cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGRILAND
ISSN : 20895844     EISSN : 25991361     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agriland adalah wadah informasi bidang Ilmu Pertanian berupa hasil penelitian atau review maupun tulisan ilmiah terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
Efektivitas media komunikasi pemasaran agrowisata (Studi Kasus: Hortimart Agro Center, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah) Merkarius Fristian Dies; Maria Maria
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 3 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i3.3531

Abstract

Hortimart Agro Center merupakan agrowisata yang menawarkan pengalaman berkunjung yang menyenangkan dan mendidik. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara karakteristik pengunjung Hortimart Agro Center dengan efektivitas media komunikasi pemasaran. dan mengetahui hubungan antara bentuk komunikasi pemasaran yang digunakan dengan efektivitas media komunikasi pemasaran serta mengetahui tingkat efektivitas media komunikasi pemasaran. Penelitian dilaksanakan dari Desember 2019 sampai Januari 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Responden dalam penelitian ini sebanyak 60 sampel. Pengumpulan data diperoleh dengan wawancara. observasi. angket. dan studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (X1.1) memiliki korelasi dengan aspek kognitif dan aspek afektif. Tingkat pendidikan (X1.2) memiliki korelasi dengan aspek konatif. Pekerjaan (X1.3) memiliki korelasi dengan aspek afektif. Motivasi (X1.4) memiliki hubungan dengan aspek konatif. sedangkan jangkauan geografis (X1.5) tidak berkorelasi dengan aspek kognitif. aspek afektif. maupun aspek konatif. Pada variabel bentuk komunikasi pemasaran (X2) diketahui bahwa ragam media (X2.1) dan frekuensi penerimaan pesan (X2.2) sama-sama hanya berkorelasi dengan aspek kognitif. Pada variabel efektivitas media komunikasi pemasaran (Y) dapat dilihat bahwa aspek kognitif menunjukkan tingkatan sedang. untuk aspek afektif dan aspek konatif sama-sama menunjukkan tingkatan yang tinggi.
respon pertumbuhan bibit tanaman jeruk purut (Citrus hystrix) dengan beberapa taraf pemberian air dan pupuk kompos kotoran ayam pada tanah ultisol Wardiah Oktaviana Silitonga; Rahmawati Rahmawati; Chairani Siregar
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i2.3088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh taraf pemberian air dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan tanaman jeruk purut. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yang diteliti yaitu: 1. Faktor perlakuan pertama adalah Taraf Pemberian Air (A) terdiri dari 5 taraf perlakuan, yaitu : A0 = 100%, A1 = 80 %, A2 = 60%, A3 = 40 %. A4 = 20%. 2. Faktor perlakuan kedua adalah pupuk Kandang Ayam (K) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu : K0 = 0 kontrol, K1 = 50g/polybag, K2 = 100 g/polybag. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah cabang (cabang), diameter batang (mm), jumlah daun tanaman (helai). Hasil penelitian menunjukkan bahwa taraf pemberian air berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman jeruk purut yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang, diameter batang dan jumlah daun. Kemudian pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman jeruk purut yaitu diameter batang dan jumlah daun tanaman. Sedangkan kombinasi aplikasi taraf pemberian air dan pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati.
produktivitas padi gogo (Oryza sativa ) yang ditumpangsarikan dengan palawija pada sistem tanam legowo Ondihon Marudut Tua Sihombing; Arif Anwar; Noverina Chaniago
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i2.3083

Abstract

Budidaya padi gogo pada lahan kering merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi padi di Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari sampai April 2019. Metode penelitian menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) faktorial dengan 2 faktor yang diteliti yaitu.Faktor petak utama adalah sistem tanam legowo dengan 3 taraf yaitu: L1 (Sistem tanam legowo 2:1) L2 (sistem tanam legowo 3:1) L3 Sistem tanam legowo 4:1 Faktor anak petak adalah tumpang sari palawija dengan 3 taraf yaitu : T0 = Kontrol (tidak ada tumpang sari) T1 = Tanaman kedelai T2 = Tanaman kacang hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sistem tanam legowo berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi padi gogo sigambiri merah, sistem legowo yang paling tepat adalah legowo 4:1. Pola tanam tumpang sari tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman tetapi berpengaruh terhadap produksi padi gogo sigambiri merah. Padi gogo yang tidak ditumpang sarikan dengan tanaman palawija (kontrol) memberikan produksi yang tertinggi. Interaksi terhadap sistem tanam legowo dan tumpang sari tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi.
Pemanfataan kandungan metabolit sekunder yanag dihasilkan tanaman pada cekaman biotik Yusfachri Perangin-Angin; Yayuk Purwaningrum; Yenni Asbur; Murni Sari Rahayu; Nurhayati Nurhayati
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 7, No 1 (2019): Agriland Volume 7 No. 1 Januari-Juni 2019
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v7i1.3471

Abstract

Tumbuhan berevolusi dengan berbagai cara untuk bertahan dari berbagai tekanan, salah satunya dengan menghasilkan metabolit sekunder yang bersifat toksik. Senyawa metabolit sekunder pada tumbuhan memiliki beberapa fungsi antara lain sebagai atraktan (menarik serangga penyerbuk), melindungi dari stres lingkungan, perlindungan dari hama dan penyakit (phytoalexin), perlindungan dari sinar ultraviolet, sebagai pengatur tumbuh, bersaing dengan tanaman lain (alelopati), dan merupakan senyawa yang mampu menginduksi pembentukan senyawa tertentu sebagai respon pertahanan tanaman. Diantarnya adalah metabolit sekunder elicitor yang dihasilkan oleh beberapa jenis tanaman dapat memicu respons fisiologis, morfologis, dan akumulasi phytoalexin.
Dinamika produksi dan konsumsi kedelai di Sumatera Utara Sasmida Karmila; Surya Dharma; Desi Novita
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i2.3078

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan konsumsi, dan produksi kedelai dserta factor-faktor yang mempengaruhi produksi kedelai dan menganalisis berapa besar proyeksi produksi dan konsumsi kedelai di Sumatera Utara periode 1990-2017. Metode pendekatan penelitian menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, Data yang digunakan adalah data sekunder. Data di analisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif, analisis regresi linear berganda, dan analisis metode pemulusan exsponensial ganda 1 parameter brown (smoothing method), dengan banyak data time series tahunan selama 28 tahun yaitu periode tahun (1990-2017). Hasil penelitian menunjukan bahwa Perkembangan antara produksi dan konsumsi kedelai di Sumatera Utara periode tahun 1990-2017 berfluktuasi.
pengaruh pemberian pupuk abu sekam padi dan kalium (KCL) terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium ascolanicum L.) Saur Ernawati Manik
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i2.3095

Abstract

Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh dosis pupuk abu sekam padi dan pupuk kalium (KCl) terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah. dengan perlakuanpupuk abu sekam padi dan pupuk kalium ( KCL ). Rancangan yang digunakan RPT (Rancangan Petak Terpisah). dengan 2 faktor yang diteliti yakni Pupuk Abu sekam padi (A) 3 taraf (A1= 1,1 kg/ plot, A2= 2,25 kg/ plot, A3 = 3,3 kg/ plot) sebagai Petak utama dan Pupuk Kalium (K) 4 taraf (K0 = Tidak ada KCl, K1 = 12,5 gr/ plot, K2 = 45 gr/ plot, K3 = 67,5 gr/ plot), sebagai anak Petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu sekam berpengaruh nyata (*) terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah umbi, berat umbi/plot, diameter umbi dan berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun dan berat umbi/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kalium berpengaruh nyata (*) terhadap tinggi tanaman, Jumlah umbi, berat umbi/tanaman, berat umbi/plot, diameter umbi dan berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun, jumlah anakan. Hasil dari kombinasi perlakuan pupuk abu sekam dan kalium berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati. hasil yang terbaik dari kedua faktor perlakuan terdapat pada pupuk sekam padi 3,3 kg / plot (A3) dan pupuk kalium 67,5 g / plot (K3).
Pengaruh jenis dan jumlah bahan pengembang terhadap mutu kerupuk ampas tahu Wirda Romadona; Aprilawati Sitompul
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 3 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i3.3532

Abstract

Untuk mengantisipasi hasil limbah industri yang berlimpah, maka perlu dilakukan suatu penanganan khusus bagi hasil industri yaitu dengan cara mengolah limbah agar lebih berdaya guna dan bernilai jual tinggi, yaitu dengan diversifikasi makanan seperti pengolahan limbah industri tahu (ampas tahu) menjadi kerupuk .Limbah industri tahu mengandung banyak bahan organik dan padatan terlarut. Pada umumnya penanganan limbah tahu cukup ditangani dengan sistim biologis, hal ini karena polutannya merupakan bahan organik seperti karbohidrat, protein dan vitamin sehingga akan dapat didegradasi oleh pengolahan secara biologis. Berdasarkan hal tersebut di atas ada peluang untuk dikembangkannya kerupuk ampas tahu.
pengaruh beberapa jarak tanam padi gogo (Oryza sativa L.) dan pemberian pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan serta produksi tanaman padi gogo dan kedelai (Glycine Max L. Merill) dengan sistem tumpang sari Bosar Dalimunthe; Diapari Siregar; Fenty Maimunah Simbolon
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i2.3090

Abstract

Padi gogo memegang peranan penting dalam sistem pertanian rakyat Indonesia termasuk di daerah Sumatera Utara. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang ayam dan populasi tanaman terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi dan kacang kedelai dengan sistem tumpang sari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yang diteliti yaitu: 1. Sub plot (anakan petak) yaitu jarak tanam (P) dengan 4 taraf perlakuan yaitu: P1 (25 X 25 cm) P2 (33 X 33cm) P3 (41 X 41 cm) P4 (49 X 49 cm). 2. Main Plot (petak utama) yaitu pupuk kandang ayam (K) terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu K0 (kontrol) dan K1 (6 kg/plot). 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam terhadap semua parameter pengamatan berpengaruh nyata kecuali jumlah polong hampa tanaman kedelai. Perlakuan beberapa jarak tanam berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamaatan. Interaksi kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan.
penyadapan yang sesuai pada tanaman karet klon slow starter dilihat dari fisiologi dan produksi leteks Yogi Lubis; Indra Gunawan; Yayuk Purwaningrum
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i2.3084

Abstract

Karet merupakan tanaman perkebunan dengan nilai ekonomis yang tinggi, umurnya dapat mencapai 20 sampai 30 tahun. Klon-klon quick starter adalah klon dengan metabolisme tinggi. Sedangkan klon slow starter adalah klon dengan metabolisme rendah sampai sedang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh panjang dan arah sadap atas terhadap fisiologi dan produksi tanaman Karet (Hevea brasiliensis) klon RRIM 921. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan tiga ulangan dan Frekuensi arah sadap atas dan panjang galur sadap sebagai perlakuan. Frekuensi sadap sebagai perlakuan. Frekuensi pemberian penyadapan (S) terdiri dari 3 taraf, yaitu: S1 = S/2 U d3 yaitu sadapan setengah spiral kearah atas yang dilakukan 3 harisatu kali. S2 = S/4 U d3 yaitusadapan seperempat spiral kearah atas yang dilakukan 3 hari satu kali. S3 = S/8 U d3 yaitu sadapan seperdelapan spiral kearah atas yang dilakukan 3 hari satu kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan panjang dan arah sadap atas pada perlakuan S1 berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan.
Pengaruh Stress Salinitas Terhadap Pertumbuhan, Komposisi Mineral, Kadar Prolin, Zat Antioksidan Kedelai Fitrawan Purwanto Ginting; Yenni Asbur; Yayuk Purwaningrum; Murni Sari Rahayu; Nurhayati Nurhayati
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 7, No 1 (2019): Agriland Volume 7 No. 1 Januari-Juni 2019
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v7i1.3472

Abstract

Kedelai merupakan salah satu sumber utama minyak nabati yang dapat dimakan dan pakan ternak berprotein tinggi. Ini adalah tanaman dikotil yang paling penting karena kandungan minyak dan proteinnya yang tinggi dalam bijinya dan telah dianggap tanaman sensitif garam yang toleran terhadap garam sedang. Stres oksidatif juga merupakan faktor dalam fenomena stres abiotik dan biotik yang terjadi ketika ada ketidakseimbangan yang serius antara produksi Reactive Oxygen Species (ROS) dan pertahanan antioksidan. ROS telah dianggap sebagai molekul berbahaya dan konsentrasinya harus dijaga serendah mungkin. Pengaruh cekaman garam terhadap karakteristik morfologi benih kedelai yang diberi perlakuan dievaluasi. Untuk mendemonstrasikan keefektifan sebuah nodul, aktivitas mitrogenase diukur. Pada konsentrasi 50 dari 100 mM NaCl tidak ada perubahan yang diamati pada aktivitas nitrogenase. Untuk mengetahui pengaruh tekanan garam terhadap kandungan K ', Na', Ca "dan Mg" kedelai, konsentrasi ion berada pada O, 50, 100 dan 200 mM NaCl. Salinitas mempengaruhi kandungan biji K 'dan kandungan K' menurun dengan meningkatkan salinitas.

Page 8 of 23 | Total Record : 228