cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGRILAND
ISSN : 20895844     EISSN : 25991361     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agriland adalah wadah informasi bidang Ilmu Pertanian berupa hasil penelitian atau review maupun tulisan ilmiah terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
uji pemberian bahan organik terhadap beberapa varietas tanaman kedelai (Glycine max L. Merril) pada tanah Sub soil inceptisol Kwala Bekala Sumatera Utara Ade Nopriyanti; Chairani Siregar; Mindalisma Mindalisma
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i2.3081

Abstract

Tanah top soil inceptisol semakin berkurang dikarenakan terjadinya erosi tanah. Salah satu alternatif yang digunakan untuk media tanam yaitu tanah sub soil inceptisol. Namun kesuburannya sangat rendah, peningkatan kesuburan tanahnya dapat dilakukan dengan pemberian bahan organik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui uji pemberian bahan organik terhadap beberapa varietas pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai (Glycine max L. Merril) pada tanah sub soil inceptisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu Faktor kompos jerami padi + Kompos Blotong yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : B1 = 2,5 Kg/jerami + 2,5 Kg/blotong + 5 Kg tanah, B2 = 3 Kg/ jerami + 2 Kg/blotong + 5 Kg tanah, B3 = 3,5 Kg/jerami + 1,5 Kg/blotong + 5 Kg tanah, B4 = 4 Kg/jerami + 1 Kg/blotong + 5 Kg tanah. Dan Faktor kedua adalah varietas kedelai (V) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : V1 = Dena 1, V2 = Devon 1, V3 = Deja 1.Hasil penelitian Pemberian bahan organik (kompos jerami padi + blotong) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, bobot polong, bobot 100 butir biji kering, dan kandungan K-dd tanah.
Mutu beras jagung analog dengan penambahan beberapa jenis tepung Susan Novrini
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 3 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i3.3364

Abstract

Konsumsi pangan lokal sumber karbohidrat pengganti beras mengalami kendala disebabkan  kurangnya pengetahuan gizi masyarakat, minimnya kesiapan masyarakat secara psikologis untuk mengganti makanan pokok dan kurangnya ketersediaan produk pangan yang memenuhi selera masyarakat. Selama ini jagung hanya digunakan untuk diolah sebagai panganan, kue dan  jajanan. Selain itu, budaya masyarakat Indonesia yang sangat kuat akan anggapan  belum  makan  jika belum mengkonsumsi nasi. Maka hal ini mendorong pentingnya untuk melakukan pengembangan terhadap pangan alternatif yang memiliki bentuk menyerupai beras. Produk olahan sumber karbohidrat  non  padi yang dikembangkan akhir-akhir ini adalah beras tiruan atau beras analog. Beras analog memiliki bentuk yang sangat mirip dengan beras, beras analog merupakan beras tiruan yang dibuat dari karbohidrat non-padi. Beras tiruan dibuat dari non padi dengan kandungan karbohidrat mendekati atau melebihi beras yang terbuat dari tepung lokal. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dua ulangan dengan jumlah dan jenis tepung sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menghasilkan beras jagung analog yang baik dapat ditambahkan bahan pengisi tepung terigu dengan konsentrasi 50%.
Respon pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica juncea L.) secara hidroponik terhadap pemberian berbagai konsentrasi produk nutrisi hidroponik Irwansyah Deni; Basyaruddin Basyaruddin; Ratna Mauli Lubis
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i2.3076

Abstract

Sawi merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura dari jenis sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode rekayasa pembuatan produk nutrisi hidroponik dari bahan kimia, mempelajari komposisi nutrisi (mikro dan makro) produk nutrisi hidroponik dan efektivitasnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi, dan mengetahui formulasi produk nutrisi hidroponik yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian UISU Jalan Karya Wisata Gedung Johor, Medan dengan ketinggian tempat ± 25 m di atas permukaan laut dengan topografi datar. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Non Faktorial 3 ulangan dengan formulasi produk nutrisi hidroponik sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil tanaman sawi terbaik secara hidroponik dengan pemberian produk nutrisi hidroponik dengan konsentrasi 1249.09 mL nutrisi/15 mL air dan 1619.42 mL nutrisi /15 mL air.
pertumbuhan akar dan tunas stek batang kopi robusta (Coffea canephora) sebagai respon dari penggunaan Indole-3-Butyric Acid (IBA) Ratna Dewi Pujaningrum; Bistok Hasiholan Simanjuntak
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i2.3093

Abstract

Indole-3-Butyric Acid (IBA) sebagai auksin eksogen dapat digunakan untuk menstimulasi pertumbuhan akar dan daun pada stek batang kopi robusta. Tujuan penelitian adalah menentukan konsentrasi IBA yang tepat terhadap pertumbuhan akar dan tunas pada stek kopi robusta. Perlakuan penelitian adalah konsentrasi IBA yaitu 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, 250 ppm, dan 300 ppm, dan setiap perlakuan diulang 4 kali. Rancangan dasar menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), parameter pengamatan adalah panjang akar, tinggi tunas, kecepatan tumbuh akar dan kecepatan tumbuh tunas daun. Analisis data dengan Analisis Sidik Ragam (Uji F) dan dilanjutkan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Bahan stek batang kopi robusta diambil dari cabang ortotrop antara ruas 2 dan 3, panjang 7-10 cm dan disertai sepasang daun yang dipotong ½ bagian. Penanaman stek batang di dalam sungkup berbetuk setengah lingkaran. Hasil penelitian menunjukkan pemberian IBA mampu mempengaruhi pertumbuhan akar dan tunas stek batang kopi robusta. Adanya auksin endogen dalam stek batang maka pemberian IBA 100 ppm mampu meningkatkan tinggi tunas dan kecepatan tumbuh tunas stek batang kopi robusta, sedangkan pemberian IBA 150 ppm mampu meningkatkan panjang akar dan kecepatan tumbuh akar stek batang kopi robusta.
Aplikasi pupuk organik cair air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman jahe (Zingiber officinale Rosc.) Emilda Emilda; Pina Oktapiani; Fitri Damayanti
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 3 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i3.3496

Abstract

Bertambahnya permintaan jahe harus diiringi peningkatan produktifitas lahan budidaya. Kenyataannya kualitas lahan makin menurun karena rusaknya unsur hara akibat pemupukan kimia terus menerus. Apalagi sebagai tanaman obat tanaman jahe membutuhkan pupuk yang tepat untuk menjaga kualitas senyawa bioaktif yang dikandungnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman jahe dengan pemberian pupuk organik cair berbahan air kelapa. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Non Faktorial 4 ulangan dengan konsentrasi pupuk organic cair air kelapa sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pertumbuhan tanaman jahe selama penanaman 80 hari. Perlakuan 15 ml pupuk/tanaman memberikan hasil terbaik untuk tinggi tanaman, jumlah daun dan lebar daun tanaman jahe.
karakteristik fisiologi dan produksi tanaman karet klon GT1 dengan perlakuan stimulan gas M Rizki Satria Utomo; Yayuk Purwaningrum; Indra Gunawan
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i2.3087

Abstract

Karakter fisiologi lateks merupakan gambaran dari kemampuan tanaman karet dalam mensintesis asimilat menjadi bahan pembentuk lateks, diantara karaker fisiologi lateks yang penting adalah, sukrosa, fosfat anorganik, dan thiol. Penelitian ini di lakasanakan di Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Langkat, Kecamatan Besitang, Desa Halaban, Dusun sidorejo. Dengan ketinggian tempat 500-700 Mdpl dengan topografi berbukit. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2019. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan 3 ulangan yang terdiri dari 2 taraf, yaitu E1 (ET/15d): stimulan cair (etefon) diberikan 15 hari sekali dan E2 (ETG/27d): stimulan gas diberikan 27 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi lateks yang lebih tinggi di hasilkan oleh perlakuan E2 (ETG/27d): stimulan gas diberikan 27 hari sekali. Begitu pula pada karakter fisiologi lateks, penggunaan perlakuan E2 (ETG/27d): stimulan gas diberikan 27 hari sekali juga lebih baik.
pengaruh cekaman air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max. L.) pada tanah ultisol Yodhia Yodhia; Rahmawati Rahmawati; Ratna Mauli Lubis
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i2.3082

Abstract

Salah satu kendala yang dapat membatasi pertumbuhan dan produksi tanaman pada lahan kering adalah ketersediaan air yang rendah,karena itu diperlukan varitas kedelai yang berpotensi produksi dan mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap cekaman air. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh cekaman air terhadap pertumbuhan dan produksi dari beberapa varitas tanaman kacang kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taraf pemberian air berpengaruh nyata terhadap produksi tanaman yaitu jumlah polong,tapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman,jumlah cabang, bobot polong dan berat kering akar tanaman. Perlakuan yang terbaik dari taraf pemberian air adalah perlakuan A1 =80 % (1200 ml air/polybag). Kemudian perlakuan tiga varitas berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang kedelai yaitu tinggi tanaman,jumlah polong, bobot polong dan berat kering akar tanaman ,namun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang tanaman. Sedangkan kombinasi taraf pemberian air dari ketiga varitas kacang kedelai berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman.
Efektivitas ekstrak kasar lengkuas (Alpinia galanga L.) terhadap hama perusak daun dan polong tanaman kedelai (Glycine max L. Merr.) di Kecamatan Beringin, Deli Serdang Sari, Melinda; Asmanizar, Asmanizar; Syamsafitri, Syamsafitri; Aldywaridha, Aldywaridha; Sumantri, Edi; Lubis, Ratna Mauli
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 3 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i3.3415

Abstract

Hama perusak daun dan polong merupakan hama yang sering menyerang tanaman kedelai. Penggunaan insektisida kimia sintetis dalam usaha pengendalian hama-hama ini  dapat menimbulkan dampak negatif terhadap makhluk non-target dan lingkungan. Ekstrak bahan tanaman merupakan alternatif pengendalian.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak  kasar  rimpang Alpinia galanga   terhadap hama perusak daun dan polong kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non-Faktorial dengan 4 perlakuan yaitu kontrol, konsentrasi 0.25; 0.5% ekstrak kasar aseton (ekstrak diperoleh dengan ekstraksi alat Soxhlet dan pelarut aseton) dan 5% ekstrak air (ekstrak diperoleh secara manual dengan pelarut air) dan lima  ulangan yang dilaksanakan di areal pertanaman kedelai Desa Sidodadi, Kacamatan Beringin, Deli Serdang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kasar  rimpang  A. galanga mempengaruhi intensitas kerusakan daun dan produksi biji. Ekstrak aseton pada konsentrasi 0.5% menunjukkan hasil terbaik yaitu pada 83 hari setelah tanam (HST) intensitas kerusakan 22.34% dan produksi per plot 510.6 g dibandingkan dengan kontrol yaitu masing-masing 31.48% dan 381.4 g. Sedangkan Ekstrak air 5% menunjukkan intensitas kerusakan daun dan produksi biji masing-masing 26.28% dan 452.6 g. Sementara itu parameter polong hampa dan berat 100 biji kedelai tidak dipengaruhi oleh aplikasi ekstrak kasar rimpang A. galanga. Ekstrak kasar A. galanga yang diperoleh dengan ekstraktor Soxhlet dan pelarut aseton dapat mengendalikan hama perusak daun dan polong pada tanaman kedelai. 
Pengaruh jarak tanam dan pemberian pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi gogo (Oryza sativa L.) di bawah tegakan tanaman karet Taufiq Akbar Daulay; Muhammad Rizwan; Syamsafitri Syamsafitri
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i2.3077

Abstract

Beras merah merupakan beras yang dikonsumsi tanpa melalui proses penyosohan. Beras merah memiliki kandungan gizi seperti serat asam-asam lemak esensial dan beberapa vitamin lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan pemberian pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi gogo di bawah tegakan tanaman karet. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun percobaan tanaman karet umur 3-4 tahun, Balai Penelitian Sungai Putih, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara dengan ketnggian tempat tempat ± 25 mdpl. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor yang diteliti yaitu pemberian pupuk anorganik berupa NPK, dan jarak tanam. Parameter yang di amati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, produksi per plot, berat 1000 butir biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara mandiri pemberian pupuk anorganik mendapatkan hasil yang bagus ialah perlakuan P3 = 1 ½ dosis (N = 267 g + P = 166.5 g + KCl = 100.5 g) yang berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi gogo. Sedangkan beberapa jarak tanam yang digunakan mendapatkan hasil yang bagus ialah perlakuan P1 (20 cm x 20 cm) yang menghasilkan nilai tertinggi dibandingkan perlakuan yang lainnya.
evaluasi aspek lingkungan melalui penilaian tingkat kenyamanan di hutan Kota Bendosari, Kota Salatiga Pratitis Prasetyaning Utani; Andree Wijaya Setiawan; Bistok Hasiholan Simanjuntak
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i2.3094

Abstract

Ruang terbuka hijau atau RTH adalah salah satu pengunaan lahan untuk penghijauan dan penyeimbang lingkungan. Peran RTH adalah sebagai penyeimbang iklim mikro yang berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan lingkungan bagi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui tingkat kenyaman Hutan Kota Bendosari dan hubungannya terhadap vegetasi yang ada didukung dengan persepsi masyarakat terhadap kenyamanan di hutan tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukan Hutan Kota Bendosari masuk dalam kategori nyaman. Nilai THI yang di dapat adalah 23,22 pada zona 1, zona 2 22,77, zona 3 22,51, dan 22,46 pada zona 4. Selain itu, terjadi perbedaan THI berdasarkan vegetasi yang ada di setiap zona pengamatan. Pada peta persebaran pohon dan THI menunjukan zona 4 dengan vegetasi yang rapat memiliki nilai THI yang rendah sedangkan pada zona 1 yang memiliki vegetasi dengan jarak yang tidak terlalu rapat memiliki THI yang tinggi walaupun masih dalam kategori nyaman. Hal ini menunjkan vegetasi berpengaruh terhadap tingkat kenyaman yang ada di Hutan Kota Salatiga karenasemakin banyak pohon maka pengendali iklim mikro akan berjalan dengan baik dengan manfaat pohon yang berfungsi untuk keteduhan, menurunkan suhu dan mengurangi banyaknya radiasi matahari.

Page 7 of 23 | Total Record : 228