cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
ZOO INDONESIA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 438 Documents
NEW DISTRIBUTION RECORDS OF SUNDA COUCAL Centropus nigrorufus FOR BALI AND MADURA ISLAND, INDONESIA Prihatmoko, Oka Dwi; Nugroho, Husnaeni; Nuarta, Putu Wiwin; Salehah, Fitriana
ZOO INDONESIA Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i2.4315

Abstract

Sunda Coucal is known to be endemic to Java Island. This report documented the sightings of Sunda Coucal Centropus nigrorufus on Bali and Madura, Indonesia. There are 7 sightings within three different areas in Bali and six different areas in Madura. These records are to be new records of Sunda Coucal which widen its distribution outside mainland of Java Island. Based on the presence of this bird in the bird market, the distance of Java and Bali or Java and Madura are very close, and no information from previous records of this species in Madura and Bali. It is presumed that this species could be a feral bird rather than an overlooked species in the past.
Keanekaragaman Jenis Reptil pada Ekosistem Hutan Rawa Gambut di Desa Sedahan Jaya Taman Nasional Gunung Palung Kalimantan Barat Pratama, Ferdian Wira; Junardi, Junardi; Riyandi, Riyandi; Izza, Qothrun; Leo, Sandy; Setiawan, Endro
ZOO INDONESIA Vol 32, No 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i1.4532

Abstract

Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) salah satu taman nasional di Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki tipe ekosistem beragam dan ditopang berbagai kawasan penyangga. Desa Sedahan Jaya sebagai salah satu kawasan penyangga TNGP memiliki ekosistem yang didominasi hutan rawa gambut. Kemampuan menyerap air yang tinggi pada hutan rawa gambut menjadikan kondisi tersebut cenderung lembap yang mana merupakan karakter bagi habitat reptil. Reptil yang ditemukan terbagi menjadi 2 ordo, Squamata dan Testudinata yang terdiri atas 13 famili, 24 genus, dan 28 jenis. C. pubisulcus dan Eutropis multifasciata jadi jenis reptil yang paling banyak ditemukan di semua jalur pengamatan. Hasil beberapa analisis indeks menunjukkan bahwa keanekaragaman tergolong sedang (2,05 ≤ H´ ≤ 2,49), kemerataan tergolong tinggi (0,85 ≤ E ≤ 0,88), tidak ada dominansi suatu jenis tertentu (0,13 ≤ C ≤ 0,15), serta kekayaan jenis yang tergolong tinggi di lokasi 1 dibandingkan lokasi 2 (Dmglokasi1: 4,23; Dmglokasi2: 3,19). Faktor lingkungan tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar lokasi, suhu air berkisar 24,55-26,08°C, suhu udara 24,75-24,81°C, suhu tanah 25,25-25,56°C, pH air tergolong asam dengan nilai 3,88-5,60, pH tanah cenderung netral dengan nilai 6,22-7, kelembapan udara 72-74,38%, dan kelembapan tanah dengan rentang yang luas dari kering hingga lembap.
PREFERENSI UMPAN TIKUS DALAM UPAYA PENGENDALIAN VEKTOR DI BANDAR UDARA RADIN INTEN II LAMPUNG Wulandari, Kartika Dwi; Setyaningrum, Endah; Nurcahyani, Nuning; Rosa, Emantis
ZOO INDONESIA Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i2.4678

Abstract

Padatnya aktivitas yang terdapat di Bandar Udara Radin Inten II Lampung berpengaruh pada kebersihan lingkungan. Salah satu hewan yang berpotensi sebagai penular penyakit adalah tikus. Tikus merupakan vektor penyakit leptospirosis, pes, dan murine typhus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis umpan yang paling disukai tikus, spesies yang tertangkap dan indeks kepadatan tikus di Bandar Udara Radin Inten II Lampung. Pada penelitian ini, menggunakan 4 jenis umpan berbeda yaitu ikan asin, keju, roti oles margarin dan kelapa bakar. Keempat umpan tersebut diletakkan di 3 lokasi di Bandar Udara Radin Inten II Lampung yang menunjukkan tanda-tanda keberadaan tikus yaitu area gedung parkir, area gedung VVIP dan area gedung hygiene. Data penelitian ini dianalisis menggunakan two-way ANOVA dan dilakukan uji lanjutan berupa post hoc Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpan yang paling disukai tikus di Bandar Udara Radin Inten II Lampung yaitu umpan roti oles margarin (0,89). Spesies tikus yang berhasil teridentifikasi adalah Rattus tanezumi. Indeks kepadatan tikus di Bandar Udara Radin Inten II Lampung termasuk ke dalam kategori rendah (0,33).
RASIO BOBOT ORGAN REPRODUKSI DAN BOBOT BADAN RUSA TIMOR (Rusa timorensis) PADA UMUR YANG BERBEDA SEBAGAI DASAR SELEKSI PEJANTAN Casmuti, Casmuti; Samsudewa, Daud; Setiatin, Enny Tantini; Wibowo, Leonardus Abieza; Fattah, Alvian
ZOO INDONESIA Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i2.4301

Abstract

Rusa timor (Rusa timorensis) merupakan satwa dilindungi yang dapat dimanfaatkan dagingnya. Rusa timor yang sering dimanfaatkan adalah satwa jantan umur 2, 3, dan 4 tahun. Hal ini dapat menyebabkan penurunan jumlah satwa jantan di penangkaran seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, perlu dilakukan seleksi untuk memilih pejantan rusa timor. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan umur optimum rusa timor yang dapat dijadikan pejantan berdasarkan rasio bobot organ reproduksi dan bobot badan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 hingga September 2021 di Penangkaran Rusa Timor H. Yusuf Wartono, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Materi yang digunakan adalah 12 ekor rusa timor jantan umur 2, 3, dan 4 tahun masing-masing 4 ekor. Metode observasional dilakukan dengan mengukur bobot badan dan bobot testis kanan, testis kiri, testis total, dan penis. Penghitungan rasio dilakukan dengan pembagian antara bobot organ reproduksi dengan bobot badan. Data dianalisis menggunakan Kruskal Wallis H test dengan taraf signifikansi 5% pada SPSS 20.0. Hasil penelitian diperoleh nilai asymptotic significant dari bobot testis kanan, testis kiri, testis total, dan penis berturut-turut sebesar 0,904, 0,778, 0,667, dan 0,500. Hasil menunjukkan tidak ada pengaruh umur terhadap rasio bobot organ reproduksi dan bobot badan rusa timor sehingga umur 2, 3, dan 4 tahun dapat dijadikan sebagai pejantan.
KAJIAN SISTEMATIKA KELELAWAR PEMAKAN BUAH (CHIROPTERA: PTEROPODIDAE) DI PULAU JAWA: FILOGENETIK DAN KARIOTIPE Mubarok, Husni; Sandika, Bayu
ZOO INDONESIA Vol 32, No 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i1.4633

Abstract

Kajian sistematik kelelawar pemakan buah (Chiroptera: Pteropodidae) masih menjadi perdebatan. Penelitian filogenetik dan kariotipe menunjukkan ketidaksesuaian data DNA dan data kromosom dengan batas karakter morfologi, termasuk pada spesies Pteropodidae di Pulau Jawa. Selain itu, penelitian mengenai filogenetik dan kariotipe kelelawar Pteropodidae di Pulau Jawa belum banyak dieksplorasi. Studi ini bertujuan untuk memaparkan kajian sistematik kelelawar Pteropodidae di Pulau Jawa berdasarkan studi filogenetik dan kariotipe secara komprehesif. Studi ini menggunakan penelusuran literatur lengkap mengenai sejarah sistematik Pteropodidae dan taksonomi berdasarkan studi filogenetik serta kariotipe Pteropodidae di Pulau Jawa. Secara filogenetik, masih terjadi permasalahan sistematik pada tingkat genus. Selain itu, berdasarkan data kariotipe spesies Pteropodidae di Pulau Jawa menunjukkan jumlah diploid kromosom seragam, namun memiliki bentuk kromosom yang berbeda. Kajian ini dapat digunakan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai sistematik Pteropodidae di Indonesia.
BUTTERFLY DIVERSITY (LEPIDOPTERA: PAPILIONOIDEA) IN KALOY LIMESTONE HILL, TAMIANG HULU DISTRICT, ACEH TAMIANG REGENCY Nurjannah, Nurjannah; Putri, Kartika Aprilia; Sari, Herlina Putri Endah; Persada, Andri Yusman; Fajar, Beni Al
ZOO INDONESIA Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i2.4642

Abstract

Studies on butterflies have been done in Aceh region, like Aceh Besar, Aceh Selatan, Aceh Tengah, and Langsa. But there is no research about butterfly from Aceh Tamiang, especially in Kaloy. There are many habitat types in Kaloy, one of them is Kaloy Limestone Hills (KLH) with many vegetation in there that support butterfly diversity. This research aims to analyze butterfly diversity from KLH. Field observations were conducted from December 2022 – January 2023 (in the end of rainy season) using the standard walk method with six observation sessions. The result showed there were 32 species belonging to four families, with Nymphalidae as the most families found and Junonia hedonia as the most species found. The ecological assessment of butterfly populations at the time of the research were butterfly diversity indexes (H’) were between 2.24-2.46 and the dominance indexes (D) were between 0.11-0.13. Butterfly diversity from KLH is additional information to butterfly database in Indonesia, especially Aceh Province. Also, this information can be a future reference for conservation management in Kaloy.
Catatan ketinggian baru tiga belas jenis burung di Jawa Taufiqurrahman, Imam
ZOO INDONESIA Vol 32, No 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i1.4214

Abstract

Dalam kunjungan pengamatan ke tiga gunung dan satu dataran tinggi di Jawa Tengah dan Timur sepanjang 2014-2021, kami menjumpai 13 jenis burung pada ketinggian melebihi batas elevasi yang diketahui. Ketiga belas jenis dimaksud terdiri dari tiga burung air dan 10 burung terestrial. Mandar batu Gallinula chloropus di Telaga Warna, Dataran Tinggi Dieng dan cucak kutilang Pycnonotus aurigaster di TN G. Merbabu menjadi temuan paling signifikan, dijumpai 800+ m lebih tinggi dari batas yang diketahui sebelumnya.
PERBEDAAN CIRI MORFOMETRIK DAN POLA KEMUNCULAN IKAN NIKE DI MUARA SUNGAI PAGUYAMAN KABUPATEN GORONTALO Baid, Ilham; Olii, Abdul Hafidz; Rahim, Ditya Nanda; Pasisingi, Nuralim
ZOO INDONESIA Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i2.4523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ciri morfometrik dan pola kemunculan ikan nike di Muara Sungai Paguyaman Kabupaten Gorontalo. Titik koordinat lokasi pengambilan sampel ditentukan melalui GPS mengikuti lokasi kemunculan ikan nike. Sampel ikan nike diambil dari hasil tangkapan nelayan sejak awal hingga akhir kemunculan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis sampel ikan nike ±200 ekor dalam satu musim penangkapan, ditemukan perbedaan yang signifikan pada ciri morfometrik. Adanya pola kemunculan di Muara Sungai Paguyaman yang bermigrasi dari laut ke arah muara sungai pada bulan Juli dan September. Kemunculan terjadi paling banyak pada bulan Juli dengan titik kemunculan ikan nike selama tujuh hari.
KARAKTER MORFOLOGI KONGKANG BARAM Pulchrana baramica DARI JAWA Faturahman, Ahmad Nabil; Prihatini, Wahyu; Hamidy, Amir
ZOO INDONESIA Vol 32, No 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i1.4509

Abstract

Kongkang Baram (Pulchrana baramica) pertama kali dideskripsikan pada tahun 1900 di Sungai Baram Sarawak, Malaysia. Jenis ini tersebar luas di Semenanjung Malaysia, Singapura, Sumatera, Kepulauan Riau, Pulau Bangka, Kalimantan, dan Jawa. Sebelumnya, selama lebih dari 24 tahun informasi persebaran P. baramica di Pulau Jawa hanya diketahui dari Cilebut, Kabupaten Bogor berdasarkan catatan satu spesimen saja di Museum Zoologicum Bogoriense. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi terbaru catatan spesimen katak P. baramica dari Jawa dengan pendekatan morfologi dan morfometrika, dengan spesimen acuan populasi Sumatera dan Kalimantan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu menggunakan PCA (Principal Component Analysis) kemudian dilakukan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa variasi karakter yang membedakan P. baramica spesimen dari Jawa dari populasi Sumatera dan Kalimantan adalah berdasarkan karakter-karakter meristik identifikasi yang terlihat pada selaput renang tungkai belakang (webbing) yang lebih lebar pada jari kedua bagian luar, terdapatnya kelenjar pineal (pineal spot) yang sangat jelas, dan tekstur kulitnya cenderung lebih halus. Secara morfometrika terdapat 7 karakter pembeda antar populasi P. baramica dari Jawa, Sumatera, dan Kalimantan yang berupa karakter Lebar Kepala (HL), Jarak antar canthal (ICD), Panjang Tungkai Depan dari Bahu (FLL), Panjang Tulang Kering (TL), Jarak antar Lubang Hidung (IN), Jarak antar Ujung Mata ke Lubang Hidung (EN), dan Jarak antar mata (IOD).
FIRST LOCALITY RECORD OF JAVAN ENDEMIC DAMSELFLY DREPANOSTICTA GAZELLA LIEFTINCK, 1929 (ODONATA: ZYGOPTERA: PLATYSTICTIDAE) IN EAST JAVA, INDONESIA Shahroni, Abdul Mutholib; Rahma, Nabila
ZOO INDONESIA Vol 32, No 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v32i1.4616

Abstract

Drepanosticta gazella has been reported only to spread on Java Island, Indonesia, to be exact, in the western and central parts. An accidental encounter with a male D. gazella occurred in the tropical rainforest of the highlands of Mount Penanggungan, Mojokerto, East Java, on vegetation near a small stream. This record represents the easternmost area within the distribution range of this endemic species. In addition, further exploration in East Java at several important locations needs to be carried out in order to determine the expansion of its distribution. Keywords: Distribution, Drepanosticta, Java, odonata, range expansion 

Filter by Year

1983 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 33, No 1 (2024): Juli 2024 Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 32, No 1 (2023): Juli 2023 Vol 31, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 31, No 1 (2022): Juli 2022 Vol 30, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 30, No 1 (2021): Juli 2021 Vol 29, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 29, No 1 (2020): Juli 2020 Vol 28, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 28, No 1 (2019): Juli 2019 Vol 27, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 27, No 1 (2018): Juli 2018 Vol 26, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 26, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 26, No 1 (2017): Juli 2017 Vol 26, No 1 (2017): Juli 2017 Vol 25, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 25, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016 Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016 Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 24, No 1 (2015): Juli 2015 Vol 24, No 1 (2015): Juli 2015 Vol 23, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 23, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 23, No 1 (2014): Juli 2014 Vol 23, No 1 (2014): Juli 2014 Vol 22, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 22, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 22, No 1 (2013): Juli 2013 Vol 22, No 1 (2013): Juli 2013 Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 21, No 1 (2012): Juli 2012 Vol 21, No 1 (2012): Juli 2012 Vol 20, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 20, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 20, No 1 (2011): Juli 2011 Vol 20, No 1 (2011): Juli 2011 Vol 19, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 19, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 19, No 1 (2010): Juli 2010 Vol 19, No 1 (2010): Juli 2010 Vol 18, No 2 (2009): November 2009 Vol 18, No 2 (2009): November 2009 Vol 18, No 1 (2009): Juli 2009 Vol 18, No 1 (2009): Juli 2009 Vol 17, No 2 (2008): November 2008 Vol 17, No 2 (2008): November 2008 Vol 17, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 17, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 16, No 2 (2007): November 2007 Vol 16, No 2 (2007): November 2007 Vol 16, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 16, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 15, No 2 (2006): November 2006 Vol 15, No 2 (2006): November 2006 No 29 (2002): Zoo Indonesia No. 29 Desember 2002 No 29 (2002): Zoo Indonesia No. 29 Desember 2002 No 28 (2001): Zoo Indonesia No. 28 September 2001 No 28 (2001): Zoo Indonesia No. 28 September 2001 No 31 (1997): Zoo Indonesia No. 31 No 31 (1997): Zoo Indonesia No. 31 No 30 (1997): Zoo Indonesia No. 30 No 30 (1997): Zoo Indonesia No. 30 No 29 (1997): Zoo Indonesia No. 29 No 29 (1997): Zoo Indonesia No. 29 No 28 (1996): Zoo Indonesia No 28 No 28 (1996): Zoo Indonesia No 28 No 27 (1996): Zoo Indonesia No 27 No 27 (1996): Zoo Indonesia No 27 No 26 (1995): Zoo Indonesia No 26 No 26 (1995): Zoo Indonesia No 26 No 25 (1995): Zoo Indonesia No 25 No 25 (1995): Zoo Indonesia No 25 No 24 (1994): Zoo Indonesia No 24 No 24 (1994): Zoo Indonesia No 24 No 23 (1994): Zoo Indonesia no 23 No 23 (1994): Zoo Indonesia no 23 No 22 (1993): Zoo Indonesia No 22 No 22 (1993): Zoo Indonesia No 22 No 21 (1993): Zoo Indonesia No 21 No 21 (1993): Zoo Indonesia No 21 No 20 (1993): Zoo Indonesia No 20 No 20 (1993): Zoo Indonesia No 20 No 19 (1993): Zoo Indonesia No 19 No 19 (1993): Zoo Indonesia No 19 No 18 (1993): Zoo Indonesia No 18 No 18 (1993): Zoo Indonesia No 18 No 17 (1993): Zoo Indonesia No 17 No 17 (1993): Zoo Indonesia No 17 No 16 (1992): Zoo Indonesia No 16 No 16 (1992): Zoo Indonesia No 16 No 15 (1992): Zoo Indonesia No. 15 No 15 (1992): Zoo Indonesia No. 15 No 14 (1992): Zoo Indonesia No.14 No 14 (1992): Zoo Indonesia No.14 No 13 (1992): Zoo Indonesia No. 13 No 13 (1992): Zoo Indonesia No. 13 No 12 (1991): Zoo Indonesia No. 12 No 12 (1991): Zoo Indonesia No. 12 No 11 (1991): Zoo Indonesia No. 11 No 11 (1991): Zoo Indonesia No. 11 No 10 (1990): Zoo Indonesia No. 10 No 10 (1990): Zoo Indonesia No. 10 No 9 (1990): Zoo Indonesia No. 9 No 9 (1990): Zoo Indonesia No. 9 No 8 (1989): Zoo Indonesia No. 8 No 8 (1989): Zoo Indonesia No. 8 No 7 (1987): Zoo Indonesia No. 7 No 7 (1987): Zoo Indonesia No. 7 No 6 (1986): Zoo Indonesia No 6 No 6 (1986): Zoo Indonesia No 6 No 5 (1985): Zoo Indonesia No. 5 No 5 (1985): Zoo Indonesia No. 5 No 4 (1985): Zoo Indonesia No. 4 No 4 (1985): Zoo Indonesia No. 4 No 3 (1985): Zoo Indonesia No. 3 No 3 (1985): Zoo Indonesia No. 3 No 2 (1983): Zoo Indonesia No. 2 No 2 (1983): Zoo Indonesia No. 2 No 1 (1983): Zoo Indonesia No. 1 No 1 (1983): Zoo Indonesia No. 1 More Issue