cover
Contact Name
Saiful Latif
Contact Email
-
Phone
+6281340314232
Journal Mail Official
edukasifkip2019@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bandara Baabullah Kampus I FKIP Universitas Khairunm Kelurahan Akehuda, Kecamatan Kota Ternate Utara, 97728
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
EDUKASI
Published by Universitas Khairun
ISSN : 16934164     EISSN : 27158551     DOI : http://doi.org/10.33387/Edu
Core Subject : Education,
Edukasi adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun, dengan ruang lingkup kajian tulisan berorientasi pada bidang Pendidikan Matematika, Pengetahun Alam, Ilmu Pengajaran Bahasa, dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Terbit sebanyak dua kali dalam setahun, yakni pada Januari dan Juni.
Articles 261 Documents
ANALISIS MINAT PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MTS DAN MA KECAMATAN MAKIAN KABUPATEN HALMAHERA SELATAN MELALUI KEGIATAN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) Jauhari S. Tawary
EDUKASI Vol 15, No 1 (2017): Edisi Januari 2017
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.099 KB) | DOI: 10.33387/j.edu.v15i1.287

Abstract

Guru  merupakan  pemegang  tongkat  keberhasilan  dan  mempunyai  peran  penting  dalam  setiap kegiatan belajar mengajar. Namun, pada kenyataan masih ada beberapa guru yang tidak mempunyai komitmen penuh dalam menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.  Musyawarah Guru Mata Pelajaran  (MGMP)    merupakan  suatu  organisasi  profesi  guru  yang  bersifat  non  struktural yangdibentuk oleh guru-guru di Sekolah Menengah (MTs dan MA) di suatu wilayah sebagai wahana untuk saling bertukar pengalaman guna meningkatkan kemampuan guru dan memperbaiki kualitas pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat pengembangan kompetensi pedagogik guru MTS dan MA kecamatan Makian   Kabupaten Halmahera Selatan melalui kegiatanMusyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) . Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif model survey dengan menggunakan angket. Berdasarkan data hasil penelitian menunjukkan bahwa minat pengembangan kompetensi pedagogik melalui kegiatan MGMP, guru menjawab selalu sebesar (77.81%) guru menjawab sering sebesar (11,25%) guru  menjawab jarang sebesar (6,56)menjawab  pernah  sebesar  (3,58%)  guru  menjawab  tidak  pernah  sebesar  (1,25%).  Kemudian kebutuhan  guru  dalam upaya  pengembangan  kemampun  pedagogik  guru,  guru  menjawab  selalu sebesar (74.37%) guru menjawab sering sebesar (16,25%) guru menjawab jarang sebesar (5,93%) guru menjawab pernah sebesar (3,43%) guru tidak pernah sebesar (0%). Maka dapat disimpulkan bahwa   guru-guru   MI   Kecamatan   Makian   Kabupaten   Halmahera   Selatan   sangat   berminatmengembangan kompetensi pedagogik guru melalui kegiatan MGMP. Kata Kunci: Pengembagan Kompetensi Pedagogik, MGMP.
MANAJEMEN PERENCANAAN DAN REKRUTMEN TENAGA PENDIDIK OLEH DINAS PENDIDIKAN KOTA TERNATE Nani I. Rajaloa; Rustam Hasyim
EDUKASI Vol 16, No 1 (2018): Edisi Januari 2018
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.893 KB) | DOI: 10.33387/j.edu.v16i1.617

Abstract

This research entitled Management Planning and Recruitment of Educators by the Education Office of Ternate City. The background of this study explains the human resources planning of the educators is the initial stage of the implementation of management functions. This planning is often overlooked. By doing this plan, all functions of human resources can be implemented effectively and efficiently. In addition, the function and role of educators are professionals in charge of planning and implementing the learning process, assessing the learning outcomes, conducting guidance and training in improving the quality of education.This research uses a naturalistic qualitative approach to describe the management of human resources educators at the official service of Ternate City comprehensively,  naturally and deeply. A naturalistic qualitative approach is used to obtain information and deep interpretation of the meaning of human resource management in accordance with the reality of the field. Techniques data collection in this study is conducted through several techniques, namely observation, interview and documentation. Data collection techniques by conducting interview is to answer the provided research questions. Informants consisted of heads of education offices, principals, teachers and school committees.The conclusion of this study indicates that the planning and recruitment of Education Officers of Education Office of Ternate City has not been optimal in viewing the aspect of equal distribution of teacher placement, administration, management, development, supervision, and technical service to support education process in education unit. In addition there is still a gap of subject teachers in each school. Furthermore, many educators have not yet maximized their capability in performing their obligations as a professional teacher. Kata Kunci: Planning, Recruitment, Educators, and Education Office of Ternate City
DOMINASI VARIAN MELAYU LOKAL PADA PELAJAR KOTA TERNATE Kodrat Hi. Karim
EDUKASI Vol 14, No 2 (2016): Edisi Juni 2016
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.731 KB) | DOI: 10.33387/j.edu.v14i2.192

Abstract

Ada dua pandangan yang mendasari seseorang membahas tentang variasi bahasa. Pertama, variasi  bahasa itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa dan keragaman fungsi bahasa itu sendiri. Kedua, variasi bahasa dari awal telah ada dan untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. Variasi atau ragam bahasa itu dapat juga diklasifikasi berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi interaksi di dalam masyarakat. Bahasa Melayu Ternate sebagai salah satu variasi Melayu Lokal yang tumbuh dan berkembang di Indonesia, secara umum dikuasai dan digunakan oleh masyarakat Kota Ternate bahkan masyarakat Maluku Utara secara keseluruhan karena telah menjadi bahasa antar-etnik (lingua-franca). Bahasa Melayu Lokal (Melayu Ternate) telah dan akan menjadi pendorong semakin digunakannya varitas ini oleh kelompok bermobilitas tinggi. Dari lima sekolah yang disurvei ditemukan begitu dominannya variasi Melayu Lokal-Melayu Ternate dalam proses komunikasi pelajar di lingkungan sekolah. Kebiasaan inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab kemahiran berbahasa Indonesia oleh pelajar masih jauh dari yang diharapkan. Dengan kata lain bahasa Melayu Ternate sebagai jembatan lintas-etnik di Maluku Utara, kini terus merambah bahkan telah menjadi bahasa-wajib bagi pelajar Kota Ternate ketika berada dalam situasi formal. Hal ini memberi signal keradaan bahasa Indonesia terus ”digugat” sebagai bahasa Nasional oleh variasi Melayu Lokal. Hal ini juga memberi signal bahwa keradaan bahasa Indonesia harus terus digalakkan penggunannya sesuai konteks dan fungsinya. Key words: Varian, Melayu Lokal 
PELATIHAN PEMBUATAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) PLAYDOUGH SEBAGAI SUMBER BELAJAR Sumarni Sahjat; Farida Samad
EDUKASI Vol 17, No 1 (2019): Edisi Januari 2019
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.287 KB) | DOI: 10.33387/j.edu.v17i1.1077

Abstract

Minimnya kemampuan, kreativitas dan pengalaman guru PAUD dalam memanfaatkan alat dan bahan yang tersedia walaupun secara sederhana dalam pembelajaran di kelas merupakan salah satu alasan diadakan kegiatan Program Pengabdian Masyarakat (PPM) tentang Alat Permainan Edukatif (APE) yakni playdough di gugus PAUD Kota Ternate khususnya di gugus PAUD Ternate Tengah.  Adapun tujuan kegiatan PPM ini adalah untuk memberikan pengetahuan/pemahaman tentang APE playdough kepada guru-guru PAUD di gugus Ternate Tengah untuk meningkatkan kemampuan motorik halus, memberikan  keterampilan kepada guru PAUD tentang APE playdough sebagai salah sumber belajar di lingkungan sekolah. APE merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pembelajaran anak di TK karena alat permainan tersebut akan menunjang kegiatan pembelajaran anak secara efektif dan menyenangkan serta mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki anak  secara optimal.  Dalam pelaksanaan  kegiatan pengabdian ini guru PAUD gugus Ternate Tengah diberikan pelatihan pembuatan APE playdough berupa tanya jawab, demonstrasi ,diskusi dan evaluasi kegiatan. Luaran yang dicapai yaitu meningkatkan pengetahuan, kemampuan, pengalaman dan kreatifitas guru-guru PAUD se-gugus Kota Ternate dalam memanfaatkan playdough sederhana menjadi alat permainan edukatif (APE), terjalinnya kerjasama guru-guru PAUD terkait dan institusi Universitas dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran bagi anak usia dini, publikasi jurnal dan publikasi media massa. Keywords: playdough , APE, sumber belajar
THE RELATIONSHIP BETWEEN STUDENTS’ MOTIVATION AND THEIR LISTENING ACHIEVEMENT AT ENGLISH LANGUAGE EDUCATION STUDY PROGRAM OF KHAIRUN UNIVERSITY Asrul Asrul
EDUKASI Vol 16, No 2 (2018): Edisi Juni 2018
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.477 KB) | DOI: 10.33387/j.edu.v16i2.1022

Abstract

The aims of this research is to find out whether or not there is a significant relationship between students’ motivation and their listening achievement. Quantitative method was applied in this research with correlation design. The population of the study was the second semester students of English Language Education Study Program of Khairun University academic year 2016/2017. The sample of this research consisted of 30 students and they were selected by using convenience sampling technique. The data were collected through questionnaire and listening scores. The result of this research shows that r is -0.28. This relationship is small (low) because r value is between 0.10 and 0.29. The result could be classified that the relationship between the two variables is not significant because the r is small (low). It means that the alternative hypothesis (Ha) stating that there is a significant relationship between students’ motivation and their listening achievement is rejected and null hypothesis (Ho) stating that there is no significant relationship between students’ motivation and their listening achievement is accepted. This suggests that students with high motivation do not guarantee high achievement in learning listening comprehension.Keyword : Relationship, motivation, listening achievement
OPTIMALISASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN MINAT MEMBACA SISWA SEKOLAH DASAR DI KOTA TERNATE Farida Samad
EDUKASI Vol 16, No 2 (2018): Edisi Juni 2018
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.225 KB) | DOI: 10.33387/j.edu.v16i2.1017

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar serta menumbuhkan kesadaran siswa untuk gemar membaca. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di 5 sekolah dasar antara lain: SDN 7 Kel Santiong, SDN 1 Kel. Maliaro, SDN 8 Kel Santiong, SDN 6 Kel.Ngidi dan SDN 44 Kel Dufa Dufa Kota Ternate. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V (Lima) dari Sekolah Dasar tersebut yang berjumlah 100 siswa. Data penelitian ini adalah minat membaca siswa serta optimalisasi perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar. Adapun hasil yang diperoleh bahwa dari hasil analisis optimalisasi minat baca siswa SD Negeri I dan SD Negeri 6 di Kota Ternate  diketahui bahwa sebanyak  40 siswa SD atau 43%  siswa dengan kategori baik dan sebanyak 53 siswa SD atau 57% dengan kategori  cukup baik. Rata-rata (mean) skor responden dari hasil angket yaitu sebesar 72.49. selanjutnya, peran sekolah dalam membantu siswa dalam memanfaatkan perpustakaan sekolah antara lain: sekolah harus memberdayakan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar baik dengan memberikan tugas terstruktur yang datanya didapat dari referensi perpustkaan sekolah maupun dengan menggunnakan pelajaran bahasa Indonesia dengan kegiatan visit library, melengkapi koleksi bahan pustaka yang memadai yang sesuai dengan kurikulum 2013  dan bacaan yang sesuai dengan selera para siswa di sekolah dasar, memperhatikan suasana perpustakaan sekolah yang menarik, luas ruang perpustakaan, penerangan, tempat duduk yang nyaman sesuai dengan amanat UU Perpustakaan No.43 tahun 2007 serta pustakawan yang memiliki latar belakang pendidikan ilmu perpustakaan  dan mengikuti pelatihan dalam perpustakaan. Kata Kunci: Perpustakaan, Minat Baca
LITERASI DALAM BELAJARAN BIOLOGI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN BERPIKIR MELALUI PERTANYAAN (PBMP) DIPADU THINK PAIRE SHARE (TPS) Nadra Alkatiri; Ade Haerullah; A.R Tolangara
EDUKASI Vol 17, No 1 (2019): Edisi Januari 2019
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.056 KB) | DOI: 10.33387/j.edu.v17i1.1078

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh PBMP + TPS terhadap peningkatan literasi dalam pembelajaran biologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain nonrandomized control group pretest-postttest, dengan subyek penelitian menggunakan dua kelas pada kelas XI SMA Alkhairaat di Kota Ternate. Satu kelas sebagai kelas eksperimen yaitu kelas yang menggunakan pembelajaran PBMP dipadu TPS dan satu kelas lainnya sebagai kelas control yaitu kelas dengan pembelajaran TPS. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen test literasi. Data dianalisis menggunakan uji prasayarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan anakova pada SPSS 16,0 for Windows .Hasil penelitian menunjukan  bahwa  perpaduan model PBMP + TPS berpengaruh terhadap peningkatan  literasi dalam pembelajaran siswa di sekolah. Penggunaan model Pembelajaran Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) dengan Think Paire Share (TPS) memberikan pengaruh yang berbeda dibanding dengan hanya menggunakan TPS saja. Kegiatan-kegiatan dalam Pembelajaran PBMP+TPS membantu siswa mengeksplorasi kemampuannya.Pola PBMP+TPS menunjukan variasi proses pembelajaran pada mata pelajaran biologi di SMA. Siswa lebih diberdayakan sehingga aktif dalam memperoleh pengetahuannya sendiri.Kata Kunci : Literasi, pembelajaran biologi, PBMP, TPS
PERANAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SUPERVISIOR DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN (Telaah Teortik) Rustam Hasim; Subhan Hayun
EDUKASI Vol 16, No 2 (2018): Edisi Juni 2018
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.617 KB) | DOI: 10.33387/j.edu.v16i2.1023

Abstract

Principal as a supervisor has important roles in learning and teaching process, and has educational standards and qualities. In performing his or her roles, principal always pays attention to human relations among teachers, employers and students. Supervision is an effort to help and service teachers to improve their teaching ability. Supervisor is not directly linked to students, since teachers manage students. Supervisor is not a directive task but more likely to be a consultative one (such as supporting, suggesting, and guiding). Method used in this research is descriptive qualitative method which illustrates and describes the roles of principal in improving the learning quality. The roles of principal as administrator and supervisor are the main object. Based on teacher competency, the ability of teachers shows a slight improvement. The improvement of teachers' ability is resulted from supervision ways and approaches at school in managing, supporting and guiding the elements of schools. Based on quality standard, the implementation of supervision is improved. This means that the assistance and the management of the supervisor of the principal, and supervision approaches implemented by the principal in his or her effort to increase and to develop teachers' competency in the process of learning and teaching show better qualities and progression.Keywords: Supervision, Principal, and Teachers' Competency
PELATIHAN PENGELOLAAN DAN PENGUNAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI TAKOME KELURAHAN TAKOME KECAMATAN PULAU TERNATE Anwar Ismail; Rijal Muharram
EDUKASI Vol 16, No 2 (2018): Edisi Juni 2018
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.327 KB) | DOI: 10.33387/j.edu.v16i2.1018

Abstract

Tujuan kegiatan memberikan pengetahuan tentang pengelolaan dan penggunaan kotak perpustakaan sekolah, meningkatkan minat baca siswa melalui Kotak Perpustakaan Sekolah di Sekolah Dasar (SD) Negeri Takome, Kecamatan Pulau Ternate. Target yang ingin dicapai adalah memberikan pemahaman kepada seluruh elemen masyarakat tentang manfaat membaca bagi anak-anak dengan menggunakan sarana kotak perpustakaan sekolah serta memberikan pengetahuan kepada anak-anak tentang pengelolaan dan penggunaan perpustakaan sekolah. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan PKM ini adalah metode pelatihan penggunaan dan pengelolaan Kotak Perpustakaan Sekolah. Pelatihan dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa Sekolah Dasar (SD) Takome tentang pemanfatan Kotak Perpustakaan Sekolah. Sumber data (partisipan) dalam pelaksanaan PKM ini adalah siswa SD Negeri Takome kelas dua (2) dan tiga (3). Ada beberapa kesimpulan pada kegiatan PKM ini, adalah: (1) Kotak Perpustakaan (library box) sekolah yang berisi buku-buku cerita, pelajaran dan pengetahuan umum lainnya, (2) Kartu Perpustakaan yang digunakan untuk menjadi keanggotaan dari kotak perpustakaan sekolah, dan (3) Kartu Peminjaman digunakan untuk melakukan peminjaman dan atau pengembalian buku yang ada dalam kotak perpustakaan sekolah. Kata kunci: kotak perpustakaan sekolah
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI METODE ROLE PLAYING (Penelitian Tindakan Pada Siswa Kelas V SD Islamiyah 6 Kota Ternate) Djumati, Fachriah
EDUKASI Vol 17, No 1 (2019): Edisi Januari 2019
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.715 KB) | DOI: 10.33387/j.edu.v17i1.1079

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia saat ini adalah menyangkut lemahnya proses pembelajaran. pada proses pembelajaran, siswa kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir sehingga hasil belajar yang dicapai masih rendah. Metode Role Playing dapat membantu siswa mengembangkan pengetahuan dan daya aktualisasinya dalam memahami materi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan melalui penelitian tindakan (action research). Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil belajar PKn pada siswa kelas V SD Islamiyah 6 Kota Ternate dapat ditingkatkan melalui metode role playing dan cara meningkatkan hasil belajar PKn melalui metode role playing pada Siswa Kelas V SD Islamiyah 6 Kota Ternate.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan yang dilakukan sebagai upaya perbaikan suatu praktek pendidikan pembelajaran di kelas secara profesional. Penelitian ini dilakukan di SD Islamiyah 6 Kota Ternate, pada siswa Kelas V yang berjumlah sebanyak 35 orang siswa pada tahun ajaran 2011/2012. Penelitian ini terdiri dari empat tahapan Perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Kriteria keberhasilan tindakan dapat dilihat dari dua  yaitu kriteria guru dan siswa. Proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus mencapai 100% (mastery learning) dan 80% siswa harus mencapai KKM yang ditetapkan sekolah pada mata pelajaran PKn.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I data hasil observasi pencapaian guru dalam pembelajaran role playing presentasi intrumen non tes siklus I pertemuan kesatu 66% siswa dapat mencapai KKM sedangkan pertemuan kedua siswa yang mencapai kelulusan KKM adalah 77%, sehingga penelitian dilanjutkan ke siklus-II. Pada siklus IIdata hasil observasi pencapaian guru dalam pembelajaran role playing meningkat. Pada pertemuan  pertama siswa yang mencapai KKM adalah 88% sedangkan pada pertemuan kedua seluruh siswa mencapai KKM atau 100% berhasil. Dengan pencapaian nilai tersebut maka penelitian sudah mencapai target yang di tentukan yaitu 100%. Oleh karna itu penelitian tidak dilanjutkan ke siklus berikutnya yaitu siklus III. Metode pembelajaran Role Playing sangat baik jika dilaksanakan di setiap sekolah karna dapat membuka wawasan siswa dan membuat siswa lebih aktif serta berani untuk mengungkapkan berbagai hal yang berkaitan dengan pembelajaran. Kata kunci: Role Playing, Pembelajaran, Pendidikan Kewarganegaraan.

Page 7 of 27 | Total Record : 261