cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling
ISSN : 26150344     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling terutama hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Jurnal berfokus pada semua aspek psikologis yang mempengaruhi pelajar dan semua teknik bantuan psikologis yang dapat diberikan untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam belajar.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
LAYANAN REHABILITASI PADA PENYALAHGUNA NARKOBA DI RUMAH SAKIT JIWA ACEH Erlinda Sammelita; Syaiful Bahri; Nur hasanah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSalah satu cara penanggulangan masalah narkoba ialah dengan cara pemulihan melalui rehabilitasi. Rehabilitasi merupakan suatu bentuk perlindungan sosial yang membangun klien pengguna narkoba untuk tertib sosial agar tidak kembali menggunakan narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui layanan apa saja yang diberikan pada penyalahguna narkoba, 2) Mengetahui hambatan apa saja yang dialami oleh konselor adiksi pada saat diberikan layanan rehabilitasi, 3) Mengetahui apa saja upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan layanan rehabilitasi di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif serta menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini merupakan konselor adiksi, pengambilan subjek pada penelitian ini dilakukan menggunakan teknik purposive, yaitu subjek dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan rehabilitasi narkoba di Rumah Sakit Jiwa Aceh yaitu, 1) Layanan rehabilitasi narkoba di RSJ Aceh menggunakan pendekatan secara individu, kelompok, keluarga dan religius, layanan yang diberikan secara bertahap pertama yaitu detoksifikasi, kedua layanan primery dan ketiga layanan re-entery serta didukung oleh konselor yang memiliki keterampilan yang sudah mengikuti pelatihan tentang adiksi dan dinyatakan terakreditasi. 2) Hambatan yang dialami yaitu klien masih menutup diri, suka memanipulasi, tidak ada layanan religius untuk klien non muslim dan perlunya dukungan dari masyarakat untuk tidak memberikan stigma kepada pengguna narkoba, sedangkan 3) Upaya mengatasi hambatan dari setiap masalah klien bisa ditangani oleh konselor adiksi, dari pihak orangtua klien sudah bisa dikatakan sangat mendukung layanan rehabilitasi ini, karena orangtua klien juga diberikan pemahaman tentang adiksi lewat layanan pemulihan dukungan PENKES (Pendidikan Kesehatan Keluarga) serta seminar mengenai narkoba. Kata kunci : Rehabilitasi, penyalahguna narkoba, rehabilitasi narkoba
MERUBAH SIKAP NEGATIF SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK DI SMP NEGERI 8 BANDA ACEH Hariyati Hariyati Hariyati; M.husen M.husen M.husen; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sikap negatif terhadap mata pelajaran merupakan suatu kecenderungan individu untuk bertingkah laku secara negatif dalam merespon mata pelajaran. Semakin individu mampu merubah sikap negatif menjadi sikap positif terhadap mata pelajaran maka individu akan semakin mampu bertingkah laku sesuai dengan aturan-aturan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh bimbingan kelompok dalam merubah sikap negatif siswa menjadi sikap positif terhadap mata pelajaran. Dalam hal ini bimbingan kelompok merupakan layanan bimbingan konseling yang membantu siswa dalam penyelesaian masalah secara bersama-sama dalam nuansa berkelompok yang bertujuan untuk menjadikan individu mandiri, menghargai orang lain, aktif serta berbagi pengalaman dalam penyelesain masalah yang dihadapi. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah kuantitatif pre-exsperimental design dengan bentuk one group pretest-postest design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa yang memiliki sikap negatif terhadap mata pelajaran yang berada pada kategori sedang dan rendah. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala sikap.Validitas yang diperoleh dari angket skala sikap yang disusun sebanyak 54 item, terdapat 31 item yang valid dengan reliabilitas sebesar 0,880 yang artinya memiliki reliabilitas tinggi. Analisis data dilakukan dengan mengkategorikan ke dalam norma kategori lalu di uji melalui Wilcoxon sign test. Hasil penelitian menunjukkan nilai rara-rata pretest sebesar 74,80 lebih rendah dari rata-rata posttest yaitu 100,40. Hasil analisis data yang diperoleh dari penelitian ini adalah nilai Asymp.Sig (2-tailed) bernilai 0,005 atau menunjukkan probabilitas di bawah 0,05 (0,0050,05). Maka pengujian hipotesis dalam penelitian ini Ho di tolak dan Ha di terima. Artinya bimbingan kelompok dapat merubah sikap negatif siswa terhadap mata pelajaran.
Analisis faktor-faktor penyebab ketidakhadiran siswa di sekolah dan upaya guru BK dalam mengatasinya (Suatu penelitian pada MAN 4 Kabupaten Aceh Besar) Roni Fitriadi; Nurhasanah Nurhasanah; Martunis Yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persentase ketidakhadiran siswa pada MAN 4 Kabupaten Aceh Besar hampir setiap bulan meningkat, meskipun berbagai kegiatan telah dilakukan oleh guru BK dalam upaya mengatasinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran ketidakhadiran siswa di sekolah, faktor-faktor yang menyebabkan ketidakhadiran siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah, serta upaya guru BK dalam mengatasi penyebab ketidakhadiran siswa di sekolah. Jenis penelitian ini penelitian deskriptif dengan pendekatan mixed methods yaitu menggabungkan dua pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian pada MAN 4 Aceh Besar dengan jumlah sampel 40 siswa dan 2 guru BK. Teknik pengumpulan data dengan angket,  wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data yaitu dengan analisis kuantitatif dan kualitatif dalam bentuk persentase dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan gambaran ketidakhadiran siswa di sekolah MAN 4 Kabupaten Aceh Besar berada pada kategori rendah sebanyak 6 siswa dengan persentase 15%, kategori sedang sebanyak 28 siswa dengan persentase 70%, serta kategori tinggi sebanyak 6 siswa dengan persentase 15%. di samping itu dari analisis angket yang telah di bagikan kepada siswa faktor-faktor penyebab ketidakhadiran siswa di sekolah diantara lain adalah berasal dari faktor lingkungan keluarga 45% jarang mengawasi anak untuk datang ke sekolah, dan faktor dari dalam diri siswa 40% malas datang ke sekolah, dan hampir sebagian 42,5% membantu pekerjaan di rumah seperti berjualan, dan membantu mengelola pertanian di sawah. hasil wawancara dengan siswa terdapat tidak mengerjakan PR, susah bangun pagi. Upaya yang telah dilakukan oleh guru BK untuk mengatasi ketidakhadiran siswa di sekolah adalah dengan cara memanggil siswa yang bersangkutan, melakukan konseling individual, dan langsung mengadakan home visit ke rumah siswa. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya kerja sama antara orang tua siswa dan guru di sekolah.Kata Kunci : Ketidakhadiran, Faktor-Faktor, dan Upaya Guru BK
analisis kemandirian siswa dalam memilih jurusan (Penelitian pada siswa SMA Negeri 11 Banda Aceh) Masnuri Masnuri; Dahliana Dahliana Abd; Zahra Zahra Nelissa
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Analisis Kemandirian Siswa dalam Memilih Jurusan (Penelitian pada Siswa SMA Negeri 11 Banda Aceh) bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran  kemandirian siswa dalam memilih  jurusan di SMA Negeri  11 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei yang bersifat deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 194 siswa kelas XI dari masing-masing kelas. Penarikan sampel dilakukan secara acak (Probability Sampling) dengan menggunakan teknik simple random sampling. Total sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 orang siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket (questioner) dengan model skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran kemandirian siswa dalam memilih jurusan berdasarkan kategorisasi diperoleh hasil analisis variabel bahwa sebanyak 15 siswa dengan persentas 38% memiliki tingkat kemandirian yang rendah dalam memilih jurusan. Sedangkan untuk analisis sub variabel yang terdiri dari aspek emosional sebanyak 23 siswa dengan persentase 58% berada pada kategori sedang, kemudian aspek nilai 17 siswa dengan persentase 43% dan aspek berperilaku 16 siswa dengan persentase 40% yang berada pada kategori rendah. Berdasarkan analisis setiap item pernyataan terdapat beberapa siswa yang berada pada kategori kemandirian yang sangat rendah dalam memilih jurusan yang terdapat pada item 7 sebesar 35%, item  8 sebesar 35%, item 14 sebesar 35%, item 29 sebesar 35%, dan item 31 sebesar 33%. Oleh sebab itu kemandirian pada siswa sangat diperlukan dalam memilih jurusan, baik kemandirian secara emosional, nilai dan berperilaku agar siswa dapat memilih jurusan sesuai dengan potensi yang dimiliki. Kata Kunci : Kemandirian Siswa, Memilih Jurusan
UPAYA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI ACEH DALAM MENCEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI ACEH Widya Anggraini; Martunis Yahya; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Narcotics is a substance derived from synthetic or natural, which is very dangerous if consumed by the body. Narcotics consist of various kinds with very diverse hazards. The National Narcotics Agency is a non-governmental institution that has the duty and authority to carry out prevention, eradication of drug abuse and illicit trafficking (P4GN). This study aims to see what efforts are carried out by the Aceh Province BNN in preventing narcotics abuse in Aceh. This research was conducted with a qualitative descriptive approach and using interview and documentation techniques. The subject of this study was a staff member of BNN Aceh Province. Research subjects were selected through snowball techniques, namely the number of subjects will increase as long as the data obtained is insufficient. The results showed that prevention efforts carried out by the Aceh Province BNN namely, first advocating with the police and other agencies, secondly disseminating electronic and non-electronic information as well as counseling and socialization and finally providing rehabilitation services in the form of outpatient care free of charge or free . The implementation of prevention efforts is carried out routinely by the BNNP. In the implementation of these prevention efforts, there are several obstacles experienced. These constraints include limited budget or lack of funds for program implementation. There are no inpatient facilities for rehabilitation services. As well as a lack of support from the community to be directly involved in efforts to avoid narcotics. Prevention efforts will have a large impact if all parties are involved in the effort. Because in this prevention, it cannot only rely on one-sided efforts. But it must cover the whole in the form of government, agencies and society. Keywords : Narcotics, Prevention, National Narcotics Agency.Abstrak: Narkotika merupakan suatu zat yang berasal dari sintetis maupun alami, yang sangat berbahaya apabila dikonsumsi oleh tubuh. Narkotika terdiri dari bermacam-macam dengan bahaya yang sangat beragam. Badan Narkotika Nasional adalah lembaga non keperintahan yang bertugas dan berwenang dalam menjalankan pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Penelitian ini bertujuan untuk melihat upaya apa saja yang dilakukan BNN Provinsi Aceh dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif serta menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini merupakan staf anggota BNN Provinsi Aceh. Subjek penelitian dipilih melalui teknik snowball, yaitu jumlah subjek akan bertambah selama data yang diperoleh belum mencukupi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pencegahan yang dilakukan oleh BNN Provinsi Aceh yaitu, pertama melakukan advokasi dengan pihak kepolisian dan instansi lainnya, kedua melakukan diseminasi informasi elektronik maupun non elektronik serta penyuluhan maupun sosialisasi dan terakhir yaitu memberikan pelayanan rehabilitasi berupa rawat jalan tanpa dikenai biaya atau gratis. Pelaksanaan upaya pencegahan dilakukan rutin oleh pihak BNNP. Pada pelaksanaan upaya pencegahan tersebut, terdapat beberapa kendala yang dialami. Kendala tersebut berupa terbatasnya anggaran atau minimnya dana untuk pelaksanaan program. Tidak terdapatnya fasilitas rawat inap pada pelayanan rehabilitasi. Serta kurangnya dukungan dari masyarakat untuk ikut terlibat secara langsung dalam upaya menjauhi narkotika. Upaya pencegahan akan menghasilkan dampak yang besar apabila seluruh pihak ikut terlibat dalam upaya tersebut. Karena dalam pencegahan ini, tidak dapat hanya mengandalkan upaya sebelah pihak saja. Tetapi harus mencakup keseluruhan berupa pemerintahan, instansi-instansi dan masyarakat. Kata Kunci : Narkotika, Pencegahan, Badan Narkotika Nasional
Pengaruh komunikasi informasi edukasi kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMPN 6 Banda Aceh 2017 Ria Wanira; Nurhasanah Nurhasanah; Abu Bakar
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The limited amount of knowledge possessed by teenagers related to their sexual life, causing many teenagers at risk of early marriage problem, pregnancy, and IMs and HIV AIDS. The purpose of this research is to know the difference of students' knowledge about reproduction healthcare IEC between students who are given KIE kespro with not given KIE kespro. The KIE study included a pre-experimental design, using the Independent Sampel T-Test Design design. sample was 30 people. Data collection techniques are questionnaire of reproductive health knowledge and documentation. The technique of processing and data analysis is t-test. Result of research That knowledge of student which not given KIE reproductive health tend to have knowledge that is categorized with mean score 11,60 whereas student knowledge given KIE reproductive health have knowledge which is categorized high with average score 21,76. And value T-test of 8,895. With a 2-tailed sig) that is 0.000. This indicates that the value 0.00 0.05 means that there is the influence of communication, information, education (KIE) reproductive health to knowledge of reproductive health in SMPN 6 Banda Aceh 2017.Keywords : Communication Information Education, Reproductive Health, Youth ABSTRAK Terbatasnya jumlah pengetahuan yang dimiliki remaja terkait dengan kehidupan seksualnya, menyebabkan banyak remaja yang berisiko terhadap permasalahan pernikahan dini,kehamilan,serta IMS dan HIV-AIDS.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan siswa mengenai KIE kesehatan reproduksi antara siswa yang diberikan KIE kespro dengan yang tidak diberikan KIE KIE kespro. Penelitian ini termasuk desain pre-eksperimen, dengan menggunakan rancangan Independent Sampel T-Test Design. Sampel  penelitian adalah 30 orang. Teknik pengumpulan data yaitu angket pengetahuan kesehatan reproduksi dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data adalah t-test. Hasil penelitian Bahwa pengetahuan siswa yang tidak diberikan KIE kesehatan reproduksi cendrung memiliki pengetahuan yang dikategorikan sedang dengan skor rata-ratanya 11,60 sedangkan pengetahuan siswa yang diberikan KIE kesehatan reproduksi memiliki pengetahuan yang dikategorikan tinggi dengan rata-rata skor 21,76. Dan nilai T-test sebesar 8,895. Dengan sig.(2-tailed) yaitu 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa nilai 0,00 0,05 berarti bahwa ada pengaruh Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi di SMPN.6 Banda Aceh tahun 2017.Kata kunci : Komunikasi Informasi Edukasi, Kesehatan reproduksi,Remaja 
Hubungan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan pemmahaman siswa tentang perubahan fisik Sarifuddin Sarifuddin; Syaiful Bahri; M. Husen,
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTTo deal with changes in adolescence, especially those related to issues of understanding about physical change, adolescents need to have a positive attitude towards relationships and norms that apply in society so that adolescents can avoid negative impacts environment and being a healthy teenager, and accepting her maturity responsibly.services  Group guidanceare one of the intervention techniques that can be done to provide understanding of information to group members.This study aims to look at the relationship between the implementation of group guidance services and students' understanding of physical change. This study uses quantitative research, statistical techniques used in correlation analysis in this study using correlation Pearson Product Moment. The population in this study were 177 eighth grade students of SMP Negeri 2 Banda Aceh. Sampling is done by random sampling through distributing questionnaires in the form of a Likert scale. In accordance with the sample size determined by Arikunto the researcher took a sample of 25% of the population, namely 80 people. The results showed that the picture of students' understanding of physical changes in the banda Aceh 2 Public Middle School was dominantly in the moderate category, namely the average number of all indicators with a percentage of 77.02% included in the medium criteria, which indicated that a counseling service was needed well and correctly, as well as the implementation of group counseling services at Banda Aceh 2 Public Middle School, it has also been good and appropriate as the implementation stage of group guidance services in general. Furthermore, there is a significant relationship between the implementation of group guidance services with self-understanding of physical change, analysis of Pearson Product Moment correlation shows the correlation coefficient of 0.815. Because the significance is 0.05. r table is 0.361, r count is greater than r table (0.815 0.361).The conclusion of this study is that there is a positive and significant relationship between the implementation of group guidance services and students' understanding of physical change.It is recommended for schools and counselors to be able to use group guidance services more intensely and many as alternative solutions in intervening with children who have self-understanding problems specifically related to understanding physical change.Keywords: Group Guidance, Student Understanding, Physical Change  ABSTRAKUntuk menghadapi perubahan pada masa remaja khususnya yang berkaitan dengan masalah pemahaman tentang perubahan fisik, remaja perlu memiliki sikap yang positif terhadap pergaulan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat agar remaja dapat terhindar dari dampak negatif lingkungan dan menjadi remaja yang sehat, serta menerima kedewasaannya secara bertanggung jawab. Layanan  bimbingan kelompok merupakan salah satu teknik intervensi yang bisa dilakukan untuk memberikan pemahaman informasi kepada anggota kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan pemahaman siswa tentang perubahan fisik. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, teknik statistik yang digunakan dalam analisa korelasi pada penelitian ini menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Populasi dalam penelitian ini adalah 177 siswa/i kelas VIII SMP Negeri 2 Banda Aceh. Pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling melalui meyebarkan angket dalam bentuk skala likert. Sesuai dengan ukuran sampel yang ditentukan Arikunto, peneliti mengambil sampel sebesar 25% dari populasi yaitu 80 siswa/i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran pemahaman siswa tentang perubahan fisik di SMP Negeri 2 banda Aceh dominan berada pada kategori sedang yaitu jumlah rata-rata pada semua indikator dengan presentase 77,02 % yang masuk dalam kriteria sedang yang menunjukkan bahwa perlu dilaksanakan sebuah layanan bimbingan konseling secara baik dan benar, begitu juga dengan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok di SMP Negeri 2 Banda Aceh. Selanjutnya terdapat hubungan yang signifikan antara pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan pemahaman diri tentang perubahan fisik, analisa korelasi Pearson Product Moment menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,815. Karena signifikansi 0,05. r tabel sebesar 0,361, r hitung lebih besar dari pada r tabel (0,815 0,361). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan pemahaman siswa tentang perubahan fisik. Disarankan bagi sekolah dan konselor agar dapat menggunakan layanan bimbingan kelompok lebih intens dan banyak sebagai solusi alternatif dalam melakukan intervensi kepada anak yang memiliki masalah-masalah pemahaman diri khususnya terkait pemahaman perubahan fisik.Kata Kunci: Bimbingan Kelompok, Pemahaman Siswa, Perubahan Fisik
Penerapan Model Konseling Anak Usia Dini Dengan Metode Story Telling Islami Untuk Mengatasi Kecenderungan Agresif Anak Di Tpa Al-Ikhlas Desa Suak Indrapuri Aceh Barat Faranisa Nur Fadilah; Nurhasanah Nurhasanah; Dara Rosita
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap anak mengalamai tahapan-tahapan yang berbeda pada saat tumbuh kembangnya. Salah satu bentuk perbedaan tersebut adalah munculnya kecenderungan perilaku agresif, di mana hal ini sering dikaitkan dengan adanya perasaan marah dan melukai orang lain, baik dalam bentuk fisik, verbal, maupun secara pasif. Metode Story Telling  merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengatasi bentuk-bentuk agresif yang terjadi pada anak. Melalui bercerita kita dapat memberi contoh pada anak bagaimana menyikapi suatu permasalahan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan metode Story Telling   dapat mengatasi kecenderungan agresif pada anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah seluruh anak pada kelompok iqra di TPA Al-Ikhlas desa suak indrapuri Aceh Barat. Teknik Pengumpulan data yang digunakan  adalah observasi dan wawancara yang dilakukan pada waktu sebelum dan sesudah pemberian Story Telling. Berdasarkan data observasi dan wawancara awal sebelum diberikan metode Story Telling, sebagian besar anak pada kelompok iqra terdeteksi melakukan kecenderungan agresif setiap harinya seperti, memukul,mendorong,berkelahi, merusak barang, mecubit, berkata kotor, mencaci memaki, tidak peduli, menolak berbicara, dan mengancam. Metode Story Telling diberikan sebanyak delapan kali  pertemuan.  Hasil analisis data yang diperoleh dari observasi dan wawancara menunjukan bahwa terjadi penurunan  kecenderungan agresif setelah diberikan metode Story Telling,  seperti  sudah berkurangnya perilaku mendorongan,  memukul, berkelahi, berkata kotor, mencaci maki, dll. Hal ini menjelaskan bahwa penerapan metode Story Telling dapat mengatasi kecenderungan agresif anak di TPA AL-Ikhlas Aceh Barat.
Penerapan Teknik Modeling Simbolis Untuk Mengurangi Perilaku Bullying Siswa di SMA Negeri 16 Banda Aceh Desi Arista; Nurhasanah Nurhasanah; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Desi Arista, 2020. Penerapan Teknik Modeling Simbolis Untuk Mengurangi           Perilaku Bullying Siswa Di SMA Negeri 16 Banda Aceh. Skripsi, Jurusan         Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,             Universitas Syiah Kuala            Pembimbing : (1) Dra. Nurhasanah, M.Pd, (2) Nurbaity, S.Pd, M.EdKata Kunci : Teknik Modeling Simbolis, Perilaku BullyingPenelitian ini berjudul tentang “Penerapan Teknik Modeling Simbolis untuk Mengurangi Perilaku Bullying Siswa di SMA Negeri 16 Banda Aceh” perilaku bullying merupakan suatu tindakan agresi baik itu fisik, verbal, pemerasan, sosial dan elektronik dengan tujuan untuk menyakiti orang lain, yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang secara terus menerus dari waktu ke waktu. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas teknik modeling simbolis dalam mengurangi perilaku bullying siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian pre-eksperimental design melalui bentuk one group pretest-posttest design, yang dilaksanakan di SMA Negeri 16 Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi berjumlah 20 orang siswa sedangkan sampel sebanyak 8 orang siswa yang terindikasi perilaku bullying tinggi dengan menggunakan teknik puposive sampling.Teknik pengumpulan data menggunakan skala perilaku bullying dalam bentuk skala Likert. Sedangkan teknik analisis data dilakukan melalui norma kategori, statistic non-parametric dengan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil analisis yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan nilai rata-rata pretest sebesar 128,88 sedangkan nilai posttest 53,33, dapat dikatakan bahwa nilai pretest lebih tinggi dibandingkan dengan nilai posttest. Berdasarkan hasil perbandingan nilai rata-rata tersebut, teknik modeling simbolis dinyatakan lebih efektif dalam mengurangi perilaku bullying siswa. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai Asymp Sig (2-tailed) yaitu bernilai 0,012 atau memperlihatkan probolitas dibawah 0,05 (0,0120,05). Maka pengujian hipotesis dalam penelitian ini (Ho) ditolak dan (Ha) diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teknik modeling simbolis efektif untuk mengurangi perilaku bullying siswa.
STUDI LAYANAN INFORMASI TERHADAP PERUBAHAN SIKAP SISWA DALAM PEMILIHAN JURUSAN PERGURUAN TINGGI Muhammad Fadhli Eka Putra Prayoga; Martunis Martunis; Qurrata A’yuna
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pemilihan jurusan merupakan langkah awal dalam pendidikan di SMA untuk mempersiapkan para siswa mencapai studi lanjutan yang diinginkan sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan yang dimiliki masing-masing siswa. Penelitian ini berupaya mengungkapkanbagaimanakah pelaksanaan layanan informasi terhadap perubahan sikap siswa dalam pemilihan jurusan di perguruan tinggi. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan layanan informasi terhadap perubahan sikap siswa dalam pemilihan jurusan di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru BK yang berjumlah 2 orang dan 5 orang siswa kelas XII MAN Lhokseumawe. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: layanan informasi yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling di sekolah dalam rangka membantu siswa untuk memperoleh informasi, memahami, dan menjadikan informasi tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan dan mengambil suatu keputusan. Layanan informasi dalam pemilihan jurusan di perguruan tinggi tersebut dipengaruhi oleh karakteristik jurusan, prasyarat, dan orientasi pekerjaan. Sedangkan pemahaman diri siswa dipengaruhi oleh minat, bakat, dan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing siswa. Sikap dalam pemilihan jurusan di perguruan tinggi berkaitan dengan aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek konatif dengan tingkatan tinggi, sedang, dan rendahnya sikap siswa dalam pemilihan jurusan di perguruan tinggi.Kata kunci : layanan informasi, sikap, pemilihan jurusan