step is in the form of handlers from study teachers, homeroom teachers, BK teachers, student fields and principals. As well as follow-up steps, namely the existence of a special meeting of principals with homeroom teachers, BK teachers, student fields and guardians of students to make decisions and recommend secondary schools. It is expected that the school will work together in following up on each problem in accordance with the established procedures. For the next researcher, they can do more in-depth research about the phenomenon of drop outKeywords: Drop out phenomenon, cause of drop out, drop out handling procedure.Abstrak: Drop out adalah dikeluarkan dari sekolah secara terpaksa sebelum menyelesaikan pembelajaran secara keseluruhan. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 4 orang kepala sekolah, 1 wakil kepala sekolah, 1 bidang kesiswaan dan 8 guru BK di sembilan  sekolah tingkat SMA Se-kota Banda Aceh. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan jumlah siswa drop out selama 3 tahun terakhir mencapai 44 orang siswa. Disebabkan oleh faktor internal yaitu tidak naik kelas, minat belajar rendah, siswa tidak hadir ke sekolah, rasa minder dan melanggar peraturan sekolah. Seperti merokok dan lompat pagar, melawan guru, keluar sekolah tanpa izin serta mengambil hak orang lain (mencuri). Adapun faktor eksternal yaitu perkelahian, beredarnya video asusila, berpacaran dan menonton video asusila di sekolah serta terlibat pemakaian obat terlarang (narkoba). Sedangkan prosedur penanganannya yaitu langkah preventif meliputi, kebijakan kepala sekolah. Seperti rapat dengan wali murid dan melakukan observasi terhadap kinerja guru. Penanganan dari guru BK seperti, konseling individual dan kelompok, serta menyediakan buku catatan kasus dan buku saku siswa. Langkah pembinaan berupa penangan dari guru bidang studi, wali kelas, guru BK, bidang kesiswaan dan kepala sekolah. Serta langkah tindak lanjut yaitu adanya rapat khusus kepala sekolah dengan wali kelas, guru BK, bidang kesiswaan dan wali murid untuk mengambil keputusan serta merekomendasi sekolah lanjutan. Diharapkan kepada pihak sekolah untuk saling berkerja sama dalam menindak lanjuti setiap masalah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih mendalam mengenai fenomena drop outKata kunci: Fenomena Drop Out, Penyebab Drop Out, Prosedur Penangan Drop 0ut.
Regulasi Diri Mahasiswa Putri yang Tinggal di Asrama Unsyiah Elma Wanruhmi; Martunis Martunis; Abu Bakar
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian yang berjudul Regulasi Diri Mahasiswa Putri Yang Tinggal Di Asrama Unsyiah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk regulasi diri dan faktor penghambat regulasi diri pada mahasiswa putri yang tinggal di asramaunsyiah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian ini adalah asrama putri unsyiah  Kota Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk regulasi diri mahasiswa dibagi menjadi dua yaitu bentuk regulasi diri tinggi/baik dan bentuk regulasi diri yang rendah. Seseorang yang memiliki regulasi diri tinggi/baik ia memiliki kemampuan untuk mengendalikan pikiran, tingkah laku, aspek afeksi, dan memiliki hubungan interpersonal yang baik. Artinya mereka memiliki target/tujuan yang akan dicapai dalam hidupnya dengan membuat perencanaan dan tindakan yang baik, semua tingkah laku yang  ditampilkannya pun telah disesuaikan dengan tindakan-tindakan yang telah dibuat, mereka juga lebih memahami dirinya sendiri serta memiliki hubungan interpersonal yang baik. Sedangkan seseorang yang memiliki regulasi diri yang rendah tidak memiliki target/tujuan yang dapat dicapai dalam hidupnya mereka lebih pasrah terhadap keadaan.
Sikap Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Unsyiah dalam Memenuhi Tuntutan Kompetensi Profesional Kurnia Rezeki; M. Husen; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT A good attitude in lectures is important to support students in increasing motivation, has a willingness to deepen knowledge, and to develop professional competence to support them to become competent teachers of guidance and counseling and be responsible for the development of students and their profession as teachers or counselors. This study aims to determine the attitude of students in meeting the demands of professional competence described in percentage. The population in this study were FKIP students of the Guidance and Counseling Department totaling 172 students from Leting 2016, 2017, 2018. The sample in this study amounted to 149 students. Sampling in this study using random sampling with the Slovin formula. The method used in this research is a quantitative approach and the type of research is descriptive. Data collection uses a Likert attitude scale. The results showed that the attitudes of students in meeting the demands of professional competence almost half were in the category of "very good" and most of them were in the category of "good", so it can be understood that most students have a positive attitude in meeting the demands of professional competence. The results of the analysis show empirical leaning data curve which shows that the attitude of students in meeting the demands of professional competence in the Guidance and Counseling Department of FKIP is "good", this means that most students have a positive attitude towards the fulfillment of professional competencies both cognitive, affective and propensity to act.Keywords : Attitude in fulfilling professional competence
KESULITAN-KESULITAN YANG DIHADAPI MAHASISWABIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN MAGANG DI SEKOLAH LATIHAN DAN UPAYA MENGATASINYA (Penelitian pada Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh) Dasnila Dasnila; said nurdin; martunis yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang dihadapi mahasiswa Bimbingan dan Konseling dalam melaksanakan kegiatan magang di sekolah latihan dan bagaimana upaya untuk mengatasinya.Pendekatan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah seluruh mahasiswa Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala yang sedang melaksanakan Program Magang III di Sekolah Latihan pada semester ganjil tahun akademik 2017/2018 yang berjumlah sebanyak 15 orang mahasiswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, studi dokumentasi, observasi/pengamatan. Hasil penelitian menemukan bahwa banyak kendala dan kesulitan yang dihadapi mahasiswa Bimbingan dan Konseling dalam melaksanakan magang di sekolah latihan, antara lain; dalam kegiatan observasi dan orientasi lingkungan sekolah, menemukan sulit berkomunikasi dan menjalin hubungan interaksi sosial dengan berbagai unsur dan elemen yang ada di sekolah latihan (kepala sekolah/koordinator guru pamong, staf pengajar/guru pamong dan dengan para siswa. Mahasiswa mengaku kurang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk menyelesaikan tugas dan kewajibannya, seperti; menganalisis data AUM, membuat program kerja BK, menyusun Silabus, RPP/RPLBK, menata administrasi dan laporan akhir, kerena bagi mahasiswa magang merasa masih terlalu dini dan kurang cukup waktu masa mendapatkan materi pembekalan sebelum terjun ke lapangan melaksanakan kegiatan magang I dan magang II. Upaya yang dilakukan mahasiswa untuk mengatasi kesulitan, dengan cara mereka mempersiapkan diri terlebih dahulu, membekali diri dengan pengetahuandan mencari informasi dari berbagai sumber sebelum mengikuti program magang. Di samping itu mereka harus belajar lebih banyak pada mahasiswa senior (kakak letting) yang sudah lulus magang, perlu lebih banyak berkonsultasi dan berkomunikasi dengan guru pamong dan dosen pembimbing lapangan (DPL). Kata kunci: Kesulitan-kesulitan, Melaksanakan magang di Sekolah Latihan  
ANALISIS KONDISI SOSIAL PSIKOLOGIS SISWA DARI KELUARGA BROKEN HOME DI SMPN 2 BANDA ACEH dara mulya rizky
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Broken home adalah istilah untuk menggambarkan suasana keluarga yang tidak harmonis dan tidak berjalan layaknya kondisi keluarga yang rukun dan sejahtera yang menyebabkan terjadinya konflik dan perpecahan dalam keluarga tersebut. Kondisi sosial psikologis yaitu suatu keadaan psikis atau jiwa yang mengalami goncangan atau gangguan saat berada dalam lingkungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial psikologis siswa dari keluarga broken home. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode case study. Subjek yang diteliti berjumlah tujuh orang yaitu siswa dari keluarga broken home. Objek penelitian ini adalah gangguan sosial psikologis yang di alami oleh siswa dari keluarga broken home. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Sedangkan tahapan analisis data menggunakan reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat siswa mengalami gangguan kondisi psikologis. bahwa siswa sulit mempercayai temannya, mudah merasa tersinggung dan berburuk sangka, sulit mengungkapkan kesukaran yang di alami, siswa lebih tertutup dan pemalu dengan lingkungannya.  Hal ini terjadi karena kondisi psikologis siswa dari keluarga broken home terganggu sehingga dalam sosial juga ikut terganggu. Namun, tidak ada siswa yang mengalami kesulitan dalam komunikasi dan tidak ada siswa yang menarik diri di SMPN 2 Banda Aceh

Page 10 of 21 | Total Record : 206