cover
Contact Name
Zulkifli Ahmad
Contact Email
ahmadzulkifli477@gmail.com
Phone
+6282195892562
Journal Mail Official
jurnal.bioedukasi@unkhair.ac.id
Editorial Address
Jl. Bandara Sultan Baabullah Kelurahan Akehuda Kota Ternate Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Bioedukasi
Published by Universitas Khairun
ISSN : 2301427X     EISSN : 28290844     DOI : 10.33387/bioedu.v6i2
Jurnal Bioedukasi diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Khairun. Jurnal ini memuat hasil penelitian ataupun kajian yang berkaitan dengan masalah dalam Pendidikan Biologi dan Biologi Sains yang diterbitkan dua kali dalam setahun (April dan Oktober).
Articles 174 Documents
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN KEBIASAAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI Nur Amaliah; Nurhidayah Nurhidayah; Phika Ainnadya Hasan; Masyitha Wahid
JURNAL BIOEDUKASI Vol 5, No 2: Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober 2022
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v5i2.5790

Abstract

Motivation and good study habits are two things that are needed by every student in achieving maximum learning results. This research is a correlation study which aims to determine (1) the relationship between motivation and students' biology learning outcomes, (2) the relationship between students' biology habits and learning outcomes, and (3) the relationship between motivation and study habits and students' biology learning outcomes. The population is 144 people and the sample is 59 people from class XII IPA MAN 1 Polewali Mandar. Data on motivation and study habits were collected using a questionnaire while data on learning outcomes was collected through documentation. The results showed that students' learning motivation was included in the high category (54.24%), study habits were included in the moderate category (67.79%) and learning outcomes were included in the sufficient category (54.24%). The results of the correlation test showed that there was no relationship between motivation and study habits with the biology learning outcomes of class XII IPA MAN 1 Polewali Mandar students (P 0.05).
ANALISIS MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN DARING SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Nur Amaliah; Hastuti Oktari; Phika Ainnadya Hasan; Masyitha Wahid
JURNAL BIOEDUKASI Vol 5, No 2: Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober 2022
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v5i2.5791

Abstract

SMAN 1 Tinambung is one of the schools that implemented online learning during the covid-19 pandemic. This study aims to analyze the motivation and learning outcomes of students in online learning during the Covid-19 pandemic in class XI MIA 1 at SMAN 1 Tinambung. This type of research is descriptive qualitative using a case study design. Research data was collected through observations, interviews and learning outcomes documents. The results of the study show that students' learning motivation during online learning can be said to be quite good during the pandemic, especially in class XI MIA 1 SMA Negeri 1 Tinambung, Polewali Regency. This can be seen in all students who always take part in the online learning process using the WhatsApp application. Students like the application because it is one of the most commonly used social media applications. Students also always do the assignments given by the teacher. As for the learning outcomes of class XI MIA 1 students during the online learning process, there were 6 students in the medium category (16.6%), and 30 students in the high category (83.4%). Students who have good learning motivation will produce much better learning outcomes than students who have less learning motivation.
Keefektifan Model Inquiry Training dalam Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMP Negeri 1 Kota Ternate Asri S. Tamalene; Insih Wilujeng
JURNAL BIOEDUKASI Vol 5, No 2: Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober 2022
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v5i2.5869

Abstract

The purpose of this study was to determine the effectiveness of inquiry training models in science learning to improve the learning student learning outcomes of junior high school state one in ternate city. This type of research uses a pre-experimental design with a research design namely One Group Pretest-Posttest design. Data collection instruments used in this study were in the form of multiple choice test questions and observation sheets. The results showed that the inquiry training model was declared effective in improving the student learning outcomes in the cognitive domain with a significance value 0.005. The average attitude of students is in the category of "good" while for the psychomotor domain, the average students skill is in the category of very good.
STUDI JENIS DAN POLA SEBARAN TUMBUHAN LAMUN DI PERAIRAN DESA TELUK BULI KECAMATAN MABA Sirajuddin Abdullah; Abdulrasyid Tolangara; Hasna Ahmad
JURNAL BIOEDUKASI Vol 6, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2023
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v6i1.4402

Abstract

Seagrass meadows are ecosystems consisting of one or more species of seagrass interacting with biotic and abiotic factors in their environment. Ecologically, seagrass has several important functions in coastal areas, one of which is seagrass as a primary producer in shallow waters which is a food source for several types of organisms. This research aims to find out the types of seagrass plants in the waters of Teluk Buli Village, and find out the pattern of seagrass plant distribution, and find out what environmental factors affect the growth of seagrass plants. This type of research is descriptive explorative, where the data collected includes the types of seagrass plants that have been identified, the pattern of seagrass plant distribution, and environmental factors that affect the distribution pattern of seagrass plants. The method used for data collection is the quadratic method (calculated plot). Analysis of seagrass plant type data using seagrass plant identification manuals, seagrass plant distribution patterns using morista spread index formulas, and environmental factors that affect the pattern of seagrass plant distribution are described and contained in observation tables. The results showed that the type of seagrass plant found in the waters of Teluk Buli Village was a type of Enhalus acoroides. The results of the calculation of the morista spread index showed that the seagrass plant Enhalus acoroides had a clustered distribution pattern with a value of Id 1. The results of measuring the environmental parameters of seagrass plants in the waters of Teluk Buli village, namely pH 5-6.6 categorized as acid, Humidity 20%-50%, and Salinity 28% - 31% Optimum category.
PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI EKOSISTEM DI SMA NEGERI 12 HALMAHERA TIMUR Nadila Jurubasa; Ilham Majid; Yusmar Yusuf
JURNAL BIOEDUKASI Vol 6, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2023
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v6i1.5899

Abstract

 Meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa dibutuhkan suatu pembelajaran yang efektif. Salah satu caranya yaitu dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X semester II SMA Negeri 12 Halmahera Timur pada materi Ekosistem. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X IPA di SMA Negeri 12 Halmahera Timur pada materi ekositem. Hasil observasi  aktivitas  siswa pada siklus I yaitu  69%, siklus II yaitu meningkat menjadi 84%. Sedangkan hasil observasi aktivitas  guru siklus I yaitu 85%, siklus II meningkat menjadi 100%. Hasil belajar siswa dengan menggunakan model  Problem Based Learning (PBL) pada siklus I sebanyak 13 orang yang belum tuntas atau sebanyak 65% yang belum mencapai ketuntasan belajar atau belum mencapai KKM. Sedangkan pada siklus II sudah mengalami peningkatan hasil belajar siswa sebanyak 19 orang yang tuntas atau sebanyak 95% siswa yang mencapai ketuntasan belajar, sehingga dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)  dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL LEARNING CYCLE 5E PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI UNTUK SISWA SMA NEGERI 5 KOTA TERNATE Jalmia Larahidu; Bahtiar Bahtiar; Abdu Mas'ud; Aswal Salewangeng; Magfirah Rasyid; WD Syarni Tala
JURNAL BIOEDUKASI Vol 6, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2023
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v6i1.4272

Abstract

Perangkat pembelajaran yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi model atau contoh bagi guru dan dapat memberikan rangsangan bagi kreativitas guru untuk mengembangkan perangkat pembelajaran lain yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Pencapaian prestasi belajar yang tinggi memerlukan perangkat yang menunjang keterlaksanaan proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini meliputi: Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Penelitian ini bertujuan (1). Menghasilkan perangkat pembelajaran yang layak digunakan sebagai acuan mengajar bagi guru untuk mencapai suatu pembelajaran yang valid; (2). Mengetahui kualitas perangkat pembelajaran yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Kota Ternate dan dibatasi pada materi keanekaragaman hayati serta dilaksanakan pada November tahun ajaran 2020/2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan Model Learning Cycle  5e Pada Materi Keanekaragaman Hayati Untuk Siswa SMA Negeri 5 Kota Ternate dengan nilai validasi untuk Silabus rata-rata 4,31 dengan kategori sangat valid, hasil validasi RPP dengan rata-rata 1,14 kategori kurang valid, dan hasil validasi Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan rata-rata 22,1 kategori cukup valid. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran ini layak digunakan dalam proses belajar-mengajar.
PERAN PRIOR KNOWLEDGE DALAM SELF REGULATION SISWA PADA MATERI SISTEM REPRODUKSI Uus Toharudin
JURNAL BIOEDUKASI Vol 6, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2023
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v6i1.5977

Abstract

Kondisi intenal dan kondisi eksternal berperan penting dalam proses pembelajaran. salah satu faktor internal yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah prior knowledge dan self regulation. Prior knowledge merupakan faktor utama yang akan mempengaruhi pengalaman belajar bagi para peserta didik dan amat penting perannya dalam meningkatkan kebermaknaan pengajaran, selain itu belajar juga dikontrol oleh aspek internal yang diatur oleh diri sendiri (self regulation) dengan mengelola proses belajar individu melalui pengaturan dan pencapaian tujuan dengan menggunakan strategi yang melibakan kognitif, motivasi dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai prior knowledge dan kemampuan self regulation serta mendapatkan informasi mengenai hubungan antara prior knowledge dan self regulation pada pembelajaran sistem reproduksi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek pada  penelitain ini adalah siswa SMA Pasundan 2 Cimahi, kelas XI IPA 1 dengan total 32 siswa. Teknik pengumpulan data untuk prior knowledge menggunakan tes, sedangkan untuk self regulation menggunakan angket. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji korelasi dan uji regresi. Hasil penelitian menujukan bahwa, prior knowledge siswa termasuk kedalam kategori tinggi, yaitu sebanyak 62,5% memiliki skor di atas KKM. Self regulation  siswa  dikategorikan baik, dengan 8 aspek yang sudah baik dan 2 aspek yang masih harus ditingkatkan. Terdapat kontribusi yang signifikan pada prior knowledge terhadap self regulation yaitu sebesar 56,6%. Dengan demikian dapat disimpulakn bahwa  prior knowledge merupakan kemampuan yang harus dimiliki siswa karena secara tidak langsung akan membentuk self regulation siswa dengan sendirinya.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK ELEKTRONIK (e-LKPD) BERBASIS SEARCH, SOLVE, CREATE AND SHARE (SSCS) MATERI SISTEM PERNAPASAN SISWA KELAS XI MIA I MAN 1 MAJENE Nur Amaliah; Marwah Marwah; Ariandi Ariandi; Masyitha Wahid
JURNAL BIOEDUKASI Vol 6, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2023
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v6i1.6044

Abstract

Penelitian Research and Development ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (e-LKPD) Berbasis Search, Solve, Create and Share (SSCS) Mata Pelajaran Sistem Pernapasan Untuk Siswa Kelas XI, yang valid praktis dan efektif. Adapun, prosedur penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah model ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu analisis (Analyze), perancangan (Design), pengembangan (Develop), penerapan (Implementation), dan evaluasi (Evaluation). Lokasi penelitian di MAN 1 Majene, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Subjek penelitian adalah kelas XI MIA 1. Penilaian validitas e-LKPD berbasis SSCS dilakukan oleh 4 validator ahli yang menggunakan lembar penilaian validasi ahli materi dan ahli media, kepraktisan dinilai berdasarkan respon pendidik dan respon peserta didik dengan menggunakan angket yang telah dinyatakan valid oleh validator dan keefektifan diukur dengan menggunakan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh nilai rata-rata total validitas dari ahli materi sebesar 84% dan ahli media sebesar 78% yang artinya e-LKPD berbasis SSCS yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid. Hasil analisis kepraktisan media pembelajaran e-LKPD berbasis SSCS menunjukkan nilai rata-rata total kepraktisan dari respon guru sebesar 86% yang berada pada rentang nilai (81-100%) dan respon peserta didik 72.5% yang berada pada rentang skor (61-80%). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa e-LKPD berbasis SSCS telah memenuhi kriteria praktis. Persentase perhitungan analisis hasil belajar peserta didik yang mencapai ketuntasan adalah 66,67%. Perolehan analisis tersebut jika dicocokkan dengan tabel kriteria keefektifan yang berada pada rentang skor (61-80%) yang artinya e-LKPD berbasis SSCS dapat dikatakan “efektif”.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA MATERI RUANG LINGKUP BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DIKELAS X SMA NEGERI 6 KOTA TERNATE Nurkila Abija; Ilham Majid; Nurmaya Papuangan
JURNAL BIOEDUKASI Vol 6, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2023
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v6i1.5890

Abstract

Model discovery learning merupakan model pembelajaran yang melatihkan pada peserta didik belajar mandiri untuk meningkatkan keterampilan dan proses kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X SMA Negeri 6 Kota Ternate pada materi ruang lingkup biologi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang bersifat reflektif dan kolaboratif yang terdiri dari empat tahapan, yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X IPA SMA Negeri 6 Kota Ternate pada materi ruang lingkup biologi. Hasil belajar peserta didik dengan mengunakan model  discovery learning pada siklus I sebanyak 2 peserta didik atau sebesar 10% yang mencapai ketuntasan belajar. Sedangkan pada siklus II sudah mengalami peningkatan hasil belajar peserta didik sebanyak 18 peserta didik atau sebesar 86% yang mencapai ketuntasan belajar, sehingga dapat dikatakan bahwa model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar. Hasil observasi aktivitas peserta didik pada siklus I yaitu 52%, siklus II yaitu meningkat menjadi 98%. Sedangkan hasil observasi aktivitas guru siklus I yaitu 56%, siklus II meningkat menjadi 88% sehingga model discovery learning dinyatakan dapat meningkatkan hasil  belajar peserta didik.
KAJIAN JENIS - JENIS TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT YANG DIMANFAATKAN UNTUK PENGOBATAN OLEH MASYARAKAT KECAMATAN SENDANG KABUPATEN TULUNGAGUNG Wilis Afin Fahrurin; Samsun Hadi; Sukarsosno -; Rr. Eko Susetyarini; Fendy Hardian Permana
JURNAL BIOEDUKASI Vol 6, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2023
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v6i1.5754

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara dengan tingkat keanekaragaman hayati flora yang sangat beragam dan keanekaragaman indigenous knowledge seperti pangan fungsional dan ramuan tradisional lainnnya. Kecamatan Sendang merupakan daerah yang memiliki kelimpahan tumbuhan untuk dijadikan obat dan masyarakatnya memanfaatkan tumbuh – tumbuhan sebagai pengobatan tradisional. Ilmu pemanfaatan tumbuhan sebagai obat ini diwariskan secara turun – temurun. Sehingga dikhawatirkan ilmu pemanfaatan tumbuhan ini akan hilang oleh kemajuan zaman. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis, cara pemanfaatan, serta khasiat tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung menunjukkan kajian implementasi sebagai sumber belajar biologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan snowball sampling yang melibatkan 30 responden. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 47 spesies tumbuhan obat yang dikelompokkan ke dalam 34 famili. Cara pemanfaatannya yaitu dengan cara direbus, diseduh, dihaluskan, diparut, diperas, ditumbuk dan tanpa diolah. Khasiat tumbuhan obat dapat digunakan untuk mengobati 4 kategori jenis penyakit, yaitu penyakit kronis, penyakit kronis, penyakit menular, penyakit tidak menular, dan menjaga kesehatan tubuh.

Page 9 of 18 | Total Record : 174