cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
ISSN : 25484605     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi FKIP Unsyiah Terbit Sebanyak 4 Kali dalam Satu Tahun, yaitu pada Bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
MOTIVASI SISWA DALAM MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER TAEKWONDO DI SMKN 1 BANDA ACEH TAHUN AJARAN 2016-2017 Maulana, Iqbal; Jafar, Muhammad; Karimuddin, Karimuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Vol 3, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler lebih bergantung pada bakat, minat, dan kebutuhan siswa itu sendiri. Pengembangan diri taekwondo merupakan salah satu ekstrakurikuler yang paling banyak peminat diantara sekian banyak pilihan ekstrakurikuler yang tersedia di SMKN 1 Banda Aceh. Tujuan Penelitian untuk mengetahui apa yang menjadi dasar motivasi peserta didik dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler taekwondo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survey.Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket motivasi menurut Woodworth dan Marquis yang terdiri dari: 1) kebutuhan organik, 2) kebutuhan darurat dan 3) kebutuhan objektif yang terintegrasi dengan skala likert. Populasi pada penelitian ini seluruh peserta didik yang mengambil kegiatan ekstrakurikuler taekwondo di SMKN 1 Banda Aceh. Untuk teknik pengambilan sampel digunakan teknik sampling jenuh dengan menjadikan seluruh populasi sebagai sampel dengan jumlah 35 peserta didik. Teknik analisis data dengan menggunakan metode analisis datadeskriptifpresentase (DP).Hasil penelitian menunjukan: 1) Faktor yang mempengaruhi motivasi siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler taekwondo yaitu : kebutuhan-kebutuhan organik, motif-motif darurat, serta motif objektif, 2) Faktor motivasi objektif paling dominan dalam mempengaruhi peserta didik mengikuti kegiatan ekstrakurikuler taekwondo di sekolah dengan persentase rata-rata 81,54% dan 3) Motivasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan ektrakurikuler taekwondo termasuk katagori tinggi, saran peneliti untuk peneliti selanjutnya agar dapat meneliti hubungan dari motivasi kebutuhan organis, motivasi darurat dan motivasi objektif terhadap prestasi para taekwondoin Kata Kunci : Motivasi, Ekstrakurikuler, Taekwondo
HUBUNGAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI DAN TINGGI BADAN DENGAN KEMAMPUAN LOMPAT TINGGI PADA MAHASISWA PENJASKESREK FKIP UNSYIAH ANGKATAN 2014 TAHUN 2016 Fazlan Minallah; Nuzuli Nuzuli; Maimun Nusufi
Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Vol 3, No 2 (2017): MEI 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.372 KB)

Abstract

Lompat tinggi adalah salah satu nomor yang terdapat pada nomor lompat cabang olahraga atletik. Lompat tinggi adalah lompatan yang dilakukan dengan awalan lari, bertumpu dengan satu kaki untuk berusaha melewati bilah lompat yang dipasang di atas penopang tiang lompat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan daya ledak otot tungkai dan tinggi badan dengan kemampuan lompat tinggi pada mahasiswa Penjaskesrek angkatan 2014 Tahun akademik 2016. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan teknik analisis korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Penjaskesrek angkatan 2014 yang mendapat nilai (A) pada mata kuliah TP. Atletik dasar lanjutan yang berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah porposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara: (1) tes daya ledak otot tungkai (vertical jump) (2) tes tinggi badan (3) tes kemampuan lompat tinggi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus analisis korelasi ganda. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara daya ledak otot tungkai dan tinggi badan dengan kemampuan lompat tinggi (F=6,26), daya ledak otot tungkai memberi kontribusi sebesar 29,19%, dan tinggi badan 43,56% dengan kemampuan lompat tinggi.Simpulan penelitian ini adalah, koefisien korelasi antara (X1) dan  (X2) dengan (Y) berarti, maka hipotesis menyatakan terdapat kontribusi antara daya ledak otot tungkai dan tinggi badan dengan kemampuan lompat tinggi pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala Angkatan 2014 Tahun Akademik 2015/2016 dapat diterima kebenarannya. Selain itu juga didukung oleh teknik yang dikuasai oleh atlet, semakin baik teknik yang dikuasai atlet maka hasil yang diperoleh akan semakin optimal.  Kata kunci : daya ledak otot tungkai, tinggi badan, kemampuan lompat tinggi
KONTRIBUSI KESEIMBANGAN STATIS DAN POWER LENGAN TERHADAP KECEPATAN MENDAYUNG KAYAK 1 JARAK 20 METER PADA ATLET DAYUNG PENGCAB BANDA ACEH Masykur Masykur; Nuzuli Nuzuli; Maimun Nusufi
Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Vol 2, No 4 (2016): NOVEMBER 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.261 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “kontribusi keseimbangan statis dan power lengan terhadap kecepatan mendayung kayak 1 jarak 20 meter pada atlet dayung Pengcab Banda Aceh”. Mendayung kayak adalah salah satu cabang olahraga air yang mengunakan tenaga manusia berlangsung di atas air. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan mendayung adalah adanya keseimbangan dan power lengan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi keseimbangan statis  dan power lengan terhadap kecepatan mendayung kayak 1 jarak 20 meter pada atlet dayung pengcab Banda Aceh. Jenis penelitian ini dinamakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet dayung pengcab Banda Aceh berjumlah 13 orang. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah  keseluruhan atlet dayung pengcab Banda Aceh yang berjumlah 13 orang, teknik pengambilan sampel adalah total sampling (sampel keseluruhan). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) tes keseimbangan statis, diukur dengan stork stand tes, (2) tes power lengan, diukur dengan menggunakan tes two hand medicine ball push, dan (3) tes kecepatan mendayung  diukur dengan menggunakan tes kecepatan mendayung kayak 1 jarak 20 meter. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus analisis korelasi sederhana dan korelasi ganda. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: (1) terdapat hubungan yang signifikan antara keseimbangan statis dengan kecepatan mendayung pada atlet dayung pengcab Banda Aceh sebesar (r=0,83), keseimbangan statis memberikan kontribusi sebesar 68,89% terhadap kecepatan mendayung, (2) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara power lengan dengan kecepatan mendayung pada atlet dayung pengcab Banda Aceh sebesar (r = 0,11), power lengan  memberikan kontribusi sebesar 1,21% terhadap kecepatan mendayung, (3) terdapat kontribusi yang signifikan antara keseimbangan statis dan power lengan secara bersama-sama terhadap kecepatan mendayung pada atlet dayung pengcab Banda Aceh kayak 1 sebesar (Ry.x1x2 = 0,85), hal ini menunjukan bahwa 72,25% variasi kecepatan mendayung kayak 1 jarak 20 meter ditentukan oleh kedua variabel. Disarankan dalam upaya peningkatan mendayung kayak 1 hendaknya para pelatih dan atlet harus memperhatikan komponen kondisi fisik keseimbangan statis dan power lengan karena kedua komponen ini sangat berperan dalam kecepatan mendayung. Kata kunci : keseimbangan statis, power lengan, mendayung
Hubungan Power Otot Lengan dengan Kemampuan Servis Tenis Lapangan Mahasiswa Penjaskesrek FKIP Unsyiah Angkatan 2014 Misbahuddin Misbahuddin; Abdurrahman Abdurrahman; Razali Razali
Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Vol 3, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.207 KB)

Abstract

Tenis lapangan merupakan olahraga yang dimainkan oleh dua pemain atau dua pasangan.Setiap pemain menggunakan raket untuk memukul bola. Tujuan permainan ini memainkan bola dengan cara memukul dan memantulkan bola melewati net ke lapangan lawan sehingga pemain lawan tidak dapat mengembalikan bola tersebut. Servis merupakan salah satu teknik dasar yang harus dikuasai oleh pemain sebagai langkah awal melakukan permainan tenis lapangan.Servis yang tepat dan keras merupakan senjata yang ampuh dalam memperoleh poin. Untuk melakukan pukulan servis yang keras diperlukan  power otot lengan yang kuat, dengan adanya power otot lengan yang kuat maka pukulan servis akan berhasil sesuai dengan yang diharapkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan power otot lengan dengan kemampuan servis tenis lapangan.Jenis penelitian termasuk dalam penelitian korelasi.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Penjaskesrek FKIP Unsyiah Angkatan 2014 yang berjumlah 84 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, sehingga sampel dalam penelitian berjumlah 24 orang mahasiswa yang telah lulus mata kuliah T.P Tenis Lapangan dengan nilai minimal B.Pengumpulan data dilakukan dengan tes power otot lengan menggunakan alat medicine ball dan tes servis tenis lapangan. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan teknik statistik. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: Terdapat hubungan yang signifikan antara power otot lengan dengan kemampuan servis tenis lapangan (rxy = 0,48), power otot lengan memberikan sumbangan sebesar 23,04% terhadap kemampuan servis tenis lapangan mahasiswa Penjaskesrek FKIP Unsyiah Angkatan 2014 dan sisanya 76,96% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.Kata kunci: power otot lengan, servis tenis lapangan
PERAN GURU DALAM MEMBINA PERILAKU HIDUP SEHAT SISWA MELALUI USAHA KESEHATAN SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 BANDA ACEH Hendra Resmana; Nuzuli Nuzuli; Muhammad Jafar
Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Vol 3, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.593 KB)

Abstract

Perilaku hidup sehat adalah perilaku-perilaku atau kegiatan yang berkaitan dengan upaya mempertahankan dan meningkatkan kesehatan. Penelitian ini berupaya mengungkapkan bagaimanakah peran guru dalam membina perilaku hidup sehat siswa melalui UKS di SMA Negeri 1 Banda Aceh. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam membina perilaku hidup sehat siswa melalui UKS di SMA Negeri 1 Banda Aceh.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dalam bentuk penelitian deskriptif. Populasi  berjumlah 52 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang berjumlah 8 (delapan) orang.Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan observasi dan angket. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pengamatan dan angket untuk mengetahui peran guru dalam membina perilaku hidup sehat melalui UKS. Berdasarkan analisa data, temuan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut: pertama, dari beberapa usaha kesehatan sekolah sudah berjalan dengan semestinya, hal ini dapat dilihat dari perlengkapan UKS yang sudah memadai dan kedua, program UKS  yang  diterapkan  oleh  sekolah  dilakukan  oleh  petugas  kesehatan  sedangkan untuk   perlengkapan   UKS   di   sekolah   sudah   memadai  apabila ada siswa yang mengalami sakit maupun kecelakaan ringan di sekolah.Simpulan dalam penelitian bahwa peran guru dalam membina perilaku hidup sehat siswa melalui UKS berjumlah 676 terletak pada daerah yang mendekati kategori setuju dengan memperoleh persentase hasil angket penelitian yang diperoleh dari pengolahan data sebesar 84,5% yang dikategorikan baik. Kata kunci : peran guru, perilaku hidup sehat, UKS
PREVALENSI PENANGANAN CEDERA PADA PEMAIN SEPAK BOLA PERSIDI Rahmat Rizal Fahmi; Amiruddin Amiruddin; Ifwandi Ifwandi
Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Vol 1, No 3 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.261 KB)

Abstract

Sepakbola merupakan olahraga yang paling dikenal di dunia, karena permainan sepakbola tersebut membangkitkan luapan keinginan dan emosi yang tidak sama dengan olahraga lainya. Maka dari itu perkembangan sepakbola membuat banyak elemen disekitarnya ikut berkembang, mulai dari kualitas peningkatanya maupun membuat aturan-aturan sepakbola semakin baik. Pada dasarnya hampir semua cabang olahraga mempunyai resiko cedera baik itu cedera berat maupun cedera ringan, pada kenyataannya kita tidak dapat menghindari diri dari terjadinya cedera. Cedera akibat olahraga paling kerap terjadi  pada atlet sepakbola. Cedera merupakan resiko maupun momok yang sangat ditakutkan para pemain sepakbola, tidak hanya rasa sakit yang diderita tapih juga kehilangan sejumlah kesempatan untuk tampil pada pertandingan selanjudnya. Maka dari itu, tim medis PERSIDI memberikan penjelasan-penjelasan yang teratur dan terbuka. Dengan demikian akan sangat mendukung pencapaan prestasi yang lebih baik. Salah satu yang sangat mempengaruhi pencapaan prestasi tim medis PERSIDI adalah dengan melakukan prevalensi penanganan cedera yang cukup baik pada saat pemain PERSIDI mengalaminya cedera. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memperoleh data yang kongkrit tentang prevalensi penanganan cedera pada pemain sepakbola PERSIDI tahun 2010. Populasi dalam penelian ini adalah seluruh pemain sepakbola PERSIDI tahun 2010. Penentuan sampel dilakukan dengan cara mengambil keseluruhan dari sampel yang ada. Pengumpulan data ini dilakukan dengan angket, dan pengelahan data menggunakan statistik sederhana dalam bentuk perhitungan persentase. Dari hasil analisis data menunjukan bahwa prevalensi penanganan cedera yang dilakukan tim medis PERSIDI tahun 2010 dalam katagori baik dan berjalan dengan lancar, meskipun ada sedikit hambatan pada sarana medis yang dimiliki PERSIDI. Kata Kunci : Prevalensi Penanganan Cedera, Pada Pemain Sepak Bola, PERSIDI
HUBUNGAN POWER OTOT LENGAN DENGAN KETERAMPILAN BERMAIN TENIS MEJA PADA KLUB ATLET INDONESIA MUDA TAHUN 2013 Julian Putra; Nuzuli Nuzuli; Masri Masri
Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Vol 1, No 2 (2015): MEI 2015
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.817 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Hubungan power otot lengan dengan keterampilan bermain tenis meja pada klub atlet indonesia muda tahun 2013”. Tenis meja merupakan salah satu cabang olah raga prestasi dari berbagai cabang olahraga lain yang membutuhkan power. Agar memiliki keterampilan yang baik atlet tersebut harus memiliki keadaan fisik yang baik pula yaitu power yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan power otot lengan dengan keterampilan bermain tenis meja pada  klub atlet Indonesia muda tahun 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet tenis meja Indonesia muda yang berjumlah 20 orang. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah atlet klub tenis meja indonesia muda tahun 2013. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) Tes power otot lengan, diukur dengan tes two hand medicine ball push, (2) Tes keterampilan bermain Tenis Meja diukur dengan 6 item test diantaranya (a) Memantulkan bola selama 30 detik, (b) pukulan forehand, (c) pukulan backhand (d) servis (e)defensive, (f) smash. Pengolahan data dilakukan menggunakan rumus product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara power otot lengan dengan keterampilan bermain tenis meja pada atlet klub indonesia muda (rxy = 0.80). Power otot lengan memberi sumbangan sebesar 64% terhadap keterampilan bermain tenis meja. Sedangkan nilai t hitung = 5,65 lebih besar dari t-tabelpada derajat kebebasan 20-2 (dk =18) pada taraf signifikan α = 0,05 adalah sebesar 1,734. Artinya nilai t-hitung= 5.65 dari nilai t-tabel = 1,734. Maka Ho ditolak, artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara power otot lengan  dengan keterampilan bermain tenis meja pada klub atlet indonesia muda tahun 2013. Kata kunci: power otot lengan, keterampilan bermain tenis meja
PENGARUH LATIHAN LEG SQUAT TERHADAP POWER OTOT TUNGKAI ATLET UKM BOLA VOLI UNIVERSITAS SYIAH KUALA TAHUN 2017 Whidi Mukhtar; Muhammad Jafar; Ifwandi Ifwandi
Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Vol 4, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.13 KB)

Abstract

Penelitian ini memiliki permasalah yaitu apakah terdapat pengaruh latihan Leg Squat terhadap power otot tungkai atlet unit kegiatan mahasiswa bola voli Universitas Syiah Kuala tahun 2017?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar besar pengaruh latihan Leg Squat terhadap power otot tungkai atlet unit kegiatan mahasiswa bola voli Universitas Syiah Kuala tahun 2017.Jenis penelitian yang di pakai adalah eksperimen yang menggunakan desain penelitian One Group Pre-Test And Post-Test. Populasi penelitian ini adalah seluruh unit kegiatan mahasiswa bola voli Universitas Syiah Kuala tahun 2017 yang berjumlah 32 orang mahasiswa dan mahasiswi. Jadi sampel diambil sebanyak 15 orang mahasiswa putra dengan mengambil 50% dari keseluruhan jumlah populasi teknik analisis data. Instrument yamh di ambil dalam penelitian ini adalah penelitian menggunakan tes power otot tungkai melalui pengukuran menggunakan tes vertikal jump. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan rumus menghitung nilai rata-rata, perhitungan standar deviasi dan uji dua beda rata-rata.Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan tes vertical jump sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji beda (uji-t). Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh maka = 3.13 lebih besar dari  pada taraf signifikan 5% = 2.98 (2.98). Karena  lebih besar dari  pada taraf siknifikan 5% maka dapat diketahui bahwa  ditolak. Hasil yang didapat melalui analisis data, sehingga disimpulkan yaitu terdapat pengaruh yang nyata. Latihan Leg Squat Terhadap Power Otot Tungkai  Atlet Ukm Bola Voli Universitas Syiah Kuala Tahun 2017, dengan kata lain tingkat kemampuan otot tungkai anggota unit kegiatan mahasiswa Universitas Syiah Kuala setelah melakukan latihan leg squat dengan jongkok berdiri tanpa menggunakan beban lebih baik dibandingkan sebelum melakukan latihan.Kata Kunci: Pengaruh, Latihan leg Squat, Power Otot Tungkai
KORELASI KEKUATAN OTOT LENGAN BAHU TERHADAP KEMAMPUAN TOLAK PELURU GAYA O’BRIEN PADA MAHASISWA PENJASKESREK FKIP UNSYIAH ANGKATAN 2010 Subki Subki; Alfian Rinaldy; Zulfikar Zulfikar
Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Vol 2, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.414 KB)

Abstract

Tolak peluru merupakan salah satu nomor dalam cabang olahraga atletik berupa dorongan dari bahu yang kuat disertai dengan gerak merentangkan lengan, pergelangan tangan dan jari-jari yang terarah dengan tujuan agar didapat jarak tolakan yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi kekuatan otot lengan bahu terhadap kemampuan tolak peluru gaya o’brien pada mahasiswa penjaskesrek fkip unsyiah angkatan 2010. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Penjaskesrek FKIP Unsyiah Angkatan 2010 yang berjumlah 143 orang yang telah lulus mata kuliah T.P Atletik dengan nilai A dan B.     Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling atau sampel bertujuan,  sebanyak 22 orang atau 15%. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) tes Medicine Ball Push, (2) tes tolak peluru gaya o’brien. Data diolah dengan menggunakan statistik dalam bentuk perhitungan nilai rata-rata (mean), standard deviasi (SD) dan uji korelasional. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: pengujian hipotesis berdasarkan hasil uji korelasi antara Xdengan Y diperoleh koefesien korelasi sebesar 0.97. Dari distribusi dengan dk 20 (n-2) dan taraf nyata α = 0,05 diperoleh t tabel sebesar 1,72, dengan demikian jelas bahwa t hitung 17.83 lebih besar dari t tabel 1.72. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa koefisien korelasi antara (X) dengan (Y) berarti, maka hipotesis menyatakan terdapat kontribusi power otot tangan, lengan dan bahu terhadap kemampuan tolak peluru gaya o’brien pada mahasiswa Penjaskesrek FKIP Unsyiah angkatan 2010. Kata Kunci : Korelasi, Kekuatan, Tolak Peluru                                                                                  
TINGKAT KETERAMPILAN BERMAIN SEPAKBOLA PADA KLUB SEPAKBOLA SD NEGERI 2 BANDA ACEH TAHUN 2016 Andre Saputra; Muhammad Jafar; Karimuddin Karimuddin
Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Vol 3, No 3 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.297 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Tingkat Keterampilan Bermain Sepakbola Pada Klub Sepakbola SD Negeri 2 Banda Aceh”. Ini mengangkat masalah sejauh mana tingkat keterampilan dasar bermain sepakbola pada klub SD negeri 2 Banda Aceh Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat  keterampilan dasar bermain sepakbola pada klub SD Negeri 2 Banda Aceh. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi keadaan nyata sekarang  yang timbul melalui pengumpulan data dan pengolahan data yang didasarkan oleh hasil tes yang dilakukan. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan pemain klub sepakbola SD Negeri 2 Banda Aceh yang berjumlah 20 orang. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 orang yang didapatkan melalui teknik total sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu tes keterampilan dasar bermain sepakbola usia 10-12 tahun, yang meliputi tes dribbling, short pass, throw in, running with the ball, heading, shooting. Data yang diperoleh dianalisis dengan mencari nilai rata-rata dan perhitungan nilai persentase. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata keterampilan bermain sepakbola sebesar = 360,3 dengan kategori “Sedang”. Sedangkan nilai persentase untuk tingkat ketrampilan bermain sepakbola sebanyak 6 orang 30% “baik”, 13 orang atau 65% “sedang”, 1 orang 5% “kurang”. Simpulan penelitian ini adalah tingkat ketrampilan bermain sepakbola klub SD Negeri 2 Banda Aceh dalam kategori “Sedang” yaitu 65%. Kata Kunci : keterampilan dasar, bermain sepakbola

Page 6 of 24 | Total Record : 233