cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling
ISSN : 26150344     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling terutama hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Jurnal berfokus pada semua aspek psikologis yang mempengaruhi pelajar dan semua teknik bantuan psikologis yang dapat diberikan untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam belajar.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Melalui Focus Group Discussion Untuk Meningkatkan Kematangan Karir Siswa Di SMA Negeri 7 Banda Aceh Abdia Humaira; M. Husen; Khairiah Khairiah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bimbingan kelompok merupakan upaya pemberian bantuan kepada setiap individu dengan membangun dinamika kelompok memiliki beberapa teknik yang dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi, terutama bidang karir yang berkaitan dengan tingkat kematangan karir. Melalui teknik FGD pada diri individu untuk merencanakan, mengidentifikasi dan memilih pilihan karir dibahas secara lebih mendalam, terfokus dan terpusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok melalui FGD dalam meningkatkan kematangan karir siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 orang siswa, dan yang menjadi sampel sebanyak 8 orang siswa di SMA Negeri 7 Banda Aceh yang memiliki kematangan karir rendah. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dan jenis penelitian pre-exsperimental design dengan bentuk one group pretest-postest design. Metode pengumpulan data menggunakan skala kematangan karir dalam bentuk skala Likert. Analisis data dilakukan dengan norma kategori, statistik non-parametrik dengan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menunjukkan nilai rara-rata  pretest sebesar 77 lebih rendah dari rata-rata posttest yaitu 126,25. Hasil analisis data yang diperoleh dari penelitian ini adalah nilai Asymp.Sig (2-tailed) bernilai 0,012 atau menunjukkan probabilitas di bawah 0,05 (0,0120,05). Maka pengujian hipotesis dalam penelitian ini Ho di tolak dan Ha di terima. Artinya bimbingan kelompok melalui Focus Group Discussion dapat meningkatkan kematangan karir siswa.
PENERAPAN PERMAINAN LABIRIN UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI PADA ANAK ADHD (ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER) DI SLB BUKESRA BANDA ACEH Intan Yolanda; Syaiful Bahri; Fajriani Fajriani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The concentration of learning is a focused attention during the learning process and it facilitates the understanding of lessons explained by the teacher so that it can support student’s achievement. Learning concentration is called effective when it is characterized by the strength of memories possessed by individuals. This study aimed to see the effectiveness of the labyrinth game in improving the learning concentration of children with ADHD using a quantitative descriptive approach and the type of single-subject experimental design with the A-B-A design baseline logic. The subjects in this study were 3 students of Bukesra SLB Banda Aceh with low learning concentration. The instrument used in this study was the concentration scale. Data analysis techniques used in this research was data analysis in conditions and data analysis between conditions. The results of the study showed that the students’ learning concentration after being given the treatment of the labyrinth game was higher than their learning concentration before being given the treatment. This is supported by the results of data analysis on the level changes in condition with an increase in the intervention phase (B) was (+6) at AP, (+9) at MH, (+8) at AM and the baseline phase (A2) was (+8) at AP, (+8) at MH, (+8) at AM. The results of data analysis between conditions in all phase comparisons showed the percentage of overlap below 90%. Data analysis between conditions on observation’s results showed a percentage of 0% at AP, 0% at MH, and 0% at AM in a comparison of baseline (A1) with intervention (B) and baseline (A2). So that it can be concluded that there was a significant increase between the students’ learning concentration after being given treatment and the analysis results of observational data obtained a tendency toward positive direction and trace data or increasing the percentage of the three subjects.Keywords: ADHD Children, Labyrinth Game, Improving Concentration, Research single-subject experimental design, A-B-A design baseline logic. Abstrak: Konsentrasi belajar adalah terfokusnya perhatian pada saat proses pembelajaran yang memudahkan memahami pelajaran yang dijelaskan guru sehingga dapat menunjang prestasi siswa. Konsentrasi belajar dikatakan efektif ditandai dengan kuatnya ingatan yang dimiliki oleh individu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keefektifan permainan labirin dalam meningkatkan konsentrasi belajar anak ADHD dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan jenis penelitian single-subject experimental design baseline logic desain A-B-A. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 orang siswa ADHD dari SLB Bukesra Banda Aceh dengan konsentrasi belajar rendah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala konsentrasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data dalam kondisi dan analisis data antar kondisi. Hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi belajar siswa setelah diberikan perlakuan permainan labirin lebih tinggi dari konsentrasi belajar siswa sebelum diberikan perlakuan. Hal ini didukung oleh hasil analisis data pada perubahan level dalam kondisi dengan level peningkatan pada fase intervensi (B) yaitu (+6) pada AP, (+9) pada MH, (+8) pada AM dan fase baseline (A2) yaitu (+8) pada AP, (+8) pada MH, (+8) pada AM. Hasil analisis data antar kondisi pada semua perbandingan fase menunjukkan persentase overlap dibawah 90%. Analisis data antar kondisi pada hasil pelaksanaan observasi menunjukkan persentase 0% pada AP, 0% pada MH, dan 0% pada AM pada perbandingan fase baseline (A1) dengan intervensi (B) dan baseline (A2). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan antara konsentrasi belajar siswa setelah diberikan perlakuan dan hasil analisis data observasi diperoleh kecenderungan arah dan jejak data yang bersifat positif atau semakin meningkat persentase ketiga subjek.Kata kunci: Anak ADHD, Labirin, Konsentrasi, single-subject experimental design, baseline logic desain A-B-A.
HUBUNGAN FUNGSI SOSIALISASI KELUARGA DENGAN KEPRIBADIAN SEHAT SISWA MAN ACEH BESAR . Masyitah; Said Nurdin; Dahliana Abdullah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Socialization functions that run in the family would have the goal to be achieved, namely see to it that their children have a good attitude and behavior that reflect a healthy personality. This study seeks to describe the relationship between the function of the family socialization with students healthy personality MAN Aceh Besar. This study aims to determine the existence of a significant relationship between family socialization function with healthy personality of students. The population drawn from all students of class XI consisting of two schools, namely MAN and MAN Darussalam Sibreh totaling 312 students, which is expected to represent the entire MAN in Aceh Besar. Sampling technique was simple random sampling using the slovin formula in order to obtain a sample of 223 students. This type of research is quantitative with descriptive and correlational. The data collection was done by questionnaire. Those items which are responded by respondents consisted of four answer categories. The data were processed and analyzed by computer using SPSS. The research result shows that the function of the family socialization in MAN Aceh Besar generally in middle category. Data analysis technique used in the study to be missed formulation of the problem 1 and 2 is a descriptive analysis of the percentage, whereas for rumusanmasalah number 3 using product moment correlation test. The results of correlation coefficient analysis showed that there is a positive and significant relationship between family socialization function with a healthy personality of students is r = 0433 and sig = 0.000. Meaning that this hypothesis is accepted, that there was a relationship between family socialization function with healthy personality of students. Thus, the better the function of the family socialization of the personality of students will also be healthier. Some suggestions are recommended.Keywords: Socialization Function Family, Healthy Personality ABSTRAKFungsi sosialisasi yang dijalankan dalam keluarga tentu memiliki tujuan yang ingin dicapai, yaitu mengusahakan agar anak-anaknya memiliki sikap dan perilaku yang baik yang mencerminkan kepribadiannya yang sehat. Penelitian ini berupaya mendeskripsikan hubungan antara fungsi sosialisasi keluarga dengan kepribadian sehat siswa MAN Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan yang signifikan antara fungsi sosialisasi keluarga dengan kepribadian sehat siswa. Populasi diambil dari seluruh siswa kelas XI yang terdiri dari dua sekolah yaitu MAN Sibreh dan MAN Darussalam yang berjumlah 312 siswa, yang diharapkan dapat mewakili seluruh MAN di Aceh Besar. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan menggunakan rumus slovin sehingga diperolehsampel 223 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran angket. Butir-butir soal yang direspon oleh responden terdiri dari jawaban empat kategori. Data hasil penelitian diolah dan dianalisis dengan bantuan komputer menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menggambarkan bahwa fungsi sosialisasi keluarga di MAN Aceh Besar umumnya berada pada kategori sedang. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian agar terjawab rumusan masalah 1 dan 2 adalah analisis deskriptif persentase, sedangkan untuk rumusanmasalah nomor 3 menggunakan uji korelasi product moment. Hasil analisis koefisien korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara fungsi sosialisasi keluarga  dengankepribadian sehat siswa yaitu r = 0.433 dan sig = 0.000. Artinya hipotesis dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat hubungan sedang antara fungsi sosialisasi keluarga dengan kepribadian sehat siswa. Dengan demikian semakin baik fungsi sosialisasi keluarga maka kepribadian siswa juga akan lebih sehat. Beberapa saran direkomendasikan.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA SMP NEGERI 1O BANDA ACEH Bayu Ismawan; Dahliana Abdullah; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Student learning difficulties must be handled so that students can develop and learn well. The purpose of this study is to determine the behavior of students who have difficulty learning and know what factors influence the learning difficulties of students of SMPN 10 Banda Aceh. Descriptive research method with a qualitative approach. The subjects of this study were students of SMPN 10 Banda Aceh. The data collection techniques used namely AUM PTSDL and interviews. The results of this study indicate that the problems that must be observed by BK teachers are several fields, namely the prerequisites for mastering the subject matter, learning skills, learning facilities, self-condition, the physical environment, and socio-emotional environment that each student has priority issues that need to be immediately guidance. And based on the results of the interview showed that the behavior of students who have difficulty learning at the school that many students go in and out of the room during class hours, sleep in class during class hours, disturb friends while studying, do not do assignments, and skip classes. The factors causing the learning difficulties of students were low learning motivation, poor time management, not conducive classroom atmosphere, and the influence of friends, family, and teachers.Keywords: Learning difficulties, Middle school student, AUM-PTSDL ABSTRAK Kesulitan belajar siswa harus di tangani agar siswa dapat berkembang dan belajar dengan baik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui prilaku siswa yang mengalami kesulitan belajar dan mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kesulian belajar siswa SMP Negeri 10 Banda Aceh. Metode penelitian Deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi SMP Negeri 10 Banda Aceh dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang di gunakan yaitu AUM PTSDL dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkanpermasalahan yang harus diperhatikan oleh guru BK ada beberapa bidang yaitu prasyarat penguasaan materi pelajaran, keterampilan belajar, sarana belajar, keadaan diri sendiri, keadaan lingkungan fisik dan lingkungan sosio emosional yang masing-masing siswa memiliki prioritas masalah yang perlu segera mendapatkan bimbingan. Serta berdasarkan hasil wawancara menunjukan bahwa prilaku siswa yang mengalami kesulitan belajar disekolah SMP Negeri 10 Banda Aceh adalah siswa banyak yang keluar masuk ruangan saat jam pelajaran, tidur di kelas saat jam mata pelajaran, mengganggu teman saat belajar, tidak mengerjakan tugas, bolos ketika jam pelajaran dan faktor penyebab kesulitan belajar siswa SMP Negeri 10 Banda Aceh di sebabkan oleh motivasi belajar rendah, manajemen waktu yang kurang baik, suasana kelas tidak kondusif, pengaruh teman, keluarga dan guru. Kata Kunci: Kesulitan belajar, Siswa SMP, AUM-PTSDL
ANALISIS KEBUTUHAN SISWA DALAM PENYUSUNAN PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Muhammad Rahmad; M. Husen; Fajriani Fajriani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analysis of student needs is an important activity in the process of implementing the BK in order to reach effectiveness, efficiency and achievement of service goals. This study aims to find out the implementation steps of analyzing the needs of students in the preparation of guidance and counseling programs in State Junior High Schools within the Banda Aceh city area. This research includes the type of descriptive research using a qualitative approach. The subjects of this study were BK teachers, principals, homeroom teachers and subject teachers from Banda Aceh State Middle School 1, Banda Aceh Public Middle School 2, Banda Aceh Public Middle School 4 and Banda Aceh State Middle School 17. The data collection technique used is interview. While the data analysis technique is done in three steps, namely data reduction, data display and verification. The results of the study show that; (1) The activity of analyzing the needs of students begins with the preparation stage which includes the needs assessment phase, activities to obtain elements, set the basis for planning; (2) The steps taken by the BK teacher in the activity of analyzing student needs include identification of data, application of instrumentation, collecting data, analyzing / interpreting data and following up; (3) The parties involved in the activity of analyzing the needs of students namely the principal, homeroom teacher and subject teacher.
DETERMINASI DIRI SANTRI PONDOK PESANTREN BABUN NAJAH ULEE KARENG BANDA ACEH Maisarah Anwar; M Husen; Nurbaity Nurbaity
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study entitled "Self Determination of Santri in Babun Najah Ulee Kareng Islamic Boarding School in Banda Aceh with the aim of getting a picture of santri's self-determination in the modern Babun Najah Ulee Kareng Islamic boarding school in Banda Aceh. This study uses a quantitative approach with a descriptive type. The study population was all santri at the level of tsanawiyah with 198 students. Sample selection was done randomly as many as 132 students. Data collection is done by distributing questionnaires (questionnaires). This study uses and adopts standardized instruments namely Instrument The Air Self Determination Profile Form For Student, which already has a scoring method. The results of the study show that the description of students' self-determination based on the category obtained by the results of variable analysis as much as 65 (49.24%) so that it can be said that less than half of the santri have strong self-determination. Categorization based on sub-variables in the aspect of capacity as many as 64 (48.48%) santri have high self-capacity and as many as 60 (45.54%) santri have good opportunities at school and at home, if seen in the indicators of doing as many as 57 (43, 18%) santri can be said that less than half of 132 santri can do things that are needs and desires independently, then in the feeling indicator found 59 (45%) santri can be said that less than half of santri have sensitivity to what is faced with the state of feeling, then on the indicators in the school there were 42 santri in the percentage of 32% of students who had good relations with the people in school, and in the indicators at home it was found that 79 santri were 59.84% santri indicating that more than half of the santri had support from home people. Based on the results of the analysis per item the self-determination of santri is in the high category. Keywords: Self-determination, santri ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Determinasi  Diri Santri di Pondok Pesantren Modern Babun Najah Ulee Kareng Banda Aceh dengan tujuan untuk mengetahui gambaran determinasi diri santri pondok pesantren modern Babun Najah Ulee Kareng Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif  dengan jenis deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh santri tingkat tsanawiyah dengan jumlah 198 santri. Pemilihan sampel dilakukan secara random sebanyak 132 santri. Penggumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket (kuesioner ). Penelitian ini menggunakan dan mengadopsi instrumen terstandar yaitu Instrument The Air Self Determination Profile Form For Student,  yang sudah memiliki cara skoring.  Hasil Penelitian menunjukkan bahwa gambaran determinasi diri santri berdasarkan kategori di peroleh hasil analisis variabel sebanyak 65 (49,24%) sehingga dapat dikatakan kurang dari setengah santri memiliki determinasi diri yang kuat. Pengkategorian berdasarkan sub variabel pada aspek kapasitas sebanyak 64 (48,48%) santri memiliki kapsitas diri yang tinggi dan sebanyak 60 (45,54%) santri memiliki kesempatan yang baik di sekolah dan dirumah, jika dilihat dalam indikator melakukan sebanyak 57 (43,18%) santri dapat dikatakan bahwa kurang setengah dari 132 santri dapat melakukan hal yang menjadi kebutuhan dan keinginan secara mandiri, kemudian dalam indikator merasakan didapatkan 59 (45%) santri dapat dikatakan kurang dari setengah santri memiliki kepekaan terhadap apa yang dihadapi dengan keadaan perasaan, selanjutnya pada indikator di sekolah didapatkan sebanyak 42 santri dalam persentase 32% santri yang memiliki hubungan baik dengan orang-orang di sekolah, dan dalam indikator di rumah didapatkan bahwa 79 santri jika dipersentasekan sebanyak 59,84% santri ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah santri memiliki dukungan dari orang rumah. Berdasarkan hasil analisis per item determinasi diri santri berada pada kategori tinggi. Kata Kunci : Determinasi Diri, Santri 
UPAYA PEMBINAAN TERHADAP ANAK JALANAN DI UPTD RUMOH SEUJAHTERA ANEUK NANGGROE Zikria Akbarina; Nurhasanah Nurhasanah; Martunis Martunis
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak jalanan adalah mereka yang menghabiskan waktu di jalanan seperti mencari nafkah. Ini merupakan banyak hal, mulai dari faktor ekonomi, keluarga, dan lingkungan sosial. Kondisi anak-anak sangat sulit mendapatkan pendidikan yang layak. Sikap mereka sulit dilewati. Salah satu cara bakti sosial Provinsi Aceh dalam pembangunan anak jalanan adalah pembinaan melalui model panti asuhan di UPTD Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe. Penelitian ini membahas untuk 1) Mengetahui tantangan pembinaan terhadap anak jalanan di UPTD Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe, 2) Mengetahui tantangan yang diperdebatkan oleh UPTD Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe dalam pembinaan anak jalanan.Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan desain deskriptif serta menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini termasuk pengelola, pengasuh, dan anak jalanan di UPTD, mengambil subjek menggunakan teknik purposive sampling. Rumusan Seujahtera Aneuk Nanggroe melalui: 1) Pendidikan pembinaan, keterampilan, dan sikap, 2) Pertarungan yang berarti rata-rata anak-anak jalanan mendapatkan pembinaan, pendidikan untuk anak-anak di sekolah menengah di sekolah menengah (SLTA) di UPTD Tidak membutuhkan keselamatan profesional dalam menyikapi masalah anak,Anak jalanan merupakan anak yang sebagian besar menghabiskan jalanan seperti mencari nafkah. Hal ini disebabkan oleh banyak hal, mulai dari faktor ekonomi, keluarga, serta lingkungan pergaulan. Kondisi anak jalanan sangat sulit karena tidak mendapat pendidikan yang layak. Sikap mereka yang sulit diatur dalam peraturan-peraturan karena harus hidup bebas. Salah satu cara yang dilakukan oleh Dinas Sosial Provinsi Aceh dalam pembinaan anak jalanan yaitu pembinaan melalui model panti di UPTD Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui upaya pembinaan terhadap anak jalanan di UPTD Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe, 2) Mengetahui tantangan yang dialami oleh UPTD Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe dalam pembinaan anak jalanan. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan desain deskriptif serta menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini antara lain pengelola, pengasuh, dan anak jalanan di UPTD, pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana percobaan pembinaan anak jalanan di UPTD Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe melalui: 1) Pembinaan pendidikan, keterampilan, dan sikap, 2) Hambatan yang membahas tentang anak-anak jalanan rata-rata sesuai dengan kebutuhan belajar belajar yang rendah, yang didukung oleh dana untuk membantu keluarga untuk pembebasan mendapat pembinaan, pendidikan untuk anak jalanan hanya sebatas Sekolah Tingkat Atas (SLTA) sehingga sebagian besar dari mereka kembali menganggur,
Hubungan Konsep Diri, Minat Jurusan Dengan Kesiapan Kerja Siswa SMK Negeri 1 Banda Aceh Intan Baiduri; M Husen; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to determine the description of self-concept, interests of majors with work readiness and the relationship of self-concept, interests of majors with work readiness. The approach used is quantitative with a descriptive correlational type of research. The population in this study was class XII students of SMKN 1 Banda Aceh, totaling 228 students. Sampling is done randomly (probability sampling) using simple random sampling technique with a total sample size of 145. Data collected using a questionnaire method with a Likert scale model. The results showed that dominant students (50.3%) had self-concepts that were in the high category, dominant (44.8%) had majors interest in the high category, and dominant (51.1%) had work readiness in the high category. The results of this study indicate that there is a strong relationship between each variable. The calculation results show that the correlation coefficient between the three variables above between variables X1 and X2 with Y get r = 0.77 with a very strong relationship level. Thus, it can be concluded that there is a strong relationship between the self-concept and the interests of the department with work readiness in SMK Negeri 1 Banda Aceh students. Keywords: Self Concept, Interests Major, Readiness WorkAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri, minat jurusan dengan kesiapan kerja serta hubungan konsep diri, minat jurusan dengan kesiapan kerja. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII SMKN 1 Banda Aceh yang berjumlah 228 orang siswa. Penarikan sampel dilakukan secara acak (probability sampling) dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah total sampel sebanyak 145. Pengumpulan data menggunakan metode angket dengan model skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dominan (50,3%) memiliki konsep diri yang berada dalam kategori tinggi, dominan (44,8%) memiliki minat jurusan pada kategori tinggi, dan dominan (51,1%) memiliki kesiapan kerja pada kategori tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antar masing-masing variabel. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara ketiga variabel di atas antara variabel X1dan X2 dengan Y memperoleh r = 0,77 dengan tingkat hubungan sangat kuat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hubungan konsep diri dan  minat  jurusan  dengan kesiapan kerja pada siswa SMK Negeri 1 Banda Aceh terdapat hubungan yang kuat.Kata Kunci: Konsep Diri, Minat Jurusan, Kesiapan Kerja
Keterlibatan Personil Sekolah Dalam Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri Se-Kota Banda Aceh Ade Agustina; Nurhasanah Nurhasanah; Abu Bakar
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling disekolah memerlukan keterlibatan semua personil sekolah agar layanan bimbingan dan konseling dapat berjalan secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keterlibatan personil sekolah dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di SMA Negeri Se-Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif melalui survei yang dilakukan menggunakan angket dengan populasi penelitian 11 SMA Negeri Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel ada dua yaitu teknik sampel jenuh digunakan untuk menentukan jumlah sampel kepala sekolah dan wakil, koordinator serta staf administrasi dan teknik quota sampling digunakan untuk menentukan jumlah sampel wali kelas dan guru bidang studi. Untuk menganalisis data digunakan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah, wakil kepala sekolah, koordinator BK, wali kelas, guru bidang studi dan staf administrasi memiliki peran masing-masing dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah, ada yang sudah melakukan perannya dengan maksimal dan masih ada juga yang belum melakukannya dengan maksimal. Personil sekolah dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di SMA Negeri Se-Kota Banda Aceh sebagian besar sudah terlibatsehingga sudahmemahami perannya masing-masing, timbul kolaborasi yang harmonis dan sinergis.
Identifikasi Permasalahan Belajar yang Dialami Siswa Kelas X Jurusan IPA dan Jurusan IPS di SMA Negeri 5 Banda Aceh Muzakkir Ahmad; Nurbaity Bustamam; Khairiah Khairiah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTLearning is an attempt to have something new in five dimensions, that is the dimension of knowing, the dimension of ability, the dimension of will, the dimension of usual , and the dimension of responsibility. In the learning process, students are perceived to have various obstacles in learning be caused by internal factors and external factors. The identification technique was carried out using a non-test instrument in the form of a validated problem statement tool, the namly is AUM PTSDL. The method used is a quantitative approach and the type is descriptive research that is making a description of the learning problems experienced by students in accordance with the facts found in the field. The results of the study illustrate that the learning problems most experienced by class X students in SMA Negeri 5 Banda Aceh occured in the learning skills component (T). The problem most often experienced by students is the difficulty in finding additional reading material assigned by the Teacher.Keywords: Student learning problemsABSTRAKBelajar merupakan usaha untuk menguasai sesuatu yang baru dalam lima dimensi, yaitu dimensi tahu, dimensi bisa, dimensi mau, dimensi biasa, dan dimensi tangung jawab. Dalam melaksanakan belajar, siswa dirasa memeliki berbagai kendala baik dari dalam diri siswa maupun dari luar diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan belajar yang dialami siswa kelas X jurusan IPA dan IPS di SMA Negeri 5 Banda Aceh. Teknik identifikasi dilakukan menggunakan instrumen non-tes berupa alat ungkap masalah yang sudah tervalidasi yaitu AUM PTSDL. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan jenisnya ialah penelitian deskriptif yaitu untuk membuat gambaran atau deskripsi mengenai permasalahan belajar yang dialami siswa sesuai fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa masalah belajar terbanyak yang dialami siswa kelas X di SMA Negeri 5 Banda Aceh terjadi pada komponen keterampilan belajar (T). Masalah yang paling sering dialami siswa adalah mengalami kesulitan dalam menemukan bahan bacaan tambahan yang ditugaskan guru.Kata Kunci: Permasalahan belajar siswa