cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Buletin Udayana Mengabdi
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14120925     EISSN : 25498304     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Udayana Mengabdi (JUM) diterbitkan sebagai media komunikasi, informasi, edukasi dan pembahasan masalah-masalah pembangunan, utamanya hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan hasil-hasil penelitian dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuannya adalah untuk menyebarluaskan hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan penelitian, tidak saja kepada masyarakat ilmiah, tetapi juga masyarakat umum. serta meningkatkan kecerdasan penulis dan pembaca.
Arjuna Subject : -
Articles 979 Documents
IPTEKS BAGI MASYARAKAT PEDESAAN DI DESA TENGKUDAK PENEBEL TABANAN Darma Oka. I M; I M. Budiasa; M. Suardani
Buletin Udayana Mengabdi Vol 10 No 1 (2011): Volume 10 No.1 – April 2011
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.824 KB)

Abstract

Tengkudak Village is one of villages of Tabanan Regency which has tourism potential to attract tourist visits. Tengkudak Village has cool weather because it is located in 700 meter above the sea level with average temperature of 25o C. Beautiful rice terraces with green color during the growing season and yellowish color during the harvesting season. Some part of its area consists of hills with beautiful cliff topography. It is about 92% of the land is used as agriculture and 76% of those are the rice fields with terraces along the hill side. Most of People work as farmers approximately 82.48% which are organized in a traditional agricultural institution called Subak. Education level of the local people is considered still low those are 68.57% elementary school graduated, 3.08% primary school graduated, 11.12% academy school graduated, 1.47% undergraduate (Village monograph, 2008), that’s why the agricultural products cannot be autonomously and professionally processed. In order to anticipate such problem, the Bali State Polytechnic Community Service Team carried out a guided training to the local people especially those who are members of the PKK groups (40 persons). Based on the planned program, the training of the commodities processed to be various kinds of food are: Mangkok Ketela Rambat, Donat Variasi, Donat Ketela Ungu, Kaliadrem, Fried Sesame Ball, Soes Keju Goreng, Muffin Blueberry, Bolu Trio, Pudding Coklat, Pilus Ketela Ungu and so on. The training program for people or Ipteks bagi Masyarakat (IbM) carried out in Tengkudak Village has successfully increased their understanding about tourism in general and has been able to increase their life skills in processing local commodities to be high valued products, at the end, their opportunities of contribution in tourism activity development are getting higher. The items produced by training participants of IbM has met the criteria of product requirement in terms of taste, form, texture, and set-up.
PENINGKATAN KINERJA LAYANAN PARIWISATA DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI DESA TULAMBEN KECAMATAN KUBU KABUPATEN KARANGASEM M Sukana; A.T Umiarti; N Ariana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.235 KB)

Abstract

Desa Tulamben merupakan salah satu desa yang berlokasi di timur laut Pulau Bali. Desa ini terkenal denganlokasi penyelaman berupa bangkai kapal USAT Glo Liberty. Masyarakat lokal sudah berpartisipasi dalammemberikan layanan pariwisata sejak tahun 1970-an. Mereka perlu untuk meningkatkan kemampuanpengelolaan wisata bahari dan keterampilan hospitaliti. Lebih lanjut, pertumbuhan pariwisata Tulambenmemberikan peluang yang sangat baik bagi pengembangan ekonomi perempuan lokal. Untuk mengatasipermasalahan yang ada, program pengabdian masayarakat ini menggunakan pendekatan total qualitymanagement dan social entrepreneurship.Hasil yang dicapai dari kegiatan KKN-PPM di Desa Tulamben meliputi:1) membentuk Badan PromosiWisata Bahari; 2) meningkatkan kemampuan masyarakat lokal dalam mempromosikan potensi wisata bahari;3) Membuat laman (website) objek dan daya tarik wisata ; 4) Meningkatkan keterampilan komunikasiberbahasa Inggris bagi pengusung peralatan menyelam; 5) untuk memenuhi standar layanan dan efisiensibiaya untuk meningkatkan kepuasan wisatawan; 6) membangun papan informasi bangkai kapal (shipwreck) ,papan penunjuk objek dan daya tarik wisata, dan kode etik wisatawan; 7) membentuk organisasi SimpanPinjam bagi Perempuan (SPP); 8) mengembangkan jiwa kewirausahaan dan keberanian untuk membukausaha baru; 9) meningkatkan keterampilan usaha kuliner; 10) mengembangkan keterampilan usaha kerajinanuntuk cinderamata; 11) meningkatnya produktifitas hasil ternak dan pertanian masyarakat lokal; dan 12)mewujudkan jaringan dan sinergi usaha lokal dengan lembaga pemerintah, swasta, dan perbankan.
PENINGKATAN PEMERATAAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI DUSUN KAJA-KAUH DESA SUDAJI DENGAN PENERAPAN TANGKI PELEPAS TEKAN M. Suarda; I G.N.O. Suputra; I K.G. Wirawan; I N. Suweden; M. Sucipta
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.361 KB)

Abstract

Banjar Kaja-Kauh desa Sudaji yang terletak diperbukitan, yang berpenduduk 231 kepala keluarga (1.155 jiwa). Warga banjar ini telah dapat menikmati sistem air bersih sejak tahun 2015 berkat bantuan rotary international. Mengingat topografi wilayah banjar Kaja-Kauh ini sangat terjal maka distribusi air dari reservoar ke perumahan penduduk tidak merata. Penduduk yang rumahnya terletak di lokasi yang rendah mendapatkan air dengan tekanan yang tinggi bahkan pipanya sampai pecah sedangkan yang berada di bagian atas kesulitan mendapatkan air. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka distribusi air di banjar Kaja-Kauh di bagi menjadi tiga zone, yaitu zone-Atas, zone-Tengah, dan zone-Bawah. Di zone bawah (beda elevasi lebih tinggi dari 80 meter) dipasang satu tangki pelepas tekan sehingga pipa distribusi pada daerah tersebut tidak pecah. Tangki pelepas tekan tersebut telah memberi manfaat yaitu dapat mengurangi tekanan air berlebih/tinggi di zona bawah yang dapat memecahkan pipa dan merusak kran sambungan rumah. Disamping itu sistem tangki pelepas tekan tersebut dapat membuat distribusi aliran air lebih merata terutama aliran air untuk zona atas dan tengah menjadi lebih baik dan lancar.
Pelayanan Fisioterapi Pemeriksaan Bentuk Arkus Pedis (Normal Foot, Flat Foot, dan Cavus Foot) dan Pemeriksaan Pola Berjalan (Stride Length, Step Length, Cadence, dan Speed) pada Anak di SDN 8 Dauh Puri Denpasar Ni Komang Ayu Juni Antar; Made Hendra Satria Nugraha; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 3 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.668 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i03.p15

Abstract

Masa anak-anak merupakan masa yang sangat penting untuk memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan. Hal tersebut dapat meminimalisir adanya kelainan pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat permanen. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk melakukan pemeriksaan bentuk arkus pedis dan pola berjalan pada anak. Pengabdian dilakukan pada siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri 8 Dauh Puri. Pengklasifikasian tipe arkus dalam penelitian ini menggunakan Clarke’s Angle, sehingga didapatkan jumlah masing-masing kelompok yaitu normal foot berjumlah 40 orang, flat foot berjumlah 40 orang, dan cavus foot berjumlah 33 orang. Berdasarkan hasil pemeriksaan dapat disimpulkan bahwa tipe normal foot memiliki nilai cadence (jumlah langkah), stride length, step length, dan speed yang lebih besar dari pada flat foot dan cavus foot. Kata kunci: arkus pedis, stride length, step length, cadence, speed
VASEKTOMI PADA MONYET EKOR PANJANG (MACACA FASCICULARIS)DI LOKASI WISATA SANGEH WANDIA. I .N; I K. SUATHA; I G. SOMA; S. K. WIDYASTUT; A.L.T. ROMPIS; I P. G. YUDHI ARJENTINIA
Buletin Udayana Mengabdi Vol 8 No 1 (2009): Volume 8 No.1 – April 2009
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.643 KB)

Abstract

ABSTRACT Growth population control on the animal population dwelling a restricted habitat is very important to decrease, especially the negative impact on its surrounding environment. This Community Service was conducted as an application of vasectomy on an adult male of long tailed macaque occupying the tourist destination of Sangeh. This was the choosen method to overcome the overcrowded population. Vasectomy is surgical division of all or part of the vas deferens to induce sterility. One selected adult male monkey was anesthetized successfully using blowpipe. Surgical resection of part of vas deferens used a bilateral slicing method. Vasectomy was fully done nearly in one hour, and the monkey was released to habitat in the following three days of captivity.
KANDUNGAN UNSUR NITROGEN DAN KARBON PADA KOMPOS DARI BAHAN BAKU SAMPAH ORGANIK YANG DICACAH DENGAN MESIN PENCACAH I G. P. A. Suryawan; I G. A. K. D. D. Hartawan; C. I. P. K. Kencanawati
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.325 KB)

Abstract

Separator of organic waste for raw material of compost have been made in the design of machine elements, with a knife cut several times modifications have been carried out. Linggasana communities close to the waste treatment facility (TPA) Karangasem municipal solid waste has been conducting composting, but the process is still a long decay, this is due small size raw materials and it is not added yet accelerate the decomposition actuators. Denbantas community has similar problems. So many potentials, but still can not properly utilized due to lack of knowledge related to these fields.The purpose devotion Linggasana Buana Giri and Denbantas village is to empower and increase community participation in building regional potential and improve people's welfare in the economy through the development of household waste and agriculture for compost. Composting process lasts for 5-6 weeks, the results in the test in laboratory of Mechanical Engineering and in the laboratory of Soil Science Faculty of Agriculture, University of Udayana. Compost soil with K samples (taken at Linggasana Karangasem) nitrogen content is 0.78 and C / N ratio is 21.7, while the sample T (taken in Denbantas Tabanan) content of nitrogen is 0.19 and C / N ratio is 58, 6. This happens because the materials in Linggasana more compost mixed with manure to provide the nitrogen element needed by plants, and compost quality incoming SNI standard.
SOSIALISASI PENYAKIT LAYU PISANG DAN CARA MEMBUAT BIBIT DARI MATA TUNAS DI DESA LEMBONGAN, KECAMATAN NUSA PENIDA KABUPATEN KLUNGKUNG N. W. Suniti
Buletin Udayana Mengabdi Vol 12 No 1 (2013): Volume 12 No.1 – April 2013
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.349 KB)

Abstract

Training to control banana wild disease and to make the healthy banana seed with Persada biopesticide andBiota-L botanical pesticide was held at Lembongam village District of Nusa Penida, Klungkung regency on 28Juli 2012. Their activities were aimed to improve the farmer knowledge of banana wild disease and made thebanana healthy seed and control the banana wild disease. The topics covered were symptom of banana disease,bioecology pathogen, pathogen distribution, control of banana wild disease and made the banana healthy seedwith Persada biopesticide and Biota-L botanical pesticide. The training was attended by 31 participants from localfarmer of Lembongan village. The methods used in activities were lecture, trainning to make banana healthyseed, application of Persada biopesticide and Biota-l botanical pesticide in field. All farmers were interested inthis program because there was the new knowledge for them and they hope this to be continued in the future,
TEKNOLOGI PENGAWETAN HIJAUAN SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN KETERSEDIAAN PAKAN DI DESA SEBUDI KECAMATAN SELAT KABUPATEN KARANGASEM A. A. A. S. Trisnadewi; I G. L. O. Cakra; T. G. B. Yadnya; I K. M. Budiasa; I W. Suarna; I D. G. A. Udayana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.614 KB)

Abstract

Pengabdian telah dilaksanakan di Desa Pekraman Sogra, Desa Sebudi Kecamatan Selat KabupatenKarangasem, bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru dan keterampilan kepada petani peternaktentang cara melakukan pengawetan hijauan baik rumput maupun leguminosa melalui teknologi yang mudahdikerjakan. Teknologi pengawetan hijauan dapat dilakukan dengan berbagai metode seperti hay, silase, danamoniasi. Pengawetan dengan cara dibuat hay adalah dengan cara mengeringkanhijauan, baik secara alami(menggunakan sinar matahari) maupunmenggunakan mesin pengering (dryer). Silase berasal dari hijauanmakanan ternak atau limbah pertanian yang diawetkan dalam keadaan segarmelalui proses fermentasi dalamsilo. Sedangkanproses amoniasi dapat memutuskan ikatan kompleks lignoselulosa dan lignohemiselulosasehingga lebih mudah dicerna oleh mikroba rumen serta dapat meningkatkan kandungan nitrogen jeramiuntuk pertumbuhan mikroba rumen. Melalui teknologi pengawetan maka daya simpan hijauan lebih lama dankandungan nutrisi hijauan akan dapat dipertahankan. Metode pengabdian yang digunakan melalui dua carayaitu sosialisasi serta diskusi dan pelatihan singkat berbagai metode pengawetan. Petani peternak sangatantusias dengan materi yang diberikan terutama tentang pembuatan silase dengan teknologi sederhana danmudah diterapkan.
APLIKASI TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN LELE KOMBINASI SISTEM SIRKULASI AIR TERTUTUP DAN TEKNOLOGI BIOFLOK DI DESA KETEWEL KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR N.L.G. Sumardani; I.G. Suranjaya; N.N. Soniari; I.M. Radiawan
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.701 KB)

Abstract

Kegiatan penerapan teknologi budidaya ikan lele dengan sistem kolam bioflok dilaksanakan di Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar pada tanggal 1 September 2016, bertujuan untuk meningkatkan produksi ikan lele pada kolam sempit, mengurangi biaya pakan ikan lele, dan menghemat waktu pemeliharaan, karena teknologi bioflok merupakan teknologi pemeliharaan dengan menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi untuk mengolah limbah dari ikan lele menjadi gumpalan (flok) yang digunakan sebagai makanan alami untuk ikan lele. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, demontrasi dan pendampingan budidaya dan manajemen usaha ikan lele. Aplikasi ini diikuti oleh 10 orang peserta yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Mina Buwana Kerti. Pembuatan demoplot budidaya ikan lele dengan kombinasi kolam sistem sirkulasi tertutup dan teknologi bioflok, mampu menjadi sarana belajar yang nyata bagi anggota kelompok dalam pelaksanaan program IbW (Iptek bagi Wilayah), dan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pakan. Hasil panen pada kolam sistem bioflock adalah 7 ekor/kg sedangkan kolam sistem tradisional a
PENGEMBANGAN ARBORETUM TANAMAN TARUPREMANA UNTUK MENINGKATKAN DAYA TARIK WISATA DI DESA TARO KECAMATAN TEGALLALANG KABUPATEN GIANYAR I.D.P. Singarsa; I.K. Sardiana; W.P. Windia; K.K. Dinata
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 1 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.061 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i01.p17

Abstract

The Community service activities aimed is to develop arboretum of taru Premana plant to increase theattractiveness of tourist village of Taro, District Tegallalang, Gianyar. The method applied in this communityempowerment, among others: (1) Coordination and participatory communication with village leaders andvillagers taro to formulate a program from the planning, operational and evaluation; (2) Counseling on theimportance of the development of the arboretum taru premana and travel awareness groups to manage thetourism potential of the village; (3) planting taru premana accordance trihita karana philosophy; (4)Assistance is meeting regularly and sustainably among companion with target communities. The resultsshowed that the arboretum “taru premana” plant development activities have been going well. The numberof plants taru Premana that can be planted as many as 1,000 trees, consists of nine types, ie 400 trees ofcoconut daksina and 600 trees of the wood are sandalwood, nagasari, nutmeg, cempaka, mundeh, kwanitan,Rijasa, and majegau. People respond positively to community service activities are carried out as inaccordance with the potential and needs of the community.

Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 23 No 5 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 4 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 3 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 2 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 1 (2024): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 4 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 3 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 2 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 1 (2023): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 4 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 3 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 2 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 1 (2022): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 4 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 3 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 2 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 1 (2021): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 4 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 3 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 2 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 1 (2020): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 4 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 3 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 2 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 1 (2019): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 4 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 3 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 2 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 1 (2018): Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017) Vol 16 No 2 (2017) Vol 16 No 1 (2017) Vol 15 No 3 (2016) Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi Vol 14 No 1 (2015): April 2015 Vol 13 No 2 (2014): Vol 13, No. 2 (2014) Vol 13 No 1 (2014): Vol 13, No 1, April 2014 Vol 12 No 2 (2013): Volume 12 No.2 – September 2013 Vol 12 No 1 (2013): Volume 12 No.1 – April 2013 Vol 11 No 2 (2012): Volume 11 No.2 – September 2012 Vol 11 No 1 (2012): Volume 11 No.1 – April 2012 Vol 10 No 2 (2011): Volume 10 No.2 – September 2011 Vol 10 No 1 (2011): Volume 10 No.1 – April 2011 Vol 9 No 2 (2010): Volume 9 No.2 – September 2010 Vol 9 No 1 (2010): Volume 9 No.1 – April 2010 Vol 8 No 1 (2009): Volume 8 No.1 – April 2009 Vol 7 No 2 (2008): Volume 7 No.2 – September 2008 Vol 7 No 1 (2008): Volume 7 No.1 – April 2008 Vol 6 No 2 (2007): Volume 6 No.2 - September 2007 Vol 6 No 1 (2007): Volume 6 No.1 - April 2007 Vol 5 No 1 (2006): Volume 5 No.1 – April 2006 More Issue