cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 170 Documents
FUNGSI IBADAH RITUAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ISLAMI Abdurohim Abdurohim; Rt. Bai Rohimah; Ratu Amalia Hayani
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diantara keistimewaan ritual ibadah dalam Islam adalah dampaknya yang besar dalam mewarnai berbagai aspek, corak kehidupan dan karakter manusia. Manusia diciptakan oleh Allah Subhanahu wata’ala untuk beribah dan menjadi wakil Tuhan dalam memakmurkan bumi ini sehingga menjadi rahmat bagi semesta. Agar mampu mengelola bumi, Allah Subhanahu wa ta’ala telah melengkapi manusia dengan ruh di samping nyawa, juga dilengkapi dengan fisik, dan qalbu (willing, feeling thinking dan akal nurani). Manusia dibekali banyak potensi termasuk kecerdasan, baik kecerdasan berfikir (IQ), kecerdasan emosi (EQ), maupun kecerdasan spiritual (SQ). Apabila manusia mampu memenej seluruh kecerdasan tersebut berdasarkan nilai-nilai Ilahiyah. Melatih dirinya dengan mengamalkan ritual ibadah, maka ia akan menjadi manusia yang berkarakter baik dalam dimensi yang luas. Baik dalam hubungannya dengan Allah (Hablum minallah) seperti ibadah shalat, puasa dan haji. Dengan sesama manusia (hablum minannas) seperti ibadah shalat berjama’ah, zakat, infak, shadakah dan wakaf. Maupun ibadah yang berhubungan dengan alam sekitar (hablum minal‘alam) seperti menjaga kelestarian alam, tidak membuang sampah sembarangan, reboisasi dan sebagainya. Dengan demikian pendidikan karakter pada dasarnya adalah character building dengan target terjadinya perubahan perilaku (behavior change). Essensi akhlak kepada Allah adalah tauhid (taat total tanpa reserve, total submittion) atau sami’na wa atha’na. Essensi akhlak kepada manusia adalah ukhuwah yakni menganggap manusia sebagai saudara. Sedangkan essensi akhlak kepada alam adalah ihsan, yakni melakukan yang terbaik dalam rangka menjadikan segenap sumber daya alam untuk kesejahteraan lahir batin umat manusia.
NILAI PENDIDIKAN DALAM ‘IBRAH QASHASH AL-QUR’AN (Analisis Sintesis terhadap Kisah-kisah dalam Al-Qur’an) Ma’zumi Ma’zumi; Ratu Amalia Hayani; Wardatul Ilmiah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan konsep kisah Al-Qur’an tentang pendidikandan relevansi kisah-kisah dalam Al-Qur’an dengan Pendidikan. Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah kisah-kisah dalam Al-Qur’an adalah kisah yang dapat dibuktkan kebenarannya secara arkeologis dan ilmiah. Kisah-kisah dalam Al-Qur’an pada umumnya adalah ayat-ayat makkiyyah, yang ketika Islam datang, masyarakat dalam perilaku jahiliyah dan jumud. Al-Qur’an diturunkan sebagai tuntunan keselamatan dan memberikan kemudahan, untuk mengangkat derajat kemanusiaan sesuai dengan misi Al-Qur’an, misi Kisah-kisah dalam Al-Qur’an, dan misi kerasulan nabi Muhammad SAW. Filosofi, hikmah, dan ‘ibrah yang terkandung, sangat sarat dengan pesan dan nilai-nilai edukatif, namun harus dipahami secara tulus, logis, sistematis dan komprehensif. Metode penelitian dalam penulisan artikel ini adalah pendekatan kulitatif, tafsir tahlili, dengan metode analstis sintesis. Secara konseptual dimulai dengan membaca, mencatat (mengumpulkan data), menidentifikasi, menyusunnya dalam satuan-satuan sesuai urutan pola berpikir, kemudian menganalisis hingga pada kesimpulan. Masalah penelitian ini adalah apa konsep kisah Al-Qur’an tentang pendidikan? dan apa relevansi kisah Al-Qur’an dengan Pendidikan? Hasil penelitian, bahwa kisah-kisah yang disajikan dalam Al-Qur’an, merupakan konsep irsyad (tuntunan, petunjuk), hiwar (dialog), dzikr (pengingat), hikmah (makna filosofis, atau pelajaran), tandzir (peringatan). Relevansi kisah-kisah dalam Al-Qur’an dengan pendidikan yaitu kisah yang dikemas dalam beragam bentuknya menjadi metode alternatif dalam proses pembelajaran yang mudah, menarik dan berkesan; kisah menjadi media untuk menyampaikan pesan dan internalisasi nilai-nilai dalam upaya pembinaan akhlak peserta didik; dan kisah dapat menjadi metode pendidikan yang efektif bagi pengembangan kecerdasan dan pembentukan jiwa yang tangguh dan taat sesuai dengan misi kisah dan misi kerasulan Muhammad SAW.
KEBIJAKAN DESENTRALISASI PENDIDIKAN DI ERA OTONOMI DAERAH Iwan Ridwan; Iin Ratna Sumirat
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis ekonomi yang dialami bangsa Indonesia, telah berdampak terhadap sIstem pemerintahan Indonesia. Dimana sebelum bergulirnya reformasi (1998), Indonesia dipimpin oleh Soeharto. Masa pemerintahan Soeharto sistem pemerintahan dikenal dengan sistem sentralistik, artinya semua kebijakan diambil dan dibuat oleh pusat. Lengsernya Soeharto yang ditandai dengan masa reformasi, maka sistem pemerintahan berubah dengan sistem desentralisasi atau yang dikenal dengan otonomi daerah. Otonomi daerah yang merobah paradigma pemerintahan dari pusat ke daerah juga telah mempengaruhi terhadap dunia pendidikan yang pada akhirnya telah dapat melahirkan tentang sebuah kebijakan yang berkaitan dengan otonomi pendidikan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian literatur atau kepustakaan yang merupakan jenis penelitian kualitatif yang pada umumnya tidak terjun ke lapangan dalam pencarian sumber datanya. Penelitian literatur memuat beberapa gagasan atau teori yang saling berkaitan secara kukuh serta didukung oleh data-data dari sumber Pustaka. Dalam penulisan artikel ini penulis menggunakan metode penelitian literartur yaitu mencari referensi teori yang relevan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Referensi yang digunakan adalah jurnal, buku, artikel laporan hasil penelitian dan situs-situs di internet. Adapun Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan, dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan.
MELATIH PENDIDIKAN KARAKTER ANAK DALAM PERSPEKTIF IMAM AL-GHAZALI Siti Muhibah; Iwan Ridwan; Najmudin Najmudin; Abdul Aziz
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : L

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mencoba membuka khazanah gagasasan yang ditawarkan Imam Al-Ghazali tentang pembentukan akhlak al-kariimah pada awal pertumbuhan anak. Pendidikan moral merupakan suatu usaha sadar yang dilakukan untuk menanamkan perilaku baik kepada setiap anak. Sebagaimana ciri khas dari pendidikan Islam yang dikemukakan oleh Imam Al-Ghazali yang lebih menekankan pentingnya menanamkan nilai moralitas yang dibangun dari basic pendidikan akhlak Islami. Mengingat pentingnya pendidikan moral ditanamkan kepada anak sejak dini maka pada penelitian ini yang menjadi rumusan masalah yaitu: bagaimana melatih pendidikan moral untuk anak menurut Imam Al-Ghazali, dan bagaimana metode mendidik moral pada anak dalam perspektif Imam Al-Ghazali. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library reseach). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan historis pedagogis, adapun sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder, dan analisis data dilakukan dengan teknik content analysis. Hasil penelitian menyatakan bahwa pemikiran Imam Al-Ghazali tentang pendidikan lebih menekankan pada pendidikan moral dengan pembinaan budi pekerti dan penanaman sifat-sifat terpuji pada anak sejak dini, metode yang dapat digunakan dalam mendidik anak dengan cara menerapkan pembiasaan, dan menceritakan kisah-kisah akhlak mulia.
MEMBANGUN KARAKTER ANAK DIDIK MELALUI KETELADANAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH/MADRASAH Suaidi Suaidi; Istinganatul ngulwiyah.; Jakaria Jakaria
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Character is a value that related to human personality, based on religious norms, customs and social cultures. A strong nation is a nation that has a good character and personality. On the other hand, a weak nation that commits injustice and bad behaviour. Progress in technology has a close correlation with human personality that gives positive and negative impacts. There are many negative impacts from technology progress: instant culture, the number of views on television and social media that broadcast pornography and violence that can affect the mental and moral young generation. Negative impacts from technology progress influences student character at all levels of education. Students who have bad character are: lazy to study, coming late to the school, don’t care about friends and environment. Based on explanation here the writer is interested to do the research about the Importance of character education to be developed in schools by using exemplary leaders of educational institutions or schools. Character education must be given from an early age and elementary school, and it is must be actualized through the next level including at the university level. Considering the importance of character education in the context of education, the government implements an education system that emphasizes the importance of character education and national culture.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PUASA RAMADHAN Wardatul Ilmiah; Nanah Sujanah; Ma’zumi Ma’zumi
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ramadhan adalah pola hidup, bagaimana seseorang bisa mengatur waktunya dan ibadahnya dengan semaksimal mungkin, melatih kesabarannya juga melatih hatinya agar mampu beribadah hanya fokus kepada Allah SWT. Pola hidup yang bisa istiqomah (menetap) dan menjadi pola keseharian pasca Ramadhan merupakan salah satu indikator dari tiga indikator diterimanya rangkaian ibadah selama bulan Ramadhan. Karena pada hakikatnya Ramadhan adalah sebuah Madrasah Besar yang mengajarkan para muridnya dengan berbagai disiplin ilmu (iklas, jujur, sabar, pemaaf, dermawan, ridha dengan ketentuan Allah SWT). Karena Ramadhan diibaratkan sebagai Madrasah, maka tentu akan melahirkan alumni-alumni dengan berbagai predikat yang disandangnya, ada yang kemudian lulus dan mendapatkan predikat Taqwa sesuai dengan tujuan puasa itu sendiri, namun banyak juga yang gagal yang kemudian dia tetap tinggal di kelas.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP SISTEM PENDIDIKAN PESANTREN DI KOTA SERANG BANTEN Ima Maisaroh; Iwan Ridwan
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Product Image packaging usualy effective in making of public perception and influence in decision rule. the decision which people made for education is influenced by many factor, but usually the dominant factor is perception. This research is to know about people perception to the Pesantren Education System. Knowing people perception as an nucleus aspect of development and knowing people perception to the Pesantren Education System as a sub system of National Education System is relevant and needed. The method used in this Explorative Reseacrh is Description-Quantitative and combine with Grounded Reseacrh which Hypothesis Research stated as : The Perception of the people of Keluruhan Sukawana Kecamatan – Kota Serang Banten to the system of Pesantren Education is Positive”. Sample is 10 % of 100 person of population (50 women and 50 men) take by Purposive Sampling Method, and Processed and analyzed with sample statistic using Tabulation, Ordinal score, Likert Scale and Perception Scale. The mention purpose and benefit of this research can be reach as important input for the direction of the development of Pesantren Education in order to become a systematic and perfect improvement, properly with people needs and nation interests. The final score likert are as follows : a. Women Participation = 4.309 94 %; b. Men Participation = 4.463 94 % and c. People Participation = 8.772 94 %. After confirmed to the participation categorical scale so the reseach hypothesis to the Pesantren Education of Banten People to the Pesantren Education system is Positive.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PENILAIAN ALTERNATIF Sutrisno Sadji Evenddy
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKArtikel ini menganalisis 18 nilai-nilai pendidikan karakter yang ada dalam penilaian alternatif. Penilaian alternatif adalah jenis penilaian otentik. Salah satu kelebihan dari penilaian ini adalah penilian ini memfokuskan pencapaian belajar siswa pada prosesnya. Diharapkan dengan melakukan jenis penilaian ini karakter siswa bisa dibentuk dan ditingkatkan. Jenis dari penilaian yang didiskusikan di dalam artikel ini adalah portofolio, jurnal, dan self dan peer-assessment. Dari hasil analisis ditemukan bahwa ada nilai-nilai pendidikan karakter bangsa Indonesia dalam penilaian alternatif di atas. Dalam portofolio ditemukan karakter jujur, terbuka, berani, demokratis, tanggung jawab, komunikatif, menghargai. Dalam jurnal ditemukan karakter adalah jujur, toleransi, kreatif, demokratis, menghargai prestasi, disiplin, bersahabat/komunikatif dan peduli sosial. Dan dalam self dan peer assessment ditemukan karakter jujur, mandiri, demokratis, komunikatif, peduli sosial, dan tanggung jawab.Kata kunci: Penilaian alternatif, nilai, pendidikan karakter,
PENGARUH PEMANFAATAN MEDIA INTERNET TERHADAP PENYELESAIAN TUGAS SISWA KELAS IX PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK” (Studi di MTs. Shidiq Al-Farizy, Baros, Kabupaten Serang). Najmudin Najmudin; Iwan Ridwan; Mahmud Apriadi; Siti Muhibah; Abdul Aziz
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : L

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar, dan dibaca. Media internet merupakan sumber daya informasi yang menjangkau seluruh dunia dimana antara satu komputer dengan komputer lain di dunia dapat saling berhubungan atau berkomunikasi. Internet merupakan forum global yang tidak membatasi negara, birokrasi, manusia dan waktu.  Berdasarkan latar belakang di atas maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1). Bagaimana pemanfaatan media internet terhadap mata pelajaran aqidah akhlak di MTs Shidiq Al-Farizy?  2). Bagaimana penyelesaian tugas siswa kelas IX terhadap mata pelajaran aqidah akhlak di MTs Shidiq Al-Farizy? 3). Apakah terdapat pengaruh pemanfaatan media internet terhadap penyelesaian tugas siswa kelas IX pada mata pelajaran akidah akhlak di MTs. Shidiq Al-Farizy? Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1). Untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan penggunaan media internet pada mata pelajaran aqidah akhak di MTs. Shidiq Al-Farizy, 2). Untuk mengetahui penyelesaian tugas siswa pada mata pelajaran aqidah akhlak di MTs. Shidiq Al-Farizy, 3). Untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan media internet terhadap penyelesaian tugas siswa kelas IX pada mata pelajaran akidah akhlak di MTs. Shidiq Al-Farizy. Penelitian ini dilaksanakan di MTs. Shidiq Al-Farizy, Baros,  Kabupaten Serang, dengan jumlah sampel 37 siswa, dari populasi dengan jumlah 37 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif. Dalam teknik pengumpulan data diperoleh menggunakan observasi, wawancara, dan angket. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini menyatakan bahwa Pemanfaatan Media Internet di MTs. Shidiq Al-Farizy, Baros,  Kabupaten Serang berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan, dan dapat memberikan kemudahan bagi siswa dalam menyelesaikan tugas siswa pada  Mata Pelajaran Aqidah Akhlak yang baik. Jadi dapat diinterprestasikan bahwa pengaruh Pemanfaatan Media Internet terhadap Penyelesaian Tugas Siswa pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak terdapat koefisien korelasi yang sedang dengan indeks koefisien korelasi (rxy = 0,59). Adapun kontribusi Pemanfaatan Media Internet terhadap Penyelesaian Tugas Siswa pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak sebesar 38,6%, sedangkan sisanya 62,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang dapat diteliti lebih lanjut.
PERANAN MASJID KAMPUS DALAM PEMBENTUKAN PENDIDIKAN KARAKTER MAHASISWA DI UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA Abdurohim Abdurohim
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMasjid kampus, dinilai sangat strategis dalam mewujudkan suasana religius di lingkungan kampus. Sekurang-kurangnya masjid kampus ini dapat mewadahi civitas akademika untuk men- jalankan kewajiban ibadah rutin seperti shalat lima waktu. Bagi civitas akademika yang memiliki latar belakang keagamaan yang kuat serta memiliki keinginan untuk menciptakan suasana kehidupan keagamaan yang lebih kondusif di lingkungan kampus Untirta, masjid kampus merupakan sarana yang sangat efektif untuk pengabdian mereka dalam mengembangkan pendidikan karakter bangsa yang berbasis nilai-nilai agama. Masalah utama yang menjadi fokus penelitian ini adalah bagai- manakah peranan masjid kampus dan aktivitas keagamaan mahasiswa, serta bagaimana pula suasana kehidupan keagamaan mahasiswa sebagai pencerminan pelaksanaan ajaran agamanya. Dari hasil penelitian ini diperoleh data yang menunjukkan bahwa, masjid kampus sangat berperan besar dalam pembinaan pendidikan karakter mahasiswa terutama ibadah-ibadah harian yang wajib maupun yang sunah. Mesjid kampus sudah seharusnya mewadahi organisasi kemahasiswaan yang bergerak di bidang dakwah, agar terjadi sinergi antara mahasiswa dan pengurus mesjid. Program kerja mesjid kampus telah sangat baik melakukan pembinaan terhadap mahasiswa dan Lembaga Dakwah Kampus serta pemilihan pengurus mesjid kampus telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang baik dan menggunakan musyawarah-mufakat dalam pengambilan keputusan.Kata kunci: Masjid Kampus, Pendidikan Karakter

Page 9 of 17 | Total Record : 170